cover
Contact Name
Jurnal Arsitektur Zonasi
Contact Email
jurnal_zonasi@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
yudi.permana@upi.edu
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ZONASI
ISSN : 26211610     EISSN : 26209934     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Journal of Architectural ZONASI is an online open access journal. It features articles on a wide range of issues in architecture, including architectural history and theory, dwelling culture, building technology and material science, architectural design, interior design, landscape architecture, heritage and conservation, and urbanism. Published three annually, in February, June, and October, the journal welcomes contributions from all over the world
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2019" : 6 Documents clear
KONSEPSI NATAH DAN LEBUH SEBAGAI “RUANG KESEIMBANGAN” DALAM ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI Wijaya, I Kadek Merta
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i2.14677

Abstract

Natah and lebuh are interpreted as empty outer space in spatial planning of traditional Balinese settlements. In traditional Bali settlements in mountain areas, natah in the form of elongated empty space that binds or becomes the orientation of the times buildings, while traditional Bali settlements in lowland areas in the form of empty space as a center centered orientation of the building configuration. Lebuh is a space that is is in the outermost part of a residential yard or on a scale the settlements are in the village border in the direction of the teben orientation. Natah space and lebuh usually used as a ceremonial space for renewal (a ritual to neutralize power negative), a wide ritual of banten (giving the ceremony facilities that have been used in front under the entrance), downstreaming the process of ritual activities in a home yard and the village environment, as a space for social activities and local customs. Aim this study is an interpretation of the conception of the balance of the natah space and lebuh on traditional Balinese settlements of residential and residential scale using qualitative interpretative exploratory methods through a system of social activity approaches, rituals and safety evacuation and local and general concepts about the dichotomy of space. The results of the research obtained are the natah space and the lebuh as a empty space outside and being in the orientation of nista or teben containing ritual, social and conception safety seen from the spatial layout and function of the two spaces.
STUDI KELAYAKAN AKSES MASUK STADION KEBONDALEM KENDAL Kurniati, Rina
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i2.17193

Abstract

Abstract:The development of the city is inseparable from the development of increasingly diverse community needs, including sports activities that are now not only as basic needs but also become the lifestyle of the community. These developments require the availability of sports venues with centralized and comfortable facilities. Kendal District Government is developing the Kebondalem Stadium in order to accommodate this development. Kebondalem Stadium is in a strategic location with a main building in the form of a soccer field and other supporting facilities. The purpose of this study is to conduct a study of the feasibility of the Kebondalem t stadium. The method used is a qualitative research method. Data is obtained through field observations and document review. The analysis was carried out by qualitative descriptive analysis of the feasibility of the Kebondalem Stadium. The results of this study indicate that the condition of the Kebondalem Stadium access and parking area is not sufficient to accommodate the activities of the Kebondalem Stadium, so that a design alternative is needed in the form of a new access construction connected to Jl. Soekarno Hatta and the addition of a more adequate parking area.Keywords: Feasibility; Access, Sport Stadium. Abstrak:Perkembangan kota tidak terlepas dari perkembangan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam termasuk aktivitas olahraga yang sekarang tidak hanya sebagai kebutuhan dasar akan tetapi juga menjadi gaya hidup masyarakat. Perkembangan tersebut menuntut tersedianya tempat olahraga yang fasilitasnya terpusat dan nyaman. Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan pengembangan Stadion Kebondalem agar dapat mewadahi perkembangan tersebut. Stadion Kebondalem berada pada lokasi strategis dengan dilengkapi bangunan utama berupa lapangan sepakbola dan sarana pendukung lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan kajian studi kelayakan stadion kebondalem Kendal. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan telaah dokumen. Analisis dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif terhadap kelayakan Stadion Kebondalem. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi akses masuk Stadion Kebondalem dan area parkir belum memadai untuk mewadahi aktivitas Stadion Kebondalem, sehingga diperlukan alternatif perancangan berupa pembangunan akses baru yang terhubung ke Jl. Soekarno Hatta dan penambahan area parkir yang lebih memadai kapasitasnya.Kata Kunci:Kelayakan; Akses; Stadion Olahraga
KAMPUNG ISLAMI: PENGARUH PONDOK PESANTREN SURYALAYA DALAM PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KAMPUNG GODEBAG Shan Shan, Shan Shan; Pataruka, Marwoto
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i2.12400

