cover
Filter by Year
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Articles
62
Articles
ADAPTASI TEKNOLOGI QR CODE AUDIO PADA TORSO BIOLOGI UNTUK SISWA TUNANETRA

Indriastuti, Faiza, Saksono, Wawan Tri

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Studying Biology for students with visual impairment and other visual impairments has been a difficult task, especially when it comes to living things. During this time, biology lessons related to the system on the human body done one of them through torso learning media and it became a problem for visual impairment learners. This paper aims to conduct studies and development of the use of QR Code audio for the visually impaired. The study focused on adaptation of QR Code and audio on Torso, and implementation of Torso Audio in Biology lessons for the visually impaired and other visual disorders. The study results revealed that the Audio Torso was designed by adapting the QR Code audio which was then pinned to the intended torso. By adapting learning technology through QR Code audio, it can minimize the Biology learning gap for blind students and other visual impairments. The use of Torso Audio is done in a classical and independent manner. Classically it is used integrated with Biology learning as teaching materials. Independent use is carried out by students outside of learning hours as an enrichment material. Through the Audio Torso, educators and students get benefits and fulfilled the need for more auditive learning media. ABSTRAKMempelajari biologi bagi siswa tunanetra dan gangguan penglihatan lainnya, merupakan kesulitan tersendiri, apalagi jika menyangkut dengan kehidupan makhluk hidup. Selama ini, pelajaran biologi yang menyangkut dengan sistem pada tubuh manusia dilakukan salah satunya melalui media pembelajaran torso dan itu menjadi permasalahan tersendiri bagi peserta didik tunanetra. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan kajian dan pengembangan terhadap pemanfaatan QR Code audio bagi tunanetra. Kajian difokuskan pada adaptasi QR Code dan audio pada Torso, dan pemanfaatan Torso Audio pada pelajaran Biologi bagi tunanetra. Hasil kajian diketahui bahwa Torso audio dirancang dengan mengadaptasi QR Code audio yang selanjutnya disematkan pada torso yang dimaksud. Dengan melakukan adaptasi teknologi pembelajaran melalui QR Code audio, dapat meminimalisir kesenjangan pembelajaran Biologi bagi siswa tunanetra dan gangguan penglihatan lainnya. Pemanfaatan Torso Audio dilakukan secara klasikal dan mandiri. Secara klasikal dimanfaatkan terintegrasi dengan pembelajaran Biologi sebagai bahan ajar. Pemanfaatan secara mandiri dilakukan oleh peserta didik diluar jam pembelajaran sebagai bahan pengayaan. Melalui Torso Audio tersebut, pendidik dan peserta didik mendapatkan manfaat dan terpenuhi kebutuhan media pembelajaran yang lebih auditif.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM VIRTUAL BERDASARKAN PARADIGMA PEMBELAJARAN DI ERA GLOBAL

