Jurnal Akuatika
ISSN : -     EISSN : -
Articles 101 Documents
EFEKTIVITAS EKSTRAK Sargassum sp. TERHADAP DIFERENSIASI LEUKOSIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIINFEKSI Streptococcus iniae

Rustikawati, Ike - ( FPIK, Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21 UBR 40600 )

Jurnal Akuatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.483 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi ekstrak Sargassum sp yang efektif untuk meningkatkan kelangsungan hidup berdasarkan diferensiasi leukosit pada ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dibudidayakan secara intensif terhadap tingkat prevalensi penyakit bakteri streptococciasis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Jumlah perlakuan pada penelitian ini sebanyak lima perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak Sargassum sp. dengan cara penyuntikan efektif dalam meningkatkan imunitas ikan nila (Oreochromis niloticus) terhadap serangan streptococciasis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus innae dan berdasarkan hasil pengamatan terhadap parameter differensiasi leukosit, pemberian ekstrak sargassum sp pada dosis 75µg/g merupakan dosis terbaik dengan tingkat kelangsungan hidup tertinggi yaitu sebesar 82,22%. Kata Kunci: differensiasi leukosit, ikan nila, streptococcus innae, dan sargassum sp

SIMULASI NUMERIS ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN CIREBON

Ismail, Muhammad Furqon Azis ( Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI ) , S, Ankiq Taofiqurohman ( Staff FPIK Unpad )

Jurnal Akuatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1759.86 KB)

Abstract

Model hidrodinamika tiga-dimensi MOHID yang dikembangkan oleh Universitas Teknik Lisbon, Portugal, diaplikasikan dalam kajian arus pasang surut di Perairan pantai Cirebon.Data yang digunakan adalah data pasang surut yang diterapkan pada syarat batas terbuka dengan menggunakan program model pasut global FES04 serta bathimetri hasil pengukuran dilapangan. Simulasi numeris dilakukan selama 14 hari dan hanya menggunakan pasang surut sebagai satu-satunya gaya pembangkit arus laut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan arus berkisar dari 0,04 m/det – 0,99 m/det dengan kecepatan pada saat surut relatif lebih besar dibandingkan pada saat pasang. Pola arus pasang surut saat pasang menuju surut didominasi oleh aliran yang menuju ke arah tenggara kemudian berbelok ke arah timur, sedangkan pola arus pasang surut saat surut menuju pasang didominasi oleh aliran yang menuju ke arah barat kemudian berbelok ke arah barat laut.

PENGARUH PENGKOMPOSISIAN DAN PENYIMPANAN DINGIN TERHADAP PERUBAHAN KARAKTERISTIK SURIMI IKAN PARI (Trygon sp.) DAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.)

Santoso, Joko ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB ) , Ling, Fie ( Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Pelita Harapan ) , Handayani, Ratna ( Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Pelita Harapan )

Jurnal Akuatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.311 KB)

Abstract

High fat content in dark fleshed fish can affect on gel forming ability and high content of urea inelasmobranchii can arise ammonia odors in surimi product.Since surimi is an intermediate product, therefore storage of surimi in chill or frozen condition is usually performed. This experiment was carried out to study the effects of leaching, compositioning and chill storaging of stingray, mackerel and both combination surimi on the changes of physicochemical and microbiological properties. Three times leaching of minced-stingray could reduce the urea contents up to 95% and increased salt soluble protein (SSP) content 7.28%. Two times leaching of minced-mackerel could increase SSP content 8.24%. Surimi compositioning of stingray and mackerel in proportion 75%:25% gave the highest gel strength value 267.01 g cm. During 9 days chill storaging of surimi, the values of TVBN, and numbers of total microbes increased significantly. In opposite, the values of gel strength, WHC, whiteness, and SSP of surimi decreased continuously with the increasing time of chill storaging. Those indicated that physico-chemical and microbiologycal characteristics changes of surimi still occurred during 9 days of chill storaging.

