cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Bionatura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 526 Documents
MAPPING CONSTRUCTION OF SOIL VARIABILITY WITHIN THE LANDSCAPE Armanto, M. Edi
Bionatura Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to construct mapping soil variability within the landscape.The research was located in Central Lampung (308 ha). The survey type wasdetailed using topographic maps (scales of 1:5,000) and the aerial photointerpretations. The soil samples were performed by soil pits and borings forwhole survey area (1 composite sample/ha), classified and analyzed. Thebalancing methods used transect diagrams, delineated soil bodies and area pointstatistics. The research resulted that the aerial photo interpretation was a veryuseful method to delineate soil units on the map. A combination of aerialimagery, topographical maps and field observations provide the most effectiveapproach for soil mapping in complex landscapes with simple soil patterns.Although the soil sampling was carried out relatively systematic according torelief form and the driving lanes of tractors, there was some agreement betweenpoint statistics and map data. The difference between both methods wasmaximally 3 %. The result combination from both methods shows that 60 % ofthe landscape was classified as eroded, 35 % as normal and 5 % as colluviated.There was no balance of erosion and onsite sedimentation.Keywords : Construction, landscape, mapping, soil variability
PENGARUH TINGKAT METIONIN DALAM RANSUM TERHADAP PRESTASI AYAM BROILER UMUR 3 – 6 MINGGU Wiradisastra, Datta H.
Bionatura Vol 3, No 1 (2001): Bionatura Maret 2001
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Nutrisi Unggas Fakultas PeternakanUniversitas Padjadjaran Jatinangor, untuk mengevaluasi pengaruh tingkatmetionin dalam ransum terhadap prestasi (konsumsi ransum, pertambahan beratbadan dan konversi pakan) pada ayam broiler berumur dari 3 sampai 6 minggu.Ayam yang digunakan 20 ekor strain Arbor Acres ( CP 707 ) umur 3 minggu,yang ditempatkan ke dalam 20 petak kandang individual secara acak. Rancanganacak lengkap digunakan dengan 4 pelakuan dan 5 ulangan. Sebagai pelakuanadalah ransum yang mengandung 0,312 %; 0,352%; 0,392% dan 0,432%metionin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat merionin dalam ransumsebanyak 0,392 dan 0,432 % sangat nyata ( P < 0.01 ) meningkatkanpertambahan berat badan dan menurunkan konversi pakan, tetapi konsumsiransumnya tidak berbeda nyata pada ayam broiler daripada tingkat metionindalam ransum sebanyak 0,312 dan 0,352 %.Kata Kunci: Broiler, metionin, prestasi, umur.
KEMAMPUAN BERKOMPETISI KEDELAI (Glycine max) KACANG TANAH (Arachis hypogaea) dan KACANG HIJAU (Vigna radiata) terhadap TEKI (Cyperus rotundus) Widayat, Dedi
Bionatura Vol 4, No 2 (2002): Bionatura Juli 2002
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UniversitasPadjadjaran,Jatinangor,dari bulan April sampai bulan Juni 1996. Tujuan penelitian daripercobaan ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berkompetisi diantaratanaman-tanaman kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau terhadap gulma teki.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 12perlakuan kompetisi tanaman dengan gulma tekidan 3 ulangan. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa didasarkan atas nilai indeks kompetisinya, kacang tanahmempunyai kemampuan kompetisi tertinggi terhadap gulma teki, kedua tertinggi adalahkedelai, dan yang terrendah adalah kacang hijau. Penurunan hasil tertinggi (40,95%)yang ditunjukkan oleh kacang hijau diperoleh oleh perlakuan kacang hijau + 9 umbiteki, sedangkan penurunan hasil terrendah (8,33%) yang ditunjukkan oleh kacangtanah diperoleh oleh perlakuan kacang tanah +3 umbi teki.Kata kunci : Kemampuan kompetisi, indeks kompetisi, nilai kompetisi, kedelai, kacang tanah, kacang hijau,teki
PERBANDINGAN PERFORMANS SIFAT-SIFAT PRODUKSI SUSU DAN REPRODUKSI SAPI PERAH SAHIWAL CROSS DENGAN FRIES HOLLAND (Studi Kasus di Kab. Cirebon, Subang, dan Sumedang Jawa Barat) Makin, Moch.
