cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2012)" : 17 Documents clear
EFEK ANTI DIABETES REBUSAN KAYU BIDARA LAUT (STRYCHONAS LIGUSTRINA Bl) PADA TIKUS PUTIH YANG DI INDUKSI ALOKSAN Kurniadi, Kurniadi
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKayu bidara laut (Strychonas ligustrina Bl) merupakan salah satu tanaman tradisionalyang digunakan sebagai alternatif pengobatan bagi penderita diabetes. Namun, belumterbukti secara eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusankayu bidara laut (Strychonas ligustrina Bl) pada pengurangan kadar glukosa darah yangdiberikan pada tikus untuk menjadi anti diabetes dengan induksi aloksan.Penelitian ini dilakukan selama 3 hari dari tanggal 11 sampai dengan 13 Mei 2009, diLaboratorium Biokimia Ilmu Kedokteran, Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian inimerupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinansebab akibat dengan memberikan perlakuan terhadap kelompok eksperimental dandibandingkan dengan kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah desain kelompok kontrol pretest dan post test.Penelitian ini melibatkan 35 ekor tikus putih (Ratus Norvegicus) jantan dewasa yangdipilih secara acak, berusia 3-4 bulan, dengan berat badan 150-200 gram. Semua tikusdiberikan diabetes dengan menyediakan 250 mg / kgBB aloksan intraperitoneal. Hewanhewanpercobaan dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 7 ekor tikus.Kelompok 1 adalah kelompok kontrol negatif, hanya menerima 2 ml aquades. Kelompok 2menerima 10% rebusan kayu bidara laut. Kelompok 3 menerima 15% rebusan kayu bidaralaut, kelompok 4 mendapat 20%, dan kelompok 5 menerima 9 mg / kgBB metformin oral.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kadar glukosa darah dalam 3 jamsetelah diberikan rebusan kayu bidara laut 10% memiliki p <0,05, 15% memiliki p> 0,05,dan 20% memiliki p <0,05. Hasil uji Anova dan uji LSD menunjukkan bahwa kayu bidaralaut pada konsentrasi 10% sudah efektif untuk mengurangi kadar gula darah secarasignifikan. Pada kelompok kontrol positif, efek metformin dalam mengurangi kadarglukosa darah terjadi hanya 2 jam setelah perawatan. Berdasarkan uji regresi linear,peningkatan dosis kayu bidara laut tidak memiliki korelasi linear dengan efeknya dalammengurangi kadar glukosa darah. Umumnya peningkatan dosis harus berakibat padameningkatnya efek kayu bidara laut, tetapi pada kenyataannya semakin tinggi dosis,semakin rendah efek dari kayu bidara laut.Kata kunci : Kayu Bidara Laut (Strychonas ligustrina Bl), Aloksan, Glukosa Darah.ABSTRACTSea jujube (Strychonas ligustrina Bl) is one of the traditional plants known to beusable for alternative anti diabetics. However, it has not been proven experimentally. Thisstudy was aimed to find the effect of boiled sea jujube (Strychonas ligustrina Bl) on thereduction of blood glucose level in rats rendered to be diabetic by the inductionwith alloxan.The study was conducted during for 3 days from 11 up to May 13st, 2009, atBiochemistry Laboratory of Medical Science, Airlangga University of Surabaya. This wasan experimental study aimed to identify the possible causal relationship by providingtreatment to experiment group and compared the latter with control group. Design used inthis study was pretest and post test control group design. This study involved 35 randomly-selected male Rattus norvegicus rats, aged 2-3months, with body weight of 150-200 grams. All rats were rendered diabetic by providing250 mg/kgBW alloxan intraperitoneally. The experimental animals were divided into 5groups, each comprising 7 rats. Group 1 was negative control group, receiving only 2ml/oral distilled water. Group 2 comprised those receiving 10% boiled sea jujube.Group 3 received 15% boiled sea jujube, group 4 received 20%, and group 5 received 9mg/kgBW oral metformin.Resulted showed that the change of blood glucose level in 3 hour after 10% sea jujubeadministration had p < 0.05, 15% had p > 0.05, and 