Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Adimas : Jurnal Pengabadian masyarakat, terbit dua kali setiap tahun yakni bulan maret dan bulan september diterbitkan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Articles
18
Articles
​
IPTEK BAGI MASYARAKAT PEMBUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR KABUPATEN TULUNGAGUNG

., Ekojono, Irawati, Dyah Ayu, Safitri, Hari Kurnia, Rahmanto, Anugrah Nur

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Freshwater fish is one of the flagship of Tulungagung regency where freshwater fish are cultivated in ponds around the house. The main problems faced by two Partners in this program is the growth of fish are strongly influenced by water quality and water circulation conditions. While the problems in post-harvest is that when quarantine in the aquarium requires regulation of dissolved oxygen levels, circulation, and temperature. This community service activity using a science and technology for society approach (IbM). The method of implementation of this activity are: 1) providing counseling; 2) the installation of appropriate technology (TTG) to the two partners in the form of pond’s electricity management with setup installation of electrical system complete with backup generator; and 3) training on the use of TTG. The results of IbM's activities turned out to have a positive impact for freshwater fish farmers because it has decreased the number of fish mortality, which means increasing the income of the two partners.

PEMBERDAYAAN PENYANDANG KUSTA DI KECAMATAN PADAS DAN KECAMATAN GENENG KABUPATEN NGAWI

., Budiono, Huda, Khoirul

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam masyarakat masih terdapat sekelompok kecil orang yang berstatus penyandang kusta. Predikat penyandang kusta yang melekat pada penderita, kerap menimbulkan persoalan psikologis, sosial dan ekonomi dalam menjalankan perannya hidup di lingkungan masyarakat. Permasalahan-permasalahan psikiologis yang sering kali menghinggapi para penyandang kusta antara lain; rasa kecewa, takut, malu, tidak percaya diri, merasa tidak berguna, hingga kekhawatiran akan dikucilkan. Hal ini diperkuat dengan opini masyarakat yang menyebabkan penderita kusta dan keluarganya dijauhi bahkan dikucilkan oleh masyarakat. Berdasarkan data dari Puskesmas Padas jumlah penderita kusta di Kecamatan Padas ada 50 orang. Sedangkan jumlah penyandang kusta di Geneng ada 20 orang. Metode pelaksanaan dalam IbM ini adalah (a) Pelatihan Ketrampilan Sosial dengan program kegiatan seperti pelatihan motivasi, bimbingan dan konseling problem kepribadian (b) Penyuluhan peternakan dan perikanan dan pemberian bantuan modal kerja untuk peternakan kambing dan kolam ikan untuk budidaya ikan lele, dengan melibatkan dua kelompok 5 orang di kecamatan Padas dan 5 orang di kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Hasil pelaksanaan kegiatan IbM ini adalah pertama, pembuatan kolam ikan lele dengan melibatkan 5 orang penyandang Kusta di setiap kelompok mitra kecamatan Geneng dan Kecamatan Padas Ngawi dengan pertimbangan usia produktif. Kolam lele yang dibuat adalah model kolam ikan lele dari terpal dengan Lahan dibuat ukuran kurang lebih 2 x 4  meter dan menggunakan terpal berukuran 4 x 6 meter, Kedua, kegiatan pembelian kambing yang diberikan kepada penyandang Kusta di Kecamatan Geneng dan Kecamatan Padas sebagai bantuan modal ternak yang setiap masing-masing kelompok mitra diberi bantuan 4 (empat) ekor Kambing, Ketiga, Penyerahan bantuan, penyuluhann dan pendampingan kedua mitra tentang meningkatkan keterampilan sosial dan penyuluhan ternak kambing yang efektif dengan melibatkan tim, programer dan penyandang Kusta.

PROMOSTION OF MOSQUITO REPELLENT PLANTS ON PKK RT 31 RW 07 DOLAHAN KELURAHAN PURBAYAN KOTAGEDE

Rrahmatullah, Widia

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mosquito repellents are a type of plant that can be used to dumb mosquitoes without first prosessing mosquito repellent can be used to repel mosquitoes because they contain highly unwanted compounds. The use of chemicals as a mosquito repellent in the long term can cause nause, shortness of breath and endanger cancer because chemicals accumulate. Some mosquito repellent plants that can be cultivated include lemongrass, lavender, zodia, geranium and rosemary. Growing mosquito repellent plants in addition to mosquitoes can also be used as ornamental plant. It is hiped that after ths counseling can increase the motivation of the cummunity to cultivate this mousquito repellent plant

