cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan
ISSN : 20872607     EISSN : 26544911     DOI : -
Jurnal aplikasi pelayaran dan kepelabuhanan merupakan jurnal ilmiah untuk penelitian di bidang Nautika, Teknika, Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Analisis Dampak Pembangunan Pelabuhan Perikanan Gorontalo Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Gorontalo dengan Analisis Input Output (I/O) Habibi, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 2 (2017): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gorontalo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi perikanan dan kelautan cukup melimpah. Tiga daerah perairan yang menjadi sentra penghasil sumber daya perikanan antara lain Teluk Tomini, Laut Sulawesi, dan Zone Ekonomi Eksklusif Laut Sulawesi. Setidaknya sektorperikanan tangkap di Gorontalo bisa memproduksi 37.036 ton/tahunnya, budidaya laut menghasilkan 5.648,3 ton/tahun, budidaya air payau sebesar 1.553,2 ton/tahun, serta ditambah dengan budidaya ikan air tawar yang terus mengalami peningkatan hingga mampu menghasilkan 928,6 ton/tahun. Analisis Input–Output adalah suatu analisis atas perekonomian negara secara komprehensif karena melihat keterkaitan antar sektor ekonomi di negara tersebut secara keseluruhan. Tujuan penyusunan Analisis Input-Outputbidang kelautan terhadap pembangunan nasional adalah untuk menyediakan data tabel Input Output kelautan yang cukup rinci dan up to date, sehingga dapat dijadikan dasar perencanaan kebijakan dalam pengembangan sektor kelautan di Indonesia. Total konsumsi masyarakat yang dihasilkan perekonomian Gorontalo pada tabel input output tahun 2009 sebesar Rp 628.757.080 milyar atau 100 % (Impor hasil perikanan tidak ada). Secara keseluruhan neraca perdagangan pada perekonomian Gorontalo mengalamisurplus perdagangan.
Pengembangan Media Berbasis Komputer Untuk Pembelajaran Pengisian Pemberitahuan Ekspor Barang dan Pemberitahuan Impor Barang di Jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya Ariesanto Akhmad, Ekka Pujo
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 9, No 1 (2018): Bulan September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pengisian Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang dilakukan di jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN) Program Diploma Pelayaran (PDP) Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya selama ini masih memakai cara orasi dan penyajian menggunakan slide OHP (Over Head Projector). Penyajian slide OHP mempunyai kelemahan pada materi, tampilan presentasi, interaksi pemakai, dan interaksi program. Oleh karena itu perlu untuk mengembangkan media berbasis komputer guna meningkatkan efektifitas pembelajaran pengisian PEB dan PIB. Masalah efektifitas pembelajaran pengisian PEB dan PIB akan diselesaikan dengan kaidah Research and Development. Langkah-langkah penelitian meliputi potensi masalah, analisis kebutuhan, desain, implementasi, validasi ahli, revisi produk I, uji coba pengguna, revisi produk II, dan publikasi masal. Responden uji coba terdiri dari 41 mahasiswa jurusan KPN semester VI dan 4 dosen jurusan KPN PDP UHT. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan kuesioner. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif berupa skor dan persentase pada skala penilaian yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media berbasis komputer mampu meningkatkan efektifitas pembelajaran pengisian PEB dan PIB. Berdasarkan penilaian dari mahasiswa dan dosen, media berbasis komputer pembelajaran pengisian PEB dan PIB memiliki persentase rata-rata nilai indikator; materi sebesar 68,41% (efektif), tampilan sebesar 68,66% (efektif), interaksi pemakai sebesar 79,76% (sangat efektif), dan interaksi program sebesar 79,02% (sangat efektif). Rata-rata kinerja pembelajaran baru atau menggunakan program tutorial pengisian PEB dan PIB (73,96%) lebih baik dari kinerja pembelajaran lama atau tanpa menggunakan program tutorial pengisian PEB dan PIB (37,5%). Uji statistik menggunakan t test berkorelasi pihak kiri menunjukkan t hitung -34,8354 jatuh pada daerah penerimaan Ha, sehingga Ha diterima. Hipotesis alternatif (Ha) menyatakan kinerja pembelajaran lama lebih kecil dari kinerja pembelajaran baru.
