cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community" : 11 Documents clear
PENERAPAN MODEL DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN PROBLEM ORIENTED RECORD (POR) TERHADAP KINERJA PERAWAT (Effect of Problem Oriented Record (POR) Nursing Documentation Model on the Performance of Nurses) Gustomi, Mono Pratiko; Churinin, Churinin
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dokumentasi keperawatan adalah suatu catatan yang dapat dibuktikan atau dapat dijadikan bukti dari segala macam tuntutan, yang berisi datalengkap,  nyata dan tercatat bukan hanya tentang tingkat kesakitandari pasien, tetapi juga jenis/type, kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan pasien. Berdasarkan data Rekam Medik Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik pada bulan Januari 2014 sampai dengan April 2014. Total 490 Rekam Medik, dengan model dokumentasi asuhan keperawatan sesuai kebijakan rumah sakit, dokumen asuhan keperawatan pada bagian diagnosa keperawatan dan intervensi semua masih kosong (belum terisi), seharusnya ini diisi semua (≥ 85 % dari yang seharusnya terisi).Penelitian ini menggunakan jenis Pra-eksperimental One Group Pre and Post TestOnly Design.Sampel dalam penelitian ini terdiri Seluruh Tenaga Perawat di Ruang Inap Anak, RDU, dan Mecca-Medina Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik : 34 orang. Data yang diperoleh diuji menggunakan Uji wilcoxon Test,dengan taraf signifikasi p ≤ 0,05 berarti ada pengaruh yang bermakna antara dua variabel yang diukur, yaitu pengaruh penerapan model dokumentasi asuhan keperawatan POR.Pada penelitian ini diperoleh perhitungan nilai rerata sebelum penerapan  adalah X1 = 1.16 dan nilai standar deviasinya 0.370 Sedangkan nilai rerata setelah penerapan adalah X2 =1.07 dan nilai standar deviasinya 0.250, sedangkan nilai z adalah -3,606 dan Asymptotic Significance (2-tailed) p= 0,000, berarti p<0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh dalam penerapan model dokumentasi asuhan keperawatan POR.Terdapat pengaruh dalam penerapan model dokumentasi asuhan keperawatan Problem Oriented Record (POR) terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Kata kunci: Dokumentasi keperawatan, Model dokumentasi POR, Kinerja Perawat    ABSTRACT Nursing documentation is a record that can be proven or can be used as evidence of all sorts of demands, which contains complete data, real and recorded not only on the level of pain of patients, but also kind/ type, quality and quantity of health services to meet the needs of patients. Based on data fromthe Hospital Medical Records Muhammadiyah Gresik in January 2014 to April 2014. Of the total 490 medical record, the model of nursing care documentation at the discretion of the hospital, document nursing care on the part of nursing diagnosis and intervention are all still empty (unfilled), this should have filled all (≥ 85% of the supposed filled).This research uses experimental One Group Pre-Pre and PostTest Only Design. The sample in this study consisted Entire Energy Confinement Room Nurse at Childrens, RDU, and Mecca-Medina Room of Muhammadiyah Hospital  of Gresik are : 34people. The data obtained were tested using the Wilcoxon test, with a significance level of p≤0.05 means there is a significant effect between the two variables were measured, namely the effect of applying the model of POR  nursing care documentation. In this research, the average value calculation before aplication is X1= 1.16 and standard deviation value of 0370, while the average value after aplication is X2= 1.07 and standard deviation value of 0.250, while thes value is-3.606 and Asymptotic Significance (2-tailed) p=0.000, mean p<0.05 then H0 is rejected and H1 accepted meaning that there is the effect of applying the model of POR  nursing care documentation. There is effect on the application of the nursing care documentation POR to the performance of nurses in Gresik Muhammadiyah Hospital. Keywords: Nursing documentation, POR documentation Model ,Nurse Performance
SENAM KAKI DIABETES MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 (Diabetic Feet Gymnastic to Decrease Blood Sugar Levels Diabetes Mellitus type 2 Patients) Rusli, Gusti Rizaniansyah; Farianingsih, Septi