20% had p < 0.05. The resultedof anova and LSD test revealed that sea jujube in concentration of 10% had been effectiveto reduce blood glucose level significantly. In positive control group, the effectof metformin in reducing blood glucose level occurred only to 2 hours after treatment.Based on linear regression test, the increase of sea jujube doses has no linear correlationwith its effect in reducing blood glucose level. Increasing doses should have increased theeffect. The fact of, however, the higher the dose, the lower the effect of the sea jujube.Keywords : Sea Jujube (Strychonas ligustrina Bl), Alloxan, Blood Glucose.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG HIPOTERMI DENGAN INTERVENSI KEPERAWATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH Harianto, Harianto; Purwanti, Tutik
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAsuhan keperawatan pada bayi berat lahir rendah yang beresiko tinggi mengalamihipotermi membutuhkan kualifikasi pengetahuan, sikap dan keterampilan untukmemberikan perawatan yang tepat dan segera. Persyaratan tersebut juga diperlukan dalammemberikan intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukanhubungan pengetahuan dan sikap perawat tentang hipotermi dengan intervensikeperawatan pada bayi berat lahir rendah.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif analitik. Sampeldalam penelitian ini sebanyak 24 responden yang terdaftar di ruang neonatologi danbersalin RSUD Kabupaten Gresik. Penentuan besar sampel menggunakan menggunakanmetode purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dandianalisis menggunakan Spearman Rank Correlation dengan α 0,05.Hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebagian besar perawat, yang terdiridari 14 orang (58,3%), memiliki pengetahuan yang memuaskan tentang hipotermi bayiberat lahir rendah. Sebagian besar perawat, yang terdiri dari 16 orang (66,7%) jugamemiliki sikap positif dan telah memberikan intervensi keperawatan yang sesuai.Hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang hipotermi dengan intervensikeperawatan bayi berat lahir rendah menunjukkan hasil uji korelasi spearman rho 0161dengan tingkat signifikansi 0,045, yang berarti terdapat hubungan yang tinggi.Penting bagi perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dansikap dalam memberikan intervensi keperawatan untuk kasus hipotermi pada bayi beratlahir rendah.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Intervensi, Keperawatan, Bayi Berat LahirRendah, Hipotermi.ABSTRACTNursing care in hypothermia high risk infants require qualified knowledge, attitudeand skill in order to provide appropriate and immediate care. These requirements are alsoneeded in nursing intervention. The objective of this study was to examine correlationbetween nurses knowledge and attitude in hypothermia high risk infants.Design used this study was descriptive analytic design. Samples were 24 respondentsin neonatal and obstetric-gynaecology wards, General Hospital Gresik, were enrolledusing purposive sampling method. Data were collected by means of questionnaire andanalyzed using Spearman Rank Correlation has test with α 0.05.Resulted of frequency distribution showed that most of the nurses, consisting of 14individuals (58,3%), had satisfactory knowledge on hypothermia high risk infants. Themajority of nurses, consisting of 16 (66,7%) respectively also had positive attitude towardthose infants and had provided appropriate nursing intervention. Correlation betweenknowledge and attitude in nursing intervention for hypothermia high risk infants wasindicated by the result of spearman rho correlation test, which was 0,161 with significancelevel of 0.045, demonstrating a high correlation.It was important for nurses to maintain and improve their knowledge and attitude inproviding nursing intervention for hypothermia high risk infants.Keywords : Knowledge, Attitude, Intervention, Nursing, Infants, High risk,Hypothermia.
