cover
Contact Name
Jati
Contact Email
bee.ascholar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
patriaji@iainsalatiga.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
ATTARBIYAH
ISSN : 02159996     EISSN : -     DOI : -
ATTARBIYAH is published annually (once a year) by the State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga. These scholarly journals raise topics around education and teacher training, specifically those associated with Islam and Islamic values. ATTARBIYAH has been published since 1989 and has an ISSN registered in the PDII LIPI database since 2007. This OJS online platform has been commenced since 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
MENELADANI NILAI AJARAN DAKWAH SUNAN KALIJAGA DALAM MENDIDIK KARAKTER BANGSA DI ERA GLOBALISAS Hermawan, Agus
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.338-378

Abstract

This article describes moral value based on Sunan Kalijaga’s perspective, one of the members of the walisanga who had the longest age from other wali and he was the most famous and creative wali in creating a wide range of media to preach Islam. The media that he made and applied included many fields; such as preacher, literatures and songs (Ilir-ilir song, gundul-gundul pacul, and dandang gula song), Sculpture, Gamelan, mosques, Tatal and Kenthong art, Bedhug, and  grebeg sekaten contained character of education that were stil relevant applied in this era. Thus, a preacher’s function as learning model takes strategic position in preparing and applying any media and approaches/ strategy to lead students to be success in their learning. The media of learning to preach created by Sunan Kalijaga were the collaboration between culture of local wisdom which was maintained and elements of modern constructive art that was relevant with the local wisdom.
PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK: PERSPEKTIF PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ISLAM Ayun, Qurrotu
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.91-118

Abstract

Perkembangan kepribadian seorang anak ditentukan oleh banyak faktor salah satunya adalah faktor pendidikan dan pengasuhan yang diberikan oleh kedua orang tua kepada anak. Orang tua adalah merupakan komunitas pertama yang ditemui anak semenjak dilahirkan. Pendidikan dan pengasuhan orang tua memberikan pengaruh yang besar dalam membentuk kepribadian anak. Dalam membentuk kepribadian seorang anak, pendidikan dan pengasuhan orang tua menurut Psikologi dalam perspektif Islam adalah menerapkan konsep dan metode pendidikan yang jelas serta dapat diterapkan sesuai dengan rentang usianya. Adapun pendidikan yang dapat diterapkan kepada anak adalah : 1) pendidikan keimanan; 2) pendidikan moral/akhlak; 3) pendidikan akal; 4). Pendidikan fisik; 5) pendidikan psikis/kejiwaan; 6) pendidikan sosial; 7) pendidikan seksual. Sedangkan metode yang digunakan orang tua dalam memberikan pendidikan tersebut adalah dengan menggunakan: 1) metode keteladanan; 2) metode pembiasaan; 3) metode perhatian; 4) metode nasehat; 5) metode hukuman. Personality development of a child is determined by many factors, one of which is an education factor and parenting provided by parents to children. Parents are a childs first community encountered since birth. Parenting and education have a considerable influence in shaping personality a child. In shaping a childs personality, education and parental care according to Psychology in the perspective of Islam is to apply the concepts and methods of education are clear and can be applied in accordance with the age range. As far as education that can be applied for children are: 1) education of faith; 2) education of attitudes; 3) education of the mind; 4) physical education; 5) educational psychological/psychiatric; 6) social education; 7) sexual education. While the methods used parents in providing education are: 1) model of methods; 2) methods of habituation; 3) methods of attention; 4) methods of advice; 5) methods of punishment. Kata kunci: perkembangan kepribadian anak, pendidikan dan pengasuhan orang tua, pendidikan anak perspektif Islam
PERSEPSI GURU TENTANG PENGGUNAAN BLOG UNTUK PEMBELAJARAN udin, Miftach
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.233-256

