cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Health Sciences Journal
ISSN : 25981188     EISSN : 25981196     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2018): Oktober" : 10 Documents clear
PENGARUH DURASI BERMAIN TERHADAP ADIKSI GAME ONLINE PADA REMAJA Di Warung Internet XGC Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun Oktavian, Nindar; Nurhidayat, Saiful; Nasriati, Ririn
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: As the rapid development of Internet technology, online games are also experiencing development. Online Game presents a more varied challenge compared to offline games, this makes the players feel at home and play long enough. Online game is seductive which means it can cause addiction, Addictive online game is marked by how far someone play excessive game so that can interfere its life everyday.Method: Design of research using Cross Sectional with a population of 78, a sample of 45 respondents using purposive sampling technique. Data collection using questionnaires with data processing using Chi Square test.Result: From the result of research from total 45 respondent 24 (53,3%) respondent playing game excessively, and 21 (47,7%) not excessive. And 24 (53.3%) respondents experienced addiction. Statistical analysis showed significant result with p-value 0,002 <0,05. Then H1 accepted which means there is influence between the duration of playing online games towards online game addiction.Conclusion: Playing games with a long duration is one of the factors causing online game addiction among teenagers. So there needs to be self-control of online game play behavior.Keywords:Game Online, Addiction, Teenagers Abstrak Latar Belakang: Seiring pesatnya perkembangan teknologi internet, game online juga mengalami perkembangan. Game online. Game Online menyajikan tantangan yang lebih bervariasi dibandingkan dengan game offline, hal ini membuat para pemain betah dan bermain cukup lama. Game online bersifat seduktif yang berarti dapat menyebabkan kecanduan, Kecanduan game online ditandai oleh sejauhmana seseorang bermain game secara berlebihan sehingga dapat mengganggu kehidupannya sehari-hari.Metode:Desain penelitian menggunakan Cross Sectional dengan jumlah populasi 78, sampel 45 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan pengolahan data menggunakan uji chi square.           Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan dari total 45 responden 24 (53,3%) responden bermain game secara berlebihan, dan 21 (47,7%) tidak berlebihan. Dan 24 (53,3%) responden mengalami adiksi. Analisis statistika menunjukkan hasil yang signifikan dengan p-value 0,002 < 0,05. Maka H1 diterima yang artinya ada pengaruh antara durasi bermain game online terhadap adiksi game online.Kesimpulan: Bermain game dengan durasi waktu yang cukup lama menjadi salah satu faktor penyebab adiksi game online di kalangan remaja. Sehingga perlu adanya kontrol diri terhadap perilaku bermain game online.Kata kunci: Game Online, Adiksi, Remaja
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY M MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI BPM MURYATI SST.Keb SUKOREJO PONOROGO Alwan, Ludmila Ifsilanti; Ratnasari, Ririn; Suharti, Suharti
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPregnancy is a period where there is a change in a woman's biological condition accompanied by psychological changes. During the period of pregnancy, childbirth, childbirth, newborns to use contraception, women will experience various health problems. So that a comprehensive midwifery care is needed including five continuous examination activities including pregnancy antenatal care (Antenatal Care), childbirth (Intranatal Care), postnatal care, neonatal care and family planning. The care provided is midwifery care in Continuity Of Care given to TM III pregnant women (34-36 weeks), childbirth, postpartum, newborns and family planning. Care provided includes reviewing, preparing midwifery diagnoses, planning midwifery care, implementing midwifery care, evaluating midwifery care, documenting midwifery care through Continuity Of Care. Antenatal Care midwifery care in Mrs. M aged 41 years G4P20012 was done once at 37 weeks 5 days of gestation