cover
Filter by Year
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -
Articles
242
Articles
Principal Component Analysis (PCA) Karakter-karakter Umbi Wortel (Daucus carota L.) Varietas Lokal Asal Sibayak

Fitriah, Al Findy Yuhibba, Rachmadi, Meddy, Carsono, Nono

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Wortel merupakan salah satu tanaman sayuran yang populer dengan berbagai manfaat. Permintaan wortel dengan kualitas yang baik semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Varietas lokal Sibayak memiliki banyak keunggulan dengan beberapa karakter yang tidak diterima pasar modern.Upaya peningkatan kualitas wortel telah dilakukan dengan metode seleksi. Pada proses seleksi, banyak karakter yang harus diamati untuk efektifitas seleksi. Principal Component Analysis (PCA) dapat mengurangi sejumlah karakter. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakter penting yang dapat dijadikan sebagai karakter penciri wortel asal Sibayak berdasarka Principal Component Analysis (PCA). PCA memperoleh empat variabel baru berupa PC yang menggambarkan variasi populasi wortel lokal Sibayak. Keempat PC tersebut terdiri dari karakter panjang umbi, bobot umbi, tipe umbi, diameter umbi bawah dan warna umbi. Variabel baru yang terbentuk mampu menjelaskan 72,376% variasi total pada populasi wortel lokal Sibayak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efektifitas seleksi dapat dicapai dengan menseleksi karakter panjang umbi, bobot umbi, tipe umbi, diameter umbi bawah dan warna umbi.

Keragaan Penampilan Lima Genotip Sorgum Manis (Sorghum Bicolor (L.) Moench) Introduksi Jepang Di Jatinangor Indonesia

Anas, Anas, Suhanto, Agus

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) adalah tanaman multimanfaat yang dapat digunakan sebagai pangan, pakan dan energi sesuai dengan jenis dan pemanfaatanya yang sangat banyak. Penelitian ini bertujuan menguji keragaan penampilan lima genotip sorgum manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) hasil seleksi dari sorgum manis introduksi asal Jepang dan peluang untuk dikembangkan dan digunakan sebagai materi genetik dalam program pemuliaan selanjutnya. Percobaan lapang dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ketinggian tempat sekitar 754 meter di atas permukaan laut (dpl), dan mempunyai curah hujan tipe C (agak basah) berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson, serta jenis tanah Inceptisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima genotype sorgum manis sebagai perlakukan dan diulang lima kali. Hasil penelitian memperlihatkan penampilan lima genotipe sorgum manis hasil introduksi dari Jepang cukup beragam terutama untuk karakter komponen hasil. Beberapa genotipe memperlihatkan umur genjah dan perbedaan lama periode pengisian biji. Hal ini akan mempengaruhi hasil gula dalam batang sorgum. Taomitsu dan Super Sugar berpenampilan baik untuk komponen hasil. Namun demikian variabilitas genotipik untuk semua karakter sempit meskipun heritabilitasnya secara umum tinggi hampir untuk semua karakter. Hal ini memperlihatkan perlunya peningkatan keragaman baik melalui persilangan atau mutasi untuk mempermudah mendapatkan kemajuan genetic yang tinggi untuk karakter-karakter yang akan ditingkatkan

Pemanfaatan Marka Rapd Untuk Mengestimasi Diversitas Genetik Progeni Half-Sib Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen Hasil Seleksi Ketahanan Boktor Dan Riap Pertumbuhan

Rostini, Neni, Sunarya, S., K., Murdaningsih H., Anas, Anas, Damayanti, F.

