cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Health Sciences Journal
ISSN : 25981188     EISSN : 25981196     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017): Oktober" : 10 Documents clear
PENGARUH KOMPRES HANGAT DENGAN JAHE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI OSTEOARTHRITIS Wijayanto, Agus; Purwanti, Lina Ema; Isro'in, Laily
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOsteoarthritis (OA) is a degenerative disease in the joints that involves cartilage, lining the joints, ligaments, and bones causing pain and stiffness in the joints. Pain is one of the complaints experienced by patients with osteoarthritis, the process of pain in the joints can be caused by inflammation, immunologic, noninfectious, bleeding and malignant processes. The purpose of this research is to know the influence of warm compress of grated ginger on the decrease of pain scale in osteoarthritis patient.Design This research is included in Pre-Experimental research type with population of 20 respondents with osteoarthritis, using purposive sampling technique, data collection using observation sheet, data is processed using paired t test with spss. The warm compound technique of grated ginger is said to be effective if the value of p <0.05.The result showed that the average of pain scale before the warm compression of ginger grated was 5.55 (moderate pain), after a warm compression of grated ginger was 2.95 (mild pain). The result of paired t test obtained that the value of p = 0.000 (p <0.05), thus can be stated there is influence of warm compress with ginger to decrease of osteoarthritis pain scale.Conclusion from this study that warm compresses with ginger effect in reducing the scale of osteoarthritis pain, so ginger compress can be an alternative as a non-pharmacological treatment given the inappropriate use of rheumatic drugs can cause side effects of stomach or gastrointestinal damage.Keywords: Compress with Ginger, Pain, OsteoarthritisAbstrakOsteoartritis (OA) merupakan penyakit degenerasi pada sendi yang melibatkan  kartilago, lapisan  sendi, ligamen, dan  tulang  sehingga menyebabkan nyeri dan  kekakuan pada sendi. Nyeri  merupakan  salah  satu  keluhan yang  dialami  oleh  pasien  osteoarthritis, proses  terjadinya  nyeri  pada  persendian bisa disebabkan karena inflamasi, imunologik, non-infeksi, perdarahan dan proses maligna . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres hangat parutan jahe terhadap penurunan skala nyeri pada penderita osteoarthritis.Desain Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Pre-Experimental dengan jumlah populasi 20 responden penderita osteoarthritis, menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan lembar observasi, data diolah menggunakan Uji paired t test dengan spss.Teknik kompres hangat parutan jahe dikatakan efektif jika nilai  p < 0.05.Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skalanyeri sebelum dilakukan kompres hangat parutan jahe adalah 5,55 (nyeri sedang), setelahdilakukan kompres hangat parutan jahe adalah 2,95 (nyeri ringan). Hasil dari uji paired t test didapat bahwa nilai hasil p = 0.000 (p < 0.05 ), dengan demikian dapat dinyatakan ada pengaruh kompres hangat dengan jahe terhadap penurunan skala nyeri osteoarthritis.Kesimpulkan dari penelitian ini bahwa kompres hangat dengan jahe berpengaruh dalam menurunkan skala nyeri osteoarthritis, sehingga kompres jahe dapat menjadi alternatif sebagai pengobatan non farmakologi mengingat penggunaan obat rematik yang tidak tepat bisa menyebabkan efek samping kerusakan lambung atau saluran cerna.Kata Kunci: Kompres dengan Jahe, Nyeri, Osteoarthritis
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADANY.W MASA HAMIL SAMPAIKELUARGA BERENCANA DI BPM TUKIYEM WIJAYANTI,Amd.Keb Nurrachmawati, Dessy Dwi; Suharti, Suharti; Sriningsih, Sriningsih
