cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
PERBEDAAN INDEKS MASSA TUBUH PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 1 DAN 3 BULAN Rufaridah, Anne; Putri, Kurnia; Cumayunaro, Ayuro; Sidaria, Sidaria
Jurnal Endurance Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v2i3.1975

Abstract

Injection method is the most widely used contractive because the usage are safe, simple, effective and practice as long as the high these acceptor it is certaily followed by complain of side effects such weight changes, the purpose study uses an analitic with cross sectional approach. The population where 188 people where the acceptor injection contraceptives the sample amounted to 33 clients in each acceptor of 1 and 3 month the data collection are demographic data and questionaire sheet and it was analyzed by paired t-test and independent t-test. The result of this study showed that most of then were totally weight gains wich the difference mean value between pretest and postest the acceptor KB of 1 month is 3,71 kg/m² the while a mean value of the acceptor 3 months is 5,10 kg/m² those means there were a change of impact on weight gains amoung the acceptor KB of 1 and 3 months. While the value of independent t-test showed p=0,021 (p>0,05). Baced on these results it can be concluded that there were significantly  difference wight changes between and acceptor injectable contraceptives 1 and 3 month expecte.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU BERSALIN DALAM PEMANFAATAN BPJS DI PUSKESMAS TENAYAN RAYA Imelda, Sonta
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v3i1.1831

Abstract

Reducing maternal mortality and infant create a government health and welfare programs for the public health sector so that health care can be more affordable by the poor. BPJS health programs is a social insurance program that guarantees health care and the fulfillment of  basic health held in mutual cooperation with periodic charges. The purpose of  the research to determine the factors associated with maternal behavior to use BPJS. Quantitative research with the analytical method, using cross sectional approach maternal subject of the research, by sample size of 90 respondents sampling quota sampling technique. The results showed there is a correlation between economic status pvalue = 0.002, knowledge pvalue = 0.013, the role of the officer pvalue = 0.000 while for education factor pvalue = 0.155 and motivation pvalue = 0.36 there aren’t relationship. Based on the research of the results, it can be concluded that many people can’t take BPJS because of  low economic status, low of  knowledge and the role of the officer is not active. the Suggestions for improved dissemination of  BPJS in the city and rural areas.Pemerintah membuat pragram untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi untuk kesehatan dan kesejahtraan masyarakat dibidang kesehatan agar pelayanan kesehatan dapat lebih terjangkau oleh masyarakat miskin. Program BPJS kesehatan adalah program jaminan sosial yang menjamin pemeliharaan kesehatan serta pemenuhan dasar kesehatan yang diselenggarakan secara gotong royong dengan iuran berkala,  tujuan dari penelitian untuk mengetahui  faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu bersalin dalam pemanfaatan BPJS. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik, menggunakan  pendekatan cross sectional  subjek yang diteliti ibu bersalin, besarnya sampel 90 responden tehnik pengambilan sampel quota sampling, uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan pvalue = 0,028,  status ekonomi  pvalue = 0,002, pengetahuan pvalue = 0,013, peran petugas  pvalue = 0,006 dengan perilaku ibu dan dimana tidak ada hubungan motivasi pvalue= 0,356 . Disimpulkan didapat hubungan pendidikan, status ekonomi, Pengetahuan dan peran petugas. Maka disarankan agar petugas BPJS/ tenaga kesehatan ditingkatkan sosialisasi tentang BPJS baik dikota maupun dipedesaan.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia Pada Kehamilan Di Puskesmas Rumbai Bukit Tahun 2016 Angrainy, Rizka
Jurnal Endurance Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v2i1.1654