Bionatura Vol 3, No 3 (2001): Bionatura Nopember 2001
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sahiwal Cross atau “Taurindicus – 50” adalah sapi perah hasil kawin silang sapitipe Sahiwal (Bos indicus) dengan sapi perah Fries Holland (Bos taurus), yangtelah teruji kemampuannya di negara-negara pembentuk bangsa sapi tersebut.Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari data dasar performans produksi danreproduksi sapi perah Sahiwal Cross (SC) yang dibandingkan dengan sapi perahFries Holland (FH) sebagai salah satu tetua eksotiknya. Penelitian dilakukanditingkat peternakan sapi perah rakyat di Kabupaten Cirebon, Subang, danSumedang Propinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalahobservasi dan pengamatan langsung terhadap 72 ekor sapi perah SC dewasa dan53 ekor sapi FH dewasa, dilakukan selama 16 bulan. Sifat produksi susu yangdiamati meliputi produksi susu perlaktasi, persistensi produksi susu, koefesienproduksi susu, lama laktasi dan lama kering, sedangkan pada sifat reproduksiadalah umur beranak pertama, kawin pertama setelah beranak, banyak kawinper kebuntingan, lama bunting, lama kosong dan selang beranak. Analisisstatistika untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai sifat produksi susu dan sifat reproduksi sapi perah SC dengan FH, digunakan uji t – student dan Behren-Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Performans sifat produksi susudan sifat reproduksi sapi perah SC lebih rendah atau masih di bawah performanssapi perah FH; (2) Nilai-nilai performans dalam sifat produksi pada sapi perah SC berada pada kisaran nilai-nilai yang ideal atau efisien dalam bangsa sapi perah; (3) Performans sapi perah SC yang dipelihara di Jawa Barat lebih baikdibandingkan dengan hasil penelitian di negara-negara tropis lainnya.Kata kunci : Sahiwal Cross, Fries Holland, Sifat produksi susu, Sifat reproduksi.
JUMLAH KROMOSOM DAN ANAK INTI IKAN TAWES DIPLOID (Puntius gonionotus Blkr.) Sastrawibawa, Sukaya
Bionatura Vol 5, No 1 (2003): Bionatura Maret 2003
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan jumlah kromosom ikan tawes diploid dilakukan dengan metodejaringan padat, sedangkan prosedur untuk mempersiapkan sediaan anak intihampir sama dengan metode tersebut, kecuali pewarnaannya menggunakanPerak Nitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kromosom ikan tawesdiploid adalah 50, dan jumlah maksimum anak inti tiap selnya adalah enam,dengan frekuensi 20,88%.Kata Kunci : Kromosom, anak inti, Ikan Tawes
STUDI IN VITRO POTENSI KURKUMINOID (Curcuma domestica Vahl) dan SENYAWA-SENYAWANYA terhadap SUPEROKSIDADISMUTASE dan PADA PROSES PEROKSIDASI LIPID SEL MONOSIT. A. Adianto, Nenden Indrayati A.Adianto; Siti Kamara, Dian; -, Koeswadji; -, Sidik
Bionatura Vol 2, No 3 (2000): Bionatura Desember 2000
