cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KACA DAN SERAT POLIESTER TERHADAP KEKUATAN IMPAK BAHAN BASIS GIGITIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Fransisca, Wennie; Nasution, Ismet Danial
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.10

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) merupakan bahan yang sering digunakan sebagai bahan basis gigitiruan. Sifat bahan RAPP terutama sifat mekanis tergantung pada kekuatan impak. RAPP memiliki kekuatan impak yang rendah sehingga mudah patah apabila terjatuh. Kekuatan impak resin akrilik dapat ditingkatkan dengan penambahan serat kaca (SK) dan serat poliester (SP). Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan desain post test group only control. Penelitian ini dilakukan pada sampel RAPP tanpa penambahan serat (A), dengan penambahan SK 1% (B), SK 3% (C), SP 1% (D) dan SP 3% (E) dengan ukuran sampel 80 mm x 10 mm x 4 mm. Jumlah total sampel sebanyak 30 sampel yang terdiri dari 6 sampel untuk masing-masing kelompok perlakuan. Setiap sampel dilakukan perhitungan kekuatan impak dan dianalisis dengan uji ANOVA satu arah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kaca dan serat poliester terhadap kekuatan impak pada bahan basis gigitiruan RAPP. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan SK dan SP terhadap kekuatan impak bahan basis RAPP dengan p = 0,001 (p < 0,05) dengan pasangan perlakuan yang bermakna adalah kelompok (A) dan (B) dengan p = 0,002 (p < 0,05), kelompok (A) dan (C) dengan p = 0,001 (p < 0,05), kelompok (A) dan (D) dengan p = 0,006 (p < 0,05) serta kelompok (A) dan (E) p = 0,001 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan SK 1% atau SP 1% dapat meningkatkan kekuatan impak, sehingga bahan basis gigitiruan yang dihasilkan akan lebih resisten terhadap benturan
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG TELUR TERHADAP KEKUATAN TEKAN GLASS IONOMER CEMENT Mozartha, Martha; Praziandithe, Muthiara; Sulistiawati, Sulistiawati
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.42

Abstract

Glass Ionomer Cement (GIC) memiliki sifat-sifat yang menguntungkan sebagai material restorasi. Namun, penggunaannya terbatas karena GIC memiliki kekuatan tekan yang rendah. Berbagai penelitian dilakukan untuk meningkatkan kekuatan tekan GIC, salah satunya penambahan hidroksiapatit ke bubuk GIC. Hidroksiapatit dapat disintesis dari larutan kimia atau berbagai limbah alam, misalnya cangkang telur, melalui metode presipitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan hidroksiapatit dari cangkang telur terhadap kekuatan tekan GIC Fuji IX (GC Corporation). Pembuatan 32 silinder GIC berdiameter 4mm dan tinggi 6mm dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu: kelompok GIC tanpa penambahan hidroksiapatit sebagai kelompok kontrol (n=16) dan kelompok GIC dengan penambahan 8% hidroksiapatit sebagai kelompok uji (n=16). Kekuatan tekan diukur dengan Universal Testing Machine. Data dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil pengukuran rata-rata kekuatan tekan GIC kelompok kontrol adalah 104,33±1,36 MPa dan kelompok uji adalah 109,52±1,58 MPa. Hasil uji T pada data tersebut menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p
KADAR INTERLEUKIN-1β DALAM CAIRAN SULKUS GINGIVA PADA AKTIVASI PIRANTI ORTODONTI CEKAT Kornialia, Kornialia
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.1

Abstract

Perawatan ortodonti memberikan tekanan mekanis pada gigi, bertujuan untuk menggerakkan gigi. Pergerakan gigi secara ortodonti terjadi melalui proses remodeling tulang alveolar yang merupakan kombinasi proses resorbsi dan aposisi. Tekanan ortodonti menyebabkan keluarnya mediator inflamasi seperti interleukin-1β (IL-1β) dari ligamen periodontal dan tulang alveolar sehingga merangsang resorbsi tulang dan IL-1β merupakan salah satu biomarker resorbsi tulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar IL-1β dalam cairan sulkus gingiva pada pemakaian piranti ortodonti cekat pada waktu 0 jam, 5 menit dan 24 jam setelah pemberian tekanan mekanis. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 9 orang pasien berusia antara 19 sampai 24 tahun. Kadar IL-1β diperiksa pada 3 waktu (0 jam, 5 menit dan 24 jam), kemudian diperiksa konsentrasi IL-1β dengan menggunakan ELISA . Hasil pemeriksaan didapat rerata kadar IL-1β pada waktu 0 jam, 5 menit dan 24 jam adalah 2,105 pg/ml, 3,481 pg/ml dan 4,814 pg/ml. Uji statistik dengan t paired tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar IL-1β antara ketiga waktu yaitu antara waktu 0 jam dengan 5 menit , 0 jam dengan 24 jam dan 5 menit dengan 24 jam , dengan p>0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tekanan mekanis dari piranti ortodonti cekat menimbulkan respon inflamasi akut yang ditandai dengan peningkatan kadar IL-1β yang mencapai puncaknya pada waktu 24 jam.
PENATALAKSANAAN GRANULOMA PYOGENIKUM PADA BIBIR BAWAH Pascawinata, Andries
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.33