TERAPI OKUPASI : TRAINING KETRAMPILAN PENGARUHI TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Umah, Khoiroh
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKondisi lanjut usia mengalami beberapa penurunan atau kemunduran, baik fungsibiologis maupun psikis yang nantinya dapat mempengaruhi mobilitas dan kontak sosial.Kesepian, rendah diri, kehilangan, kesedihan yang mendalam sampai depresi akan sangatdirasakan lansia yang hidup sendirian. Terapi okupasi dapat meningkatkan keterampilanlansia, mengekspresikan emosi, membuat lansia semakin produktif dan meningkatkanmmotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh terapi okupasi : trainingketerampilan terhadap tingkat depresi pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian preeksperimentaldengan desain pre test-post test. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruhlansia di Panti Wreda Tresna Lamongan pada bulan Desember 2008 sebanyak 41responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 responden, diambil denganmenggunakan teknik Purposive Sampling. Variabel independen adalah terapi okupasi :training keterampilan dan variabel dependen adalah tingkat depresi. Pengumpulan datamenggunakan lembar observasi dan wawancara terstruktur kemudian data dianalisismenggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi P <0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi okupasi : training keterampilan memilikipengaruh yang signifikan terhadap tingkat depresi pada lansia (P = 0,000).Terapi okupasi : training keterampilan merupakan kegiatan positif untuk menurunkantingkat depresi pada lansia sehingga dapat menyalurkan dorongan emosi secara wajar danproduktif serta dapat menghidupkan kemampuan dan motivasi lansia.Kata kunci : Terapi Okupasi, Tingkat Depresi, Lansia.ABSTRACTElderly condition to experience decrease or decline, biologic function either physics,later to bring about mobility and social contact. Loneliness, esteem, lost, deep sadness,until conditioned depression. Occupation therapy can be developed elderly capacity withthe others, to express of emotion drive normally, productive, and increase motivation. Thisresearch aimed to explain effect of occupation therapy training skill to depression withelderly.This research was pre-experimental with one group pre test-post test design. Thepopulation wants elderly at Panti Tresna Wreda Lamongan in December 2008. Samplewere 18 respondents, recruited by using purposive sampling. Independent variable wasoccupation therapy and dependent variable was depression level. Data were collectedusing observation and structured interview and then data were analyzedby wilcoxon signed rank test, with significance level P<0,05.Resulted of the research show that occupation therapy had significance effect todepression level in elderly (P=0,000).Occupation therapy was a positive activity to decrease depression level in elderly so itcan make harmony and productive of elderly.Keywords : Occupation Therapy, Level Depression, Elderly.
BEBAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN Syaiful, Yuanita; Mujafafa, Eni
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDokumentasi keperawatan adalah salah satu tindakan keperawatan yang sangatpenting dilakukan sebagai pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai denganstandar dokumentasi keperawatan.Masalah dokumentasi keperawatan yang tidak lengkap berhubungan dengan bebankerja perawat. Kualitas pelayanan yang diberikan perawat menurun karena faktor tingginyabeban kerja yang menyebabkan perawat menjadi lelah. Kondisi perawat yang lelah akanmempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam memberikan asuhan dan dokumentasikeperawatan yang lengkap. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan hubungan bebankerja dan motivasi kerja perawat dengan kelengkapan dokumentasi keperawatan.Desain penelitian menggunakan desain Cross Sectional. Pengambilan sampelmengguanakan metode Total Sampling berjumlah 18 perawat di ruang Bersalin dan AnakRumah Sakit Nyai Ageng Pinatih Gresik pada bulan Januari 2009. Data diambil denganmenggunakan lembar kuesioner, check list dan lembar observasi. Data dianalisis denganmenggunakan uji korelasi Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilpenelitian menunjukkan adanya hubungan beban kerja dengan kelengkapan dokumentasikeperawatan (ρ = 0,006) dan hubungan motivasi kerja dengan kelengkapan dokumentasikeperawatan (ρ = 0,007).Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperlukan adanya restrukturisasi sistemkeseimbangan yaitu jumlah perawat dan beban kerja harus benar-benar diperhitungkansehingga dapat mendorong motivasi kerja perawat untuk mencapai kinerja yang optimalsehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.Kata kunci : Beban Kerja, Motivasi Kerja, Kelengkapan Dokumentasi KeperawatanABSTRACTNursing documentation is one of the important nursing actions form in givingtreatment upbringing as according to standard of treatment documentation. Problem ofincomplete treatment documentation is missed communication between who nurse takecare of hereinafter is so that happened by the repetition and do not implementation of is atall. Quality of downhill service not because of factor of quality of energy because highof work load causing nurse become worn-out. Condition of worn-out nurse will influencethe motivation work the someone in giving upbringing of treatment and complete treatmentdocumentation. The objective of this research to explain correlation of work load andwork motivation with completion of nursing documentation.Design research used cross sectional. Sampling method used total sampling. Samplewere 18 nurses at Maternity and Pediatric Hospital of Nyai Ageng Pinatih Gresik inJanuary 2009. Data were taken by using questionnaire and also observation by checkinglist. Data were analyzed by using test of Rank Spearmans Rho correlation withsignificance level 0.05. The resulted shows was correlation work load with the completionof nursing documentation (ρ= 0.006 ) and relation work motivation with completion ofnursing documentation (ρ= 0.007 ). Based on result of this research needed the existence of restructuring of balancesystem of was amount of energy and work load have to really reckoned by was goodness ofquality and amount so that can push the motivation work the nurse to reach the optimalperformance and rising of quality of service and treatment up bringing.Keywords : Work Load, Work Motivation, Completion Of Nursing Documentation
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SEKS PRANIKAH MENCEGAH PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH Zahroh, Roihatul; Indrawati, Desinta Luluk
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Remaja adalah masa transisi emosional dan sosial yang terjadi sekitar 2 tahun setelah pubertas. Cinta dan seks adalah masalah terbesar bagi remaja. Seks bebas, hamil muda, pernikahan di masa muda, penyakit seksual menular adalah efek negatif dari hubungan cinta di masa muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks pranikah terhadap perilaku pencegahan seks SMA Siswa Sekolah.Penelitian ini menggunakan pra eksperimental dengan satu kelompok pra test - post test. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 30 responden. Variabel independen adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependen adalah pencegahan perilaku seks bebas (pengetahuan, sikap, dan tindakan). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi ρ ≤ 0,05.Hasil uji menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku pencegahan seks bebas pada siswa SMA (pengetahuan ρ = 0,000, sikap ρ = 0,000, tindakan ρ = 0,005).Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang seks bebas terhadap perilaku pencegahan seks bebas pada siswa di salah satu SMA di Menganti. Semua lembaga terutama Kepala Sekolah, guru-guru yang mengajar SMA, harus memberikan pendidikan kesehatan seks bagi siswa mereka untuk mencegah seks bebas dan memiliki hidup yang lebih baik. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Free Sex Pencegahan Perilaku (Pengetahuan, Sikap, Tindakan), Mahasiswa SMA. ABSTRACT Youth is time that teenagers experience emotional and social transition which is only happened about 2 years after puberty. Love and sex are biggest problems for teenagers where ever in this world. Free sex, pregnant in youth, marriage in youth, sexual disease infectious was the negative effect from love affair in youth. The aim of this research is to know the influence of health education about free sex to wards free sex prevention behaviour on Senior High School Students.This research uses pra experimental with one group pre test – post tes design. Sample was taken in purposive sampling as much as 30 respondents. The independent variable is health education and the dependent variable is free sex prevention behaviour (knowledge, attitude, and action). The instrument that used is quetionaire. And the data analize uses Wilcoxon Signed Rank Test with foult grade significancy ρ ≤ 0.05.With Wilcoxon Signed Rank Test, shows the result from the influence of health education about free sex prevention behaviour on Senior High School Students (knowledge ρ = 0.000, attitude ρ = 0.000, action ρ = 0.005).The conclution of this research was that there were influences of health education about free sex to wards free sex prevention behaviour to students in one of others Senior High School in Menganti. To all institution especially to Head Master, teachers who teach in Senior High School in Menganti, ought to give health and sex education for their students in order to prevent free sex and have better live. Keywords: Health Education, Free Sex Prevention Behaviour (Knowledge, Attitude, Action), Senior High School Students.