which was carried out on February 24, 2018. The results of the examination found that the mother complained of low back pain. This is a reasonable complaint because it is one of the inconveniences of pregnant women in the third trimester. On February 26, 2018 at 00:45 WIB, the mother came to the Muryati SST BPM. Keb because you feel tight and remove mucus and blood. Babies are born normal on February 26, 2018 at 02.05 WIB with a weight of 3500 grams, body length of 50 cm, male gender and no congenital abnormalities. On the visit of the second neonate found the baby had grade 1 jaundice, after the assessment turned out to be a breastfed baby because the position of breastfeeding the mother is not right so it is recommended to the mother to breastfeed her baby as often as possible and teach the mother the correct breastfeeding position. Then on the next visit the yellow color of the baby is gone. Good baby growth and development. Mothers breastfeed their babies exclusively. ASI production was smooth and no problems were found. Mother's condition is also very good. Mother said she had menstruated on March 26, 2018. In Family Planning (KB)services, at first my mother chose to use KB condoms, but after counseling again about family planning, she decided to use IUD KB at post partum on day 72.After the Continuity of Care service for Mrs. M started from the third trimester of pregnancy at 37 weeks 5 days of gestation, labor, BBL, postpartum and family planning were found to be some physiological problems not pathological problems. The hope is that the midwife will maintain the quality of midwifery services according to the midwifery profession standard which is carried out in a Continuity Of Care manner so that early detection of emergencies can be identified and handled properly.Keywords: Continuity Of Care, pregnancy, labor, family planning AbstrakKehamilan merupakan periode dimana terjadi perubahan pada kondisi biologis wanita disertai dengan perubahan psikologis. Selama periode kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir hingga penggunaan kontrasepsi, wanita akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Sehingga diperlukan asuhan kebidanan yang komperhensif mencakup lima kegiatan pemeriksaan yang berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan (Antenatal Care), persalinan (Intranatal Care), masa nifas (Postnatal Care), bayi baru lahir (Neonatal Care) dan Keluarga Berencana. Asuhan yang diberikan adalah asuhan kebidanan secara Continuity Of Care diberikan pada ibu hamil TM III (34-36 minggu), bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB. Asuhan yang diberikan meliputi pengkajian, menyusun diagnosa kebidanan, merencanakan asuhan kebidanan, pelaksanaaan asuhan kebidanan, melakukan evaluasi asuhan kebidanan, pendokumentasian asuhan kebidanan secara Continuity Of Care. Asuhan kebidanan Antenatal Care pada Ny M usia 41 tahun G4P20012 dilakukan satu kali pada usia kehamilan 37 minggu 5 hari yang dilakukan pada tanggal 24 Februari 2018. Hasil pemeriksaan ditemukan bahwa ibu mengeluh nyeri pinggang. Hal tersebut merupakan keluhan yang wajar karena itu merupakan salah salah satu ketidaknyamanan ibu hamil pada trimester ketiga.  Pada tanggal 26 Februari 2018 pukul 00.45 WIB, ibu datang ke BPM Muryati SST. Keb karena merasakan kenceng-kenceng dan mengeluarkan lendir dan darah. Bayi lahir normal pada tanggal 26 Februari 2018 pukul 02.05 WIB dengan berat 3500 gram, panjang badan 50 cm, jenis kelamin laki laki dan tidak ada kelainan congenital. Pada kunjungan neonatus kedua ditemukan bayi mengalami ikterus derajat 1, setelah dilakukan pengkajian ternyata bayi kurang ASI karena posisi menyusui ibu kurang tepat sehingga dianjurkan kepada ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin serta mengajari ibu posisi menyusui yang benar. Kemudian pada kunjungan selanjutnya warna kuning pada bayi sudah hilang. Pertumbuhan dan perkembangan bayi baik. Ibu menyusui bayinya secara eksklusif. Produksi ASI sudah lancar dan tidak ditemukan masalah.  