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Diversitas genetic pada progeni half sib dari  Paraserianthes falcataria diperlukan untuk mendukung program pemuliaan pada albasia. Tujuan penelitian  untuk mengestimasi diversitas genetik berdasarkan Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) dari  progeni half sib P. falcataria pada empat provenan yang berbeda, yaitu : Banjarnegara, Subang, Kediri dan Kuningan dari albasia yang telah diseleksi tahan terhadap boktor dan riap pertumbuhan.  Sampel daun diambil dari 160 kecambah yang dikoleksi dari 16 tetua dengan empat tetua dari masing masing provenan.  RAPD menggunakan 30 praimer polimorfik. Hasil penelitian menunjukkan diversitas genetik berdasarkan Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) dari  progeni half sib P. falcataria adalah PP/L=1.82, PPL=77.50% dan He=0.240.  Jarak genetik antar populasi berkisar antara 0.025 sampai 0.140 berdasarkan Gregorius (1974), dan antara 0.094 sampai 0.266 berdasarkan Nei (1972).  Beberapa progeni half sib dari tetua yang sama berada pada kluster yang sama. Pengklusteran provenan tidak berhubungan dengan distribusi berdasarkan geografi. Kekerabatan genetik di antara progeni half sib terbagi menjadi tiga grup berdasarkan Nei (1972). Progeny dari Kediri dan grup ketiga dari Kuningan.

Estimasi Heritabilitas dengan Metode Regresi Tetua-Turunan (Parent-Offspring Regression) pada Tiga Populasi Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.)

Qosim, Warid Ali, Nurmala, Tati, Ismail, Ade, Jannah, Sabilatul

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Informasi mengenai nilai duga heritabilitas tanaman hanjeli diperlukan untuk mengetahui pengaruh genetik dan lingkungan karakter yang diamati sehingga mempermudah program seleksi yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai nilai duga heritabilitas tiga populasi (#28x#9, #28x#26, dan #38x#37) hanjeli (Coix lacryma-jobi L.). Penelitian dilakukan tanpa menggunakan rancangan tata ruang dengan menggunakan generasi F2 (ditanam sebelum F3) dan generasi F3 yang ditanam dalam plot. Analisis heritabilitas menggunakan metode regresi tetua-turunan (parent-offspring regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai duga heritabilitas delapan karakter kuantitatif pada populasi #28x#26 dan #38x#37 adalah rendah dan pada populasi #28x#6 memiliki nilai duga heritabilitas rendah untuk tujuh karakter (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah buku, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dengan kulit, dan umur panen) serta bernilai sedang untuk karakter jumlah anakan. Nilai heritabilitas yang rendah tersebut menjadikan seleksi tidak langsung akan efektif dilakukan pada populasi hanjeli ini.

Phenotypic appearance the yield character of five genotypes of cayenne pepper at Sukamantri, Ciamis

Oktaviani, Eva, Rostini, Neni, Karuniawan, Agung

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this experiment is to evaluate the phenotypic appearance the yield character of five genotypes of cayenne pepper at Sukamantri, Ciamis region. The experiment used a randomized block design, with five replications. The experiment material consists of five genotypes of cayenne pepper, namely Unpad Ratuni, CR8873, Dewata, Taruna, and Rabani. The experiment was conducted at Sukamantri, Ciamis with altitude of 983 m above sea level (asl.) from August 2017 to February 2018. Data observed included fruit length, fruit diameter, fruit weight per fruit, fruit weight per plant, fruit weight per plot, and fruit weight per hectare. The experiment results show that there are differences in phenotypic characters among the five genotypes tested. Genotypes of the Gods, CR8873, and Ratuni Unpad show the highest potential yield (10.961 ton/ha, 0.345, and 10.232), with fruit weight of fruit per 1.382 gram, 0.911 grams, and 1.311 grams.Keywords: cayenne pepper, phenotypic character, yield

Analisis Karakter Penting dan Skrining Marka-marka SSR yang Berasosiasi dengan Gen Ketahanan terhadap Wereng Coklat pada Lima Kultivar Padi