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Asuhan kebidanan continuity of care seharusnya didapatkan oleh ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan keluarga berencana, namun belum semua ibu mendapatkan pelayanan kebidanan secara berkesinambungan. Perlu adanya pemahaman tentang asuhan continuity of care agar dapat menerapkan asuhan kebidanan komperhensif. Untuk menunjang kemampuan dalam memberikan asuhan secara berkesinambungan, maka perlu dipelajari konsep dan teori asuhan kebidanan masa hamil sampai dengan keluarga berencana, menggunakan manajemen kebidanan yang mengacu pada standart asuhan kebidanan tertuang dalam KEMENKES RI No.938/Menkes/SK/VIII/2007. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny.W G4P20011 usia 29 tahun dilakukan 13 kali kunjungan. Ibu mengalami ketidaknyamanan yaitu kesemutan pada tangan dan kaki, sering BAK. Ibu melahirkan pada usia kehamilan 37+6 minggu berlangsung secara spontan, pada tanggal 10 April 2017  pukul 01.05 WIB, bayi lahir ditolong bidan, jenis kelamin perempuan. Dilakukan IMD, berat badan 2170 gram bayi BBLR. Plasenta lahir spontan lengkap, perdarahan normal, terdapat luka jahitan derajat I. Bayi mendapat salep mata, vit K, dan imunisasi HB0. Masa nifas ditemukan masalah nyeri luka perineum dan puting susu lecet. Bayi mendapat imunisasi BCG. Ibu memilih KB kondom. Secara keseluruhan Ny.W saat hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB normal, hanya mengalami masalah fisiologis. Harapannya, bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara continuity of care sehingga deteksi dini adanya kegawatdaruratan bisa segera teridentifikasi dan tertangani dengan baik. Kata Kunci                            :Continuity of care, Asuhan kebidanan Abstract Service the continuity of care should be gotten by pregnant mom until family have a plan, but not all the mom gets the service of midwifery continuously. They need comprehension about upbringing continuity of care in order to can apply the pregnant mom upbringing, give birth, childbirth, neonates and KB. To support the capability of giving the upbringing continuously, with the result that they have to study in depth a concept and theory pregnant upbringing, give birth, childbirth, neonates and KB using management of midwifery that is refers to midwifery upbringing standard which is present in KEMENKES RI No.938/Menkes/SK/VIII/2007.Givingmidwifery upbringing for Mrs.W G4P20011 29 years old did thirteen visit. The mom feels uncomfortable that is become numb in her hands and feet and often urinate. Mom gives birth in 37 weeks 6 days pregnancy age spontaneously, at 10th April 2017 01.05 a.m, baby born helped by midwifery, female gender. They did IMD and get 2170 gram weight baby BBLR. The placenta has birth complete spontaneously, normal bleeding, there is needlework injury degree 1. The baby gets eye salve, vit K and immunization HB0. Childbirth period we found problem that is injury pain perineum and hilt breast is chafed. Baby gets immunization BCG. Mom choose KB condom. Overall, when Mrs.W pregnantuntil KB normal. Wishfully, midwifery can apply upbringing midwifery continuity of care. So that, early detection of something emergency can identification as soon as possible and can be overcome as well as possible. Key word                   :Continuity of care, Midwifery upbringing
HUBUNGAN INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN DENGAN TEKANAN DARAH PREDIALISIS PADA PASIEN HEMODIALISIS Abdiansyah, Baskoro; Isro'in, Laily; Nurhidayat, Saiful
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe increase in blood pressure in hemodialysis patients is affected by an increase in interdialytic weight gain (IDWG). Increased blood pressure is the most often complication problem that occur during hemodialysis and became one of the causes of cardiovascular morbidity and mortality in patients. This study aims to identify and analyze the relationship between interdialytic weight gain and predialysis blood pressure in hemodialysis patients. This study uses a correlational design that assess and reveals the relationship between variables with cross sectional approach. This study was conducted with 53 subjects who underwent hemodialysis at Hemodialysis Unit of dr. Harjono’s Regional General Hospital of Ponorogo. Data were collected using a recording sheet, weight, and sphymonanometer. Data were analyzed by Chi-Square statistic test with significance level <0,05. The results showed a significant relationship between interdialytic weight gain (IDWG) with predialysis blood pressure (p=0.049). The study also found that subjects with