Faletehan Health Journal
ISSN : 2088673X     EISSN : 25978667
“Faletehan Health Journal” merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel yang relevan dengan isu-isu kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, kesehatan klinis dan sosial baik berupa artikel hasil penelitian, artikel review literature, atau artikel laporan lapangan (research report, literature review, field report).
Articles
20
Articles
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kegemukan Pada Balita di Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil Kota Cilegon

Suriani, Sari

Faletehan Health Journal Vol 6 No 1 (2019): Faletehan Health Journal, Maret 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Status gizi lebih merupakan kondisi dimana berat badan melebihi standar berat badan normal. Gizi lebih dapat terjadi pada semua lapisan umur, dari mulai bayi, balita, anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Persatuan ahli gizi rumah sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM), mengatakan gizi lebih yang dapat menyebabkan kegemukan pada usia balita, kegemukkan berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan resiko penyakit degeneratif, gangguan saluran pernafasan, masalah jantung serta dapat beresiko terjadinya diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kegemukkan pada balita di Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil Kota Cilegon. Sampel pada penelitian ini adalah balita yang berusia 24-59 bulan, diperoleh sebanyak 94 balita. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 18 balita atau 19,1% balita yang termasuk dalam kategori gemuk, terdapat 60,6% balita yang berjenis kelamin laki-laki, berat badan lahir beresiko terdapat 16,0% balita, dan 13,8% ibu balita yang bekerja, 76,6% pendidikan ibu balita yang memiliki pendidikan tinggi, dan 75,5% keluarga balita yang memiliki jumlah keluarga <4 atau keluarga kecil. Terdapat hubungan anatara jenis kelamin (pv: 0,003), Berat badan lahir (pv: 0,00), pekerjaan ibu (pv:0,00) dengan kegemukan pada anak balita. Tidak ada hubungan antara pendidikan dan jumlah anggota keluarga dengan kegemukan pada balita. Disarankan agar Dinas Kesehatan mengadakan upaya untuk mencegah kegemukan pada balita melalui monitoring dan evaluasi terhadap kegemukan Balita.

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kelas Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional

Nur, Rasdi Awal, AB, Ismail, Setyowati, Dina Lusiana

Faletehan Health Journal Vol 5 No 3 (2018): Faletehan Health Journal, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.77 KB)

Abstract

Akhir Tahun 2004 pemerintah menetapkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, dengan salah satu programnya adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Diharapkan dengan adanya JKN pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan dalam sistem asuransi dan JKN menjadi sistem jaminan yang bersifat wajib. Data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Tarakan diketahui bahwa desa tertinggi yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan adalah Desa Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara sebanyak 1.017 jiwa peserta mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi masyarakat Desa Sei Pancang dalam pemilihan kelas kepesertaan JKN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Desa Sei Pancang yang terdaftar sebagai peserta Mandiri BPJS Kesehatan dengan sampel sebanyak 156 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan uji bivariat dengan Chi Square. Hasil analisis Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara pendapatan (p value = 0,001) dengan pemilihan kelas kepesertaan JKN dan tidak ada hubungan antara aksesibilitas (p value = 0,131) serta mutu pelayanan (p value = 0,091) dengan pemilihan kelas kepesertaan JKN. Dalam hal ini, diharapkan pihak BPJS Kesehatan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat dan fasilitas yang didapatkan dalam setiap kelas kepesertaan JKN dan diharapkan masyarakat untuk memilih kelas kepesertaan JKN sesuai dengan pendapatan yang didapatkan demi terwujud pembiayaan kesehatan secara adil.

Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester II dan III di Kelurahan Margaluyu Wilayah Kerja Puskesmas Kasemen

Marwiyah, Nila, Sufi, Fitria

Faletehan Health Journal Vol 5 No 3 (2018): Faletehan Health Journal, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.11 KB)

Abstract

Kualitas tidur pada ibu hamil sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Penyebab gangguan pola tidur ibu hamil karena bertambahnya berat janin, sesak nafas, pergerakan janin dan nyeri punggung, untuk mengatasi hal tersebut diperlukannya senam hamil untuk meningkatkan relaksasi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Ekperiment Design dengan rancangan Pretest dan posttest without control dengan populasi 14 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) kemudian di analisis dengan mengunakan Uji T dependen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas tidur ibu hamil sebelum melakukan senam hamil nilai mean 12.43 dan setelah pemberian senam hamil nilai mean 6.43 (p= 0.000), dengan demikian ada pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester II dan III. Dengan demikian di harapkan untuk kedepannya ibu hamil dapat mengikuti program senam hamil dengan teratur.

