cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26555263     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Perbedaan Prestasi Belajar Pada Pembelajaran Fisika dengan Menggunakan Laboratorium Real dan Virtual Ditinjau dari Sikap Ilmiah Siswa Murni, Sri; Susilawati, Susilawati; Sridana, Nyoman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.218

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya (1) perbedaan prestasi belajar antara penggunaan laboratorium real dan laboratorium gabungan real virtual; (2) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah; (3) pengaruh interaksi antara penggunaan laboratorium dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar yang dimaksud adalah prestasi belajar kognitif. Penentuan sampel dengan teknik random sampling. Sampel penelitian diambil 4 kelas dari 5 kelas X SMAN 1 Labuapi berjumlah 102 siswa, yang terbagi menjadi dua kelompok eksperimen, kelompok pertama penggunaan laboratorium real dan kelompok kedua penggunaan laboratorium gabungan real virtual. Pengambilan data dilakukan dengan tehnik tes prestasi kognitif dan sikap ilmiah dengan angket.  Penelitian eksperimen ini menggunakan desain faktorial 2x2. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis varians (ANAVA) dua jalan dengan bantuan program SPSS 16,0 for windows. Hasil analisis data pada taraf signifikan (probabilitas kurang 0,05) menunjukkan bahwa: (1) nilai probabilitias penggunaan laboratorium prestasi kognitif 0,005; (2) Sikap ilmiah nilai probabilitas prestasi kognitif 0,000, (3) pengaruh interaksi penggunaan laboratorium degan sikap ilmiah nilai probabilitas prestasi kognitif 0,565. Kesimpulan: (1) ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara penggunaan laboratorium real dan laboratorium gabungan real virtual; (2) ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan siswa yang memiliki sikap ilmiah rendah; (3) tidak ada pengaruh interaksi antara penggunaan laboratorium dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa. Kata Kunci: Laboratorium real dan vitual, Sikap ilmiah, Prestasi belajar
Perangkat Pembelajaran IPA Model 5E : Kajian Kritis Hasil Workshop Guru-Guru Anggota MGMP IPA Kota Mataram Jekti, Dwi Soelistya Dyah; Bachtiar, Imam; Sedijani, Prapti; Zulkifli, Lalu; Setiadi, Dadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.205

Abstract

Abstrak: Kurikulum Mata Pelajaran IPA SMP tahun 2017 di Kota Mataram  menuntut para guru IPA untuk bisa meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan perencanaan  dan mengimplementasikannya secara baik. Salah satunya adalah guru IPA SMP bisa mengembangkan perangkat pembelajaran. Untuk dapat mengembangkan perangkat pembelajaran IPA sesuai dengan standar,  para guru IPA harus memiliki keterampilan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, Para guru masih terpaku dengan meodel yang disarankan kemnetrian terkait, sementara  banyak model pembelajaran berbasisi siswa aktif salah satunya model 5E (Engage, Explore, Explain, Extend dan Evaluate).  Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan untuk mengmbangkan keterampilan  bapak/ibu guru IPA anggota MGMP IPA dalam perangkat pembelajaran model 5E. Desain yang digunakan adalah post tes no control group design. Populasi adalah semua guru IPA anggota MGMP Kota Mataram, sampel yang digunakan sebanyak 40 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan mengevaluasi produk berupa perangkat pembelajaran hasil kegiatan workshop. Data dianalisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukan bahwa perangkat pembelajaran yang disusun oleh guru peserta (90%) sudah baik dalam merencanakan langkah-langkah 5E. Tetapi dalam kaitannya dengan tagihan dan pengetahuan sebagian besar perangkat pembelajaran kurang mencakup keluasan dan kedalaman materi yang ditagih oleh kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Dengan demikian walaupun langkah-langkah pembelajaran berbasis siswa aktif dan memenuhi tagihan kurikulum tetapi tingkat asesmen belum memenuhi tagihan. Berdasarkan hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa  90% bapak ibu guru IPA dapat menyusun perangkat pembelajaran cukup baik khususnya terkait sintaks  5E. Kata Kunci : pembelajaran IPA, model 5E, kajian kritis
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Media Animasi dengan Pendekatan Submikroskopik Pada Pembelajaran Ikatan Kimia di Kelas X IPA Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.214