PERILAKU KEPATUHAN PENATALAKSANAAN DM DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PASIEN NIDDM Hidayati, Nur; Zulfa, Indana
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKNon Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) merupakan sekelompok penyakitmetabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang dihasilkan dari ketidakpekaan insulinatau produksi insulin yang berkurang. Sebagian besar pasien menderita NIDDMkomplikasi jangka panjang baik akut atau kronis. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi pengetahuan, sikap, dan kepatuhan NIDDM pasien pengobatan diabetesmellitus dan korelasinya dengan kejadian komplikasi.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain Cross-Sectional. Populasi diambil di lingkungan Rumah Sakit Gresik selama dua bulan denganpasien NIDDM sebagai sampel. Sampel diambil dengan menggunakan teknik PurposiveSampling dengan jumlah sampel 36 pasien NIDDM. Data dikumpulkan denganmenggunakan lembar kuesioner dan observasi. Data diolah dan dianalisis dengan ujikorelasi spearman rho menggunakan SPSS 12.00 dengan tingkat signifikansi 0,005 dengantingkat kesalahan α ≤ 0,005.Hasil statistik menunjukkan bahwa pengetahuan pasien NIDDM pengobatan DMadalah rendah (47%), sikap pasien pengobatan DM adalah rendah (50%). Kepatuhanpasien NIDDM dalam menjalani pengobatan diabetes mellitus rendah (65%). Uji statistikmenunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan ρ = 0,015. Korelasiantara sikap dengan kepatuhan ρ = 0.000 dan kepatuhan pengobatan diabetes mellitusdengan komplikasi pasien NIDDM ρ = 0,000 dan r = -0,805.Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kepatuhanpengobatan diabetes mellitus dengan kejadian komplikasi pada pasien NIDDM. Setelahdilaksanakan penelitian pasien NIDDM diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan merekaselama pengobatan diabetes. Hal ini penting dilakukan secara intensif dengan melibatkankeluarga dalam mempelajari pengobatan DM. Terkait dengan hasil tersebut, dalampemberian terapi nutrisi harus selalu dievaluasi untuk mengetahui kadar gula darah, kadarlemak darah, tekanan darah dan fungsi ginjal. Sehingga, tidak ada lagi komplikasi yangdisebabkan oleh diabetes mellitus, terutama Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan Pasien NIDDM, Perawatan KomplikasiDiabetes.ABSTRACTNon Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) is a group of metabolic diseasescharacterized by hyperglycemia that result from insulin insensitivity or the reduction ofinsulin production. Most of the NIDDM patients suffer from long-term complication eitheracute or cronies. This study was intended to identify knowledge, attitude, and complianceof NIDDM patients on diabetes mellitus treatment, and its correlation with the presence ofcomplication.This was a descriptive study using cross-sectional design. Population was taken inInternal Wards, Gresik Hospital for two months with NIDDM patient as samples. Sampleswere taken using purposive sampling technique with total sample 36 patients NIDDM.Data were collected using questionnaire and observation. Data were processed and analyzed by meaning of cross tabulation with spearman rho correlation test using SPSS12.00 with significance level of 0,005 with level of error of α ≤ 0,005.The statistic resulted showed that NIDDM patients knowledge on DM treatment waslow (47%), patients attitude on DM treatment was low (50%). Compliance of NIDDMpatients on diabetes mellitus treatment was low (65%). Statistical test showed correlationbetween knowledge with compliance ρ = 0.015. Correlation between attitude withcompliance ρ = 0.000 and compliance on diabetes mellitus treatment with complicationsin NIDDM patients ρ = 0.000 and r = -0.805.By this studied, it can be concluded that NIDDM patients adherence ondiabetes mellitus treatment has correlation found in NIDDM patient is neuropaty. Afterthis studied, NIDDM patient was expected to increase their compliance on diabetestreatment. It was important to intensively involve the family in learning DM treatment, itwas important to building diabetic outpatient clinic. Related to these findings, evolution, inthe process of nutritional therapy should be evaluated, in which blood glucose level, bloodlipid level, low pressure and renal function to evaluate are evaluated. So, there was nomore complication cause by diabetes mellitus, especially the Non Insulin DependentDiabetes Mellitus.Keywords : Knowledge, Attitude, Compliance of NIDDM Treatments, DiabeticComplication.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN DENGAN KEPATUHAN JADWAL HEMODIALISIS REGULER PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS Gustomi, Mono Pratiko; Yatmiati, Yatmiati