Dwiningsih, Kusumawati, Sukarmin, nFn, Muchlis, nFn, Rahma, Pipit Tri

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research and development aims to develop appropriate virtual laboratory-based chemical instructional media in the subject matter of Chemical Elements. The feasibility of chemical instructional media is based on two criteria, namely media validity based on the results of the validators assessment and media practicality based on the results of the student response questionnaire and observation of student activities. The type of research used is Borg & Galls research and development (R & D) and carried out in four steps, namely; investigation and data collection, planning, initial development of product formats, and initial trials. The research instruments used in this research were media review sheets, media validation sheets, student response questionnaires, and student activity observation sheets. The results show that; the media were declared valid with a very valid validity category and a validity percentage of ≥61%; The media is stated to be practical based on student response questionnaires in term of students interest in the media were 98% and 93.33% in term of convenience understanding and use, while the results of student observation show an activity of 88.75%. Based on the results of this research, the virtual laboratory-based chemistry instructional media are feasible to be used as in the subject matter of Chemical Elements.ABSTRAKPenelitian dan pengembangan (R&D) ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kimia berbasis laboratorium virtual yang layak pada materi pokok Kimia Unsur. Kelayakan media pembalajaran didasarkan pada 2 kriteria yaitu validitas media berdasarkan hasil penilaian validator dan kepraktisan media berdasarkan hasil angket respon siswa dan observasi aktivitas siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) Borg & Gall dan dilakukan dalam empat langkah yaitu; penyelidikan dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan awal format produk, dan uji coba awal. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar telaah media, lembar validasi media, angket respon siswa, dan lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa; media dinyatakan valid dengan kategori sangat valid dan presentase kevalidan ≥61%; Media dinyatakan praktis berdasarkan angket respon siswa dalam hal ketertarikan siswa terhadap media diperoleh presentase 98% dan 93,33% dalam hal kemudahan pemahaman dan penggunaan, sementara hasil observasi aktivitas siswa sebesar 88,75%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka media pembelajaran berbasis laboratorium virtual layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi pokok Kimia Unsur.

PENGEMBANGAN INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA SEKOLAH DI DAERAH 3T PAPUA DAN PAPUA BARAT MELALUI PENDAMPINGAN JARAK JAUH

Koesnandar, Ade

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Since 2015, the Ministry of Education and Culture in cooperation with the Ministry of Information and Communication has been granting internet access to schools in 3T (front, remote, and left) areas. Besides internet access, some schools are also granted with ICT (information and communication technology) equipment such as laptop, LCD projector, and server that has been installed with digital learning content. The purpose of this grant is to enhance the education quality improvement, especially in terms of the provision of access to learning sources as well as ICT-based learning innovation development. To optimally ICT utilization, the teachers and ICT technicians at the schools are provided with a short training. After the installation and training, the schools should ideally be assisted continuously. However, because of the distance and communication problems, the program cannot be monitored for its continuity. Therefore, a distant assistance method needs to be developed. This research is the program development to create a distant assistance system model by using the ICT itself. As the pioneer, the location of the development research is at schools in Papua and Papua Barat receiving grant of ICT equipment. The development steps are: problem identification, data collecting, problem formulating, solution model determination, preparing the material, implementation, and evaluation. The development is designed as a continuous cycle, where improvement is carried out in every cycle. This writing is the report of first development, that will be continued into the next cycle. The result of the first cycle are: ) a number of field findings have been identified related to the use of ICT equipment in schools; a trial of distant learning assistance through video conference has been carried out and a lab room for learning innovation development has been develoved; and a distant assistance model of ICT usage has been formulated. AbstrakSejak tahun 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi telah memberikan bantuan akses internet untuk sekolah-sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Selain bantuan koneksi internet, untuk sejumlah sekolah diberikan pula bantuan perangkat TIK (teknologi informasi dan komunikasi) berupa komputer laptop, LCD projector, serta server yang telah berisi konten-konten pembelajaran digital. Tujuan pemberian bantuan ini adalah dalam rangka mendorong percepatan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam hal penyediaan akses ke sumber-sumber belajar serta pengembangan inovasi pembelajaran berbasis TIK. Agar pemanfaatan TIK lebih optimal, telah diberikan pula pelatihan singkat bagi guru-guru dan para pengelola TIK di sekolah-sekolah penerima bantuan. Setelah instalasi dan pelatihan, idealnya dilakukan pendampingan dan bimbingan secara kontinyu. Namun demikian, kesenjangan jarak dan kesulitan komunikasi seringkali mengakibatkan program bantuan tersebut tidak dapat dimonitor keberlangsungannya. Untuk itu, maka perlu dikembangkan suatu cara pendampingan yang di dalam artikel ini disebut sebagai pendampingan jarak jauh. Kegiatan ini merupakan pengembangan program yang bertujuan untuk menghasilkan model sistem pendampingan jarak jauh dengan memanfaatkan TIK itu sendiri. Sebagai piloting (perintisan) lokus penelitian pengembangan di sekolah-sekolah penerima bantuan TIK yang berada di wilayah Papua dan Papua Barat. Langkah-langkah pengembangan terdiri dari: identifikasi masalah, pengumpulan data, merumuskan masalah, menentukan model solusi, menyiapkan bahan, implementasi, dan evaluasi. Pengembangan ini dirancang sebagai siklus yang berkelanjutan di mana pada setiap siklus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Tulisan ini merupakan laporan pengembangan tahap pertama, yang akan dilanjutkan pada pengembangan tahap selanjutnya. Beberapa hasil dari tahap pertama ini, antara lain: telah teridentifikasi sejumlah masalah temuan lapangan terkait pemanfaatan perangkat TIK di sekolah, telah dilakukan uji coba pendampingan jarak jauh melalui video conference dan telah dibangun sebuah ruang lab pengembangan inovasi pembelajaran, dan telah dirumuskan sebuah model pendampingan pemanfaatan TIK melalui pembelajaran jarak jauh. 