high IDWG (>3%) were 3 times more likely to have hypertensive predialysis blood pressure (OR=3.102, p=0.052). It conclude that Interdialytic weight gain (IDWG) is associated with predialysis blood pressure, so control of interdialysis weight gain can be performed to control blood pressure predialysis in hemodialysis patients.The use of antihypertensive drugs to control blood pressure in hemodialysis patients have to be explored in more detail.Keywords : Interdialytic Weight Gain, Predialysis Blood Pressure, Hemodialysis AbstrakPeningkatan tekanan darah pada pasien hemodialisis dipengaruhi oleh peningkatan interdialytic weight gain (IDWG). Peningkatan tekanan darah merupakan masalah penyulit yang paling sering muncul selama hemodialisis dan menjadi salah satu penyebab morbiditas serta mortalitas kardiovaskuler pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan menganalisis hubungan antara interdialytic weight gain dengan tekanan darah predialisis pada pasien hemodialisis. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasional yang mengkaji dan mengungkapkan hubungan antar variabel dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan 53 subjek penelitian yang menjalani hemodialisis pada Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum dr. Harjono Ponorogo. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa lembar pencatatan, timbangan berat badan, dan sphymomanometer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikan <0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara interdialytic weight gain (IDWG) dengan tekanan darah predialisis (p=0,049). Pada penelitian ini juga ditemukan fakta bahwa subjek penelitian yang memiliki IDWG tinggi (>3%) berisiko 3 kali untuk untuk memiliki tekanan darah predialisis hipertensif (OR=3,102, p=0,052). Kesimpulan dari penelitian ini adalah interdialytic weight gain (IDWG) berhubungan dengan tekanan darah predialisis, sehingga pengendalian penambahan berat badan interdialisis dapat dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah predialisis pada pasien hemodialisis. Penggunaan obat anti hipertensi untuk mengendalikan tekanan darah pada pasien hemodialisis masih perlu ditelusuri lebih rinci.Kata Kunci : Interdialytic Weight Gain, Tekanan Darah Predialisis, Hemodialisis
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY. N MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KB DI BPM LILIS SULISTYOWATI S.ST WILAYAH PONOROGO Sandika, Mia Nurul; Sriningsih, Sriningsih; Fitriani, Inna Sholicha
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Continuity of care is a continuing care related to the quality of service from time to time which require the continuous relationship between patients with health workers in order to improve the health of mothers and babies. In order to decrease maternal mortality and the baby for the achievement of the Millennium Development Goals needs to be done on the mother of midwifery services carefully and thoroughly in accordance with SPM (minimum service standard). Standard Obstetrics Care, Midwives conduct record-keeping are complete, accurate, concise, and clear about the circumstances/events that are found and done in providing midwifery care. The awarding of the care of gynecologist in Ny. N GIIPI000I 35 years of age was conducted starting from gestational age 39-40 Sunday, held April 25, 2017 – 16 June 2017. Examination of the ANC done twice (the first ANC Visits found problems in feet and pain odema. Visit ANC kolostum hasn't been out). The mother gave birth at the age of 40 weeks of pregnancy with pregnancy due to operation of the SC action with IUGR and Oligohidramnion. PNC 4 times (in involution of lactation, and normal lochea). Neonates are born with LOW BIRTH WEIGHT i.e. 2300 grams, but on visits 3 neonatal baby weight 2800 grams there are already gaining weight of 500 grams of birth weight. Mom uses the KB MOW conducted post-operative SC on May 4, 2017 and on 16 June 2017 done visit action MOW and given counselling post MOW. Keyword: Midwifery care, continuity of care AbstrakContinuity of care adalah asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu ke waktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga kesehatan dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi untuk pencapaian Millennium Development Goals perlu dilakukan pelayanan kebidanan pada ibu secara teliti dan menyeluruh sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal). Sesuai Standar Asuhan Kebidanan, Bidan melakukan pencatatan secara lengkap, akurat, singkat, dan jelas mengenai keadaan/kejadian yang ditemukan dan dilakukan dalam memberikan asuhan kebidanan. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny. N GIIPI000I usia 35 tahun dilakukan mulai dari usia kehamilan 39-40 minggu, dilaksanakan tanggal 25 April 2017 – 16 Juni 2017. Pemeriksaan ANC dilakukan sebanyak 2 kali (Kunjungan ANC pertama ditemukan masalah odema dan nyeri pada kaki. Kunjungan ANC kolostum belum keluar). Ibu melahirkan pada usia kehamilan 40 minggu dengan tindakan operasi SC dikarenakan kehamilandengan Oligohidramnion dan IUGR. PNC 4 kali (laktasi, involusi dan lochea normal). Neonatus lahir dengan BBLR yaitu 2300 gram, namun pada kunjungan neonatus 3 berat badan bayi 2800 gram sudah ada kenaikan berat badan sebesar 500 gram dari berat lahir. Ibu menggunakan KB MOW yang dilakukan pasca operasi SC pada tanggal 4 Mei 2017 dan pada tanggal 16 Juni 2017 dilakukan kunjungan pasca tindakan MOW dan diberikan konseling pasca MOW. Kata Kunci:Asuhan kebidanan, continuity of care
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN POSITIF DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU LANSIA Rahayu, Aditiya; Maghfirah, Sholihatul; Andarmoyo, Sulistyo
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCurrently, it is widely known that the family supports for the elderly give significant influence to the presence of elderly for 1 year in posyandu lansia (Elderly Health Center, hereafter – information center and health care support for the elderly). This is due to the elderly active participation in this health care center can improve their healthy optimally. The objective of the study was to explain positive family support in relation to liveliness of elderly to follow posyandu elderlyCenter in Krajan, Grogol Village, SawooSubdistrict, Ponorogo.This is a correlation study in which the subject of the research is purposively chosen by using purposive sampling. The data are collected by using questionnaire, and then the data are analyzed by using T-score counting of 1 year and <6 months of inactivity. Finally, Fisher Exact statistic test is applied as the tabulation.From the result, it is known that among all 62 respondents, there are 8 respondents or approximately 12.9% respondents got good family support and have active participation, and there are 2 respondents or approximately 3.2% respondents got poor family support but have active participation. Whereas, there are 15 respondents or approximately 24.2% respondents got good family support but have passive participation, and there are 37 respondents or approximately 59.7% respondents got poor family support and have passive participation. The results showed that family support was positively associated with elderly leprosy in following posyandu elderly p = 0,004 with <α = 0,05.Finally, of this research support positive relation with elderly activeness participate in posyandu elderly expected elderlyIt is expected that the elderly can regularly participate and for the family members, it is expected that they can always give supports for the elderly in order to help them control their health. The weaknesses of this study are the range of responses to support provided by the family during folloe-up posyandu lansia(Elderly health Center) for 1 year because of the different respinden’s memory can trigger the data inaccuracy. Keywords: family support, activity, Elderly Health CenteAbstrakFenomena yang ada dukungan keluarga bagi para lansia mempengaruhi kehadiran lansia selama 1 tahun di posyandu lansia. Sebagaiaman keaktifan lansia dalam posyandu lansia sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia di dukuh krajan, desa grogol, kecamatan sawoo, Kabupaten ponorogo.Desain penelitian menggunakan korelasional dengan mengunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data mengunakan instrument kuisioner dengan pengolahan data  mengunakan skor-T dan keaktifan posyandu dengan penghitungan selama 1 tahun <6 kali dalam 1 tahun tidak aktif dan pengolahan data  mengunakan uji statistik Fisher ExactHasil penelitian didapatkan dari 62  responden. 