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana keberhasilan pembelajaran ikatan kimia dengan menggunakan media animasi dengan pendekatan submikroskopik dilatarbelakangi pembelajaran ikatan kimia merupakan pembelajaran yang abstrak sehingga tidak menutup kemungkinan peserta didik akan mengalami kesulitan dalam memahami materi tersebut. Untuk membantu mengatasi kesulitan memahami konsep ikatan kimia perlu media pembelajaran yang menggabungkan ketiga aspek dalam pembelajaran kimia yaitu makro, mikro dan simbol, media yang dipakai adalah media animasi dengan pendekatan submikrroskopis. Subjek penelitian peserta didik kelas X IPA-3 SMA Negeri 2 Selong. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran dengan pendekatan submikroskopis dapat meningkatkan pemahaman tetntang ikatan kimia, hal ini dilihat dari hasil tes menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar ikatan kimia. Kata Kunci: media animasi, submikroskopik dan hasil belajar
Peningkatan Kompetensi Guru IPA Kota Mataram dalam Memfasilitasi Penguasaan Keterampilan Abad Ke 21 Siswa SMP Jufri, A Wahab; Ramdani, Agus; Gunawan, Gunawan; Bachtiar, Imam; Wildan, Wildan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.207

Abstract

Abstrak: Kebanyakan guru IPA di jenjang SMP belum mampu mengintegrasikan unsur-unsur keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran IPA di kelas. Pengalaman dalam berinteraksi dengan guru IPA dan mahasiswa calon guru IPA di pulau Lombok, mengindikasikan bahwa mereka belum memiliki kemampuan yang optimal dalam merancang perangkat pembelajaran maupun instrumen penilaian yang berorientasi pada perkembangan keterampilan abad ke-21 yang seharusnya dikuasai oleh  peserta didik tingkat SMP.  Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan upaya untuk mem­berdayakan kemampuan guru dalam mengasses hasil belajar IPA siswa terutama yang terkait dengan penguasaan unsur-unsur keterampilan abad ke-21 terutama keterampilan berpikir dan literasi sains. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) memfasilitasi peningkatan kompetensi guru IPA dalam mengasses hasil belajar peserta didik, dan 2) melatih guru mengembangkan instrumen yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21 secara terintegrasi dengan materi pelajaran IPA SMP.  Materi pengabdian pada masyarakat ini diharapkan memberi manfaat dalam membantu meningkatkan kompetensi guru dalam merancang instrumen pembelajaran IPA yang memuat unsur-unsur keterampilan abad ke-21 pada dirinya sendiri dan pada peserta didiknya. Permasalahan yang menjadi fokus pengabdian masyarakat ini adalah terbatasnya kemampuan guru IPA dalam merancang instrumen untuk mengasses penguasaan unsur-usur keterampilan abad ke-21 seperti literasi sains, berpikir kritis, dan kreativitas siswa. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini antara lain ialah: (1) melaksanakan  penyuluhan kepada guru-guru IPA SMP di kota Mataram, (2) melaksanakan pelatihan terstruktur untuk merancang instrumen penilaian hasil belajar IPA yang berorientasi pada keterampilan abad ke-21. Luaran yang telah dihasilkan melalui pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) terlaksananya sosialisasi dan pengembangan pemahaman tentang keterampilan abad ke 21 dan instrumen penialainnya bagi para guru IPA SMP di kota Mataram, 2) terlaksananya pelatihan merancang instrumen hasil belajar IPA yang efektif untuk mengasses penguasaan keterampilan abad ke-21 siswa SMP, 3) tersusunnya artikel hasil pengabdian pada masyarakat yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Kata Kunci: instrumen, hasil belajar, keterampilan abad ke-21
Pelatihan Pengisian Instrumen Akreditasi Untuk Peningkatan Mutu Evaluasi Diri Sekolah/Madrasah Pada Kelompok Kerja Madrasah Aliyah Wilayah IV Ramdani, Agus; Witono, A. Hari; Sukardi, Sukardi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.211