Abstract

Granuloma pyogenikum merupakan lesi mukokutaneus non-neoplastik yang muncul akibat respon terhadap iritasi kronis, traumatik injuri dan faktor hormonal. Granuloma pyogenikum dapat terjadi pada berbagai umur. Lesi ini umumnya terjadi pada gingiva namun juga dapat terjadi pada bibir, lidah dan mukosa mulut. Tujuan ; melaporkan penatalaksanaan kasus granuloma pyogenikum yang terjadi pada bibir bawah. Laporan kasus sebagai berikut Seorang wanita datang dengan keluhan utama terdapat benjolan pada bibir bawah yang terjadi sejak 2 bulan yang lalu. Benjolan tersebut tumbuh perlahan hingga mencapai ukuran sekarang, benjolan terasa mengganggu. Pasien memiliki riwayat tergigitnya bibir bawah. Pemeriksaan klinis memperlihatkan sebuah benjolan tidak bertangkai, eritema, dan berukuran 1,5 cm. Penatalaksanaan yang dilakukan dengan eksisi lengkap dari lesi. Diagnosis defenitif diperoleh dari hasil pemeriksaan histopatologi. Hasil biopsi menunujukkan jika lesi adalah granuloma pyogenikum. Tidak terlihat rekurensi setelah 2 minggu perawatan. Kesimpulan ; Granuloma pyogenikum pada bibir bawah seorang pasien telah berhasil dilakukan perawatan dengan eksisi lengkap pada lesi.
EFEKTIFITAS ESTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum) SECARA TOPIKAL DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA MUKOSA PADA TIKUS PUTIH (Galur Wistar) Kurniawan, Jeffry; Edrizal, Edrizal; Desnita, Eka
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.24

Abstract

Kesehatan mukosa merupakan suatu hal yang sangat penting dan selalu di perhatikan pada masa modern saat ini, terutama luka pada mukosa yang disebabkan oleh beberapa faktor. Apabila penanganan luka pada mukosa tidak dilakukan secepat mungkin maka akan memasuki kondisi inflamasi. Luka merupakan diskontinuitas dari suatu jaringan. Telah dilakukan penelitian Efektifitas Esktrak Buah Delima (Punica granatum) secara Topikal dalam Proses Penyembuhan Luka Mukosa pada Tikus Putih (Galur Wistar). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ekstrak buah delima (Punica granatum) dalam proses penyembuhan luka mukosa pada tikus putih (Galur Wistar). Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimental Laboratorium. Pembuatan ekstrak buah delima (Punica granatum) dilakukan di Laboratorium Kopertis Wilayah X Padang, Sumatera Barat. Konsentrasi buah delima (Punica granatum) 10%, 5%, 2,5%, 1%, 0,5%, kontrol positif 2,5% hidrocortison dan kontrol negatif tanpa pemberian sediaan apapun dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Andalas, Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar ekstrak buah delima (Punica granatum) 10% dan 5% memberikan efek tidak membaik pada luka mukosa tikus putih (Galur Wistar), sedangkan kadar ekstrak 2,5%, 1% dan 0,5% memberikan efek membaik pada luka mukosa tikus putih (Galur Wistar). Setelah dilakukan uji Anova yang hasilnya terindikasi bahwa pengaruh langsung hari (perawatan) terhadap skor observasi (p<0,05) dalam penyembuhan luka mukosa tikus putih. Kesimpulan dari penelitian ini maka dapat dikatakan bahwa ekstrak buah delima (Punica granatum) mempunyai efek dalam proses penyembuhan luka mukosa tikus putih (Galur Wistar).
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI SILANG DENGAN PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI Sari, Intan Puspita; Afriza, Dhona; Roesnoer, Masra
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v1i1.49

Abstract

Infeksi silang menjadi perhatian utama bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya. Dokter gigi dan tenaga kesehatan gigi beresiko berkontak dengan mikroorganisme patogen pada saat merawat pasien, diantaranya termasuk HIV, Virus hepatitis B (HBV), Virus Hepatitis C (HCV), virus herpes simplex tipe 1 dan 2, Mycobacterium tuberkulosis,dan lain-lain. Kurangnya pengetahuan tentang potensi infeksi yang dibawa saliva dan darah serta mengabaikan perlindungan diri dapat membahayakan petugas kesehatan gigi dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang infeksi silang dengan penatalaksanaan pencegahan infeksi pada mahasiswa kepaniteraan klinik FKG Baiturrahmah. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel adalah mahasiswa kepaniteraan klinik FKG Baiturrahmah. Jumlah sampel adalah 154 orang, sedangkan teknik pengambilan sampel secara acak. Pengumpulan data dilakukan pengamatan dengan mengisi formulir pengamatan dan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada sebanyak 69 (86,3%) mereka yang berpengetahuan tinggi melakukan penatalaksanaan pencegahan infeksi dengan baik, sedangkan yang rendah sebanyak 18 (24,3 %) yang melakukan penatalaksanaan pencegahan infeksi dengan tidak baik. Hasil uji statistik didapat nilai p = 0,141 maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaaan proporsi kejadian kategori pengetahuan dengan penatalaksanaan atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penatalaksanaan pencegahan infeksi.
RASA TERBAKAR DI MULUT PADA PEMAKAIAN GIGI TIRUAN Kusmawati, Fransiska Nuning
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.15

