cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : 23377712     EISSN : 25988271     DOI : -
Core Subject : Education,
Sastranesia adalah jurnal ilmiah bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jombang. Jurnal sastranesia focus pada kajian bahasa, sastra, dan pengajaran bahasa Indonesia. Jurnal ilmiah ini merupakan kumpulan kajian ilmiah dari civitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoesia STKIP PGRI JOMBANG dan civitas akademika beberpa PTN dan PTS yang mengirimkan jurnal ilmiah mereka di jurnal sastranesia. Jurnal sastranesia memiliki ISSN 2337-7712. ISSN tersebut diterbitkan diterbitkan oleh LIPI pada tanggal 7 Maret 2013. Jurnal Ilmiah ini terbit tiga bulan sekali.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
SISTEM PEMIKIRAN TENTANG WANITA DALAM TRILOGI NOVEL RARA MENDUT KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA Maisaroh, Siti; sudikan, setyo yuwono
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.025 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v6i3.987

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem pemikiran (episteme) tentang wanita dalam trilogi novel Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah arkeologi pengetahuan Michel Foucault. Hasil penelitian membuktikan bahwa sistem pemikiran (episteme) tentang wanita dalam trilogi novel berupa: sistem pemikiran tentang wanita di mata penguasa yang diperlakukan seperti hiasan bahkan seperti benda mati tidak berjiwa dan harkat martabatnya tidak disentuh oleh pemikiran para petinggi kerajaan; sistem pemikiran tentang wanita yang selalu dikaitkan dengan kekuasaan dan kewibawaan bagi bangsawan Mataram pada waktu itu; dan sistem pemikiran tentang wanita dan kesaktian yang mempunyai keterkaitan sangat erat.
MODEL PENCEGAHAN TUTURAN PENGHINAAN DAN UJARAN KEBENCIAN PADA PELAJAR MELALUI LITERASI DIGITAL Sholihatin, endang
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.5 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v7i1.1033

Abstract

Teks yang mengarah pada tindak penghinaan dan ujaran kebencian di Indonesia meningkat pesat akhir-akhir ini. Media cetak maupun elektronik terus memberitakan hal tersebut. Kebebasan berpendapat dijamin oleh undang-undang. Akan tetapi kebebasan berpendapat yang merugikan orang lain dalam hal ini termasuk penyiaran penghinaan maupun ujaran kebencian, tentu saja bertentangan dengan undang-undang. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan model pencegahan tuturan penghinaan dan ujaran kebencian pada pelajar melalui literasi digital. Manfaat penelitian ini secara teoretis memperkaya khasanah kajian literasi khususnya literasi digital di Indonesia. Selanjutnya, manfaat penelitian ini secara praktis yaitu mencegah tuturan penghinaan dan ujaran kebencian khususnya pada pelajar dan umumnya pada masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif studi pustaka. Data penelitian berupa unggahan pelajar terkait teks pemberitaan media yang bermuatan penghinaan dan ujaran kebencian pada media sosial. Dari pemaparan hasil analisis, diketahui bahwa upaya pencegahan tuturan penghinaan dan ujaran kebencian pada pelajar melalui literasi digital dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut. a) Mengakses informasi dengan pencarian secara digital dari sumber yang tepat. b) Mengelola informasi-informasi hasil pencarian yang mulai terkumpul. c) Mengintegrasikan atau penggabungan relevansi dan keterkaitan beberapa informasi yang didapat. d) Menganalisis atau memahami dengan mengambil inti sari dari informasi yang ada, untuk menentukan informasi itu benar atau tidak. e) Mengevaluasi informasi dengan melakukan penilaian atas informasi-informasi yang terkumpul dan dianalisis. f) Membangun pengetahuan baru dengan membuat sintesis dari hasil evaluasi yang telah dilakukan. g) Mengomunikasikan informasi dengan orang lain yang dalam hal ini erat dengan faktor sosial, bahwa berbagi tidak hanya sekadar sarana untuk menunjukkan identitas pribadi atau distribusi informasi, tetapi juga dapat membuat pesan tersendiri. Siapa yang membagikan informasi, kepada siapa informasi itu diberikan, dan melalui media apa informasi itu berikan tidak hanya dapat menentukan keberhasilan jangka panjang media itu sendiri, tetapi juga dapat membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi, dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri. h) Berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat yaitu dalam berkomunikasi (berbagi informasi) di masyarakat dapat menghindari penghinaan mauunujaran kebencian.  
Realisasi Prinsip Kerjasama dalam Sebuah Interaksi sari, endah
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.14 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i2.818