Abstract

Abstrak: Sekolah/madrasah yang berkualitas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah sekolah yang telah memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan. Salah satu upaya untuk mengetahui pemenuhan standar tersebut adalah melalui Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Dalam implementasinya, EDS juga digunakan sebagai langkah persiapan bagi sekolah/madrasah dalam proses pemenuhan Standar Nasional Pendidikan melalui akreditasi. Pada kenyataannya guru dan kepala sekolah mengalami kesulitan dalam pengisian instrumen akreditasi yang dikembangkan oleh BAN S/M, hal ini disebabkan antara lain oleh belum meratanya sosialisasi tentang sistem akreditasi terutama pada sekolah/madrasah swasta yang perlu mendapat perhatian lebih. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu ada upaya yang lebih intensif untuk mensosialisasikan sistem akreditasi pada sekolah/madrasah terutama pada bagian evaluasi diri sekolah/madrasah. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) meningkatkan pemahaman guru dan kepala sekolah tentang konsep evaluasi diri dalam rangka penjaminan mutu internal sekolah/madrasah, 2) meningkatkan keterampilan guru dan kepala sekolah dalam mengisi instrumen akreditasi sebagai bagian dari pelaksanaan evaluasi diri sekolah/madrasah, dan 3) meningkatkan kesadaran guru dan kepala sekolah tentang pentingnya penjaminan mutu internal melalui evaluasi diri sekolah/madrasah yang dilakukan secara berkesinambungan. Permasalahan yang menjadi fokus kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah terbatasnya kemampuan guru dan kepala sekolah/madrasah dalam mengisi instrumen akreditasi yang dikembangkan oleh Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah. Selain itu, kemampuan untuk menganalisis keterkaitan antara instrumen akreditasi, petunjuk teknis pengisian instrumen akreditasi, dan instrumen pengisian data dan informasi pendukung yang masih perlu ditingkatkan. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan ini antara lain adalah: 1) sosialisasi dan focus group discussion tentang materi evaluasi diri sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan penjaminan mutu internal sekolah, 2) pendampingan dalam pengisian instrumen akreditasi yang dikembangkan BAN S/M, dan dilanjutkan dengan diskusi refleksi. Luaran yang telah dihasilkan melalui kegiatan ini adalah: 1) terlaksananya kegiatan sosialisasi dan diskusi terpusat pada materi instrumen akreditasi jenjang SMA/MA, 2) terlaksananya kegiatan pendampingan pengisian instrumen akreditasi, dan 3) tersusunnya artikel yang dipublikasikan pada jurnal pengabdian pada masyarakat.  Kata Kunci: instrument akreditasi, evaluasi diri sekolah, penjaminan mutu internal
Penerapan Teknologi Budidaya Ramah Lingkungan Pada Nelayan Kecil di Desa Ketapang Raya Lombok Timur Syukur, Abdul; Khaeruddin, Khaeruddin; Yamin, M.
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.210

Abstract

Abstrak: Wilayah pesisir memiliki potensi ekonmi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan baru nelayan kecil. Budidaya ramah lingkungan dapat menjadi solusi dalam mengurangi kemiskinan nelayan. Tujuan program pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) pengembangan budidaya berbasis potensi bibit lokal sebagai sumber matapencaharian berkelanjutan nelayan skala kecil, (2) meningkatkan peran nelayan skala kecil untuk meningkatkan produksi perikanan laut melalui budidaya, (3) penguatan kapasitas kelembagaan kelompok nelayan untuk mengembangkan budidaya di lokasi studi, (4) mengintegrasikan nilai budidaya dalam usaha konservasi lamun skala lokal, (5) budidaya menjadi sektor unggulan dalam menjaga stabilitas stok pangan secara berkelanjutan dan (6) budidaya dan konservasi lamun skala lokal menjadi instrumen pengelolaan perikanan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kooperatif melalui sistem pembelajaran orang dewasa (andragogi) dengan metode contoh (damplots), diskusi kelompok, Fokus Group Discussion (FGD) dan wawancara. Hasil dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah nelayan kecil dapat menerapkan teknologi budidaya ramah lingkungan. Indikator dari teknologi ramah lingkungan adalah budidaya dilakukan dengan menggunakan bagang apung sederhana untuk memperoleh pakan udang yang sebelumnya mereka banyak mengambil pakan dari biota laut pada lokasi padang lamun. Hasil lain yang cukup postif adalah nelayan skala kecil di Desa Ketapang Raya memiliki matapencaharian baru yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Kesimpulan dari program pengabdian pada masyarakat ini adalah nelayan kecil dapat menerapkan teknologi budidaya ramah lingkungan dan memiliki nilai positif sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan serta dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat dan keluarga nelayan. Kata kunci: Budidaya ramah lingkungan dan dan Matapencaharian nelayan kecil
Pelatihan Program Parenting untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru PAUD Di Kota Mataram Tahun 2018 Fahruddin, Fahruddin; Astini, Baiq Nilawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.206