8 responden (12,9%) dengan dukungan keluarga baik dengan keaktifan aktif, terdapat 2 responden (3,2%) dengan dukungan keluarga buruk dengan keaktifan aktif. Sedangkan 15 responden (24,2%) dengan dukungan keluarga baik dengan keaktifan tidak aktif, dan terdapat 37 responden (59,7%) dengan dukungan keluarga buruk dengan keaktifan tidak aktif. Hasil menunjukan adanya dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia p=0,004 dengan < α=0,05.Kesimpulan dari penelitian ini dukungan keluarga berhubungan positif dengan keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia diharapkan lansia dapat memanfaatkan posyandu lansia dengan rutin, untuk keluarga lansia diharapkan keluarga lebih memberikan dukungan pada lansia agar kesehatan lansia terpantau dengan baik. Kelemahan penelitian ini adalah rentan terhadap kesalahan informasi dari respon terhadap dukungan yang diberikan keluarga selama mengikuti posyandu lansia selama 1 tahun karena daya ingat responden berbeda-beda  ini dapat memicu ketidak akuratan informasiKata Kunci: Dukungan Keluarga, Keaktifan, Posyandu lansia
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK DI TK BATIK BAKTI PONOROGO Agustin, Very; Muftiana, Elmie; Verawati, Metti
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractMultiple intelligences are descriptive studies how an individual uses his or her intelligence to analyze the problems by providing new options. However, parents mostly tend to think that smart children are those who get a perfect score for each subject at school without considering another capability. This study reveals parents’ knowledge towards children’s multiple intelligences in TK Batik Bakti Ponorogo.The design of the study is a descriptive study by using total sampling technique. There are 42 parents used as the sample of the study. Questionnaire is utilized to collect the data from all parents in TK Batik Bakti Ponorogo. Thus, the data are analyzed by using percentage. The results of the study shows that there are 32 of 42 respondents (76.2%) have good knowledge, while one respondent (2.4%) has much knowledge of children’s multiple intelligence. In addition, nine respondents (21.4%) have low knowledge towards children’s multiple intelligences.Based on the highest percentage result, 32 respondents (76.2%), there should be a future research to study parents’ attitude on how to develop children’s multiple intelligences. Keywords: knowledge, parents, multiple intelligences, children  Abstrak Multiple intelligences atau kecerdasan majemuk merupakan penilaian secara deskriptif bagaimana individu menggunakan kecerdasannya untuk memecahkan masalah dengan menghasilkan sesuatu, tetapi sebagian besar orang tua beranggapan bahwa anak yang cerdas merupakan anak yang mendapatkan nilai 10 dalam tiap mata pelajaran yang hanya ada di dalam kelas tanpa memperhatikan hal lain yang di miliki oleh anak.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan orang tua tentang multiple intelligences pada anak di TK Batik Bakti Ponorogo.Desain penelitian adalah deskriptif, dengan teknik total sampling, jumlah sampel 42 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diperoleh dari seluruh orang tua di TK Batik Bakti Ponorogo. Teknik analisa data menggunakan prosentase.Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian yaitu dari 42 responden ada 32 responden (76,2%) berpengetahuan baik, 1 responden (2,4%) mempunyai pengetahuan cukup, dan 9 responden (21,4%) berpengetahuan buruk tentang multiple intelligences.Kesimpulan dari hasil penelitian pengetahuan orang tua tentang multiple intelligences yang menduduki tingkat tertingi yaitu pengetahuan baik 32 responden (76,2%) sehingga perlu adanya kelanjutan penelitian mengenai perilaku orang tua tentang cara mengasah multiple intelligences pada anak. Kata Kunci: pengetahuan, orang tua, multiple intelligences, anak
PENGETAHUAN WISATAWAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN SENGATAN UBUR-UBUR Wijanarko, Wahyu; Nasriati, Ririn; Nurhidayat, Saiful
