cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community" : 11 Documents clear
UJI SENSIFITAS FILTRAT DAUN KATUK (Sauropus androgynus l.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Eschericia coli (The Sensitivity Test of Filtrate Katuk Leaf (Sauropus androgynus l.) againts Staphylococcus aureus and Eschericia coli Bacteria) Suhaillah, Lilis
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman katuk (Sauropus androgynus), termasuk tanaman obat tradisional yang sudah lama ada di Indonesia. Daun katuk telah diketahui dapat dikembangkan sebagai bahan dasar obat pelancar air susu ibu (ASI) dan anti bakteri pada luka karena mengandung zat bioaktif seperti senyawa tanin, saponin, flavonoid, alkoloid. Tujuannya adalah untuk mengetahui konsentrasi dari filtrat daun katuk yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Penelitian ini menggunakan metode dilution test. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 2 jenis bakteri yaitu Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, sertadaun  katuk (Sauropus androgynus) yang dijadikan filtrat, kemudian di encerkan dengan konsentrasi 100%, 90%, 80%, 70%, 60% dan 50% sebagai kontrol pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ditanam pada media MSA (Manitol Salt Agar) dan bakteri Escherichia coli ditanam pada media EMB (Eosin Methilen Blue).Daun katuk sebagai variabel independen, sedangkan 2 jenis bakteri merupakan variabel dependent. Lama penelitian 3 minggu.Pada konsentrasi 100%-50% hingga terdapat  hambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Dan pada bakteri Escherichia coli, dengan konsentrasi 100%-80% mampu membunuh bakteri Escherichia coli. Sedangkan pada konsentrasi 70%-50% terjadi hambatan pertumbuhan bakteri Escherichia coli.Terdapat pengaruh sensifitas filtrat daun katuk terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Semakin tinggi konsentrasi filtrat daun katuk (Sauropus androgynus) maka semakin rendah tingkat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kata Kunci: Filtrat daun katuk(Sauropus androgynus l.), dilution test, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.ABSTRACT Plants katuk (Sauropus androgynus l.), is traditional medical plants that have long existed in Indonesia. Katuk leaf has been known to be developed as the basic ingredients of breast milk (breast milk) and anti-bacterial drug in wounds because it contains bioactive substances such as tannin compounds, saponins, flavonoids, alkoloid. The aim was to determine the concentration of leaf filtrate katuk capable of inhibiting the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. This research uses dilution test method. The samples used in this study were 2 kinds of bacteria there are Staphylococcus aureus and Eschericia coli, also katuk leaves (Sauropus androgynus l.) filtrate, then dilute with 100%, 90%, 80%, 70%, 60% and 50% concentration as control of bacterial growth of Staphylococcus aureus planted on MSA medium ( Manitol Salt Agar) and Escherichia coli bacteria are grown on EMB (Eosin Methilen Blue) medium. The katuk leaves as independent vareable and dependent variable was 2 kinds of bacteria. The lenght of time for researh 3 weeks. At concentrations of 100% -50% until there is a growth barrier of Staphylococcus aureus bacteria. And in Escherichia coli bacteria, with concentration of 100% -80% able to kill Escherichia coli bacteria. While in the concentration of 70% -50% occurs inhibition of growth of Escherichia coli bacteria. There were influence of leaf filtrate sensitivity on the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The higher the concentration of leaf filtrate katuk (Sauropus androgynus l.), the lower growth rate of bacteria Staphylococcus aureus and Escherichia coli.  Keywords: Filtrate katuk leaf, (Sauropus androgynus l.), dilution test, Escherichia coli, Staphylococcus aureusDOI : 10.5281/zenodo.1401048
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN ZAT PENAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA WANITA MENSTRUASI ROSIDAH, ROSIDAH