EVALUASI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO “ABC” (AKU BACA DALAM CERITA) UNTUK MENGENALKAN HURUF PADA PAUD

Innayah, nFn

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Audio media “ABC” (Aku Baca dalam Cerita) a learning media that introduces letters through stories for Early Childhood Education aged 5-6 years. To find out the success of the media, it is necessary to evaluate: Is ABC audio media can help introduce alphabet on early childhood learners? How the level of development of the language aspects of students after learning with ABC audio media? Evaluation of the use of audio media ABC aims to know the audio media ABC in introducing letters to students in early childhood and to determine the development of language students with learning ABC audio media. This research was conducted for 10 days on 1-14 August 2017 in ABA Gamping TK, Sleman, Yogyakarta. The population of this research is all of ABA Gamping TK students with the sample of 40 PAUD students. The results of this study obtained data that the level of developmental achievement of students aged 5-6 years in recognizing the letter pattern was good. Thus it can be seen that ABC learning audio media can help in introducing letters to students in early childhood. At the level of achievement of language development, it is shown that most students can achieve the predetermined indicators. This shows that ABC audio media can improve language development in early childhood education. However, there is still a need for variations in the presentation format in ABC learning audio media programs to stimulate the imagination of students in early childhood and the need for supporting materials that can stimulate the students creativity.ABSTRAKMedia Audio “ABC” (Aku Baca dalam Cerita) merupakan media audio pembelajaran yang memperkenalkan huruf melalui cerita untuk Pendidikan Anak Usia Dini usia 5-6 tahun. Untuk mengetahui keberhasilan media tersebut perlu dilakukan evaluasi tentang: Apakah media audio ABC dapat membantu mengenalkan huruf pada peserta didik PAUD? Bagaimana tingkat perkembangan aspek bahasa peserta didik setelah belajar dengan media audio ABC? Tujuan evaluasi pemanfaatan media audio ABC ini yaitu untuk mengetahui media audio ABC dalam mengenalkan huruf pada peserta didik PAUD dan untuk mengetahui perkembangan bahasa peserta didik dengan belajar media audio ABC. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 hari pada tanggal 1-14 Agustus 2017 di TK ABA Gamping, Sleman, Yogyakarta. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa TK ABA Gamping dengan sampel 40 siswa PAUD. Hasil dari penelitian ini diperoleh data bahwa tingkat pencapaian perkembangan peserta didik usia 5-6 tahun dalam mengenal pola huruf sudah baik. Dengan demikian dapat diketahui bahwa media audio pembelajaran ABC dapat membantu dalam mengenalkan huruf pada peserta didik PAUD. Pada tingkat pencapaian perkembangan bahasa ditunjukkan bahwa peserta didik sebagian besar dapat mencapai indikator yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa media audio ABC dapat meningkatkan perkembangan bahasa pada pendidikan anak usia dini. Saran, perlunya variasi format sajian dalam program media audio pembelajaran ABC untuk merangsang imajinasi peserta didik pada PAUD dan perlunya bahan penunjang yang dapat merangsang keratifitas peserta didik.