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeiring meningkatnya kasus penyakit ginjal kronis stadium V di Indonesia khususnyadi Gresik menyebabkan banyak pasien yang menjalani hemodialisis. Peningkatan kreatininserum merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit ginjal kronis stadium V.Biaya terbatas dan jarak rumah dengan fasilitas pelayanan kesehatan unit haemodialisamenyebabkan pasien cenderung tidak taat dalam menjalani hemodialisis reguler. Sehinggaperlu dilakukan penilitian untuk menentukan hubungan pengetahuan dan sikap terhadapkepatuhan jadwal hemodialisis rutin di unit haemodialisa Rumah Sakit Umum Gresik.Penelitian ini menggunakan desain kohort, yang terdiri dari 67 sampel berdasarkanteknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan lembarobservasi. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan tabulasi silang Spearman RhoCorrelation dengan tingkat kesalahan α ≤ 0,05.Hasil penilitian menunjukkan pengetahuan ρ = 0,003, sikap ρ = 0.0000. Hal inimenunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan kepatuhan terhadapjadwal rutin hemodialisis.Untuk meningkatkan kepatuhan pada jadwal rutin hemodialisis, diperlukan dukungankepada pasien penderita panyakit ginjal kronis dan hemodialisis sehingga pengetahuanpasien akan semakin baik, motivasi meningkat dan pasien dapat mematuhi jadwal yangyang telah ditentukan.Kata kunci : Kepatuhan Jadwal Hemodialisa Reguler, Pengetahuan Dan Sikap.ABSTRACTAlong the increasing of kidney ailment patient chronic stadium V in Indonesiaspecially in Gresik cause many patients experiencing haemodialysis. Increasing of serumrate creatinin is one because of the happening of kidney ailment chronic stadium V.Limitation of expense and apart house with the health service facility ofthe haemodialysa unit cause patient tending to not be obedient inexperiencing haemodialysis in regular. For that require to be conducted by researching ofrelation of knowledge and attitude to compliance of schedule of haemodialysis regular inunit haemodialysis regular in unit of haemodialysa General Hospital Gresik.This study used Cohort design, involving 67 samples were taken using purposivesampling. Data were collected using questionnaire and observation. Data were processedand analyzed by means of cross tabulation with spearman rho correlation. Coefficient withlevel of error of α ≤ 0.05.Resulted reverted that knowledge had ρ = 0.003, attitude ρ = 0.0000. This indicatedsignificant correlation between knowledge, attitude and compliance the haemodialysisregular schedule.To increase compliance of at schedule of haemodialysis regular really gift of reform tothe patient pandemic the chronic kidney and haemodialysis so that knowledge of patientwill progressively both for in the end will improve motivation and behavior of patient toobey schedule were which have been programmed.Keywords : Compliance Of Schedule Of Haemodialysis Regular, Knowledge AndAttitude.
PENYULUHAN PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEGAGALAN PENGOBATAN PENDERITA TUBERKULOSIS Mulyono, Mulyono; Gustomi, Mono Pratiko
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenyakit Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang mudah menular dan dalam tahuntahunterakhir ini mengalami peningkatan pada jumlah kasus baru dan angka kematiansehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh konselingmengenai terapi TB paru sebagai upaya pencegahan kegagalan pengobatan pada penderitatuberkulosis paru.Desain penelitian yang digunakan adalah desain pra eksperimen pre-post test. Denganjumlah sampel 57 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposivesampling. Variabel independen penelitian ini adalah penyuluhan kesehatan Tuberkulosis,variabel dependen adalah upaya pencegahan kegagalan pengobatan Tuberkulosis.Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji statistik korelasi wilcoxondidapatkan kemaknaan ρ = 0,00 dimana lebih kecil dari 0,05 yang berarti H1 diterima danH0 ditolak, berarti ada pengaruh penyuluhan terhadap upaya pencegahan kegagalanpengobatan Tuberkulosis.Diharapkan perawat selalu memberikan konseling mengenai tuberkulosis paruterutama untuk mencegah kegagalan pengobatan pada penderita tuberkulosis paru.Kata kunci : Penyuluhan Terapi Tuberkulosis Paru, Kegagalan PencegahanPengobatan Pasien Tuberkulosis.ABSTRACTTuberculosis disease (Tuberculosis) is easy to disease catching where in last yrs.Show improvement in number new case and this purpose of research is explain counsellinginfluence concerning therapy lung tuberculosis to effort prevention of failure of medicationat lung tuberculosis patient.The research designs was pre experiment pre post-test design. With amount of samplesof 57 responders and apply technique in sampling that is non probability sampling by theway, of purposive sampling that is lying open causality by the way, of entangling onegroup of subjects. Variable this research was counselling of health of Tuberculosis,variable the dependant was action effort prevention of failure of medication ofTuberculosis.Resulted of research of analysis statistic by using test statisticcorrelation wilcoxon got by meaning ρ = 0,00 where smaller than 0,05 meaning H1 wasreceived and H0 is refused, mean Counselling of health concerting pointlessnessTuberculosis have and effect on to effort prevented one failure of medication ofTuberculosisExpected by nurse always give counselling concerning tuberculosis lung especially forhumanity relapsing risk at patient tuberculosis lung.Keywords : Counselling Of Therapy Tuberculosis Lung, Preventive Failure OfMedication Of Patient Tuberculosis.
