cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal KATA : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 25020706     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL KATA : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra, by ISSN 2502-0706 (Online) Research on linguistics, literature and art. Is a scientific journal that publishes the results of research and thinking in two languages, namely: Indonesian and English. KATA is published twice a year in May and October.
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
Perbandingan Kalimat Yang Mengandung Unsur Metafora Dalam Bahasa Jepang Dan Mandarin Pada Novel Totto-Chan Karya Tetsuko Kuroyanagi Dharma, Hendy Reginald Cuaca; Astami, Timur; Rosalin, Kelly
Jurnal KATA Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v2i1.3060

Abstract

Penulis akan meneliti kalimat bahasa Jepang dan Mandarin yang mengandung unsur metafora/hiyu「比喩」pada novel Totto-chan. Pertama penulis akan mengambil kalimat-kalimat yang mengandung unsur metafora/hiyu pada light novel tersebut. Penulis akan mengumpulkan setidaknya 4 kalimat yang mengandung unsur metafora sebagai korpus data dari penelitian ini. Adapun keempat kalimat tersebut mengandung unsur metafora yang berbeda. Sesuai dengan jenisnya, penulis akan mengumpulkan kalimat-kalimat yang mengandung unsur chokuyu「直喩」/明喻(míngyù) dan inyu「隠喩」/暗喻(ànyù) dalam beberapa kalimat. Penulis akan menganalisis arti dari perumpamaan tersebut dengan teori -teori yang penulis dapatkan dan penulis bandingkan dengan Bahasa Mandarin. Korpus data akan diteliti dan dianalisis menggunakan kajian teori mengenai metafora dan teori makna. Metode yang penulis gunakan adalah metode kepustakaan. Selanjutnya setelah data-data terkumpul, penulis akan memulai penelitian dengan cara menganalisis data menggunakan metode deskriptif analitik. Untuk simpulan sementara adalah meskipun terdapat perbedaan cara baca, tetapi terdapat persamaan fungsi dan pola gaya bahasa metafora yang mirip satu dengan yang lainnya.In this research, I will analysis Japanese and Chinese metaphors texts (hiyu)/「比喩」using Totto-chan novel. Firstly, I will pick up some texts contain metaphors in this light novel, at least 4 sentences. Those sentences will be divided into 2 different metaphors. First is chokuyu直喩」/明喻(míngyù) and the second one is inyu「隠喩」/暗喻 (ànyù). Those Japanese and Chinese metaphors will be compared using Chinese and Japanese language metaphors theories. For that reasons, I will use literature collection method in this research. And after completed the sentences data, those sentences will be analyzed using descriptive analytic. As a conclusion, even though both of the words did not have similar pronunciation, intonation, and character, but both of the metaphor sentences have similar function and metaphor literary style.
REQUEST STRATEGIES IN PRIDE AND PREJUDICE MOVIE sari, desi ratna
Jurnal KATA Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v1i1.1746

Abstract

Penelitian ini menjabarkan tentang penggunaan strategi meminta (request strategy) oleh karakter dalam film Pride and Prejudice yang dirilis pada tahun 2005. Data berasal dari ujaran-ujaran yang mengandung maksud meminta baik oleh pemain utama ataupun pemain pendukung. Pada pengumpulan data, penulis menggunakan metode simak bebas libat cakap. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan pragmatik dan dalam penyajian data digunakan metode formal dan informal. Teori yang digunakan adalah teori request oleh Blum-Kulka, House dan Kasper (1989) dan teori SPEAKING Hymes (1972). Blum-Kulka, House dan Kasper membagi strategi meminta ke dalam 9 tipe yaitu: mood derivable, explicit performative, hedged performative , locution derivable, want statement, suggestory formula, preparatory, strong hints dan mild hints. Hasil analisis menunjukkan ada 7 strategi yang digunakan dengan rincian strong hint (6), preparatory (5), mood derivable (5), want statements (5), mild hints (3), hedged performative (1), locution derivable (1). Strategi yang tidak digunakan yaitu: suggestory formula dan explicit performative.. Strategi yang paling banyak digunakan adalah strong hint. Hal ini mencerminkan budaya orang Inggris pada waktu itu yang memelihara norma kesopanan dalam berbahasa.
TATARAN FONEM PENDERITA STROK PADA MASA TERAPI SUATU KAJIAN NEUROLINGUISTIK Johan, Mhd; Susanto, Alpino
Jurnal KATA Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v2i2.3209