PEMANFAATAN APLIKASI WHATSAPP PADA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MATA KULIAH AKUNTANSI INTERNASIONAL DI UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Utomo, Supri Wahyudi, Ubaidillah, Moh.

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The selection of learning methods becomes essential in teaching and learning process to improve student’s learning outcomes. The fault in choosing a learning method, will negatively affect the student’s learning outcomes. In addition to learning methods, learning media must be considered to support and facilitate learning to achieve the learning objectives. This study aims to identify the impacts of problem-based learning models on student learning outcomes by using Whatsapp applications. The research types was ex-post facto quantitative using quota sampling method, which determined as many as 32 7B semester students of the Accounting Education Program at the University of PGRI Madiun. The data collection technique was observation by applying questionnaires, and document of student learning outcomes. The method of analyzing questionnaire data in this study used the structural equation modeling (SEM) with partial least squares (PLS) tool. The results showed that problem-based learning model with Whatsapp application positively affected the students’ achievement for the International Accounting Subject. The students’ achievement was above the threshold level. Students could easily communicate, coordinate and discuss materials before presentation without direct interaction.ABSTRAKPemilihan metode pembelajaran merupakan hal penting dalam proses belajar-mengajar untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Sebaliknya, kesalahan memilih metode pembelajaran akan berdampak negatif terhadap hasil belajar mahasiswa. Selain metode pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran juga harus diperhatikan untuk mendukung dan memudahkan pembelajaran sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau dampak penerapan model pembelajaran berbasis masalah yang memanfaatkan aplikasi Whatsapp terhadap hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuntitatif ex-post facto. Pengambilan sampel menggunakan metode quota sampling sebanyak 32 mahasiswa semester 7B program studi pendidikan akuntansi Universitas PGRI Madiun. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes hasil belajar mahasiswa. Teknik analisis data kuesioner menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan alat partial least squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan aplikasi Whatsapp berpengaruh atau berdampak positif yang ditunjukkan hasil belajar mahasiswa untuk mata kuliah Akuntansi Internasional berada di atas kriteria capaian yang ditetapkan. Mahasiswa lebih mudah dalam komunikasi, koordinasi, dan diskusi sebelum melakukan presentasi tanpa harus bertemu secara langsung.

DAMPAK PEMANFAATAN APLIKASI ANDROID DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG

Sri Mulyani, Elisabeth Wiwik

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this study was to know the impact of the utilization of android applications in learning mathematics in SMPN-1 Sragen. This classroom action research was conducted in two cycles,each cycle beginned with planning, action, observation, and reflection. The data in this study was the assessment of the learning process obtained from learners in the activity and assessment at the end of the cycle. Then, the data was analyzed to know whether the utilization of android application in teaching space has been successful or not. There was an increase in students learning achievement in understanding mathematics after having utilized the android applications. Before the action, only 18 students (56.25%) completed their learning and increased to be 22 students (68.75%) on the first cycle. In the second cycle, the number of students completed their learning was 31 students (96.87%). The use of android application for class IX students B SMPN-1 Sragen had improved the students’ learning achievement. Before the action, the average knowledge of students was 75.16 and their average skill was 70.63. In the first cycle, the average knowledge of students is 78.59 and their average skills is 72.5. In the second cycle, of average knowledge 88.13 average skills 86.88. The conclusion, the utilization of android application in teaching the space learning content improved the students learning achievement. Teachers are suggested to utililize the android application or other appropriate media in learning-teaching activities.ABSTRAKFokus masalah yang menjadi pembahasan di dalam tulisan ini adalah dampak dari pemanfaatan aplikasi android dalam pembelajaran matematika tentang bangun ruang sisi lengkung di SMPN-1 Sragen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari pemanfaatan aplikasi android dalam pembelajaran matematika tentang bangun ruang sisi lengkung di SMPN-1 Sragen. Metode penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan dua siklus, di mana setiap siklus diawali dengan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dalam penelitian ini berupa penilaian proses yang diperoleh dari peserta didik dalam beraktivitas dan penilaian pada akhir siklus. Kemudian, data dianalisis untuk memperoleh gambaran tentang berhasil-tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar peserta didik dalam memahami bangun ruang sisi lengkung setelah belajar menggunakan aplikasi android. Sebelum tindakan, yang tuntas 18 peserta didik (56,25%), pada siklus pertama 22 peserta didik (68,75%). Pada siklus kedua, peserta didik yang tuntas belajarnya 31 orang (96,87%). Penggunaan aplikasi android pada peserta didik kelas IX B SMPN 1 Sragen terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sebelum tindakan, rata-rata pengetahuan 75,16 dan rata-rata keterampilan 70,63. Pada siklus pertama, rata-rata pengetahuan meningkat menjadi 78,59 dan rata-rata keterampilan 72,5. Kemudian, pada siklus kedua, rata-rata pengetahuan meningkat menjadi 88,13 dan rata-rata keterampilan meningkat menjadi 86,88. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan aplikasi android pada materi bangun ruang meningkatkan hasil belajar peserta didik. Disarankan agar guru menggunakan aplikasi android atau media lain yang tepat dalam pembelajaran. 