PERBANDINGAN BEBERAPA METODE ISOLASI DNA UNTUK DETEKSI DINI KOI HERPES VIRUS (KHV) PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.)

Mulyani, Yuniar ( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran ) , Purwanto, Agus ( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran ) , Nurruhwati, Isni ( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran )

Jurnal Akuatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.051 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dalam memperoleh konsentrasi dan kemurnian DNA serta efisiensi waktu pengerjaan dari metode isolasi DNA dengan membandingkan beberapa metode isolasi DNA diantaranya ektraksi DNA dengan Kit (Promega), CTAB dengan phenol, modifikasi CTAB, dan ekstraksi DNA dengan thermal lysis. Parameter yang digunakan adalah nilai kemurnian dan kualitas DNA hasil isolasi yang diperoleh dari analisis spektrofotometri dan analisis elektroforesis serta efisiensi waktu pengerjaan. Sampel yang digunakan adalah jaringan insang dan sirip ikan mas. Konsentrasi DNA dan kemurniannya diukur dengan metode spektrofotometri, sedangkan untuk visualisasi DNA hasil isolasi menggunakan metode elektroforesis serta pengujian keberadaan KHV dideteksi dengan bantuan PCR dengan menggunakan Primer pendeteksi KHV. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa metode modifikasi CTAB memberikan hasil isolasi DNA dengan konsentrasi yang tertinggi yaitu 70,10 μg/ml dengan nilai kemurnian berkisar antara 1,9-2,0. Namun waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaannya cukup lama. Metode ekstraksi DNA dengan thermal lysis memiliki waktu pengerjaan yang singkat. Namun konsentrasi DNA yang diperoleh cukup rendah yaitu 9,25 μg/ml dengan nilai kemurnian berkisar antara 1,6-1,8.

ANTIMIKROBA DARI Chaetoceros gracilis YANG DIKULTIVASI DENGAN LAMA PENYINARAN BERBEDA

Setyaningsih, Iriani - ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat ) , -, Desniar - ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat ) , Purnamasari, Evi - ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Akuatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.158 KB)

Abstract

Microalgae mampu menghasilkan berbagai senyawa aktif seperti antibakteri. Salah satu microalgae yang menghasilkan komponen antibakteri adalah Chaetoceros gracilis. Antibakteri adalah zat yang menghambat atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan mentah ekstrak Chaetoceros gracilis dan tes untuk aktivitas antibakteri. Chaetoceros gracilis dibudidayakan di buatan media dengan durasi berbeda pencahayaan dan dipanen pada budaya berbeda usia. Ekstraksi untuk antibakteri senyawa digunakan etanol. Ekstrak kasar C. gracilis yang dibudidayakan di berbeda pencahayaan durasi dan dipanen dalam budaya berbeda usia memiliki aktivitas antibakteri Bacillus cereus dan Vibrio harveyi. Kata kunci : Anti bakteri, Antifungal, bacillus cereus, chaetoceros gracilis, ethanol, fusarium oxysporum, dan Vibrio harveyi

KARAKTERISASI DAN BIOAVAILABILITAS NANOKALSIUM CANGKANG UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei)

Suptijah, Pipih ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor ) , Jacoeb, Agoes M. ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor ) , Deviyanti, Nani ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK, Institut Pertanian Bogor )

Jurnal Akuatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4460.716 KB)

Abstract

Cangkang udang berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan nanokalsium. Tujuan dari penelitian ini yaitu memanfaatkan cangkang udang vannamei menjadi nanokalsium, menentukan karakteristik nanokalsium secara fisik dan kimia serta mengetahui bioavailabilitas nanokalsium yang dihasilkan. Pembuatan nanokalsium dilakukan dengan metode presipitasi. Nanokalsium memiliki rendemen optimum oleh perendaman cangkang udang selama 48 jam (13,92%). Kadar kalsium optimum dihasilkan oleh perendaman cangkang udang selama  48 jam (85,49%). Hasil analisis AAS menunjukkan nanokalsium masih mengandung komponen mineral lain yaitu magnesium, kalium, natrium, fosfor, besi, seng, dan mangan. Nanokalsium yang dihasilkan memiliki nilai pH sebesar 9,40. Ukuran partikel nanokalsium berkisar antara 37-127 nm. Nanokalsium memiliki nilai derajat putih berkisar 81,73-93,39%, dengan rata-rata 87,56%.  Bioavailabilitas nanokalsium cukup tinggi pada menit ke-7 yaitu sebesar 63,3%.   Kata kunci : AAS, bioavailabilitas, cangkang udang Vannamei, nanokalsium, dan SEM

