cover
Filter by Year
Bionatura
Cikal bakal jurnal ilmiah di Unpad adalah Majalah Unpad. Majalah Unpad pada tahun 1999 dipecah menjadi dua berdasarkan bidangnya yaitu eksak dan sosial. Untuk bidang eksak diterbitkan Jurnal Bionatura sedangkan untuk bidang sosial diterbitkan Jurnal Sosiohumaniora.
Articles
266
Articles
Pemanfaatan 1-Methylcyclopropene Pada Krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.)

Fauzi, Ardika Albi

Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat) merupakan tanaman perenial herbasius dari famili Asteraceae. Krisan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia sebagai tanaman hias dalam bentuk bunga pot dan bunga potong. Permintaan pasar akan bunga krisan mengalami peningkatan setiap tahunnya.. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas bunga potong krisan yakni etilen. Etilen merupakan hormon tanaman yang berperan pada proses pengguguran daun dan bunga, pemicu pembungaan, pembengkakan batang, pembentukan akar, memicu perkecambahan benih, pemasakan buah. Krisan termasuk kedalam jenis tanaman non-klimakterik, yakni tanaman yang kurang sensitif terhadap etilen. Namun pada beberapa penelitian menemukan beberapa varietas dari krisan sensitif terhadap paparan etilen eksogen. Salah satu cara untuk mengurangi efek etilen dengan aplikasi 1-Methylcyclopropene (1-MCP). Kerja 1-MCP pada tanaman yakni sebagai kompetitor etilen saat menempel pada reseptor. Aplikasi 1-MCP pada bunga potong krisan dapat memperpanjang umur dari bunga dengan mengurangi degradasi klorofil dan kehilangan berat segar bunga potong. Aplikasi 1-MCP pada setek krisan mampu mengurangi gejala kerusakan akibat etilen seperti penguningan daun, pengguguran daun, dan nekrosis. Setek yang diaplikasikan 1-MCP akan mengalami penghambatan dalam pembentukan akar karena terkait peran etilen terhadap inisiasi akar. Pemanfaatan 1-Methylcyclopropene Pada Krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.)

RAMBUTAN HONEY PHARMACEUTICAL STANDARDIZATION FOR WOUND HEALING TREATMENT

Yuslianti, Euis Reni, Bachtiar, Boy Muclish, Suniarti, Dewi Fatma, Sutjiatmo, Afifah Bambang

Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Human wounds require proper management so they may heal faster and without complication. Honey is empirically effective to accelerate wound healing but scientifically has been proven yet as a pharmaceutical product is very limited. This study aimed to obtain rambutan honey pharmaceutical grade by setting specific and nonspecific parameters of simplicia. The research method was experiments laboratory by nonspecific parameters test (diastase enzyme activity, HMF, pH value, moisture content, ash content, glucose level, heavy metal contamination: Pb, Cd, Hg, and As, chloramphenicol, microbial contamination: coliform, and yeasts) as well as specific parameters (simplicia identity and organoleptic test). The results showed that rambutan honey proved had good quality of specific and nonspecific parameters. Rambutan honey water content has been pharmaceutical standardized according to drug standard that is to be 10.15%. Based on the results of this study it is necessary to test rambutan honey efficacy in vivo and in vitro and effects of rambutan honey topical products to humans towards phytopharmaca medicine.