PENGEMBANGAN MODEL APLIKASI SIMULATOR KAMERA VIDEO BERBASIS ANDROID

Budisantoso, Heri Triluqman, Mulyoto, nFn, Sutimin, Leo Agung

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The integration of Information and Communication Technology (ICT) in the learning process developed into a fight trought various designs and strategies which can be grouped into (1) E-learning as a learning form system that utilizes electronic devices and digital media,  and (2) Mobile learning (M-learning)  as a particular learning form to utilize mobile communication devices and information technology. The rapid development of mobile devices, relatively easy operation,  and more affordable prices,  is supporting factors in the widespread use of mobile learning into a new alternative of learning media. Those conditions encourage the learning paradigm that can be done anytime and anywhere.  The purpose of research to be achieved is to develop the design of the android camera based simulator software model as a learning media in cinematography lesson study program of educational technology FIP Unnes.  This research method refers to the research and development strategy proposed by Borg and Gall (in Sukmadinata,  2016) with some modifications that have been developed by Sukmadinata.  The research procedure used in the study focusing on the development stages of application design model.  The steps includes the following steps (1) model development (product design), (2) design validation, (3) design revisions. The results of research on the development of video camera simulator model can be concluded that the application of android based video camera in the process of validation by media experts obtained the results of software engineering aspects obtained 92 scores with very good category, while the visual communication design aspect scored 84, also with very good category. As for the material experts, validation on aspects of learning design got score 85 with very good category as well. Based on the validation results of media experts and materials experts, the application of this androdi-based video camera simulator is improved according to the records of media experts and material experts. Before used in the next research process should this application really well prepared, so the results obtained in accordance with the expected AbstrakPengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran terus berkembang dengan berbagai pola dan strategi, yang dapat dikelompokkan menjadi (1) sistem e-Learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital, dan (2) mobile learning (m-learning) sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak. Perkembangan perangkat mobile yang begitu pesat, operasional yang relatif mudah, dan harga yang semakin terjangkau, merupakan faktor pendorong semakin meluasnya penggunaan mobile learning menjadi alternatif baru media pembelajaran. Kondisi tersebut mendorong terbentuknya paradigma pembelajaran yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengembangkan desain model Aplikasi Simulator Kamera Video Berbasis Android sebagai media pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran prodi Teknologi Pendidikan FIP Unnes. Metode penelitian ini mengacu pada strategi penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (dalam Sukmadinata, 2016) dengan beberapa modifikasi yang telah dikembangkan oleh Sukmadinata. Adapun dalam artikel ini, prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian, fokus pada tahap pengembangan desain model aplikasi. Dalam tahap ini mencakup langkah-langkah sebagai berikut (1) Model pengembangan (desain produk), (2) Validasi desain, (3) Revisi desain, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan desain model aplikasi simulator kamera video berbasis android dilakukan melalui langkah-langkah sesuai prosedur penelitian di atas, diawali dengan analisis kebutuhan, kemudian menyusun peta kompetensi, peta materi, Garis Besar Isi Media (GBIM), jabaran materi, flowchart dan naskah, kemudian dilakukan validasi desain dan revisi produk. Desain model aplikasi simulator kamera video ini juga siap digunakan untuk tahap penelitian dan pengembangan selanjutnya. Penggunaan aplikasi simulator kamera video berbasis android sangat diperlukan dalam proses pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran, khususnya materi teknik dan prosedur pengambilan gambar karena dapat membantu mahasiswa belajar secara mandiri

