cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
jurnalpendidikankimiaindonesia@gmail.com
Phone
+6287762961886
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia
ISSN : 20879040     EISSN : 26139537     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jpk.v3i1
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia is a scientific journal published by the Department of Chemistry Education of Ganesha University of Education. This journal aims to accommodate the articles of research results and results of community service in the field of education and learning. In the end this Journal can provide a description of the development of science and technology in the field of education for the academic community. This journal is published 2 times a year (April and October).
Articles 27 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA DI KELAS X MIPA Susanti, Ni Made; Suardana, I Nyoman; Suwenten, Made
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.197 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12812

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa melalui model pembelajaran guided inquiry. Penelitian dilakukan di kelas X MIPA 4 SMA Negeri 3 Singaraja semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017. Jumlah peserta didik sebanyak 28 terdiri atas 12 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan. Penelitian berlangsung selama dua siklus. Tiap siklus terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tiap siklus terdiri atas empat kali pertemuan dan setiap pertemuan berlangsung 3 × 45 menit. Pada siklus I difokuskan pada materi struktur atom Bohr dan sistem periodik unsur. Pada siklus 2 difokuskan pada materi ikatan kimia. Data-data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh melalui hasil evaluasi tiap akhir siklus. Selain itu juga berupa data kualitatif yang diperoleh melalui hasil observasi. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas belajar kimia dan peningkatan hasil belajar kimia siswa. Hasil belajar dari kondisi awal ke kondisi akhir mengalami peningkatan. Nilai rerata yang dicapai peserta didik pada kondisi awal sebesar 55,50 menjadi 68 pada siklus I dan meningkat menjadi 78,00 pada siklus II sehingga dari kondisi awal ke kondisi akhir peningkatan nilai rerata peserta didik sebesar 22,5%. Jumlah peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dari kondisi awal ke kondisi akhir mengalami peningkatan. Jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada kondisi awal sebanyak 8 peserta didik atau sebesar 27,5% menjadi 16 peserta didik atau sebesar 57% pada siklus I dan meningkat menjadi 28 peserta didik atau sebesar 100% pada siklus II. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi akhir peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai KKM sebesar 72,5%.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF KIMIA KOLOID BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK SISWA SMA Padmanaba, I Ketut Gede; Kirna, I Made; Sudria, I.B. Nyoman
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.317 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v2i1.14126

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif kimia koloid berbantuan komputer untuk siswa SMA. Penelitian pengembangan ini terdiri dari dua tahap pokok, yaitu 1) tahap pembuatan prototipe multimedia pembelajaran interaktif (tahap I), serta 2) tahap validasi dan uji coba produk (tahap II). Tahap pembuatan prototipe multimedia pembelajaran interaktif menggunakan model pengembangan menurut Luther yang terdiri dari tahap concept, design, meterial collecting, assembly, testing dan distribution. Validasi dan uji coba produk merujuk pada evaluasi formatif yang terdapat pada model pengembangan Dick and Carey. Subjek pada tahap validasi meliputi 1 orang dosen sebagai ahli isi, 1 orang dosen sebagai ahli media, 1 orang guru selaku praktisi, serta 3 orang siswa untuk uji coba perorangan dan 20 orang siswa untuk uji kelompok kecil. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli isi, media pembelajaran interaktif sistem koloid mendapat skor rata-rata 4,76 atau tergolong ke dalam kriteria sangat baik. Sementara itu, hasil validasi oleh ahli media dan praktisi masing-masing memperoleh skor rata-rata 4,19 dan 3,82 dimana tergolong ke dalam kriteria baik. Berdasarkan hasil uji coba produk yang dilakukan, baik uji perorangan maupun uji kelompok kecil dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran kimia interaktif sistem koloid mendapat dukungan positif dari siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR KIMIA Nugrahaeni, Amallia; Redhana, I Wayan; Kartawan, I Made Arya
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.18 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kimia melalui model pembelajaran Discovery Learning pada materi laju reaksi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Singaraja di kelas XI MIA 2 semester gasal tahun ajaran 2016∕2017 subjek berjumlah 29 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar kemampuan awal siswa dan hasil belajar, dan lembar observasi digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa.Pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa. Keberhasilan penerapan dalam meningkatkan hasil belajar siswa ditunjukan dengan adanya perubahan dalam proses siklus I kenaikan nilai rata-rata kelas setelah adanya tindakan dari semula pretest sebesar 85,70 % naik menjadi 89,70% pada saat postest. Peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai nilai KKM sebesar 17,24%. Pada siklus II keberhasilan ditunjukan dengan kenaikan nilai rata-rata kelas setelah adanya tindakan dari semula pretest sebesar 62,1% naik menjadi 79,3% pada saat postest. Peningkatan jumlah peserta didik yang mencapai nilai KKM sebesar 6,8%. Nilai yang dicapai masih dikategorikan dalam kriteria Sangat Baik.Berdasarkan analisis keterampilan berpikir kritis siswa, keberhasilan penerapan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa ditunjukan oleh persentase berpikir kritis siswa yang berada pada kriteria kritis dari 80,57% pada pertemuan kedua siklus I meningkat pada kriteria sangat kritis menjadi pada kriteria 88,5% pada pertemuan kedua siklus II. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa SMA Negeri 2 Singaraja di kelas XI MIA 2 semester gasal tahun ajaran 2016∕2017.
PEMBERIAN KUIS DI AWAL PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIPA Trisna, I Komang; Subagia, I Wayan; Herawati, Putu Oka
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.733 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12813

