cover
Filter by Year
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Articles
129
Articles
​
PF

Wahju, Endro

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ANALISA KEGAGALAN TRACK LINK EXCAVATOR

Febriyanti, Eka, Gafar, Abdul, Suhartono, Hermawan Agus

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Track link merupakan salah satu jalur kunci dalam system ekskavator selama penggalian dengan beban berlebih. Fungsi dari track link pada excavatoryaitu mengubah gerakan putar menjadi gulungan dan menjadi tumpuan bagi track roller sehingga memungkinkan unit dapat berjalan.Selanjutnya setelah dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian menunjukkan bahwapin yang merupakan salah satu komponen utama dari track link mengalami patah sehingga menyebabkan excavator berhenti beroperasi. Hasil pemeriksaan visual menunjukkan bahwa pada daerah pin sebagai penyambung antar rantai terjadi retak dimanaretak awal dimulai dari sisi luar dan penjalaran retak dimulai dari material bagian tipis ke tebal. Hasil pemeriksaan tersebut juga dikonfirmasi dengan pemeriksaan metalografi yang menunjukkan adanya inklusi pengotor di lokasi pin yang patah. Oleh karena itu, cacat inklusi akibat proses manufaktur berperan sebagai inisiasi perambatan retak, lalu menjalar akibat pembebanan dinamis dari perputaran track rollersampai akhirnya material pin patah. Analisis kimia dari material pin menunjukkan bahwa material pinyang diperiksa merupakan jenis low alloy steel yang tidak sesuai dengan spesifikasi standard sehingga menyebabkan material pin rentan terhadap serangan korosi setelah retak timbul di permukaan akibat pembebanan fatik.

Analisis lendutan balok beton secara eksperimental dan perhitungan metode elemen hingga (MEH) dengan aplikasi SNI 2847 : 2013

Handayani, Tri, Irawadi, Yudi

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pada makalah ini disajikan analisis lendutan balok beton dari sebuah gedung. Analisa dilakukan menggunakan software berbasis finite element method (FEM) dan eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tumpuan dan tipe penampang balok terhadap lendutan.Dalam analisis menggunakan software FEM dilakukan perhitungan lendutan menggunakan persamaan lendutan balok pada dua tumpuan dengan asumsi sebagai penampang balok biasa dan penampang balok T. Selain itu, juga diperhitungkan kondisi tumpuan yaitu sebagai tumpuan sederhana dan tumpuan jepit-jepit. Dalam evaluasi secara eksperimental dilakukan uji beban terhadap balok beton yang bersangkutan sesuai SNI 2847 2013. Sebagai beban uji adalah air dan sebagai pengukur lendutan adalah linear variable displacement transducer (LVDT). Perhitungan lendutan di tengah bentang dengan software berbasis FEM dengan asumsi balok T dan tumpuan jepit-jepit menghasilkan lendutan untuk balok C 1-2 sebesar 1,652 mm dan untuk balok 2 A-B sebesar 1,987 mm. Lendutan netto di tengah bentang hasil uji beban untuk balok C 1-2 adalah sebesar 1,263 mm dan untuk balok 2 A-B adalah sebesar 1,625 mm. Dengan demikian pada eksperimen ini dapat disimpulkan bahwa lendutan balok beton hasil evaluasi menggunakan software FEM melalui perhitungan dengan asumsi penampang balok T dengan kondisi tumpuan jepit-jepit adalah yang paling mendekati lendutan hasil evaluasi secara eksperimental melalui uji beban

ABS

Wahju, Endro

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

INOVASI PUPUK CONTROLLED RELEASE FERTILIZER (CRF) UNTUK TANAMAN BAWANG MERAH

Rosjidi, Mochamad, Saputra, Hens, Wahyudi, Imam, Setyorini, Dyah, Widowati, Ladiyani