PENERAPAN METODE PICTURE AND PICTURE UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA SISWA KELAS VIII SMP Al IHSAN DAN SMP TASHFIA KOTA BEKASI

Ati, Aster Pujaning, Widiyarto, Sigit, Suyana, Nana

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakPengajaran bahasa Indonesia terdiri dari beberapa aspek kemampuan berbahasa dan bersastra. Kemampuan berbahasa dan bersastra meliputi empat aspek keterampilan, yaitu keterampilan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara, salah satu dari keempat keterampilan itu yakni keterampilan menulis. Keterampilan menulis tidak dapat diperoleh secara alamiah, tetapi melalui proses belajar mengajar. Karangan narasi merupakan suatu cara pengembangan paragraf yang dirangkai sesuai kronologinya dengan urutan awal, tengah, dan akhir. Karangan narasi lebih condong kepada tujuan untuk memperluas wawasan dan menghibur pembaca. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan. Nilai Menulis Karangan Narasi Sebelum Penyuluhan 70.10 sedangkan Nilai Menulis Karangan Narasi Sesudah Penyuluhan 75.90

Pendampingan Usaha Pada Kerajinan Logam “Mandiri Etsa” Desa Pasir Wetan, Kec. Karanglewas, Kab. Banyumas

., Sulistyandari, Widiastuti, Ekaningtyas, Indriati, Suci, Nawarini, Alisa Tri

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Keberadaan UMKM Kerajinan Logam di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dianggap sebagai salah satu jenis kegiatan produktif yang dilakukan masyarakat di desa tersebut yang berfungsi sebagai sumber pendapatan pemiliknya dan juga warga di sekitarnya. Usaha produktif yang hampir sebagian besar masih dilakukan menggunakan cara yang sangat sederhana seringkali menyebabkan omzet penjualan UMKM tersebut kurang maksimal. Selain proses pengerjaan yang menjadi lebih lama, kuantitas yang dihasilkan tidak banyak juga menyebabkan kualitas kurang maksimal. Keterampilan yang dimiliki para pelaku usaha kerajinan logam sebetulnya sudah cukup memadai, hanya saja perlu mendapatkan pendampingan dan tambahan pengetahuan dalam mengelola usahanya agar lebih maju lagi. Berlatar belakang kondisi tersebutlah, pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Penerapan IPTEKS kali ini, kami membidik UMKM Kerajinan Logam di Desa Pasir Wetan dengan menggandeng mitra yaitu usaha kerajinan logam “Mandiri Etsa” Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Kegiatan pengabdian yang akan dilakukan kali ini berupa pendampingan usaha kecil, mengingat usaha logam ini merupakan salah satu usaha yang memiliki potensi cukup bagus baik karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan kemampuannya dalam membantu peningkatan pendapatan masyarakat sekitar dan penyerapan tenaga kerja. Usaha kerajinan logam ini menghasilkan berbagai jenis produk berbahan dasar logam seperti : berbagai jenis plakat, medali, pin, lencana, papan nama, gantungan kunci, dan lain-lain. Kegiatan produksi yang dilakukan masih tergolong sederhana, sehingga diharapkan dengan adanya pendampingan ini dapat membantu usaha ini agar dapat lebih maju dan berkembang.Kata kunci : UMKM, kerajinan logam, pendampingan usaha, produksi     

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PAGAK BANJARNEGARA MELALUI TRANSFER TEKNOLOGI HIDROPONIK SAYURAN ORGANIK

., Sarno

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Desa Pagak Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara saat ini terus mengupayakan pengembangan potensi sumberdaya alam melalui pemberdayaan masyarakat menuju terwujudnya desa wisata berbasis pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat adalah pengembangan teknologi hdiroponik sayuran organik. Sayuran organik dipilih karena sehat, aman, dan ramah lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang teknologi hidroponik menjadi permasalahan yang harus dipecahkan. Tujuan kegiatan tersebut adalah transfer teknologi melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kapasitas serta keterampilan teknis masyarakat dalam pengembangan teknologi hidroponik. Membantu pengembangan Desa Pagak sebagai desa wisata berbasis pertanian. Kegiatan pendidikan masyarakat dilakukan melalui penyuluhan tentang pengembangan teknologi hidroponik sayuran organik dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis pertanian. Sedangkan kegiatan pelatihan dilakukan melalui demonstrasi secara langsung membuat nutrisi hidroponik sayuran organik dengan memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan atau kegiatan pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai nutrisi hidroponik yang dapat menghemat pengeluaran biaya produksi. Hasil kegiatan membawa implikasi pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas serta keterampilan masyarakat dalam mengembangkan teknologi hidroponik sayuran secara organik yang ramah lingkungan. Meningkatnya peran serta dan motivasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata.