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah masing-masing sampel ( kurkuminoid,kurkumin, desmetoksikurkumin dan bisdesmetoksikurkumin ) dengan dosis sama (3,68 ug/50ul)yang diisolasi dan dimurnikan dari rimpang kunyit (Curcuma domestica Vahl) memiliki efekterhadap aktivitas superoksidadismutase dan terhadap proses peroksidasi lipid secara in vitro.Subjek penelitian menggunakan sel monosit yang diisolasi dari darah pria dewasa normaldengan metode Boyum.Masing-masing sampel dibagi ke dalam dua grup, grup (a) dilarutkan dalam dimetilsulfoksida(DMSO), dan grup (b) dilarutkan dalam air suling. Kedua grup sampel tersebut diuji terhadapaktivitas superoksidadismutase, dilakukan dengan metode Murakami, dan juga diuji terhadapproses peroksidasi lipid sel monosit dilakukan dengan metode TBARS.Hasil penelitian dari kedua grup sampel, memiliki efek meningkatkan aktivitassuperoksidadismutase secara bermakna (p< 0,05), demikian pula dapat menghambat terhadapproses peroksidasi lipid, yang ditunjukan dengan penurunan kadar malondialdehid secarabermakna (p< 0,05).Sampel grup (a) memiliki kekuatan lebih besar terhadap peningkatan aktivitas superoksidadismutasejika dibandingkan dengan sampel grup (b), khususnya terlihat pada kurkuminoidaktivitasnya hampir menyamai α-tokoferol.Kurkumin baik dari grup (a) maupun dari grup (b) memiliki aktivitas yang lebih besar terhadappenghambatan proses peroksidasi lipid dibandingkan dengan kurkuminoid, desmetoksikurkumindan bisdesmetoksi-kurkumin. Bahkan lebih kuat dari α-tokoferol.Kata kunci : Kurkuminoid, kurkumin, desmetoksikurkumin , bisdesmetoksikurkumin, Superoksidadismutase,proses peroksidasi lipid, malondialdehid, sel monosit.
PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK PHONSKA DAN PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L) VARIETAS IR 64 Kurniadie, Denny
Bionatura Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh kombinasi dosis pupuk majemuk NPK Phonska dan pupuk N terhadappertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah varietas IR 64 telah dilakukan dilahan sawah milik UPP-SDA Hayati, Jatinangor, Kabupaten Sumedang dari bulanMei sampai bulan Agustus 2001. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkandosis terbaik dari kombinasi pupuk majemuk NPK Phonska dan pupuk N padatanaman padi sawah di Jatinangor Sumedang. Rancangan yang digunakan adalahRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan dan masing-masingdiulang tiga kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan pemupukandengan 700 kg/ha Phonska menyebabkan tanaman padi sawah mempunyaitinggi tanaman rata-rata yang paling tinggi pada umur 6-12 minggu setelai tanam(mst) Perlakuan dengan 400 kg/ha Phonska + 152 kg/ha urea jugamenyebabkan tanaman padi sawah mempunyai rata-rata jumlah anakan yangpaling tinggi pada umur 8, 10 dan 12 minggu setelah tanam. Rata-rata jumlahmalai per rumpun, jumlah gabah per malai, indeks panen, bobot 1000 butir, hasilgabah kering panen per hektar (7,50 ton) dan hasil gabah kering giling per hektar(6,17 ton) yang paling tinggi dihasilkan oleh tanaman padi sawah yang diberiperlakuan dengan 300 kg/ha Phonska + 333 kg/ha ZA.Kata kunci : Pupuk majemuk, phonska, NPK, oryza sativa L
PENGARUH PENGGANTIAN CAMPURAN BUNGKIL KACANG KEDELAI DAN DEDAK OLEH BUNGKIL BIJI KAPOK TERHADAP KONSUMSI PROTEIN DAN IMBANGAN EFESIENSI PROTEIN PADA AYAM BROILER UMUR 4 – 8 MINGGU Wiradisastra, M. Datta H.
