Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
ISSN : 26205009     EISSN : 26231190
Andragogi Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan (p-ISSN 2620-5009, e-ISSN 2623-1190) is a periodical journal published by Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan (Center of Education and Religious Technical Training), under The Ministry of Religion Affairs, Republic of Indonesia. The journal is aimed to disseminate information including scientific developments within the scope of education and religious. Andragogi was first published in printed form in 2013. It is published frequently twice a year, on June and December. In 2019 this journal is published twice a year with Open Journal System (OJS) based.
Articles 40 Documents
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL SUTI

Fawziah, nfn

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 1 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Novel Suti menarik untuk dikaji. Novel ini menceritakan tentang dua kehidupan sosial yang berbeda, yaitu sosok Suti yang mewakili kalangan miskin dan keluarga Sastro yang mewakili kalangan priyayi. Novel karya Sapardi Djoko Damono ini terkait perubahan sosial pada masyarakat jawa, dengan pendekatan teori Struktural Genetik. Metode pengumpulan data menggunakan analisis teks dan analisis struktur karya sastra dari aspek instrinsik yaitu penokohan, setting, alur dan sudut pandang. Sedangkan analisis teks dari pendekatan struktkural genetik, melihat perubahan sosial dari aspek pandangan dunia, fakta kemanusiaan, kelas sosial dan subyektif kolektif. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana proses perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Jawa dalam sebuah karya sastra. Hasil penelitian menjelaskan bahwa proses perubahan sosial pada masyarakat Jawa yang terdapat pada novel Suti ini terjadi secara evolutif dan damai. Tidak ada gejolak maupun konflik sosial yang terjadi di masyarakat selama proses perubahan sosial itu terjadi. Hal ini karena kultur masyarakat di desa tersebut yang bersifat terbuka terhadap pendatang, toleran dan egaliter masyarakatnya sehingga bisa menerima proses perubahan yang terjadi. Implikasi hasil kajian ini terhadap implmentasi pembelajaran Sastra di SMA /MA menegaskan pentingnya siswa memiliki kerangka pikir dan ilmu pendukung lain dalam memahami sebuah karya sastra dari sisi aspek sejarah, sosiologi dan antropologi, sehingga bisa memahami dan memaknai pesan sebuah karya sastra secara lebih tepat.

PENINGKATAN PEMAHAMAN GURU TERHADAP MATERI KURIKULUM 2013

Dermawati, nfn

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 1 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Berubahnya kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013 membutuhkan penyesuaian pola pikir para pemangku kepentingan (stakeholder). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta diklat terhadap materi kurikulum 2013 dan peningkatan kompetensi pedagogik pada pendidikan dan pelatihan  Kurikulum 2013 Bagi Guru IPA SMP/MTs di Lingkungan UPTD PPMG Wilayah VI Dinas Pendidikan Aceh. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan menggunakan instrumen observasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta pendidikan dan pelatihan terhadap materi kurikulum 2013 dan kompetensi pedagogik yang dianalisis secara deskriptif. Hasil observasi kepada peserta pendidikan dan pelatihan menunjukkan pemahaman sebelum mengikuti pendidikan dan pelatihan menunjukkan ketidaktahuan, kurang tahu atau ragu-ragu terhadap materi konsep kurikulum 2013, pendekatan saintifik, penilaian autentik, rancangan pembelajaran, dan model pembelajaran pada semua peserta diklat. Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan maka pemahaman peserta pendidikan dan pelatihan tentang materi kurikulum 2013 menunjukkan peningkatan yang siginifikan.

