cover
Contact Name
Arie Widodo
Contact Email
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
arie.widodo@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
ISSN : 23389184     EISSN : 26224283     DOI : -
Core Subject : Education,
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on 5 areas of educational technology as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least one peer-reviewers. Jurnal Kwangsan is published online and printed twice in a year. July and December. The scope of Jurnal is innovative works on Learning System Design, the development, implementation, assessment, management, research papers, and case studies of educational technology, which are effective in giving positive contributions to schools and educational institutions
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPLB KARYA MULIA SURABAYA MENULIS BUKU HARIAN MELALUI PEMETAAN PIKIRAN DENGAN BALING-BALING BERWARNA Machsunah, nFN
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 2, No 1 (2014): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v2n1.p37--49

Abstract

Writing a diary with colorful propeller mind mapping method is an innovative method to enhance the 7th grade hearing impaired students’ capabilities and skills of writing in Karya Mulia Special Secondary School for Students with Disabilities (SMPLB) Surabaya. This innovative effort was based on the constraints or obstacles to teach hearing impaired students in developing the abilities and skills of writing a diary that were still far below the average of minimum completion criteria (KKM). To find out the extent of this innovative method’s implementation’s impact, the author wanted to do a class action research (PTK) that includes 3 cycles where two-time meetings were conducted in each cycle. The research was started from the pre action activities continued to a cycle-1, cycle-2, to cycle-3. The result indicates that there has been improvements in 7th grade student’s learning outcome in writing a diary through mind mapping mehod using learn to write diary through colorful propeller mapping method AsbtrakMenulis buku harian melalui metode pemetaan pikiran (mind mapping) dengan menggunakan baling-baling berwarna merupakan metode inovatif untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan menulis buku harian siswa tuna rungu kelas VII SMPLB Karya Mulia Surabaya. Upaya inovatif ini beranjak dari kendala/hambatan sebelumnya dalam membelajarkan siswa tuna rungu mengembangkan kemampuan dan keterampilan menulis Buku Harian yang hasilnya berada jauh di bawah rata-rata Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Untuk mengetahui sejauh mana dampak dari penerapan metode inovatif ini, penulis melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mencakup 3 siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dimulai dari kegiatan pra tindakan, dilanjutkan dengan siklus-1, siklus-2, sampai dengan siklus-3. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas VII SMPLB Karya Mulia Surabaya dalam menulis buku harian melalui metode pemetaan pikiran dengan baling-baling berwarna
STRATEGI PEMANFAATAN E-LEArNING DALAM MENGATASI KETERBATASAN JUMLAH DOSEN Rivalina, Rahmi
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v5n2.p129--145

Abstract

The increasing number of students demands an increase in the number of lecturers. The addition of qualified lecturers is not easy. One of the effort to overcome this shortage of lectures, Pamulang University started to apply e-learning. This study aims to find out the e-learning strategy as well as the responses of students and lecturers in the utilization of e-learning. The research method is descriptive one. Data collections were done through an interview, direct observation, questionnaire, and documentation study. Based on the result of data processing, it is known that the strategy of e-learning utilization is done through some stages, such as: preparation of facilities and infrastructure (lecture building, ICT facilities, laboratory facilities, computerization in academic affairs, and e-learning technology), strong leadership policy support, and training and socialization to students and lecturers. Students’ responses to e-learning models have not been optimally yet due to the limitations of socialization, content that has not been packaged interestingly and meaningful, students’ relatively low reading interest, curiosity and low reading interest, curiosity and low student motivation, and not conducive learning climate. Responses of lecturers besides not yet optimally in preparing the communicative and inspirational content, the lecturer is not used in utilizing e-learning technology. Although the implementation of e-learning still has some weaknesses/constraints, but to some extent, the utilization of e-learning has been able to help the shortage of lecturers.AbstrakMeningkatnya jumlah mahasiswa menuntut adanya peningkatan jumlah dosen. Penambahan jumlah dosen yang berkualitas ternyata tidak mudah. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, Universitas Pamulang menerapkan e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui strategi pembelajaran e-learning dan respon dari mahasiswa maupun dosen dalam pemanfaatan pembelajaran elearning. Metode penelitian adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan langsung, kuesioner, studi dokumentasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan e-learning dilakukan melalui tahapan: persiapan sarana dan prasarana (gedung kuliah, fasilitas TIK, laboratorium, komputerisasi di bidang akademik, dan teknologi e-learning), dukungan kebijakan pimpinan yang kuat, serta pelatihan dan sosialisasi kepada mahasiswa dan dosen. Respon mahasiswa terhadap pembelajaran e-learning belum optimal sebagai akibat keterbatasan mensosialisasi, konten yang belum menarik dan bermakna, minat baca rendah, rasa ingin tahu dan motivasi mahasiswa yang rendah, dan iklim yang belum mendukung. Respon dosen disamping belum optimal menyiapkan konten yang komunikatif dan inspirati juga karena belum terbiasa dalam memanfaatkan teknologi e-learning. Sekalipun memiliki beberapa kekurangan/ kelemahan namun pemanfaatan e-learning tersebut sudah dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga dosen.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS DENGAN MEDIA AUDIO UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Adi, Sugeng Susilo
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v5n1.p1--20

