cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Articles 322 Documents
Analisis Pengaruh Keberadaan BPJS Kesehatan Terhadap Kelangsungan Usaha Apotek Di Kota Padang Rizal, Rosiana; Surya, Sara
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.904 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.2490

Abstract

Jumlah penduduk untuk wilayah Kota Padang pada tahun 2016 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu sejumlah 902.000 jiwa, dan yang sudah menjadi peserta BPJS kesehatan ± 711.496 jiwa. Jika dibandingkan dengan jumlah peserta BPJS Kesehatan pada tahun 2015, jumlah kepesertaan mengalami kenaikan dengan persentase 16,34% dan penurunan jumlah apotek dari 580 apotek menjadi 570 apotek dalam kurun waktu satu tahun. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk Kota Padang adalah peserta BPJS Kesehatan yang menerima pelayanan kesehatan melalui jaminan kesehatan oleh BPJS. Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisis tingkat keuntungan apotek sebelum dan sesudah adanya klinik mitra BPJS Kesehatan di sekitarnya, menganalisis tingkat pertumbuhan omzet apotek sebelum dan sesudah adanya klinik mitra BPJS Kesehatan di sekitarnya, menganalisis perubahan jumlah pembeli yang datang ke apotek sebelum dan sesudah adanya klinik mitra BPJS Kesehatan di sekitarnya, menganalisis perubahan jam buka apotek sebelum dan sesudah adanya klinik mitra BPJS Kesehatan di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Guna mencapai tujuan penelitian, di dalam penelitian ini digunakan alat analisis uji validitas dan reabilitas untuk mengukur keakuratan kuesioner yang disebar, dan uji beda berhubungan (paired sample t-test) guna mengetahui apakah terdapat perbedaan dari dampak adanya klinik mitra BPJS Kesehatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada variabel keuntungan t-hitung>t-tabel (2,979>1,660), omzet penjualan t-hitung>t-tabel (2,463>1,660), dan jumlah jam kerja t-hitung>t-tabel (4,368>1,660), tetapi tidak ada perubahan pada variabel jumlah pembeli t-hitung<t-tabel (0,854<1,660).
Optimasi Sintesis Senyawa 1-(2,5-Dihidroksifenil)-(3-Piridin-2-IL) Propenon Sebagai Antiinflamasi Menggunakan Variasi Katalis NaOH Wibowo, Andy Eko; Saputra, Andy Kurniawan; Susidarti, Ratna Asmah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.043 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3698

Abstract

Senyawa 1-(2,5-dihidroksifenil)-(3-piridin-2-il)-propenon merupakan senyawa kalkon yang memiliki aktifitas antiinflamasi sebanding dengan ibuprofen dan aktifitas antioksidannya sangat kuat setara dengan quercetin. Senyawa ini telah disintesis menggunakan 2,5-dihidroksiasetofenon dan piridin-2-karbaldehida dengan metode radiasi microwave dan katalis K2CO3 tanpa pelarut selama 4 menit. Dalam upaya memperoleh rendemen yang lebih baik, dilakukan penelitian dengan mengganti katalis, yaitu menggunakan katalis NaOH. Penelitian dilakukan dengan mereaksikan senyawa 2,5-dihidroksiasetofenon dan piridin-2-karbaldehida dengan variasi katalis NaOH sebesar 0–0,002 mol. Senyawa disintesis menggunakan kekuatan radiasi microwave sebesar 140 watt selama 4 menit. Setelah proses sintesis maka dilakukan perhitungan rendemen senyawa 1-(2,5-dihidroksifenil)-(3-piridin-2-il)-propenon untuk mengetahui massa katalis NaOH yang optimal dalam menghasilkan rendemen terbanyak. Berdasarkan hasil yang didapat, massa katalis optimum untuk sintesis senyawa 1-(2,5-dihidroksifenil)-(3-piridin-2-il)-propenon adalah 0,0010 mol dengan rendemen sebesar 13,23%.
Modifikasi Vanilin Dengan Asam p-Hidroksi Benzoat Dan Uji Aktivitasnya Terhadap Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus dan Candida albicans Hasanah, Faridlatul; Wirman, Adia Putra
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.001 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.1966