IMPLEMENTASI EVALUASI MODEL KIRKPATRICK (LEVEL 1 DAN 2) DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF PEMBINA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN PADA SMP DI PUSDIKLAT TENAGA TEKNIS PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN

Nuraini, nfn

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 1 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick Level 1 dan 2 Diklat Teknis Substantif Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan pada SMP di Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan. Level 1 dan level 2 untuk Evaluasi Model Kirkpatrick masing-masing dilakukan penilaian dengan alat penilaian yang berbeda. Tes tertulis (pre test dan post test) digunakan untuk menilai aspek pengetahuan peserta diklat. Penilaian kinerja digunakan untuk menilai aspek keterampilan peserta diklat. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta diklat Teknis Substantif Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan SMP berjumlah 30 orang yang berasal dari perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Seluruh Indonesia. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan angket dan observasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui nilai sikap.  Tes tertulis digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kinerja digunakan untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta. Evaluasi belajar peserta diperoleh dengan menggunakan rubrik penilaian kinerja. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Evaluasi Model Kirkpatrick Level 1 dan Level 2 Diklat Teknis Substantif Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan pada SMP sangat efektif untuk menilai tingkat kepuasaan peserta diklat dan tingkat pemahaman peserta diklat terhadap materi yang disampaikan.

PENGGUNAAN MEDIA CD INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN STRUKTUR ATOM

Bahruddin, nfn

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 1 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dilatarbelakangi oleh kenyataan yang menunjukkan bahwa kimia masih dianggap sebagai suatu mata pelajaran yang sulit, dampaknya tentu dapat mengurangi minat siswa dalam belajar kimia yang dapat berefek pada hasil belajar siswa itu sendiri. Hal ini dibuktikan dari hasil Ujian Akhir Madrasah beberapa tahun terakhir yang kurang memuaskan, karena hampir 60% siswa perserta ujian akhir madrasah belum benar menjawab soal materi struktur atom. Melihat kenyataan bahwa sulitnya siswa dalam memahami Struktur Atom pada pembelajaran kimia dan motivasi belajar siswa yang rendah, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. Penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran merupakan suatu alternatif untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa pokok bahasan struktur atom pada mata pelajaran kimia Madrasah Aliyah (MA). Salah satu metode pembelajaran yang inovatif dan efektif adalah pembelajaran dengan bantuan media belajar yang berupa Compact Disk (CD) interaktif. Tujuan penelitian ini ialah untuk menjelaskan penggunaan media CD interaktif dalam rangka meningkatkan Motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada materi struktur atom di MA. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 2 Kota Serang pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015-2016. Subyek penelitian ini ialah guru yang mengajar pada siwa kelas XI dengan jumlah 38 orang siswa dan dibantu oleh seorang observer. Metode penelitian tindakan yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari data yang diperoleh pada menggunakan instrumen lembar observasi dan soal tes hasil belajar siswa terlihat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media CD interaktif, yaitu tejadinya kenaikan nilai hasil belajar.

PENERAPAN CERITA DALAM PEMBELAJARAN DIKLAT GURU IPS MTs

Sutisnowati, Endang

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 1 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pembelajaran dengan cerita yang kontekstual pada pendidikan dan latihan (diklat) substantif guru IPS MTs akan lebih memberi makna bagi peserta diklat. Oleh karena itu pembelajaran bagi guru IPS harus menerapkan berbagai metode pembelajaran yang berkaitan dengan fenomena sosial, tidak sebatas teori. Masalah dalam penelitian ini adalah, apakah cerita yang kontekstual dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta diklat guru IPS MTs?. Tujuan penelitian untuk mengetahui pentingnya cerita yang kontekstual dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta diklat guru IPS MTs. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan teknik analisis model Miles dan Huberman. Kesimpulan hasil penelitian ini membuktikan penerapan metode cerita yang kontekstual dikaitkan dengan materi yang dibahas serta cara penyampaian yang menggunakan bahasa maupun intonasi yang sesuai dengan alur cerita, dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta diklat guru IPS MTs. Peserta menunjukkan tingkat perhatian yang tinggi dalam mendengarkan, memperhatikan isi dan makna cerita, dan terjadi partisipasi aktif guru dalam bertanya, menjawab, menanggapi, penyelesaian tugas, serta durasi perhatian lebih lama dibanding dengan metode ceramah tanpa adanya cerita.