Abstract

The composition of English language learning tools for middle schools has often not utilized the instrctional technology approach and only used approaches related to the educational discipline of teaching English as a foreign language (TEFL). English language learning materials in several middle schools in East Java also do not provide audio media-based activities for practice of listening skills. This article is the research results of the Borg & Gall research and development model which aimed to develop, validate, and test textual learning materials aided by audio recordings to develop the English-language competency of middle school students. The results of the development showed that audio media was proven to be e ectively capable as sca olds that play a role as learning aids. Audio media provides sound input that guides students to imitate the audio with accurate pronunciation. In addition, audio media input can also be comprehensible for students in accordance with the Input Hypothesis Theory of Krashen that states that those learning languages at “level i” should obtain comprehensible input at “level i + 1” or slightly higher than the current level, and this theory of Krashen is identical to the zone of proximal development (ZPD) theory of Vygotsky. This development also resulted in a learning design which applied the audio lingual communicative (ALC) strategy which is eclectic in its combination of two language learning strategies, which are the audio lingual method with communicative language teaching (CLT). The application of this method was appropriate with the Indonesian classroom context where the number of students in a classroom is on average 40 pupils or more. AbstrakPengembangan bahan ajar Bahasa Inggris untuk sekolah menengah pertama selama ini sering kali tidak menggunakan pendekatan teknologi pembelajaran dan hanya menggunakan pendekatan disiplin ilmu pendidikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau teaching English as a foreign language/TEFL. Selain bahan ajar bahasa Inggris di beberapa sekolah menengah pertama di Jawa Timur tidak menyediakan bahan penyerta berupa media audio untuk latihan keterampilan menyimak (listening). Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) model Borg & Gall yang bertujuan untuk mengembangan, memvalidasi, dan menguji bahan ajar tekstual berbantuan rekaman audio untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa sekolah menengah pertama. Hasil pengembangan ini menunjukkan bahwa media audio telah terbukti mampu secara efektif menjadi sca olds yang berperan sebagai bantuan belajar. Media audio menyediakan input suara yang memandu siswa menirukan audio dengan akurasi pelafalan yang tepat. Selain itu, input dari media audio dapat dipahami (comprehensible) bagi siswa, sesuai dengan Input Hyphothesis Theory Krashen yang menyatakan bahwa mereka yang belajar bahasa yang berada pada “tingkat i” seharusnya memperoleh comprehensible input pada “tingkat i + 1” atau sedikit lebih tinggi dari tingkat ia berada yang identik dengan teori zone of proximal development (ZPD) yang dikembangkan Vygotsky. Pengem- bangan ini juga menghasilkan desain pembelajaran yang menerapkan strategi audio lingual communicative (ALC) yang bersifat eklektik yang memadukan dua pendekatan pembelajaran bahasa, yaitu audio lingual method dengan communicative language teaching (CLT). Penerapan metode ini sesuai dengan konteks kelas Indonesia dengan jumlah siswa rata-rata 40 orang atau lebih dalam satu kelas. ia dengan jumlah siswa rata-rata 40 orang atau lebih dalam satu kelas.
PENERAPAN TEORI BELAJAR DAN DESAIN INSTRUKSIONAL DALAM PROGRAM MOBILE LEARNING Miftah, M.
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n1.p46--56

