cover
Filter by Year
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Articles
259
Articles
Pijat Tuna Efektif dalam Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak Balita

Asih, Yusari, Mugiati, Mugiati

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masalah yang sering terjadi dalam pemenuhan nutrisi yakni kesulitan makan pada balita yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang atau stunting.Upaya untuk mengatasi kesulitan makan dapat dilakukan dengan cara farmakologi maupun non farmakologi. Upaya dengan farmakologi antara lain dengan pemberian miltivitamin, sedangkan non farmakologi antara lain melalui minuman herbal/jamu,  pijat, akupresur, dan akupunktur. Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya angka BGM dan kejadian keluhan sulit makan pada anak balita yang berkunjung ke BPM.Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen yang melibatkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Populasi yang digunakan adalah semua anak balita yang ada di wilayah Kecamatan Pagelaran berjumlah 2920 balita, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan perlakuan langsung menggunakan job sheet. Analisis data melalui Uji Tdengan nilai kemaknaan alpha 0,05.  Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kesulitan makan pada anak yang dilakukan pijat tuina adalah 3.360 dengan standar deviasi 0,921, sedangkan untuk anak balita yang diberi multivitamin rata-rata kesulitan makannya adalah 2.260 dengan standar deviasi 1.337.  Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,000, berarti dengan alpha 5% terlihat ada perbedaan yang signifikan rata-rata kesulitan makan pada anak balita antara anak balita yang dilakukan pijat tuina dengan anak balita yang diberikan multivitamin. Simpulan dari penelitian ini pijat Tui Na yang dilakukan sesuai prosedur, dengan 8 rangkaian pijat dapat mengatasi kesulitan makan pada balita. Diharapkan agar ibu balita mampu dan rutin menerapkan pijat ini dalam mengatasi kesulitan makan pada anaknya, bidan dapat memberikan edukasi dan pelatihan pada ibu balita sehingga setiap ibu mampu melaksanakan pijat tui na ini.

Faktor Resiko Kejadian Stroke

Susilawati, Fepi, SK, Nurhayati

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Di Indonesia  insiden stroke diperkirakan 800-1000 penderita setiap tahunnya dan merupakan Negara penyumbang insiden stroke terbesar di Negara Asia. Berdasarkan data  riskesdas 2013, Lampung di tahun 2013 prevalensi stroke 2,6 % , terdiagnosis oleh tenaga kesehatan 3,7 % sedangkan yang terdiagnosis hanya berdasarkan gejala ada 5,4 %. Stroke merupakan  menyebabkan kematian ketiga terbesar di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kejaidan stroke. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik, dengan populasi seluruh penderita stroke dan sempel berjumlah 96 responden.Analisis data dengan chi-squareα  95 % dan uji regresi logistik  dengan bantuansoftware computer. Hasil penelitian pada faktor resiko kejadian stroke,  dari 5 (lima) faktor yang merupakan faktor resiko ialah faktor resiko kejadian stroke adalah jenis kelamin (p=0,03) dengan OR = 0,4 dan Faktor makanan (p=0,00) dengan OR = 1,03, sedangkan yang bukan merupakan faktor resiko adalah trigliserida (p=0,2), umur (p=0,4) dan  tempat tinggal (p=0,4).   Kesimpulan ada pergeseran faktor resiko stroke karena faktor gaya hidup (lifestyle) karena Negara Indonesia saat ini berada pada masa transisi dari agraris menuju negara industri sehingga terjadi  pemerataan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia. disarankan agar institusi memberikan tugas pada dosen untuk melaksanakan pengabdian masyarakat sesuai dengan hasil  penelitiannya.