Abstract

Indonesia is a prayer One  Developing Recent data says 40-60% of pregnant women in Indonesia are anemic That means 5 Of 10 pregnant women suffer from anemia. Based Data From Pekanbaru City Health Office, Health Center community  with Rumbai Bukit is the highest anemia weight is equal to 11.4% of pregnant women anemia. Objective Singers review Knowledge Atitudes know Relations maternal anemia Pregnancy Prevention hearts. The study design used is quantitative analytic. The entire study population is pregnant women at health centers A Rumbai Bukit totaled 118 peoples. The sampling technique used is accidental sampling, as many as 54 peoples. Data collection techniques used The data is primary with distributing questionnaires and processed Operates univariate and bivariate. Results obtained The majority of respondents knowledgeable Less majority of not doing Attitude 28 Prevention of anemia (51.9%). And Minority respondents Knowledge of Good not do Attitude Prevention of anemia as one orangutan (7.40%). Data Processing Based on Knowledge Relationships Attitude Between Prevention of anemia obtained findings With chi-square value P value = 0.014 <0.05 singer showed a significant relationship between the two variables. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, data terbaru menyebutkan 40-60% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia yang artinya 5 dari 10 ibu hamil mengalami anemia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Puskesmas Rumbai Bukit merupakan Puskesmas dengan anemia berat tertinggi yaitu sebesar 11,4% anemia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia kehamilan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitaf. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Rumbai Bukit yang berjumlah 118 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah accidental sampling, yaitu sebanyak 54 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dengan menyebarkan kuisioner dan diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden yang berpengetahuan kurang mayoritas tidak melakukan sikap pencegahan anemia 28 orang (51,9%). dan minoritas responden pengetahuan yang baik tidak melakukan sikap pencegahan anemia sebanyak 1 orang (7,40%). Berdasarkan pengolahan data antara hubungan pengetahuan dengan sikap pencegahan anemia didapatkan hasil chi square dengan nilai P value = 0,014 < 0,05 hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel. 
DETEKSI DINI PERKEMBANGAN BALITA DENGAN METODE DDST II DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUANDA SAMARINDA Asthiningsih, Ni Wayan Wiwin; Muflihatin, Siti Khoiroh
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v3i2.3149

Abstract

The toddler is a vulnerable age for the issue of developmental disorders. DDST is one of the methods of screening for child development disorders.The DDST assessment is to assess the development of children in four sectors. There are assessments of personal social, fine motor, language, and gross motor. the purpose of this study to see the development of children through DDST. This research was conducted at 7 Integrated Health Pos (Posyandu) in Community Health Center of Samarinda. Sampling technique using purposive sampling. The sample of this research was children aged 1-5 years as many as 113 children. Data collection was obtained through direct testing of the child through DDST II and interviews with respondents parents. Researcher analyzed data using Univariate by searching for frequency distribution. The result of the conclusion of all aspects on development of children under five years using DDST II method showed normal child development were 93 children (82.3%), 2 abnormal children (1.8%), and 18 children suspected (15.9%).Anak balita merupakan usia yang rentan untuk terjadinya masalah gangguan perkembangan. DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Penilaian DDST ini menilai perkembangan anak dalam empat sektor, yaitu penilaian terhadap personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Tujuan penelitian ini untuk melihat tingkat perkembangan anak dengan penilaian DDST. Penelitian ini dilaksanakan di 7 Posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Samarinda. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian adalah anak balita usia 1-5 tahun sebanyak 113 balita. Pengumpulan data diperoleh melalui pengujian langsung terhadap anak yang bersangkutan melalui tes DDST II dan melakukan wawancara dengan orang tua responden. Analisis data menggunakan Univariat dengan mencari distribusi frekuensi. Hasil kesimpulan keseluruhan aspek perkembangan pada balita menggunakan metode DDST II didapatkan perkembangan anak normal berjumlah 93 balita (82.3%), abnormal ada 2 balita (1.8%), dan suspect ada 18 balita (15.9%).
Pengalaman Jatuh dan Kejadian Imobilitas Pada Kelompok Lanjut Usia Yan, Loriza Sativa; Octavia, Dian; Suweno, Wide
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3430

Abstract

Indonesia have been structurezed by old pyramid people.Its was a slighthy number thats effect to a nationality burden. One of case called as immobility and recurent of falls. Falls experienced among older people to limit their activities optimally. Amount of 80% of elders Indonesian who aged more than 65 years old forced it, they were more likely to be patient but they were not to be aware during their daily activities in this case.The previous studies showed that falling into risk factors that are closely related to the incidence of immobilization.This study aimed to identify the relationship between falls’ experience and immobility incidence among older people. The research approach used a cross-sectional design and the number of samples of 95 people selected by accidental sampling. Data were analyzed by Spearman Rank correlation test.The results showed that 88.4% of respondents had no experience of fall and 48.4% of respondents in the category of high immobility events.This study was identified that a significantly relathionship between falls’ experience among older people as an internal factor against immobility events. Based on the results of study,it is suggested that further research needs to investigate the risk factors of immobility and the fall prevention program for elderly.Indonesia termasuk negara yang berstruktur piramida penduduk tua. Tingginya peningkatan usia tua menambah beban pembangunan kesehatan nasional. Salah satu masalah kesehatan ini dikenal sebagai imobilitas dan jatuh yang berulang. Pengalaman jatuh yang dialami membuat lansia membatasi aktifitasnya secara optimal. Di Indonesia hampir 80% kelompok usia lanjut terutama usia 65 tahun keatas menjadikan imobilitas sebagai masalah yang mudah ditemukan tetapi sering tidak disadari efeknya oleh lansia dalam kesehariannya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jatuh menjadi faktor resiko yang sangat erat kaitannya dengan kejadian imobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengalaman jatuh dengan kejadian imobilitas pada kelompok lanjut usia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 95 orang dipilih secara accidental sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 88,4% responden tidak mempunyai pengalaman jatuh dan sebnayak 48,4% responden dalam kategori kejadian imobilitas yang tinggi. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa terdapat hubungan yang signifikan pengalaman jatuh sebagai faktor internal terhadap kejadian imobilitas yang dialami lansia. Hal yang dapat disarankan berdasarkan hasil penelitian adalah perlunya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor resiko imobilitas dan intervensi keperawatan dalam pencegahan kejadian jatuh yang dialami lansia.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR Rikandi, Meta; Rita, Nova
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v3i1.2459