Abstract

Abstract: Kampung Godebag  is a village located in Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, West Java - Indonesia. Godebag village is famous for its nickname as Kampung Islami, all starting from the building of a mosque that is Nurul Anshar Mosque which is the forerunner to the establishment of Pondok Pesantren Suryalaya. With the establishment of Pondok Pesantren Suryalaya make the environment around the boardingers undergo many changes, in terms of infrastructure, livelihood, habits, social and cultural community. Godebag village becomes thick with Islamic nuances and improvements in the quality of education because of the many built education fasilites by the pesantren, the livelihood of many people who turned into entrepreneurship because of the many opportunities for entrepreneurship to meet the needs of the students at boarding schools and students from out of town. By conducting field surveys to related locations and additional data collection from the internet it can be seen what changes and developments are taking place in Kampung Godebag, the results of the research indicate that many people change their homes as entrepreneurs, especially those on the main access road Kompleks Pendidikan Pondok Pesantren Suryalaya.Keyword: History, Settlement, Islamic Village.                                                                          Abstrak: Kampung Godebag adalah sebuah kampung yang berada di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat – Indonesia. Kampung Godebag terkenal dengan julukannya sebagai Kampung Islami, semua berawal dari di bangunnya sebuah masjid yaitu Masjid Nurul Anshar yang merupakan cikal bakal terbentuknya Pondok Pesantren Suryalaya. Dengan berdirinya Pondok Pesantren Suryalaya membuat lingkungan di sekitar pesantren mengalami banyak perubahan, dari segi infrastruktur, mata pencaharian, kebiasan, sosial dan budaya masyarakat. Kampung Godebag menjadi kental dengan nuansa islami dan peningkatan dalam kualitas pendidikan karena banyaknya dibangun fasilitas pendidikan oleh pihak pesantren, mata pencaharian masyarakat banyak yang berubah menjadi berwirausaha karena banyaknya peluang berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan para santri di pesantren dan pelajar dari luar kota. Dengan melakukan survey lapangan ke lokasi terkait dan pengumpulan data tambahan dari internet dapat diketahui perubahan dan perkembangan apa saja yang terjadi di Kampung Godebag, hasil dari penelitian menyebutkan bahwa banyak dari masyarakat yang merubah rumah tingggal mereka sebagai tempat berwirausaha terutama yang berada di pinggir jalan utama menuju Kompleks Pendidikan Pondok Pesantren Suryalaya.Kata Kunci: Sejarah , Permukiman, Kampung Islami.
ADAPTASI SETING RUANG PASAR JIUNG TERHADAP KEHADIRAN PASAR TEMPORER DI JALAN KEMAYORAN GEMPOL BARAT JAKARTA Hantono, Dedi; Butudoka, Zubair; Prakoso, Aditha Agung; Yulisaksono, Danang
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i2.13628

Abstract

Pasar Jiung adalah pasar tradisional yang berada pada empat sisi jalan di daerah Kemayoran Jakarta Pusat yaitu tepatnya berada pada sisi Jalan Benyamin Sueb, Jalan Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol Barat dan Jalan Kemayoran Gempol Utara. Pada sisi dalam deretan kios-kios pasar tersebut terdapat permukiman padat penduduk. Pada umumnya kios-kior pasar yang ada dimiliki oleh warga dari permukiman tersebut. Mereka berhuni sekaligus berdagang sudah dalam wakrtu yang cukup lama. Namun keberadaan Pasar Jiung beberapa tahun belakangan ini sedikit “terusik” dengan kehadiran pasar temporer yang menempati lokasi yang sama dengan Pasar Jiung yaitu pada ruas Jalan Kemayoran Gempol Barat. Deretan kios pasar temporer ini terbuat dari konstruksi yang bisa dibongkar-pasang. Melihat keberadaan pasar temporer yang masih hadir sampai saat ini menandakan bahwa kehadiran pasar temporer ini telah diterima oleh masyarakat Pasar Jiung. Hipotesa ini diperkuat dengan melakukan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan menjadikan alasan utama diterimanya pasar temporer ini. Masyarakat Pasar jiung pun melakukan beberapa penyesuaian dengan hadirnya pasar baru tersebut. Selain Pasar Jiung itu sendiri, daerah di sekitarnya juga melakukan beberapa penyesuaian seting ruang.
OPTIMALISASI DESAIN FASAD BANGUNAN RESTAURANT DI KEBONWARU, BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG Nurrahman, Hafiz
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i2.17470

