cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community" : 9 Documents clear
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA (Mother Hygienic and Healthy Behavior Assosiated with the Incident of Infant Diarrhea) Istiroha, Istiroha; Sahak, Mohammad Amnun
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Bila hal ini tidak dilakukan maka akan berdampak pada anggota keluarga menjadi tidak sehat dan mudah sakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada balita.Desain penelitian ini menggunakan case control design dengan purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 25 responden. Variabel indepen dalam penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan variabel dependennya adalah diare pada balita. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner dan rekam medis dari dokter di Puskesmas Sangkapura Bawean.Hasil uji statistik Mann-Whitney menunjukkan bahwa PHBS ibu (α hitung ) = 0,004 (p< 0,05) yang artinya ada hubungan PHBS ibu dengan kejadian diare pada balita.PHBS ibu berguna untuk menjaga anggota keluarga agar sehat dan tidak mudah sakit serta peran petugas kesehatan diperlukan untuk melakukan health education agar anggota keluarga dapat melakukan PHBS secara mandiri.Kata kunci : Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ibu, diare pada balita ABSTRACT Hygienic and healthy behavior is all healthy behavior which done consciously by all family members. It may help their self to maintain health and actively participate in health-related activities in the community. If the behavior is not done, it will have an impact on family members become unhealthy and sick. The purpose of this study was to explain the relationship of mother hygienic and healthy behavior with the incidence of diarrhea in infants.This study used case control design with purposive sampling which the samples were 25 respondents. The independent variable was mother hygienic and healthy behavior and the dependent variable was infant diarrhea. The data was taken by questionnaires and medical records of Puskesmas Sangkapura Bawean.The results of statistical tests Mann-Whitney showed mother hygienic and healthy behavior (α count)=0.004 (p< 0,05) means that there was a correlation between mother hygienic and healthy behavior with incident of diarrhea in infant.Mother hygienic and healthy behavior is needed to maintan family member to be health and also health worker is needed to provide health education for community so that they could do hygienic and healthy life style. Keywords: Mother hygienic and healthy behavior, incident of diarrhea in infant.DOI : 10.5281/zenodo.1405569
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (4-5 TAHUN) (The Effect Of Puzzle Therapy Of Fine Motor and Cognitive Development Preschool Children (4-5 Years) Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Dewi, Fatiyah Rukmana
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara tiga sampai enam tahun dalam masa anak-anak perkembangan kemampuan motorik sejalan dengan kemampuan kognitif anak. Anak usia 4-6 tahun yang melalui prasekolah mempunyai banyak keuntungan atau kelebihan dalam masalah fisik melalui motorik halus ketika mereka melakukan permainan atau modifikasi permainan. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak usia prasekolah adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh terapi puzzle pada perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak prasekolah (4-5 tahun).            Desain penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Sampel yang diambil sebanyak 12 responden, menggunakan total sampling. Variabel independen adalah terapi bermain puzzle dan variabel dependen perkembangan motorik halus dan kognitif anak prasekolah (4-5 tahun). Data penelitian ini menggunakan observasi.            Hasil uji statistik wilcoxon sign rank ditunjukkan dari hasil uji statistik motorik halus dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah (4-5 tahun) dan hasil uji statistik kognitif dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun).            Pengaruh terapi bermain puzzle sangat dibutuhkan dalam perkembangan motorik halus dan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun). Karena dengan bermain puzzle dapat merangsang dan menstimulasi perkembangan otak anak. Kata kunci: terapi bermain puzzle, perkembangan motorik halus, perkembangan kognitif, anak usia prasekolah ABSTRACT            Preschool children are those aged between three to six years. On childhood motor skils develop in line with the development of children’s cognitive abilities. Children aged 4-6 years through the preschool has many advantages in physical terms through the motor when it’s done with the games or game modifications. One game that can improve fine motor and cognitive development of preschool children is puzzle therapy. Explain the effect of puzzle therapy on fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years).            