cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ipteks Terapan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
PENERAPAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN DAN TAK STIMULUS PERSEPSI TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI Sutinah, Sutinah
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 3 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i3.1260

Abstract

Klien dengan skizofrenia 70% mengalami halusinasi. Kemampuan klien mengontrol halusinasi dapat ditingkatkan dengan pemberian standar asuhan keperawatan dan disertai dengan terapi modalitas seperti terapi aktivitas kelompok stimulus persepsi. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh penerapan standar asuhan keperawatan dan terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulus persepsi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Jumlah sampel sebanyak 12 responden, Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara purposive sampling dari seluruh klien yang dirawat dan mengalami halusinasi, sampel diambil dengan menggunakan kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pedoman observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji T-dependent. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh sesudah diberikan standar asuhan keperawatan dan TAK stimulus persepsi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Nilai rata-rata mengontrol halusinasi klien sebelum dilakukan standar asuhan keperawatan dan TAK stimulus persepsi sebesar 2.42  dan setelah diberikan standar asuhan keperawatan dan terapi aktivitas stimulus persepsi sebesar 19.00 dengan P-value 0.009. Penelitian ini menunjukkan bahwa standar asuhan keperawatan dan TAK stimulus persepsi dapat meningkatkan kemampuan klien mengontrol halusinasi sehingga perawat Rumah Sakit Jiwa Jambi agar lebih meningkatkan pelaksanaan penerapan standar asuhan keperawatan dan TAK stimulus persepsi pada pasien halusinasi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM BENTUK KOMIK PADA MATERI FOTOSINTESIS UNTUK SMP KELAS VIII nengsi, sri nengsi
Jurnal Ipteks Terapan Vol 11, No 1 (2017): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2017.v11i1.490

Abstract

Pembelajaran Biologi merupakan pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan nyata. Sehingga pembelajaran Biologi harus disertai dengan pemahaman konsep dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran dalam bentuk komik yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan prosedur pengembangan    4-D. Penelitian ini terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap define (pendefinisian), tahapdesign (perancangan), tahapdevelop (pengembangan), dan tahapdesseminate (penyebaran). Berdasarkan data hasil penelitian, diperoleh penilaian komik oleh pakar dengan persentase 74,017% dengan kriteria penilaian valid. Respon guru terhadap komik diperoleh persentase 91,83% dengan kriteria penilaian sangat praktis dan respon siswa terhadap komik diperoleh persentase 87,56% dengan kriteria penilaian sangat praktis. 
ISOLASI SENYAWA AKTIF “BRINE SHRIMPS“ AKAR Garcinia cowa Roxb FRAKSI ETIL ASETAT arel, afdhil
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 2 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i2.525

Abstract

AbstractFlavonoid compound has been isolated as yellow crystalline which has melting point at 218-220˚C from root of Garcinia cowa Roxb. The compound was isolated by using column chromatography and characteristic with ultra violet spectroscopy, infrared spectroscopy, mass, 1H-NMR, and 13C-NMR.   The indicated this compound was hegoflavon (B). Anticancer activities of aethyl acetat fraction and hegoflavon (B) using “Brine Shrimps“ gave LC50 37,325 µg/ml and 1,95 µg/ml.
PENGARUH PENGAJARAN METODE KANGURU TERHADAP PENGETAHUAN IBU BAYI BBLR Merdekawati, Diah
Jurnal Ipteks Terapan Vol 11, No 3 (2017): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2017.v11i3.1000

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diajarkan metode kanguru pada ibu bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Sebanyak 12 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Dari hasil uji statistik univariat diketahui sebanyak 8 responden (66,7%) mempunyai pengetahuan rendah sebelum diberikan pengajaran metode Kanguru dan sebanyak 9 responden (75%) mempunyai pengetahuan tinggi setelah diberikan pengajaran metode Kanguru. Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh pengajaran metode Kanguru terhadap pengetahuan ibu dengan p-value = 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran metode Kanguru dapat meningkatkan pengetahuan ibu bayi BBLR sehingga ibu dapat berperan untuk meningkatkan berat badan bayi.
Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Perubahan Berat Badan Bayi Lahir Rendah ,, Silvia; Putri, Yelmi Reni; Gusnila, Elharisda
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 1 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i1.24

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan  bayi lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Perubahan Berat Badan Bayi BBLR di ruang inap perinatology  RSUD Dr.Achmad  Mochtar Bukittinggi tahun 2014.  Penelitian ini menggunakan desain  Quasi Eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest design, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive  sampling dengan  sampel 10 orang. Hasil penelitian  di dapatkan rata-rata berat badan bayi sebelum perawatan metode kanguru adalah 1738,60 gram, sedangkan setelah dilakukan perawatan metode kanguru berat badan bayi meningkat menjadi 1766,90 gram, dengan peningkatan berat badan sebanyak 28,30 gram dimana  p value = 0.00 <  Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perawatan metode kanguru terhadap perubahan berat badan bayi BBLR di ruang inap perinatologi RSUD dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. Dan disarankan kepada ibu-ibu untuk melakukan perawatan metode kanguru secara rutin dan pemberian ASI yang cukup terhadap bayi BBLR.Kata kunci: Perawatan Metode Kanguru, Berat Badan bayi. Low Birth Weight (LBW) is a baby with a birth weight less than 2500 grams regardless of gestation. This research used a quasi-experimental design with one group pretest posttest design. The samples were taken using purposive sampling technique. The results showed that all respondents experienced weight gain. The weight of babies before applying kangaroo care method was 1738.60 grams in average. While after applying the kangaroo care method, the babys weight increased to 1766.90 grams. After using a statistical test of dependent t-test (paired t-test), pvalue gotten was 0.000, with standard error (α) 0.05. It means that there is a significant difference between the average weight before and after the treatment of kangaroo care methods with weight gain as much as 28.30 gram. Based on the results of this research, it can be concluded that there is a significant effect given by kangaroo care method in changing the weight of the low birth weight babies in perinatology inpatient room of Dr.Achmad Mochtar hospital Bukittinggi in 2014. It is recommended for mothers to perform routine treatment of kangaroo care method and to give enough breastfeeding for babies with low birth weight.Keywords: Kangaroo Care Method, Birth Body Weight
PENGGUNAAN BALUTAN MODERN (HYDROCOLOID) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELLITUS TIPE II Adriani, Adriani; Mardianti, Teti
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 1 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i1.392