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dimana terjadi perkembangan bentuk tubuh baik dari segi fisik maupun dari segi hormonal. Salah satu tanda-tanda dari perempuan pubertas yaitu terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari dinding rahim yang terjadi secara rutin setiap bulan yang keluar melalui vagina. Perdarahan dalam jumlah banyak mengakibatkan menurunnya kadar hemoglobin pada wanita saat menstruasi yang menyebabkan anemia. Untuk meningkatkan kadar hemoglobin saat menstruasi salah satunya dengan pemberian suplemen zat penambah darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen zat penambah darah terhadap kadar hemoglobin pada wanita menstruasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel dalam penelitian sebanyak 20 sampel wanita menstruasi di kampus Akademi Analis Kesehatan Delima Husada Gresik. Perlakuan yang diberikan kepada sampel yaitu sebelum dan sesudah pemberian suplemen zat penambah darah pada wanita menstruasi yang mengalami anemia untuk diperiksa kadar hemoglobin dengan menggunakan metode cyanmenthemoglobin. Penelitian ini menggunakan uji Paired Sample T Test pada analisa kadar hemoglobin yaitu sebelum pemberian suplemen zat penambah darah pada wanita menstruasi di dapatkan hasil rata-rata 11.3045 gr/dl dan sesudah pemberian suplemen zat penambah darah pada wanita menstruasi di dapatkan hasil rata-rata 13.4245 gr/dl , sehingga disimpulkan bahwa Hi diterima dan H0 di tolak yang berarti terdapat perbedaan pengaruh pemberian suplemen zat penambah darah terhadap kadar hemoglobin pada wanita menstruasi.DOI : 10.5281/zenodo.1401024
TELUR NEMATODA PADA KUBIS ( Brassica oleracea) MENTAH DAN MATANG DI PASAR BARU GRESIK TAHUN 2017 (Intestinal Nematode Eggs in The Raw and Mature Cabbages ( Brassica oleracea) in Pasar Baru Gresik year 2017) Anggraini, Dwi Aprilia
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi kecacingan yang ditularkan melalui tanah didaerah tropik masih cukup tinggi dimana sumber penularannya melalui tanah, lumpur, serta air. Di Indonesia spesies nematoda yang menjadi masalah kesehatan adalah Ascaris lumbricoides, cacing tambang, Trichuris Triciura, Strongiloides stercoralis. Kubis merupakan sayuran yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai lalapan atau dimakan mentah dan ada juga yang dikonsumsi matang atau diolah terlebih dahulu. Hal inilah yang menjadi ancaman adanya infeksi telur nematoda usus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya telur cacing nematoda usus pada sayur kubis (Brassica oleracea) mentah dan matang.            Metode yang digunakan pada penelitian ini secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif  dengan prinsip sedimentasi dengan laruan NaOH 0,2 %. Sebanyak 40 sampel diperiksa dan dari pengamatan di pasar baru Gresik tahun 2017.            Terdapat kontaminasi telur nematoda usus pada sayur kubis mentah (25%) dan sayur kubis matang (5%). Proporsi spesies telur Ascaris lumbricoides sebesar (87,5%) dan Trichuris trichiura sebesar (12,5%).             Faktor kebersihan  menjadi yang utama dari kontaminasi telur cacing nematoda usus meskipun sayur kubis dimakan mentah atau sudah diolah tetap terdapat telur nematoda usus, sehingga diperlukan pencucian perlapisan kubis untuk dikonsumsi. Kata kunci: Nematoda Usus, Sayur (Brassica oleracea),  Ascaris lumbricoides, Tricuris trichiura, Larutan NaOH 0,2%. ABSTRACT             The prevalence of tropical-transmitted infectious diseases in the tropics is still high. In Indonesia the nematode species that become health problems are Ascaris lumbricoides, hookworm, Trichuris triciura, Strongiloides stercoralis. Source of transmission of worms through soil, mud, and water used as a vegetable cultivation. Cabbage is a vegetable commonly consumed by the people of Indonesia as fresh vegetables or eaten raw and some are consumed cooked or processed first. This is the threat of infection of intestinal nematode eggs. The purpose of this research was to know the existence of intestine nematode worms in cabbage vegetables (Brassica oleracea) raw and cooked.             The method used in this research is descriptive qualitative and quantitative with sedimentation principle with 0.2% NaOH. A total of 40 samples were examined and from observation in Pasar Baru Gresik year 2017.            There were contamination of intestinal nematode eggs in raw vegetable cabbage (25%) and mature cabbage vegetables (5%). The proportion of Ascaris lumbricoides egg species (87.5%) and Trichuris trichiura (12.5%).             Washing factor becomes the main thing of contamination of intestinal worms egg nematode although vegetable cabbage eaten raw or already processed still there are intestinal nematode eggs.Keywords: Intestinal Nematodes, Vegetables (Brassica oleracea), Ascaris lumbricoides, Tricuris trichiura, 0.2% NaOH solution.DOI : 10.5281/zenodo.1401052