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Diabetes disebut the silent killer karena hampir sepertiga orang dengan diabetes tidak mengetahui mereka menderita diabetes mellitus, sampai penyakit tersebut berkembang menjadi serius yang berdampak pada organ atau sistem tubuh lainnya dan mengakibatkan komplikasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Balongpanggang bulan Desember 2014. Variabel independennya adalah senam kaki diabetes, dan variabel dependennya adalah penurunan kadar gula darah. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan observasi.          Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil hari-1 (α hitung) = 0,000 dan korelasi Z = 3,202, hari-2 (α hitung) = 0,000 dan korelasi Z = 3,352, hari-3 (α hitung) = 0,000 dan korelasi Z = 4,128 artinya ada pengaruh kuat senam kaki diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Senam kaki diabetes sangat dibutuhkan dalam pengelolaan diabetes mellitus, latihan jasmani  secara teratur dapat menurunkan kadar gula darah.          Latihan jasmani selain untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Kata kunci: Senam kaki diabetes, Kadar gula darah, Diabetes mellitus tipe 2ABSTRACT Diabetes is called the silent killer because nearly one-third of people with diabetes do not know they have diabetes mellitus, until it evolved into a serious disease that affects the organ or other body systems and lead to complications. In PHC Balongpanggang there was 50 patient on August, on September, there had 50 patient and then patient happened increase became 51 patient of DM. The purpose of this research was to determine the infuence of diabetic feet gymnastic to decrease blood sugar levels in patients with diabetes mellitus type 2. The research designed used a one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples taked as many as 20 respondents. Independent variable is feet gymnastic of diabetic , and the dependent variable is a decreased in blood sugar levels. The data of this research were taked by used observation. From the statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test showed day-1 (α count) = 0.000 and Z = 3.202 correlation, day-2 (α count) = 0.000 and correlation Z = 3.352, day-3 (α count) = 0.000 and correlation Z = 4.128 means that there is a strong influence of diabetic feet gymnastic to decrease blood sugar levels in patients with diabetes mellitus type 2. Foot gymnastic of diabetic are needed in the management of diabetes mellitus, regular physical exercise can lower blood sugar levels. Physical exercise in addition to maintained fitness can also lose weight and improve insulin sensitivity, so that it will improve blood glucose control. Keywords: Diabetic feet gymnastic, Blood sugar levels, Diabetes mellitus type 2.
PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGENDALIAN GLUKOSA DARAH (Diabetes Self Management Education (DSME) toward Knowledge-Attitude and Control Blood Glucose) Zahroh, Roihatul; Azkiyawati, Mumun
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronik yang memerlukan pengelolaan tepat dan disiplin guna mencegah komplikasi yang terjadi baik di rumah sakit maupun di rumah. Salah satu aspek yang memegang peranan penting dan efektif dalam pengelolaan diabetes melitus adalah pemberian edukasi dalam bentuk Diabetes Self Management Education (DSME) yang merupakan strategi perawatan mandiri untuk mengoptimalkan kontrol metabolik, mencegah komplikasi, dan memperbaiki kwalitas hidup bagi penderita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap pengetahuan, sikap, pengendalian glukosa darah  pasien Diabetes Melitus Tipe 2.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre experimental Design One Group Pre Post Test Design. Populasi yang diteliti 34 responden di Ruang Dewasa Umum RS Muhammadiyah Gresik. Teknik sampling menggunakan purposive sampling didapatkan 31 sampel penelitian. Instrumen yang digunakan SAP Diabetes Self Management Education (DSME), lembar kuesioner DSME dan pemeriksaan GDA. Analisis menggunakan uji statistik Wilxocon Signed Rank Test dan Mc.Nemar Test dengan kemaknaan α < 0,05.Hasil penelitian didapatkan pengetahuan cukup 55% meningkat menjadi pengetahuan baik 81%. Peningkatan sikap dari sikap positif 26% meningkat menjadi 68%. Peningkatan pengendalian kadar glukosa darah dari buruk 58% menjadi pengendalian kadar glukosa sedang 64%. Hasil analisis statistik didapatkan nilai ρ=0,000 berarti ada pengaruh penerapan Diabetes Self Management Education terhadap pengetahuan, sikap, dan pengendalian glukosa darah  pasien Diabetes Melitus Tipe 2.Perawat dapat menjadikan Diabetes Self Management Education (DSME) sebagai bentuk intervensi edukasi mandiri