Abstract

Mobile Learning enables a learning dan its interaction between the user and the lesson. This article writer, then, offers a solution by applicating an effective foundations of educational theory for mobile learning and suggests a model for developing mobile learning based on the appropiate educational theory. Mobile learning developer should know the differences of approaches used in learning to take a proper learning strategy. The strategy is for motivating the learner, facilitating the learning process, forming the human intact, serving the individual difference, lifting up the meaningful learning, supporting learning interaction, giving the learning feedback, and facilitating contextual learning. Dealing to this case, the writer, then, describes the disciplines of the learning theory and its implementation into Design of Learning Strategy for mobile learning. There are three learning theories showed: 1) Behaviourism, 2) Cognitivism, 3)Constructivism. The implementation of the learning theories is on sub-field of Instructional System Desain. The Instructional System Desain involves analysis, design, development, application, and evaluation. Abstrak:Mobile Learning mempermudah belajar dan interaksi antara peserta didik dengan materi pelajaran. Penulis artikel ini menawarkan solusi dengan mengaplikasikan pondasi teori bidang pendidikan untuk perancangan materi Mobile Learning (Foundations of educational theory for mobile learning) yang efektif, dan menyarankan suatu model untuk mengembangkan pembelajaran Mobile Learning berdasar pada teori bidang pendidikan yang sesuai. Pengembang Mobile Learning harus mengetahui perbedaan pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran yang tepat. Strategi pembelajaran harus dipilih untuk memotivasi para pebelajar, memfasilitasi proses belajar, membentuk manusia seutuhnya, melayani perbedaan individu, mengangkat belajar bermakna, mendorong terjadinya interaksi, memberikan umpan balik, memfasilitasi belajar kontekstual, dan mendorong selama proses belajar. Berkaitan dengan hal ini, penulis artikel ini kemudian mendeskripsikan prinsip-prinsip teori belajar dan implementasinya pada Desain Strategi Pembelajaran Mobile Learning. Ada 3 teori belajar yang penulis kemukakan pada artikel tersebut, yaitu: 1) Behaviorime; 2) Kognitivisme; dan 3) Kontruktivisme. Implementasi teori belajar ini berada pada subkawasan desain sistem pembelajaran. Desain sistem pembelajaran mencakup; penganalisaan, perancangan, pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.
ADAPTASI TEKNOLOGI QR CODE AUDIO PADA TORSO BIOLOGI UNTUK SISWA TUNANETRA Indriastuti, Faiza; Saksono, Wawan Tri
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v6n2.p137--155

