Nusantara - Journal of Information and Library Studies
ISSN : 26545144     EISSN : 26546469
The coverage is focused but not limited to, the main areas are library management, information literacy, bibliometrics, almetrics, information science, library promotions, archival management, library organization, and related subject.
Articles
19
Articles
PENGEMBANGAN KOLEKSI UPT PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI ILMU PARIWISATA YOGYAKARTA (AMPTA)

Yudisman, Septevan Nanda, Suprobojati, Bama

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengembangan koleksi di perpustakaan hakikatnya adalah proses mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki suatu perpustakaan yang dihubungkan dengan pengguna yang dilayani. bahan pustaka merupakan koleksi yang dapat menjadi sumber informasi bagi pengguna perpustakaan. bahan perpustakaan yang disediakan yaitu berupa buku, majalah, atau bahan cetak lainnya. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Yogyakarta (Ampta) secara berkala melakukan pengembangan koleksi untuk memenuhi kebutuhan sivitas akademika. Pengembangan ini dilakukan secara terkoordinasi dengan seluruh jurusan, Dalam proses penerimaan koleksi buku, sering kali ditemui kendala koleksi tidak sesuai dengan daftar pemesanan.  Waktu pengiriman yang lama, sehingga informasi yang terkandung dalam koleksi tidak up-to-date lagi. kebijakan sebuah perpustakaan seharusnya dituangkan dalam bentuk yang jelas sehingga fungsi perpustakaan akan berjalan dengan baik dan dapat diukur sehingga proses pengembangan ke depan dapat dilakukan. Perpustakaan STP AMPTA berkewajiban untuk memberikan pelayanan informasi yang berorientasi pada subyek bidang kepariwisataan, dengan beberapa subyek utama yaitu Pariwisata, Perjalanan Pariwisata, Perhotelan, Makanan dan Minuman, Seni, Budaya, Bahasa, serta Psikologi dengan maksud untuk membantu kegiatan akademik dan mempermudah proses belajar mengajar yang berlangsung dalam lingkungan sivitas akademik Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta.  ABSTRACTThe development of collections in the library is essentially a process of identifying the strengths and weaknesses of a library that associated with the users served. Library material is a collection that can be a source of information for library users. Library materials provided in the form of books, magazines, or other printed materials. The Yogyakarta School of Tourism (Ampta) regularly develops collections to meet the needs of the academics. This development is carried out in a coordinated manner with all departments. In the process of receiving a collection of books, it often found that the problem of the collection is not following the list of orders. Long delivery time, so that the information contained in the collection is not up to date. A library's policy should be stated in a clear form so that library functions will run well and can be measured so that the future development process can be carried out. The STP AMPTA Library is obliged to provide information services that oriented to the subject of tourism, with several main subjects namely Tourism, Tourism, Hospitality, Food and Beverage, Arts, Culture, Language and Psychology. Aim of assisting academic activities and facilitating the teaching and learning process which takes place in the academic community of the AMPTA Yogyakarta College of Tourism.

LAYANAN RUMAH BELAJAR SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBINAAN KREATIVITAS MEMBACA

Handayani, Neng Erni, Insan, Husen Saeful, Ruqayah, Farah

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Layanan rumah belajar merupakan forum diskusi yang didirikan oleh sebuah komunitas yang di kenal dengan MAPUSTA (Masyarakat Perpustakaan) untuk membatu memberikan kebutuhan informasi bagi masyarakat. Program layanan rumah belajar menjadi salah satu media dalam pembinaan kreativitas membaca bagi peserta didik yang ikut bergabung dalam program tersebut di DISPUSIPDA. Tujuan penelitian untuk mengetahui layanan pada program rumah belajar sebagai media dalam pembinaan kreatifitas membaca. metode penelitian : kualitatif deskriptif dan studi kasus. Informan yang terdapat dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 katogori yitu, 1. Peserta didik, 2. Fasilitator, dan 3. Komunitas Masyarakat Perpustakaan (MAPUSTA). Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Perpustakaan dan Arsip (DISPUSIPDA) Jawa Barat. Dengan indikator yang terdapat pada penelitian ini seperti fungsi dan peranan program rumah belajar, faktor pendukung pada program rumah belajar, serta prantara sumber belajar yang terdapat pada program layanan rumah belajar. Dari hasil penelitian maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa layanan pada program rumah belajar merupakan salah satu media dalam pembinaan kreatifitas membaca bagi peserta didik ABSTRACTHome learning services are a discussion forum founded by a community known as MAPUSTA (Library Society) to help provide information needs for the community. The home learning service program is one of the media in developing reading creativity for students who join the program at DISPUSIPDA. The purpose of the study was to find out the services in the learning home program as a medium in developing reading creativity. Research methods: descriptive qualitative and case studies. The informants in this study divided into three categories, 1. Students, 2. Facilitators, and 3. Community Library Community (MAPUSTA). This research was carried out at the West Java Library and Archives (DISPUSIPDA) Office. With the indicators contained in this study such as the function and role of home learning programs, supporting factors in the learning home program, and learning resources among the learning home service programs. From the results of the study, the researcher can conclude that services in the home learning program are one of the media in the development of reading creativity for students