EFEKTIVITAS MODEL PELATIHAN PARENTING AUTISME BERBASIS MEDIA VIDEO

Purnomo, Edi, Wijayanto, Putut

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research aims to; (1) to know the effectiveness of video-based autism parenting training implementation in improving the cognitive skills of trainees; (2) obtaining information about learners response towards video-based autism parenting training. The method used in this research is Pre-Experimental Design method with One Groups Pretest-Posttest Design, that is research design by pretest before training and posttest after training. The results show that video-based autism parenting training is very effective to improve the cognitive skills of trainees in terms of parenting for autism. The conclusions of this research are: (1) Video-based autism parenting training proven effective in improving cognitive skill of trainees. (2) the trainees response to the training model based on instructional video media showed a positive response. The results of this research are useful to be implemented in similar training in the future. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan pelatihan parenting autisme berbasis media video dalam meningkatkan keterampilan kognitif peserta pelatihan; (2) memperoleh informasi mengenai respon pebelajar terhadap pelatihan parenting autisme berbasis media video. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-Experimental Design dengan One Groups Pretest-Posttest Design, yaitu desain penelitian yang terdapat pretes sebelum diberi perlakuan dan postes setelah diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan parenting autisme berbasis media video sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan kognitif peserta pelatihan dalam hal parenting autisme. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu: (1) Pelatihan parenting autisme berbasis media video terbukti efektif meningkatkan keterampilan kognitif peserta pelatihan. (2) respon peserta pelatihan terhadap model pelatihan berbasis media video pembelajaran menunjukkan respon positif.

MODEL MEDIA PEMBELAJARAN E-KOMIK UNTUK SMA

Aeni, Wiwik Akhirul, Yusupa, Ade

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The development of learning media model becomes a necessity for improving the quality of education in Indonesia. Following the development of technology and information, new models continue to be developed, one of which is comic. This study aims to develop a model of electronic comic (e-Comic) as a medium of learning. With the ADDIE development method, it is done through needs analysis, model design, prototype development, prototype implementatio (testing) and evaluation of prototype implementation results to the field. The result is a comic electronic model in which graphic-shaped graphics are highlighted to deliver learning materials in accordance with the applicable curriculum. The material is delivered in story form so the delivery is not rigid. Implementation of field trial prorotype obtained data that the user liked the model of this e-Comic learning media and feel like learning to read comics with digital format. The conclusion of the development of e-Comic model, innovative learning media, fun, effective and efficient, so as to increase the students attention in understanding the subject AbstrakPengembangan model media pembelajaran menjadi kebutuhan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesai. Mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, model-model baru terus dikembangkan dari waktu ke waktu. Komik yang dimaknai sebagai sebuah gambar kartun berteks mampu menyampaikan sebuah pesan dengan gaya yang ringan dan menyenangkan.Tujuan pembuatan model ini untuk membuat sebuah model berformat elektronik komik (E-komik) sebagai media pembelajaran menyampaikan materi pendidikan. Dengan metode pengembangan ADDIE, yang dimulai dengan kegiatan Analisis Kebutuhan, Desain/Perancangan Model, Development Prototype, Implementasi Prototype berbentuk ujicoba prototype ke user dan dilanjutkan dengan Evaluasi hasil implementasi prototype ke lapangan model Elektronik komik ini dikembangkan. Hasil dari pengembangan ini adalah sebuah model elektronik komik yang didalamnya berupa grafis berbentuk kartun ditonjolkan untuk menyampaikan materi-materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Materi disampaikan dalam bentuk cerita sehingga penyampaiannya tidak kaku. Implementasi ujicoba prorotype dilapangan diperoleh data bahwa user menyukai model media pembelajaran E-komik ini dan merasa belajar seperti membaca komik dengan format digital. Kesimpulan pengembangan model E-komik yang dilakukan menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan terhadap media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan perhatian siswa dalam memahani mata ajar. Untuk itu penerapannya dapat dilakukan secara bertahap pada SMA tertentu.