Abstract

Abstrak: Pendidikan anak usia dini sangat penting artinya untuk perkembangan anak selanjutnya, sehingga pelatihan program parenting untuk meningkatkan profesionalisme guru PAUD dibutuhkan kompetensi guru profesional meliputi kemampuan guru mengenal peserta didik yang dilayaninya secara mendalam. Tujuan yang ditargetkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah Terbangunnya pengetahuan dan pemahaman guru atau pendidik PAUD pentingnya program parenting di sekolah, meningkatnya keterampilan guru atau pendidik PAUD dalam mengembangkan program parenting di sekolah/PAUD, tersusunnya program parenting di sekolah masing-masing sesuai dengan kondisi dan terimplementasikannya program parenting di sekolah/PAUD di sekolah masing-masing Untuk itu dalam mewujudkan kegiatan tersebut perlu untuk dilakukan dengan memberikan pelatihan mengenai program pengasuhan/parenting kepada guru-guru PAUD/TK di-kota mataram. Dalam pelatihan itu akan diberikan pengetahuan secara teoritis dan praktis. Pengetahuan teoritis berkenaan dengan gambaran umum tentang strategi belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan parenting tanpa memperhatikan perbedaan bidang ilmu yang digelutinya. Sedangkan kegiatan praktisnya akan dilaksanakan dengan pemberian tugas latihan kepada peserta sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing. Dalam kegiatan latihan akan dilakukan pembimbingan oleh anggota tim, sampai pada setiap peserta menghasilkan kegiatan yang menggunakan program parenting. Kata Kunci: Program Parenting, Propesionalisme Guru
Implementasi Penilaian Pendidikan Karakter Kurikulum 2013 di SDK St Antonius Cakranegara Soeprianto, Harry; Sridana, Nyoman; Wahidaturrahmi, Wahidaturrahmi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.209

Abstract

Abstrak: Salah satu kesulitan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 adalah penilaian. Guru menyatakan mereka belum merancang, melaksanakan, mengelolah, melaporkan, dan memanfaatkan hasil penilaian dengan baik. Kesulitan utama yang dihadapi guru adalah merumuskan indikator, menyusun butir butir instrumen, dan melaksanakan penilaian sikap dengan menggunakan berbagai macam tehnik. Selain itu banyak guru yang kurang percaya diri dalam melaksanakan penilaian pendidikan karakter, karena belum sepenuhnya memahami bagaimana menyusun instrumen dan rubrik penilaian pendidikan karakter, kesulitan yang banyak dikeluhkan guru berkaitan dengan penilaian deskripsi capaian aspek sikap, selain itu guru maupun satuan pendidikan mengalami kesulitan dalam melakukan pengolahan nilai, pemanfaatan dan pelaporannya. Memperhatikan permasalahan ini perlu mengimplementasikan panduan penilaian  pendidikan karakter kurikulum 2013 di SDK ST Antonius Cakranegara agar dapat memudahkan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan serta memanfaatkan hasil penilaian aspek sikap. Kata Kunci : Penilaian, Pendidikan Karakter
Sistem Penjaminan Mutu Internal Di Satuan Pendidikan Menengah (SMA) Sridana, Nyoman; Wilian, Sudirman; Setiadi, Dadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.212