Kondisi ibu juga sangat baik. Ibu mengatakan sudah menstruasi pada tanggal 26 Maret 2018. Pada pelayanan Keluarga Berencana (KB), pada awalnya ibu memilih menggunakan KB kondom, tetapi setelah dilakukan konseling kembali tentang KB, ibu memutuskan untuk menggunakan KB IUD pada post partum hari ke 72.Setelah dilakukan pelayanan Continuity Of Care pada Ny M yang dimulai dari kehamilan trimester III pada usia kehamilan 37 minggu 5 hari, persalinan, BBL, nifas dan KB ditemukan beberapa masalah yang fisiologis bukan masalah patologis. Harapannya agar bidan tetap menjaga mutu pelayanan kebidanan sesuai standar profesi kebidanan yang dilakukan secara Continuity Of Care sehingga deteksi dini adanya kegawatdaruratan bisa segera teridentifikasi dan tertangani dengan baik.Keywords: Continuity Of Care, kehamilan, persalinan, keluarga berencana
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY.K MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PANGESTU POLOREJO 2 Qomariyah, Siti; Suharti, Suharti; Fitriani, Inna Sholicha
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOne effort to reduce maternal mortality (MMR) and infant mortality (IMR) is by placing one midwife in each village with the responsibility of 1000 people in the region. Another way to deal with MMR and IMR problems is to provide comprehensive (comprehensive) midwifery care or care on a continuity of care basis starting from pregnancy, childbirth, childbirth, newborns and family planning.The care provided to Ny.K G3P20002 at 38 years of age has been conducted for pregnancy examinations 2 times at 39 4/7 weeks. From the results of the study, the mother complained of having fake her, constipation, hypertension and anxiety. Mother underwent delivery process at 41 41/7 weeks through surgery (SC) with indications postdate. PNC visits were carried out 3 times with normal examination results (including ttv, lokhea, involution, and lactation) on a 6-week visit, the mother complained of constipation. Babies are born through the SC process on March 1, 2018 weighing 3000 grams and on the last visit BB infants became 3900 grams. Babies experience physiological jaundice during the 6th day visit. Mother has participated in MOW after the SC action and home visits were made on the 20th day of March 20, 2018.Overall, mothers are included in the high risk group (HRG) with a score of 10 KSPR. In the postpartum period, in newborns and family planning there are no problems that can endanger both and are still classified as physiological.Keywords: Care provided, continuity of care, pregnancy periode, family planning Abstrak Salah satu upaya dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKI) adalah dengan cara penempatan 1 bidan di setiap desa dengan tanggung jawab 1000 masyarakat di wilayah tersebut. Cara lain dalam menangani masalah AKI dan AKB adalah dengan cara memberikan asuhan kebidanan yang menyeluruh (komprehensif) atau asuhan secara continuity of care dimulai dari masa hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir serta KB.Asuhan yang diberikan pada Ny.K G3P20002 usia 38 tahun telah dilakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 2 kali saat uk 39 4/7 minggu. Dari hasil pengkajian ibu mengeluh mengalami his palsu, konstipasi, hipertensi serta cemas. Ibu menjalani proses persalinan saat uk 41 4/7 minggu melalui tindakan operasi (SC) dengan indikasi postdate. Kunjungan PNC dilakukan 3x dengan hasil pemeriksaan normal (meliputi ttv, lokhea, involusi, dan laktasi) pada kunjungan 6 minggu ibu mengeluh konstipasi. Bayi lahir melalui proses SC pada tanggal 1 Maret 2018 dengan berat 3000 gram dan pada kunjungan terakhir BB bayi menjadi 3900 gram. Bayi mengalami ikterusfisiologis pada saat kunjungan hari ke-6. Ibu telah berpartisipasi dalam KB MOW pasca tindakan SC dan dilakukan kunjungan rumah pada hari ke-20 tanggal 20 Maret 2018.Secara menyeluruh ibu termasuk dalam kelompok resiko tinggi (KRT) dengan skor KSPR 10. Dalam masa nifas, pada bayi baru lahir serta KB tidak ada masalah yang dapat membahayakan keduanya dan masih tergolong dalam fisiologis.Kata kunci: Asuhan kebidanan, continuity of care, masa hamil, keluarga berencana
GAMBARAN STRES DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI TINGKAT AKHIR Di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo Tyas, Dwi Rohmaning; Verawati, Metti; Nurhayati, Tetik
