Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277287
Jurnal Ecosystem ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat terbit pertama kali tahun 2000 dimaksudkan untuk menjadi media publikasi hasil penelitian dan gagasan ilmiah bagi dosen, mahasiswa, dan kalangan profesional.
Articles
126
Articles
PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI TERHADAP LAJU DEFORESTASI HUTAN LINDUNG

Azis, Ismail, Surya, Batara, Salim, Agus

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.334 KB)

Abstract

Pengembangan permukiman Transmigrasi terus berlangsung hingga saat ini, sampai tahun 2013 telah terbangun 1090 Unit perumahan dengan luas areal terbangun seluas ± 2.380 Ha. Kawasan Permukiman Transmigrasi terus bertambah dan akan terus berkembang yang membutuhkan areal untuk mewadahi aktifitas tersebut. Disatu sisi telah terjadi perubahan tutupan lahan hutan ke tutupan lahan non hutan khususnya kawasan hutan yang bersentuhan langsung dengan kawasan permukiman transmigrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hubungan perkembangan kawasan permukiman transmirasi Mahalona dengan laju deforestasi kawasan hutan lindung Malili, serta menganalisis arah pengembangan kawasan permukiman transmigrasi Mahalona secara berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisa Regresi dan Korelasi untuk menyelesaiakan permasalahan pengaruh pengembangan kawasan permukiman transmigrasi Mahalona terhadap laju deforestasi hutan lindung Malili dan Analisis Diskriptif kuantitatif digunakan untuk menjawab arah pengembangan permukiman transmigrasi Mahalon berkelanjutan. Hasil penelitian ini menunjukan faktor kondisi pasar komoditi Lada  untuk peningkatan pendapatan  transmigran didukung kemudahan sistem pemasaran dalam aktifitas ekonomi, tekanan penduduk yang tinggi membutuhkan lahan baru untuk aktifitas hunian maupun lahan produksi, pembangunan sistem jaringan jalan untuk akses masyarakat, penetapan lokasi transmigrasi yang besentuhan dengan kawasan hutan, serta penetapan kawasan PT. Inco/Vale, berdampak terhadap pembukaan lahan baru sehingga berimplikasi terhadap laju deforestasi kawasan hutan lindung. Sehingga, dibutuhkan arahan pengembangan kawasan permukiman transmigrasi Mahalona secara komprehensif berbasis keberlanjutan yang didukung dengan pemberdayaan birokrasi, Intervensi politik, dan penetapan zona penyangga.

STUDI SEDIMEN TERHADAP PILAR PADA JEMBATAN RUMAJU KECAMATAN BAJO, KABUPATEN LUWU

Sari, Andi Kartini

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1567.454 KB)

Abstract

Sungai Bajo terletak di Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan, berjarak ± 15.85 km dari ibukota Kabupaten Luwu. Secara garis besar tekstur dan kondisi topografi daerah sekitar sungai Bajo bisa di kategorikan sebagai daerah dataran rendah yang amat landai, di daerah hulu dari pada sungai ini memiliki kemiringan lereng (7,5 – 10).10-3, dan hilir (1 – 2).10-2 .  Sungai ini berhulu di Desa Bastem, Kecamatan Bajo Barat dengan ketinggian + 2390 m, kemudian melintasi Kecamatan Bajo, dan bermuara di Kecamatan Suli dengan panjang sungai 44,35 km  dengan  luas DAS 380 km2 dan lebar sungai rata-rata 30 s/d 120 m.  Berdasarkan klasifikasi sungai maka sungai Bajo termasuk jenis sungai pegunungan, mengingat sumber air atau daerah hulunya mengalir dari gunung. Karena bentuk sungai tersebut bisa dikatakan sejajar, maka sungai Bajo adalah sungai yang bertipe cabang pohon. Lapisan tanah tebing sungai berupa pasir halus, Silty sand yang mudah longsor. Di ruas bagian tengah pada saat musim hujan atau  debit air tinggi, terlihat kandungan sedimen karena air yang mengalir menampakkan kekeruhan. Proses sedimen transport merupakan suatu fenomena alam yang ada dan terjadi pada aliran sungai.Proses Sedimentasi dapat terjadi secara alamiah sebagai bagian dari morfologi sungai dan  dapat  terjadi  pula  akibat  adanya  bangunan  sungai (man-made structures) yang menghalangi aliran, berupa crib, pilar, abutmen jembatan dan sebagainya. Keberadaan bangunan sungai tersebut dipandang dapat mengubah geometri alur serta pola aliran sungai.Sedimen yang terbawa air lebih dominan tertumpuk pada bagian hilir, Karena aliran  air  pada  sungai mempunyai  energi,  sehingga  mampu  mengangkut  sedimen.  Sebagai  konsekuensi  dari angkutan sedimen tersebut maka terjadi kerusakan sehingga berpengaruh pada struktur bangunan jembatan.

