cover
Contact Name
Rahmat Fadhli
Contact Email
rahmatfadhli04@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jils.uninus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Nusantara - Journal of Information and Library Studies
ISSN : 26545144     EISSN : 26546469     DOI : -
Core Subject : Science,
The coverage is focused but not limited to, the main areas are library management, information literacy, bibliometrics, almetrics, information science, library promotions, archival management, library organization, and related subject.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
THE FUTURE OF BOOKS READERSHIP: BAGAIMANA BUKU DI MASA DEPAN? Hanifa, Zahira
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.273

Abstract

Kemajuan teknologi yang sangat cepat, pesat dan tidak akan pernah ada habisnya melahirkan berbagai macam kelebihan serta kekurangannya dari teknologi-teknologi canggih itu sendiri. Dewasa ini kita tidak bisa mengelak dari kemajuan teknologi karena memang pada dasarnya semua teknologi yang terlahir diperuntukkan agar memudahkan kita sebagai pengguna. Namun, lahirnya teknologi baru juga mengundang dampak bagi penggunanya. Salah satunya yaitu penulis akan memfokuskan kepada bagaimana masa depan dari readership buku. Hal ini memancing penulis untuk menulis dan mengulasnya karena, saat ini pembaca buku mulai beralih kepada bentuk media elektronik yang terkoneksi dengan internet, sehingga dalam penggunaan media baru ini akan sangat memudahkan penggunanya dalam membaca. Pada tulisan ini, penulis akan memfokuskan bagaimana prediksi serta pro dan kontra terhadap tingkat jumlah pembaca (readership) khususnya buku. Tidak menutup kemungkinan memang generasi sekarang dan yang akan datang, akan mengubah cara membaca mereka dari buku manual menjadi buku yang telah tedigitalisasikan. Adapun dalam tulisan ini, penulis akan mencoba memberikan pandangan – pandangan kedepan dari buku yang mana nasip nya juga sangat dipengaruhi dari berapa jumlah pembaca dari buku yang secara manual, dengan melihat beberapa kasus yang telah terjadi pada media cetak lainnya, seperi koran/ newspaper.ABSTRACT Technological advances that are very fast, rapidly and will never endlessly bear a variety of advantages and disadvantages of the advanced technologies themselves. Today we cannot escape from the advancement of technology because it is basically all the technology that is born destined to facilitate us as users. However, the birth of new technology also invites impact for its users. One of them is the author will focus on how the future of the book readership. This provokes the author to write and review it because, now the book readers are turning to the form of electronic media connected to the internet, so in the use of this new media will greatly facilitate users in reading. In this paper, the author will focus how the predictions and pros and cons on the level of the number of readers (readership), especially books. It is possible that present and future generations will change the way they read from manuals into books that have been digitized. As in this paper, the author will try to give forward views of the book which his destiny is also greatly influenced by how many readers of the book manually, by looking at some cases that have occurred in other print media, like newspapers / newspaper.
DAFTAR ISI Jurnal, Tim
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.276

Abstract

PELAKSANAAN RECORDS MANAGEMENT DI KANTOR UPT DIKBUDPORA BUTUH, PURWOREJO Perdani SP, Nur’aini
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.248

Abstract

Arsip memiliki peran penting dalam suatu institusi sebagai sumber informasi mapupun pusat ingatan suatu institusi. Arsip bagi satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) berisi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan, sebagai alat bukti bila terjadi suatu kasus hukum, sebagai alat pertanggungjawaban, manajemen, hingga sebagai alat transparansi SKPD. Kantor UPT Dikbudpora Butuh sebagai salah satu SKPD di wilayah Kabupaten Purworejo juga melaksanakan tata kelola arsip. Saat ini tata kelola arsip lebih dikenal dengan records management. Manajemen rekod meliputi daur hidup arsip, di Indonesia daur hidup arsip terdiri dari penciptaan, pengelolaan & distribusi, penggunaan, pemeliharaan, penyusutan Mayoritas arsip yang dimiliki Kantor UPT Dikbudpora Butuh adalah arsip konvensional sehingga pengelolaan arsipnya juga masih konvensional. Meskipun pelaksanaan records management di Kantor UPT Dikbudpora Butuh masih menggunakan cara konvensional diharapkan kedepannya dapat mengimplementasikan pengelolaan arisp secara eletkronik. Seiring perkembangan teknologi informasi, maka sewajarnya setiap instansi beralih megimplementasikan pengelolaan arsip secara elektronik demi pengelolaan arsip yang lebih baik di masa mendatang. ABSTRACTArchives have an important role in an institution as a source of information or a center of memory of an institution. Archives for local government work units (SKPD) containing information that is useful in decision making, as evidence when a legal case occurs, as a tool of accountability, management, as a means of transparency of SKPD. The UPT Dikbudpora Butuh office as one of the SKPD in Purworejo Regency also implements archive governance. At present archive management is better known as records management. Record management covers the archive life cycle, in Indonesia the archive life cycle consists of creation, management & distribution, use, maintenance, depreciation The majority of archives owned by the Office of the UPT Dikbudpora Butuh are conventional archives so that archival management is still conventional. Although the implementation of records management in the Office of the UPT Dikbudpora Butuh to still use conventional methods, it is expected that in the future it can implement electronic arisp management. Along with the development of information technology, it is only natural that each agency switch to implement electronic records management for better archive management in the future. 
UPAYA PUSTAKAWAN DALAM MENGATASI VANDALISME ., Emas; Sudarsana, Undang; Widya, Novi
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.271