PENGADAAN PROGRAM LITERASI PADA PERPUSTAKAAN SMPN X KABUPATEN BANYUWANGI

Kurniawan, Lucky

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui gambaran program literasi yang ada Di Perpustakaan SMPN X Kabupaten Banyuwangi saat ini, sebagai bahan pertimbangan untuk membuat dan mengadakan Program Literasi Perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap pustakawan (online via Whatsapp). Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Perpustakaan di kelola oleh 2 pustakawan; 2) Belum adanya program literasi yang pure dari perpustakaan;3) Program literasi satu-satunya adalah program GLS yang berupa membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (PBM) di mulai;4) Program Perpustakaan hingga saat ini masih sebatas kerjasama dengan para guru, untuk mengadakan PBM di ruang perpustakaan. Dari hasil tersebut peneliti membahas tentang Program Literasi yang akan diadakan dengan jadwal Harian, Mingguan, Bulanan, dan Per Semester. Peneliti juga memberikan gambaran akan hambatan-hambatan yang menghalangi kemampuan berliterasi secara umum yang dapat mempengaruhi kemampuan berliterasi siswa.  ABSTRACT The purpose of the research is to find out the description of the literacy program in the Library of the SMPN X Banyuwangi Regency, as a material consideration for making and holding a Library Literacy Program. This study uses a qualitative approach with a case study method, with data collection techniques through interviews with librarians (online via Whatsapp). The results of this study indicate 1) The library is managed by 2 librarians; 2) There is no pure literacy program from the library; 3) The only literacy program is the GLS program in the form of reading 15 minutes before teaching and learning activities (PBM) starts; 4) The Library Program is still limited to collaboration with teachers, to hold PBM in the library room. From these results, the researchers discussed the Literacy Program which will be held with a schedule of Daily, Weekly, Monthly, and Per Semester. Researchers also provide an overview of the obstacles that hinder the ability of general literacy which can affect the ability of students to be illiterate.

STRATEGI PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA PEMUSTAKA DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Adryawin, Iwin, Rohana, Rohana, Nurwahida, Nurwahida

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh pustakawan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lombok Tengah dalam meningkatkan minat baca masyarakat telah diimplementasikan dalam berbagai bentuk kegiatan diantaranya yakni: 1) Meningkatkan saran dan prasarana. 2) Layanan Free Wifi. 3) Mengadakan lomba-lomba. 4) Melakukan kunjungan disetiap sekolah-sekolah yang ada di wilayah lombok tengah. 5) Memanfaatkan perpustakaan keliling pada saat CareFree Day di lapangan TASTURA setiap hari minggu. Untuk memperkenalkan perpustakaan kepada pemustaka. Adapun strategi yang dilakukan dalam meningkatkan minat baca adalah dengan meningkatkan literasi informasi pemustaka agar pemustaka tahu bagaimana mencari informasi, bagaimana memperoleh informasi, bagaimana memanfaatkan informasi dan ikut berpatisipasi dalam sosialisasi literasi informasi. Adapun kontribusi diharapkan dari penelitian ini adalah agar eksistensi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lombok Tengah, selalu memberikan pelayanan yang maksimal dan menjadi pusat sumber belajar masyarakat yang dapat meningkatkan minat baca pemustaka yang berkunjung untuk memenuhi kebutuhan informasi. ABSTRACT This research uses descriptive qualitative approach method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the strategies carried out by the librarians of the Central Lombok District Library and Archives Office in increasing public reading interest implemented in various forms of activities including 1) Improving advice and infrastructure. 2) Free Wifi service. 3) Hold competitions. 4) Visit each school in the Central Lombok region. 5) Use the mobile library at CareFree Day in the TASTURA field every Sunday. To introduce libraries to users. The strategy carried out in increasing reading interest is by increasing the information literacy of readers so that readers know how to find information, how to obtain information, how to use information and participate in information literacy socialization. The contribution expected from this research is that the existence of the Central Lombok District Library and Archives Service always provides maximum service and becomes a center for community learning resources that can increase the reading interest of visitors who visit to meet information needs.