Abstract

Abstrak: Tingkat pengetahuan warga sekolah terkait dengan Sisitem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) masih pada tingkat rendah yang masih perlu dikembangkan sebelum membentuk sistem penjaminan mutu internal satuan pendidikan. Selain itu pemahaman pendidik terkait standar pendidikan nasional yang sangat berhubungan dengan tugasnya masih pada tingkat cukup sehingga masih perlu peningkatan pemahaman agar bisa melaksananakan proses dan evaluasi sesuai dengan standar. Perlu pengembangan bagi tenaga pendidik dan kependidikan dalam hal pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi penjaminan mutu internal melalui tim khusus dari eksternal satuan pendidikan sampai sekolah tersebut siap untuk bisa melaksanakan sistem penjaminan mutu internal. Untuk dapat melakukan penjaminan mutu pendidikan, satuan pendidikan perlu membentuk SPMI sesuai dengan stándar dan aturan yang berlaku Estándar Nasional Pendidikan (SNP) walaupun dilihat dari nilai akreditasi mencapai stándar tertinggi.  Dengan demikian diperlukan kajian terkait dengan sistem penjaminan mutu internal di sekolah-sekolah tersebut agar secara bertahap bisa memenuhi SNP atau bahkan melebihinya. Kata Kunci: Sistem Penjaminan Mutu internal (SPMI), Standar Nasional Pendidikan (SNP), Satuan Pendidikan Menengah
Pelatihan Olimpiade MIPA Bagi Guru dan Peserta Didik SMA Kesuma Mataram Doyan, Aris; Susilawati, Susilawati; Soeprianto, Harry; Bahri, Syamsul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.208

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru pembina olimpiade dalam mempersiapkan siswa dalam menghadapi olimpiade sains  MIPA di tingkat lokal (kabupaten dan provinsi). Untuk mengetahui tingkat kemampuan awal peseta didik yang mengikuti bimbingan olimpiade terlebih dahulu diberikan soal pretest. Berdasarkan skor perolehan pretest, ditemukan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal masih sangat rendah . Hal tersebut disebabkan masih kurangnya bimbingan yang dilakukan oleh guru. Upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan kepada guru pembimbing sebanyak lima kali pertemuan untuk masing-masing guru pembimbing bidang studi olimpiade dan mendampingi guru membimbing peserta didik sebanyak lima kali pertemuan. Bimbingan guru olimpiade dilaksanakan oleh dosen ahli pada masing-masing bidang guna untuk mengembangkan kemampuan guru dalam menganalisis silabus, cakupan materi, tipe-tipe soal, dan strategi dalam penyelesaian soal. Pelatihan selanjutnya yang dilakukan adalah kepada siswa yang dilaksanakan oleh masing-masing guru pembina olimpiade dengan didampingi oleh dosen ahli. Kegiatan pelatihan ini dapat dikatan berhasil sebab tingkat partisipasi peserta mencapai 90% dan peningkatan skor yang diperoleh peserta didik  dari skor Post Tes rata-rata memperoleh nilai 70. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta kegiatan diperoleh juga data bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena telah memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi guru pembina olimpiade dan siswa dalam menjawab soal-soal olimpiade MIPA yang variatif. Key words: Pelatihan, olimpiade, MIPAAbstrak: Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru pembina olimpiade dalam mempersiapkan siswa dalam menghadapi olimpiade sains  MIPA di tingkat lokal (kabupaten dan provinsi). Untuk mengetahui tingkat kemampuan awal peseta didik yang mengikuti bimbingan olimpiade terlebih dahulu diberikan soal pretest. Berdasarkan skor perolehan pretest, ditemukan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal masih sangat rendah . Hal tersebut disebabkan masih kurangnya bimbingan yang dilakukan oleh guru. Upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan kepada guru pembimbing sebanyak lima kali pertemuan untuk masing-masing guru pembimbing bidang studi olimpiade dan mendampingi guru membimbing peserta didik sebanyak lima kali pertemuan. Bimbingan guru olimpiade dilaksanakan oleh dosen ahli pada masing-masing bidang guna untuk mengembangkan kemampuan guru dalam menganalisis silabus, cakupan materi, tipe-tipe soal, dan strategi dalam penyelesaian soal. Pelatihan selanjutnya yang dilakukan adalah kepada siswa yang dilaksanakan oleh masing-masing guru pembina olimpiade dengan didampingi oleh dosen ahli. Kegiatan pelatihan ini dapat dikatan berhasil sebab tingkat partisipasi peserta mencapai 90% dan peningkatan skor yang diperoleh peserta didik  dari skor Post Tes rata-rata memperoleh nilai 70. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta kegiatan diperoleh juga data bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena telah memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi guru pembina olimpiade dan siswa dalam menjawab soal-soal olimpiade MIPA yang variatif. Key words: Pelatihan, olimpiade, MIPA

Page 1 of 4 | Total Record : 32