Abstract

Vandalisme di perpustakaan merupakan tindakan perusakan yang dilakukan oleh manusia terhadap koleksi maupun fasilitas yang ada di perpustakaan. Bentuk dari tindakan vandalisme terhadap bahan pustaka diantaranya corat coret, menandai dengan bolpoint atau stabilo, memberi tanda sebagai batas baca, melipat bahan pustaka, merobek, mengambil sebagian halaman bahan pustaka, menggunting gambar, mencopot stiker, penambahan tulisan serta mengotori bahan pustaka. Perpustakaan sekolah tidak terlepas dari bahaya vandalisme, salah satunya tindakan perobekan terhadap bahan pustaka. Hal yang dapat dilakukan pustakawan dalam mengatasi perobekan bahan pustaka yaitu dengan mengadakan kegiatan sosialisasi, melakukan kerjasama dengan guru kelas, melakukan kerjasama dengan orang tua siswa dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku perobekan bahan pustaka. ABSTRACT Vandalism in the library is an act of destcution committed by humans agains collection or facilities in the library. The form of vandalism against library materials such as scribbled marks, marked with ballpoint or highlighter, gave punctuation marks, forl library materials, rips, tore the page, removes stickers, attaches additives and contaminates library materials. The school library is inseparable from the dangers of vandalism, one of the act is tapping the materials. The things that librarians can do in overcoming library materials is by holding socialization activities, cooperating with teachers, parents and giving strict sanctions against the perpetrators of tapping library materials. 
LAYANAN RUMAH BELAJAR SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBINAAN KREATIVITAS MEMBACA Handayani, Neng Erni; Insan, Husen Saeful; Ruqayah, Farah
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i2.374

Abstract

Layanan rumah belajar merupakan forum diskusi yang didirikan oleh sebuah komunitas yang di kenal dengan MAPUSTA (Masyarakat Perpustakaan) untuk membatu memberikan kebutuhan informasi bagi masyarakat. Program layanan rumah belajar menjadi salah satu media dalam pembinaan kreativitas membaca bagi peserta didik yang ikut bergabung dalam program tersebut di DISPUSIPDA. Tujuan penelitian untuk mengetahui layanan pada program rumah belajar sebagai media dalam pembinaan kreatifitas membaca. metode penelitian : kualitatif deskriptif dan studi kasus. Informan yang terdapat dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 katogori yitu, 1. Peserta didik, 2. Fasilitator, dan 3. Komunitas Masyarakat Perpustakaan (MAPUSTA). Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Perpustakaan dan Arsip (DISPUSIPDA) Jawa Barat. Dengan indikator yang terdapat pada penelitian ini seperti fungsi dan peranan program rumah belajar, faktor pendukung pada program rumah belajar, serta prantara sumber belajar yang terdapat pada program layanan rumah belajar. Dari hasil penelitian maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa layanan pada program rumah belajar merupakan salah satu media dalam pembinaan kreatifitas membaca bagi peserta didik ABSTRACTHome learning services are a discussion forum founded by a community known as MAPUSTA (Library Society) to help provide information needs for the community. The home learning service program is one of the media in developing reading creativity for students who join the program at DISPUSIPDA. The purpose of the study was to find out the services in the learning home program as a medium in developing reading creativity. Research methods: descriptive qualitative and case studies. The informants in this study divided into three categories, 1. Students, 2. Facilitators, and 3. Community Library Community (MAPUSTA). This research was carried out at the West Java Library and Archives (DISPUSIPDA) Office. With the indicators contained in this study such as the function and role of home learning programs, supporting factors in the learning home program, and learning resources among the learning home service programs. From the results of the study, the researcher can conclude that services in the home learning program are one of the media in the development of reading creativity for students
PERILAKU PENEMUAN INFORMASI BERDASARKAN TEORI WILSON DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA PADA MAHASISWA PASCASARJANA ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI Bidayasari, Siti
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i2.368