Abstract

Hasil observasi awal pada pembelajaran dengan sub topik bahasan ikatan ion menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran sangat rendah. Selain itu, hasil pengerjaan kuis di awal pembelajaran menunjukkan persentase ketuntasan sebesar 17,86% dengan rata-rata nilai 21,79. Hasil tersebut mengindikasikan rendahnya kesiapan dan hasil belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diajukan solusi berupa pemberian kuis di awal pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 5 SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang dilakukan adalan penelitian tindakan kelas (PTK). Tempat pelaksaan penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Singaraja pada bulan September sampai dengan bulan November tahun 2016. Subyek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA 5, sedangkan obyek penelitian ini adalah kesiapan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan rincian satu siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif yaitu hasil pengerjaan kuis di awal pembelajaran setiap siklus dan hasil pengerjaan tes hasil belajar. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif berdasarkan kriteria ketuntasan klasikal (KK). Hasil analisis data dari observasi awal sampai dengan siklus II menjunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan dan rata-rata nilai siswa dalam mengerjakan soal kuis di awal pembelajaran. Persentase ketuntasan pengerjaan soal kuis pada observasi awal sebesar 17,86% dengan rata-rata nilai 21,79, meningkat menjadi 34,48% dengan rata-rata nilai 58,28 pada siklus I dan menjadi 72% dengan rata-rata nilai 80,60 pada siklus II. Hasil pengerjaan tes hasil belajar menunjukkan ketuntasan sebesar 80% dengan rata-rata nilai 79,59. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa metode pemberian kuis di awal pembelajaran efektif dalam meningkatkan kesiapan dan hasil belajar siswa XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017.
ANALISIS TES ULANGAN KENAIKAN KELAS BUATAN GURU MATA PELAJARAN KIMIA Prabayanti, Ni Made Dian; Sudiana, I Ketut; Wiratini, Ni Made
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.845 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v2i1.14127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kualitas tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA mata pelajaran kimia di SMA Laboratorium Undiksha. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian evaluatif dengan metode analisis data yaitu deskriptif interpretatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah naskah soal ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA tahun ajaran 2016/2017 mata pelajaran kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validitas isi tes ulangan kenaikan kelas X tergolong tinggi dan validitas isi tes ulangan kenaikan kelas XI IPA tergolong sedang, (2) validitas konstruk tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA tergolong tinggi, (3) bahasa tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA tinggi, (4) validitas butir soal tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA termasuk berkualitas baik, (5) reliabilitas tes pilihan ganda ulangan kenaikan kelas X tergolong dalam kategori tinggi, sedangkan reliabilitas tes uraian tergolong rendah, reliabilitas tes ulangan kenaikan kelas XI IPA tergolong sangat tinggi, (6) daya pembeda tes ulangan kenaikan kelas X pembeda berkualitas baik, sedangkan tes ulangan kenaikan kelas XI IPA bentuk