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang menjadi perhatian pada saat ini untuk ditingkatkan produksinya dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional. Upaya meningkatkan produksi pertanian membutuhkan dukungan pupuk yang sesuai dengan kaidah spesifikasi lokasi dan komoditas tanaman. Inovasi pupuk CRF yang dibuat dengan teknologi matrik dan biodegradable binder dapat meningkatkan panen sekitar 14% dibandingkan dengan penggunaan pupuk NPK biasa dan dapat menghemat pupuk hingga 50% serta cukup sekali pemupukan selama masa tanam. Pupuk CRF dapat mengendalikan pelepasan unsur nutrien dengan baik sesuai dengan hasil uji pelarutan dalam air. Zeolit alam yang digunakan merupakan campuran clinoptilolit dan mordenit. Bawang merah yang dihasilkan lebih baik dengan ukuran umbinya lebih besar dan warna merah cerah.

METODE ARITMETIKA FORMULA BRAGG PADA PENGKAJIAN STRUKTUR KRISTAL BAJA SUPERALOI TIPE F1, A2 DAN A2-APS.

Yunasz, Iing Farihin (Parikin), Dani, Mohammad, Sugeng, Bambang, Permatasari, Novita Dwi, Ahda, Syahfandi, Sukaryo, Sulistioso Giat

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perekayasa material BATAN telah berhasil mensintesis serial baja superaloi tipe Austenitik (A2) dan tipe Feritik (F1). Beberapa bahan telah dilakukan treatments dengan memvariasi waktu penyinaran menggunakan arc plasma sintering (APS). Dalam studi ini dilakukan pengukuran difraksi sinar-X untuk menginvestigasi bentuk bangun struktur kristal dan parameter kisi dari baja feritik F1, baja austenitik A2 dan baja austenitik A2 yang disintering APS selama 2 detik penyinaran. Perhitungan dilakukan menggunakan formula Bragg dengan  membandingkan deret aritmetika (hitung) S2 dan jarak interplanar dhkl. Diketahui bahwa:  baja feritik F1 berstruktur body centered cubic (BCC) dengan parameter kisi a = 2,87 Å. Baja austenitik A2 berstruktur  face centered cubic (FCC) dengan parameter kisi a = 3,59 Å. Baja austenitik A2 yang disintering APS selama 2 detik berstruktur  face centered cubic (FCC) dengan parameter kisi a = 3,60 Å. Pengamatan struktur mikro permukaan bahan menggunakan Mikroskop Optik (OM) dan Mikroskop Elektron (SEM) memperlihatkan mikrografi yang menarik. Mengasumsikan kondisi proses peleburan (casting) sama, kedua tipe bahan uji memiliki struktur cor yang mirip. Baja feritik F1 menampakkan batas butir (grain boundary) yang lebih halus jika dibandingkan dengan batas butir dalam baja austenitik A2 yang cenderung terlihat lebar garis batasnya. Sedang baja austenitik A2 yang disintering APS selama 2 detik, menampakkan pola butiran yang semula memanjang berubah struktur butiran (grain)-nya menjadi agak bulat-bulat (globular). Uji SEM memetakan sebaran presipitat pada baja feritik F1 di batas butir dan di dalam butir, sedangkan pada baja autenitik A2 tersebar di batas butir saja. Spektrum EDX menunjukkan komposisi presipitat pada baja feritik F1 meliputi C, Cr, dan Fe. Sedangkan pada baja austenitik A2: C, Cr, Fe, dan Ni. Dimungkinkan, krom karbida (Cr23C6) terbentuk sebagai precipitat di batas butir, karena bahan didominanasi konten unsur Cr dan C.Kata Kunci : feritik F1, austenitik A2, XRD, aritmetika, formula Bragg, struktur mikro.