Abstract

Based on cancer data in 13 laboratory pathology centers, cervical cancer is a type of cancer that has the largest number of patients in Indonesia, which is as many as 36% of patients. Data from Lubuk Buaya Community Health Center were obtained that performed IVA examination as many as 50 people (0,4%) from 14,199 target. This study aims to determine factors related to visual inspection of Acetic Acid on Women of Infertile Age in the Work Area of Lubuk Buaya Community Health Center in 2017. The study employed the survey deskriptif analitik ,the data analis used chi squre, population is 384 people fertile age women, the research sampel were 384 stratified random sampling. The result showed that 60.9% of women of childbearing age had never done cervical cancer early testing by IVA method, 45.6% knowledge was low, 50% negative attitude, 77,9% did not get husband support, 38,8% did not get health promotion . There was a significant relationship between knowledge (P = 0,000), attitude (P = 0,000), husband support (P = 0,000), promotion (P = 0,000) health with early cervical cancer screening by IVA method. Lubuk Buaya Community Health Center and local officers should pay more attention to the success of early cervical cancer screening program IVA method with the formation of cadres in each Urban Village so that the information can be given thoroughly. Berdasarkan data kanker di 13 pusat laboratorium patologi, kanker serviks merupakan jenis kanker yang memiliki jumlah penderita terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 36% penderita. Data dari Puskesmas Lubuk Buaya didapatkan yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 50 orang (0,4%) dari 14.199 sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2017. Metode yang digunakan deskriptif analitik dengan analisis data chi square, populasi adalah wanita usia subur yang berjumlah 384 orang. Pengambilan sampel yaitu stratified random sampling sebanyak 384. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil Penelitian didapatkan 60,9% wanita usia subur belum pernah melakukan pemeriksaan dini kanker serviks dengan metode IVA, 45,6% pengetahuan rendah, 50% sikap negatif, 77,9% tidak mendapat dukungan suami, 38,8% tidak mendapat promosi kesehatan. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan(P=0,000 ), sikap(P=0,000), dukungan suami(P=0,000), promosi (P=0,000) kesehatan dengan pemeriksaan dini kanker serviks dengan  metode IVA. Pihak Puskesmas Lubuk Buaya Padang serta petugas setempat harus lebih memperhatikan keberhasilan program pemeriksaan dini kanker serviks metode IVA dengan adanya pembentukkan kader pada setiap kelurahan sehingga pemberian informasi dapat diberikan secara menyuluruh.
FAKTOR -FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA TERHADAP ORANG DENGAN HIV DAN AIDS (ODHA) Maharani, Febrianti
Jurnal Endurance Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v2i2.1300

Abstract

Stigma terkait AIDS adalah segala prasangka, penghinaan dan diskriminasi yang ditujukan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta individu, kelompok atau komunitas yang berhubungan dengan ODHA tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stigma terhadap ODHA di kalangan remaja SMA. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi seluruh siswa-siswi kelas I dan 2 di SMA Se kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru dengan jumlah 1701, sampel berjumlah 212 orang. dengan systematic random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data meliputi analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, multivariat dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian diperoleh proporsi remaja yang memiliki stigma berat terhadap ODHA berjumlah 148 (69,8%), ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan (POR: 2,180; CI 95% ; 1,119-4,250), Persepsi (POR: 2,071; CI 95%: 1,059-4,049), Interaksi dengan ODHA (POR : 3,841; CI 95%: 1,275-11,569) Status ekonomi keluarga (POR: 2,025; CI 95%: 1,068-3,841) dengan stigma pada ODHA. Kesimpulan dalam penelitian ini ada kecenderungan pengetahuan rendah, persepsi negatif, tidak pernah berinteraksi dengan ODHA dan status ekonomi keluarga rendah memiliki stigma berat terhadap ODHA. Saran agar remaja menambah wawasan tentang HIV/AIDS, aktif dalam organisasi (PIK) Pusat Informasi Konseling Remaja, tenaga kesehatan dan orang tua agar tidak memberikan stigma terhadap ODHA.  AIDS-related stigma is any prejudice, humiliation and discrimination directed at people living with HIV / AIDS (PLWHA) as well as individuals, groups or communities associated with these PLWHA. The aim of research to determine the factors associated with stigma against people living with HIV among high school teenagers. Type of analytical research withdesign. cross sectionalThe population of the entire students of class I and 2 in high school Senapelan Pekanbaru City Se districts with the number in 1701, totaling 212 samples. by systematic randomsampling.Methods of data collection using questionnaires. Analysis of the data include univariate, bivariate with chi squaretest,multivariateregression. logistic multipleThe results obtained by the proportion of teenagers who have severe stigma against people living with HIV amounted to 148 (69.8%), there was a significant relationship between knowledge (POR: 2.180; CI 95%; 1.119 to 4.250), Perception (POR: 2.071; 95% CI: 1.059 to 4.049), interaction with PLHA (POR: 3.841; 95% CI: 1.275 to 11.569) family economic status (POR: 2.025; 95% CI: 1.068 to 3.841) with the stigma on people living with HIV. The conclusion in this study there was a trend of knowledge is low, negative perceptions, never interacting with people with HIV and low economic status has a heavy stigma against people living with HIV. Suggestions for teens add knowledge about HIV / AIDS, is active in the organization (PIK) Youth Counseling Center, health professionals and parents to not leave the stigma against people living with HIV.
Analisis Hubungan Perkembangan Emosional Anak Umur 8 – 12 Tahun Terhadap Kejadian Sibling Rivalry Merianti, Liza; Nuine, Elsa Abel
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v3i3.3242

Abstract

Sibling rivalry is a competition or rivalry, jealousy and anger between siblings Sibling rivalry is seen at 3-5 years of age (preschool) and will recur when 8-12 years (school age). The incidence of sibling rivalry in school age is quite high  55%.This study aims to analysis the relationship between emotional developmentand with sibling rivalry in children aged 8-12 years. The type of research is descriptive correlation with cross sectional approach. The population in this study is all children aged 8-12 years with a sample of 68 respondents. Sampling in this study was done in total sampling. Data collection using sibling rivalry questionnaire and GSS EAS.The statistical test used is Spearman Rho. The statistical test used is Spearman Rho. The results showed that there was a low correlation between emotional development with sibling rivalry where p value = 0.001 with r -0.378. So it can be concluded that there is a relationship between the emotional development of children at  8-12 years old with sibling rivalry. Suggested to the school and parents can give attention by using a counseling approach in helping children to improve their emotional development, especially in children who have sibling rivalry.Sibling rivalry merupakan kompetisi atau persaingan, kecemburuan serta kemarahan antar saudara. Sibling rivalry terlihat ketika usia 3-5 tahun (prasekolah) dan akan timbul kembali ketika 8-12 tahun (usia sekolah). Angka kejadian sibling rivalry di usia sekolah cukup banyak yakni 55%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara perkembangan emosional dan pola asuh orang tua dengan sibling rivalry pada anak usia 8-12 tahun. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi. Populasi pada penelitian ini sebanyak 68 responden (total sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner sibling rivalry, dan UNIT GSS EAS. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang rendah antara perkembangan emosional dengan sibling rivalry dimana nilai p value = 0,001 dengan nilai r -0,378. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perkembangan emosional anak umur 8 – 12 tahun dengan sibling rivalry. Disarankan kepada sekolah dan orang tua dapat memberi perhatian dengan menggunakan pendekatan konseling dalam membantu anak meningkatkan perkembangan emosinya khususnya pada anak yang mengalami sibling rivalry.
RELATIONSHIP CHARACTERISTICS, KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF COMMUNICATION WITH NURSES IN THE THERAPEUTIC INPATIENT Widiawati, Susi; Yan, Loriza Sativa; Endah, Endah
Jurnal Endurance Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v1i3.989