ANALISIS KEBUTUHAN DALAM PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO BAHASA INGGRIS UNTUK PEMBELAJARAN MENYIMAK PADA SISWA SMP N 5 NGAWEN GUNUNGKIDUL

Suparti, nFn

Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aimed at presenting need analysis results related to listening skill problems encountered by the students of SMP N 5 Ngawen, Gunungkidul and the format of English audio media for teaching listening skills which was conducted between March till April 2018. There were 50 students, two practisioners, and two native speakers involved in this study.  The data were collected by using two kinds of instruments namely questionnaires and an interview guide. The results showed that: (1) the language ability of the students were relatively low although 92% of the students had learned English since they were in the kindergarten or elementary schools; (2) 58% students considered that listening was the most difficult skills among the three other skills (reading, writing, speaking); (3) the listening problems faced by the students were categorized into three aspects, namely: the content aspects, the environment aspects, and the learner aspects. The first aspect included vocabularies, sentences/expressions, pronunciation, the length of the texts, and the speed in reading the scripts. The second aspect is about the environment/atmosphere aspect included namely the quality of the audio programmes; facilities, and noise. The third was the learner aspects namely the sub-skills of listening comprehension. Moreover, there were some information related to the technical aspects namely the ideal duration of an audio program and the format of the English audio media. In fact, the results of the research could be used as a guidance in designing a model of English audio media for improving listening skills among the target students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan pembelajaran menyimak (listening) dan kebutuhan pembelajaran listening pada siswa SMPN 5 Ngawen, Gunungkidul. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2018 dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling yang melibatkan 50 responden siswa. Selain siswa, penelitian ini melibatkan tiga praktisi pendidikan/guru dan dua native speakers. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa: (1) kemampuan Bahasa Inggris siswa rendah meskipun 92% responden siswa telah belajar Bahasa Inggris sejak TK/SD;  (2) 58% siswa menganggap listening merupakan keterampilan bahasa tersulit dibanding reading, writing, dan speaking; dan (3) permasalahan dalam pembelajaran listening meliputi aspek materi, lingkungan/atmosfir, dan dari sisi pebelajar/learners. Aspek materi yang diungkap meliputi pemilihan tema, kosakata, kalimat/ujaran, pronunciation, panjang pendek input text, dan kecepatan berbicara. Aspek lingkungan/atmosfir meliputi kualitas audio, peralatan, dan noise/kegaduhan saat pemutaran media sedangkan dari sisi pebelajar meliputi sub-skills dalam listening comprehension yang belum dikuasai dan perlu dikuasai siswa. Selain itu, diperoleh juga informasi terkait hal teknis misalnya durasi audio dan format sajian media. Secara umum, hasil analisis kebutuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai pedoman dalam menyusun rancangan model media audio pembelajaran listening untuk siswa SMP pada tahapan kedua dalam proses pengembangan desain instruksional, yaitu tahapan desain.