The research design that was used in this research was one group pretest-posttest design. The sample used total sampling that was consist of 12 children. The independent variable was puzzle therapy and dependent variable was fine motor and cognitive develpoment of preschool student (4-5 years) the data were collected using observation.            The statistict resulted of wilcoxon signed rank test fine motor with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to fine motor development of preschool children (4-5 years) and signed rank test cognitive with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to cognitive development of preschool children (4-5 years).            The effect of puzzle therapy was very needed in fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years) because by using puzzle therapy can improve and stimulate the student brain development. Keywords: puzzle therapy, fine motor development, cognitive development, preschool childrenDOI : 10.5281/zenodo.1405552
HUBUNGAN KEBIASAAN MINUM KOPI TERHADAP TINGKAT HIPERTENSI (Correlation Habit of Drinking Coffee to the Level of Hypertension) Rahmawati, Rita; Daniyati, Dian
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kopi merupakan salah satu minuman favorit di dunia. Konsumsi kopi mempengaruhi hipertensi telah lama menjadi perdebatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada frekuensi tertentu kebiasaan minum kopi dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi). Hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi berbagai faktor resiko yang dimiliki seseorang. Kopi dapat mempengaruhi tekanan darah karena adanya kandungan kafein. Kafein memiliki efek terhadap tekanan darah secara akut, terutama pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan kebiasaan minum kopi terhadap tingkat hipertensi.Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional, subjek penelitian sebanyak 58 orang, subjek penelitian ini adalah warga wilayah kerja puskesmas nelayan kabupaten gresik yang berusia 45-65 tahun, diambil secara Purposive sampling. Kebiasaan  minum kopi dilihat dari frekuensi kopi, jenis kopi, lama minum kopi, kekentalan kopi diambil menggunakan kuisioner dan wawancara terstruktur, dan tingkat hipertensi menggunakan observasi. Analisis statistik yang dilakukan adalah uji statistik spearmans rho dengan nilai standar <0,05.Hasil didapatkan nilai signifikan (2-tailed)= 0,000 yang berarti ada hubungan kebiasaan minum kopi terhadap tingkat hipertensi,  sedangkan nilai korelasi r= 0,809 artinya ada derajat hubungan sangat kuat antara kebiasaan minum kopi terhadap tingkat hipertensi. Penelitian ini menunjukkan ada hubungan kebiasaan minum kopi terhadap tingkat hipertensi di wilayah kerja puskesmas nelayan kabupaten gresik yang dilihat dari frekuensi kopi, jenis kopi, lama minum kopi dan kekentalan kopi,  rata-rata pasien yang mempunyai kebiasaan minum kopi berat mengalami hipertensi.Kata Kunci    : kebiasaan minum kopi, tingkat hipertensi ABSTRACT             Coffee is one of the favorite drink in the world. Consumption of coffee affect hypertension has long been debate Some experiments show that at the frequency certain the habit of drinking coffee can increase blood pressure (hypertension). Hypertension is a disease that occur due to the interaction of a risk factor owned someone. The coffee can affect blood pressure because of the content caffeine. Caffeine is increases blood pressure. This study aim was to explain the correlation habit of drinking coffee to the level hypertension.The experiment used Cross Sectional design, the subject of research as many as 58 respondents, the subject of this study in working area Puskesmas Nelayan Kabupaten Gresik aged 45-65 years, taken in Purposive sampling. The habit of drinking coffee seen from the frequency of coffee, the kind of coffee, long drinking coffee, viscosity coffee taken used a questionnaire and  planned manner of interviews, and the hypertension taken used a observations. Analyze statistics do is test statistics spearmans rho with the value of the standard <0.05.The results of research obtained with analyze the Test statistics spearmans rho established value significant ( 2-tailed ) = 0,000 which means the correlation habit of drinking coffee to the level hypertension, while the value of correlation r= 0,809 means that there is very strong degress relationship between the habit of drinking cofee to the level hypertension.The results of this research shows there is the correlation habit of drinking coffee to the hypertension in working area Puskesmas Nelayan Kabupaten Gresik wich seen from the frequency of coffee, the kind of coffee, long drinking coffee, and viscosity coffee, the average patients who have the habit of the weight of drinking coffee heavy exprerience hypertension. Keywords: the habit of drinking coffee, the hypertension.DOI : 10.5281/zenodo.1405557
EFEKTIVITAS KLASIK MUSIK TERAPI DAN murrotal TERAPI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT PASIEN KECEMASAN PRE OPERASI OPERATION (Effectiveness of Classical Music Therapy and Murrotal Therapy To Decrease The Level of Anxiety Patients Pre Surgery Operation) Suwanto, Suwanto; Basri, Ahmad Hasan; Umalekhoa, Mustamin