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan mengenai ‘Bagaimana persepsi guru tentang penggunaan blog untuk pembelajaran’. Dengan menggunakan metode qualitatif, penelitian ini dilaksanakan secara intiutif, subjectif, dan mendalam. Dari seleksi responden dari para dosen di IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Salatiga, terpilih dua orang yang bersedia dan telah menggunakan weblog. Mereka berperan sebagai subjek penelitian sekaligus sebagai representasi dari populasi yang lebih besar yaitu dosen di IAIN Salatiga. Data penelitian diperoleh dari data primer berupa arsip tulisan weblog para responden. Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari kuisioner tertutup. Dari analisa dan interpretasi, penelitian ini menyimpulkan tentang potensi penggunaan weblog, dan guru ternyata secara positif menyatakan bahwa weblog dapat digunakan dalam pembelajaran. Mereka mengatakan weblog mampu memfasilitasi untuk praktek dalam bidang menulis, membaca, dan meningkatkan perbendaharaan kata, serta menyimpan pengalaman-pengalaman belajar. Fasilitas pengolah kata yang disematkan dalam weblog seperti menyimpan, mengedit, dan merevisi sangat membantu guru dalam mengolah isi dari weblog tersebut sehingga mereka terhindar dari pemborosan sumber daya dalam menulis serta mendorong mereka untuk menulis lebih banyak lagi. Mereka juga menemukan bahwa weblog mudah untuk diurus, menyenangkan dan memotivasi. Akan tetapi, ada perbedaan antara persepsi dan praktek penggunaan weblog dalam pengajaran; yaitu guru menyatakan weblog memiliki potensi sebagai alat untuk pembelajaran, akan tetapi pada prakteknya mereka tidak secara terus menerus dan teratur dalam menulis dan mengembangkan weblog tersebut. Untuk penelitian selanjutnya, perlu adanya eksplorasi tentang penyebab perbedaan persepsi dan praktek guru dalam penggunaan weblog untuk pembelajaran. Selain itu topik penelitian tentang motivasi guru untuk terus konsisten menggunakan weblog untuk pembelajaran juga perlu untuk dilakukan sebagai bahan penelitian ke depannya. This research aims to answer a question ‘What is teacher perception in the use of weblog for teaching?’ By applying qualitative method, this research is conducted intuitively, subjectively, and deeply. From the selection respondent process of lecturers of IAIN (State Islamic Institute) Salatiga, there are two participants who are willing and manage weblog. They become the research subjects and respectively the representation of larger scale namely lecturers of IAIN Salatiga. The research data are populated from two sources. The primary data are derived from archives of teacher weblog. On the other hand, the secondary data are collected from the responses of the closed questionnaire. This research has revealed the potential use of weblog and teacher positive responses about the use of weblog for teaching. They assert that the weblog serves the practice of writing, reading, and vocabulary and recording learning experience. The facilities of word processor such as save, edit, and revise help them avoid the laborious effort in writing and drive to write more. They find that the weblog is easily maintained, exciting, and motivating. However, there is a gap between their perception and empirical practice of the use of weblog for teaching; they positively respond about the potential use of weblog for teaching, but they do not simultaneously and regularly post and develop their weblogs. For further work, the study on the discrepancy between the teachers’ perception and their empirical performance of the use of weblog for teaching need to be explored. Besides that, the topic on teachers’ motivation in consistent use of weblog for teaching is also worthwhile to be conducted in the future.  Kata kunci: Persepsi, Weblog, Pembelajaran
Fenomena hamil di luar nikah di kalangan remaja ditinjau dalam perspektif pendidikan Islam Syahri, Akhmad; Afifah, Lailia Anis
ATTARBIYAH Vol 27 (2017): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v27i0.1-18

Abstract

Mencuatnya fenomena hamil pranikah di kalangan remaja yang tidak segera ditangani akan menimbulkan konflik antar individu dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan Islami sebagai pisau analisisnya. Penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus ini menggunakan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Fenomena hamil pranikah yang terjadi pada remaja di Kecamatan Jambu disebabkan oleh 3 faktor, yaitu: a) faktor perilaku: perilaku berpacaran yang terlalu bebas dan rasa penasaran terhadap hubungan seksual. b) faktor keluarga: perceraian, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, keluarga broken home, kondisi orang tua yang permisivisme dan jauh dari pendidikan Islam. c) faktor lingkungan: lingkungan pergaulan bebas, peluang yang mendukung untuk melakukan hubungan seksual. 2) Kondisi kehidupan remaja hamil pranikah, yaitu: a) lebih banyak bertanggung jawab. b) kebutuhan ekonomi masih dicukupi oleh orang tua. c) sebagian besar suaminya bekerja. d) kurang memahami nilai-nilai Islami sehingga hubungan setelah menikah ada yang harmonis dan bercerai. 3) Alasan remaja hamil pranikah, yaitu: a) orang tua tidak setuju. b) dicekoki minuman keras. c) rasa cinta terhadap pasangan. d) suka sama suka dan berniat melakukan hubungan seksual. e) ada kesempatan. 4) Islam memberi solusi tentang kasus ini melalui pernikahan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW Yubaidah, Siti
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.119-144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan hasil belajar pendidikan kewarganegaran pada pembelajaran tingkat dasar melalui pembelajaran kooperatif model jigsaw. Penelitian ini dilaksanakan pada Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar (SD) Negeri I Mayong Kidul Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang biasanya disebut dengan PTK. Pada penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua kali siklus tindakan. Pada penelitian ini peneliti adalah seorang pendidik dalam pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Pada setiap siklus pada penelitian tidakan kelas ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan, observasi serta refleksi. Selanjutnya subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas V Sekolah Dasar (SD) Negeri I Mayong Kidul Jepara Tahun 2015/2016 dengan jumlah peserta didiknya adalah 20 orang. This study aims to determine how to improve learning outcomes of citizenship education course at the primary (elementary) level of education in Indonesia through cooperative learning using jigsaw models. The research was conducted involving the students of grade five of Elementary School (SD) I Mayong Kidul Jepara in the academic year of 2015/2016. This research is a classroom action research that is usually called in Indonesian context as penelitian tindakan kelas (PTK). In this classroom action research, the study was conducted in two cycles of action. In this study, the researcher is a teacher-researcher in the implementation process of civic education course. In each cycle of this classroom action research, I conducted several activities such as planning, actuating (implementation) the civic education course, observation and reflection. Furthermore, the subjects in this study were the students of grade five of Elementary School (SD) I Mayong Kidul Jepara Year 2015/2016 with the number of student participants is 20 people. Kata kunci: hasil pembelajaran, pembelajaran kooperatif, model jigsaw
MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH tun, Khaya
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.257-282