dan protap discharge planning pada pasien DM di Rumah Sakit. Kata Kunci: Diabetes Self Management Education, Pengetahuan, Sikap, Pengendalian glukosa darah. ABSTRACT One aspect that plays an important and effective in the management of diabetes mellitus is the provision of education in the form of Diabetes Self-Management Education (DSME) which is a self-care strategies to optimize metabolic control, prevent complications, and improve quality of life for the sufferer. The research design used in this study was Preexperimental Design One Group Pre Post Test Design. Purposive sampling obtained 31 samples of research. Instruments used form of SAP, sheet questionnaire based Diabetes Self Management Education (DSME) and Random Blood Glucose. Analysis using statistical tests Wilxocon Signed Rank Test and Mc Nemar test. The results showed there was an increase in sufficient knowledge 55% to the knowledge of good 81%. Improved attitude of positive attitude 26% increased to 68%. Increase in the control of blood glucose levels of bad 58% to moderate control glucose levels were 64%. Statistical analysis of the results obtained value of ρ=0.000 means that there is an influence of diabetes self management education (DSME) toward knowledge and attitude in the control of blood glucose levels. Existence of this study are expected in the nurse can make Diabetes Self Management Education (DSME) as a form of self-education intervention and discharge planning as a standard procedure in diabetes patients at the Hospital.  Keywords: Diabetes Self Management Education, Knowledge, Attitude, and Control blood glucose levels.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK PRASEKOLAH Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Mafulah, Mafulah
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Perasaan cemas merupakan dampak hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Peran orang tua diperlukan guna meminimalkan penyebab cemas dengan mengurangi dampak perpisahan, mencegah perasaan kehilangan kontrol dan meminimalkan rasa takut terhadap rasa nyeri (Waley&Wong 2005). Bedasarkan survey awal menunjukkan masih anak prasekolah yang dirawat di rumah sakit mengalami kecemasan (73%).      Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan adanya hubungan peran orang tua dengan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Desain penelitian analitik korelasional dengan populasi seluruh pasien anak prasekoah di Ruang Paviliun Anak Rumah Sakit Semen Gresik yang mengalami kecemasan pada bulan September 2014. Metode sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Variabel independen adalah peran orang tua dan variabel dependennya adalah kecemasan hospitalisasi anak prasekolah. Data penelitian ini adalah hasil jawaban kuisioner dan hasil check list. Data ditabulasi dan dianalisis menggunakan Uji Mean-Withney menggunakan program SPSS PC for Windows versi 16.0.      Dari hasil penelitian peran orang tua yang dominan adalah sebagai sahabat dan koordinator masing-masing 24.4% dan hasil kecemasan hospitalisasi anak prasekolah sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 15 (53%).      Hasil uji korelasi Spearman diperoeh nilai 0.704 dengan taraf signifikasi 0.000 (p<0.05). Ini menunjukkan peran orang tua dan kecemasan hospitalisasi pada anak mempunyai hubungan kuat dengan arah korelasi positif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mempertahankan derajat kesehatan anaknya. Kata Kunci: Peran orang tua, kecemasan hospitalisasi anak prasekolah ABSTRACT        Anxiety is the effect of hospitalization which occurs in children because of stressor which presents in the hospital environment. Parent roles are needed to minimalizethe anxiety factor by decreasing the impact of separation, avoiding the control of feeling lost and minimalizing scary and pain (Waley&Wong, 2005). Based on the initial survey of hospitalization anxiety, the data show that there were still many school-aged children (73%) which was treated in the hospital which considered anxiety. The purpose of this research was to explain the existence of correlation between parent role and hospitalization anxiety pre-school age children. The design of this research was analytical correlation 2014 which the population is all patients pre-school aged children which have anxiety feeling in Pediatric Paviliun Room Semen Gresik Hospital September. Sampling method which was used is consecutive sampling. The independent variable was