Hubungan Supervisi Keperawatan dengan Perilaku Caring Perawat dalam Merawat Pasien Kritis

Rohmatulloh, Rohmatulloh, Haryani, Ani

Faletehan Health Journal Vol 5 No 3 (2018): Faletehan Health Journal, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.969 KB)

Abstract

Perilaku Caring merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Caring merefleksikan sebuah kebaikan dan rasa kepedulian. Perilaku Caring perawat dalam merawat pasien kritis menjadi kunci keberhasilan perawatan mengingat kondisi pasien kritis dengan tingkat ketergantungan penuh. Supervisi keperawatan telah diidentifikasi menjadi salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku caring. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui Hubungan antara supervisi keperawatan dengan perilaku caring perawat dalam merawat pasien kritis. Penelitian menggunakan  desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah 60 orang yang merupakan perawat pelaksana yang ada diruang IGD, ICU, dan HCU. Hasil penelitian menunjukkan rerata Perilaku Caring perawat adalah 87 (SD 10), rerata Supervisi keperawatan adalah 45 (SD 7). Hasil uji korelasi dan regresi linear sederhana menunjukan adanya hubungan antara supervisi keperawatan dengan perilaku caring perawat (p value = 0.000), dengan kekuatan hubungan sedang dan berpola positif (r = 0,502), dan nilai koefisien dengan determinasi sebesar 0,252. Supervisi yang dilakukan dengan baik dapat meningkatkan perilaku caring perawat dalam merawat pasien kritis.

Hubungan Stres Kerja Fisiologis, Stres Kerja Psikologis dan Stres Kerja Perilaku Dengan Kinerja Karyawan

Nurdiawati, Ela, Atiatunnisa, Nina

Faletehan Health Journal Vol 5 No 3 (2018): Faletehan Health Journal, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.759 KB)

Abstract

Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau kelompok orang sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing-masing karyawan selama periode tertentu. Stres kerja sebagai suatu tanggapan penyesuaian diperantarai oleh perbedaan-perbedaan individu dan proses psikologis yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar (lingkungan) kerja, situasi yang menetapkan permintaan psikologis atau fisik berlebihan kepada seseorang. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan data penurunan kinerja sebanyak 11 0rang (73%) diantaranya mengalami bekerja dengan tidak akurat, menyelesaikan pekerjaan tidak tepat waktu, keterlambatan dalam bekerja, dan selalu melanggar aturan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja baik secara fisiologis, psikologis dan perilaku terhadap kinerja karyawan. Subyek penelitian adalah pekerja area produksi PT. Unggul Cipta Teknologi Kabupaten Serang Tahun 2018 yang dilakukan mulai dari bulan April-Juli. Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional dengan jumlah sampel 60 responden, alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Penelititian ini di uji  mengguakan uji univariat untuk melihat gambaran dan bivariat (chi-square) untuk melihat hubungan. Berdasarkan uji bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja, stres kerja fisiologis dan stres kerja psikologis terhadap kinerja karyawan dengan nilai pv=0,000, maka apabila stres kerja, stres fisiologis atau  psikologis tinggi maka semakin buruk kinerja pekerja dan sebaliknya.  Sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna antara stres kerja perilaku dengan kinerja karyawan dengan nilai pv= 0,169. Karena itu sebaiknya pemimpin perusahaan perlu melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir stres kerja baik secara fisiologis, psikologis dan perilaku di kalangan pekerja seperti konseling, klinik kesehatan dan safety sign pada area kerja.

Analis Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Petugas Kebersihan di Rumah Sakit

Yuantari, Catur, Nadia, Hafizhatun

Faletehan Health Journal Vol 5 No 3 (2018): Faletehan Health Journal, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.233 KB)

Abstract

Bekerja di rumah sakit dapat menimbulkan risiko untuk tertular penyakit dari pasien. Risiko ini tidak hanya berpotensi bagi tenaga medis saja, namun juga terhadap tenaga non medis seperti petugas kebersihan. Saat bekerja risiko yang selalu  dihadapi oleh petugas kebersihan adalah terpapar faktor biologi dan terpapar bahan kimia atau obat pembersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja apa saja yang dapat terjadi pada petugas kebersihan di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Identifikasi risiko menggunakan JSA (Job Safety Analysis), pengambilan data dilakukan dengan cara observasional dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang dihadapi petugas kebersihan adalah risiko terpapar kuman, bakteri dan virus dan terpapar obat kemoterapi, dengan tingkat risiko termasuk dalam high risk (36,6%). Risiko tertusuk jarum suntik atau tergores benda tajam, terpeleset atau jatuh karena lantai licin, gangguan muskuloskeletal, terjatuh dari tangga, dan tersengat listrik merupakan risiko dengan tingkatan moderate risk (45,1%). Risiko alergi atau iritasi terhadap penggunaan bahan kimia merupakan risiko dengan tingkatan low risk (18,3%).  Untuk mengendalikan risiko tersebut, disarankan kepada petugas kebersihan agar selalu menggunakan alat pelindung diri yang baik dan benar dimana pun dan kapan pun saat melakukan pekerjaan. Selain itu juga sebaiknya dilakukan evaluasi tentang jenis APD yang digunakan petugas kebersihan, terutama mengenai kesesuaian jenis APD dengan pekerjaan yang dilakukan.

Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Autisme

Veriza, Ervon, Boy, Hendry

Faletehan Health Journal Vol 5 No 2 (2018): Faletehan Health Journal, Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.519 KB)

Abstract

Salah satu anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak autis, merupakan salah satu sumber daya bangsa Indonesia yang kualitasnya harus ditingkatkan agar dapat berperan, tidak hanya sebagai obyek pembangunan tetapi juga sebagai subyek pembangunan. Anak berkebutuhan khusus memerlukan pelayanan yang bersifat khusus, seperti pelayanan medik, pendidikan khusus maupun latihan-latihan tertentu yang bertujuan untuk mengurangi keterbatasan dan ketergantungan akibat kelainan yang diderita, serta menumbuhkan kemandirian hidup dalam bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mendalam tentang perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di Sekolah Khusus Harapan Mulia Jambi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan indepth interview dengan triangulasi sumber yaitu orang tua/pengasuh, guru-guru dan psikolog yang membina di SLB Harapan Mulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa  perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak autis tergantung pada ibu atau pengasuhnya. Berdasarkan faktor pendukung dalam perilaku pemeliharaan kesehatan gigi yaitu ketersediaan sarana pelayanan kesehatan gigi dan mulut masih kurang. Sebagian besar informan mencari pelayanan kesehatan gigi/dokter gigi yang sudah dikenal atau dipercaya, tidak ramai, tidak terlalu lama antri/menunggu. Faktor pendorong/penguat perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak autis di rumah adalah ibunya atau pengasuhnya, sedangkan di sekolah adalah guru pendampingnya.

Case Study dalam Mengatasi Anemia pada Remaja Putri di Keluarga dengan Model HEMA Coach (Health Education, Modifikasi prilAku, dan Coaching)

Rahmawati, Teti

Faletehan Health Journal Vol 5 No 2 (2018): Faletehan Health Journal, Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.703 KB)

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami anemia yang disebabkan kurangnya zat besi di dalam tubuh dengan berbagai faktor pencetus. Intervensi yang dilakukan terdiri dari Health Education, Modifikasi prilAku, dan CoacHing yang diberi nama HEMA Coach Tujuan intervensi adalah terjadinya penurunan prevalensi anemia di keluarga. Desain penelitian adalah study kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan keluarga terhadap 10 keluarga yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga dalam mengatasi masalah anemia pada remaja putri. Rekomendasi penelitian adalah kebijakan pemerintah dalam pemberian promosi kesehatan dan monitoring terhadap perubahan perilaku remaja putri yang dilakukan secara berkelanjutan.

The Effectiveness of High Fidelity Simulation Towards Knowledge and Skills in Health Education

S., Chiyar Edison

Faletehan Health Journal Vol 5 No 2 (2018): Faletehan Health Journal, Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.392 KB)

Abstract

 High Fidelity Simulation (HFS) has been recently deemed an effective approach to resemble the real clinical situation so that the improvement of knowledge and skill of student are much more significant. However, there has been much debate in recent times whether this method is much more effective than conventional simulation. This literature review aimed to present the evidence supporting of the effectiveness of HFS especially in enhancing knowledge and skill of health care student. Search terms including “high fidelity simulation”, “knowledge” and “skill” were processed into CINAHL, PubMed and Bristish Nursing Index. All papers that published after 2005 and primary research were included. There were totally 9 papers included in this review, as a result of back chaining method involved in searching strategy. This review suggests that HFS is able to improve skill and knowledge of student effectively.

Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Caring Perawat di Rumah Sakit

Rahayu, Sri

Faletehan Health Journal Vol 5 No 2 (2018): Faletehan Health Journal, Juli 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Faletehan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.474 KB)

Abstract

Caring merupakan tindakan keperawatan yang mengedepankan kepedulian perawat terhadap klien. Selain itu, caring menjadi inti dari asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit dr.Dradjat Prawiranegara Serang dengan jumlah sampel 51 responden. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan perilaku caring perawat (p value =0,264). Sedangkan pengetahuan dan sikap perawat memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku caring (p value <0,001). Perilaku caring yang baik dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap perawat yang baik tentang caring. Perawat yang memiliki pengetahuan dan sikap yang baik menjadikan perilaku caring perawat menjadi baik pula.