Abstract

Penemuan senyawa antimikroba baru merupakan hal yang menarik untuk terus dikembangan, hal ini disebabkan meningkatnya resistensi antimikroba secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa baru yaitu vanilil para hidroksibenzoat (vanilil p-hidroksibenzoat) yang diharapkan memiliki aktivitas antimikroba. Penelitian diawali dengan mensintesis vanilil p-hidroksibenzoat melalui reaksi reduksi dan esterifikasi. Senyawa vanillin direduksi terlebih dahulu menjadi vanilil alkohol untuk meminimalisasi halangan sterik pada reaksi esterifikasi. Senyawa hasil reduksi dilanjutkan reaksi esterifikasi menggunakan metode Steglich dengan asam para hidroksibenzoat. Senyawa yang dihasilkan dianalisis dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), spektroskopi MS, dan spektroskopi NMR. Senyawa ester yang terbentuk mempunyai titik leleh dari yaitu 152-154 oC dengan rendemen 55,90%. Hasil elusidasi struktur dengan FTIR dan spektrum 1H-NMR menunjukkan kesesuaian dengan senyawa yang diinginkan yaitu vanilil p- hidroksibenzoat. Daya antimikroba senyawa vanilil p-hidroksibenzoat terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 200 dan 400 ppm termasuk kategori lemah. Sedangkan pada konsentrasi 600 ppm dikategorikan sedang. Uji aktivitas terhadap Pseudomonas aeroginosa pada konsentrasi 200 dan 400 ppm termasuk kategori sedang dan pada konsentrasi 600 ppm dikategorikan kuat. Senyawa hasil sintesis tidak memiliki aktivitas sebagai antijamur.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah, Daun, Dan Kulit Batang Limpasu (Baccaurea lanceolata (Miq.) Müll.Arg.) dari Kalimantan Selatan Fitriansyah, Sani Nurlaela; Putri, Yola Desnera; Haris, Muhammad; Ferdiansyah, Rival
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3062

Abstract

Limpasu merupakan tanaman yang berlimpah dari Kalimantan Selatan. Data empiris menunjukkan buah limpasu berpotensi untuk mengobati demam (karena infeksi), kesehatan kulit, dan antioksidan. Data ilmiah pendukung potensi limpasu sebagai anti-infeksi yang disebabkan bakteri masih minim. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data ilmiah kandungan kimia secara kualitatif dan potensi ekstrak limpasu sebagai antibakteri. Bagian buah, daun, dan kulit batang limpasu diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan soxhlet. Ekstrak cair diuapkan menggunakan rotary evaporator sehingga didapatkan ekstrak buah (EB), ekstrak daun (ED), dan ekstrak kulit batang limpasu (EKB). Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat menggunakan kertas cakram. Bakteri yang diuji terdiri dari Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak etanol buah limpasu merupakan ekstrak yang paling aktif terhadap bakteri B. subtilis, S. aureus, P. aeruginosa, E.coli, dan P. acnes dengan konsentrasi hambat minimum adalah 2,5% b/v dengan diameter secara berturut-turut 6,87; 7,60; 7,94; 8,80; dan 10,29 mm. Ekstrak etanol buah, daun, dan kulit batang limpasu secara umum positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) Asal Papua Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli Pratiwi, Rani Dewi; Gunawan, Elsya
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.832 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas antibakteri ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina Delile) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakann metode difusi agar. Daun afrika asal Papua banyak dimanfaatkan di masyarakat lokal untuk pengobatan luka dan digunakan untuk menghilangkan jerawat. Daun afrika mengandung flavonoid, tannin, saponin, dan terpenoid. Pengambilan sampel dilakukan di Kota Jayapura, Papua. Lokasi penelitian dikerjakan di Laboratorium Program Studi Farmasi dan Laboratorium Biologi, Universitas Cenderawasih. Prosedur kerja meliputi pembuatan simplisia daun afrika, ekstraksi daun afrika, dan uji efektivitas antibakteri. Hasil pengujian aktivitas antibakteri pada konsentrasi paling rendah menunjukkan bahwa ekstrak daun afrika dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli sebesar 6,69 mm dan 6,52 mm. Berdasarkan hasil analisis Beda Nyata Jujur (BNJ) tidak ada perbedaan yang nyata antara daya hambat pada masing–masing konsentrasi ekstrak daun afrika terhadap bakteri S. aureus dan E. coli, sehingga dengan konsenterasi paling kecil (100 μg/mL) telah memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli.
Quality Control Of Crude Drugs And Capsules Of Turmeric (Curcuma longa L.) Hartanti, Dwi; Theeravit, Jirapat
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.037 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.2811

Abstract

Turmeric (Curcuma longa L.) is a medicinal plant commonly used in Thai Traditional Medicine (TTM), both in single use and formula. It has been known for its antioxidant activity and applied for management of many diseases. In this article, we reported some aspects of quality control of crude drugs and capsules of turmeric according to the standards set in Thai Herbal Pharmacopeia (THP). The results of our evaluations demonstrated that turmeric crude drugs met the criteria set in THP for microscopical identification, foreign matter (1.31%), loss on drying (6.89±0.174%), ethanol-soluble extractive (13.56%), water-soluble extractive (15.17%), and the profile of Thin Layer Chromatography (TLC) chromatogram. However, its volatile oil content (5.95%) was below the minimum value set in THP. The turmeric capsules met the criteria set in THP for loss on drying (8.64±0.093%), ethanol-soluble extractive (18.07%), water-soluble extractive (14.95%), and profile of TLC chromatogram.
Cover Vol. 05 No. 01 April 2007 (PHARMACEUTICAL JOURNAL OF INDONESIA), PHARMACY: JURNAL FARMASI INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.877 KB)

Abstract

COVER
Studi Prospektif Potensi Interaksi Obat Golongan Antibiotik Pada Pasien Pediatri Di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Aji Wibowo, Much Ilham Novalisa; Pratiwi, Rima Anggita; Sundhani, Elza
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.648 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3832

Abstract

Interaksi obat terjadi pada saat efek suatu obat (index drug) berubah akibat adanya suatu interaksi dengan obat lain (precipitant drug), makanan, atau minuman. Perubahan ini dapat berinteraksi menghasilkan efek yang dikehendaki (Desirable Drug Interaction), atau efek sebaliknya yaitu tidak dikehendaki (Adverse Drug Interaction). Dilaporkan bahwa kejadian interaksi obat lebih banyak terjadi pada pasien dewasa, sedangkan laporan mengenai kejadian interaksi obat pada pasien anak masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat golongan antibiotik yang terjadi pada resep pasien pediatri di Rumah Sakit Ananda, Purwokerto. Penelitian dilakukan secara deskriptif noneksperimental dengan pengambilan data prospektif dilakukan pada data rekam medik dan resep pasien pediatri pada bulan Februari – April 2018. Sampel diperoleh secara purposive sampling dengan kriteria inklusi pasien pediatri yang tergolong bayi (usia 28 hari–23 bulan), anak–anak (usia 2–11 tahun), dan remaja (usia 12–18 tahun), pasien pediatri yang mendapat resep obat yang mengandung antibiotik, pasien pediatri yang mendapat obat ≥2 macam obat secara bersamaan, pasien pediatri yang dirawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Ananda Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 kasus kombinasi obat yang diidentifikasi berpotensi menyebabkan interaksi obat. Jenis interaksi obat terjadi pada interaksi farmakokinetik (54,5%) dan farmakodinamik (45,5%). Potensi interaksi antibiotik dengan antibiotik maupun dengan obat lain terjadi pada kategori mayor (18,2%), moderat (72,7%), dan minor (9,1%). Kesimpulan penelitian yaitu terdapat interaksi antara antibiotik dengan antibiotik maupun dengan obat lain. Interaksi obat terjadi pada fase farmakokinetik dan farmakodinamik. Tingkat keparahan interaksi yang terjadi yaitu mayor, moderat, dan minor.
Perbaikan Gejala Neuropati Pada Pemberian Kombinasi Vitamin B Untuk Pasien Neuropati Diabetikum Pinzon, Rizaldy Taslim; Sanyasi, Rosa De Lima Renita
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.726 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3482