the kind of parent role, while the dependent variable was the anxiety level of hospitalization. This research data was the answer of questioners and the result of observation in Child Paviliun Room Semen Gresik Hospital for September 2014. Data were collected and analyzed by using Mean-Whitney which used SPSS program PC for Windows 16.0 Version.From the result of the research, the dominant parent roles were as best-friend and coordinator with each number 76 (24.4%) and the dominant result of hospitalization anxiety was small-anxiety with number 15 (53%).The result showed the existence of correlation between parent roles and hospitalization anxiety to pre-school aged children. The research of parent roles with SPSS PC for Windows 16.0 Version was gained 0.705 value with significance level 0.000(p<0.05). This result of research is wished to be able to increase parent roles in maintaining the healthy degree of their children. Keywords: parent roles, hospitalization anxiety, pre-school aged children.
GETAH POHON JARAK (Jatropha curcas) TOPICAL MEMPERCEPAT LAMA PENYEMBUHAN LUKA EKSISI MENCIT (Effect of Jarak Tree Topical Increase Wound Healing Excision Period of Mice) Priyandari, Yeni; Titi Maulidah, Siti Arfina
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLuka eksisi adalah luka yang  permukaan kulit dan lapisan di bawah akan terputus sampai kedalaman yang bervariasi namun tepi luka teratur dan diakibatkan oleh kejadian yang tidak sengaja seperti kecelakaan, trauma, atau terpapar oleh tekanan, panas sengatan matahari, atau bahan kimia. Tanaman jarak bisa menjadi alternative penyembuhan luka eksisi, karena pada getahnya banyak mengandung zat-zat yang diperlukan dalam proses penyembuhan luka. Zat-zat tersebut adalah alkaloid, saponin, flavonoid, dan tannin. Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan pengaruh pemberian getah jarak topical terhadap lama penyembuhan luka eksisi pada mencit.Desain penelitian True eksperiment tentang lama penyembuhan luka antara perawatan luka eksisi dengan menggunakan getah pohon jarak dengan perawatan luka menggunakan NaCl 0,9% sebagai alat ukurnya menggunakan lembar observasi checklist dan analisa data menggunakan uji paired t-test.Hasil menunjukkan bahwa rata-rata penyembuhan luka setelah diberi getah pohon jarak yaitu 7,4 lebih cepat dari pada diberi NaCl 0,9% yaitu dengan rata-rata 14,6. Uji paired t test menunjukkan signifikan p value = 0,000 <a (0,05) yang bearti H1 diterima, sehingga ada pengaruh pemberian getah terhadap lama penyembuhan luka eksisi pada mencit.Pada luka eksisi penggunaan getah pohon jarak lebih disarankan. Getah pohon jarak merupakan bahan alamiah yang mudah didapat dan berharga murah sehingga dapat memudahkan penderita luka eksisi. Selain itu dapat mengurangi jumlah penanganan luka eksisi yang salah justru dapat memparah kondisi luka.                       Kata Kunci: Getah pohon jarak topikal, Lama penyembuhan, Luka eksisi. ABSTRACT                        Wound excision was wound surface layer under the skin and would cut to a various depth but wound edges was irregular and caused by accidental events such as accidents, trauma, or exposured to pressure, the blazing sun, or chemicals. Jatropha could be alternative excision wound healing, because the sap contained many substances that were required in the process of wound healing. These substances were alkaloids, saponins, flavonoids, and tannins. This study aimed to describe the effect of topical sap to Jarak excision wound healing period in mice.True research design experiment on healing wounds period between excision wound care using tree sap within the wound care using 0.9% NaCl as the measurement, it used a checklist observation sheets and analytic data used the paired t-test.The results showed that the average healing wounds after being given Jarak tree sap was 7.4 faster than the 0.9% NaCl with the average of 14.6. paired test t-test showed significant p value = 0.000 <a (0.05) that meant the H1 was accepted, so there was the effect of tree sap against excision wound healing period in mice.In wound excision using Jarak tree sap was preferred. Jarak tree sap was a natural material that was readily available and low cost that eased and facilitated patient wound excision. Moreover, it could reduce the number of incorrect handling of wounds excision that could actually aggravate the condition of the wound.   Keywords: Jarak tree sap topical, Healing period, Wound excision.