AKUISISI BAHAN PUSTAKA PERPUSTAKAAN JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN

Wahdati, Sari

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini berjudul akuisisi bahan pustaka perpustakaan jurusan pendidikan bahasa inggris fakultas tarbiyah dan keguruan universitas islam negeri antasari banjarmasin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pengadaan bahan pustaka di perpustakaan jurusan pendidikan bahasa inggris fakultas tarbiyah dan keguruan universitas islam negeri antasari banjarmasin. Sampel dari penelitian ini adalah pustakawan di jurusan pendidikan bahasa inggris fakultas tarbiyah dan keguruan universitas islam negeri antasari banjarmasin. Metode penilitan menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perpustakaan memerlukan staf tambahan yang sesuai dengan ahli ilmu perpustakaan, dana yang di dapat untuk pengadaan bahan pustaka tidak menentu di setiap bulan bahkan tahun, perpustakaan belum mempuynyai SOP dalam pengadaan bahan pustaka secara tertulis. Prosedur pemilihan bahan pustaka di tentukan oleh dosen, staf, pustakawan dan mahasiswa. Sistem pengadaan bahan pustaka melalui pembelian, hadiah dan sumbangan. ABSTRACT This research entitled Library Acquisition of English Department Major of the Tarbiyah Faculty Islamic State University of Antasari Banjarmasin. The purpose of this study is to know how is the acquisition library system at English Department Major of the Tarbiyah Faculty Islamic State University of Antasari Banjarmasin. The sample from this study is librarian English Department Major of the Tarbiyah Faculty Islamic State University of Antasari Banjarmasin. The methodology research using a qualitative method. Data collection technique used observation, interview, and documentation. The findings of this research show that the library needs more staff under the field of library experts, the budget for acquisition not stabilized in every month or year, the library has not a standard operating procedure in library acquisition written. The acquisition includes the selection of library materials conducted by lecturers, staffs, librarians, and students. The library acquisition system is implemented through purchases, gifts or grants and contribution.

PERILAKU PENEMUAN INFORMASI BERDASARKAN TEORI WILSON DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA PADA MAHASISWA PASCASARJANA ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI

Bidayasari, Siti

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini bermaksud menjelaskan perilaku mahasiswa dalam penemuan informasi guna menunjang kebutuhan informasi dalam pengerjaan tugas kuliah pada mahasiswa pascasarjana S2 jurusan ilmu perpustakaan dan informasi kelas A tahun 2017. berdasarkan teori Wilson perilaku penemuan informasi itu dipengaruhi oleh empat faktor: perhatian pasif, pencarian aktif, pencarian pasif, dan pencarian berlanjut. Untuk itu penulis tertarik mengulas artikel yang berjudul perilaku penemuan informasi berdasarkan teori Wilson diperpustakaan UIN Sunan Kalijaga pada mahasiswa pascasarjana S2 jurusan ilmu perpustakaan dan informasi kelas A tahun 2017. jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif, data yang dkumpulkan melalui studi literature, observasi, dan wawancara. diakhir artikel ini menghasilkan beberapa temuan data yang menarik dari temuan tersebut dapat menggambarkan karakteristik, jenis, atau pola perilaku mahasiswa dalam melakukan penemuan informasi. ABSTRACTThis article intends to explain the behavior of students in the discovery of information to support information needs in working on college assignments for postgraduate students majoring in library science and information class A in 2017. Based on Wilson's theory of information discovery behavior is influenced by four factors: passive attention, active search, search passive, and the search continues. For this reason, the authors are interested in reviewing an article entitled information discovery behavior based on Wilson's theory in the library of UIN Sunan Kalijaga for postgraduate students majoring in library and information science class A in 2017. This type of research is descriptive qualitative research, data collected through literature studies, observation and interview. At the end of this article produced some interesting data findings from these findings can describe the characteristics, types, or patterns of behavior of students in conducting information discovery.