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractJellyfish are marine animals that are harmful to humans. Jellyfish often attack the beach tourists through the sting they have. The stings of a jellyfish can cause burning and even death if it does not get proper handling. So it is very necessary first aid on the right victim. But one of the societal habits for the first aid on jellyfish stings using urine or ammonia, and it is not justified. If urine is alkaline it will increase the effect of toxins. The purpose of this study is to determine the level of knowledge of tourists about first aid in victims of jellyfish stings. The research design used was descriptive with coastal tourist population of Teleng Ria beach Pacitan as many as 492 respondents, The sample as much 98 respondents. The sampling technique used is Purposive Sampling. Data collection using questionnaires, then performed data processing using Coding, Scoring, Tabulating, and analyzed based on percentage. The results of this study indicate that of 98 respondents, 72 respondents or 73.5% had less knowledge, while 22 respondents or 22.4% knowledgeable sufficient, and 4 respondents or 4.1% have good knowledge. The result of this research can be concluded that knowledge influence to handling jellyfish sting procedure accordingly so as to prevent health problems like respiratory disturbance, pain disorder, and tissue damage, hence needed improvement of knowledge about handling jellyfish sting.Keywords: Knowledge, Tourists, First Aid On The Survivors of Jellyfish StingsAbstrak`Ubur-ubur merupakan binatang laut yang berbahaya, dan sering menyerang para wisatawan pantaimelalui sengatannya. Korban sengatan ubur-ubur dapat semakin parah bahkan berakibat fatal bila tidak mendapat penanganan yang tepat. Kebiasaan masyarakat yang salah menggunakan amoniak dalam memberikan pertolongan pertama sengatan ubur-ubur harus diperbaiki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan wisatawan tentang pertolongan pertama pada korban sengatan ubur-ubur.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi wisatawan pantai Teleng Ria Pacitan sebanyak 492 responden, sampelnya berjumlah 98 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Coding, Scoring, Tabulating, dan dianalisis berdasarkan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 98 responden, didapatkan 72 responden atau 73.5% memiliki pengetahuan kurang, sedangkan 22 responden atau 22.4% berpengetahuan cukup, dan 4 responden atau 4.1% memiliki pengetahuan baik.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berpengaruh terhadap penanganan sengatan ubur-ubur yang sesuai prosedur sehingga mencegah masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, gangguan rasa nyeri, dan kerusakan jaringan, maka diperlukan peningkatan pengetahuan tentang penanganan sengatan ubur-ubur.Kata Kunci: Pengetahuan Wisatawan, Pertolongan Pertama, Sengatan Ubur-Ubur
PERILAKU KELUARGA DALAM PEMENUHAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) ANGGOTA KELUARGA DENGAN SKIZOFRENIA DI DESA PARINGAN, KECAMATAN JENANGAN, KABUPATEN PONOROGO Sholihah, Dinda Mar’atush; Wahyuni, Nurul Sri; Purwanti, Lina Ema
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Some symptoms such as losing motivation, responsibilities, apathetic, and social and Activity of Daily Living (ADL, hereafter) disturbance are often experienced by schizophrenia patients. They often experience inhuman treatments such as cruel behavior, isolated or deprived. This study aims to identify family behavior in ADL for schizophrenia’s family.This study is a descriptive study. The populations of the study are all families whose members are schizophrenia in Paringan village, Jenangan sub-district, Ponorogo district.There are 60 respondents taken as the sample of the study. Total sampling is employed to take the sample of the study. Thus, questionnaire is used as the data collection technique. In addition, score T is utilized to analyze the data.The results of the study show that most families, as many as 36 families (60%) have positive behavior and 24 families (40%) have negative behavior for having ADL for those families whose members are schizophrenia. Based on the results on the study, it is expected that the families whose members are schizophrenia should have a better positive behavior for meeting ADL for schizophrenia patients. The results of this study is proposed to the future researchers. The next studies are expected to conduct studies related to Families’ Motivation in Increased Self-Esteem Schizophrenia Patients  in the Society.  