cover
Filter by Year
Abdi Seni
ISSN : -     EISSN : -
Articles
74
Articles
PEMBUATAN SOUVENIR DENGAN TEKNIK RESIN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEMUDA SELO BOYOLALI DALAM MEMBIDIK PARIWISATA

Ahmadi, Agus

Abdi Seni Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teknik resin untuk souvenir dipilih untuk kegiatan dalam PKM karena teknik ini belum dikenal di wilayah Selo dan juga mudah untuk dilakukan di tengah kesibukan para pemudanya, sehingga diharapkan akan menjadi berkembang dan menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat. Untuk itu, Tim PKM membidik dua kelompok kesenian untuk diberi pelatihan dan pendampingan yang bermanfaat bagi peningkatan sumber perekonomian mereka dan juga menjadi aspek yang menghidupkan objek wisata setempat. PengabdianKepada Masyarakat di Kecamatan Selo ini dengan tujuan: memberi wawasan tentang souvenir yang menggunakan teknik resin; mengenalkan dan memberi pelatihan tentang perancangan alternatif souvenir, dan melaksanakan pendampingan tentang pembuatan model, cetakan silikon dan pengecoran teknik resin. Adapun metode yang digunakan yaitu berupa pelatihan dan pendampingan. Sedangkan kegiatan yang dilakukan adalah: penyiapan modul, koordinasi dengan peserta pelatihan, persiapan bahan dan alat, perancangan souvenir, pembuatan model, serta pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pembuatan souvenir dengan teknik resin. Target khusus yang akan dicapai, yaitu: desain dan prototype/model souvenir khas Selo, modul pelatihan teknik reproduksi resin, dan produk souvenir hasil pelatihan. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan PKM berlangsung tiga kali pertemuan dengan kelompok pemuda Gebyok, dan tiga kali dengan kelompok pemuda Samiran . Mereka mengikuti dengan tetib dan antusias dalam pelatihan sejak awal hingga akhir pelatihan. Adapun hasil yang dapat dicapai adalah: peserta pelatihan memiliki wawasan tentang souvenir, mengetahui bahan-bahan untuk teknik resin serta alat-alatnya: mengetahui tentang proses dasar pembuatan souvenir dengan teknik resin, dapat membuat dan menghasilkan souvenir dengan teknik resin berupa tiga macam gantungan kunci, yaitu: gantungan kunci berbentuk relief‘Tarian Kuda Kepang’, relief ‘Topeng’ dan gantungan kunci ‘Resin Bening Berisi Foto Wayang’, Relief untuk hiasan dinding dengan bentuk “Tarian Jaran Kepang 1 dan 2”, dapat melaksanakan pencetakan teknik resin untuk pembuatan tiga patung kecil berbentuk ‘Kucing’, ‘Gadis’, dan ‘Temanten’.Kata kunci: resin, souvenir, silikon, pelatihan.

PENCIPTAAN KARYA SENI MIXED MEDIA BERBASIS EKPERIMENTASI DENGAN TEKNIK ASSEMBLAGE

Isnanta, Statriana Didiek

Abdi Seni Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dirancang sebagai penelitian penciptaan eksperimen yang berdasarkan karya seni dengan media campuran teknik perakitan/gabungan. Berbeda dengan teknik kolase lebih populer, ia menekankan titik pada penggabungan materi dengan mendasarkan teknik penciptaan sebagai teknik basah, kering dan teknik perekatan sehingga beberapa bahan siap dipakai, teknik perakitan/gabungan lebih menekankan pada bagaimana menggabungkan objek untuk mengeksplorasi non-seni yang ada dan menjadi benda seni.Perbedaan lain dalam teknik seni kolase campuran media karya hasil dua dimensi, teknik perakitan/gabungan karyanya dapat mengambil bentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Meski telah dimulai sejak tahun 1960, teknik perakitan/gabungan ini kurang dikembangkan secara khusus dan tidak populer di Indonesia. Ini adalah alasan bagi penulis untuk membuat studi tentang penciptaan karya seni dengan media campuran teknik perakitan/gabungan. Metode yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini dibagi menjadi tigatahap, yang pertama adalah eksplorasi (bahan observasi dan pencarian literatur), eksperimentasi (eksplorasi bahan dan bentuk pekerjaan ke dalam beberapa sketsa alternatif), dan yang terakhir adalah panggung pembentukan (pelaksanaan pekerjaan). Penelitian ini penting untuk mencari penciptaan baru dalam dunia penciptaan seni, serta menambahkan referensi dan bahan ajar untuk memperkaya kursus seni eksperimental. Kata kunci: media campuran, karya eksperimentasi, perakitan/gabungan.