Pentingnya Perawatan Alat Bongkar Muat Terhadap Proses Bongkar Muat Pada Kapal General Cargo Kuncowati, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 1 (2016): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada kapal general cargo dengan sampel sebanyak 30 orang, mengenaipengaruh perawatan alat bongkar muat terhadap proses bongkar muat karena diduga perawatan alat – alatbongkar muat yang tidak baik, mengganggu kelancaran proses bongkar muat. Dari uji regresi linier diperolehkoefisien regresi variabel bebas perawatan alat bongkar muat sebesar 0,871. Perawatan alat bongkar muatberpengaruh positif dan signifikan terhadap proses bongkar muat, jika variabel perawatan alat bongkar muatditingkatkan sebesar 1 (satu) satuan, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan pada proses bongkarmuat sebesar 0,871. Uji koefisien determinasi diperoleh R2 sebesar 0,781. Hal ini berarti 78,1 variasivariabel proses bongkar muat dipengaruhi oleh perawatan alat bongkar muat, sedangkan sisanya 21,9%diterangkan variabel lain di luar model persamaan.
TEORI PERUSAHAAN / THEORY OF THE FIRM : KAJIAN TENTANG TEORI BAGI HASIL PERUSAHAAN (PROFIT AND LOSS SHARING) DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model ekonomi syariah dibangun atas dasar filosofi religiusitas, dan institusi keadilan, serta instrumen kemaslahatan (Q.S. at-Takaatsur:1–2, al-Munaafiquun: 9, an-Nuur:37, al-Hasyr:7, al-Baqarah: 188, 273 – 281, al-Maidah:38, 90-91, al-Muthaffifin:1-6). Filosofi religiusitas melahirkan basis ekonomi dengan atribut pelarangan riba/bunga. Institusi keadilan melahirkan basis teori profit and loss sharing (PLS) dengan atribut nisbah bagi hasil. Instrumen kemaslahatan melahirkan kebijakan pelembagaan zakat, pelarangan israf, dan pembiayaan (bisnis) halal, yang semuanya itu dituntun oleh nilai falah (bukan utilitarianisme dan rasionalisme). Ketiga dasar di atas, yakni filosofi relijiusitas, institusi keadilan, dan instrumen kemaslahatan merupakan aspek dasar yang membedakan dengan mainstream ekonomi konvensional. Tulisan ini khusus akan membahas faktor bagi hasil dengan dasar teori proit and loss sharing dalam kaitannya dengan permintaan tabungan di perbankan syariah. Tulisan ini mencoba mengkaji tentang teori perusahaan/theory of the firm khususnya faktor bagi hasil dengan dasar teori profit and loss sharing dalam kaitannya dengan permintaan tabungan di perbankan syariah. Ekonomi syariah memandang bahwa uang adalah uang. Dalam arti ia hanya memerankan fungsinya sebagai alat tukar. Karena itulah uang merupakan public good yang harus selalu dalam keadaan mengalir atau beredar/flow (Chapra, 2001). Sehingga praktek-praktek yang menghambat peredaran uang seperti money hoarding sangat ditentang. Bila dibandingkan dengan konsep ekonomi konvensional, maka ekonomi syariah menolak demand for holding money, sebagaimana dalam stock concept. Sedangkan dengan paradigma flow concept terdapat persamaan persepsi. Teori bagi hasil (profit and loss sharing) bila dianalisis menggunakan teori keuangan/moneter lebih mencerminkan kesesuaian dengan teori flow concept. Sedangkan munculnya bunga bank lebih didasari pemikiran teori stock concept. Penerapan instrumen bagi hasil lebih mencerminkan keadilan dibandingkan dengan instrument bunga. Bagi hasil melihat kemungkinan profit (untung) dan resiko sebagai fakta yang mungkin terjadi di kemudian hari. Sedangkan bunga hanya mengakui kepastian profit (untung) pada penggunaan uang. Bagi hasil merupakan penggerak dasar operasionalisasi perbankan syariah, sedangkan bunga merupakan penggerak dasar operasionalisasi perbankan konvensional.