Abstract

Tulisan ini menjelaskan penggunaan dan melanggar prinsip-prinsip koperasi. Prinsip-prinsip koperasi digu- nakan untuk beberapa tujuan. Maksim kuantitas digunakan untuk mengekspresikan informasi jelas, untuk me- minta bantuan, dan untuk menghindari kesalahpahaman. Maksim kualitas digunakan untuk mengekspresikan informasi yang benar, untuk berdebat pendapat, dan membuat simpulan. Maksim relevan digunakan untuk mengetahui dan menginformasikan informasi yang benar. Maksim cara digunakan untuk mengekspresikan informasi secara jelas dan untuk menghindari kesalahpahaman. Pelanggaran prinsip-prinsip koperasi yang melanggar, memilih keluar, bentrokan, dan mencemooh. Pelanggaran prinsip-prinsip koperasi memiliki beber- apa fungsi. Maksim kualitas melanggar menaikkan efek komik, untuk menyembunyikan tujuan, untuk men- yanjung, dan untuk menyembunyikan shynees. Maksim relevansi melanggar menaikkan implikatur percaka- pan, dan untuk meningkatkan efek komik. Maksim cara melanggar untuk menyembunyikan rasa malu, untuk meningkatkan efek komik, dan untuk meningkatkan implikatur converstional. 
Perubahan Referen Dalam PenerjemahanAl Quran Ke Dalam Bahasa Indonesia (Sebuah Telaah Semantik) Ahya, Akhmad Sauqi
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2218.673 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v5i3.754

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Indonesia. Fokus ka- jian penelitian ini adalah pergeseran makna figuratif, pengindonesiaan Alquran. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural, semantik dan penerjemahan. Data penelitian berupa kata, frase, kalimat dalam Alquran dan penerjemahannya. Sumber data penelitian ini adalah Alquran dan terjemahan versi Kementeriaan Agama Republik Indonesia. Data yang terkumpul dan terse- leksi dianalisis dengan analisis tata bahasa struktural, semiotika sosial Halliday dan teori terje- mah. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut.Pergeseran makna figu- ratif meliputi pergeseran yang disebabkan persamaan referen hubungan dan persamaan referen kegiatan.Merujuk hasil penelitian tersebut, disampaikan dua saran, yaknisaran untuk pengajar te- ori terjemah Arab-Indonesia dan saran untuk peneliti berikutnya. Pengajar teori terjemah Arab- Indonesia disarakan untuk memperhatikan pergeseran dalam pengindonesiaan Alquran. Perge- seran tersebut tidak sekedar memindahkan struktur, mengenalkan kosa kata. Akan tetapi, terjemah Arab-Indonesia perlu dikenalkan konteks situasi, budaya, sistem semantik dan semiotik BSu dan BSa. Peneliti berikutnya disarankan untuk meneliti pergeseran pragmatik dalam teks terjemahan, pergeseran intersemiotika dalam terjemahan, dan terjemahan sebagai tindak komunikasi. 
ETIKA KEKUASAAN JAWA PADA NOVEL GAJAH MADA KARYA LANGIT KRESNA HARIADI Wahyunintias, Emi
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1687.618 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.93

Abstract

ABSTRAK Wahyuningtias, Emi.2014. Etika Kekuasaan Jawa Pada Novel Gajah Mada Karya Langit Haridai. STKIP PGRI Jombang. Dosen Pembimbing: Mu’minin, M.A Kata kunci:Etika Kebudayaan Jawa Penelitian ini mengkaji novel Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi dilihat dari kajian Etika Dasar Politik dalam Kebudayaan Jawa, serta masalah etika kekuasaan dalam karya sastra merupakan fonomena menarik dalam memberikan deskripsi wacana etika dasar politik kebudayaan Jawa dan sastra. Selain itu isi dari novel tersebut lebih dominan tentang perebutan kekuasan yang bertujuan dalam memperoleh takhta dan angkara.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang etika dasar  kebudayaan Jawa dalam novel Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi diantaranya: agnida,wisada, dan atharwa.Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam meneliti NovelGajah Mada karya Langit Khrisna Hariadi adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Dengan alasan pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi yang berupa kalimat pada paragaf.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel Gajah Madakarya Langit Krisna Hariadi terdapat sad paramuka dalam bentuk (a) Suka Meracun (Wisada), (b) Melakukan Ilmu Hitam (Atharwa) perilaku bergelut dalam kemelut takhata dan angkara yang terapat pada novel Gajah Mada.Berdasarkan hasil penelitian di atas diharapkan dapat memberikan motifasi bagi masyarakat luas untuk lebih memahami dan meningkatkan pengetahuan serta kemampuannya dibidang sastra dengan segala dinamikanya, khususnya teori sastra sosiologi.
BAHASA AKROLEK PRANATACARA DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA ., Siswanto
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.822 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.109