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MAKAN ANAK DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMBERIAN MAKAN PADA TODDLER (Relationship Between Childrens Eating Behavior Behavior With Parents In Feeding On Toddler) Aziza, Yulanticha Diaz Ahwalia
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia toddler merupakan masa ketika anak belum mampu mandiri sepenuhnya untuk makan. Toddler bersifat sangat pemilih dan bahkan susah untuk makan, hal ini biasanya ditanggapi orang tua dengan mengikuti kemauan anaknya.  Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku makan anak, perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak toddler, dan hubungan antar keduanya.Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 85 responden yang merupakan orang tua dengan anak usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku makan anak dan kuesioner perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak. Teknik analisis statistik yang dipergunakan adalah korelasi Pearson product moment.Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan anak dengan perilaku orang tua dalam pemberian makan pada toddler (r=0.037; p=0.227). Perilaku makan anak yang dominan adalah desire to drink dan food responsiveness. Secara umum perilaku pemberian makan orang tua menunjukkan hasil yang cukup bagus.Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan anak dengan perilaku orang tua dalam pemberian makan pada toddler. Sehingga orang tua harus mengendalikan pola makan anak sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh anak adekuat.Toddler memasuki tahap perkembangan dengan ciri khas memilih milih dalam makan. Peran orang tua dibutuhkan dalam menyediakan makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan untuk tidak secara permisif menuruti kemauan anak namun juga tidak memaksa anak untuk mengonsumsi makanan tertentu.  Kata kunci: perilaku makan anak, perilaku orang tua, pemberian makan pada anak, toddlerDOI : 10.5281/zenodo.1401030
PELATIHAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN MENINGKATKAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN (Documentation Training Increase Completeness of Nursing Documentation Rahmawati, Rita; Ula, Fashihatul
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dokumentasi  keperawatan dalam bentuk dokumen asuhan keperawatan merupakan salah satu alat bukti tanggung jawab dan tanggung gugat atas perbuatan perawat selama menjalankan tugas  pelayanan keperawatan. Program pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan sebaiknya diberikan baik pada perawat yang baru bekerja maupun yang telah ada untuk menghadapi situasi-situasi yang berubah, dengan diberikan pelatihan pendokumentasian ini di harapkan supaya perawat yang baru bekerja di rumah sakit mengetahui cara pengisian yang benar dan di harapkan harus lengkap, dan perawat yang sudah lama bekerja dapat mengetahui apabila ada perubahan-perubahan dalam teknik pengisian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan terhadap kelengkapan dokumentasi keperawatan.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Preexperimental One Group Pre Post Test Design. Populasi yang diteliti 16 responden di Ruang Dewasa Umum dan Ruang Anak RS PKU Muhammadiyah Sekapuk. Total sampling didapatkan 16 sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa SAP dan lembar observasi. Analisis menggunakan uji statistik Wilxocon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.Hasil penelitian didapatkan terdapat peningkatan kelengkapan dokumentasi keperawatan dari yang sebelumya cukup lengkap menjadi lengkap. Uji statistik didapatkan nilai ρ = 0,00 < 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan terhadap kelengkapan dokumentasi keperawatan.Perawat dapat menerapkan pengisian dokumentasi keperawatan secara lengkap untuk mempertahankan kualitas asuhan keperawatan. Pimpinan Rumah Sakit bisa mengadakan pelatihan rutin, setiap orientasi perawat baru maupun perawat yang sudah lama  Kata Kunci : Pelatihan dokumentasi, asuhan keperawatan, kelengkapan   dokumentasi keperawatan.  