Abstract

Artikel ini bermaksud menjelaskan perilaku mahasiswa dalam penemuan informasi guna menunjang kebutuhan informasi dalam pengerjaan tugas kuliah pada mahasiswa pascasarjana S2 jurusan ilmu perpustakaan dan informasi kelas A tahun 2017. berdasarkan teori Wilson perilaku penemuan informasi itu dipengaruhi oleh empat faktor: perhatian pasif, pencarian aktif, pencarian pasif, dan pencarian berlanjut. Untuk itu penulis tertarik mengulas artikel yang berjudul perilaku penemuan informasi berdasarkan teori Wilson diperpustakaan UIN Sunan Kalijaga pada mahasiswa pascasarjana S2 jurusan ilmu perpustakaan dan informasi kelas A tahun 2017. jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif, data yang dkumpulkan melalui studi literature, observasi, dan wawancara. diakhir artikel ini menghasilkan beberapa temuan data yang menarik dari temuan tersebut dapat menggambarkan karakteristik, jenis, atau pola perilaku mahasiswa dalam melakukan penemuan informasi. ABSTRACTThis article intends to explain the behavior of students in the discovery of information to support information needs in working on college assignments for postgraduate students majoring in library science and information class A in 2017. Based on Wilson's theory of information discovery behavior is influenced by four factors: passive attention, active search, search passive, and the search continues. For this reason, the authors are interested in reviewing an article entitled information discovery behavior based on Wilson's theory in the library of UIN Sunan Kalijaga for postgraduate students majoring in library and information science class A in 2017. This type of research is descriptive qualitative research, data collected through literature studies, observation and interview. At the end of this article produced some interesting data findings from these findings can describe the characteristics, types, or patterns of behavior of students in conducting information discovery.
PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI “KNOWLEDGE SHARING PADA TBM WARUNG PASINAON” BERGAS Parindra, Resti Laras Gilang
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.272

Abstract

Era globalisasi di jaman sekarang mengharuskan kita siap menghadapi dalam hal apapun yang terjadi di berbagai perubahan di semua aspek. Di sebuah organisasi seringkali ditemukan beberapa masalah yang menyebabkan kurang optimalnya hasil yang disebabkan oleh ketidakmampuan beradaptasi. Sumber daya seperti pengetahuan (knowledge) sangat erat hubungannya dengan sumber daya manusia yang merupakan aset dan modal intelektual dalam organisasi. Untuk itu sebuah organisasi perlu mendorong dan memfasilitasi proses dalam mengelola pengetahuan dan melakukan pembagian pengetahuan (knowledge sharing). Taman bacaan masyarakat menjadi sebuah institusi non-profit sebagai tempat sarana pembelajaran untuk masyarakat yang tidak terjangkau oleh perpustakaan supaya meningkatkan sumber daya manusia di sekitar deaerah tersebut dengan melakukan kegiatan knowledge sharing. Tujuannya sendiri adalah untuk mengetahui pendorong knowledge sharing dan pemanfaatan pengetahuan TBM Warung Pasinaon Kecamatan Bergas dalam knowledge sharing yang dimilikinya sebagai modal sosial untuk menjaga eksistensinya sebagai sumber belajar bagi masyarakat setempat.Salah satu upaya yang dapat dilakukan taman bacaan masyarakat Warung Passinaon, Bergas untuk meningkatkan knowledge sharing adalah dengan mengadakan seminar, diskusi, atau kunjungan ke suatu tempat akan pentingnya berbagi pengetahuan. ABSTRACT The globalization era in the present requires us to be ready to face in any case that occurs in various changes in all aspects. In an organization, there are often a number of problems that cause less optimal results due to inability to adapt. Resources such as knowledge are closely related to human resources which are intellectual assets and capital in the organization. For this reason, an organization needs to encourage and facilitate the process of managing knowledge and conducting knowledge sharing. Community library become a non-profit institution as a learning facility for the community that is not accessible by the library in order to improve human resources around the area by conducting knowledge sharing activities. The goal itself is to find out the drivers of knowledge sharing and the use of knowledge of TBM Pasinaon Warung in Bergas Subdistrict in its knowledge sharing as social capital to maintain its existence as a learning resource for the local community. sharing is by holding seminars, discussions, or visits to a place about the importance of sharing knowledge.
REPRESENTASI PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN PADA VIDEO PROFIL PERPUSTAKAAN PERTAMINA Kurnia, Berlian Eka
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.246