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractStress has influential effect for one’s condition. It can lead to mental stress, behavior change, interaction and social problems, and physical problem, including menstrual cycle. This present article aims to analyze final-year female students’ stress and their menstrual cycle. This present study is a descriptive qualitative study. The population of the study includes 76 female students taking their final year study. 43 respondents in this study are selected by using purposive sampling technique. The instruments used are questionnaire and the results are presented by using percentage. The result of the study of 43 respondents is decoded into two, the stress and menstrual cycle. Related to the stress, it is found that 3 respondents (6.9%) have normal stress level, 9 respondents (20.8%) experience mild stress, 27 respondents (62.7%) has moderate stress level, and 4 respondents (9.2%) experience severe stress. Meanwhile, for the menstrual cycle, it is found that there is no respondent that has amenorrhea menstrual cycle, (18.5%) respondents have polymenorrhea menstrual cycle, (32.4%) respondents have normal menstrual cycle, and (46.4%) respondents has oligomenorrhea menstrual cycle.                 From the results of the study it can be concluded that 16 respondent (37,2%) has moderate stress level and oligomenorrhea menstrual cycle which will adversely affect the female student. Referring to the results of this study, the next researcher is expected to follow up on the influence of stress levels on changes in menstrual cycle patterns.Keywords: Analysis, Stress, Menstrual cycle AbstrakStressor dapat mempengaruhi semua bagian dari kehidupan seseorang, menyebabkan stres mental, perubahan perilaku, masalah-masalah dalam interaksi dengan orang lain dan keluhan-keluhan fisik salah satunya gangguan siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran stres dan siklus menstruasi pada mahasiswi tingkat akhir.Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah populasi 76 responden.Jumlah sampel 43 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yang disajikan dalam bentuk prosentase.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner.Hasil penelitian terhadap 43 responden menunjukkan bahwa mengenai masalah stres dan siklus menstruasi, sebagian kecil atau 3 responden (6.9%) mengalami tingkat stres normal, sebagian kecil atau 9 responden (20.8%) mengalami tingkat stres ringan, sebagian besar atau 27 responden (62.7%) mengalami tingkat stres sedang, dan sebagian kecil atau 4 responden (9.2%) mengalami tingkat stres berat dan untuk hasil penelitian siklus menstruasi tidak satupun (0%) atau 0 responden mengalami siklus menstruasi amenore, sebagian kecil (18.5%) atau  responden mengalami siklus menstruasi polimenore, hampir setengahnya (32.4%) atau  14 responden mengalami siklus menstruasi normal, dan hampir setengahnya (46.4%) atau 20 responden mengalami siklus menstruasi oligomenore.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hampir setengahnya atau 16 responden (37,2%) mengalami stres sedang dan siklus menstruasi oligomenore yang akan berpengaruh buruk kedepannya bagi mahasiswi tersebut. Mengacu pada hasil penelitian ini, diharapkan peneliti selanjutnya untuk menindaklanjuti tentang pengaruh tingkat stres terhadap perubahan pola siklus menstruasi.Kata kunci : gambaran, stres, siklus menstruasi
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. S MASA HAMIL SAMPAI KELUARGA BERENCANA DI PMB LILIS SULISTIYOWATI S.ST. Meilinda, Tri Wahyu; Sriningsih, Sriningsih; Nurhidayati, Nurhidayati
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of the authors in the preparation of the Final Task Report to provide midwifery care in a Continuity of Care manner and to carry out SOAP documentation for Ny S from the period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal, and family planning. Midwifery care for Mrs. S G3P10011 37 years old was done on February 28, 2018 - April 17, 2018. It was found that Mrs. S is a very high risk group with a score of 22. Mrs. S gave birth at 39 weeks more than 3 days with a breech position on March 9, 2018 at 24:10 WIB Sectio caesarea at Hardjono Hospital Ponorogo. Babies cry strong, active