Keywords: Behavior, Family, Activity of Daily Living (ADL), SchizophreniaAbstrak Pasien skizofrenia sering terlihat adanya kemunduran yang ditandai dengan hilangnya motivasi, tanggung jawab, apatis, hubungan sosial dan gangguan pemenuhan ADL. Mereka sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi, misalnya kekerasan, diasingkan, diisolasi atau dipasung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perilaku keluarga dalam pemenuhan ADL anggota keluarga dengan skizofrenia. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo yang mempunyai anggota keluarga penderita skizofrenia sejumlah 60 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan teknik analisa menggunakan skor T. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar yaitu 36 (60%) keluarga berperilaku positif dan hampir setengahnya yaitu 24 (40%) keluargaberperilaku negatif dalam pemenuhan ADL anggota keluarga dengan skizofrenia. Mengacu pada hasil penelitian diharapkan bagi keluarga agar meningkatkan perilaku positifnya dalam pemenuhan ADL pasien sizofrenia . Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang Motivasi Keluarga dalam Meningkatan Harga Diri Pasien Skizofrenia di Masyarakat.Kata kunci : Perilaku, Keluarga, Activity of Daily  Living(ADL), Skizofren
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA Ny B MASA HAMIL SAMPAI DENGAN KELUARGA BERENCANA DI BPM Ny SETYAMI NURHAYATI AMD.KEB Purbaningtyas, Astria Yulinggar; Putranti, Visi Prima Twin; Sriningsih, Sriningsih
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The success midwifery care on Contuinty Of Care can be seen on K1 and K4 coverage. Antenatal examinations performed regularly and comprehensively can detect early abnormalities and risks that may arise during pregnancy, so anomaly and risk can be overcome quickly and precisely. Midwifery care for Mrs. B age 28 years G1P00000 performed 1 visit, from 38 weeks of gestation, held on April 26, 2017. Mothers are included in low-risk pregnancy, experiencing discomfort that is odema in the foot. Has been treated in accordance with the problem so that the odema in the mother has been resolved. The mother gave birth at 38 weeks of gestation, took place in SC on April 27, 2017 at hospital Muslimat, mother referred in the process of labor of second stage because of odema in labia and mother have weakness no longer able to meneran. Based on subjective data obtained from family history of the baby born in sc, male gender, birth weight 2800 gram, body length 48 cm, baby in healthy condition. Infants have been given HB immunization. The postpartum period is 4 visits, lactation and normal lochea. At 9 hours post partum Mrs. B feel pain in the wound sectio caesarea, on the 6th day of the visit the mother had no pain, had edema on day 6 and day 14 post partum already no complaints. Care has been taken to deal with maternal complaints. The infant received BCG immunization at 30 days of age, infant growth and normal infant development and still exclusively breastfed. Overall Mrs. B during pregnancy is a low risk group, delivery by SC and Mrs. B chooses to be a MAL family palnning participant. Midwives can apply midwifery care on a continuity of care basis. Keyword : Pregnant, childbirth, postpartum,  neonates, family planning Abstrak  Keberhasilan Asuhan kebidanan secara Contuinty Of Care  dapat dilihat pada cakupan K1 dan K4. Pemeriksaan Antenatal yang dilakukan secara teratur dan komprehensif dapat mendeteksi secara dini kelainan dan resiko yang mungkin timbul selama kehamilan, sehingga kelianan dan resiko tersebut dapat diatasi dengan cepat dan tepat. Pemberian asuhan kebidanan pada Ny. B usia 28 tahun G1P00000 dilakukan 1 kali kunjungan, mulai usia kehamilan 38 minggu, dilaksanakan tanggal 26 April 2017. Ibu termasuk pada kehamilan resiko rendah, mengalami ketidaknyamanan yaitu odema pada kaki. Telah dilakukan asuhan sesuai dengan masalah sehingga odema pada ibu telah teratasi. Ibu melahirkan pada usia kehamilan 38 