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kecemasan merupakan respon dasar manusia terhadap bahaya tidak bisa dihindari dan salah satu reaksi yang paling umum untuk penyakit ini. terapi musik klasik dan terapi murrotal dapat mengurangi tingkat kecemasan pada pasien, hal ini berguna untuk proses penyembuhan karena dapat mengurangi rasa sakit dan dapat menyediakan klien merasa lebih santai. Tujuan dari ini dipelajari adalah untuk menggambarkan efektivitas terapi musik klasik dan terapi murrotal untuk menurunkan tingkat penderita kecemasan operasi pra-operasi.Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas terapi musik klasik dan terapi murrotal dan desain yang digunakan quasy eksperimental (desain pre-post test), Populasi 20 pasien dengan pra operasi (minor) menggunakan teknik purposive sampling, data yang dikumpulkan terapi murrotal dan terapi musik klasik dengan observasi, wawancara terstruktur, kemudian dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann Whitney tes.Hasil statistik Wilcoxon menunjukkan bahwa terapi dengan musik klasik (P 0,004.) Terapi murrotal (P 0002) berdua ada pengaruh penurunan tingkat kecemasan, uji Mann-Whitney menunjukkan hasil yang signifikan dari perhitungan (α) = 0,001 <0 05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima berarti bahwa ada perbedaan antara penurunan tingkat kecemasan terapi musik klasik dan terapi murrotal mana terapi murrotal lebih efektif daripada musik klasik.Berdasarkan hasil penelitian terapi musik klasik dan terapi murrotal bersama-sama ada pengaruh tetapi hanya terapi murrotal yang lebih tenang, santai begitu dalam dan nyaman. Kata Kunci : Terapi musik klasik, Terapi murottal, Kecemasan. ABSTRACT Anxiety is a basic human response to danger is not inevitable and one of the most common reaction to the disease. Classical music therapy and murrotal therapy can reduce the level of anxiety in patients, it is useful for the healing process because it can reduce pain and can provide clients feeling more relaxed. The purpose of this studied was to describe the effectiveness of the of classical music therapy and murrotal therapy to decrease the level of anxiety patients  pre-surgery operation.This research was to determine differences in the effectiveness of classical music therapy and therapy murrotal and design used experimental quasy (pre-post test design), The population of 20 patients with preoperative (minor) used the technique of purposive sampling, data collected murrotal therapy and classical music therapy by observation, structured interview, then were analysed with Wilcoxon and Mann Whitney test.Wilcoxon statistic result showed that therapy with classical music (P 0,004.) Therapy murrotal (P 0,002) were both there is influence of the decline of levels of anxiety, Mann-Whitney test showed significant results of the calculation (α) = 0,001 <0 05 means H0 refused and H1 was received means that there were a difference between the reduction in anxiety level classical music therapy and therapy murrotal where murrotal therapy more effective than classical music.Based on the results of the research of classical music therapy and murrotal therapy together there were influence but only murrotal therapy that is more calm, relaxing so deep and comfortable. Keyword : Therapy mucic classical, Therapy murrotal, Anxiety.DOI : 10.5281/zenodo.1405473
DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT KLIEN MENURUNKAN RESIKO KEKAMBUHAN PERILAKU KEKERASAN (Family Support in Caring for Clients Decrease Risk of Recurrence Violent Behavior) Twistiandayani, Retno; Pranata, Farid
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gangguan jiwa merupakan gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berfikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indra). Dukungan keluarga sangat penting untuk membantu pasien bersosialisasi kembali, menciptakan kondisi lingkungan suportif, menghargai pasien secara pribadi dan membantu pemecahan masalah pasien. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dukungan keluarga dalam merawat klien terhadap risiko kekambuhan perilaku kekerasan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasy eksperimental dengan pendekatan post test  control group design. Sampel yang diambil sebanyak 40 orang menggunakan teknik purposive sample. Variabel independennya adalah dukungan keluarga dan variabel dependennya adalah resiko kekambuhan perilaku kekerasan. Data penelitian ini diambil menggunakan kuesioner dan observasi.Pengumpulan data dengan metode observasi, dan dianalisis menggunakan uji stastistik paired sample t test.Hasil analisis statistik didapatkan dukungan (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh  dukungan keluarga terhadap resiko kekambuhan terhadap klien gangguan jiwa.