Stres Pasca Trauma pada Ibu Post Partum dengan Sectio Caesarea Emergency dan Partus Spontan

Amperaningsih, Yuliati, Siwi, Purwanti Nugrahanti

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Angka persalinan sectio caesarea di Provinsi Lampung tahun 2013 menurut hasil Riskesdas sekitar 4,5%. Berbagai masalah psikologis yang dialami ibu bersalin di rumah sakit sangat memerlukan perhatian dan perawatan yang optimal dari seorang perawat/bidan dan keluarganya. Berdasarkan data rekam medis Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro tahun 2016 terdapat 289 (78,3%) persalinan sectio caesarea dan 80 persalinan normal (21,68%) dari 369 persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui perbedaan kejadian stres pasca trauma pada ibu post partum dengan sectio caesarea emergency dan partus spontan. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik pendekatan cross sectional. Populasi semua pasien post partum primigravida  60 orang yang terdiri dari 30 ibu post partum SC emergency dan 30 ibu post partum normal, sampel 60 responden. Analisa data menggunakan ujit-Independen.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat stress pasca trauma pada ibu yang melakukan persalinan dengan Sectio Caesaremergency adalah 16,7, dengan SD 4,95.  Rata-rata tingkat stress pasca trauma pada ibu yang melakukan persalinan dengan persalinan normal adalah 16.7, dengan SD 3,39. Ada perbedaan kejadian stres pasca trauma pada ibu post partum dengan sectio caesarea emergency dan partus spontan di Rumah Sakit (p-value 0,000). Disarankan dilakukan intervensi khusus seperti penyuluhan dan pendampingan  untuk menurunkan derajat stres pasca persalinan pada pada perempuan postpartum.

Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru oleh Ibu yang Mempunyai Bayi BBLR pada Satu Puskesmas di Kabupaten Garut

Sukmawati, Sukmawati, Mamuroh, Lilis

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Angka kematian bayi akibat BBLR di Puskesmas Sukamulya tahun 2016 sebanyak 9 kasus (66.67%) dan menduduki urutan pertama, metode kanguru merupakan salah satu tindakan keperawatan pada bayi BBLR karena selain mendekatkan hubungan emosional ibu dan bayi juga dapat menstabilkan suhu bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan perawatan metode kanguru oleh ibu yang mempunyai bayi BBLR di Puskesmas Sukamulya.Jumlah populasi dan sampel dalampenelitian ini sebanyan 29 orang. Rancangan penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 19 responden (65,5%) melaksanakan metoda kanguru, sebagian besar 11 responden (76,6%) berpengetahuan cukup dan  sebagian besar sikap responden mendukung 15 responden (83,3%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan perawatan metode kanguru di Puskesmas Sukamulya tahun 2017 (p = 0,026 <alpha = 0,05). Ada hubungan antara sikap dengan pelaksanaan perawatan metode kanguru di Puskesmas Sukamulya tahun 2017 (p = 0,29<alpha = 0,05). Diharapkan pihak Puskesmas dapat memberikan penyuluhan kepada ibu yang mempunyai bayi BBLR sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap yang mendukungdalam pelaksanaan metode kanguru.

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia dengan Kejadian Anemia di Kabupaten

Laksmita, Safira, Yenie, Helmi

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang. Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada remaja putri. Hasil pra survey pada 40 remaja putri kelas XI di SMA Negeri 1 Talang Padang di dapatkan 70% mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia DiKabupaten Tanggamus. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data diperoleh dengan cara pembagian angket dan pemeriksaan kadar Hb. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas IX di SMA Negeri 1 Talang Padang yang berjumlah 231 responden. Sampel diperoleh dengan teknik sistematik random sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 145 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Analisa univariat menggunakan persentase, sedangkan analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh 53,1% remaja putri memiliki pengetahuan kurang dan 46,9% memiliki pengetahuan cukup. Pada kejadian anemia diperoleh, 62,8% remaja putri mengalami anemia, dan 37,2% tidak mengalami anemia. Kesimpulan diperoleh adanya hubungan antara Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia (p-value 0,034, OR 2,22). Saran untuk tempat penelitian diharapkan adanya upaya penurunan angka kejadian anemia dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kadar Hb pada remaja putri oleh petugas Puskesmas.