minggu, berlangsung secara SC pada tanggal 27 April 2017 di RS muslimat, ibu dirujuk dalam prosespersalinan kala II dikarenakan odema pada labia dan ibu sudah lemas tidak sanggup lagi untuk meneran. Berdasarkan data subyektif yang didapatkan dari anamnesa keluarga bayi lahir secara sc, jenis kelamin laki-laki, berat lahir 2800 gram, panjang badan 48 cm, bayi dalam kondisi sehat. Bayi telah diberikan imunisasi HB 0. Masa nifas dilakukan 4 kali kunjungan, laktasi dan lochea normal. Pada 9 jam post partum Ny. B merasa nyeri pada luka bekas sectio caesarea, pada kunjungan hari ke 6 ibu sudah tidak nyeri, mengalami edema pada hari ke 6 dan hari ke 14 post partum sudah tidak ada keluhan. Sudah dilakukan asuhan untuk mengatasi keluhan ibu. Bayi mendapat imunisasi BCG pada usia 30 hari, pertumbuhan bayi dan perkembangan bayi normal serta masih memeperoleh ASI secara ekskluif. Secara keseluruhan Ny. B saat hamil merupakan kelompok resiko rendah, persalinan secara SC dan Ny. B memilih untuk menjadi peserta KB MAL. Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara continuity of care.Kata kunci : hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas, keluarga berencana
STUDI KOMPARASI DAUN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS LINN) DALAM BENTUK JUS DAN AIR REBUSAN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Alamsyah, Ageng Firman; Nurhidayat, Saiful; Rosjidi, Cholik Harun
Health Sciences Journal Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Health Sciences Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHypertension is a chronic disease that patients generally do not know that they suffer from hypertension before checking their blood pressure. The use of celery leaves in the form of juice and boiling water is one of the herbal remedies for people with hypertension. Celery role flexing blood vessels serves to prevent the constriction of blood vessels and increase urine so that blood volume decreases. This study aims to analyze the effectiveness of boiled water celery leaf and celery juice to decrease blood pressure in patients with hypertension.This research uses pre post experiment design. The number of respondents at village health village paringan as many as 20 respondents. With 10 respondents were given juice and 10 respondents were given boiled water with significance level <0,05.From result of research got difference of mean of sistole and diastole after giving celery juice 39 mmHg and 22 mmHg While in boiling water obtained difference results 20 mmHg and 20 mmHg with p value of sistole 0,000 and diastole 0,025. So that celery juice is more effective than boiled water celery leaves.The conclusion of this research can be stated that celery juice is more effective or more significant compared with boiled water of celery leaves.Keywords: Celery Juice, Celery Water Stew, Blood Pressure AbstrakHipertensi adalah penyakit kronis yang pada umumnya pasien tidak mengetahui mereka sedang menderitapenyakit hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penggunaan daun seledri dalam bentuk jus dan air rebusan merupakan salah satu pengobatan herbal untuk hipertensi. Seledri berperan melenturkan pembuluh darah berfungsi untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan memperbanyak air seni sehingga volume darah berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas air rebusan daun seledri dan jus seledri terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.Penelitian ini menggunakan design pre post experiment. Jumlah responden di poskesdes desa paringan sebanyak 20 responden. Dengan 10 responden diberikan jus dan 10 responden diberikan air rebusan dengan tingkat kemaknaan <0,05.Dari hasil penelitian didapatkan selisih rata-rata sistole dan diastole setelah pemberian jus seledri 39 mmHg dan 22 mmHg sedangkan pada air rebusan didapatkan selisih hasil 20 mmHg dan 20 mmHg dengan p valuesistole 0,000 dan diastole 0,025.Sehingga jus seledri lebih efektif dibandingkan dengan air rebusan daun seledri.Kesimpulan dari penelitian ini dapat dinyatakan bahwa jus seledri lebih efektif atau lebih signifikan dibandingkan dengan air rebusan daun seledri.Kata Kunci : Jus Seledri, Air Rebusan Seledri, Tekanan Darah

Page 1 of 1 | Total Record : 10