Abstract

Studying Biology for students with visual impairment and other visual impairments has been a difficult task, especially when it comes to living things. During this time, biology lessons related to the system on the human body done one of them through torso learning media and it became a problem for visual impairment learners. This paper aims to conduct studies and development of the use of QR Code audio for the visually impaired. The study focused on adaptation of QR Code and audio on Torso, and implementation of Torso Audio in Biology lessons for the visually impaired and other visual disorders. The study results revealed that the Audio Torso was designed by adapting the QR Code audio which was then pinned to the intended torso. By adapting learning technology through QR Code audio, it can minimize the Biology learning gap for blind students and other visual impairments. The use of Torso Audio is done in a classical and independent manner. Classically it is used integrated with Biology learning as teaching materials. Independent use is carried out by students outside of learning hours as an enrichment material. Through the Audio Torso, educators and students get benefits and fulfilled the need for more auditive learning media. ABSTRAKMempelajari biologi bagi siswa tunanetra dan gangguan penglihatan lainnya, merupakan kesulitan tersendiri, apalagi jika menyangkut dengan kehidupan makhluk hidup. Selama ini, pelajaran biologi yang menyangkut dengan sistem pada tubuh manusia dilakukan salah satunya melalui media pembelajaran torso dan itu menjadi permasalahan tersendiri bagi peserta didik tunanetra. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan kajian dan pengembangan terhadap pemanfaatan QR Code audio bagi tunanetra. Kajian difokuskan pada adaptasi QR Code dan audio pada Torso, dan pemanfaatan Torso Audio pada pelajaran Biologi bagi tunanetra. Hasil kajian diketahui bahwa Torso audio dirancang dengan mengadaptasi QR Code audio yang selanjutnya disematkan pada torso yang dimaksud. Dengan melakukan adaptasi teknologi pembelajaran melalui QR Code audio, dapat meminimalisir kesenjangan pembelajaran Biologi bagi siswa tunanetra dan gangguan penglihatan lainnya. Pemanfaatan Torso Audio dilakukan secara klasikal dan mandiri. Secara klasikal dimanfaatkan terintegrasi dengan pembelajaran Biologi sebagai bahan ajar. Pemanfaatan secara mandiri dilakukan oleh peserta didik diluar jam pembelajaran sebagai bahan pengayaan. Melalui Torso Audio tersebut, pendidik dan peserta didik mendapatkan manfaat dan terpenuhi kebutuhan media pembelajaran yang lebih auditif.
PENGEMBANGAN BUKU AUDIO UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR ANAK DISLEKSIA Indriastuti, Faiza
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v3n2.p91--106

Abstract

Difficulty learning for learners refers to significant learning problems in learning. One is dyslexics who have difficulty in reading and reading comprehension. Therefore needed the help of technology that can be used as a tool for dyslexic learners in that learning, so as to overcome gaps in their understanding of learning. This article discusses how to develop instructional media as a solution that can be used to overcome for learners difficulties as dyslexic. The one of technologies development that relevant can be used to help students with dyslexia is audiobooks. DTB is one of audiobooks format that can assist learners with learning difficulties as dyslexics become better learners. Because, DTB is can be an effective aids to support the learning of reading and increase in reading comprehension, so as to improve the ability of learners with dyslexia that will ultimately lead to better of value lessons. DTB form in accordance with the needs of dyslexic learners is Tobi DAISY, which is in the form of digital talking books are synchronized between the visual (text, images, tables, charts) and audio. It is possible to make it easier for dyslexic learners in learning to read or understand the reading. The purpose of this article is to give an overview of Tobi DAISY de-velopment that could be used and produced individually for dyslexics to fit the required content. Through Tobi DAISY advantages, it can be concluded that this relevant to be used for dyslexics to help in reading and reading comprehension. AbstrakKesulitan belajar bagi peserta didik mengacu pada masalah belajar yang signifikan dalam pembelajaran. Salah satunya adalah penderita disleksia yang mempunyai kesulitan dalam membaca maupun memahami bacaan. Oleh karenanya diperlukan bantuan teknologi yang dapat digunakan sebagai alat bantu peserta didik disleksia dalam belajar membaca atau memahami bacaan, sehingga dapat mengatasi kesenjangan pemahaman mereka dalam pembelajaran. Artikel ini membahas tentang bagaimana mengembangkan media pembelajaran sebagai solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik disleksia. Salah satu pengembangan teknologi yang relevan dapat digunakan membantu peserta didik disleksia adalah buku audio. DTB merupakan salah satu format buku audio yang membantu peserta didik yang memiliki kesulitan belajar menjadi pebelajar yang lebih baik. Karena, DTB dimungkinkan dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung dalam kegiatan belajar membaca dan peningkatan pemahaman bacaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik disleksia dalam membaca dan memahami bacaan yang pada akhirnya akan mengarah ke nilai yang lebih baik. Format DTB yang sesuai dengan kebutuhan anak disleksia adalah Tobi DAISY, yang merupakan buku bicara dalam bentuk digital yang disinkronisasikan antara visual (teks, gambar, tabel, denah) dan audio. Hal ini dimungkinkan lebih memudahkan peserta didik disleksia dalam belajar membaca atau memahami bacaan. Tujuan kajian artikel ini adalah memberikan gambaran pengembangan Tobi DAISY yang dapat digunakan dan diproduksi secara pribadi bagi pend erita disleksia sehingga sesuai dengan konten yang dibutuhkan. Melalui kelebihan yang dimiliki Tobi DAISY, maka dapat disimpulkan relevan untuk digunakan bagi penderita disleksia dalam membantu belajar membaca dan memahami bacaan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN BERDASARKAN TOPIK TERTENTU MELALUI MEDIA PRESENTASI PADA SISWA KELAS XII SMALB TUNARUNGU KARYA MULIA SURABAYA Warsito, Totok
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 2, No 2 (2014): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v2n2.p108--121