ABSTRACT Nursing documentation in the form of document nursing care is one evidence of responsibility and accountability for the actions of nurses during duty nursing services. The training program documentation of nursing care should be given to both the nurses who have worked or who have been there to deal with situations that change, to be trained in this documentation in the hope that the nurse who had worked at the hospital knows how to fill in the correct and expected to be complete and nurses who have long worked able to know if there is a changes in filling technique. The research design used in this study is Preexperimental One Group Pre Post Test Design. The studied population of 16 respondents in the room Adults and Children space PKU Muhammadiyah Hospital Sekapuk. Total sampling obtained 16 samples of the study. Instruments used in the form of SAP and observation sheet. Analysis using statistical tests Wilxocon Signed Rank Test with significance level α < 0.05.The result showed there was an increasing completeness of documentation in nursing from the previous complete enough to be complete. The statistical test obtained value ρ = 0.00 < 0.05 mean H0 rejected and H1 accepted meaning there was of effect training on the completeness nursing documentation.Nurses can apply nursing documentation filling completely to maintain the quality of nursing care. Hospital leaders can conduct regular training,every new nurse orientation or senior nurse. Keywords: Training documentation, nursing care, nursing documentation completeness.DOI : 10.5281/zenodo.1401054
KEPATUHAN CUCI TANGAN DAPAT MENGHAMBAT TERJADINYA PLEBITIS PADA PROSES PASCA PEMASANGAN INFUS (HANDWASHING COMPLIANCE MAY INHIBIT PLUTITIS OCCURRENCE POST-INFUSION INSTALLATION PROCESS) fatmawati, lilis; Winarko, Heri
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kesadaran cuci tangan (hand hygiene) pada petugas kesehatan merupakan perilaku yang mendasar dalam upaya mencegah infeksi silang. Cuci tangan mempunyai pengaruh besar terhadap pencegahan terjadinya infeksi pasca pemasangan infus (plebitis) di rumah sakit dan perawat mempunyai peran besar karena berinteraksi langsung dengan pasien selama 24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  cuci tangan perawat dengan  kejadian infeksi pasca pemasangan infus (plebitis) di Ruang Penyakit Dalam Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Semen Gresik.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik yang dilakukan di Ruang Penyakit Dalam Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Semen Gresik pada tanggal 1 November sampai dengan 30 November 2016 dan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah berjumlah 24 perawat pelaksana dan 24 pasien yang terpasang infus dengan tehnik pengambilan sampel secara Purposive sampling. Metode yang digunakan dengan cara observasi kepada perawat dalam melakukan tindakan pemasangan dan perawatan infus dan mengobservasi kejadian infeksi pasca pemasangan infus. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rank Correlation (α < 0,05).Hasil penelitian menunjukkan tingkat kemaknaan p=0.033 a (0,05) yang artinya ada hubungan antara ketidakpatuhan cuci tangan  perawat dengan kejadian infeksi pasca pemasangan infus (plebitis).Peneliti menyarankan kepada perawat agar selalu meningkatkan mutu pelayanan dengan memahami dan melaksanakan budaya cuci tangan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien sesuai dengan standart operasional prosedur. Kata Kunci : Kepatuhan, Cuci Tangan, Plebitis. ABSTRACT             Awareness of hand washing (hand hygiene) on health workers is a fundamental behaviors in an effort to prevent cross-infection. Hands washing have great influence towards the prevention of nosocomial infections in hospitals and nurses have a great role because of interacting with patients for 24 hours. The purpose of this study was to determine the relationship between the hand washing of nurses and the incidence of  infections after infusion in Internal Disease Wards Semen Gresik Hospital. This study was the analytic conducted in Internal Disease Wards Semen Gresik Hospital on November 1st-30th 2016 and samples taken in this study was 24 nurses and 24 patients who mounted an infusion with purposive sampling technique. The method used by observation to nurses in carrying out acts of installation and maintenance infusion and observe the incidence of infection after infusion. The research instrument used observation sheet. Analysis of data using Spearman Rank Correlation (α <0.05). The results showed a significance level of p = 0.033 (0.05), which means there was a connection between handwashing nurse noncompliance with the incidence of infections after infusion (phlebitis). Researchers suggested to the nurse to always improve the quality of service with understanding and implementing the culture of hand washing in providing nursing care to patients with standardize operating procedures. Keywords: Compliance, Hand Wash, Phlebitis.DOI : 10.5281/zenodo.1400990