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan keluarga mempengaruhi resiko kekambuhan pada klien gangguan jiwa perilaku kekerasan, maka keluarga diharapkan berperan aktif dalam memberikan dukungan kepada anggota keluarga dengan gangguan jiwa supaya penyembuhan klien lebih cepat. Kata Kunci : Dukungan keluarga, resiko kekambuhan perilaku kekerasan. ABSTRACT Mental disorder is a brain disorder characterized by a disturbance of emotions, thought processes, behaviors, and perceptions (the arrest of the five senses). Support the family very important helping for patient to socialization again, create to supprotive environment condition, appreciate for privacy patient and help for patient to solution of problem. The purpose of this study was to analyze the effect family support in caring for clients to  risk of recurrence of violent behavior.Design of this study using cross sectional design. Samples taken as many as 40 people using purposive sampling technique. The independent variable is the family support and the dependent variable is the risk of recurrence of violent behavior. This research was quantitative research used pra-experimental method to approach the pre and post test group design.The data collection with the methods observation, then analyzed use test stastistik paired sample t test..Statistical test results obtained test (α count) = 0,000 means that there is effect between family support to the risk of recurrence of violnt behavior..The conclusion of this study is the family support affect the risk of recurrence in clients violent behavior, the family is expected to play an active role in providing support to a family member with a mental disorder so that clients faster healing. Keywords: family support, the risk of recurrence of violent behavior.DOI : 10.5281/zenodo.1405466
PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) MENURUNKAN NYERI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS (Giving A Decoction Of Soursop Leaf (Annona Muricata Linn) Decreases Pain Level In Patients Gout arthritis) Gustomi, Mono Pratiko; Wahyuningsih, Fenny
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gout arthritis merupakan penyakit yang ditandai dengan nyeri akibat endapan kristal monosodium urat yang tertumpuk di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Mengkonsumsi rebusan daun sirsak (Annona muricata Linn) adalah salah satu jenis terapi nonfarmakologis yang berfungsi sebagai analgetik yang mampu mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun sirsak terhadap penurunan nyeri pada penderita gout arthritis.Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Sampel dipilih menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel didapatkan sebanyak 18 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian rebusan daun sirsak, sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan nyeri pada penderita gout arthritis. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0.05.Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) = 0.000 yang berarti rebusan daun sirsak bisa menurunkan nyeri pada penderita gout arthritis.  Kata kunci : Daun kersen, Glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe 2 ABSTRACT Gout arthritis is the disease is characterized by the pain as result to the deposition of monosodium urate crystals that accumulate in the joint as result of the high levels of uric acid in the blood. The pain is condition in the form of feeling of not pleasing, it is very subjective because the feeling pain different in every person in terms of the scale or that  level. Consuming decoction soursop leaf (Annona muricata Linn) is the one of the non pharmacology therapy which serves as analgetik that can reduce pain. The purpose of this research was to analyze the influence of giving a decoction of soursop leaves to a decrease of pain in patients gout arthritis.This research method used pra experimental with the draft One-Group Pra-Post test Design. Sample is selected using the purposive sampling method. Sample obtained as many  18 peoples. The independent variable in this research is giving a decoction of soursop leaves. while the dependent variable in this research is decrease of pain in gout arthritis patients. Data collected before and after intervention. Analyze of the data used test statistics Wilcoxon Signed Ranks Test with the value of the standard < 0.05.The results of research showed value significant ( 2-tailed ) = 0.000 which means a decoction of soursop leaves can decrease of pain in patients with gout arthritis. Keywords: Decoction Of Soursop Leaves, Gout  Arthritis Pain.DOI : 10.5281/zenodo.1405462
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI TERHADAP PERILAKU SADARI PADA REMAJA (Health Education Breast Self Examination Toward BSE Behavior in Adolescent) Syaiful, Yuanita; Aristantia, Riski