Abstract

Sosiolinguistik merupakan gabungan dari kata sosiologi dan linguistik. Sosiologi adalah kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia dalam masyarakat dan mengenai lembaga-lembaga serta proses sosial yang ada di dalam masyarakat.            Penelitian yang berjudul Bahasa Akrolek Pranatacara dalam Pernikahan Adat Jawa ini menggunakan kajian sosiolinguistik yang meliputi wujud bahasa akrolek dan pola struktur morfologi (afiksasi). Penelitian ini menggunakan kajian sosiolinguistik karena berkaitan dengan penggunaan bahasa di dalam masyarakat. Teori ini menelaah antara hubungan bahasa dengan masyarakat. Penelitian ini meliputi wujud bahasa akrolek dan pola struktur morfologis (afiksasi) yang ada pada pranatacara temu manten yang terdapat pada video pernikahan Ganang Febriyanto dan Iva Ayu Hartiningtyas di Dusun Kakat Desa Kakatpenjalin Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.            Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sosiolinguistik (Abdul Chaer). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitiaf (Djajasudarma) untuk mendeskripsikan wujud bahasa akrolek dan pola struktur morfologis (afiksasi) yang terdeskripsikan dalam pranatacara dalam pernikahan adat jawa pada video pernikahan Ganang Febriyanto dan Iva Ayu Hartiningtyas tepatnya di Dusun Kakat Desa Kakatpenjalin Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.            Hasil Penelitian ini menunjukkan deskripsi wujud bahasa akrolek dan pola struktur morfologis (afiksasi) dalam pranatacara dalam pernikahan adat jawa yang terdapat pada video pernikahan adalah (1) Deskripsi wujud bahasa  akrolek dalam video pernikahan. (2) Deskripsi pola struktur morfologis (afiksasi) dalam video pernikahan.
The Gong Traveling: Kajian Sastra Perjalanan dia, Eva eri
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2013): Artikel Sastranesia Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Jom
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.824 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i3.823

Abstract

Gambaran tentang sastra perjalanan telah dipaparkan sebagai sebuah perjalanan seorang penulis dalam mengunjungi kota satu ke kota yang lain atau negara satu ke negara yang lain. Dalam perjalanannya, penulis menggabungkan antara perjalanan menikmati kota atau negara tersebut dengan kisah hidup yang mendasari perjalanan itu bisa terwujud. Hal ini dilihat dari karya seorang penulis Gol A Gong. Perjalanan yang dilakukan bukan jalan-jalan biasa, melainkan membaca alam untuk mencari hikmah-hikmah kehidupan dan menjadikannya sebagai pelajaran. Dalam perjalanan ke kota-kota asia, Gong memposisikan dirinya sebagai pengelana yang perjalanan tersebut memuat pengalaman sarat hikmah. The Gong Traveling memuat perjalanan ala Gol A Gong yang penuh keberanian, nekad, modal yang didapat di sepangjang jalan, dan menghimpun makna. Dalam buku The Gong Traveling menceritakan bumi petualangan penulis menyusuri bumi Asia, mulai dari Serawak, Malaysia, Thailand, Laos, Bangladesh, India, Nepal, dan Pakistan. Serta, kisah perjalanan spriritualnya sebagai proses perjalanan hidup. Berdasarkan hasil analisis pada novel The Gong Traveling ditemukan bahwa terdapat subjektivitas narasi penulis yang mencirikan dari sifat teori travel writing.
Bentuk dan Fungsi Kalimat Interogatif Konfirmasi Serta Tendensi dalam Liputan Sidang Kopi Bersianida Agenda Pemeriksaan Saksi Kunci 2016 (Kajian Sintaksis) Rizqi, Isnani Nur; Darihastining, Susi
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.409 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v5i4.663

Abstract

Kegiatan tanya jawab tergambar jelas dalam forum persidangan. Terjadi proses penggalian informasi dalam persidangan yang dilakukan hakim. Hal ini berkaitan erat dengan dan fungsi kalimat interogatif (tanya) berupa konfirmasi dan tendensi. Liputan Sidang Kopi Bersianida Agenda Pemeriksaan Saksi Kunci 2016 memuat banyak kalimat interogatif, sehingga peneliti tertarik untuk  menganalisis dari segi sintaksis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan fungsi kalimat interogatif yang terdapat dalam objek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dan fungsi kalimat interogatif konfirmasi dan tendensi dalam objek menunjukkan hubungan yang searah. Apabila kalimat interogatif berbentuk konfirmasi maka fungsinya juga berupa konfirmasi dan apabila kalimat interogatif berbentuk tendensi maka fungsinya juga berupa tendensi
IDEOLOGI GADIS ROMAN KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: PERSPEKTIF HEGEMONI GRAMSCI Aminah, Siti
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SASTRANESIA PRODI PBSI STKIP PGRI JOMBANG
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.198 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v6i4.964

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan komponen  hegemoni Gramsci dan ideologi roman Gadis Pantai yang berkaitan dengan hegemoni Gramsci. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan kepustakaan (Library Rhesearch). Sumber data adalah roman Gadis Pantai  karya Pramoedya Ananta Toer. Objek penelitian yaitu kalimat-kalimat, paragraf dalam bagian cerita, dan dialog tokoh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen-komponen pembentuk hegemoni pada  roman Gadis Pantai adalah tokoh, latar (tempat, waktu, sosial), peristiwa, dan elemen ideologi. Komponen-komponen  tersebut merupakan   satu kesatuan yang saling mendukung terbentuknya hegemoni. Sedangkan ideologi roman Gadis Pantai dibuktikan  dengan  sejumlah dialekta ideologi yaitu ideologi dominan terdiri atas feodalisme  dan otoritarianisme yang berhadapan dengan ideologi subaltern yaitu sosialisme, humanisme, rasionalisme, vandalisme, dan demokratis.  Ideologi yang berperan sebagai negosiator yaitu demokratis dan humanisme. Dominasi ideologi memicu perlawanan dari kelas bawah yang tertekan keberadaannya oleh sistem yang ada. Namun, kelas bawah mendapatkan kesulitan dalam melakukan perlawanan. Penyebab kesulitan tersebut adalah ideologi sudah menghegemoni kehidupan sosial.
proses penulisan teks eksposisi melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri Mojoagung men, Royal
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Mei
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.192 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v1i1.88

Abstract

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Selain itu, menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif (Tarigan, 1982 : 3). Dalam kegiatan menulis, penulis haruslah terampil untuk memanfaatkan grafolegi, struktur bahasa, dan kosa kata. Untuk terampil dalam menulis ini tidak datang secara otomatis, melainkan melalui praktek dan latihan yang banyak dan teratur (Tarigan, 1982 : 4).Menulis yaitu suatu cara berkomunikasi, artinya suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan yang pasti terjadi sewaktu-waktu bila manusia atau binatang-binatang ingin berkenalan dan berhubungan satu sama lain. Proses komunikasi dapat berlangsung melalui tiga media, yakni visual, oral, dan written (Webb dalam Tarigan, 1982 : 19).Pada prinsipnya fungsi utama dari menulis adalah sebagai alat untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Di dalam bidang pendidikan menulis juga sangat penting, karena dapat memudahkan pelajar atau siswa dalam berpikir, dapat menuangkan ide-ide kreatif melalui proses menulis. Di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, ada beberapa pembelajaran yang dilakukan untuk melatih siswa terampil dalam menulis. Salah satu contohnya yaitu pembelajaran menulis untuk pembuatan teks. Dalam pembelajaran menulis teks, siswa diminta untuk menuangkan segala ide maupun gagasannya, dan siswa juga diminta mandiri serta bertanggungjawab dalam membuat teks yang telah diperintahkan oleh guru.Model pembelajaran Project Based Learning atau yang biasa disebut pembelajaran berbasis proyek yaitu model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan memberi peluang peserta didik bekerja secara otonom mengkonstruksi belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai dan realistik (BIE dalam Trianto, 2014 : 41). Pembelajaran berbasis proyek ini atau Project Based Learning mengharuskan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered), dan untuk guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator saja.Peneliti berusaha mencari data dengan cara mewawancarai guru mata pelajaran yang bersangkutan tentang masalah-masalah apa yang terjadi saat siswa menulis sebuah teks eksposisi. Adapun masalah yang terjadi adalah (1) siswa kesulitan dalam menuangkan ide, (2) siswa kesulitan saat menentukan judul yang sesuai dengan tema, (3) siswa kesulitan dalam menuangkan sebuah permasalahan, argumen, serta rekomendasi atau solusi. Dan (4) siswa kurang bisa saat mengembangkan indikator-indikator tersebut ke dalam bentuk teks eksposisi. Berdasarkan masalah-masalah yang dikemukakan di atas, peneliti berinisiatif untuk menggunakan model pembelajaran Project Based Learning pada siswa dalam menulis teks eksposisi. Model pembelajaran tersebut diharapkan mampu memudahkan siswa dalam menulis teks eksposisi.