motion, male gender. The placenta was born completely, there was a vertical SC suture. The postpartum period is normal and the postpartum visit is 3 times. At the first visit to the postpartum period, the mother complained of pain in the former scar, on the second and third visits of the mother there were no complaints. At the KB visit, it was conducted at 40 postpartum days, namely on April 17, 2018 and after giving an explanation about contraception and the mother Mother chose to use 3-month injection birth control.Key word       : Midwifery Care, Continuity Of Care Abstrak Tujuan dari penulis dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir untuk memberikan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care serta melakukan dokumentasi SOAP pada Ny S mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, serta KB. Asuhan kebidanan pada Ny S G3P10011 usia 37 tahun di lakukan dilakukan pada tanggal 28 Februari 2018 – 17 April 2018. Ditemukan bahwa Ny. S termasuk kelompok risiko sangat tinggi dengan skor 22.Ny S melahirkan pada usia kehamilan 39 minggu lebih 3 hari dengan letak sungsang pada tanggal 09 Maret 2018 jam 24:10 WIB secara Sectio caesareadi RSUD Hardjono Ponorogo. Bayi menangis kuat, gerak aktif, jenis kelamin laki-laki. Plasenta lahir lengkap, terdapat luka jahitan SC secara vertikal. Masa nifas berlangsung normal dilakukan kunjungan masa nifas sebanyak 3 kali kunjungan. Pada kunjungan pertama masa nifas ibu mengeluh nyeri pada luka bekas operasi, pada kunjungan ke dua dan ke tiga ibu sudah tidak ada keluhan. Pada kunjungan KB dilakukan pada 40 hari postpartum yaitu pada tanggal 17 April 2018 dan setelah di berikan penjelasan tentang alat kontrasepsi dan ibu telah memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi suntuk 3 bulan.Kata kunci     : Asuhan Kebidanan, Continuity Of Care 
FAKTOR RISIKO YANG MENYEBABKAN HIPERTENSI PADA WANITA PEKERJA PELINTING ROKOK Di Pabrik Rokok Berkah Nalami Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Saputra, Liyon Galra; Purwanti, Lina Ema; Sari, Rika Maya
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHypertension was the leading cause of morbidity and mortality in the world. Some of the risk factors that cause hypertension were age, period of work, genetic, and stress factors. The purpose of this study was to know risk factors that cause hypertension in women of cigarette roller workers in Cigarette Factory Berkah Nalami Sub-district Babadan Regency Ponorogo. As independent variables such as age, period of work, genetic, and stress. While the dependent variable was hypertension.Research design used was correlation with approach cros-sectional. Population 80 respondents  used Total Sampling technique. Data analysis used chi square with SPSS version 16.0.From statistical test result concluded that there was a significant relationship between ages (p=0,019, OR= 3,407), genetic (p= 0,000, OR= 13,033), stress (p= 0,001, OR= 6,923) with the incidence of hypertension. And there was no relationship between period of work with the incidence of hypertention (p= 0,300, OR= 0,616). The most influential factor of this research was genetic (p= 0,000, OR= 13,033). That the study subjects with a family history of hypertension were at risk 13 times for the occurence of hypertension.Based on the results of the research the suggestions for cigarette factory workers in order to further improve the health status with more regular health check one of them blood pressure workers. For the tobacco factory to further enhance the activities of periodic checks on women workers whose blood pressure was high so that workers better maintain their health.Keywords: risk factors, hypertension Abstrak Hipertensi merupakan penyebab angka kesakitan dan kematian tertinggi di dunia. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan hipertensi adalah faktor usia, masa kerja, genetik, dan stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang menyebabkan hipertensi pada wanita pekerja pelinting rokok di Pabrik Rokok Berkah Nalami KecamatanBabadan Kabupaten Ponorogo. Sebagai variabel bebas yaitu usia, masa kerja, genetik, dan stres. Sedangkan variabel terikatnya adalah hipertensi.Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cros-sectional. Jumlah populasi 80 responden dengan menggunakan tehnik Total Sampling. Analisa data menggunakan chi-square dengan SPSS versi 16.0. Dari hasil uji statistik disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia (p= 0,019, OR= 3,407), genetik (p= 0,000, OR= 13,033), stres (p= 0,001, OR=6,923) dengan kejadian hipertensi. Dan tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kejadian hipertensi (p= 0,300, OR= 0,616). Faktor yang paling berpengaruh dari penelitian ini yaitu genetik (p= 0,000, OR= 13,033). Bahwa subyek penelitian yang memiliki riwayat keluarga hipertensi berisiko 13 kali untuk terjadinya hipertensi.Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka saran bagi pekerja di pabrik rokok supaya lebih meningkatkan status kesehatan dengan lebih teratur memeriksakan kesehatannya salah satunya tekanan darah pekerja. Bagi pihak pabrik rokok untuk lebih meningkatkan kegiatan pemeriksaan berkala pada wanita pekerja yang tekanan darahnya tinggi agar pekerja lebih menjaga kesehatannya.Kata kunci: faktor risiko, hipertensi       
EFEKTIVITAS GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP PENYEMBUHAN KETOMBE KERING di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo Ningrum, Dewi Puspita; Ernawati, Hery; Isro'in, Laily
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDandruff is often regarded as a mild thing. However, for patients it resulted in disruption of comfort and confidence. The use of natural ingredients without the side effects of chemicals for the treatment of dry dandruff is by using traditional materials obtained from the natural surroundings, one of which is aloe vera (Aloe vera). Aloe vera (Aloe vera), which chemically has elements of a compound that can replace chemical drugs to cope with dry dandruff such as phosphorus, vitamins A, B, amino acids, saponins and flavonoids. The design of this study using one group pra-post test design, with a population of 23 respondents, a sample of 23 respondents, using total sampling technique. Collecting data using questionnaires. Data processing with data normality test pre-post <30%, then using a paired t-test with significance <0.05.The results of this study obtained from 23 respondents, 17 respondents (73.9%) experienced a decline in scores, 4 respondents (17.4%) score remained, and 2 respondents (8.7%) decrease increase of dry dandruff score. Statistical analysis showed significant results with a p-value = 0.000 < 0.05. The conclusion of this study is aloe vera gel (Aloe vera) has an effect to healing dry dandruff. Therefore it is expected that sufferers of dry dandruff are more selective to choose the type of scalp treatment.Keywords: Aloe Vera Gel, Dry Dandruff.AbstrakKetombe kering sering dianggap sebagai hal yang ringan. Namun, bagi penderita hal tersebut mengakibatkan gangguan kenyamanan dan tidak percaya diri. Penggunaan bahan alami tanpa menimbulkan efek samping untuk pengobatan ketombe kering adalah dengan menggunakan bahan tradisional, salah satunya adalah lidah buaya (Aloe vera). Lidah buaya (Aloe vera) yang secara kimia memiliki unsur-unsur senyawa yang dapat menggantikan fungsi obat kimia untuk mengatasi ketombe kering diantaranya fosfor, vitamin A,B, asam amino, saponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) terhadap penyembuhan ketombe kering. Desain penelitian ini menggunakan one group pra-post test design, dengan jumlah populasi 23 responden, sampel 23 responden, dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan uji normalitas data pre-post <30%, maka menggunakan uji paired t-test dengan kemaknaan <0,05. Hasil penelitian ini didapatkan dari 23 responden, 17 responden (73,9%) mengalami penurunan skor, 4 responden (17,4%) skor tetap, dan 2 responden (8,7%) mengalami penurunan peningkatan skor ketombe kering. Analisis statistika menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai = p-value 0.000 < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gel lidah buaya (Aloe vera) mempunyai efek untuk penyembuhan ketombe kering. Maka dari itu diharapkan penderita ketombe kering lebih selektif untuk memilih jenis perawatan kulit kepala.Kata Kunci : Gel Lidah Buaya, Ketombe Kering.