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK          Perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah aktivitas pemeriksaan payudara yang dilakukan seseorang pada payudaranya untuk mengetahui adanya gangguan pada payudaranya, apabila hal ini tidak dilakukan akan berdampak kegagalan deteksi dini kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap perilaku SADARI pada remaja.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 58 responden. Variabel independen  adalah pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri dan variabel dependen adalah perilaku SADARI. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan observasi.            Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil pengetahuan (α hitung) = 0,001 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap pengetahuan tentang SADARI  pada remaja. Sikap (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap sikap SADARI pada remaja. Tindakan (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap tindakan SADARI pada remaja.            Pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri sangat dibutuhkan untuk mempengaruhi perilaku SADARI remaja. Agar remaja tidak mengalami gangguan kesehatan pada payudaranya dan juga di perlukan peran petugas kesehatan untuk melakukan health education agar remaja mengerti SADARI. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Pemeriksaan Payudara Sendiri, Perilaku SADARI, Remaja ABSTRACT               Breast self-examination (BSE) behavior is a breast examination activity undertaken someone at her breasts to detect disorders of the breasts. If this is not done so will impact the failure of early detection of breast cancer. The purpose of this study was to determine the effect of health education education about breast self-examination (BSE) to breast self-examination behavior in adolescents.               This study design used a one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples were taked as many as 58 respondents. Independent variable was health education on breast self-examination (BSE) and the dependent variable was breast self examination (BSE behavior. The research data was used questionnaires and observation.               From Wilcoxon Signed Rank Test results obtained knowledge (α count) = 0.001 means that there was strong influence of health education about breast self-examination of knowledge about breast self-examination in adolescents. Attitudes (α count) = 0,000 means that there was strong influence of health education about breast self-examination of the attitudes of breast self-examination in adolescents. Action (α count) = 0,000 means that there was strong influence of health education about breast self-examination to the actions of breast self-examination in adolescents.               Health education on breast self-examination was needed to influence the behavior of adolescents about breast self-examination. So that teenagers don’t have problems in her breast and also need nurses role’s to conduct health education for teens understand about breast self-examination. Keywords: Health Education, Breast Self Examination, BSE Behavior, Adolescent.DOI : 10.5281/zenodo.1405464
PENGARUH PENDIDIKAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PERILAKU ORANG TUA DALAM MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK (Effect Of Sexual Violence Education To The Behavior Of Parents In Preventing Sexual Abuse Of Children) Fatmawati, Lilis; Maulana, Dian
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Perilaku kekerasan seksual adalah bentuk kontak seksual atau bentuk lain yang tidak diinginkan secara seksual. Kekerasan seksual biasanya disertai dengan tekanan psikologi atau fisik. Perilaku kekerasan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : keluarga, ekonomi, lingkungan, teknologi, psikologi dan kurangnya pendalaman agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pendidikan kekerasan seksual terhadap perilaku orang tua dalam mencegah kekerasan seksual pada anak.            Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post test design, dengan menggunakan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 36 responden. Variabel independennya adalah pendidikan kekerasan seksual, dan variabel variabel dependennya adalah pencegahan perilaku kekerasan seksual. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner.            Hasi  uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil pengetahuan (hitung) = 0,00 artinya ada pengaruh signifikan pendidikan kekerasan seksual terhadap pengetahuan tentang pencegahan perilaku kekerasan seksual pada anak. Sikap (hitung) = 0,00 artinya ada pengaruh signifikan pendidikan kekerasan seksual terhadap sikap tentang pencegahan perilaku kekerasan seksual pada anak. Tindakan (hitung) = 0,00 artinya ada pengaruh signifikan pendidikan kekerasan seksual terhadap tindakan tentang pencegahan perilaku kekerasan seksual pada anak.            