STUDI PENGGUNAAN LAPISAN TIPIS OKSIDA GRAFENA TEREDUKSI SEBAGAI ELEKTRODA LAWAN PADA SEL SURYA TERSENSITISASI WARNA

Aprilia, Annisa

Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Lapisan tipis oksida grafena tereduksi (rGO) telah berhasil digunakan sebagai elektroda lawan pada sel surya tersensitisasi warna (DSSC-dye sensitized solar cell). Lapisan oksida grafena (graphene oxide –GO) tersebut berasal dari 1 gram serbuk GO yang dilarutkan dengan 1 ml deionized water (DI). Pelapisan dilakukan di atas substrat FTO (Fluorine-doped Tin Oxide) menggunakan teknik spin-coating. Proses reduksi termal dilakukan pada suhu 200°C selama 1 jam, hal ini bertujuan untuk mengurangi kandungan oksigen pada lapisan GO sehingga terbentuklah lapisan rGO (reduced oksida grafena). Lapisan rGO tersebut kemudian digunakan sebagai elektroda lawan pada purwarupa sel surya tipe DSSC (dye sensitized solar cell) dengan struktur persambungan FTO/TiO2/Ruthenium/rGO /FTO. Karakterisasi arus tegangan (I-V) dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi dari purwarupa sel surya. Sebagai pembanding, sel purwarupa tanpa menggunakan elektroda lawan (non-CE) turut dikaji. Berdasarkan hasil pengukuran karakteristik arus-tegangan (I-V), nilai efisiensi yang dihasilkan oleh penggunaan elektroda lawan rGO, yaitu sebesar 3,34 % dengan nilai kerapatan arus hubung singkat (Jsc) 3,43 mA/cm2, tegangan terbuka (Voc)0,65V dan Fill Factor (FF) 54,77%. Untuk mengetahui peranan rGO pada struktur sel surya dilakukan analisa sifat resistansi sel dengan perhitungan menggunakan persamaan dioda ideal, dan didapatkan nilai hambatan seri (Rs), hambatan paralel (Rp), dan faktor ideal (n) masing-masing sebesar 5 Ωcm2 , 950 Ωcm2 dan 2,303.

ISOLASI, KARAKTERISASI DAN UJI AKTIVITAS ANTI-MALARIA DARI EKSTRAK FERMENTASI Streptomyces sp.

Suyanto, Suyanto

Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Malaria merupakan penyakit global yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan paling sering terjadi di daerah tropis. Menurut World Malaria Report 2013 diperkirakan 3,3 milyar penduduk dunia berisiko malaria dan terdapat 219 juta kasus positif malaria. Di Indonesia sendiri terutama daerah endemis Indonesia bagian timur, angka kesakitan penyakit malaria masih cukup tinggi sehingga sering dikatagorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Dalam riset ini Balai Pengkajian Bioteknologi-BPPT telah melakukan isolasi aktinomisetes yang berasal dari tanah di daerah Jogyakarta dengan penapisan metode basah. Hasilnya ditemukan satu isolat yang memiliki potensi sebagai anti-protozoa. Dengan analisa genetik menggunakan BLAST yang dibandingkan dengan hasil gene sequence 16S rRNA di identifikasi sebagai spesies Streptomyces griseoruberdengan kemiripan sebesar 98%. Hasil uji anti-malariasecara in-vitro pada ekstrak hasil fermentasi Streptomyces sp dengan menggunakan media A dan media C menunjukkan nilai IC50 masing-masing 0.1  μg/mL dan 50 μg/mL terhadap Plasmodium falciparum. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak A hasil fermentasi Streptomyces sp. memiliki aktifitas anti-malaria sangat baik.

PENGARUH KONSENTRASI TRIPOLIFOSFAT (TPP) TERHADAP PEMBENTUKAN UKURAN PARTIKEL PADA FORMULASI NANOPARTIKEL EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens L.) MENGGUNAKAN TEKNIK GELASI IONIK

Ikasari, Dessy, rusdiana, taofik

Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ekstrak seledri (Apium graveolens L.) memiliki berbagai khasiat untuk mengobati penyakit, terdiri dari beragam senyawa kimia namun memiliki sifat fisikokimia yang kurang menguntungkan sehingga perlu dilakukan modifikasi dalam memformulasikannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan sistem penghantaran ekstrak seledri dengan membuat nanopartikel menggunakan teknik gelasi ionik. Pada pembuatan nanopartikel digunakan polimer kitosan sebagai kation dan Tripolifosfat (TPP) sebagai anion. Konsentrasi kitosan dibuat sama untuk setiap formula yaitu 0,2% dalam asam asetat 0.3% sedangkan konsentrasi TPP dibuat tiga variasi yaitu 0,1%; 0,2%; dan 0,3 %. Hasil pengukuran ukuran partikel menunjukkan bahwa penambahan TPP  0,1; 0,2; dan 0,3 % secara berturut-turut adalah 539 nm, 492 nm, dan 389,8 nm dengan nilai persen penjerapan sebesar 98,76%; 98,78% dan 98,80%.