Abstract

Writing skills based on the topic of the presentation by some used in the lesson for students of class XII SMALB Tunarungu Karya Mulia Surabaya is to help the students. Teachers can explained a knowledge of the images through life (video), picture dead, even a teacher can make variety of information are connected through the internet at the time. Media is developed for writing on a specific topic in learning encounters many obstacles, based on a particular topic proven low-self municipality study result of the students far below KKM. For that writer do a class action research (PTK) includes 3 cycle and each cycle consists of two times. The research starts from the pre action activities as spearhead of research action class, and then continued with a cycle 1, 2, to cycle the cycle 3. The results indicate an increase in the class learned the student of class XII SMALB Karya Mulia Surabaya based on a speci c topic during a presentation by the media. AbstrakKeterampilan menulis karangan berdasarkan topik tertentu melalui media presentasi yang digunakan pembelajaran bagi siswa kelas XII SMALB Tunarungu Karya mulia Surabaya sangat membantu mempermudah pemahaman siswa. Guru dapat menjelaskan berbagai pengetahuan, baik melalui tulisan, gambar hidup (video), maupun gambar mati. Bahkan guru dapat memilih berbagai informasi melalui internet yang disambungkan pada media presentasi. Media ini dikembangkan karena pelajaran menulis berdasarkan topik tertentu menemui kendala, yang terbukti dari masih rendahnya nilai hasil belajar siswa, jauh di bawah KKM. Oleh karena itu, penulis tergugah untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mencakup 3 siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dimulai dari kegiatan pra tindakan, dilanjutkan dengan siklus-1, siklus-2, sampai dengan siklus-3. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas XII SMALB Karya Mulia Surabaya dalam menulis berdasarkan topik tertentu melalui media presentasi.
PENGEMBANGAN MODEL APLIKASI SIMULATOR KAMERA VIDEO BERBASIS ANDROID Budisantoso, Heri Triluqman; Mulyoto, nFn; Sutimin, Leo Agung
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v6n1.p74--91