Prayoga, Gigih Ibnu, Dono, Danar, Rostini, Neni, Carsono, Nono

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 AbstrakHama wereng cokelat telah lama menjadi masalah utama dalam budidaya padi di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Merakit tanaman yang memiliki ketahanan terhadap hama ini, dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbedaan pada karakter penting padi antara kaultivar padi tahan dengan kultivar rentan wereng cokelat, selain itu juga untuk mendapatkan marka-marka SSR yang bisa digunakan untuk Marker Assisted Selection (MAS) dan hubungannya dengan karakter penting. Penelitian ini meliputi upaya pengamatan karakter penting dan skrining delapan marka SSR yang diduga berkaitan dengan gen bph (ketahanan terhadap wereng coklat) pada lima kultivar padi tetua yaitu PTB-33 (genotipe tahan), IR-64, Pandan Wangi, Ciherang, dan Sintanur (kultivar lokal). Pengujian karakter penting pada kultivar PTB-33 memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi (toleran), trikoma yang lebih panjang (antixenosis), dan kandungan protein yang lebih rendah (antibiosis) dibandingkan kultivar lainnya yang diuji. Hasil visualisasi pada delapan marka yang memperlihatkan bahwa RM8213 menunjukkan adanya polimorphisme pita DNA pada genotipe tahan PTB-33 dengan kultivar lainnya. Selain itu, marka RM586 dan RM589 juga menunjukkan adanya polimorphisme pada kultivar PTB-33 dengan kultivar lainnya kecuali dengan kultivar IR-64. Hasil analisis Z-Mantel antara marka SSR dengan karakter karakter penting tetua menunjukkan bahwa gen Qbph4 dan Bph17(t) mempunyai korelasi yang sangat tinggi dengan karakter laju fotosintesis dan panjang trikoma, sedangkan gen gen Bph3 dan bph4 berkorelasi tinggi dengan kandungan protein. Kata kunci : gen bph, karakter penting, marka, visualisasi, wereng cokelat. AbstractBrown planthopper (Nilaparvata lugens Stal) is well-known as the major pest in rice cultivation in Indonesia and other countries in Asia. Developing resistant rice lines  is the ideal option for economic and effective management. The experiments were aimed to obtain the important traits between Brown planthopper (BPH) resistant and susceptible genotypes, to obtain SSR markers that can be used in Marker Assisted Selection (MAS) and association of SSR markers with important traits. In this study, characterization of important traits and screening of eight SSR markers were performed for five genotypes i.e. PTB-33 (resistant genotype), IR-64 (tolerant), Pandan Wangi (susceptible), Ciherang (susceptible), and Sintanur (susceptible). PTB-33 showed higher photosynthetic rate (tolerant ability), longer trichomes size (antixenosis ability), and lower protein content (antibiosis ability) compared with other cultivars. RM8213 exhibited visible polymorphic bands between PTB-33 and other cultivars, meanwhile RM586 and RM589 showed polymorphic bands between PTB-33 and other cultivars, except with cv. IR-64. Z-mantel test for correlation between physiological traits and SSR markers showed that Qbph4 and Bph17(t) genes highly correlated with photosynthetic rates and trichomes length, whereas Bph3 and bph4 genes showed a high level of correlation with protein content. Keywords : brown planthopper, important traits, marker, bph gene, visualization

Peningkatan Buah Kelapa Sawit (Elaeis Guinensis Jacq) Dengan Memanfaatkan Ukuran Pollen Dan Waktu Dalam Penyerbukan Buatan

Sobari, Enceng, Hasibuan, Ahmad Akmal, Subandi, M., Rusli, M. Dodi

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penyerbukan merupakan faktor terpenting dalam pembentukan buah kelapa sawit. Pembentukan buah kelapa sawit mengalami penurunan yang mengakibatkan berkurangnya produksi Tandan Buah Segar (TBS) akibat proses penyerbukan secara alami yang kurang begitu efektif.  Tujuan penelitian untuk menemukan solusi meningkatkan jumlah buah kelapa sawit dengan penyerbukan buatan. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimental berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 kali ulangan; a1 = ukuran serbuk sari 10 mesh dan a2 = ukuran serbuk sari 12 mesh dengan waktu penyerbukan (09:00-10:00 WIB), (12:00-13:00 WIB), dan (16:00-17:00 WIB). Pengujian menggunakan Anova dan Uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian memperlihatkan pemanfaataan ukuran serbuk sari ukuran 10 mesh dan 12 mesh dalam penyerbukan buatan berpengaruh nyata terhadap pembentukan jumlah buah dalam satu tandan. Hal itu dijelaskan berdasarkan persentase keberhasilan pembentukan buah lebih dari 80% dengan rata-rata bentuk yang normal. Kata kunci : Buah, Elaeis Guinensis Jacq, Kelapa Sawit, Pollen, Penyerbukan, 

Variabilitas Genetik F1 Orange Fleshed Sweet Potato (OFSP) Asal Peru Di Jatinangor Berdasarkan Karakter Agromorfologi