PERPUSTAKAAN SEBAGAI SENTRAL SERVIS BENIH (SUMBER) INFORMASI

Latifah, Nor

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini berjudul perpustakaan sebagai sentral servis benih (sumber) informasi. Tujuan dari penulis yaitu untuk mengetahui benih (sumber) informasi yang tersedia di perpustakaan dan konsep servis informasi di perpustakaaan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Cara pengumpulan data menggunakan buku, jurnal, dan makalah yang berkaitan dengan materi tersebut. Penelitian ini mengarahkan agar perpustakaan sebagai sentral servis benih (sumber) informasi. Untuk mendapatkan informasi kita harus kenal dulu dengan sumber informasi yang tersedia di dalam perpustakaan. Sumber informasi tersebut seperti sumber informasi primer, sekunder, tersier, dan terbitan berseri, koleksi referensi dan servis informasinya harus ditingkatkan secara mutakhir untuk menunjang kegiatan sevitas akademika.ABSTRACT This research is entitled a library as a central servicing of information resources. The purpose of the writer is to know the seeds (sources) of information available in the library and the concept of service information in the library. This research uses the library (literature) method. Data collected using books, journals, and papers related to the material. This research directs the library as a central service for information resources. To get the information we need to know first with the resources available in the library. The information sources such as resources, primary, secondary, tertiary, and serial publications, reference collection and servicing of cutting-edge information must be upgraded to support the activities of academic sevitas.

KOMPETENSI PEMIMPIN DALAM MENGHADAPI THE ABUNDANCE ERA

Ramadhan, Fery Wahyu

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemimpin merupakan seorang yang bertugas dan mempunyai kewajiban untuk mengatur berjalannya sebuah organisai agar bisa membangun dan menjadi organisasi yang sesuai dengan visi dan misi organisasi tersebut. Saat ini merupakan era revolusi industri 4.0. yakni era dimana semua serba cepat dan serba canggih sehingga masyrakat dapat mengakses informasi dengan cepat dan dimana saja. Terdapat empat prinsi era revolusi industri 4.0 yakni interkoneksi, transparansi informasi, bantan teknik serta keputusan terdesentralisasi. Era abudance ditandai dengan beberapa faktor yakni digitalisasi, deception, disrupsi, dematerilization, demonetization, democratization. Model kepeminpinan yang bisa diterapkan pada era abundance ialah model pemimpin yang memiliki perencanaan pandangan kedepan untuk institusinya yaitu transformasi. Kelebihan dari model ini adalah pemikiran yang kritis sehingga menimbulkan sebuah inovasi terus menerus yang bisa diimplemetasikan pada institusinya sehingga bisa bertahan dari perubahan era yang sangat cepat ini. kelemahannya ialah tuntutan dari pemimpin harus diiringi dengan dukungan baik itu moril (regulasi) dan dana yang berlimpah dikala ingin mewujudkan sebuah perpustakaan yang selalu mengikuti teknologi ini.ABSTRACTThe leader is a person in charge and should regulate the running of an organization so that it can build and become an organization that is following the vision and mission of the organization. At present, it is the era of industrial revolution 4.0 namely, an era where everything is fast and sophisticated so that people can access information quickly and everywhere. There are four principles of the industrial revolution 4.0 era, namely interconnection, information transparency, technical assistance, and decentralized decisions — the era of abundance characterized by several factors, namely digitalization, deception, disruption, dematerialization, demonetization, democratization. The leadership model that can apply in the era of abundance is a model of a leader who has a forward-looking plan for his institution, namely transformation. The advantage of this model is that it is critical thinking that creates a continuous innovation that can be implemented in its institutions so that it can withstand the rapid changes of this era. His weakness is that demands from leaders must be accompanied by support both morally (regulation) and abundant funds when wanting to create a library that always follows this technology.