PEMODELAN SIKLUS IN-CYLINDER MESIN DIESEL

Nugroho, Bagus Anang, Fajar, Rizqon, Haryono, Ihwan

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

An engine performance can be predicted through modeling and simulation programs. This paper describes the cycle modeling and breathing process of a four-stroke diesel engine. Calibration of the model parameters to eliminate prediction error. This calibration requires the definition of empirical correlation of two parameters namely mechanical delay and the injector nozzle discharge coefficient. Modeling validation is also given by presenting the result data and evaluating the output parameters of the engine. The result of the diesel engine in-cylinder model produces good predictions by applying a mechanical delay correlation for correction of injection time and correlation coefficient of discharge nozze injector. The parameters for correction of injection duration where the mean temperature and pressure conditions for the duration of the injection are used as input model ignition delay cylinder.Keywords: Modeling, Diesel Engine, Performance, Ignition Delay, Emissions 

Kuat cabut teoritis dan eksperimental screw spike pada bantalan sintetik berdasarkan JIS E 1203 : 2007

Triwinanto, Puguh, Irawadi, Yudi

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam rangka mendesain bantalan sintetik sesuai dengan JIS E 1203 : 2007 terdapat tiga klausul yang saling terkait, yaitu kekuatan cabut, kuat tekan bantalan sintetik dan kedalaman screw yang tertanam. Untuk mendapatkan bantalan sintetik dengan kuat cabut minimal 30 kN, diperlukan bantalan dengan kekuatan tekan minimal 40 N/mm2, dan dibutuhkan panjang penanaman ke dalam bantalan 110 mm.Pada makalah ini disajikan perhitungan kekuatan cabut screw spike secara teoritis dan pengujian cabut screw spike pada bantalan sintetik. Perhitungan secara teoritis menggunakan teori geser kerucut penuh dan pengujian cabut screw spike sebanyak 3 sampel.Hasil perhitungan sesuai teori geser kerucut dengan kuat tekan 40 N/mm2 dan kedalaman 110 mm diperoleh hasil 71,83 kN. Dari hasil uji cabut didapatkan kekuatan cabut rata-rata 60,3 kN. Terdapat selisih antara perhitungan secara teoritis dengan hasil pengujian sebesar 17%. Hal ini disebabkan terdapat daerah reduksi. Hasil uji cabut rata-rata 60,3 kN dan persyaratan JIS E 1203 : 2007 adalah 30,0 kN. Maka ditinjau dari kekuatan cabut, bantalan sintetik ini memenuhi persyaratan JIS E 1203 : 2007.

ANALISA KEGAGALAN PROSES PEMBUATAN STRAP AKI KENDARAAN BERMOTOR

Suhadi, M. Eng, Dr. Ir. Amin, Wibowo, Fogot Endro

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Strap pada aki mempunyai peran atau fungsi vital dalam sistimpenyimpananaruslistrikuntuk sebuah kendaraan bermotor. Strap pada aki merupakangabungan pelat–pelat elektroda yang menjadi satu sel dalam sistim penyimpananarus pada aki kendaraan bermotor. Strap dibuat dengan cara menghubungkan pelat–pelat logamtimbal yang bermuatannegatif dengan positif melalui proses pengelasan.Kegagalan dari proses pembuatan akan menghasilkanproses [enyimpanan arus yang tidak sempurna, sehingga aki tidak berfungsi. Sekecil apapun angka kegagalan produk strapaki tersebut akan mengurangi nilai jual dan image dari sebuah perusahaan manufaktur aki. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian sebab terjadinya patah pada strap aki ditinjau dari segi pembuatannya, disain, material, serta operasinya agar patah yang sama tidak terulang kembali.Berdasarkan analisa hasil pengujian patah yang terjadi pada strap aki adalah karena komposisi unsur kimia yang ada di lead alloy tidak sesuai standard. Dan terjadinya Stress Corrosion Cracking (SCC)  sertaHydrogen Embrittlement. Hal inidipengaruhi oleh difusihidrogendarieksternal, yaituover charge.

FC

Wahju, Endro

Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract