cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
Kemenangan Faksi Militan; Jejak Kelam Elit Nahdlatul Ulama’ akhir September-Oktober 1965 Anshari, Aan
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.765 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1046

Abstract

Tulisan ini mencoba memaparkan pergumulan faksi militan dan moderat di tubuh elit Nahdlatul ‘Ulama (NU) Jakarta menjelang dan awal Peristiwa G30S. Peristiwa 65 merupakan lorong paling gelap dalam sejarah Indonesia modern yang menempatkan NU sebagai salah satu aktor dominan, terutama di Jawa. Keterlibatan NU secara institusi tidak bisa dipisahkan dari aktifnya beberapa elit NU yang berlatar belakang militer, ditambah peran akseleratif sosok seperti Subchan ZE. Dengan dukungan penuh militer saat itu, mereka membangun konsolidasi dengan partai politik maupun organisasi masyarakat sipil yang antiPKI. Di internal NU, bisa dikatakan mem-bypass kiai-kiai senior yang memang selama ini menjadi pendukung Soekarno dan moderat terhadap PKI. Kemenangan faksi militan ini menyebabkan proses penghancuran PKI di Pulau Jawa berjalan sangat massif dengan restu otoritas militer setempat
REKONSTRUKSI HUKUM TENTANG HUKUMAN KEBIRI BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL (Kajian Analisis Yuridis-Sosiologis PERPPU No. 1 Tahun 2016 Dalam Perspektif Kriminologi Hukum) Arif, Hanafi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.593 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1052

Abstract

Negara Indonesia adalah negara hukum, sebagaimana yang telah ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 1 ayat 3. Maka oleh karena itu dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara yang meliputi seluruh aspek baik itu aspek sosial, politik, ekonomi, budaya, terlebih lagi hukum harus berdasar pada konstitusi maupun aturan-aturan hukum yang berlaku. Hukum adalah sesuatu yang hidup dan terus berkembang oleh karena itu hukum haruslah dapat mengakomodir serta mengatur kehidupan masyarakatnya bukan hanya terfokus pada segi legalitas atau kepastian hukumnya saja akan tetapi harus lebih dari itu yaitu adanya pemenuhan rasa keadilan. Tindak pidana yang sedang merajalela di negara ini, seperti jamur yang sedang berkembang dengan pesatnya. Dimulai dari tindak pidana korupsi, peredaran narkoba, terorisme, pembunuhan, perjudian, pencurian hingga pada pemerkosaan terhadap anak dsb. Wacana tentang hukuman kebiri bagi pelaku tindak pidana pemerkosaan terhadap anak yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah dalam produk hukum berupa PERPPU No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sedang ramai dibicarakan di kalangan masyarakat. Banyak yang sependapat dengan adanya rencana tersebut dan tidak sedikit pula yang tidak sependapat, melalui penelitian hukum peneliti berpendapat bahwa harus ada kajian khusus terlebih dahulu tentang dasar filosofi maupun tujuan dari peraturan ini atau making of law process, sehingga PERPPU No. 1 tahun 2016 ini akan dapat memenuhi aspek legalitas dan aspek keadilan serta akan terasa lebif efektif dalam memberantas ataupun memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana pelecehan dan kekerasan terhadap anak.
PERDA BERBASIS SYARI’AH DALAM TINJAUAN HUKUM TATA NEGARA Na'imah, Hayatun
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.058 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1136

Abstract

Perda merupakan produk hukum yang harus tunduk dan patuh terhadap kaidah-kaidah pembuatan produk hukum dan tertib hukum Indonesia. Beberapa aspek untuk melihat Perda-Perda Berbasis Syari’ah dapat diterima, atau bahkan bertentangan secara yuridis dilihat dari sudut pandang Hukum Tata Negara Indonesia.(1) Dari segi tertib hokum. (2) Dari sisi materi perda. (3) Dari sisi legal drafting. (4) Dari sisi penerapan sanksi. (5) Dari aspek etika moral hokum. Dari aspek teori hirarki norma hukum; dari segi hirarki formal bahwa Perda-perda tersebut di atas telah sesuai dengan Pasal 14 Undang-undang No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan dari hirarki fungsional telah menempuh prosuder pembentukannya, yaitu telah ditetapkan oleh Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan bersama DPRD sebagaimana yang diatur dalam Pasal 136 Undang-undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
HERMENEUTIKA HADIS ABŪ SYUQQAH Monady, Hanief
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.707 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1130