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo Rukmy, Adhitia Ambar; Dwirahayu, Yayuk; Andayani, Sri
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSmoking can be harmful for the smokers and can affect passive smokers. An effective smoking prevention is necessary to avoid high-risk various diseases from smoking behavior. One of prevention behaviors is self-control.  This study aims to verify the influence of self-control on smoking behavior in students at Faculty of Engineering in Muhammadiyah University of Ponorogo.This recent study utilizes cross sectional design study. There are 75 respondents taken and they are selected based on proportional random sampling technique. The data are collected through questionnaire and measured by using Chi-Square statistic test in SPPS 16 application. The result of the study showed by Chi-square test table demonstrate that significant value of ρ value (0,001) is less than α  (0,05). Therefore, H0 is rejected and H1 is verified. According to this, it can be concluded that there is a significant influence between self-control and smoking behavior in students of Engineering Faculty in Muhammadiyah University of Ponorogo. Based on the result of this study, further research is expected to examine smoking behavior by using another prevention approach, which is more effective to reduce smoking behavior.Keywords: Smoking Behavior, Self-Control Abstrak         Perilaku merokok dapat membahayakan kesehatan para perokok sendiri dan orang-orang disekitarnya. Mengingat tentang bahaya yang ditimbulkan dari perilaku merokok, maka dibutuhkan sebuah upaya penanganan yang efektif.  Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap perilaku merokok pada mahasiswa di fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo.Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan mengambil 75 responden. Metode penelitian menggunakan Proportional Random Sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan perhitungan menggunakan uji stastistic Chi Square dengan aplikasi SPSS 16.Hasil penelitian yang ditunjukkan oleh tabel Chi-Square Tests menunjukkan bahwa nilai signifikan ρ value (0,001) ≤ α  (0,05), maka H0 di tolak dan H1 diterima sehingga kesimpulannya adalah ada pengaruh antara kontrol diri terhadap perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Maka penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti perilaku merokok dengan menggunakan upaya-upaya lain yang lebih efektif untuk menurunkan perilaku merokok. Kata Kunci : Perilaku Merokok, Kontrol Diri 
TINGKAT KECEMASAN KELUARGA SELAMA MERAWAT PASIEN DENGAN HEMODIALISIS Di Ruang Hemodialisa RSUD dr Hardjono Ponorogo Putri, Yonna Ardhani; Maghfirah, Sholihatul; Nurjanah, Suci
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Hemodialysis is one of the therapies performed on patients with chronic renal failure.Hemodialysis patients require treatment  a very long time so that will cause anxietyin the family. Anxiety over a long period of time will lead to fatigue and death. The purpose of the study was to determine the level of family anxiety during the care of patients with hemodialysisThe study design was descriptive with the entire population of families who treated the hemodialysis patients in hospital dr Hardjono Ponorogo amounted to 224. Sampling technique used is purposive sampling. The sample of this study is the family who treated the hemodialysis patiens in the hospital dr Hardjono Ponorogo with the amount of 45 respondents. Data collection using questionnairescale HARS in modification and data analysis using percentage.Research result obtained in this study is of 45 respondents of families who care for hemodialysis patiens are 2,22%  no anxiety, 26,67% mild  anxiety, 48,89% being anxiety, 17,78% severe anxiety and 4,44% panic anxiety.Concusion form the result of that research most families who treat hemodialysis patientsexperience being anxiety, so  needs to be done by providing health education on how to overcome anxiety in families who treat patienst hemodialysis. Keywords: Anxiety, Family, Hemodialysis Abstrak Hemodialisis merupakan salah satu terapi yang dilakukan pada penderita gagal ginjal kronik. Pasien hemodialisis membutuhkan perawatan dalam jangka waktu yang sangat lama sehingga akan menimbulkankecemasan pada keluarga Kecemasan yang berkelanjutan dengan waktu yang sangat lama akan menimbulkan kelelahan dan kematian.