Abstract

Abstract: Bandung is a country with a tropical climate. The highest temperature reaches 32 ° C while the highest solar radiation exposure is more than 10 hours. On the other hand, the top speed of the wind only reaches 1 m / s. As a tourist city, building design in Bandung is demanded to be able to offer convenience for tourist visitors. Located at an altitude of 600-900dpl, the city of Bandung in addition to having an average air of 28 ° C, an average humidity of 68, thus significantly influencing the achievement of thermal comfort in the building to be designed. This paper aims to analyze the facade design of recreational-culinary function buildings that are able to respond to the tropical climate, especially those that offer thermal comfort to visitors. The double skin hollow facade system and there are hinges that are able to respond to interactions between buildings, wind, and sun exposure, so that wind speed and sun exposure can be optimally regulated through the dynamic function of the building's façade. Design experiments using the sunhour and flow design plugins to assess solar radiation and wind speed by manipulating facades, especially in the northern orientation can reduce sun exposure in 5-7 hours.Keywords: Building facade design, tropical building design, thermal comfort.Abstrak: Bandung merupakan negara dengan iklim tropis. Suhu tertinggi mencapai 32 °C sementara paparan radiasi matahari tertinggi lebih dari 10 jam. Di sisi lain, kecepatan tertinggi angin hanya mencapai 1 m/s. Sebagai kota wisata, desain bangunan di Bandung dituntut mampu menawarkan kenyamanan bagi para pengunjung wisata. Terletak pada ketinggian 600-900dpl, Kota Bandung selain memiliki udara rata-rata 28°C, kelembapan rata-rata 68, sehingga berpengaruh secara signifikan terhadap pencapaian kenyamanan termal pada bangunan yang akan didesain. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis desain fasade pada bangunan fungsi rekreatif-kuliner yang mampu merespon iklim tropis, terutama yang menawarkan kenyamanan termal pengunjungnya. Sistem double skin fasade berongga dan terdapat engsel yang mampu merespon interaksi antara bangunan, angin, dan paparan sinar matahari, sehingga kecepatan angin dan paparan sinar matahari dapat diatur secara optimal melalui fungsi dinamis façade bangunan. Percobaan desain menggunakan plugin sunhour dan flow desain untuk menilai radiasi matahari dan kecepatan angin dengan memanipulasi fasade, terutama di orientasi utara mampu mengurangi paparan matahari dalam 5-7 jam.Kata Kunci: Desain fasade bangunan, desain bangunan tropis, kenyamanan termal.
WATERFRONT CULTURE SEBAGAI ATRAKSI WISATA TEPIAN AIR della, prima
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2019
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v2i2.14168

Abstract

Abstract: This research is motivated by the lack of reference regarding waterfront culture for students and practitioners that have an impact on education. Aims of this paper is to explore the reference source for waterfront culture as a waterfront tourist attraction. Researchers use various libraries and some empirical facts related to waterfront culture as data. Analysis of content from various literatures then formulated the element which is the fundamental basis of tourist interest in waterfront tourism is the existence of a waterfront culture in the region.Keywords: Waterfront, Culture, Attraction Abstrak: Penelitin ini dilatarbelakangi minimnya refrensi mengenai waterfront culture bagi mahasiswa dan praktisi yang berdampak kepada pendidikan. Untuk itu tulisan ini bertujuan menggali kembali sumber refrensi mengenai waterfront culture sebagai atraksi wisata tepian air. Penelitin menggunkan berbagai pustaka dan beberapa fakta empiri terkait waterfront culture yang ada sebagai data. Analisis konten dari bebagai literatur maka dirumuskan elemen yang menjadi landasan fundamental ketertarikan wisatawan terhadap wisata tepian air adalah keberadaan budaya tepi air (waterfront culture) pada kawasan tersebut.Kata Kunci: Tepian air, Budaya, Atraksi

Page 1 of 1 | Total Record : 6