Abstract

Burning sensation in the mouth is a condition that is characterized by spontaneous burning or uncomfortable feeling in the mouth without being followed by the real cause. The predisposing factors are divided into three factors : local factors, systemic and psychogenic. The use of denture is a local predisposing factor of burningsensation in the locally in the mouth. The treatments were performed in patients with a burning sensation in the mouth are is a top priority. Management steps in patient burning sensation in the mouth, are to, find the local etiology factors in oral or systemic and then traet the patient according to the cause.
ULKUS TRAUMATIKUS DISEBABKAN TRAUMA MEKANIK DARI SAYAP GIGI TIRUAN LENGKAP (LAPORAN KASUS) Bakar, Abu
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.6

Abstract

Ulkus traumatikus merupakan salah satu lesi di rongga mulut yang sering terjadi pada masyarakat. Ulkus traumatikus adalah jenis ulser yang disebabkan oleh faktor lokal. Gambaran klinis ulkus traumatikus bervariasi, sesuai dengan intensitas dan ukuran dari trauma yang menjadi penyebabnya. Biasanya berupa ulser tunggal yang berbentuk oval dan cekung, bagian tengah ulkus biasanya kuning-kelabu atau berwarna putih/abu-abu dengan pinggir eritematous. Etiologi ulkus berbagai macam salah satunya adalah trauma mekanik yang disebabkan tekanan dari sayap gigi tiruan lengkap yang tidak pas atau kepanjangan. Ulkus sangat sakit dan nyeri jika disentuh. Penatalaksanaan kasus adalah penyingkiran faktor penyebab, yaitu pengurangan sayap gigi tiruan lengkap yang terlalu panjang. Selain itu pemberian medikasi seperti Kenalog dan vitamin C berguna untuk anti inflamasi, menghilangkan rasa sakit serta mempercepat penyembuhan luka.
THE EFFECT OF COMPOSITION GLASS FIBRE NON DENTAL AND GLASS FIBER NON DENTAL IN FIBER REINFORCED COMPOSITE TO THE STREPTOCOCCUS MUTANS BACTERIA Dewi, Zwista Yulia
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.38

Abstract

E-glass fiber dental tersedia sangat terbatas di Indonesia dan mempunyai harga relatif mahal. Glass fiber non dental lebih mudah didapatkan dan harga lebih terjangkau. Glass fiber non dental umumnya digunakan sebagai bahan bangunan dan otomotif. Bakteri Streptococcus mutans mempunyai kemampuan menempel pada seluruh permukaan dalam mulut termasuk material gigi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan komposisi antara glass fiber dental dan glass fiber non dental pada fiber reinforced composite terhadap perlekatan bakteri Streptococcus mutans. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah E-glass fiber dental (Fiber-splint, Polydentia SA, Switzerland), glass fiber non dental A (LT, China), flowable komposit (CharmFil Flow, Denkist, Korea) dan silane coupling agent (Monobond S, Ivoclar Vivadent, Liechtenstein). Subjek dibagi dalam 2 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 sampel. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan rerata perlekatan bakteri glass fiber dental (934±7,48), glass fiber non dental (756,8±10,35). Hasil analisis statistik menunjukkan variabel komposisi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perlekatan bakteri(p <0,05). Kesimpulan bahwa kandungan logam alkali (Na2O dan K2O) yang pada glass fiber dapat mempengaruhi jumlah perlekatan bakteri Streptococcus mutans.
PENGARUH TEKNIK PENYIKATAN GIGI METODE BASS DENGAN TIPE BULU SIKAT YANG BERBEDA TERHADAP INDEKS PLAK Utari, Rahmi; Lestari, Citra
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/JBDjbd.29

Abstract

Plak gigi merupakan suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan. Metode penyikatan gigi yang umum dilakukan untuk mengurangi plak yaitu dengan metode Bass, baik dengan tipe bulu sikat yang lurus dan bersilang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyikatan gigi dengan tipe bulu sikat yang berbeda secara metode bass terhadap indeks plak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Plak diukur dengan menggunakan indeks plak modifikasi Quigley & Hein sebelum dan sesudah penyikatan gigi. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian didapatkan p=0,012 (0.05), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara penyikatan dengan bulu sikat yang lurus dan bersilang tetapi dapat disimpulkan bahwa dengan sikat gigi yang lurus plak sudah dapat berkurang.

Page 1 of 11 | Total Record : 103