EVALUASI PASCA DIKLAT GURU MUDA MADRASAH ASPEK KOMPETENSI

Yasri, nfn

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 2 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pasca diklat Diklat Teknis Fungsional Guru Muda Madrasah yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Teknis Kementerian Agama. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi dan survey.Penelitian ini dilakukan di 58 Madrasah dengan 172 responden yang merupakan alumni peserta pelatihan.Teknik pengambilan data dengan cara angket dan wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa alumni pelatihan mampu mengembangkan kurikulum, mengembangkan materi pembelajaran, memanfaatkan ICT untuk pengembangan diri. Hasil lain, alumni mampu  menyusun perangkat dan melaksanakan proses serta penilaian pembelajaran, menjamin kualitas perencanaan, menyelesaikan pekerjaan rutin, memecahkan masalah, meningkatkan hubungan kerja dan kerjasama, mengimplementasi hasil diklat, menerima dan memberi saran, meningkatkan kedisiplinan dan loyalitas.Namun alumni tidak menguasai karakteristik  siswa, teori belajar, tidak memanfaatkan ICT dalam pembelajaran, tidak melakukan tindakan reflektif, tidak mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dalam bekerja.

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PERSEPSI PENGAWAS PAI

Hindun, nfn

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 2 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan makalah ini, masih dirasakan sikap kepala sekolah kurang peka dan kurang peduli jika pengawas PAI datang melakukan kunjungan ke sekolah untuk supervisi akademik terhadap guru PAI, baik terhadap perangkat pembelajaran maupun proses pembelajaran PAI di kelas. Selain itu masih ada kepala sekolah yang belum mendukung program kegiatan guru PAI atau memberikan fasilitas media pembelajaran yang dibutuhkan guru PAI. Hal itu mendorong penulis mengkaji atau menganalisis, “Persepsi Pengawas PAI terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah”. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mendeskripsikan Persepsi Peserta Diklat Pengawas PAI terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah. Metodologi penelitian makalah ini adalah deskriftif kualitatif dengan didukung angket dan wawancara terhadap 20 % dari populasi responden pada saat diselenggarakan kegiatan Diklat Pengawas PAI oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan pada tanggal 5-15 Juli 2017. Responden penelitian ini adalah peserta diklat pengawas PAI pada sekolah berjumlah 30 orang. Hasil analisis persepsi pengawas PAI terhadap sikap kepemimpinan kepala sekolah di wilayah binaannya diperoleh nilai rata-rata 78,166, predikat Baik. Seperti telah diutarakan diatas, nilai tersebut didukung hasil angket dan wawancara terhadap peserta Diklat Pengawas PAI. Dengan demikian, simpulan  persepsi pengawas PAI terhadap sikap kepemimpinan kepala sekolah kategori baik.

PENGARUH KINERJA GURU BAHASA ARAB DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS VIII MTS DI KOTA TANGERANG SELATAN

LM, Neneng

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 2 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar Bahasa Arab siswa dengan membahas Pengaruh Kinerja Guru dan Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan metode survai kausal. Populasi penelitiannya adalah Siswa kelas VIII yang tersebar di 9 Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan.  Sedangkan sampelnya adalah sebanyak 4 madrasah. Data dikumpulkan dengan menggunakan  kuesioner untuk mengukur variabel Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa, Kinerja Guru dan Minat Belajar Siswa. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, terdapat pengaruh langsung dan signifikan yang tinggi Kinerja Guru terhadap hasil belajar bahasa Arab Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan, ditunjukkan oleh nilai þ31= 0,42 > 0,  dengan persamaan regresi X3 =-8,179 +0,268 X1, koefisien korelasi r13 = 0,773, dan koefisien determinasi r13 = 0,598, atau 59,80%.  Kedua, terdapat pengaruh positif dan signifikan Kinerja Guru terhadap minat belajar Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan, dibuktikan dengan diperolehnya nilai þ21= 0,76 > 0,  dengan persamaan regresi X2 =25,137 +0,785 X1, koefisien korelasi r12 = 0,763, dan koefisien determinasi r12 = 0,582, atau 58,22%.  Ketiga, dengan diperolehnya nilai þ32= 0,46 > 0,  dengan persamaan regresi X3 =-6,866 +0,264X2, koefisien korelasi r23 = 0,785, dan koefisien determinasi r23 = 0,617, atau 61,70% menunjukkan terdapat pengaruh langsung dan sangat signifikan minat belajar siswa terhadap hasil belajar bahasa Arab Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah di Kota Tangerang Selatan.