ANALISIS ZAT ORGANIK PADA AIR SUMUR PANTAU DI TPA NGIPIK KABUPATEN GRESIK DENGAN METODE PERMANGANOMETRI (Analysis Of Organic Matter In Well Control Water At Tpa Ngipik District Gresik With Permanganometry Method) Yaqin, Nur; Firdausi, Rahma Nur
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan, ada beberapa hal yang mempengaruhi pencemaran air salah satunya adalah disebabkan oleh pencemaran sampah. Sampah yang tertimbun di TPA mengalami dekomposisi yang menghasilkan air lindi (leachate). Air lindi adalah cairan yang terlarut dan tersuspensi sebagai hasil penguraian oleh mikroba, biasanya terdiri dari tumbuhan dan binatang dengan komponen lipid yang sifatnya sangat mudah membusuk oleh bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rembesan air lindi (leachate) sampah terhadap kadar zat organik pada air sumur pantau di Tempat Pembuangan Akhir Ngipik Gresik.Pemeriksaan menggunakan metode permanganometri, yang mana merupakan titrasi redoks dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO4). Pemeriksaan menggunakan permanganometri diperoleh hasil kadar zat organik pada air sumur pantau pada jarak 0 meter 80,085 Mg/L, pada jarak 5 meter 27,186 Mg/L, dan pada jarak 20 meter 11,839 Mg/L.Hasil uji rata-rata kadar zat organik menunjukkan bahwa (Ho) ditolak sedangkan (H1) diterima, terdapat pengaruh rembesan air lindi (leachate) sampah terhadap kadar nitrit pada air sumur pantau di sekitar tempat pembuangan akhir Ngipik Gresik.Rembesan air lindi (leachate) sampah berpengaruh terhadap kadar nitrit pada air sumur pantau di sekitar tempat pembuangan akhir Ngipik Gresik. Masyarakat di sekitar tempat penelitian diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai rujukan untuk menggunakan air. Kata kunci : Zat organik, air lindi, permanganometri ABSTRACT Water is the main requirement for life process, there are some things that affect water pollution one of them is caused by waste pollution. Garbage buried in the landfill decomposes that produce leachate water (leachate). Leachate water is a liquid dissolved and suspended as a result of decomposition by microbes, usually consisting of plants and animals with lipid components that are very easily decayed by bacteria. The purpose of this research was to know the effect of leachate water leachate on the level of organic substance in well water monitor in Final Disposal Place Ngipik Gresik.The examination used the permanganometric method, which is a redox titration carried out by reaction by potassium permanganate (KMnO4). Examination using permanganometry obtained the results of organic substances in well water monitor at a distance of 0 meters 80.085 Mg / L, at a distance of 5 meters 27.186 Mg / L, and at a distance of 20 meters 11.839 Mg / L.Result of this research showed that from the average test the level of organic matter shows that (Ho) is rejected while (Hi) is accepted, there is effect of leachate waste water on the nitrite level in the well water monitor around the final disposal of Ngipik Gresik. Lindi water seapage affects the nitrites in well water monitor around the final dump of Ngipik Gresik. The communities around the research sites are expected to use the results of this study as a reference for using water. Keywords: Organic substances, water lindi, permanganometriDOI : 10.5281/zenodo.1401042
PENGKAJIAN NYERI MULTIDIMENSIONAL PADA REMAJA DENGAN DISMENORE PRIMER (Multidimentional Pain Assessment to Adolescent with Primary Dismenorrhea) Inayati, Hosnu; Rejeki, Sri; Hartati, Elis
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore merupakan masalah menstruasi yang umum terjadi pada remaja, Dismenore adalah nyeri uteri pada saat menstruasi. Dismenore  yang sering kali terjadi pada remaja adalah dismenore primer. Dismenore primer adalah suatu nyeri menstruasi yang terjadi tanpa adanya kelainan  ginekologik. Kejadian dismenorea di Indonesia sekitar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36%  dismenore sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyeri pada remaja dengan dismenore primer.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 78 pasien yang mengalami dismenore primer dengan purposive sampling. Pengukuran nyeri menggunakan kuesioner pengkajian multidimensi Adolescent Pediatric Pain Tool (APPT). Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi, frekuensi, presentase dari variabel.Hasil penelitian menunjukkan a body outline diagram didapatkan lokasi nyeri terbanyak yang dirasakan oleh remaja dengan dismenore primer adalah pada daerah abdomen bagian bawah atau regio hypogastric (pubic) region dan low back pain atau nyeri pada punggung bagian bawah. Pain intensity  dengan kriteria intensitas nyeri sedang (medium pain) yakni sebesar 56,4%, Pain quality memiliki nilai mean 52,58 yang berarti rata- rata kualitas nyeri remaja dengan dismenore adalah nyeri sedang.Menstruasi yang rutin terjadi setiap bulan akan menimbulkan masalah jika diikuti dengan nyeri haid atau dismenore, oleh sebab itu perlu upaya untuk mengatasi dismenore pada remaja sehingga menstruasi tidak mengganggu aktifitas sehari- hari remajaKeywords: Dismenore Primer, Gambaran nyeri, Remaja PerempuanABSTRACTDysmenorrhea is a common menstrual problem in adolescents, dysmenorrhea is uterine pain at the time of menstruation. Dysmenorrhea that often occurs in adolescents is primary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea is a menstrual pain that occurs in the absence of gynecologic abnormalities. Dysmenorrhoea incidence in Indonesia around 64,25% consisting of 54,89% primary dysmenorrhea and 9,36% secondary dysmenorrhea. This study was aim to obtained a picture of pain in adolescents with primary dysmenorrhea.This research is descriptive research with cross sectional study design. The sample in this study were 78 patients who experienced primary dysmenorrhea with purposive sampling. Measurement of pain using multidimensional assessment questionnaires Adolescent Pediatric Pain Tool (APPT). Data analysis in this research use descriptive analysis to know distribution, frequency, percentage of variable.The results showed that a body outline diagram obtained the location of most pain felt by adolescents with primary dysmenorrhea is in the lower abdominal region or region hypogastric (pubic) region and low back pain or pain in the lower back. Pain intensity with medium pain intensity criterion (medium pain) which is equal to 56,4%, Pain quality has mean value 52,58 which mean mean of quality of adolescent pain with dysmenorrhea is moderate pain.Menstruation is routinely occurs every month will cause problems if followed by menstrual pain or dysmenorrhea, therefore need efforts to overcome dysmenorrhea in adolescents so that menstruation does not interfere with the daily activities of adolescents.Keywords: Primary Dismenore, Picture of pain, Young WomenDOI : 10.5281/zenodo.1400986
FAKTOR LAMA HARI PEMASANGAN INFUS TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PLEBITIS (Long Days Cannula Installation Factor Is Not Associated With Phlebitis Incident) Istiroha, Istiroha; Erfatunafiah, Hanik
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Terapi intravena adalah salah satu tindakan invasif yang berisiko menimbulkan komplikasi lokal maupun sistemik. Plebitis merupakan salah satu komplikasi utama dari terapi intravena. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa faktor mekanik yang mempengaruhi kejadian plebitis pada pasien yang mendapatkan terapi intravena.Penelitian ini menggunakan desain deskripsi korelasi dengan populasi semua pasien yang terpasang infus mulai dari masuk IGD sampai rawat inap dari tanggal 1-25 Januari 2017 di PKU Muhammadiyah Sekapuk Gresik. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive  sampling dengan jumlah sampel 38 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data dianalisa dengan uji person chi squere  dan spearman’s  untuk melihat hubungan antara variabel  dengan tingkat kemaknaa p value < 0,05.          Hasil penelitian ini menunjukkan responden yang mengalami plebitis sebanyak 27 responden. Variabel yang dihubungkan dengan kejadian plebitis yaitu lokasi insersi (p=0,000), ukuran kanul (p=0,02), teknik disinfeksi pemasangan (p=0,000), lama hari pemasangan (p=0,29), perawatan infus (p= 0,001), artinya ada hubungan yang bermakna antara lokasi insersi, ukuran kanul, teknik disinfeksi, perawatan infus dengan kejadian plebitis, dan tidak ada hubungan yang bermakna antara lama hari pemasangan dengan kejadian plebitis.          Faktor lokasi insersi, ukuran kanul, teknik disinfeksi, dan perawatan infus menjadi faktor yang dapat menyebabkan terjadinya plebitis sehingga perawat disarankan untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut agar pasien yang mendapat terpasang infus tidak terjadi plebitis. Kata  kunci : Faktor mekanik,  plebitisABSTRACT           Intravenous therapy is one of the invasive procedures. It  results local  and systemic complication. Phlebitis is one of the major complications of intravenous therapy. The purpose of this study was to identify and analyze the mechanical factors that influence the incidence of phlebitis in patients receiving intravenous therapy.          