Abstract

Communication can happen to everyone. It can not be separated from language, language regardless of caste or disease, with the sick everyone can communicate, even if the person is afflicted by aphasia or stroke patient. This research is intentionally done that useful to bridge the relationship of stroke patients with healthy people. The purpose of this study is to find the phoneme level disorder that was tested by stroke patients during the therapy period. The study used neurolinguistic theory written by Literature. In addition, this theory is also supported by leading neurolinguistic experts. To get this research data, researcher use method refer to record technique, note, participatory option personal methode (SLC). Furthermore, to analyze the data the researcher uses the agih method (distribution), this method is supported by the technique of immediate segmenting constituents technique (ICS) and advanced techniques such as deletion, subtitute, and extension. After that, the results obtained are the process of the splitting of 10 times of delegation, then the process of substitution or there are as many as 16 (sixteen) times, while the process of accreditation or addition there are 4 (four) times Komunikasi dapat terjadi pada setiap orang.  Hal itu tidak dapat dipisahkan dari bahasa, bahasa tidak memandang kasta atau penyakit, dengan orang sakitpun setiap orang dapat berkomunikasi, sekalipun orang itu mengalami gangguan afasia atau menderita strok. Penelitian ini harus dilakukan yang bermaksud untuk menjembatani hubungan penderita strok dengan orang sehat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari gangguan tataran fonem yang diujarkan oleh penderita strok pada masa terapi. Penelitian menggunakan teori neurolinguistik yang ditulis oleh Sastra. Di samping itu, teori ini juga didukung oleh berbagai ahli neurolinguistik terkemuka. Untuk mendapatkan data penelitian ini, peneliti menggunakan metode simak dengan teknik record,  catat, participatory option personal methode atau simak libat cakap (SLC). Selanjutnya, untuk menganalisis data tersebut peneliti menggunakan metode agih (distribution), metode ini didukung oleh teknik immediate segmenting constituents technique dan teknik lanjutan seperti deletion, subtitute, dan extension. Setelah itu, hasil yang didapat adalah proses pelesapan 10 kali pelesapan, kemudian proses pergantian atau subtitute ada sebanyak 16 (enam belas) kali, sedangkan proses ekspansi atau penambahan ada 4 (empat) kali.
THE SOURCE OF ERRORS IN INDONESIAN-ENGLISH TRANSLATION Utami, Silvia
Jurnal KATA Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v1i2.2351

Abstract

This research aimed to identify types of translation errors and to find out the sources of errors (interlingual and intralingual errors) in Indonesian-English translation written by the students. The type of this research was descriptive research which used Error Analysis procedures to identify and analyze the students’ error. The findings showed that the types of grammatical errors made by the students in their translation were three types, namely global errors, local errors, and other errors. The most frequent error made by the students was local errors and the fewest error made by the students was other errors.  Then, this research revealed that mostly errors occurred in students’ translation were caused by intralingual error. Meanwhile, only few errors were caused by interlingual error. The errors occured due students’ incomplete knowledge of the target language.
KESOPANAN BERBAHASA DALAM TEKS PASAMBAHAN TINJAUAN PRAGMATIK Denafri, Bram
Jurnal KATA Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v2i2.3266

Abstract

Pasambahan is a two party conversation between host (sipangka) and guest (alek) to convey intentions and objectives with respect. This study aimed to reveal the politeness form contained in the text pasambahan of writing Datuek Tonggak Sati. To identify the politeness form in the passage,the theory of politness proposed by Leech was used. Leech divides the principle of politeness into six maxims, namely the Tact Maxim, generosity maxim, approbiation maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Method of data provision used is identity method. Method of data analysis used is referential identity method and translational identity method. The method of presentation of research results used is the informal method. The results of this study revealed that the Minangkabau public speech in bapasambahan found in many forms of taxt maxim. Because the Minangkabau people in bapasambahan use allegories in communicating with interlocutor said. That Minangkabau people are required to be someone who is wise and prudent. Wise in understanding the speech delivered by his interlocutor in the form of figuratively and prudent in responding to the figurative delivered by his interlocutorPasambahan merupakan percakapan dua pihak yang bersangkutan antara tuan rumah (sipangka) dan tamu (si alek) untuk menyampaikan maksud dan tujuan dengan hormat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk kesopanan yang terdapat pada teks pasambahan. Untuk mengungkapkan bentuk kesopanan dalam pasambahan, digunakan teori kesopanan berbahasa yang dikemukakan oleh Lecch. Leech membagi prinsip kesopanan menjadi 6 maksim, yaitu maksim kearifan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim simpati. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dan translasional. Metode penyajian hasil penelitian yang digunakan adalah metode  informal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tuturan masyarakat Minangkabau dalam bapasambahan banyak ditemukan dalam bentuk maksim kearifan karena masyarakat Minangkabau dalam bapasambahan menggunakan kiasan dalam berkomunikasi dengan mitra tuturnya. Sehingga masyarakat Minangkabau dituntut untuk menjadi seseorang yang arif dan bijaksana. Arif memahami tuturan yang disampaikan oleh mitra tuturnya dalam bentuk kiasan dan bijaksana dalam merespon kiasan yang disampaikan oleh mitra tuturnya.
EKRANISASI NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA KE FILM SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA SUTRADARA KUNTZ AGUS martin, megasari
Jurnal KATA Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v1i1.1547

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Datapenelitian ini adalah episode cerita novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia dan filmSurga yang Tak Dirindukan karya sutradara Kuntz Agus.Berdasarkan hasil penelitian, diisimpulkan hal-hal berikut. Pertama, terjadi pengurangan bagian ceritan novel Surga yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia di dalam film Surga yang Tak Dirindukan karya sutradara Kuntz Agus. Kedua, terjadi penambahan episode cerita di dalam film. Ketiga, terjadi perubahan variasi peristiwa, tokoh dan latar episode cerita dalam film Surga yang Tak Dirindukan karya sutradara Kuntz Agus. Pengurangan, penambahan dan perubahan variasi pada novel dan film Surga yang Tak Dirindukan dapat berupa tokoh, alur dan latar. Perubahan tersebut dapat menyebabkan perubahan makna dan sudut pandang cerita.
PROSES PENCIPTAAN TARI PUJIAN RUMPUT HIJAU: STUDI KASUS TIM INLA INTERNASIONAL BI CAO Neolaka, Melki Jemri Edsion
Jurnal KATA Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v2i1.2783

Abstract

Dance is like a living organism that is maintained by a pattern of continuous change. The changing from the beginning and ending of its sequencescreate an internal rhythm, structure, space design, and power-breaking as its characteristic in every creations. That creations emerge as a manifestation of the expression of the soul through motion events. The choreography of creative dance comes from imagination and intuition produced to provide aesthetic stimulus that will always be in the audience's memories.This research is qualitative research with Action Research method.Action research is an initial step in the form of a research design that describes, interprets and explains a social situation at the same time by making changes or interventions for the purpose of improvement or participation.This research contributesto practical problem solving for an urgent problematic situation in the development of dance creation methods of INLA International Bicao Team.The five phases of the creative process offered by researchers are the Alma Hawkins Creation Method which consists of; Sensing, Feeling, Imaging, Transforming, and Forming. These five phases are expected to be able to answer the problem of dance creation process in Creativity activities of INLA International Bi Cao Team which is related to the construction of the work of production and the technique of contemporary nuances.Tari seperti organisme hidup yang dipertahankan oleh suatu pola perubahan yang berkeseinambungan. Rentetan awal dan akhir dari perubahan ini menciptakan ritme internal, struktur, desain ruang, dan curahan tenaga yang khas pada setiap karya yang muncul sebagai perwujudan ekspresi jiwa melalui peristiwa-peristiwa gerak.Koreografi tari yang kreatif hadir dari imajinasi dan intuisi yang diproduksi untuk memberikan stimulus estetika yang akan selalu berada dimemori sang penikmat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitan kualitatif dengan metode Action Research. Penelitian tindakan sebagai langkah awal berbentuk rancangan penelitian yang mendeskripsikan, menginterpretasi dan menjelaskan suatu situasi sosial pada waktu yang bersamaan dengan melakukan perubahan atau intervensi dengan tujuan perbaikan atau partisipasi. Dalam hal ini, memberikan andil pada pemecahan masalah praktis dalam situasi problematik yang mendesak dalam pengembangkan metode penciptaan tari di tubuh tari Tim INLA Internasional Bicao. Lima fase dari proses kreatif yang ditawarkan oleh peneliti adalahMetode Penciptaan Alma Hawkins yang terdiri dari ; Sensing, Feeling, Imaging, Transforming, dan Forming yang diharapkan mampu menjawab permasalahan proses penciptaan tari di dalam kegiatan kreativitasTim INLA Internasional Bi Caoyang berkaitan dengan konstruksi produksi karya dan teknik kepenarian dalam nuansa-kontemporer.
THE EFFECT OF USING THE PEER-ASSISTED LEARNING STRATEGY TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT SMPN 2 2 X 11 KAYUTANAM Oliviana, Leona; Hayati, Amal
Jurnal KATA Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v1i2.1922