KARAKTERISTIK FISIK BUAH DAN RENDEMEN MINYAK 9 KLON BUAH MERAH (Pandanus conoideus)

Sarungallo, Zita Letviany, Hariyadi, Purwiyatno, Andarwulan, Nuri, Purnomo, Eko Hari

Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Red fruit (Pandanus conoideus) is an endemic plant of Papua, as a source of edible oil which is very rich in total carotenoids as well as has high various clones. This study aims to determine the physical properties of fruit, plant and yield oil of 9 clones red fruit from 3 locations cultivated in Papua. The results of this study show that whole fruit consists of pith (51-61%) and grain (39-49%). Grain consists of seed (27-36%) and pulp (10-17%). The variety of cepallum physical properties between clones particularly seen in color (yellow-orange or red-dark red), cylindrical tapered, consisting of short size (<50 cm), medium (40-60 cm) and long (> 60 cm). The pith of each clone also varies in colors (white or yellow), has a tapered cylindrical shape with varying sizes. Grains colors are yellow-orange or red-dark red and have many square shapes (polygonal) with varying sizes. While the physical properties of plants vary between clones, especially height of the plant and the main stem, as well as length of branches and distance between branches. Determination of yield oil base on the total grains weight (5.7-8.7% wb or 7.7-18.3% db) is lower than on the total pulp weight (19.7-27.4% wb or 31.9-54.5% db). Principle component analysis results based on physical of fruit and plant, nine clones of red fruit distributed into four quadrants according to cultivation location.Keywords:  red fruit (Pandanus conoideus), diversity, clone, physical properties of fruit, yield oil.

KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK BIJI KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma Blanco)

NURJANAH, SARIFAH

Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kemiri sunan contains vegetable oil which can be used as raw material of biodiesel. The oil can be extracted from the kemiri sunan kernel. In designing of oil press machine, physical and mechanical characteristics of kemiri sunan are needed. This study aims to examine the physical and mechanical characteristics of kemiri sunan kernel in some moisture content. Experimental method used in this research with t test. Physical and mechanical characteristics of kemiri sunan shell and kernel were studied on 5 levels of water content ie 3%, 5%, 7%, 9% and 11% with 7 replication. Physical and mechanical characteristics were roundness, spericity, density, volume, porosity, angle of repose and compressive strength. The results showed that increasing water content increased shell roundness from 0.886 - 0.905 and kernel roundness from 0.852 - 0.865; the shell spericity increased from 0.838 - 0.865 and the kernel spericity from 0.768 - 0.846; shell volume increased from 4.506 – 5.686 cm3 and kernel volume from 2.224 – 2.764 cm3; shell mass density decreased from 1.002 - 0.999 g / cm3 and kernel mass density from 1.003 to 0.998 g / cm3; shell bulk density increased from 0.299 - 0.342 g / cm3 and kernel bulk density from 0.385 - 0.441 g / cm3; shell porosity increased from 46.03 - 47.57% and kernel porosity from 46.00 - 46.60%; the shell angle of repose increased from 31.29 - 35.29o and the kernel angle of repose from 37.86 - 42.00o; increased shell compressive strength from 21.95 - 27.24 N and kernel compressive strength from 8.89 - 26.95 N.