ANALISIS SIKAP BAHASA DAN MOTIVASI BERBAHASA GURU BAHASA INGGRIS MTS PESERTA DIKLAT DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEMARANG TAHUN 2016

Nurulia, Lily

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 2 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sikap bahasa dan motivasi berbahasa guru bahasa Inggris MTs terhadap Bahasa Inggris dan pembelajaran bahasa yang menjadi tugas dan fungsi pokoknya guna sebagai dasar evaluasi dan penentuan program pengembangan kompetensi guru oleh semua unsur yang terkait. Sejumlah 30 guru bahasa Inggris peserta Diklat Teknis Fungsional Tenaga Kependidikan Guru Muda Bahasa Inggris Tingkat MTs Tahun 2016 diteliti dengan menggunakan kuesioner skala likert untuk mengetahui motivasi dan sikap bahasa, yang meliputi 1) kesetiaan berbahasa (language loyalty), 2) kebanggaan berbahasa (language pride), 3) kesadaran akan norma bahasa (awareness of the norm), dan 4) motivasi berbahasa. Data dianalisis secara statistik deskriptif. Berdasarkan hasil  kuesioner, para guru Bahasa Inggris MTs, yang bukan merupakan penutur asli bahasa Inggris, memiliki sikap bahasa yang sangat tinggi terhadap bahasa Inggris dan pembelajaran bahasa Inggris. Hal ini ditunjukkan dari data bahwa hasil angket a) nilai rerata kesetiaan bahasa tinggi (81.42), b) nilai rerata kebanggaan berbahasa tinggi (84,50) dan c) nilai rerata kesadaran akan norma bahasa yang berbeda dengan bahasa Indonesia tinggi (81.5). Rata-rata ketiga aspek sikap bahasa hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden memiliki sikap positif terhadap bahasa Inggris. Menariknya, sikap bahasa yang tinggi ini kontradiktif dengan motivasi berbahasa guru, yang meskipun motivasi berbahasanya tinggi sebesar 85, namun didominasi oleh motivasi instrumental, yaitu kecenderungan karena motif pelaksanaan tugas dan kepentingan karirnya, yakni sebesar 70%.

IMPLEMENTASI PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI EVALUASI DIRI MADRASAH DI MAN 4 JAKARTA

Athiyah, Cut N Ummu

Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 5 No 2 (2017): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang implementasi penjaminan mutu pendidikan melalui Evaluasi Diri Madrasah (EDM) di MAN 4 Jakarta. Pelaksanaan EDM melalui audit mutu internal dengan melihat kesesuaian dengan kriteria Audit (referensi) berupa: Pedoman Mutu, Rencana Mutu, Sasaran Mutu, Prosedur Mutu terkait, Standar-standar, Peraturan-peraturan, Juknis, Instruksi Kerja, Form / Catatan Mutu. Metode dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif dimana semua informasi yang didapat dari observasi dan wawancara dideskripsikan dalam bentuk narasi tulisan sebagai bentuk temuan dilapangan. Kesimpulan hasil temuan menggambarkan implementasi EDM melalui audit mutu internal telah teroganisir secara baik menggunakan ISO 2005. Terdapat faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaan EDM. Faktor pendorong pelaksanaan EDS secara internal adalah (a) SDM; (b) koordinasi antar stakeholder; (c) komunikasi dan rasa kekeluargaan antar warga sekolah, secara eksternal adalah dukungan dari pihak kantor Kemenag Jak-Sel. Faktor penghambat secara internal adalah (1) kejenuhan terhadap instrumen EDS; (2) singkatnya waktu; (3) kurangnya pemahaman guru, secara ekternal adalah (1) sistem dan instrumen EDM yang berubah-ubah dan (2) banyaknya pertanyaan pada instrumen. Manfaat EDM yang dirasakan adalah mempermudah sekolah dalam pembuatan RKT/RKAS mempermudah sekolah untuk mengidentifikasi kekurangan, kelebihan akan kinerja sekolah, kekuatan yang dimiliki sekolah untuk dikembangkan serta tantangan yang akan dihadapi madrasah.

Page 1 of 4 | Total Record : 40