Abstract

Keterampilan berbahasa Indonesia siswa cenderung masih rendah dan belum optimal, khususnya keterampilan menulis teks berita. Sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat mengoptimalkan kemampuan tersebut, salah satunya dalah dengan menggunakan model pembelajaran Berpikir Berbicara Menulis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data diperoleh dari dua bentuk penilaian yaitu (1) bentuk tes dan (2) bentuk nontes, dengan tujuan untuk mengukur peningkatan keterampilan menulis teks berita dengan model pembelajaran Berpikir Berbicara Menulis pada peserta didik kelas VIII A MTs. NU Hasyim Asy’ari 03 Kudus. Analisis akhir dalam penelitian ini diketahui bahwa keterampilan menulis teks berita dengan model pembelajaran Berpikir Berbicara Menulis pada peserta didik kelas VIII A MTs. NU Hasyim Asy’ari 03 Kudus didapati adanya peningkatan dari prasiklus ke siklus I mengalami peningkatan nilai sebesar 7,7%, sedangkan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan nilai sebesar 10,2%. Untuk perilaku peserta didik mulai siklus I ke siklus II mengalami perubahan ke arah positif. Indonesian language skills of students tend to be low and not optimal, especially the skills of writing news text. So it takes a learning model that can optimize the ability, one of the learning model is Think Talk Write. This research was a classroom action research. Data collection methods used in this study were planning, action, observation, and reflection. Data collections were mainly derived from two forms of assessment (1) test form and (2) non-test form, with the aim to measure the improvement of news text writing skills using Think Talk Write model for students of class VIII A MTs. NU Hashim Asyari 03 Kudus. Findings of the study on the students’ writing skill using Think Talk Write showed that there was an increase obtained from pre-cycle to cycle I for about 7.7%, and from cycle I to cycle II around 10.2% increase. For the behavioral point of view, the students tend to change (to some extent) in a positive direction from cycle I to cycle II. Kata kunci: keterampilan menulis, teks berita, pembelajaran think talk write
STRATEGI PEMBELAJARAN MENYENANGKAN DENGAN KONSEP LEARNING REVOLUTION Wahyudi, Dedi; Azizah, Habibatul
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.1-28