Upaya penanganan yang harus dilakukan antara lain dengan memberikan pendidikan seks sejak dini ketika anak mulai bertanya tentang perbedaan jenis kelamin. Orang tua lebih meningkatkan pengetahuan dan berperan aktif mendidik anaknya untuk mencegah kekerasan seksual. Kata kunci : Pendidikan kekerasan seksual, perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) kekerasan seksualABSTRACT             Behavior sexual violence is a form of sexual contact or other forms of unwanted sexual. Sexual violence is usually accompanied by psychological or physical pressure. Sexually violent behavior is influencedby several factors : family factors, economic factors, environmental factors, technological factors, psychological factors and lack of deepening teligios factors. Purpose of this research was to explain the influence of sexual violence education to the behavior of parent in preventing sexual abuse of children.            The research design used a one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples were taken by 36 respondents. Independent variabel is sexual violence education, and the dependent variabel is the prevention of sexually violent behavior. The data of this research were taken by using a questionnaire.            From the stastical test of Wilcoxon Signed Rank Test result obtained knowledge (count) = 0,00 it means that there is a significant influence of sexual violence education to knowledge about the prevention of child sexual violent behavior. Attitude (count) = 0,00 it means that there is a significant influence of sexual violence education on the attitude about the prevention of child sexual violent behavior. Action (count) = 0,00 it means that there is a significant influence of sexual violence education on the action about the prevention of child sexual violent behavior.            Efforts treatment should be done among others by providing early sex education when a child asks about gender differences. The main thing ia as parents increased knowledge and active role to adecate children to prevent sexual violence uccurs. Keywords:       Sexual violence education, behavior (knowledge, attitude and action) sexual violence.DOI : 10.5281/zenodo.1405565
PEMBERIAN REBUSAN DAUN KERSEN MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 (Influence Of The Cherry Decoction Leaves Decrease In Blood Glucose Levels) Zahroh, Roihatul; Musriana, Musriana
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daun Kersen banyak memiliki manfaat untuk kesehatan, antara lain untuk mencegah pertumbuhan tumor, menjaga fungsi otot jantung, dan mengatasi Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar glukosa darah.Penelitian menggunakan metode pre eksperimental dengan rancangan One Group Pre test-Post test design. Pemilihan sampel menggunakan metode Purposive Sampling.Besar sampel adalah 12 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah  pemberian rebusan daun kersen, variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan kadar gula darah. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan saat observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, analisa data menggunakan uji paired t-test dengan level signifikan  <0,05.Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata kadar gula darah sesudah dilakukan intervensi menurun sebesar 305.58 menjadi 178.33. Adanya pengaruh pemberian rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah (p  = 0,000).Daun kersen mengandung saponin dan flavonoid yang dapat menghambat penyerapan gula darah dari usus, sehingga karbohidrat tidak banyak diserap oleh usus. Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat dijadikan obat herbal  untuk penderita DM. Kata kunci : Daun kersen, Glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe 2 ABSTRACT             Cherry (Muntingia Calabura) have  many benefit for health among others to tumor growth,  function of the heart muscle, and controls diabetes.  Research on benefits the cherry as a diabetes drugs still needed research more deeply. The aim of  this research was to analyzed the influence of  the cherry decoction leaves as a decrease in blood glucose levels.             Research used methods pre experimental to one group pre test-post test design. The selection of the sample used purposive sampling method. With the sample size  was 12 people. The independent variable in this research was the giving of cherry. The dependent variable in this study was the decrease in blood glucose levels. Data collection at the time the research was conducted observation before and after intervention. The data analysed using paired t-test with significance level of  < 0,05.            The results state that the average blood sugar levels after intervention decreased by 305.58 to 178.33 0,000 which means cherry  stew can decrease respondens blood glucose levels. precence influence of  the cherry which are potential as a decrease in blood glucose levels (p = 0,000).            Cherry leaves contain saponins and flavonoid can inhibit blood sugar absorption from the intestines, so that carbohidrate are not absorbed by the gut. Cherry leaf decoction is proven to reduce blood sugar levels and can be used as herbal medicine for people with DM. Keywords : Cherry, Blood Glucose and Diabetes Mellitus type 2DOI : 10.5281/zenodo.1405486

Page 1 of 1 | Total Record : 9