PENGARUH MODEL ANTRIAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT. BPR PATARU LABA DI KABUPATEN GOWA

Perwira, Iwan

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.111 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the influence of the model queue using the queue number to customer satisfaction at PT. BPR Pataru Profit in Gowa and influence of the model queue without using a queue number for customer satisfaction at PT. BPR Pataru Profit in Gowa. The method in this study using descriptif analysis method, multiple linear regression, the validity and reliability test with 100 respondents.Hypothesis testing results have shown that the model queue using the numbers significantly influential and more dominant than not using a queue number and be able to improve performance and give satisfaction to the customer service at PT. BPR Pataru Profit in Gowa.

TITIK TEMU KONFLIK SYIAH-SUNNI PENDEKATAN POLITIK

Rijal, Tabhan Syamsu

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.73 KB)

Abstract

Konflik bersenjata di sejumlah negara Arab dewasa ini tidak bisa dipisahkan dari konflik Syiah-Sunni yang sudah mengakar hingga ke periode awal sejarah Islam. Syiah dan Sunni saling bertikai tentang siapa yang berhak memegang estafet kepemimpinan sepeninggal Nabi. Konflik Syiah-Sunni beralih dari politik menjadi pertentangan aqidah, diawali dengan pengkultusan kepada keluarga Nabi hingga kepercayaan akan munculnya Imam Mahdi di akhir zaman dan wilayatul faqih (representasi dari Imam Mahdi). Konflik Syiah-Sunni semakin melebar dan membesar, ketika revolusi Iran tahun 1979 pimpinan Ayatullah Khomeini mulai mengekspor revolusinya ke negara-negara muslim sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan, dan pada waktu yang sama menyebarluaskan pengaruh politik dan idiologi Syiah di kawasan. Momentun politik Syiah kembali mendapatkan tempatnya di beberapa negara Arab pasca Arab Spring, sebuah gerakan people power yang berhasil menumbangkan beberapa rezim di negara-negara Arab. Iran sebagai representasi politik Syiah memainkan pengaruhnya di Irak, Lebanon, Suriah, Bahrain dan terakhir Yaman. Kehadiran pengaruh politik Syiah di negara tersebut, berimplikasi terhadap perpanjangan konflik Syiah-Sunni di kawasan. Sekalipun demikian, Arab Spring yang menjadi titik balik sejarah demokrasi Arab menuju keterbukaan dan kemandirian diharapkan dapat mendorong pendekatan Syiah-Sunni yang sudah dicetuskan sejak tahun 1948 melalui pendirian Forum Pendekatan Antar Mazhab (Dar al-Taqrib bain alMadzahib al-Islamiya). 

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK

-, Hernita -

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.461 KB)

Abstract

Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan. Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan. Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Dengan melihat kondisi ini, maka beberapa orang kreatif juga mengembangkan usaha mendaur ulang sampah plastik. Hal ini yang menjadikan penulis tertarik untuk membuat makalah daur ulang dari sampah plastik. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, SDM, Limbah

PENERAPAN SADAR WISATA DAN SAPTA PESONA PADA MASYARAKAT DESA MATTIROBAJI KABUPATEN PANGKEP

Anwar, Asni

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.029 KB)

Abstract

Pulau Camba Cambang Desa Mattiro Baji Kabupaten Pangkep merupakan destinasi bahari yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara,sehingga pelayanan prima untuk meningkatkan citra parawisata bahari di Desa ini sangat dibutuhkan.  Upaya tersebut tertuang didalam  sapta pesona meliputi keadaan aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Mattiro baji untuk memberikan pemahaman dan merubah pola pikir masyarakat agar dapat mengembangkan program sapta pesona dalam kehidupan sehari hari.  Berdasarkan hal tersebut, Unismuh Makassar bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep melakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan mengenai  Sadar wisata dengan menerapkan sapta pesona kepada masyarakat Desa Mattiro Baji sebagai salah satu upaya untuk peningkatan citra pariwisata bahari di Kabupaten Pangkep. 

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANGTUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA MAKASSAR

Nasiruddin, Fathimah Az.Zahra, Basri, Syamsurijal

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.362 KB)

Abstract

Pengaruh Tingkat Pendidikan Orangtua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Di Kota Makassar Fathimah Az.Zahra Nasiruddin, Samsurijal Basri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  tingkat pendidikan orang tua siswa terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar di Kota Makassar. Luaran yang diharapkan adalah perubahan pola pikir masyarakat akan pentingnya pendidikan dan prestasi belajar siswa dimasa yang akan datang. Jenis Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey dengan pendekatan statistik dekriptif yang didesain dengan model cross section. Analisis data menggunakan regeresi linear sederhana dengan Y= 82,793 + 0,145X, Karena Fhitung = 4,147  lebih besar dari Ftabel  =  3,96 maka Ho ditolak, Uji korelasional pada nilai 0,227 yaitu hubungan bersifat lemah positif pengaruhnya hanya sebesar 5,1%. Dan hasil uji signifikansi  ternyata,   thitung = 2,036  > t tabel = 1,960  , maka Ho ditolak atau Ha diterima. Karena thitun lebih besar dari  t table  , dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan orangtua dan prestasi siswa.

PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA MELALUI DIKLAT REHABILITASI MANGROVE

-, Anriani -, -, Rosdiana -

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.833 KB)

Abstract

Pelestarian hutan mangrove merupakan salah satu tupoksi Aparatur Sipil Negara yang bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kondisi hutan mangrove saat ini sebagian besar  mengalami kerusakan yang berlangsung secara terus menerus dari tahun ke tahun  akan mengganggu fungsi dan manfaatnya. Dengan demikian Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yaitu menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara khususnya pada bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Pada Bulan April 2018 BDLHK menyelenggarakan Diklat Rehabilitasi Hutan Mangrove. Kondisi awal peserta pada umumnya hanya mengenal mangrove sejati (real mangrove), mereka tidak tahu tentang mangrove ikutan (assoated mangrove). Peserta diklat hanya dapat menyebutkan 11 jenis tanaman mangrove, sebagian besar peserta tidak tahu cara melakukan pembibitan tanaman mangrove, 47 persen peserta diklat menyatakan tidak tahu cara menanam mangrove dan terdapat 53 persen yang sudah tahu. Setelah mengikuti diklat, hasil tes menunjukkan bahwa peserta diklat dapat menyebutkan  29 jenis mangrove dengan nama latin dan nama daerah. Untuk Mata diklat Perencanaan Rehabilitasi Mangrove terdapat peserta diklat menyatakan 66% paham, 27% sangat paham, 7% cukup paham.Mata Diklat Pembibitan Mangrove terdapat 50% peserta diklat menyatakan tahu, 30% sangat tahu, 20% cukup tahu. Dan Mata Diklat Penanaman Mangrove diperoleh hasil bahwa terdapat 66% peserta diklat menyatakan tahu, 31% sangat tahu dan 3% cukup tahu. Dengan demikian setelah pelaksanaan Diklat Rehabilitasi Hutan Mangrove terjadi peningkatan kompetensi  peserta Diklat.

FEASIBILITY STUDY OF GRIYA ASRI RESIDENCE WITH PROFIT SHARING SYSTEM

Sari, A. Ratna

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.554 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the feasibility of the Griya Asri Residence Housing development viewed from the legal aspect, market-marketing aspects, aspects of human resource management, and financial aspects with the Profit Sharing System by PT Hasbad Jaya Abadi. The location of the research is the Griya Asri Residence Housing project, located in Ballapati Hamlet, Moncongloe Lappara Village, Moncongloe Village, Maros Regency.From the legal aspect / legality, this company already has licenses that are important for the legality of housing construction including: SIUP, Permit for Land Use Permit, Disturbance Permit, Company Registration, and company NPWP. From the market and marketing aspects, the marketing strategy used is by applying the marketing mix strategy and by utilizing media promotion intensively. Aspects of Human Resources, in this aspect it can be seen that the organizational structure used is a functional organizational structure where the organizational structure is quite good to use when handling a project, as for the financial aspects, the results obtained from the calculation of MARR: 15%, IRR: 20% PP : 1.8, NPV: Rp. 3,124,929,700, - 

PENGARUH DAN EFEKTIVITAS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN

Surya, Batara, -, Syafri, -, Saharuddin

Ecosystem Vol 18 No 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.38 KB)

Abstract

Program penanganan permukiman kumuh perkotaan telah banyak terlaksana, dari dulu hingga sekarang belum mampu memberi pengaruh perubahan yang signifikan terhadap permasalahan yang dihadapi, di mana desakan pertumbuhan kota dan perkembangan penduduk untuk mendapatkan permukiman yang layak di perkotaan menjadi kendala pemerintah dalam mengontrolnya.  Permasalahan tersebut harus menjadi beban lingkungan permukiman perkotaan  yang menjadikannya tempat berkompetisi secara tidak seimbang antara kebutuhan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat perkotaan dalam memperoleh hak dasar untuk bermukim / bertempat tinggal serta beraktifitas yang layak.  Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penanganan permukiman kumuh terhadap kondisi sosial ekonomi serta untuk mengetahui bagaimana efektivitasnya dalam mengurangi kekumuhan pada lokasi penelitian.  Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif,  data yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dan kuesioner.  Penanganan permukiman kumuh tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta penangaanan permukiman kumuh tidak efektif mengurangi tingkat kekumuhan.  Dengan demikian arahan penanganan permukiman kumuh agar lebih konprehensif memperhatikan aspek sosial ekonomi tidak hanya menjadikan aspek fisik sebagai faktor utama dalam mengintervensi permukiman kumuh perkotaan.