STUDI FENOMENOLOGI: MEKANISME KOPING ANGGOTA KELUARGA YANG MERAWAT ANAK SKIZOFRENIA (Phenomenological Study: Family Members Coping MechanismsTreatingSchizophreniaChildren) Rindayati, Rindayati; Winarni, Indah; Lestari, Retno
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Mekanisme koping merupakan upaya yang dilakukanuntukmengadaptasi stresor,dan dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara konstruktifmaupundestruktif. Anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia memerlukan mekanisme koping agar tidak jatuh dalam kondisi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi mekanisme koping anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia (13-18 tahun).Penelitian ini dilaksanakan di Gresik bulan Juli 2015. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma fenomenologi interpretif. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling sebanyak 7 partisipan. Dengan kriteria partisipan: (1) memiliki pengalaman merawat anak skizofrenia minimal 1 tahun, (2) sehat secara fisik dan psikologis, (3) bersedia ikut sebagai partisipan, (4) dapat menceritakan pengalamannya dengan baik. Analisis data menurut Van Manen (1990) (1) Mempertahankan keaslian dari pengalaman hidup atau fenomena(2) Menginvestigasi pengalaman yang ada berdasarkan fenomena (3) Merefleksikan tema-tema esensial yang menjadi karakteristik dari sebuah fenomena (4) Mendeskripsikan dan menuliskan ulang fenomena.Hasil dari penelitian ini didapatkan delapan tema yang mewakili bagaimana mekanisme koping anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia. Tema terdiri dari gejala skizofrenia sebagai stresor, efek stresor terhadap perasaan, tindakan dalam merawat, perubahan selama merawat, harapan anggota keluarga yang merawat, strategi koping, hambatan anggota keluarga yang merawat dan perilaku adaptasi. Mekanisme koping yang digunakan anggota keluarga didapatkan adanya problem focused coping dan emotional focused coping. Adaptasi yang dilakukan adalah adaptasi adaptif dan maladaptif.Berdasar hasil penelitian ini disarankan bagi anggota keluarga yang merawat anak skizofrenia untuk menggunakan koping yang adaptif, sehingga tetap dapat merawat anak dengan baik. Kata kunci: Mekanisme Koping, Anggota Keluarga, Anak Skizofrenia ABSTRACT                Coping mechanisms is the effort made to adapt to stressors, and the implementation can be done constructively or destructively. Family members who care for children with schizophrenia require coping mechanisms that do not fall under stressful conditions. This study aims to explore the coping mechanisms of family members caring for children skizofrena (13-18 years). In Gresik July 2015.               This research is qualitative using an interpretive phenomenological paradigm.Selection of participants by purposive sampling as much as 7 participants. With participants criteria: (1) have experience taking care of children with schizophrenia at least 1 year, (2) healthy physically and psychologically, (3) are willing to participate as a participant, (4) can recounts well. Analysis of the data by Van Manen (1990) (1) Maintaining the authenticity of the experience of life or phenomena (2) Investigate the experience that is based on the phenomenon (3) Reflects the themes essential characteristic of a phenomenon (4) Describe and rewrite the phenomenon. Results of this study found eight themes that represent how the coping mechanisms of family members who care for children with schizophrenia. The theme consists of the symptoms of schizophrenia as a stressor, the effect of stressors on the feelings, acts of caring, changes during caring, hope family members caring, coping strategies, barriers to family members who care and behavioral adaptations. Coping mechanisms used family members found the problem focused coping and emotional focused coping. Adaptation is done is an adaptation of adaptive and maladaptive. Based on the results of this study suggested for family members who care for children with schizophrenia to use adaptive coping, so it still can care for the child properly. Keywords: Coping Mechanisms, Member of the Family, Child Schizophrenia