POTENSI GENETIK INDUK BELUT SAWAH (Monopterus albus) BERDASAR UJI POLIMORFISME MENGGUNAKAN MARKER RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA)

Buwono, Ibnu Dwi ( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD ) , Grandiosa, Roffi ( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD ) , Subhan, Ujang ( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD )

Jurnal Akuatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Variasi genetik merupakan kunci untuk menentukan potensi genetik suatu spesies ikan dalam upaya seleksi induk. Uji polimorfisme berdasar marker RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) diaplikasikan untuk mendeteksi keragaman genetik belut sawah (Monopterus albus) asal Banjaran, Sumedang, Garut dan Tasikmalaya. Sebanyak 12 sampel diambil dan variasi genetik dianalisis menggunakan NTSYS-pc (Numerical Taxonomy System Programe). Belut sawah asal Tasikmalaya menunjukkan adanya variasi gen (3 variasi fragmen DNA) yang teramplifikasi primer S28 (5’-GTGACGTAGG-3’) dan hubungan kekerabatan relatif jauh (Similarity Index / SI 48%) dengan belut Banjaran, Sumedang dan Garut. Sebaliknya berdasar primer S45 (5’-TGAGCGGACA-3’), belut asal Sumedang memiliki polimorfisme lebih tinggi (3 variasi fragmen DNA) dan hubungan kekerabatan relatif jauh (SI 54 %) dibanding lainnya. Berdasar variasi gen yang tercermin dalam fragmen DNA yang teramplifikasi primer RAPD, belut sawah asal Tasikmalaya dan Sumedang merupakan calon induk unggul.

KOMPOSISI ASAM LEMAK IKAN TONGKOL, LAYUR, DAN TENGGIRI DARI PAMEUNGPEUK, GARUT

Pratama, Rusky I. ( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran ) , Awaluddin, M. Yusuf ( Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran ) , Ishmayana, Safri ( Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran )

Jurnal Akuatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.262 KB)

Abstract

Asam lemak ikan laut telah menarik banyak perhatian karena peranannya dalam mencegah berbagai penyakit. Sifat tersebut berkaitan dengan asam lemak tak jenuh majemuk ω-3. Sampai saat ini, belum ada data yang lengkap mengenai komposisi asam lemak dalam  ikan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi asam lemak dari ikan layur, tenggiri dan tongkol dari Pameungpeuk, Garut. Sampel ikan disimpan dalam kontak pendingin, kemudian dikeringkan pada suhu 50oC selama 48 jam. Kandungan lipid dari sampel yang sudah dikeringkan diekstraksi dengan  metode Soxhlet menggunakan n-heksan sebagai pengekstrak. Lipid yang diperoleh kemudian diderivatisasi menggunakan metanol dengan asam klorida sebagai katalis. Ester yang dihasilkan kemudian dianalsis menggunakan kromatografi gas-spektroskopi massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi asam lemak dari ketiga sampel ikan yang telah ditentukan berbeda-beda. Hal ini tergantung pada spesies, makanan yang tersedia, dan faktor lain.  Komposisi asam lemak tak jenuh paling tinggi terdapat pada ikan layur, sedangkan asam lemak jenuh paling banyak terdapat pada ikan tongkol.Kadar EPA tertinggi terdapat pada ikan layur, meskipun persentase asam lemak ini paling rendah jika dibandingkan persentase asam lemak yang sama pada ikan lain