Pengembangan Sistem Informasi Pengendalian Barang Alat Tulis Kantor di Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya Ariesanto Akhmad, Ekka Pujo
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 1 (2015): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pengendalian barang alat tulis kantor ada beberapa masalah yang muncul yaitu masalah data barang, permintaan, pemesanan, anggaran, dan penyesuaian terpisah atau tidak terpadu, jumlah barang alat tulis kantor yang tercatat tidak sesuai dengan jumlah barang alat tulis kantor yang ada di gudang, yang membuat proses pengendalian barang alat tulis kantor tidak efisien. Masalah pengendalian barang alat tulis kantor akan diselesaikan dengan pengembangan sistem pendekatan atasbawah, yang terbukti efisien digunakan untuk memecahkan masalah seperti pada proses pengendalian barang alat tulis kantor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis sistem informasi pengendalian barang menggunakan analisis kinerja, informasi, ekonomi, kendali, efisiensi, layanan dan analisis kebutuhan sistem mampu mengenali kelemahan sistem informasi pengendalian barang alat tulis kantoryang lama dan memberikan usulan perbaikan pada sub sistem; user, grup, login, barang, permintaan, pemesanan, rencana permintaan barang, tutup buku & pelaporan, dan penyesuaian. Desain sistem informasi pengendalian barang yang telah dibuat dapat menggambarkan Diagram Konteks, Data FlowDiagram (DFD) level 0, DFD level 1, Entity Relational Diagram (ERD), dan Model Relasional untuk sub sistem; user, grup, login, barang, permintaan, pemesanan, rencana permintaan barang, tutup buku & pelaporan, dan penyesuaian. Informasi mengenai laporan terdiri dari, pemesanan barang, permintaanbarang, penyesuaian stok, rencana permintaan barang, rencana permintaan barang per unit kerja, bulanan pengadaan barang, dan tahunan pengadaan barang, apabila diterapkan untuk memecahkan masalah data yang tidak terpadu dan saldo stok barang pada proses pengendalian barang alat tulis kantor.
Model Transportasi Multimoda Distribusi Garam: Studi Kasus Pulau Madura Nur, Hasan Iqbal; Achmadi, Tri; Fahmi, Ali
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 8, No 1 (2017): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor garam, meskipun sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Pola distribusi garam saat ini perlu ditinjau ulang, karena pada kenyataannya produksi dari petani garam cukup melimpah tetapi belum dapat terserap sepenuhnya oleh perusahaan produsen pengolahan garam. Selain itu terjadi disparitas harga garam yang cukup tinggi antara daerah produsen dan daerah konsumen. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan analisis pada dua kondisi yaitu dari hulu sampai hilir. Dimana wilayah hulu adalah dari daerah produsen garam di Madura, yakni dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, danSumenep ke Pabrik Pengolahan Garam (PPG). Sedangkan wilayah hilir adalah dari Pabrik Pengolahan Garam (PPG) kewilayah konsumen yang berasa di Jakarta dan Denpasar. Dengan menggunakan pola distribusi dan angkutan garam terpilih, didapatkan penurunan biaya pengiriman per tahun untuk masing–masing PPG apabila dibandingkan kondisi saat ini. Dari PPG Gresik penurunan biaya sebesar 26,57% atau sebesar 7,9 Milyar setiap tahun, dari PPG Surabaya penurunan sebesar 24,33% atau sebesar 7,8 Milyar per tahun dan dari PPG Sidoarjo penurunan sebesar 17,20% atau sebesar 10,2 Milyar per tahun. Dengan demikian harga garam di Jakarta dapat turun sebesar 12% dan di Denpasar dapat turun sebesar 8%.