The design of this study was correlation description. The population were all patients who were infused from entry into the emergency unit until hospitalization from 1st-25th of January 2017 at PKU Muhammadiyah Sekapuk Gresik. Sampling technique used was purposive sampling with total sample 38 respondents. The instrument used was an observation sheet. The data was analyzed by Chi person squere test and Spearmans to see the relationship between the variables with the level p value < 0.05.          The results of this study shown there were 27 respondents that were phlebitis. Variables associated with the incidence of phlebitis were insertion locations (p=0.000), the size of the cannula (p=0.02), disinfection technique (p=0.000), long days cannula installation (p = 0.29), the cannula care (p=0.001), so those data mean that there was a significant correlation between insertion location, the size of the cannula, disinfection techniques, the cannula care with phlebitis incident, and there was no significant relationship between long days cannula installation with the phlebitis incident.          Factors of insertion location, cannula size, disinfection techniques, and infusion treatments are factors that can lead to phlebitis, so nurses are advised to pay attention to these factors in order for patients receiving plugged infusions to occur. Keywords :  Mechanical factors, phlebitisDOI : 10.5281/zenodo.1400998
MASKER MADU BERPENGARUH PADA PENYEMBUHAN ACNE VULGARIS (Honey Mask Influence On Healing Acne Vulgaris) Umah, Khoiroh; Herdanti, Oriza
Journals of Ners Community Vol 8, No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJerawat atau yang biasanya disebut dengan acne vulgaris adalah pembentukan komedo, papul, pustul, nodul dan/atau kista yang merupakan akibat dari sumbatan dan peradangan unit pilosebasea (folikel rambut dan kelenjar sebasea yang menyertainya). Pada dasarnya jerawat bisa disembuhkan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi (pemberian masker madu). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pemberian masker madu terhadap penyembuhan acne.Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita acne vulgaris di PSIK Universitas Gresik sebanyak 28 orang. Sampel yang diambil sebanyak 28 responden tanpa pemakaian obat/krem jerawat dengan rentang usia 18-21 tahun.  Tempat penelitian di rumah/ kos masing- masing mahasiswa PSIK Universitas Gresik. Waktu penelitian pada bulan Februari 2017. Variabel independennya adalah pemberian  masker  madu dan variabel dependennya adalah acne vulgaris. Data penelitian ini diambil dengan melakukan observasi menurut tingkat keparahan jerawat.Hasil uji statistik Paired Sample Test didapatkan hasil pemberian masker madu (αhitung) = 000 yang artinya pemberian masker madu memiliki pengaruh terhadap penyembuhan jerawat pada mahasiswa PSIK Universitas Gresik.Acne vulgaris dapat diobati dengan terapi non farmakologi masker madu sebagai terapi penunjang atau alternatif untuk penyembuhan acne. Kata Kunci : Acne vulgaris, masker maduABSTRACTAcne or commonly referred to as acne vulgaris is the formation of blackheads, papules, pustules, nodules and cysts that are the result of blockage and inflammation of the pilosebaceous unit (hair follicles and accompanying sebaceous glands). Basically, acne can be cured with pharmacological and nonpharmacological therapy (honey mask). The purpose of this study is to analyze the effect of honey mask on healing acne.The design of this study used one-group pre-post-test design, with total sampling. Population in this research is all patient of acne vulgaris at PSIK Universitas Gresik counted 28 people. Samples taken as many as 28 respondents without the use of drugs / cream acne with age range 18-21 years. Place of study at home / boarding each student of PSIK Universitas Gresik. Time of study in February 2017. The independent variable is the provision of honey mask and the dependent variable is acne vulgaris. The data of this study were taken by observation according to acne severity.Result of statistical test of Paired Sample Test got resulted of giving mask honey value α = 000 which mean giving mask honey had influenced to acne vulgaris healing at PSIK students Gresik University.Acne vulgaris can be treated with non-pharmacological treatment of honey mask as a supportive or alternative therapy for acne cure. Keywords: Acne vulgaris, honey maskDOI : 10.5281/zenodo.1401046

Page 1 of 2 | Total Record : 11