pilihan ganda tergolong cukup baik dan bentuk uraian tergolong baik, (7) tingkat kesukaran tes ulangan kenaikan kelas X dan XI IPA tergolong baik, (8) efektifitas pengecoh yang berfungsi dengan baik pada tes ulangan kenaikan kelas X sebanyak 81 pengecoh, sedangkan kelas XI IPA sebanyak 69 pengecoh, dan (9) masih terdapat soal dengan ranah kognitif taksonomi bloom yang berbeda dengan ranah kognitif taksonomi bloom pada indikator. Saran yang dapat peneliti sampaikan terhadap hasil penelitian ini yaitu bagi sekolah agar memfasilitasi guru untuk dapat meningkatkan kompetensi pedagogik melalui forum akademik seperti pelatihan, seminar, atau sejenisnya terkait penilaian (assesment).
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) pada pembelajaran kimia untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Zumaroh, Eva; Widana, I Dewa; Muliani, Ni Luh
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.385 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilaksanakan pada pada tanggal 5 Oktober – 22 Oktober 2016 di kelas XII MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja dengan jumlah siswa 25. Teknik pengambilan data mengunakan observasi, pemberian angket, dan test uji kompetensi kognitif.  Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi motivasi, lembar angket motivasi dan lembar soal test uji kompetensi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hasil observasi motivasi siswa pada siklus I yaitu 68% siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan meningkat pada siklus II sebesar 32% menjadi 100% siswa sudah menunjukkan motivasi yang tinggi. Data angket motivasi siswa pada siklus I yaitu 40% siswa memiliki motivasi yang tinggi dan meningkat pada siklus II menjadi 72% siswa. Hasil belajar siswa siklus I, 64% siswa tuntas belajar dan 16% siswa belum tuntas belajar dan terjadi peningkatan pada siklus II sebesar 20% menjadi 84% siswa tuntas belajar dan 16% siswa belum tuntas belajar
PENERAPAN PEMBELAJARAN QUICK ON THE DRAW PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA Ayu, Emi Yuliani; Linda, Roza; ., Agustina
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.29 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v2i1.14134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar kimia peserta didik kelas XI MIA 4 SMAN 1 Pekanbaru dengan model pembelajaran kooperatif tipe Quick On the Draw pada pokok bahasan laju reaksi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik non tes menggunakan lembar pengamatan sedangkan teknik tes menggunakan evaluasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Dari hasil analisa data diketahui bahwa aktivitas belajar peserta didik meningkat dari siklus I ke siklus II dan berada pada kriteria baik dan sangat baik. Pada siklus 1 diperoleh rata-rata minat peserta didik secara klasikal yaitu  13,77 dan pada siklus ke II meningkat menjadi 19,06 dengan presentase aktivitas belajar pada siklus I yaitu 57,36% dan meningkat secara signifikan pada siklus II menjadi 79,43% . Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Quick On the Draw dapat meningkatkan aktivitas belajar kimia siswa kelas XI MIA 4 SMAN 1 Pekanbaru.
Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Multimedia untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kimia Muthoharoh, Munifatun; Kirna, I Made; Indrawati, Gusti ayu
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.095 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v1i1.12805

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar kimia siswa kelas X MIA 3 SMA N 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Masalah lain yang muncul berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti adalah kurangnya motivasi siswa dalam pembelajaran kimia. Salah satu penyebab rendahnya motivasi siswa adalah keterbatasan penggunaan media dalam proses kegiatan belajar mengajar. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa melalui penerapan LKPD berbasis mutimedia. Guna mencapai tujuan tersebut peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan menggunakan model Kemmis dan Taggart. Sbjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 3 SMAN 4 Singaraja. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, tes dan observasi. Instrumen penelitian berupa lembar angket motivasi dan lembar observasi yang dianalisis dengan teknik kualitatif dan dari hasil tes penguasaan konsep yang dianalisis dengan teknik kuantitatif yang dipresentasekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan LKPD berbasis multimedia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kimia siswa kelas X MIA 3  SMAN 4 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Peningkatan tersebut dapat diketahui dari hasil rata-rata pretest sebelum tindakan dilakukan adalah 45,77 dengan jumlah siswa yang mencapai nilai batas ketuntasan minimal  adalah 7,69%, mengalami peningkatan pada siklus I yakni hasil rata-rata tes penguasaan konsep pada siklus I adalah 85,38 dengan jumlah siswa yang mencapai nilai batas ketuntasan minimal  adalah 87,18%. Pada siklus II, hasil rata-rata penguasaan konsep meningkat menjadi 90,38 dengan persentase jumlah siswa yang nilanya diatas kriteria ketuntasan minimal sebesar 92,31%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK A’yuningsih, Dewi Qurrota; Suardana, I Nyoman; Suwenten, I Made
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.703 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X MIA 2 SMAN 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pengukuran motivasi belajar peserta didik didasarkan pada hasil angket motivasi belajar peserta didik dan didukung oleh hasil lembar observasi motivasi peserta didik. Sedangkan pengukuran hasil belajar peserta didik didasarkan pada tes hasil belajar yang dilaksanakan setiap akhir siklus untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam pembelajaran kimia dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X MIA 2 SMA Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 dengan persentase rata-rata motivasi belajar dari pra penelitian hingga siklus 2, yaitu 51,15%  menjadi 60,73% pada siklus 1 dan menjadi 76,5% pada siklus 2. Hasil tes belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari 32% pada siklus satu menjadi 84% pada siklus dua. Peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik didukung dengan data persentase keseluruhan hasil angket respon peserta didik terhadap model pembelajarn kooperatif tipe TGT, yaitu sebanyak 85,52%.  Penerapan model kooperatif tipe TGT dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran bagi guru dalam proses pembelajaran.  Namun, model pembelajaran ini membutuhkan waktu yang lebih banyak dalam proses pembelajarannya karena adanya permainan. Maka dari itu, guru dituntut untuk bisa membagi waktu dalam penyampaian materi yang sesuai dengan indikator pencapain kompetensi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN KIMIA Jayadiningrat, Made Gautama; Ati, Emirensia K.
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.814 KB) | DOI: 10.23887/jpk.v2i1.14133

Abstract

Penelitian  ini termasuk    penelitian    tindakan    kelas.    Subjek dalam  penelitian  ini  adalah  siswa  kelas XI IPA   SMA  N  Weluli  yang  berjumlah  29  siswa. Objek  penelitian  ini  adalah  penerapan model    pembelajaran    problem based learning. Teknik analisis data yang digunakan peneliti untuk mengolah data hasil observasi terhadap peningkatan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah adalah teknik analitis deskriptif. Teknik analisis deskriptif meliputi pengumpulan data, menganalisis data, meginterprestasi data, dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang mengacu pada penganalisisan data. Untuk mengukur keterampilan siswa dalam memecahkan masalah digunakan rubrik penilaian keterampilan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan memecahkan masalah pada mata pelajaran Kimia di kelas XI IPA SMAN 1 Weluli. Hal ini terlihat dari peningkatan penguasaan kompetensi keterampilan memecahkan masalah yang meliputi aspek mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, menemukan alternatif solusi, memilih solusi terbaik, kelancaran memecahkan masalah, dan kualitas hasil pemecahan masalah dari siklus I siklus II, dan siklus III. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata penguasaan kompetensi keterampilan memecahkan masalah siklus I adalah 61,8% pada kriteria keterampilan sedang. Setelah diadakan tindakan perbaikan, pada siklus II diperoleh persentase rata-rata penguasaan kompetensi keterampilan memecahkan masalah adalah 74,1% pada kategori tinggi. Pada siklus III dialkukan perbaikan kembali hingga mencapai keterampilan 83,05% dengan kriteria sangat tinggi dan sudah melebihi indikator keberhasilan yaitu telah mencapai kriteria keterampilan sangat tinggi.

Page 1 of 3 | Total Record : 27