Analisis Biaya Pelabuhan dan Biaya Bongkar Muat Terhadap Pendapatan PT. Abdi Nusantara Indonesia Line Cabang Gresik Miftach, Zaini; Pasek, Putu
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 9, No 1 (2018): Bulan September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern seperti sekarang ini perusahaan di bidang jasa khususnya di bidang keagenan selalu dituntut untuk melaksanakan kegiatan secara cepat dan maksimal. Perusahaan pelayaran yang menyediakan pelayanan keagenan kapal harus dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan benar. Di sini agen bertindak sebagai pihak yang mewakili pemilik kapal dalam mempersiapkan segala sesuatu agar kegiatan kapal selama di pelabuhan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Agen juga harus mempersiapkan fasilitas sebelum kapal tiba dan memastikan kegiatan bongkar muat dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat memberikan pelayanan sepenuhnya terhadap kepentingan kapal selama di pelabuhan. Setelah selesainya seluruh kegiatan pelayanan jasa yang telah diberikan kepada kapal, perusahaan keagenan membuat perhitungan atas seluruh biaya pelayanan tersebut. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya pelabuhan dan biaya bongkar muat terhadap pendapatan yang ada di PT. Abdi Nusantara Indonesia Line. Metode penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Langkah-langkah yang seharusnya diambil oleh perusahaan untuk menekan biaya-biaya tersebut dengan cara meningkatkan koordinasi antara pihak perusahaan dengan customer, agar proses pengiriman barang tidak terhambat dan biaya yang bersangkutan dapat ditekan semaksimal mungkin oleh PT.Abdi Nusantara Indonesia Line.
Penerapan Teknologi Informasi Pada Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana Ardhi, Eka Wahyu; Nugroho, Setyo; Pribadi, Triwilaswandio Wuruk
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 2 (2017): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya operasi kapal yang tinggi merupakan tantangan bagi setiap industri maritim, dalam beberapa studi ditemukan bahwa komponen biaya untuk perawatan kapal mencapai 40% dari keseluruhan biaya operasi kapal, untuk itu diperlukan suatu perbaikan sistem perawatan kapal untuk menekan biaya ini, namun tidak mengakibatkan kualitas pelayanan menurun. Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana/Planned Maintenance System (SPKT/PMS) adalah suatu sistem yang menyangkut/mengenai rencana-rencana, prosedur-prosedur, dan langkah-langkah untuk mengurangi pemeliharaan tak terduga/darurat (emergency) menjadi sekecil mungkin, sehingga dapat menekan biaya pemeliharaan menjadi sekecil mungkin. SPKT juga merupakan suatu sistem yang akan menolong untuk dapat mengetahui lebih awal kebutuhan-kebutuhan pemeliharaan yang akan datang, mengurangi pemakaian suku cadang (spare parts) dan inventaris (inventory), menghindari pemborosan pemakaian tenaga kerja/jam orang untuk pemeliharaan, menekan waktu dan biaya docking, dan secara umum dapat menghemat biaya pemeliharaan kapal, serta menjamin kondisi teknis kapal sehingga meningkatkan waktu pengoperasian kapal karena kondisi layak laut kapal yang lebih lama. Pemeliharaan terencana rneliputi pekerjaan pemeliharaan perbaikan (corrective maintenance) dan pekerjaan pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance). Standard Operation Procedure Planned Maintenance System yang telah dibuat didesain untuk kegiatan PMS yang bersifat manual, dalam artian menggunakan media form-form berbasis kertas yang harus diisi secara manual oleh semua entitas sistem PMS. Proses PMS secara manual membuat user harus lebih aktif dalam melakukan isian form yang sudah ada, diantaranya adalah memilah-milah perawatan harian, mingguan, bulanan dan lain sebagainya. Tantangan terbesar implementasi teknologi informasi pada Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana adalah bagaimana mentransformasikan SOP yang bersifat manual menjadi berbasis elektronik sehingga meningkatkan kualitas sistem menjadi lebih baik. Jurnal ini menguraikan langkah-langkah implementasi teknologi informasi pada Sistem Pemeliharaan Kapal Terencana mulai dari transformasi SOP, arsitektur jaringan, dan metode pelaporan.