Abstract

The integration of Information and Communication Technology (ICT) in the learning process developed into a fight trought various designs and strategies which can be grouped into (1) E-learning as a learning form system that utilizes electronic devices and digital media,  and (2) Mobile learning (M-learning)  as a particular learning form to utilize mobile communication devices and information technology. The rapid development of mobile devices, relatively easy operation,  and more affordable prices,  is supporting factors in the widespread use of mobile learning into a new alternative of learning media. Those conditions encourage the learning paradigm that can be done anytime and anywhere.  The purpose of research to be achieved is to develop the design of the android camera based simulator software model as a learning media in cinematography lesson study program of educational technology FIP Unnes.  This research method refers to the research and development strategy proposed by Borg and Gall (in Sukmadinata,  2016) with some modifications that have been developed by Sukmadinata.  The research procedure used in the study focusing on the development stages of application design model.  The steps includes the following steps (1) model development (product design), (2) design validation, (3) design revisions. The results of research on the development of video camera simulator model can be concluded that the application of android based video camera in the process of validation by media experts obtained the results of software engineering aspects obtained 92 scores with very good category, while the visual communication design aspect scored 84, also with very good category. As for the material experts, validation on aspects of learning design got score 85 with very good category as well. Based on the validation results of media experts and materials experts, the application of this androdi-based video camera simulator is improved according to the records of media experts and material experts. Before used in the next research process should this application really well prepared, so the results obtained in accordance with the expected AbstrakPengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran terus berkembang dengan berbagai pola dan strategi, yang dapat dikelompokkan menjadi (1) sistem e-Learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital, dan (2) mobile learning (m-learning) sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak. Perkembangan perangkat mobile yang begitu pesat, operasional yang relatif mudah, dan harga yang semakin terjangkau, merupakan faktor pendorong semakin meluasnya penggunaan mobile learning menjadi alternatif baru media pembelajaran. Kondisi tersebut mendorong terbentuknya paradigma pembelajaran yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah mengembangkan desain model Aplikasi Simulator Kamera Video Berbasis Android sebagai media pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran prodi Teknologi Pendidikan FIP Unnes. Metode penelitian ini mengacu pada strategi penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall (dalam Sukmadinata, 2016) dengan beberapa modifikasi yang telah dikembangkan oleh Sukmadinata. Adapun dalam artikel ini, prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian, fokus pada tahap pengembangan desain model aplikasi. Dalam tahap ini mencakup langkah-langkah sebagai berikut (1) Model pengembangan (desain produk), (2) Validasi desain, (3) Revisi desain, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan desain model aplikasi simulator kamera video berbasis android dilakukan melalui langkah-langkah sesuai prosedur penelitian di atas, diawali dengan analisis kebutuhan, kemudian menyusun peta kompetensi, peta materi, Garis Besar Isi Media (GBIM), jabaran materi, flowchart dan naskah, kemudian dilakukan validasi desain dan revisi produk. Desain model aplikasi simulator kamera video ini juga siap digunakan untuk tahap penelitian dan pengembangan selanjutnya. Penggunaan aplikasi simulator kamera video berbasis android sangat diperlukan dalam proses pembelajaran mata kuliah sinematografi pembelajaran, khususnya materi teknik dan prosedur pengambilan gambar karena dapat membantu mahasiswa belajar secara mandiri
PERAN DAN TANTANGAN PROFESI PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Warsita, Bambang
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v5n2.p77--90

Abstract

Objects in the science of instructional technology are instructional and learning. Instructional and learning are experiencing change and tremendous transformation lately, especially at the turn of the millennium leading to the 21st century. Therefore, this condition is a challenge and demand professional role of instructional technology developers (PTP) to provide solutions. This study aims to describe what are the roles and challenges of the profession instructional technology developer in the learning of the 21st century, as well as what products should be produced by PTP in the future. This study uses a descriptive method. Data collection techniques and information through a literature study. The results of this literature review indicate that the future development of instructional technologies should be able to produce products such as; innovative ICT-based learning models, instructional media, and the application of e-learning. Therefore, the role and challenges facing the current PTP, namely: PTP must be creative and innovative to develop cutting-edge learning model appropriate learning paradigm of the 21st century; PTP must work collaboratively with other professionals in a team to produce a product; PTP needs to improve their competencies, they are competency in the area of learning and competency in the area of technology, especially regarding the new learning media; PTP needs to show real work and o er solutions to problems of learning with e-learning applications. Finally PTP products will be awaited and necessary to support the implementation of the learning process in different types, levels and appropriate education pathway applicable curriculum. AbstrakObjek keilmuan teknologi pembelajaran adalah belajar dan pembelajaran. Belajar dan pembelajaran mengalami perubahan dan transformasi yang luar biasa akhir-akhir ini, terutama pada pergantian millennium mengawali abad ke 21. Kondisi ini menjadi tantangan dan menuntut peran profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) untuk memberikan solusinya. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa peran dan tantangan profesi pengembang teknologi pembelajaran dalam pembelajaran abad 21, serta produk-produk apa yang harus dihasilkan oleh PTP di masa depan. Kajian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dan informasinya melalui studi literatur. Hasil kajian literatur ini menunjukkan bahwa ke depan pengembang teknologi pembelajaran harus mampu menghasilkan produk-produk berupa; model pembelajaran inovatif berbasis TIK, media pembelajaran, dan aplikasi e-pembelajaran. Oleh karena itu, peran dan tantangan yang dihadapi PTP saat ini yaitu: PTP harus kreatif dan inovatif mengembangkan model pembelajaran mutakhir yang sesuai paradigma belajar abad 21; PTP harus bekerja sama secara kolaboratif dengan profesi lain dalam suatu tim untuk menghasilkan produk; PTP perlu meningkatkan kompetensinya, yaitu kompetensi bidang pembelajaran dan kompetensi bidang teknologi khususnya mengenai media pembelajaran terbaru; dan PTP perlu menunjukkan karya nyata dan menawarkan solusi-solusi masalah pembelajaran dengan aplikasi e-pembelajaran yang tepat guna. Akhirnya, peran dan produk-produk PTP tersebut ditunggu dan dibutuhkan untuk menunjang terselenggaranya proses pembelajaran di berbagai jenis, jenjang dan jalur pendidikan sesuai kurikulum yang berlaku.
PENGEMBANGAN MODEL PENDAYAGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL, TERTINGGAL, DAN TERDEPAN Koesnandar, Ade
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 1, No 2 (2013): Kwangsan
Publisher : Balai Pengembangan Media Televisi (BPMTV) Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v1n2.p122--142

Abstract

This article is about the development of information and communication technology utilization model for education on remote, rural and border areas in Indonesia. The model is named “PSB di Daerah 3T” or information and communication technology-based learning resource center at school on remote, rural, and border areas. The model was developed based on modern learning, empowering, bottom- up, and partnership approaches and also set a benchmark with experiences of other countries. Piloting was developed in five sub-districts, they are Naringgul in Cianjur (West Java), Cijaku in Lebak (Banten), Atambua in Belu (East Nusa Tenggara), Sebatik in Nunukan (East Kalimantan), and Marore in Sangihe Islands (North Sulawesi). An elementary and a secondary school without electricity and internet access were choosen within each sub-district. Then a pack of learning resource contained an electric generator solar cell, a parabolic antenna, a television set, 6 units of laptop, wi-fi apparatus, and a hard disc of digital open learning material was given to each school. To ensure the success of the program a series of activities were conducted such as training, assistance, monitoring, and evaluation. Hopefully, within the following three years the program could be fully adopted and run independently by the school itself. Then the model couldbe disseminated to another districts that have similar characteristics. AbstrakArtikel ini menjelaskan pengembangan model pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk sekolah di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Model diwujudkan dalam bentuk “PSB di Daerah 3T” yakni pusat sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi di sekolah pada daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan. Pengembangan dilakukan berdasarkan konsep pembelajaran modern, pemberdayaan, tumbuh dari bawah, dan kemitraan, serta dengan belajar dari pengalaman Negara lain. Rintisan dikembangkan di lima daerah, yaitu Naringgul, Cianjur (Jawa Barat), Cijaku, Lebak (Banten), Atambua, Belu (NTT), Sebatik, Nunukan (Kalimantan Timur), dan Marore, Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara). Pada masing-masing daerah tersebut dipilih satu Sekolah Dasar dan satu Sekolah Lanjutan tingkat Pertama yang tidak terjangkau layanan energi listrik dan akses internet. Pada masing-masing sekolah tersebut diberikan paket bantuan pusat sumber belajar lengkap yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga surya, antena parabola, pesawat televisi, 6 unit laptop, modem, wi-fi, dan sebuah harddisk satu terabyte berisi konten bahan belajar digital. Guna menjamin keberhasilan program ini diberikan pula paket pelatihan dan bimbingan, pendampingan, serta monitoring dan kajian. Selanjutnya diharapkan program ini dapat dijalankan secara mandiri oleh masing-masing sekolah. Model ini dapat diadopsi atau diadaptasi oleh Dinas Pendidikan dalam rangka memberikan layanan peningkatan kualitas pembelajaran di daerah masing-masing.