Abstract

Dalam studi pemikiran Islam zaman modern ini, hermeneutika merupakan trend baru yang sebelumnya tidak mendapat cukup banyak perhatian dari sarjanawan dan cendikiawan muslim. Hermeneutika mulai banyak digemari setelah informasi dan pengetahuan tentangnya banyak menggeliat setelah banyak tulisan dan karya yang muncul dari penulis dan cendikiawan Arab kontemporer. Adapun kata hadis, yakni adalah segala sesuatu yang diambil dari Rasulullah SAW, baik berupa sabda, perbuatan, taqrīr, atau sifat-sifat beliau baik di masa sebelum beliau diangkat menjadi rasul, ataupun sesudahnya. Beberapa sarjana Muslim yang to some extent menerima Hermeneutika, tentang bagaimana memahami ayat-ayat Alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW antara lain Fazlur Rahman, Mohammed Talbi, Nasr Hamid Abū Zaid, Muhammad Abid Al Jabiri, Aminah Wadud, Muhammad Sabesthari, Muhammad Syahrur, Abdullah Saeed, dan masih banyak lagi. Salah satu tokoh Muslim yang melakukan upaya tersebut, ialah Abū Syuqqah.
MENGENAL KITAB AL-UMM KARYA AL-SYAFI’I (DARI METODE ISTIDLAL HUKUM HINGGA KEASLIANNYA) Hudaya, Hairul
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.219 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1436

Abstract

Imam Syafi’i merupakan tokoh multi keilmuan di bidang keislaman. Ia  menguasai sastra, tafsir, hadis, fiqh, ushul fiqh dan lainnya. Bahkan untuk bidang keilmuan yang disebut terakhir, ia dipandang sebagai peletak dan  penyusun bidang kajian ushul. Namun di atas segalanya, ia adalah pendiri mazhab al-Syafi’i yang banyak dianut oleh mayoritas masyarakat muslim di dunia termasuk di Indonesia. Di antara karyanya yang fenomenal di bidang fiqih adalah kitab al-Umm. Dalam penulisan kitabnya, Imam al-Syafi’i menggunakan sistematika penulisan berdasarkan tema tertentu dan selanjutnya menguraikan bahasannya dalam bentuk bab dan sub-bab bahasan. Dalam mengistinbat hukum, Imam al-Syafi’i menggunakan dalil al-Qur’an terlebih dahulu baru kemudian hadis dan qias. Terdapat beragam pandangan terkait keaslian kitab al-Umm sebagai karya Imam al-Syafi’i namun pendapat yang kuat bahwa kitab tersebut adalah karya al-Syafi’i meski tidak ditulis langsung olehnya. 
MASYARAKAT IDEAL DALAM AL-QUR’AN (Pergulatan Pemikiran Ideologi Negara dalam Islam antara Formalistik dan Substansialistik) Kurdi, Sulaiman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.452 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v14i1.1049

Abstract

Ada perbedaan pandangan (tentang mewujudkan cita-cita profetik dalam masyarakat ideal) antar generasi dalam melihat teks-teks al-Qur’an seperti: “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” dan “amar ma'ruf nahi munkar”. Hal ini menimbulkan pengelompokan yangsatu menghendaki hubungan lslam danNegara bersifat formalistik dan legalistik, hal inimenjadikan Islam sebagai dasar ideologi negara dan yang kedua bcrorientasi pada nilai-nilai yang bersifatsubstansialistik yang bersifat inklusif', integratif' dan diversifikatif bagi bangsaIndonesia yang sangat majemuk baik suku, agama, ras tentunya pemikirankelompok keduanya lebih cocok untuk diterapkan di tanah air tercinta ini,

Page 1 of 1 | Total Record : 6