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang bertujuan untuk terapi guna mempercepat proses penyembuhan klien, adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan hubungan antara karakteristik, pengetahuan, sikap perawat dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel 50 perawat pelaksanan. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrument yang digunakan kuesioner, dan lembar observasi dengan uji Spearman Correlation. Hasil analisis univariate didapatkan 42 (84%) usia perawat 25-35 tahun (dewasa awal), 30 (60%) perawat yang bekerja ≥ 5 tahun. 27 (54%) perawat memiliki pengetahuan baik, 33 (66%) sikap perawat positif dan sebanyak 30 (60%) perawat melaksanakan komunikasi terapeutik dengan baik. Hasil uji korelasi Spearman menyatakan tidak terdapat korelasi hubungan antara umur dengan p-value 0,221 (>0,50), terdapat korelasi hubungan yang lemah antara lama kerja dengan p-value 0,040 (<0,50), terdapat korelasi hubungan antara pengetahuan dengan p-value 0,45 (<0,50), dan terdapat korelasi hubungan yang sangat kuat antara sikap dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan p-value 0,00 (<0,50). Therapeutic communication is a communication that aims to therapy in order to accelerate the healing process of patients, as for the purpose of this research is to get an overview and the relationship between the characteristics, knowledge, attitude communicates with the implementation of therapeutic nurse. This study used cross sectional design. with a sample size of 50 nurses conduct. The technique of taking sampil simple random sampling. Instrument used questionnaires and observation sheets with Spearman Correlation test. The results of the univariate analysis found 42 (84%) of nurses aged 25-35 years (young adult), 30 (60%) of nurses who work ≥ 5 years. 27 (54%) of nurses had good knowledge, 33 (66%) positive attitude of nurses and 30 (60%) of nurses carry out therapeutic communication well. Spearman correlation test results stating there is no correlation between age and the p-value 0.221 (> 0.50), there is a weak correlation between long relationship working with a p-value of 0.040 (<0.50), there is a correlation between knowledge with p Value-0.45 (<0.50), and there is a very strong correlation between attitude to the implementation of therapeutic communication with a p-value of 0.00 (<0.50).
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTUMBUHAN BAYI 6-12 BULAN DI PUSKESMAS SIMPANG BARU Herlina, Sara
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v3i2.3089

Abstract

Growth can also be defined as increasing size and number of cells in all parts of the body that can be quantitatively measured, such as height, weight, and head circumference. Growth is very closely related to the nutritional status of children. Riskesdass results from 2007 to 2013 show an alarming fact that underweight increased from 18.4% to 19.6%, stunting also increased from 36.8% to 37.2%, while wasting decreased from 13.6 % to 12.1%. This study aims to determine the factors associated with baby growth. The design of this study was cross sectional with a large sample of 151 people. Sampling method used systematically random sampling. The data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate. The results obtained normal growth as many as 90 people (59.6%). The results of multivariate analysis of variables related to infant growth were inclusive ASI Pvalue 0,002 (OR: 3,324), maternal knowledge Pvalue <0,000  (OR: 3.912), maternal occupations Pvalue 0,037 (OR: 2,311). The conclusions in this study are factors related to infant growth of 6-12 months in Puskesmas Simpang Baru is exclusive breastfeeding, mother knowledge, and mother jo.  It is recommended that health workers need to conduct counseling, counseling, especially pregnant women on the importance of exclusive breastfeeding and the impact on infant growth. There should also be a support group of ASI in the community. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai bertambahnya ukuran dan jumlah sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Pertumbuhan sangat erat kaitannya dengan pemberian ASI eksklusif karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dan mengandung antibodi sehingga bayi jarang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan bayi. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan besar sampel 151 orang. Metode sampling yang digunakan systematis random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh pertumbuhan normal sebanyak 90 orang (59,6%). Hasil analisis multivariat variabel yang berhubungan dengan pertumbuhan bayi adalah variabel ASI esklusif Pvalue 0,002 (OR: 3,324), pengetahuan ibu Pvalue <0,000   (OR: 3,912), pekerjaan ibu Pvalue 0,037  (OR: 2,311). Kesimpulan pada penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan bayi 6-12 bulan di Puskesmas Simpang Baru adalah ASI Eksklusif, pengetahuan ibu, dan pekerjaan ibu. ASI eksklusif dan dampak terhadap pertumbuhan bayi. Perlu juga dibentuk kelompok pendukung ASI dimasyarakat.

Page 1 of 21 | Total Record : 203