Abstract

Neuropati diabetikum (ND) adalah komplikasi utama yang sering muncul pada pasien diabetes mellitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas vitamin B kombinasi terhadap gejala klinis ND dan QoL (kualitas hidup/quality of life) pada pasien DM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian one group pre and post test design pada pasien DM dengan ND. Setiap subjek mendapatkan kombinasi vitamin B yang terdiri dari: vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 dengan dosis masing-masing secara berurutan: 100 mg, 100 mg, 5000 mcg. Gejala klinis ND diukur dengan menggunakan Total Symptom Score (TSS). Angka QoL diukur dengan menggunakan kuesioner SF-8. Penilaian gejala dilakukan sebanyak 5 kali, dari penilaian awal hingga 3 bulan. Ada 104 subjek pada awal penelitian. Tujuh subjek tidak dapat mengikuti penelitian sampai selesai, sehingga tersisa 97 subjek pada akhir penelitian. Ada perbaikan gejala ND, yang meliputi sensasi nyeri tertusuk, sensasi nyeri terbakar, kesemutan, dan rasa kebas/baal, setelah pemberian kombinasi vitamin B. Perubahan tersebut bermakna secara statistik (p<0,0001). Hasil serupa juga tampak pada QoL. Ada perbaikan QoL dari awal penelitian hingga akhir penelitian. Perbedaan tersebut bermakna secara statistik (physical component summary dengan p<0,0001 dan mental component summary dengan p=0,0001). Kombinasi vitamin B efektif untuk memperbaiki gejala klinis dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien ND.
Formulasi Sediaan Gel Minyak Atsiri Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M.Perry) Sebagai Antiseptik Tangan dan Uji Daya Hambat Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Fardan, Iffani; Harimurti, Sabtanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.31 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i2.3001

Abstract

Kandungan utama dari minyak daun cengkah adalah eugenol yang mempunyai aktifitas sebagai antibakteri. Berdasarkan aktivitasnya tersebut, eugenol digunakan untuk membuat gel antiseptik dalam penelitian ini. Hal ini dilakukan dengan harapan akan bisa dikembangkan sebagai gel antiseptik tangan alternatif, menggantikan gel antiseptik tangan yang ada di pasaran yang sebagian besar bahan utamanya adalah alkohol yang masih menjadi perhatikan karena sifat nonhalalnya bagi masyarakat muslim. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan eugenol menjadi gel antiseptik tangan yang memenuhi standar yang sudah ditentukan. Gel diformulasi dengan basis dasar CMC-Na dengan berbagai konsentrasi minyak atsiri daun cengkeh yaitu 0% (kontrol negatif), 1, 10, dan 20%.  Evaluasi gel yang dilakukan pada peneltian ini adalah sifat fisik gel seperti evaluasi organoleptik, homogenisitas, pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas. Selain itu dilakukan uji daya antibakteri untuk mengetahui seberapa besar konsentrasi minyak atsiri yang bisa digunakan untuk bisa menggantikan gel antiseptik tangan yang beredar di pasaran. Berdasarkan data penelitian, semakin besar konsentrasi minyak atsiri daun cengkeh yang digunakan, akan berpengaruh terhadap sifat fisiknya. Selain itu, dari penelitian ini diketahui bahwa konsentrasi minyak atsiri daun cengkeh yang mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus adalah sebesar 10%, karena pada konsentrasi ini daya hambat yang dihasilkan setara dengan daya hambat yang dihasilkan oleh gel antiseptik tangan yang dijual di pasaran.

Page 1 of 33 | Total Record : 322