Bionatura Vol 4, No 1 (2002): Bionatura Maret 2002
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan selama 4 minggu di Fakultas Peternakan UniversitasPadjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Rancangan acak lengkap dengan perlakuan6 tingkat penggantian campuran bungkil kedelai dan dedak oleh bungkil bijikapok, yaitu R0 (0% bungkil biji kapok), R1 (2.5% bungkil biji kapok), R2 (5%bungkil biji kapok), R3 (7.5% bungkil biji kapok), R4 (10% bungkil biji kapok),R5 (12.5% bungkil biji kapok) dalam ransum dari tiap perlakuan diulang 5 kali.Dalam penelitian ini digunakan 120 ekor ayam broiler umur 4 minggu, yangdtempatkan dalam 30 petak kandang secara acak. Peubah yang diukur adalah :konsumsi protein dan imbangan efisiensi protein. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penggantian campuran bungkil kedelai dan dedak sampai 7.5% dalamransum oleh bungkil biji kapok tidak memberi pengaruh yang berbeda nyataterhadap konsumsi dan imbangan efisiensi protein dengan R0 (ransummengandung 0% bungkil biji kapok).Kata kunci : Broiler, bungkil kacang kedelai, dedak, konsumsi protein, imbangan efisiensi protein.
PENGUJIAN KONDISI LIKUIFIKASI DALAM PRODUKSI SIRUP GLUKOSA DARI PATI SAGU (Metroxylon sp.) Permana Maksum, Iman; Wahyuni, Yeni; Mulyana, Yanyan
Bionatura Vol 3, No 2 (2001): Bionatura Juli 2001
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suhu,kecepatan pengadukan dan konsentrasi enzim α-amilase terhadap proseslikuifikasi. Kadar gula pereduksi (mg/mL) yang dihasilkan ditentukan denganspektrofotometri-Nelson Somogyi. Pengujian kondisi likuifikasi dilakukan pada pH7,0, suhu 80 0C dan 90 0C, kecepatan pengadukan 100 rpm dan 180 rpm sertakonsentrasi enzim sebesar 1,066U/mL, 1,599 U/mL dan 2,132 U/mL selama 2jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi likuifikasi optimumdiperoleh pada suhu 80 0C dan kecepatan pengaduan 180 rpm dengan kadar gulapereduksi sebesar 7,649 mg/mL. Konsentrasi enzim tertinggi yaitu sebesar 2,132U/mL menghasilkan kadar gula pereduksi tertinggi sebesar 14,749 mg/mL.Kata kunci : Likuifikasi, sirup glukosa, enzim α-amilase
KAJIAN LAJU RESPIRASI DAN PRODUKSI ETILEN SEBAGAI DASAR PENENTUAN WAKTU SIMPAN SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN Nurjanah, Sarifah
Bionatura Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran dan buah-buahan mempunyai karakteristik sebagai makhluk hidup yangmasih mengadakan reaksi metabolisme sesudah dipanen. Penelitian ini bertujuanuntuk membandingkan laju reaksi metabolisme pada berbagai produk gunamenentukan waktu simpan produk tersebut. Metode penelitian yang digunakanadalah analisis deskriptif untuk menjelaskan produksi karbondioksida (CO2) danetilen (C2H4) beberapa komoditas yang diukur dengan menggunakan gaskhromatografi. Pola laju respirasi pada buah pisang sebagai buah klimaterikberbeda dengan buah jeruk sebagai buah non-klimaterik, kentang sebagaisayuran yang bersifat ‘dormant’ mempunyai laju respirasi yang lebih rendahkarena tidak tumbuh aktif, sedangkan kecambah dan buncis sebagai sayuranyang aktif mempunyai laju respirasi yang tinggi. Pisang dan jeruk mempunyaipola produksi etilen yang berbeda, kentang memproduksi etilen dalam jumlahyang sangat kecil sedangkan kecambah dan buncis mempunyai laju produksietilen yang tinggi sebelum mencapai fase pembusukan.Kata kunci : Laju respirasi, produksi etilen, buah klimaterik, non-klimaterik, sayuran ‘dormant’,sayuran aktif.