PENGGUNAAN OBAT TETES MATA DENGAN KEJADIAN GLAUKOMA Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Intan, Dwi Ayu
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya penjualan obat tetes mata yang dijual di pasar bebas membuatmasyarakat menjadi sangat mudah dalam mendapatkan obat tetes mata tanpa tahu efeksamping dan kandungannya apabila digunakan secara berlebihan. Obat ini hanya bolehdigunakan untuk penderita mata kering dengan masa pemakaian tidak lebih dari satu bulandan tidak boleh digunakan secara berlebihan serta terus-menerus dalam jangka waktu yanglama karena dengan penggunaan obat tetes mata yang berlebihan dapat menyebabkanglaukoma.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menderita penyakit mata diRSUD Ibnu Sina Gresik. Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling.Sampel yang diambil sebanyak 16 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Data penelitian diambil menggunakan lembar kuesioner yang menekankan padapengukuran waktu pengamatan. Setelah dilakukan tabulasi, data dianalisis denganmenggunakan uji statistik korelasi spearman dengan tingkat kemaknaan < 0,05.Dari hasil uji korelasi spearman rank, didapatkan hasil perhitungan 0,000 <0,05,sedangkan hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,769 yang berarti ada hubunganyang sangat rendah antara penggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma. Darihasil uji korelasi spearman rank terjadinya glaukoma berdasarkan penggunaan obat tetesmata didapatkan hasil perhitungan dengan nilai 0,000 <0,05. Sehingga ada hubungan yangsignifikan antara variabel bebas variabel terikat, sementara hasil koefisien korelasi sebesar0,909 yang berarti ada hubungan yang sangat kuat antara frekuensi penggunaan obat tetesmata dengan terjadinya glaukoma. Dari hasil uji korelasi spearman rank tentang hubunganpenggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma didapatkan hasil 0,001 <0,05.Sedangkan hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,339 artinya ada hubungan antarapenggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma.Petugas kesehatan diharapkan lebih intensif lagi dalam melakukan konseling tentangdampak pemakaian obat tetes mata secara berlebihan yang dijual di pasar bebas tanpamenggunakan resep dokter sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakanobat tetes mata.Kata Kunci : Obat Tetes Mata, Petunjuk Pemakaian, Glaukoma.ABSTRACTThe increasing of sale of drug drops sold by eye is free market make society becomevery easy in getting drug drops this eye without effect soybean cake and content of usage ofoat drops eye redundantly. Though medicines this will only be used for the men who sufferdry eye and useful life may not be used more than one months more than anything elsewhen used redundantly and continuously within old ones because with usage of drug dropsabundant eye can cause of glaucoma.Population in this research is patient which suffering glaucoma with history usage ofdrug drops incoming eye of eye path of RSUD Ibnu Sina Gresik. Method sampling the usedis Purposive Sampling. Taken sample counted 16 participation that is at patient whichsuffering glaucoma as wanted by researching in RSUD Ibnu Sina Gresik in April up toMay month at 2009. This research data is taken by using research type and questioner emphasizing at time measurement of observation. After is tabulation, of existing dataanalyzed by using pertained statistical test of Spearmans Correlation with meaning storey,level 0.05.From result was correlation spearman rank test and usage was drug drops eye, got byresulting calculation (hitting a) its value 0.000 < 0.05, while correlation coefficientresulted of calculation equal to 0.769 meaning there are very low relation between orderrelation usage was drug drops eye with occurrence of glaucoma. From resulted ofcorrelation spearman rank test was occurrence of glaucoma pursuant to frequency usagewas drug drops eye got by resulting calculation (a calculate) its value much more smallfrom number of significant