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan keluarga selama merawat pasien dengan hemodialisis.Desain penelitian adalah deskriptif dengan populasi seluruh keluarga yang merawat pasien hemodialisis di RSUD dr Hardjono Ponorogo berjumlah 224.Teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling.Sampel penelitian ini adalah sebagaian keluarga yang merawat pasienhemodialisis di RSUD dr Hardjono Ponorogo dengan jumlah 45 responden.Pengumpulan data menggunakan kuisioner skala HARS yang di modikifasi dan analisa data menggunakan prosentase.Hasil penelitian yang di dapatkan adalah dari 45 responden keluarga yang merawat pasien hemodialisis terdapat 2,22% tidak cemas, 26,67% kecemasan ringan, 48,89% kecemasan sedang, 17,78% kecemasan berat dan 4,44% kecemasan panik.Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa sebagaian besar keluarga yang merawat pasien hemodialisis mengalami kecemasan sedang, sehingga perlu di lakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang cara mengatasi kecemasan pada keluarga yang merawat pasien hemodialisis.Kata Kunci: Kecemasan, Keluarga, Hemodialisis
TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Harjono Ponorogo Bayuningtyas, Rieska Zerina; Verawati, Metti; Nasriati, Ririn
Health Sciences Journal Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrac             Depression is increasingly common in patients who experience chronic chronic conditions such as stroke, diabetes, cancer and chronic pain disorders. Many people still see diabetes only in clinical terms, but diabetes and depression can trigger each other so that patients with diabetes mellitus are at high risk of depression. This study aims to determine the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus.The design of this study was descriptive with a population of all type 2 diabetes mellitus patients at the Internal Medicine Polyclinic Dr. Harjono Ponorogo numbered 186. The sampling technique used was Quota Sampling. The sample of this study were all type 2 diabetes mellitus patients in Dr. Harjono Ponorogo with a total of 56 respondents. Data analysis used the HDRS questionnaire to determine the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus.            From the results of the study of 56 respondents Depression Level in Type 2 Diabetes Mellitus Patients as many as 25 respondents (44.68%) experienced moderate depression, 15 respondents (26.78%) experienced mild depression and as many as 7 respondents (12.5%) experienced depression heavy, while 9 respondents (16.07%) did not experience depression.      The results of the study were concluded that almost half were in medium and small parts. More weight than done in conducting research, for example, the selection of respondents must be in accordance with the type of respondents studied. For the next researcher, it is suggested to conduct research on more unique factors that can affect the level of depression.Keywords: Depression Level, Type 2 Diabetes Mellitus Abstrak Depresi semakin banyak terjadi pada pasien yang mengalami kondisi kronik menahun seperti stroke, diabetes, kanker serta gangguan nyeri yang kronis. Banyak orang yang masih memandang diabetes hanya dari segi klinisnya saja, namun diabetes dan depresi dapat saling memicu sehingga pendertita diabetes mellitus resiko tinggi mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Desain penelitian ini adalah deskripif dengan populasi seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. Harjono Ponorogo berjumlah 186. Teknik sampling yang di gunakan adalah Quota Sampling. Sampel penelitian ini seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Dr. Harjono Ponorogo dengan jumlah 56 responden. Analisa data menggunakan lembar kuesioner HDRS untuk mengetahui tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Dari hasil penelitian terhadap 56 responden Tingkat Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 sebanyak 25 responden (44,68%) mengalami depresi sedang, 15 responden (26,78%) mengalami depresi ringan dan sebanyak 7 responden (12,5%) mengalami depresi berat, sedangkan sebanyak 9 responden (16,07%) tidak mengalami depresi.Hasil penelitian disimpulkan bahwa hampir setengahnya mengalami depresi sedang dan sebagian kecil mengalami depresi berat sehingga peneliti menyarankansupaya lebih mendetail dalam melakukan penelitian, contohnya seperti pemilihan responden harus sesuai dengan karakteristik responden yang diteliti. Bagi peneliti selanjutnya disarakan untuk melakukan penelitian tentang faktor yang lebih dominan yang dapat mempengaruhi tingkat depresi.Kata Kunci:  Tingkat Depresi, Diabetes Mellitus Tipe 2

Page 1 of 1 | Total Record : 10