HUBUNGAN FAKTOR KOMUNIKASI DENGAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN (Correlation of Communication Factor with Patient Safety Incident) Qomariah, Siti Nur; Lidiyah, Uyan Ari
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Standar keselamatan pasien Rumah Sakit  ke tujuh yaitu komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien. Insiden Keselamatan Pasien karena komunikasi yang salah dapat dicegah dengan komunikasi yang baik dan efektif.Desain penelitian adalah cross sectional. Sampel menggunakan Purposive Sampling yaitu 30 perawat yang bekerja di Ruang Rawat Inap.Variabel Independen adalah komunikasi antar perawat, komunikasi perawat dan dokter, komunikasi perawat dan departemen penunjang medis, komunikasi perawat dan pasien sedangkan variabel dependen adalah Insiden Keselamatan Pasien. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi kemudian di analisis menggunakan Chi Quadrat dengan tingkat signifikasi ρ < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan komunikasi antar perawat dengan Insiden Keselamatan Pasien (ρ = 0,001). Ada hubungan komunikasi perawat dan dokter dengan Insiden Keselamatan Pasien (ρ = 0,000). Ada hubungan komunikasi perawat dan Departemen Penunjang Medis dengan Insiden Keselamatan Pasien (ρ = 0,000). Ada hubungan komunikasi perawat dan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien (ρ = 0,000).Perawat dengan komunikasi yang baik dan efektif dapat mencegah terjadinya Insiden Keselamatan Pasien, diperlukan peningkatan pengetahuan komunikasi, pelatihan keselamatan pasien, kepatuhan perawat dalam melaksanakan standar prosedur operasional Rumah Sakit dan supervisi pimpinan. Kata kunci : Komunikasi, Insiden Keselamatan Pasien. ABSTRACT Hospital patient safety standards seventh that communication is the key for staff to achieve patient safety, patient safety incident because wrong communication can be prevented with good communication and effective. The study design was cross sectional. Sample by using purposive sampling of 30 nurses working in inpatient room. The independent variables was communication between nurse, communication nurses and doctors, communication nurses and medical support departments, communication nurses and patient while the dependent variable was the patient safety incident. Data were collected by using observation and analyzed by Chi Quadrat with significance level ρ < 0,05.The results showed that there was a correlation between interracial nurse communication with the patient safety incident (ρ = 0,001). There was a correlation between nurse and doctor communication with the the patient safety incident (ρ = 0,000). There was a correlation between communication nurse and the medical support departement with the the patient safety incident (ρ = 0,000). There was a correlation between nurse and patient communication with the the patient safety incident (ρ = 0,000). Nurses with good and effective communication can be prevent occurrence of incidents patient safety, needed to increase knowledge about communication, patient safety training and compliance supported by nurses in implementing standard operating procedure and supervision of leadership hospital. Keywords :      Communication, patient safety incident.
TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 (Progressive Muscle Relaxation Therapy Increase Quality of Life Patients with Type 2 Diabetes Mellitus) Rokhman, Abdul; Ahsan, Ahsan; Supriati, Lilik
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit diabetes mellitus yang tidak bisa disembuhkan secara total sering berdampak pada penurunan kualitas hidup. Terapi progressive muscle relaxation dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi PMR (Progressive Muscle Relaxation) terhadap kualitas hidup pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pendekatan pre-post test control group design dengan simple random sampling. Jumlah sampel 50 orang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dan kontrol masing-masing 25 orang. Penelitian ini dilaksanakan di RS Muhammadiyah Lamongan tahun 2015. Alat ukur menggunakan DQOL (Diabetes Quality of Life) untuk kualitas hidup. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis univariat, bivariat menggunakan uji t, uji t tidak berpasangan, uji korelasi pearson & spearman. Faktor confounding dianalisis menggunakan regresi linier sederhana.Hasil analisis kualitas hidup dengan uji t pada kelompok perlakuan nilai p=0,000 dan kelompok kontrol p=0,098. Perbedaan kualitas hidup pada kelompok perlakuan dan kontrol p=0,076. Faktor confounding yang berhubungan yaitu pendidikan dengan kualitas hidup p=0,027.Terapi progressive muscle relaxation efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Tetapi tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara kelompok yang telah diberikan terapi progressive muscle relaxation dengan kelompok yang diberikan penyuluhan. Terapi progressive muscle relaxation dapat dimasukkan kedalam intervensi keperawatan pada pelayanan rumah sakit. Kata Kunci: Diabetes Mellitus tipe 2, Kualitas Hidup, Terapi Progressive Muscle Relaxation ABSTRACT Diabetes mellitus which can’t be cured completely often impact on the quality of life. Progressive muscle relaxation therapy can improve the quality of life of patients. This study aims to determine the effect of PMR therapy (Progressive Muscle Relaxation) on the quality of life in patients with type 2 diabetes mellitus.Quasy-experimental design with the approach of pre-posttest control group design with simple random sampling. This study conduct in Muhammadiyah Hospital Lamongan in 2015. Number of samples 50 people were divided into two treatment groups and control each 25 people. Quality of life is measured using DQOL (Diabetes Quality of Life).Results of the analysis of the quality of life by t test on the value of the treatment group and the control group p 0.000 p 0.098. Differences in the quality of life in the treatment group and the control p 0.076. Confounding factors associated with quality of life: education p 0.027. Progressive muscle relaxation therapy is effective to improve the quality of life of patients with type 2 diabetes in the treatment group. But there is no difference in quality of life between progressive muscle relaxation therapy groups with group counseling group. Progressive muscle relaxation therapy can be incorporated into nursing interventions on hospital services. Keywords :Type 2 Diabetes Mellitus, quality of life, progressive muscle relaxation therapy
PEMBERIAN REBUSAN DAUN PACAR AIR (Impatiens Balsamina L) TERHADAP LEUKOREA REMAJA PUTRI (Henna Leaves to the Leukorea in Adolescent Girls) Syaiful, Yuanita; Robiah, Chumairotur
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Leukorea merupakan sekresi cairan vagina yang berlebih pada wanita. Menjaga kebersihan alat genetalia terutama kebersihan alat genetalia luar sangatlah penting untuk upaya pencegahan dari terjadinya leukorea serta upaya pencegahan penyakit reproduksi terutama kanker serviks. Tindakan yang tepat dengan pemberian rebusan daun pacar air diharapkan dapat mengatasi leukorea. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh rebusan daun pacar air terhadap leukorea.Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan one group pre-post test design, dengan teknik purposive sampling, didapat sampel sebanyak 26 responden. Variabel independennya adalah pemberian rebusan daun pacar air dan variabel dependennya adalah leukorea. Pengambilan data menggunakan lembar kuisioner dan wawancara secara terstruktur selanjutnya dilakukan uji Chi-Square Test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05.Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan pemberian rebusan pacar air, 100% responden mengalami leukorea fisiologis. Sedangkan setelah pemberian rebusan daun pacar air, 88% responden tidak mengalami leukorea dan 12% mengalami leukorea fisiologis. Dari hail uji statistik Chi-Square di dapatkan hasil p < 0,00 maka Ho ditolak.Pemberian rebusan daun pacar air mempunyai pengaruh terhadap leukorea pada remaja putri. Sehingga diharapkan rebusan daun pacar air ini dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi leukora serta upaya pencegahan penyakit reproduksi terutama kanker serviks. Kata kunci : Rebusan daun pacar air, LeukoreaABSTRACTLeukorea is an excessive secretion of vaginal discharge in woman keeping precation against leukorea and the prevention of reproductive disease especially cancer of servix. Appropriate action with the provision by decoction of Henna’s leaves (Impatiens balsamina L) is expectedto over core leukorea. Purpose of this study is to  determine the effect of Henna’s leaves decoction (Impatiens balsamina L) to leukorea. This research uses pre-experimental method with one group pre-post test design, by purposive sampling technique, obtaired a sample of 26 respondents, independent variable is Leukorea, data collectionsheet using a structured quesionaire and interview, then performed Chi-Square test with a significance lavel p < 0,05. The result of this research obtaired before the provision of decoction hena’s water level 100% respondents are suftering physiological leukorea. Where as is after giving it 88% respondents aren’t suftering leukorea and 12% suffer physiological leukorea, from chi-square result obtained p < 0,00 the Ho is rejected. There for by giving the pvision of decoction henna’s leaves (Impatiens balsamina L) have an influence on adolescent girl, so except by giving it can be alternated to overcome leukorea as well as the prevention of reproductive diseases especially servic cancer. Keywords : decoction of Henna’s leaves, Leukorea
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI IBU YANG MEMPUNYAI ANAK AUTIS (Correlation Family Support with Self Acceptance of Mother Who Have Children with Autism) Twistiandayani, Retno; Handika, Susi Ratna
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Dukungan keluarga terhadap ibu yang memiliki anak autis adalah dukungan informasi (nasehat, saran, petunjuk), dukungan penghargaan (support, penghargaan, perhatian), dukungan instrumental (kesehatan penderita dalam hal kebutuhan makan dan minum, istirahat, terhindarnya penderitadarikelelahan), dukunganemosi (kepercayaan, perhatian, mendengarkan dan didengarkan), dukungan materi (uang, peralatan, waktu, modifikasi lingkungan). Bila hal ini tidak di lakukan oleh keluarga maka akan berdampak pada penerimaan diri ibu negative terhadap anak dan anak bisa di terlantarkan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri ibu yang mengalami anak autis.            Desain penelitian ini menggunakan Cross sectional design, dengan total sampling. Sampel yang diambil sebanyak 40responden. Variabel independennya adalah dukungankeluarga dan variabel dependennya adalah penerimaandiriibu. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner.            Dari hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan hasil (αhitung) = 0,000artinya ada hubungan kuat antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri ibu yang memiliki anak autis.            Dukungan keluarga terhadap ibu yang memiliki anak autis merupakan landasan utama ibu dalam merawat anaknya dengan baik. Oleh karena itu agar keluarga menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan nyata tentang perawatan anak autis sehingga bisa memberikan dukungan yang baik dan ibu dapat menerima kondisi anaknya dengan baik. Kata kunci :Dukungan keluarga, Penerimaan diri ibu, Autis. ABSTRACT Family support to mothers who have children with autism was support information (advice, suggestions, hints), support awards (support, appreciation, attention), instrumental support (in terms of the patients health needs of eated and drinked, rested, avoided patient of fatigue), support emotions (trust, attention, listen and be heard), material support (money, equipment, time, environmental modifications). If this was not done by the family will have an impact on self-acceptance negative mothers to children and children displaced. The purpose of this resarch to describe the correlation between family support with self-acceptance of mothers who have children with autism.Design Cross-sectional research used design, with a total sampling. Samples taken as many as 40 respondents. Independent variable was the support of family and the dependent variable was the mother of self-acceptance. The data of this research were taked by used a questionnaire.Results of the Mann Whitney statistical test showed (α count) = 0.000 correlation means that there was a strong correlation between family support with self-acceptance of mothers who have children with autism.Family support to mothers who have children with autisme was the main foundation of caring for her mother well. Therefore, for the family to add insight and improve the knowledge, attitudes and actions of an autistic child care so they can provide good support and the mother can accept her condition well. Keywords: family support, self-acceptance of mothers who have children with autism.

Page 1 of 2 | Total Record : 11