Pengaruh Susu Kedelai dalam Meringankan Gejala Sindrom Premenstruasi pada Remaja Puteri

Trinovelda, Nora Isa, Marita, Elvia

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Angka kejadian PMS di Indonesia sendiri berkisar antara 70-90%, sedangkan di Lampung didapatkan data bahwa proporsi kejadian PMS pada remaja putri sebesar 31,5% (39) dari 124 responden. Berdasarkan hasil pra survey, didapatkan hasil sebanyak 4 dari 10 remaja puteri mengalami premenstruasi sindrom berat (>5 gejala yang dirasakan), dan 5 dari 10 remaja puteri mengalami 1-4 gejala PMS.Sedangkan jumlah siswa puteri yang tidak merasakan gejala PMS sangat sedikit sekali, yaitu 1 dari 10 orang responden.Desain penelitian ini adalah Eksperimental dengan rancangan Pra Eksperimen berupa OneGroup Pretest-Posttest.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja puteri yang mengalami gejala Premenstruasi Sindrom di Kabupaten Lampung Barat yang berjumlah 247 orang.Teknik pengambilan sampel adalah Purposif Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang.Analisa data secara univariat dan analisa bivariat dengan dependen t test.Hasil penelitian yang diperoleh dari 20 responden, semua responden (100%) mengalami penurunan gejala Sindrom Premenstruasi setelah dilakukan intervensi dengan rata-rata penurunan gejala sebanyak 4,5 gejala. Hasil uji statistik didapatkan nilai P value=0,000 sehingga P<0,05yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara jumlah gejala PMS yang dirasakan sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Adapun saran dalam penelitian ini agar setiap remaja puteri yang mengalami gejala Sindrom Premenstruasi untuk mencoba mengkonsumsi susu kedelai yang telah terbukti dapat menangani gejala Sindrom Premenstruasi yang dirasakan.

Kebutuhan Perawatan Periodontal pada Anak Berkebutuhan Khusus

Andriyani, Desi

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penyebab utama penyakit periodontal adalah iritasi bakteri plak. Lapisan ini terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi bila seseorang mengabaikan kebersihan gigi dan mulutnya.Pembentukan plak gigi dipengaruhi oleh faktor predisposisi yang terdapat secara lokal pada lingkungan rongga mulut atau standar PH dimana kalkulus yang mempengaruhi kalsifikasi dari plak gigi berhubungan dengan lepasnya perlekatan periodontal pada individu dengan oral hygiene yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perawatan Periodontal pada anak berkebutuhan khusus di SLB Dharma Bakti. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan jumlah sampel sebanyak 52 anak.Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan kaca mulut dan probe menggunakan CPITN, kemudian daata dicatat pada lembaran pemerikasaan CPITN. Hasil penelitian menunjukan kategori status penyakit periodontal dari 52 anak terdapat kondisi karang gigi 33 anak ( 63,46 % ) dan hasil ini menunjukan kategori kebutuhan perawatan dimana dengan kotegori tersebut harus dilakukan pembersihan karang gigi (scalling) dan pemberian pendidikan tentang kesehatan gigi dan mulut berupa penyuluhan. 

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Pasien Tuberkulosis Paru pada Satu Rumah Sakit di Kabupaten Garut