PENINGKATAN KAPABILITAS EKS TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DESA PANDES DAN GONDANG KECAMATAN CEPIRING KABUPATEN KENDAL MELALUI SEKTOR INDUSTRI KECIL EKONOMI KREATIF TERBARUKAN (GREEN ECONOMIC SMEs)

Rokhyadi, Asep, ., Subarjo, ., Almunfarijah

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The second year (2017) Science Program for the Region (IbW) is a priority in the program in the previous year that is in 2016. The program in the first year has been fruitful and by the team will be developed further. The application of science and technology in this program in the past year has resulted in both services and products in the form of, the formation of the group, the formation of the bamboo creative industrial sub-group, the creative economy of beverages and chips, small wood industry, and printing business. The entire sector is based on renewable raw materials (green raw material). These results have had a significant impact on increasing incomes, updating science and technology in the community, regional economic growth, togetherness in managing creative productive economy in the group region.To develop the Science and Technology program for the Region (IbW) hereinafter, this program aims to create more independence and welfare of the community in Pandes and Gondang villages, especially the ex-Indonesian Migrant Workers (TKI) through empowerment programs that have been established by synergizing the college and Government counseling Kendal district as set forth in the RPJMD, and secondly, providing coverage in overcoming unemployment over solutions to problems faced by district and community Governments that directly potentially affect income and welfare improvements. In order to achieve these objectives, through the IbW program in 2017 the method used is to recruit new members (now 18 SMEs) to the established groups in order to have broader effects, extension and empowerment for industrialization of bamboo products innovation, creative drinking industry innovation and chips, wood industry groups, and printing business groups. Achievement and Motivation Training (AMT) method was also conducted to increase entrepreneurial motivation. The activity is carried out continuously with a plan of three consecutive years, this is the second year.

KEMASAN PRODUK SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN KERUPUK RAMBAK “MIRASA” DI DESA DUKUHTURI, KEC. BUMIAYU, KAB. BREBES

., Sulistyandari, Widiastuti, Ekaningtyas, Indriati, Suci

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Community Service Activities this time was conducted in one type of SMEs namely Rambak Kerupuk "Mirasa" Dukuhturi Village, Bumiayu District, Brebes Regency. This dedication activity is in the form of counseling and business assistance, considering that this business is one of the business that has good potential good because it has high economic value, is a typical product of a region and its ability to help increase people's income. Production activities are still relatively simple and the marketing aspect is very simple. The product is  packed in an old fashioned way using only plastic containers that are stapled and have not used labels and ordinary cardboard with photocopy labels. Throughout the activity, the partners get counseling and business assistance from the Team. Partners have also successfully extended their PIRT business licenses for the next five years and have created new brand labels that can add value to their products. Packaging also no longer use ordinary staples but already using a sealer to package the product. This activity hopefully can provide benefits for partners in developing their business.

PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN BLOG SEBAGAI SARANA PUBLIKASI BUSTANUL ATHFAL KABUPATEN PONROOGO

Fadhli, Muhibuddin, Fadlilah, M.

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Social media becomes one of the things that must be mastered and utilized well by institutions that want to publish their activities. Social media should also be used well and wisely. The methods used in this training are mentoring and peer tutors with material expectations that can be well received. The training is intended to provide insight into the proper use of social media so that it can provide benefits for the self. The participants of this training are the representatives of Bustanul Athfal (BA) teachers in Ponorogo District. There are 15 agencies involved in this training with the results of participants who have social media accounts of the institution and blogs that can be used as a publication medium.

PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KRIPIK PISANG DENGAN MESIN PERAJANG DI DESA JATI KECAMATAN UDANAWU KABUPATEN BLITAR

Muhsin, Mohammad, Ahmad, Nanang Suffiadi

Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF PONOROGO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Has been implemented community service program in Desa Jati Kecamatan Udanawu kabupaten  Blitar with the main partner of “keripik pisang” (banana chips) home industry. Implementation of the program focused on efforts to overcome the problems of the partners is low production capacity because it is still done manually. In addition, the quality of the product is also still low, not uniform thickness of the resulting chips. Solutions provided to partners in the form of a chopper machine capable of producing chips with a capacity of 12 kg / hour and an average thickness of 3 mm. The results obtained from the implementation of this program is the improvement of capacity and product quality. In addition, the entrepreneurship motivation of the partners has increased after previously experiencing difficulttimes.