Abstract

The purpose of this research was to find the effect of using Peer-Assisted Learning Strategy (PALS) toward students’ reading comprehension at SMPN 2 2 X 11 Kayutanam. This experimental research focussed on post-test only control design. The population of this research was all of students grade VIII of SMPN 2 2 X 11 Kayutanam. There were two classes as the sample; VIII.5 as the experimental class which consisted of 20 students and class VIII.4 as the control class which consisted of 21 students. The sample was chosen by using cluster sampling technique. After conducting the treatments, the result showed that Peer-Assisted Learning Strategy (PALS) give positive effect towards students’ reading comprehension as proved by statistically calculation. The calculation showed that the mean score of the experiment class was 63.6 with standard deviation 10.61. On the other hand, the mean score of control class was 59.24 with standard deviation 12.3. The result of t-test with degree of freedom 39 and α 0.05 found that tcalculate 8.55 < ttable 1.685. 
ANALISA PENTINGNYA PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA DALAM KELANCARAN BERKOMUNIKASI BAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS Yuhendra, Yuhendra,
Jurnal KATA Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v2i1.2733

Abstract

           Penelitian ini membahas tentang pentingnya pemahaman lintas budaya terhadap kelancaran berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman budaya barat berperan terhadap kelancaran berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada mahasiswa. Teori yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik khususnya Cross Cultural Pragmatics oleh Yule, yang melihat pentingnya pemahaman lintas budaya dalam berkomunikasi. Selanjutnya teori  lintas budaya oleh Hall tentang high vs low context juga digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris yang barasal dari dua Sekolah Tinggi yaitu STBA Prayoga Padang dan STBA Haji Agus Salim Bukittinggi. Total jumlah sampel sebanyak 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pemahaman yang bagus terhadap budaya Barat memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang bagus dan lancar. Dari total sampel, ada sebanyak 8 orang yang memiliki pemahaman yang bagus dan lancar dalam berkomunikasi. Sebanyak 6 dikategorikan memiliki pemahaman yang kurang bagus atau sedang terhadap budaya barat, sehingga komunikasi dalam bahasa Inggris juga kurang lancar. Selanjutnya, 6 orang hampir tidak memahami budaya barat dan berkomunikasi sangat tidak bagus atau buruk.
TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM GELAR WICARA MATA NAJWA DI METRO TV Hartati, Yulia Sri
Jurnal KATA Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v2i2.3151

Abstract

This study aims to look at the assertive speech acts contained in the Najwa Eye speech title in Metro TV. The data were collected using the Simak method. At this stage, data is obtained by listening to language usage. The taping begins with the basic technique of Sadap Technique and Record Technique, ie tapping the use of one's language followed by the Technique of Free Libat Cakap. The collected data is then analyzed using the method of padan. The techniques used in this method are divided into basic techniques and advanced techniques. The basic technique used is the Determinant Element Technique, with advanced techniques of Equalization Approach Technique, and Differentiation Technique. After going through the process of data analysis, the study continued with the presentation of the results of the analysis. At this stage, the analysis results are presented using Informal Presentation Method. The results of this study found subtindak said stating, complaining, claiming, and suggesting. An assertive speech acting substance that is not used is boasting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tindak tutur asertif yg terdapat di dalam gelar wicara Mata Najwa di Metro TV. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Simak. Pada tahap ini, data diperoleh dengan menyimak penggunaan bahasa. Penyimakan diawali dengan teknik dasar Teknik Sadap dan Teknik Rekam, yakni menyadap penggunaan bahasa seseorang yang dilanjutkan dengan Teknik Simak Bebas Libat Cakap. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode padan. Teknik yang dipakai dalam metode padan ini terbagi ke dalam teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang dipakai adalah teknik Pilah Unsur Penentu, dengan teknik lanjutan Teknik Hubung Banding Menyamakan, dan Teknik Hubung Membedakan. Setelah melalui proses analisis data, penelitian dilanjutkan dengan penyajian hasil analisis. Pada tahap ini, hasil analisis disajikan menggunakan Metode Penyajian Informal. Adapun hasil penelitian ini ditemukan subtindak tutur menyatakan (stating), mengeluh (complaining), mengklaim (claiming), dan menyarankan (suggesting). Subtindak tutur asertif yang tidak dipergunakan adalah membual (boasting).