Sistem Operasional Prosedur Penanganan Klaim Kekurangan Muatan Dalam Asuransi Pengangkutan Kapal Laut PT. ASPAN Cabang Surabaya Ramadhani, Rizky Amalia; Prawirosastro, Carlos Lazaro
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 8, No 2 (2018): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. ASPAN (Asuransi Purna Artanugraha) Cabang Surabaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa asuransi. Ada beberapa bidang usaha yang di tawarkan oleh PT. ASPAN Cabang Surabaya, antara lain : Asuransi Rangka Kapal, Asuransi Pengangkutan, Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Kebakaran, Asuransi Rekayasa (CAR & EAR), Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Pesawat Terbang. Proses penerbitan polis diawali dengan pengisian SPPA oleh pihak tertanggung, yang di lanjutkan dengan mengentri data dari SPPA ke dalam form permintaan penerbitan polis. Penanganan klaim di PT. ASPAN Cabang Surabaya memiliki kapasitas tersendiri, jika klaim yang di ajukan oleh tertanggung bukan kapasitas dari kantor cabang maka klaim yang diajukan akan diproses di kantor pusat PT. ASPAN. Berdasarkan pembahasan mengenai sistem operasional prosedur penanganan klaim kekurangan muatan dalam asuransi pengangkutan kapal laut PT. ASPAN Cabang Surabaya dapat di simpulkan sebagai berikut. Pertama salah satu penyebab klaim kekurangan muatan ialah keadaan muatan saat di atas kapal berlayar dari tempat asal ke tempat tujuan. Kedua, pengarsipan dokumen penerbitan polis di PT. ASPAN Cabang Surabaya dapat mempermudah pengevaluasian dokumen saat tertanggung mengajukan klaim kekurangan muatan. Ketiga, pegawai PT. ASPAN Cabang Surabaya sudah bekerja secara maksimal agar prosedur penanganan klaim kekurangan muatan terlaksanan dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik.
Analisis Hubungan Antara Standar Pengawakan dan Kualifikasi Kesehatan Terhadap Kinerja Awak Kapal MV. Tanto Anda pada PT. Sejahtera Bahtera Agung di Surabaya Mudiyanto, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah sebagai anggota International Maritime Organiation (IMO) tentu saja wajib menyesuaikan diri memenuhi kualifikasi IMO Whitelist saat menerapkan STCW 1995. Seiring perkembangan kualifikasi pelaut yang diatur dalam STCW hasil amandemen 2010, RI menargetkan diri dapat menerapkannya secara penuh pada 2014. Kinerja perusahaan sangat tergantung oleh kinerja bawahannya, oleh karena itu perusahaan menetapkan standar kinerja yang harus dicapai oleh setiap awak kapalnya. Untuk mengukur kinerja yang dicapai awak kapal, perusahaan melakukan penilaian kinerja. Dalam menjalankan setiap tugasnya perusahaan menilai setiap kinerja dan produktivitas awak kapalnya, apakah sesuai dengan pelaksanaan yang telah ada di dalam perusahaan tersebut. Kualitas sumber daya manusia sangat berhubungan dengan peningkatan kinerja para awak kapal. Salah satu komponen pelayaran yang sangat berarti penting yaitu awak kapal. Para kru harus menjadi awak yang efisien dan kompeten. Kondisi ini menjadi salah satu faktor prinsip dalam menentukan kelayakan kapal. PT Sejahtera Bahtera Agung menetapkan standar bagi awak kapal sebagai dasar penunjang kinerjanya di atas kapal.