Abstract

The most common complications experienced by sufferers of diabetes mellitus tipe II , complications in the feet is about 15% of diabetic foot wounds, This research aims to know the influence of the modern use of a bandage (Hydrocoloid) on wound healing of diabetes mellitus type II. The design of this research uses experimental research design using One Group Pretest Post Test Design. Sampling purposive sampling was done with a sample of 10 people. Results of statistical tests taken before given a modern bandage (hydrocoloid) (pre-test), is 37,40. After given a bandage for modern (post-test), was 33.53. Bivariat analysis results showed differences in average values of wound healing on the client during the 3 days of 3,86 with p value = 0.000 means there is influence on the modern use of a bandage (hydrocoloid) on wound healing of type 2 diabetes mellitus .Based on the results of the study it can be concluded that modern bandage (hydrocoloid) is effective in healing diabetic wounds. It’s expected to patient of diabetes mellitus can leverage modern bandage (hydrocoloid) for wound healings with DM type II  as one way of healing that is safe and effective. Komplikasi yang paling sering dialami oleh penderita Diabetes Mellitus tipe II adalah komplikasi pada kaki sekitar 15% yang disebut luka kaki Diabetes , penanganan luka diabetik secara efektif dapat mencegah terjadinya amputasi pada kaki, Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui pengaruh penggunaan balutan modern (Hydrocoloid) terhadap penyembuhan   luka diabetes mellitus tipe II , Desain Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest Post Test Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan secara purposive sampling dengan sample 10 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan the pressure sore status tool (PSST) diukur sebelum dan sesudah pemberian balutan sebanyak 3 kali untuk mengetahui pengaruh balutan modern hydrocoloid dilakukan  uji t-test dependent ,Hasil uji statistik didapatkan sebelum diberikan balutan modern (hydrocolloid) (pre-test), adalah 37,40. Sesudah diberikan balutan modern (post-test), adalah 33.53. Hasil  analisis bivariat menunjukkan perbedaan  rata-rata nilai penyembuhan  luka pada klien selama 3 hari yaitu 3,86  dengan p value =0,000 berarti terdapat pengaruh penggunaan balutan modern (hydrocolloid) terhadap penyembuhan luka penderita diabetes mellitus tipe II, Dapat disimpulkan bahwa balutan modern (hydrocoloid) efektif dalam penyembuhan luka diabetic.  Diharapkan penderita diabetes mellitus dapat memanfaatkan balutan modern (hydrocoloid) untuk penyembuhan luka kaki pada penderita DM Tipe II sebagai salah satu cara penyembuhan yang aman dan efectif. 
Penggunaan Sistem Informasi Geografis Menumbuhkan Keinginan Perjalanan Wisata Lubis, Muhammad Amrin; Murni, Isteti; Aisyara, Dayu
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 1 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i1.41

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjawab permasalahan kondisi beragamnya informasi yang disajikan di berbagai web rendahnya keinginan wisatawan berkunjung kesuatu lokasi wisata. Sistem informasi GIS menggunakan informasi spasial yang efektif untuk kehidupan manusia, dalam konteks ini berarti serangkaian kegiatan yang terdiri dari interoperabilitas antara unsur-unsur dunia nyata untuk tujuan penggunaan secara umum. Informasi spasial berupa lokasi objek wisata dibutuhkan untuk menandai objek wisata pada peta, tempat atau posisi lokasi dalam bentuk koordinat berdasarkan garis bujur dan garis lintang untuk mengetahui letak objek wisata secara geografi. Query yang ditulis dalam fungsi-fungsi aplikasi akan terpicu membaca database untuk menghasilkan informasi peta lokasi wisata, jarak tempuh, hotel, restoran, biro perjalanan dan informasi lain ketika icon di click oleh wisatawan. Informasi yang tersedia dapat menumbuhkan keinginan wisatawan untuk berkunjung ketempat wisata.Kata Kunci : wisatawan; geografi informasi sistem; spasial; queryThe purpose of this study to address the condition of the diversity of the information presented in the various web reduce the desire of tourists visiting tourist destination. GIS information systems using spatial information effectively to human life, in this context means a series of activities consisting of interoperability between the elements of the real world for general purpose use. Spatial information in the form of tourist sites needed to mark the attraction on the map, place or position of the location in the form of coordinates based on the longitude and latitude to determine the geographical location of the attraction. Queries written in the application functions will be triggered to read the database to generate information maps tourist location, mileage, hotels, restaurants, travel agencies and other information when clicking the icon on tour. The information available to foster tourists to visit tourist attractions.Keywords: tourism, geographic information system, spatial, query
PENENTUAN SENSITIVITAS DETEKTOR SINAR-X BERBASIS FOTOTRANSISTOR Fardela, Ramacos
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 4 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i4.391