POST MEDIA LITERACY: SUATU UPAYA PEMBERDAYAAN HIDUP DITENGAH DUNIA YANG SESAK MEDIA

Nizomi, Khairin

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sekarang manusia hidup dalam abad komunikasi massa kehidupan manusia sekarang tak bisa dilepaskan dari media mssa. Keluhan tentang dampak media massa kerap terdengar. Untuk itu perlu kiranya memahami apa itu literasi media. Pemahaman ini penting bagi para pegiat pendidikan melek media agar mampu melakukan kritik terhdap berbagai media yang melanggar aturan dan etika media yang ada di Indonesia sehingga terhindar dari berita yang bohong (hoax). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus pada media social (Facebook). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Teori Narartive Analysis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumen dan teknik pengambilan sampel menggunakan Proposive Sampling. Hasil dari dari penelitian ini menunjukkan Literasi media sama sekali bukanlah gerakan anti-media. Justru merupakan tindakan yang kita lakukan untuk menjaga media agar tetap bisa menjalankan fungsinya di tengah masyarakat. Dengan melek media, media massa akan memiliki khalayak bukan konsumen yang pada gilirannya akan memengaruhi bagaimana seharusnya media menjalankan peranya. Bila media tetap memperlakukan khalayak sebagai konsumen maka media akan mendapat tekanan dari khalayak.  ABSTRACTNow humans live in the mass communication age of human life now can’t be separated from the mass media. Complaints about the impact of the mass media are often heard. For that, it is necessary to understand what is media literacy. This understanding is important for media literacy education activists to be able to criticize the media who violate the rules and ethics of the media in Indonesia, so avoid that false news (hoaxes). The method used in this study is descriptive qualitative, with the type of case study research on social media. Analysis of the data in this study using the Narrative Analysis Theory. Data collection techniques in this study using document studies and sampling techniques using Purposive Sampling. The results of this study indicate that media literacy is by no means an anti-media movement. It is precisely the action we take to keep the media to stay functional in society. With media literacy, mass media will have the audience, not the consumer who in turn would affect how the media should carry out its role. If the media still treats the audience as a consumer, then the media will get pressure from the audience. Then to literacy truth of a media (news) could see how the narrative (status) is growing.

THE FUTURE OF BOOKS READERSHIP: BAGAIMANA BUKU DI MASA DEPAN?

Hanifa, Zahira

Nusantara - Journal of Information and Library Studies Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kemajuan teknologi yang sangat cepat, pesat dan tidak akan pernah ada habisnya melahirkan berbagai macam kelebihan serta kekurangannya dari teknologi-teknologi canggih itu sendiri. Dewasa ini kita tidak bisa mengelak dari kemajuan teknologi karena memang pada dasarnya semua teknologi yang terlahir diperuntukkan agar memudahkan kita sebagai pengguna. Namun, lahirnya teknologi baru juga mengundang dampak bagi penggunanya. Salah satunya yaitu penulis akan memfokuskan kepada bagaimana masa depan dari readership buku. Hal ini memancing penulis untuk menulis dan mengulasnya karena, saat ini pembaca buku mulai beralih kepada bentuk media elektronik yang terkoneksi dengan internet, sehingga dalam penggunaan media baru ini akan sangat memudahkan penggunanya dalam membaca. Pada tulisan ini, penulis akan memfokuskan bagaimana prediksi serta pro dan kontra terhadap tingkat jumlah pembaca (readership) khususnya buku. Tidak menutup kemungkinan memang generasi sekarang dan yang akan datang, akan mengubah cara membaca mereka dari buku manual menjadi buku yang telah tedigitalisasikan. Adapun dalam tulisan ini, penulis akan mencoba memberikan pandangan – pandangan kedepan dari buku yang mana nasip nya juga sangat dipengaruhi dari berapa jumlah pembaca dari buku yang secara manual, dengan melihat beberapa kasus yang telah terjadi pada media cetak lainnya, seperi koran/ newspaper.ABSTRACT Technological advances that are very fast, rapidly and will never endlessly bear a variety of advantages and disadvantages of the advanced technologies themselves. Today we cannot escape from the advancement of technology because it is basically all the technology that is born destined to facilitate us as users. However, the birth of new technology also invites impact for its users. One of them is the author will focus on how the future of the book readership. This provokes the author to write and review it because, now the book readers are turning to the form of electronic media connected to the internet, so in the use of this new media will greatly facilitate users in reading. In this paper, the author will focus how the predictions and pros and cons on the level of the number of readers (readership), especially books. It is possible that present and future generations will change the way they read from manuals into books that have been digitized. As in this paper, the author will try to give forward views of the book which his destiny is also greatly influenced by how many readers of the book manually, by looking at some cases that have occurred in other print media, like newspapers / newspaper.