PEMBERDAYAAN ANGGOTA PKK PLOSO, PACITAN MELALUI KETERAMPILAN TEKNIK BATIK JUMPUTAN SEBAGAI SOUVENIR BERNILAI EKONOMIS

Madi, Imam, Putri Lakshmi, V. Kristanti

Abdi Seni Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pelatihan keterampilan batik teknik Jumputan bagi anggota PKK Ploso, Pacitan sebagai penerapan programpengabdian kepadamasyarakat yang akan memberi keterampilan (skill) di bidang batik teknik Jumputantingkat dasar. Adapun melalui model pelatihan yang menggabungkan antara teori dan praktek denganmedia pembelajaran yang dikemas dengan menarik,sehingga materi pelatihan dapat diterima oleh pesertasebagai mitra PPM.Alasan pemilihan pelatihan batik teknik Jumputantingkat dasar bahwa batik menjaditradisi yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia. Selain itu, perkembangan industri batik telahberkembang menjadi industri yang banyak menyerap tenaga kerja sekaligus menjadi salah satu andalanbidang ekonomi kreatif Indonesia dan telah diakuinya batik oleh UNESCO.Adapun sebagai mitra kegiatanini, yaitu anggota PKK Ploso, Pacitan setelah melalui observasi dapat dijelaskan ke dalam dua aspekkendala permasalahan dari mitra, yaitu: masih minimnya akan pelatihan keterampilan sebagai pemberdayaan,khususnya pelatihan batik teknik Jumputan dalam kegiatan untuk meningkatkan keterampilan yang bergunasebagai bekal berwirausaha serta mendukung program pemerintah dalam bidang ekonomikreatif.Permasalahan yang lainnya, adanya kendala materi dan teknik pelatihan yang belum disesuaikandengan karakteristik peserta PKK. Pelatihan batik teknik Jumputan menggunakan model pelatihan yangmenggabungkan antara teori dan praktek dengan media pelatihan yang dikemas dengan mudah danmenarik, sehingga materi pelatihan dapat diterima oleh peserta sebagai mitra program pengabdian padamasyarakat.Kata kunci: Batik teknik Jumputan, pemberdayaan masyarakat Pacita, Wirausaha, ekonomi kreatif

PENGEMBANGAN DESAIN PADA FURNITURE DAN ACCESSORIES INTERIOR PENGRAJIN COR LOGAM CEPER KLATEN

Badriyah, Siti

Abdi Seni Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat yang dibiayai DIPA ISI Surakarta tahun 2015 telah terlaksanayang berkonsentrasi pada pengentasan peningkatan kualitas produk dan produksi melalui pengembangandesain. Industri pengecoran logam milik bapak Anwar di Desa Tegalrejodan Tampiran, Kec. Ceper, Kab.Klaten hingga kini masih eksis sebagai perusahaan industry pengecoran logam, meskipun dalamperkembangannya pernah mengalami jatuh bangun dihantam krisis ekonomi tetapi hingga kini masih bisaberjalan. Permasalahan signifikan yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian ini yaitu desain yangberkembang adalah desain dari buyer dimana pengrajin banyak merasa kesulitan dalam menerjemahkangambar dari buyer, dan yang lebih parah lagi banyak pengrajin yang ikut-ikutan membuat dengan menirutanpa ijin dari pemilik desain. Beberapa perusahaan cor logam khususnya yang menangani order dengandesain rumit khususnya produk interior sangat langka, dikarenakan kesulitan dalam desain, apalagi masihminimnya tenaga napel(pembuat cetakan sampel). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalahupaya konkrit pemecahan masalah melalui pelatihan desain khusus produk interior utamanya studi napeldan pengembangan desain produk cor logam. Target kegiatan ini adalah terpenuhi pengetahuan desain(gambar kerja) dan ketrampilannapel melalui pelatihan .pelatihan ini memiliki tujuansocial constructivesecara berkelanjutan, melalui pelatihan akan diperoleh bibit perintis tenaga napel yang memang jarang dansangat dibutuhkan bagi semua perusahan cor logam. Melalui metode pendekatan yang meliputi pendekatanpartisipasif, pendekatan lapangan ( survey lokasi) danFGD untuk menentukan bentuk desain yang mampumengakomodasi kepentingan pengrajin. Melalui metode tersebut dilakukan kegiatan seperti :1) Melakukanidentifikasi desain sesuai kebutuhan pasar , menyusun konsep desain cor logam ; 2) Menyusun materipelatihan, pelatihan pengembangan desain motif yang kearah produk pelengkap interior dan furnitur ;3)Menyusun rencana produksi melalui gambar kerja; Luaran dari kegiatan ini adalah prototype karya desaincor logamKata kunci: pengembangan desain, cor logam, pelatihan desain