Hendrawati, Hendrawati, Amira Da, Iceu

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tuberkulosis paru adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Indonesia adalah urutan nomor 3 di asia dalam jumlah pasien dengan tuberculosis paru (WHO, 2009). Dari beberapa penyakit menular yang ditangani di RSUP Dr.Slamet Garut selama tahun 2013 kejadian pasien tuberkulosis paru masih tinggi sebanyak 2.100 pasien. Salah satu komplikasi tuberkulosis paru adalah gangguan psikologis seperti kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. SlametGarut. Penelitian termasuk penelitian deskriptif korelatif dengan menggunakan cross-sectional dengan populasi 62 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling untuk memperoleh sampel sebanyak 54 orang. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis ini menggunakan uji Chi - Square univariat dan bivariat. Hasilnya menunjukkan; Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tingkat kecemasan (p-value = 0,008), Ada hubungan antara usia dan tingkat kecemasan (p-value = 0,002), Ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan ( p-value = 0,008), Ada hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat kecemasan (p-value = 0,001), Ada hubungan antara status ekonomi dengan tingkat kecemasan (p-value = 0,003). Berdasarkan hasil penelitian, yang perlu ditingkatkan pelayanan keperawatan; konseling tentang tuberkulosis, memberikan dukungan sosial kepada pasien yang lebih tua, memberikan motivasi kepada pasien wanita, dan kerjasama lintas sektoral.

Hubungan Kualitas Pelayanan Antenatal dengan Kelengkapan Ibu Hamil dalam Melakukan Antenatal Care

Patria, Armen, Amatiria, Gustop

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu 228 per 100.000 kelahiran hidup. Risiko kematian ibu selama kehamilan dan persalinan dapat dikurangi bila ibu hamil memeriksakan kehamilannya sedini mungkin dan tepat waktu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan antenatal dengan kelengkapan ibu hamil dalam melakukan antenatal di Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi Cross Sectionalpada 160 orang ibu yang mempunyai bayi ? 6 bulan dan pernah memeriksakan kehamilannya selama hamil ke 4 puskesmas yang terpilih sebagai sampel. Variabel dependent adalah kelengkapan ibu dalam melakukan antenatal,  variabel independent adalah kualitas pelayanan antenatal,Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pelayanan antenatal dengan kelengkapan ibu hamil dalam melakukan antenatal. Ibu yang menilai pelayanan antenatal yang diterimanya berkualitas cenderung hampir 4 kali untuk melakukan pemeriksaan antenatal secara lengkap dibandingkan dengan ibu yang menilai kualitas antenatal yang diterimanya kurang. Sedangkan variabel kovariat yang bermakna dalam kelengkapan ibu hamil melakukan antenatal adalah variabel pendidikan dan sikap dari ibu. Berdasarkan hasil tersebut maka kualitas pelayanan antenatal perlu ditingkatkan dengan cara melaksanakan pembinaan dan monitoring secara berkala kepada petugas kesehatan, memberikan pelatihan teknis tentang pelayanan antenatal kepada petugas and petugas kesehatan memberikan pelayanan antenatal sesuai standar.

Perbedaan Hasil Belajar Psikomotorik Penggunaan Metode Demonstrasi dan Metode Audiovisual pada Pembelajaran Mata Kuliah Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal

Elmeida, Ika Fitria, Fitrian, Fitrian

Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang Bandar Lampung Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Metode mengajar memegang peranan penting dalam  proses pendidikan.Sebagian besar gurumasihmenggunakanmodel pembelajaran konvensional sepertipembelajarantatap  muka (facetofacelearning).Tuntutan dan peradaban telahmengalami pergeserandariduniaanalog menuju dimensi  digital  lewat kemajuan teknologiinformasi yang begirupesat. Tujuan penelian ini adalah Diketahuinya perbedaan hasil belajar psikomotorik penggunaan metode demonstrasi dan metode audiovisual pada pembelajaran Kegawatdaruratan maternal dan neonatal pada mahasiswa kebidanan STIKes Aisyah Pringsewu. Penelitian ini menggunaan jenis  penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan rancangan posttest design. Populasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa kebidanan STIKes Aisyah  dan Sampel diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini nilaip-value= 0,000, ini menunjukan ada perbedaan hasil belajar psikomotor antara metode demostrasi dengan metode audiovisual di STIKes Aisyah Pringsewu. Agar dosen di istitusi dapat menerapkan metode pembelajaran demonstrasi kepada mahasiswa melalui matakuliah terkait, dan bagi peneliti untuk dapat mengaplikasikan metode pembelajaran demonstrasi kepada mahasiswa melalui mata kuliah terkait.