Abstract

AbstractX-ray interaction with matter can produce phenomenon of fluorescence that emits visible light. This phenomenon was exploited to design an x-ray detector based on phototransistor by attaching a screen ZnS(Ag) on the surface of the phototransistor which is arraponged in a Darlington circuit. Detection of active region of detector was done by collimating of x-rays beam from the x-ray generator tube Philips 2000 watts, 60 kV type PW 2215/20 NR 780 026 and measure the detector output voltage (Vout) at change in x-ray intensity . The experimental results showed that the Darlington circuit can be applied to design the detector of x-ray based on phototransistor. Sensitivity of detector used 0,037 mV and offset 130 mV.Keywords: Detector , Phototransistor , X-ray , Screen ZnS ( Ag ) AbstrakInteraksi sinar-x dengan materi dapat menghasilkan gejala fluoresensi yang mengemisikan cahaya tampak. Fenomena ini dimanfaatkan untuk merancang detektor sinar-x berbasis fototransitor dengan menempelkan layar pemendar ZnS(Ag) di permukaan fototransistor yang disusun dalam rangkaian Darlington. Pengukuran sensitivitas detektor dilakukan dengan langkah mengkolimasi berkas sinar-x dari tabung pembangkit sinar-x Philips 2000 watt, 60 kV tipe PW 2215/20 NR 780026 dan mengukur tegangan keluaran detektor (Vout) terhadap perubahan intensitas sinar-x. Berdasarkan hasil eksperimen menunjukkan bahwa rangkaian Darlington dapat diterapkan untuk merancang detektor sinar-x berbasis fototransistor. Sensitivitas detektor didapatkan sebesar 0,037 mV dan gelinciran 130 mV.Kata kunci: Detektor, fototransistor, Sinar-X, Layar ZnS(Ag)
Pengaruh Pemberian Timbal (Pb) Terhadap Morfologi Daun Bayam (Amaranthus tricolor L.) dalam Skala Laboratorium Irma, Wirdati
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 2 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i2.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh timbal (Pb) terhadap bentuk morfologi daun bayam (Amaranthus tricolor L.) dengan 3 konsentrasi Pb yang berbeda, yaitu 1 ppm, 3 ppm, 5 ppm dan kontrol dalam skala laboratorium. Metode penelitian secara eksperimen di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari analisis Pb yang dilakukan, bayam Pb 1 ppm terjadi perubahan morfologi hanya pada warna daun dan permukaan daun. Pada bayam Pb 3 ppm dan 5 ppm terjadi perubahan morfologi pada semua karakteristik daun. Kerusakan terlihat yang diakibatkan dari ketiga konsentrasi tersebut beragam, makin tinggi konsentrasi Pb, kerusakan tanaman pun semakin besar.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KHAMIR PENGHASIL ASAM INDOL ASETAT DARI RHIZOSFER ANGGREK TANAH Pecteilis susannae (L.) Rafin Lasmini, Titi
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 4 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i4.556

Abstract

The objectives of this study were to isolate and identify yeast producing Indole-3-acetic acid from rhizosphere of terrestrial orchid Pecteilis susannae (L.) Rafin. This research commenced with the isolation of yeasts from rhizosphere of orchid P. susannae using Yeast Malt Agar (YMA) medium. Yeast isolates were selected based on growth experiment on Glucose Peptone Broth (GPB) supplemented with 200 µg/mL L-tryptophan. The IAA concentration was determined colorimetrically on spectrophotometer (OD530 nm) with Salkowsky’s reagent added to supernatant of yeast culture. Biomass (OD600 nm) and IAA production (OD530 nm) measured every 24 hours for 4 days. Identification of selected isolates carried out through macroscopic, microscopic, and biochemical properties. The results revealed that 29 isolates of yeast had been successfully isolated from rhizosphere of terrestrial orchid P. susannae (L.) Rafin, and only four isolates (K2, U5, A3 and A1) showed their capability to grow and produce high concentration of IAA on GPB. The fourth selected yeast isolates were identified as strain Saccharomyces sp.1 (K2), Saccharomyces sp.2 (U5), Cryptococcus sp.1 (A3), and Candida sp.1 (A1). Further evaluation of the selected rhizosphere yeast isolated producing IAA is necessary to be carried out to explore their potency as a source of hormone to promote plant growth.

Page 1 of 17 | Total Record : 162