Page 1 of 53 | Total Record : 526


Filter by Year

2000 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018 Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018 Vol 16, No 2 (2014): Bionatura Juli 2014 Vol 16, No 1 (2014): Bionatura Maret 2014 Vol 16, No 2 (2014): Bionatura Juli 2014 Vol 16, No 1 (2014): Bionatura Maret 2014 Vol 15, No 3 (2013): Bionatura Nopember 2013 Vol 15, No 2 (2013): Bionatura Juli 2013 Vol 15, No 1 (2013): Bionatura Maret 2013 Vol 15, No 3 (2013): Bionatura Nopember 2013 Vol 15, No 2 (2013): Bionatura Juli 2013 Vol 15, No 1 (2013): Bionatura Maret 2013 Vol 14, No 3 (2012): Bionatura Nopember 2012 Vol 14, No 2 (2012): Bionatura Juli 2012 Vol 14, No 1 (2012): Bionatura Maret 2012 Vol 14, No 3 (2012): Bionatura Nopember 2012 Vol 14, No 2 (2012): Bionatura Juli 2012 Vol 14, No 1 (2012): Bionatura Maret 2012 Vol 13, No 3 (2011): Bionatura Nopember 2011 Vol 13, No 2 (2011): Bionatura Juli 2011 Vol 13, No 1 (2011): Bionatura Maret 2011 Vol 13, No 3 (2011): Bionatura Nopember 2011 Vol 13, No 2 (2011): Bionatura Juli 2011 Vol 13, No 1 (2011): Bionatura Maret 2011 Vol 12, No 3 (2010): Bionatura Nopember 2010 Vol 12, No 2 (2010): Bionatura Juli 2010 Vol 12, No 1 (2010): Bionatura Maret 2010 Vol 12, No 3 (2010): Bionatura Nopember 2010 Vol 12, No 2 (2010): Bionatura Juli 2010 Vol 12, No 1 (2010): Bionatura Maret 2010 Vol 11, No 2 (2009): Bionatura Juli 2009 Vol 11, No 1 (2009): Bionatura Maret 2009 Vol 11, No 2 (2009): Bionatura Juli 2009 Vol 11, No 1 (2009): Bionatura Maret 2009 Vol 10, No 3 (2008): Bionatura Nopember 2008 Vol 10, No 2 (2008): Bionatura Juli 2008 Vol 10, No 1 (2008): Bionatura Maret 2008 Vol 10, No 3 (2008): Bionatura Nopember 2008 Vol 10, No 2 (2008): Bionatura Juli 2008 Vol 10, No 1 (2008): Bionatura Maret 2008 Vol 9, No 3 (2007): Bionatura Nopember 2007 Vol 9, No 3 (2007): Bionatura Nopember 2007 Vol 5, No 3 (2003): Bionatura Nopember 2003 Vol 5, No 2 (2003): Bionatura Juli 2003 Vol 5, No 1 (2003): Bionatura Maret 2003 Vol 5, No 3 (2003): Bionatura Nopember 2003 Vol 5, No 2 (2003): Bionatura Juli 2003 Vol 5, No 1 (2003): Bionatura Maret 2003 Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002 Vol 4, No 2 (2002): Bionatura Juli 2002 Vol 4, No 1 (2002): Bionatura Maret 2002 Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002 Vol 4, No 2 (2002): Bionatura Juli 2002 Vol 4, No 1 (2002): Bionatura Maret 2002 Vol 3, No 3 (2001): Bionatura Nopember 2001 Vol 3, No 2 (2001): Bionatura Juli 2001 Vol 3, No 1 (2001): Bionatura Maret 2001 Vol 3, No 3 (2001): Bionatura Nopember 2001 Vol 3, No 2 (2001): Bionatura Juli 2001 Vol 3, No 1 (2001): Bionatura Maret 2001 Vol 2, No 3 (2000): Bionatura Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): Bionatura Desember 2000 More Issue