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TATA DISPLAY UMKM NGARSOPURO NIGHT MARKET

Indarto, I.,

Abdi Seni Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ngarsopuro merupakan suatu kawasan di depan Pura Mangkunegaran, yang dahulu berjajar toko-tokoelektronik kurang tertata serta terdapat pasar antik Triwindu. Kawasan ini sejak tahun 2009 telah diredesainmenjadi suatu tempat yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi.Dengan ditatanya toko-toko dandirehabnya pasar antik Triwindu dengan bangunan etnik yang sekarang berubah nama menjadi pasar antikWindujenar. Di sebelah kiri kanan Jl Diponegoro di kawasan Ngarsopuro tersebut dipasang paving, yangmenyediakan fasilitas bagi para pejalan kaki, tempat duduk, dan berbagai patung serta lukisan menghiasiarea tersebut. Pada setiap malam libur area tersebut menjadi semakin semarak dan menarik untuk dikunjungikarena terdapat night market yang menjual berbagai barang souvenir khas Kota Solo.NgarsopuroNightMarketmenjadi alternatif wisatabagi wisatawan lokal maupun nasional, sehingga pengelolaan manajemen,desain produk, fasilitas tenda, dan desain tata display menjadi syarat utama agar wisatawan banyakberkunjung dan berbelanja. Pelatihan dan Pendampingan Tata Display UMKM NgarsopuroNight Marketsebagai wujud pengabdian kepada masyarakat khususnya Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut SeniIndonesia Surakarta, dimana pelatihan dan pendampingan ini memberikan pengetahuan tentang aspekaspek terkait tata display. Bekal pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan pada dasarnya adalah lebihmengutamakan pada permasalahan mitra, yaitu meliputi: pola pikir UMKM tentang tata display, existingarea tenda, materi produk, pola view terhadap sirkulasi, perangkat tata display, dan pencahayaan.Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Tata Display Produk, Materi Produk, UMKM NgarsopuroNight Market.

PELATIHAN PHOTO STORY MENGGUNAKAN HANDPHONE DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PRACIMANTORO

Setyawati, Sri Wastiwi

Abdi Seni Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kualitas foto dari kamera handphone tidak kalah dengan kualitas foto dari kamera digital. Permasalahannnyayaitu siswa terlalu terbelenggu dengan handphone, sehingga susah bersosialisasi. Tujuan kegiatan adalahmelatih kreativitas serta kepekaan siswa terhadap orang lain dan lingkungan sekitar dengan fasilitaskamerahp. Hasil pelatihan, yaitu siswa mampu membuat photo story atau foto cerita dengan tema-tema yangdidapat dari lingkungan sekolah atau sekitar tempat tinggal siswa.Kata kunci: kamera handphone, photo story.