TINGKAH LAKU INDUK BETINA SELAMA PROSES PENGERAMAN TELUR DAN PERKEMBANGAN LARVA LOBSTER PASIR (Panulirus homarus Linneaus, 1785)

Junaidi, M. Junaidi ( Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Mataram ) , Cokrowati, N. ( Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Mataram ) , Abidin, Z. ( Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Mataram )

Jurnal Akuatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2530.765 KB)

Abstract

This study aims to determine the behavior of female brooodstock on sipny lobsters when incubating their eggs until they hatch and the larvaldevelopment. Reared of the female broodstock and hatch eggs made at the aquarium. Observation of broodstock behavior during egg incubation with visualization in the form of photos and video. Eggs that have hatched transferred to larval rearing container and given a feed Chaetocerossp, Tetraselmissp and Artemiasalina. Observation of larval development  by using a microscope and visualized in the form of photographs.Broodstock  behavior during lay eggs are always bent and telson body covering eggs, and when the eggs begin to hatch pereiopod always shaken. Filosoma larval growth stage I to the next level, marked by the addition of setae on the pereiopodThe 1st and 2nd pereiopod, where from 5 pairs at the level I to 6 pairs at level II. At level III, increased to 7 pairs of setae, and there are 3 pairs of setae on the pereiopod the 3rd and 4th pereiopod began to grow. Filosoma larval development is only to a level III, with a time of maintenance in the laboratory for 27 days.

SENYAWA ANTIMIKROBA YANG DIHASILKAN OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL BEKASAM

-, Desniar - ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agathis Darmaga-Bogor, Indonesia 16680 ) , Rusmana, Iman - ( Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agathis 1, Darmaga-Bogor, Indonesia 16680 ) , Suwanto, Antonius - ( Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agathis 1, Darmaga-Bogor, Indonesia 16680 ) , Mubarik, Nisa Rachmania ( Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Jl. Agathis 1, Darmaga-Bogor, Indonesia 16680 )

Jurnal Akuatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.214 KB)

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) adalah mikroba dominan yang ditemukan dalam fermentasi ikan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perkiraan kuantitatif awal dari substansi antimikroba yang dihasilkan oleh isolat BAL asal bekasam dan mengetahui aktivitas antimikrobnya terhadap lima bakteri patogen. Perkiraan kuantitatif asam laktat dan H2O2, menggunakan metode titrasi. Uji aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi sumur agar. Karakterisasi (morfologi, fisologi dan pertumbuhan) dan identifikasi menggunakan API 50 CHL (Bio-Mereux, France). Produksi asam laktat dan H2O2 meningkat dengan waktu inkubasi untuk semua isolat kecuali pada isolat BP(3). Produksi asam laktat tertinggi adalah 21,765 g/L yang dihasilkan oleh isolat SK(5) (48 jam inkubasi). Konsentrasi H2O2 yang dihasilkan oleh semua isolat jauh lebih rendah dibandingkan dengan asam laktat. Konsentrasi H2O2 tertinggi ialah 0,079 g/L pada isolat BI(3) dan BP(20) dalam 72 jam inkubasi. Supernatan bebas sel yang dinetralkan tidak menghambat pertumbuhan bakteri uji, sedangkan yang tidak dinetralkan dapat mengambat bakteri uji yang digunakan dengan zona hambat 9 -15 mm. Zona penghambatan terbesar dihasilkan oleh isolat SK(5) (24 jam inkubasi) terhadap S. aureus. Isolat BI(3), BP(3) dan BP(20) adalah Pediococcus pentosaceus 1 dengan kemiripan sebesar 99,9%. Isolat SK(5) adalah Lactobacillus plantarum 1 dengan kemiripan sebesar 99,9%. Penelitian ini menunjukkan bahwa isolat BAL asal bekasam dapat dijadikan sebagai kandidat biopreservatif pangan terutama untuk pengolahan hasil perikanan. Kata kunci: antimikrobial, asam laktat, bakteri asam laktat, bekasam, dan hidrogen peroksida.

Page 1 of 11 | Total Record : 101