Abstract

Video profil perpustakaan Pertamina berisi tentang satuan cerita yang menggambarkan keseluruhan aktivitas pada perpustakaan Pertamina. Dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes, permasalahan mengenai representasi tentang perpustakaan dan pustakawan pada video profil tersebut akan dianalisis menggunakan analisis sintagmatik dan paradigmatik. Video profil Pertamina berusaha untuk menunjukkan gambaran perpustakaan kontemporer dengan sistem kerja dan pelayanan berbasis teknologi. Aturan-aturan yang selama ini dipegang teguh oleh perpustakaan klasik tidak lagi dipertahankan dalam konsep perpustakaan Pertamina ini. Video profil perpustakaan Pertamina berusaha untuk menunjukkan sisi lain dari stereotip masyarakat mengenai perpustakaan. Baik dalam hal bangunan dan suasana (bentuk fisik) perpustakaan, sistem pelayanan, maupun citra diri pustakawan. ABSTRACTThe profile video of Pertamina’s library contains the unit story of whole activities at Pertamina Library. By using Roland Barhes’ semiotics theory, problems regarding libraries and librarians in profile video will be analyzed using syntagmatic and paradigmatic. Pertamina’s profile video is capable of displaying information systems and technology. The rules that have been held firmly by the classical library are no longer in the concept of Pertamina Library. This profile video of Pertamina’s library tries to show the other side of the stereotype of the community around the library. Both in terms of buildings service systems and librarian self-image.
PENGADAAN PROGRAM LITERASI PADA PERPUSTAKAAN SMPN X KABUPATEN BANYUWANGI Kurniawan, Lucky
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i2.375

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui gambaran program literasi yang ada Di Perpustakaan SMPN X Kabupaten Banyuwangi saat ini, sebagai bahan pertimbangan untuk membuat dan mengadakan Program Literasi Perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap pustakawan (online via Whatsapp). Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Perpustakaan di kelola oleh 2 pustakawan; 2) Belum adanya program literasi yang pure dari perpustakaan;3) Program literasi satu-satunya adalah program GLS yang berupa membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (PBM) di mulai;4) Program Perpustakaan hingga saat ini masih sebatas kerjasama dengan para guru, untuk mengadakan PBM di ruang perpustakaan. Dari hasil tersebut peneliti membahas tentang Program Literasi yang akan diadakan dengan jadwal Harian, Mingguan, Bulanan, dan Per Semester. Peneliti juga memberikan gambaran akan hambatan-hambatan yang menghalangi kemampuan berliterasi secara umum yang dapat mempengaruhi kemampuan berliterasi siswa.  ABSTRACT The purpose of the research is to find out the description of the literacy program in the Library of the SMPN X Banyuwangi Regency, as a material consideration for making and holding a Library Literacy Program. This study uses a qualitative approach with a case study method, with data collection techniques through interviews with librarians (online via Whatsapp). The results of this study indicate 1) The library is managed by 2 librarians; 2) There is no pure literacy program from the library; 3) The only literacy program is the GLS program in the form of reading 15 minutes before teaching and learning activities (PBM) starts; 4) The Library Program is still limited to collaboration with teachers, to hold PBM in the library room. From these results, the researchers discussed the Literacy Program which will be held with a schedule of Daily, Weekly, Monthly, and Per Semester. Researchers also provide an overview of the obstacles that hinder the ability of general literacy which can affect the ability of students to be illiterate.
PERPUSTAKAAN SEBAGAI SENTRAL SERVIS BENIH (SUMBER) INFORMASI Latifah, Nor
Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i2.369

Abstract

Penelitian ini berjudul perpustakaan sebagai sentral servis benih (sumber) informasi. Tujuan dari penulis yaitu untuk mengetahui benih (sumber) informasi yang tersedia di perpustakaan dan konsep servis informasi di perpustakaaan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Cara pengumpulan data menggunakan buku, jurnal, dan makalah yang berkaitan dengan materi tersebut. Penelitian ini mengarahkan agar perpustakaan sebagai sentral servis benih (sumber) informasi. Untuk mendapatkan informasi kita harus kenal dulu dengan sumber informasi yang tersedia di dalam perpustakaan. Sumber informasi tersebut seperti sumber informasi primer, sekunder, tersier, dan terbitan berseri, koleksi referensi dan servis informasinya harus ditingkatkan secara mutakhir untuk menunjang kegiatan sevitas akademika.ABSTRACT This research is entitled a library as a central servicing of information resources. The purpose of the writer is to know the seeds (sources) of information available in the library and the concept of service information in the library. This research uses the library (literature) method. Data collected using books, journals, and papers related to the material. This research directs the library as a central service for information resources. To get the information we need to know first with the resources available in the library. The information sources such as resources, primary, secondary, tertiary, and serial publications, reference collection and servicing of cutting-edge information must be upgraded to support the activities of academic sevitas.

Page 1 of 3 | Total Record : 29