KREATIVITAS PEDALANGAN DI SANGGAR SEKAR JAGAD DALAM UPAYA MEMPERKUAT SANGGAR SEBAGAI PELOPOR PENGGERAK KESENIAN MASYARAKAT SUKOHARJO

Rianto, Jaka

Abdi Seni Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sanggar Sekar Jagad telah memiliki satu perangkat gamelan slendro pelog, boneka wayang satu kotak,dan tempat latihan yang cukup luas. Akan tetapi, sampai saat ini sanggar belum memiliki pelatih tetap. Parasiswa belajar dengan bimbingan dari pelatih yang sukarela datang. Apabila tidak ada pelatih maka parasiswa belajar mandiri dengan melihat rekaman audio visual pertunjukan wayang. Berdasarkan permasalahansanggar tersebut maka diadakan pelatihan dari dosen. Metode pelatihan yang digunakan berupa ceramah,apresiasi, dan demonstrasi. Berdasarkan metode tersebut maka pelatihan yang berlangsung selama 42 kalidapat dikatakan berhasil. Siswa sangggar Sekar Jagad dapat menguasai vokabuler sabet, catur, daniringan yang diberikan oleh pelatih.Kata kunci: Sanggar, Sekar Jagad, pertunjukan wayang, pelatihan.

PEMBINAAN DALANG CILIK DI SANGGAR PEPADI KABUPATEN KARANGANYAR MERUPAKAN WADAH UNTUK MENJAGA WAYANG KULIT TETAP LESTARI

Sukatno, S.,

Abdi Seni Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pembinaan bakat dalam seni pedalangan pada anak usia dini adalah pembentukan karakter untuk anakanak, sebagai artis Dalang potensial. Pembinaan bakat disalurkan dalam ekspresi seni pedalangan sertapembangunan karakter bagi calon seniman dalang. Berkaitan dengan sistem pembelajaran bagi anak-anakberbakat, Dewan Pepadi memiliki misi dan visi yang item yang sangat mulia, yaitu untuk mencerdaskanbangsa sesuai dengan bakat generasi Dalang Pewaris muda. papan Karanganyar Pepadi dengan misi iniakan memberikan pelatihan dan pada briefing yang sama pada konsep pakeliran Terdiri dan solid untukDalang muda usia 10-15 tahun. Dengan tujuan, sehingga dalang kecil dalam menghadapi Little gelarBudaya Dalang Mei 2015 di Karanganyar, benar-benar memahami dan menguasai semua elemen yangterkandung dalam pakeliran. Jadi untuk dalang kecil yang sudah mulai mendapatkan pasar di masyarakatbaik di tingkat nasional dan internasional lebih sadar akan konsep dasar yang terkandung dalam ringkasandan rancangan pakeliran Terdiri dan pakeliran Solid. Pengembangan bidang pedalangan terutama untukanak-anak sehingga Diperlukan untuk perhatian serius, mengingat meningkatnya jumlah anak-anak yangjauh dan tidak tahu ownculture tersebut. Perlu tradisi kegiatan apresiasi seni melalui tas seni sebagai wadahuntuk kepentingan anak dan bakat di bidang puppetry.Throughart sedikit judul kegiatan Dalang sebagaisalah satu acara untuk mengakomodasi berbagai kreativitas anak-anak untuk menumbuhkan rasapersaudaraan, Meningkatkan minat dan bakat dan motivasi sehingga anak-anak mampu bersosialisasidengan Ulasan rekan-rekan mereka, sehingga mereka dapat belajar seni karya wayang dari berbagaigaya. Hal ini juga ingin mengetahui dan Mendapatkan data sebagai pembinaan tindak lanjut danpengembangan seni anak-anak wayang di masa depan. Berdasarkan kondisi pembelajaran di Pepadistudio,dapat diusulkan beberapa masalah item mendasar, yaitu: Cara Menyelaraskan teknik pembelajaranberdasarkan usia anak-anak yang memiliki bakat untuk seni pedalangan? Bagaimana cara memberikanpembelajaran yang sistematis agar cepat intervensi Ditangkap dan mudah dimengerti? Metode yangdigunakan dalam pembinaan dalang Dalang anak atau anak-anak yang bertempat di studio adalahpenghargaan pertama Pepadi dan diskusi, serta demonstrasi. metode apresiasi serta diskusi dengan tujuanuntuk merangsang semangat peserta untuk mengeksplorasi dan menguasai materi yang diberikan. Kedua,bentuk diskusi yang dilakukan dengan tujuan, bagaimana jika peserta kurang menguasai materi dapatdijelaskan terlebih dahulu sehingga semua peserta dapat mengetahui dan memahami sehingga merekatidak akan menghambat jalannya pelatihan. Metode demonstrasi dilakukan dengan memberikan contohbekerja pada Sabet dan penggunaan Pendampingan, serta penempatan dialog, atau dhodhogangendingrangka kesatuan pakeliran sesuai dengan pekerjaan pada bermain disajikan. Bentuk demonstrasi dilakukanberulang-ulang, sehingga peserta tidak lupa baik presenter atau pengrawitparticipants. Juga Selin inginmemahami Ulasan ketentuan mereka sebelum pelatihan, sehingga peserta didik akan lebih mandiri, danMudah dievaluasi. Metode Kami diterapkan secara fleksibel, mengingat usia peserta adalah bahwakonstruktor harus selalu bersabar dalam memberikan contoh yang baik dari penggunaan angka dan gerakanyang berhubungan dengan Pendampingan Sabet disajikan.Kata kunci: dalang berbakat, dalang kecil, Karanganyar.

PENINGKATAN KREATIVITAS UNSUR-UNSUR PEDALANGAN DI SANGGAR BIMA MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN

Putranto, Harijadi Tri, Sukesi, S.,

Abdi Seni Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sanggar Bima beralamat di desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Sanggar yang sudah berdiri26 tahun tersebut semakin eksis berkat bimbingan dan arahan dari Ki Manteb Sudharsono, sebagai dalangkondang yang keberadaannya sudah diakui masyarakat. Permasalahan sanggar, yaitu kurangnya peningkatanunsur catur, sabet, karawitan pedalangan, dan kreativitas dalam bentuk sajian pergelaran. Adapun tujuanpelatihan, yaitu siswa sanggar mampu menguasai teknik unsur catur, sabetan, sulukan,dan karawitanpedalangan, serta mampu menyusun pertunjukan wayang kreasi bentuk padat. Penggunaan metode ceramah,apresiasi, dan demonstrasi dalam pelatihan didapatkan hasil, yaitu mereka dapat mempergelarkan satuadegan pakeliran bentuk padat. Berdasarkan kriteria-kriteria penilaian tertentu yang ada di kalanganakademisi jurusan Pedalangan, pergelaran yang disajikan para siswa sudah cukup bagus. Para siswa,selain dapat menyajikan satu adegan pakeliran, mereka hampir semua cukup mampu menguasai iringanpakeliran.Kata kunci: Sanggar Bima, pertunjukan wayang, sulukan, pelatihan.

PELATIHAN PEMBUATAN KOSTUM KARNIVALYANG MENGAMBIL TEMA IKON KELOMPOK TARI DESA SAMIRAN DAN GEBYOK SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SELO, BOYOLALI

Budiwiyanto, Joko, Purnomo, M. Arif Jati

Abdi Seni Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kabupaten Boyolali dengan 13 kecamatan yang tersebar di wilayah tersebut memiliki beragam keseniantradisional yang menarik untuk dinikmati karena masih murni sebagai hasil kesenian rakyat. Berdasarkajian tentang kondisi ekonomi dan sosial-budaya masyarakatnya, kegiatan PPM berjudul PelatihanPembuatan Kostum Karnival yang Mengambil Tema Ikon Kelompok Tari Desa Samiran dan Gebyoksebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakatdifokuskan untuk masyarakat calon pengusaha, dengan duakelompok mitra calon pengusaha yaitu kelompok UKM Muda Taruna dan UKM Mandiri Jaya Art.Keduanya berasal dari kecamatan yang sama yaitu kecamatan Selo, Boyolali tetapi berbeda dusun. UKMMuda Taruna berasal dari dusun Samiran sedangkan UKM Mandiri Jaya Artberasal dari dusunGebyog.Fokus PPM lebih diarahkan pada aspek merancang kostum karnival ikon kelompok tari rakyatyang meliputi pengenalan karakter ikon kelompok tari rakyatdi Selo, pengenalan bahan produksi danalternatifnya, perancangan desain, teknik pembuatan, dan manajemen keuangan. Metode pendekatanyang digunakan adalah pelatihan dan pendampinganteknik merancang kostum karnivalsampai teknikpembuatan kostum.Pelatihan produksi kostum dengan tahapan: merancang kostum, merancang hiasankepala, merancang aksesori kalung dada, tangan (klat bahu) dan kaki.Hasil kegiatan berupa desain kostumkarnival tari rakyat, kostum carnival, dan hasil pelatihan perhitungan biaya produksi.Kata kunci: Kostum Karnival, ikon, rancangan.