MAPPING CONSTRUCTION OF SOIL VARIABILITY WITHIN THE LANDSCAPE

Armanto, M. Edi ( dosen )

Bionatura Vol 4, No 3 (2002): Bionatura Nopember 2002
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.697 KB)

Abstract

The research aimed to construct mapping soil variability within the landscape.The research was located in Central Lampung (308 ha). The survey type wasdetailed using topographic maps (scales of 1:5,000) and the aerial photointerpretations. The soil samples were performed by soil pits and borings forwhole survey area (1 composite sample/ha), classified and analyzed. Thebalancing methods used transect diagrams, delineated soil bodies and area pointstatistics. The research resulted that the aerial photo interpretation was a veryuseful method to delineate soil units on the map. A combination of aerialimagery, topographical maps and field observations provide the most effectiveapproach for soil mapping in complex landscapes with simple soil patterns.Although the soil sampling was carried out relatively systematic according torelief form and the driving lanes of tractors, there was some agreement betweenpoint statistics and map data. The difference between both methods wasmaximally 3 %. The result combination from both methods shows that 60 % ofthe landscape was classified as eroded, 35 % as normal and 5 % as colluviated.There was no balance of erosion and onsite sedimentation.Keywords : Construction, landscape, mapping, soil variability

PENGARUH TINGKAT METIONIN DALAM RANSUM TERHADAP PRESTASI AYAM BROILER UMUR 3 – 6 MINGGU

Wiradisastra, Datta H. ( dosen )

Bionatura Vol 3, No 1 (2001): Bionatura Maret 2001
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.813 KB)

Abstract

Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Nutrisi Unggas Fakultas PeternakanUniversitas Padjadjaran Jatinangor, untuk mengevaluasi pengaruh tingkatmetionin dalam ransum terhadap prestasi (konsumsi ransum, pertambahan beratbadan dan konversi pakan) pada ayam broiler berumur dari 3 sampai 6 minggu.Ayam yang digunakan 20 ekor strain Arbor Acres ( CP 707 ) umur 3 minggu,yang ditempatkan ke dalam 20 petak kandang individual secara acak. Rancanganacak lengkap digunakan dengan 4 pelakuan dan 5 ulangan. Sebagai pelakuanadalah ransum yang mengandung 0,312 %; 0,352%; 0,392% dan 0,432%metionin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat merionin dalam ransumsebanyak 0,392 dan 0,432 % sangat nyata ( P < 0.01 ) meningkatkanpertambahan berat badan dan menurunkan konversi pakan, tetapi konsumsiransumnya tidak berbeda nyata pada ayam broiler daripada tingkat metionindalam ransum sebanyak 0,312 dan 0,352 %.Kata Kunci: Broiler, metionin, prestasi, umur.

KEMAMPUAN BERKOMPETISI KEDELAI (Glycine max) KACANG TANAH (Arachis hypogaea) dan KACANG HIJAU (Vigna radiata) terhadap TEKI (Cyperus rotundus)

Widayat, Dedi ( dosen )

Bionatura Vol 4, No 2 (2002): Bionatura Juli 2002
Publisher : Bionatura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.464 KB)

Abstract

Percobaan dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian UniversitasPadjadjaran,Jatinangor,dari bulan April sampai bulan Juni 1996. Tujuan penelitian daripercobaan ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berkompetisi diantaratanaman-tanaman kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau terhadap gulma teki.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 12perlakuan kompetisi tanaman dengan gulma tekidan 3 ulangan. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa didasarkan atas nilai indeks kompetisinya, kacang tanahmempunyai kemampuan kompetisi tertinggi terhadap gulma teki, kedua tertinggi adalahkedelai, dan yang terrendah adalah kacang hijau. Penurunan hasil tertinggi (40,95%)yang ditunjukkan oleh kacang hijau diperoleh oleh perlakuan kacang hijau + 9 umbiteki, sedangkan penurunan hasil terrendah (8,33%) yang ditunjukkan oleh kacangtanah diperoleh oleh perlakuan kacang tanah +3 umbi teki.Kata kunci : Kemampuan kompetisi, indeks kompetisi, nilai kompetisi, kedelai, kacang tanah, kacang hijau,teki