Maulana, Haris, Prayudha, Harlino Nandha, Filio, Yoshua Liberty, Mulyani, Rima Suci, Ustari, Debby, Dewayani, Sitaresmi, Solihin, Eso, Karuniawan, Agung

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ubi jalar merupakan tanaman yang memiliki variabilitis genetik tinggi. Variabilitas genetik merupakan sumber informasi penting yang dibutuhkan oleh pemulia tanaman untuk mengembangkan suatu tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi variablitas genetik F1 Orange Flesh Sweet Potato (OFSP) asal Peru di Jatinangor berdasarkan karakter agromorfologi. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2016 sampai Mei 2017, di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Bahan uji yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 70 genotip F1 OFSP hasil persilangan ubi orange dari Peru dan tujuh varietas cek ubi jalar. Penelitian ini menggunakan rancangan Augmented Design. Analisis variabilitas genetik atau keragaman genetik dan hubungan kekerabat menggunakan analisis kluster dan analisis komponen utama (Principal Component Analisys/PCA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variablitias genetik 70 genotip F1 OFSP adalah tinggi.

Seleksi Padi dengan Kandungan Amilosa Sedang Menggunakan Marka Molekuler dan Pengujian Fenotipik

Slamet, Whitea Yasmine, S.W., Anita Rachmasari, Sari, Santika, Carsono, Nono

Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Padi dengan kandungan amilosa sedang sangat diminati oleh masyarakat Asia dan Dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh individu keturunan F7 (yang berasal dari hasil persilangan Sintanur x PTB33 dan Pandanwangi x PTB33) dengan kandungan amilosa sedang. Alat yang digunakan untuk analisis kandungan amilosa yaitu spektrofotometer dengan panjang gelombang 625 nm, sedangkan marka molekuler menggunakan marka RM190, SSIIa dan Wx. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SP73-3-1-7 memiliki jumlah tanaman paling banyak yang mengandung amilosa yang sedang berdasarkan marka molekuler dan fenotipik. Kombinasi kedua pengujian ini akurat dalam menyeleksi karakter fisikokimia padi.

Keragaman Pala (Myristica spp) Maluku Utara Berdasarkan Penanda Morfologi dan Agronomi

DAS, Sri Soenarsih, Sudarsono, ,, Djoefrie, H. M.H. Bintoro, K., Yudiwanti Wahyu E.

Zuriat Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pala merupakan tanaman asli Indonesia dan informasi keragamannya masih terbatas. Keragaman spesies dan varietas pala penting untuk di evaluasi sebagai dasar tindakan konservasi. Keragaman varietas dan spesies pala dapat dievaluasi dengan mengamati keragaman morfologi dan fenotipe di lapangan. Penelitian yang dilakukan  bertujuan mengevaluasi keragaman fenotipik diantara aksesi pala dan mengevaluasi pengelompokan intra dan inter spesies pala dari Maluku Utara. Populasi pohon pala yang berumur minimal 15 tahun dari Tidore dan Patani Halmahera Tengah, Maluku Utara digunakan dalam penelitian. Aksesi yang digunakan terdiri atas spesies Myristica fragrans, Myristica fatua, Myristica argentea, Myristica succedanea, dan sejumlah aksesi yang tidak diketahui nama speciesnya. Hasil evaluasi menunjukkan aksesi pala dari Patani dan Tidore menunjukkan variasi yang tinggi dalam bentuk buah, warna buah tua dan bentuk biji. Hanya aksesi pala asal Tidore yang menunjukkan variasi dalam bobot fuli. Dendogram yang dibuat berdasarkan karakter fenotipe menjelaskan aksesi pala yang dianalisis kedalam empat group pada indeks kesamaan 70%. Group pertama terdiri atas dua aksesi M. fatua dan satu aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Tidore serta satu aksesi M. fragrans. Group kedua terdiri atas dua aksesi M. argentea dan dua aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Tidore serta satu aksesi M. succedanea dari Patani. Group ketiga terdiri atas tiga aksesi M. argentea dan enam aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Patani. Group keempat terdiri atas dua aksesi M. fragrans dari Tidore. Berdasarkan penanda morfologi dan agronomi spesies pala yang dikarakterisasi di Maluku Utara berkerabat agak jauh yang menunjukkan aksesi dalam populasi beragam.