maximum which determined by that is 0.000 < 0.05. So thatthere are relations which, is significant between dependent independent variable and whilecorrelation coefficient result of calculation equal to 0.909 meaning there are relations verystrong between frequency relation usage of drug drops eye with happened in glaucoma.From resulted was correlation spearman rank test old of usage was drug drops eye withoccurrence of glaucoma got by resulting calculation 0.001 < 0.05. While correlationcoefficient resulted of calculation equal to 0.339 meaning there relations were betweenusage of drug drops eye with occurrence of glaucoma.Is there for expected as officer of health more intensive again in conductingcounseling about impacting was usage of drug drops abundant eye which sold buying freemarket without using recipe was doctor so that society more attentive in using drug eyedrops.Keyword : Order Usage, Old Of Usage, Occurance Of Glaucoma.
KEPERCAYAAN DAN KOMITMEN PASIEN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN LOYALITAS Rahmawati, Rita; Sabhariyah, Riesmiati
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLoyalitas adalah penggunaan berulang dari layanan secara konsisten oleh pasien. Peran utama perawat yang melakukan interaksi 24 jam kepada pasien adalah kepercayaan pasien dan komitmen pasien terhadap pelayanan keperawatan. Aspek yang berpengaruh dalam hal ini adalah kemampuan, kebaikan hati, integritas, hubungan tetap stabil dan kemampuan untuk mempertahankan hubungan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan kepercayaan dan komitmen pasien dalam pelayanan keperawatan dengan loyalitas pasien.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi adalah pasien rawat inap Rumah Sakit Semen Gresik. Total sampel adalah 28 responden, diambil sesuai dengan kriteria inklusi. Independen variabel adalah kepercayaan dan komitmen pasien, dan variabel dependen adalah loyalitas pasien. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur, kemudian data dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rho.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan dan loyalitas pasien (p = 0,000), dari aspek kemampuan (p = 0,009), aspek kebaikan hati (p = 0,001), aspek integritas (p = 0,000) dan dari komitmen hubungan dengan loyalitas (p = 0,000) dari aspek hubungan tetap stabil (p = 0,001), aspek kemampuan untuk mempertahankan hubungan (p = 0,000).Kepercayaan dan komitmen pasien dalam asuhan keperawatan di instalasi rawat inap ada hubungan yang bermakna dengan loyalitas. Aspek yang perlu ditingkatkan perawat dalam memberikan pelayanan adalah kemampuan dan kebajikan.ABSTRACT Loyalty was a repeat purchase of a services consistently by the patient. The key role was patient trust and commitment. Influential aspect in this regard was the ability, benevolence, integrity, the relationship remains stable and the ability to maintain relationship. This study aims was to explain relation between trust and commitment patients in nursing care with patients loyalty. Design used in this study was cross sectional design. The population was patient inpatients Semen Gresik Hospital. Total sample was 28 respondents, taken according to inclusion criteria. The independents variables were trust and commitment of patients, and the dependen variables was loyalty of patients. Data were collected using structured questionnaire, with Spearman Rho correlation analize.The result showed that there was significant correlation between trust and the loyalty of patients (p=0.000), from the aspects ability (p=0.009), aspects benevolence (p=0.001), aspects integritas (p=0.000) and than relationship commitment with loyalty (p=0.000) from the aspects relationship remains stable (p=0.001), aspects the ability to maintain relationships (p=0.000).The trust and commitment to patients in nursing care in inpatient installation there is a meaningful relationship. Aspects that need to be improved ability and benevolence.Keywords : Trust, Commitment, Loyalty.

Page 1 of 2 | Total Record : 17