Abstract

Dalam setiap proses pendidikan, tentu tidak luput dari berbagai kegiatan belajar dan mengajar yang terjadi di dalamnya. Salah satu hal yang menandakan bahwa seorang individu telah melakukan kegiatan pembelajaran adalah terjadinya perubahan baik dari segi tingkah laku maupun pengetahuan pada diri peserta didik baik pada aspek kognitif, afektif maupun psikomotornya. Namun, hal tersebut hanya dapat terjadi apabila proses pembelajaran lancar sesuai dengan keinginan pendidik maupun peserta didik. Kegiatan pembelajaran akan berjalan lancar dan sesuai harapan apabila kegiatan pembelajaran berada dalam keadaan yang menyenangkan serta tidak membuat para siswa tertekan dengan kegiatan belajar tersebut. Selama ini, kegiatan pembelajaran cenderung bersifat monoton dan membosankan. Sehingga mereka tidak mempunyai motivasi dan semangat belajar yang tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, seorang pendidik harus kreatif dengan menerapkan konsep Learning revolution, yang diharapkan mampu membuat suasana belajar menjadi lebih berkesan dan menyenangkan sehingga kualitas pembelajaran akan meningkat. Learning revolution merupakan proses belajar menyenangkan yang tentu sesuai dengan kemauan peserta didik, dengan harapan dapat meningkatkan semangat belajar mereka dan proses pembelajaran akan berjalan lancar sesuai dengan keinginan peserta didik. In any educational process, certainly not escape from a variety of teaching and learning that happens in it. One thing that signifies that an individual has learning activity is the change in terms of both behavior and knowledge on self-learners well on cognitive, affective and psycomotor. However, it can only happen if the learning process smoothly in accordance with the desire of educators and learners. Learning activities will run smoothly and according to expectation when the learning activities in a state of pleasant and not make the depressed student with the learning activities. During this time, the learning activities and to be monotonous and boring. So they do not have the motivation and the spirit of learning. To overcome these problems, an educator must be creative by applying the concept of the learning revolution, which is expected to make learning more memorable and enjyable so that the quality of learning will increase. Learning revolution is a fun learning process that would correspon to the willingness of students, with the hpe of improving their enthusiasm for learning and the learning process will run smoothly in accordance with the wishes of learners. Kata kunci: strategi pembelajaran, pembelajaran menyenangkan, learning revolution
The use of Webquest in blended EFL learning in Indonesia to improve students’ speaking skills Amalia, Dian; Jati, Roko Patria
ATTARBIYAH Vol 28 (2018): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v28i0.1-16

Abstract

This study aimed to investigate the implementation of Webquest in a blended EFL (English as Foreign Language) learning context and the students’ speaking skills improvement dealing with it. A number of 21 students were involved in the classroom action research designed. This classroom action research focused on two pedagogical issues of the methodology as well as the students’ improvement of their speaking skills. The lesson plan including the test instruments was prepared in line with the proposed teaching model. To begin, the observation supported with field notes was executed to describe the teaching and learning process. We played the role of passive participant in this period. Subsequently, the students’ speaking skills were evaluated through oral test in which the results of pre-cycle test as well as after-cycles were analyzed using t-test. We found that there was a significant improvement on the students’ speaking skills in term of pronunciation, intonation, fluency, grammar and vocabulary within two cycles of action research. Thus, the implementation of Webquest as media in blended learning was successful to improve the students’ speaking skills.
MAKNA PUASA DALAM KEHIDUPAN yas, Il
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.145-178

Abstract

Puasa sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat muslim. Selain sebagai salah satu peribadatan wajib, puasa juga dapat dimanfaatkan sebagai metode untuk mengembangkan kualitas diri dan kepekaan sosial budaya. Jika kita dapat belajar secara mendalam, puasa merupakan metode yang memberikan kita nilai luas dalam panggung kehidupan. Nilai-nilai tersebut dapat terlihat dari setiap sudut kehidupan manusia yang meliputi nilai spiritual, nilai sosial budaya, pelatihan, pembatasan, dan kualitas diri manusia. Oleh karenanya, jika seseorang mampu memahami dan menerapkan nilai puasa dalam kehidupan, itu akan menjadi sangatlah indah, seindah surga sebagaimana yang telah digambarkan di dalam al-Qur’an. Fasting is very popular to Indonesian people, especially for Moslem community. Aside from mandatory prayer, it could be a method to develop self quality and socio-cultural sensitivity. If we are able to study in-depth, fasting is a method which gives us a broad value on the repertoire of life. This value can be seen from any angle of human life, including spiritual value, socio-cultural value, training, restriction, and self quality of a human. Therefore, if people able to understand and apply the value of fasting in life, it will be wonderful, as wonderful as heaven which is described by the Holy Quran. Kata kunci: makna puasa, kehidupan, peribadatan wajib
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI GAYA DAN GERAK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE Astuti, Yayun Dwi
ATTARBIYAH Vol 26 (2016): ATTARBIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Negeri IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/tarbiyah.v26i0.283-308

Abstract

Data hasil tes formatif kelas IV semester 1 tahun pelajaran 2016/2017, mendapatkan nilai rata-rata adalah 55,18, sebagian siswa masih memperoleh nilai di bawah KKM yang ditetapkan yaitu 65 dan harus mengikuti program perbaikan. Sebanyak 9 siswa (33,33%) tuntas, dan 18 siswa (66,67%) yang belum tuntas. Dari 27 siswa di kelas IV SD Negeri 3 Jebol, hanya terdapat 10 siswa yang aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu penulis melakukan tindakan untuk mengatasi masalah dengan model pembelajaran picture and picture untuk dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Pada prasiklus hanya 10 siswa yang aktif, menjadi 16 siswa di siklus I dan 19 siswa di siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari  nilai 55,18 pada prasiklus, menjadi nilai 71,85  pada siklus I, dan kembali meningkat menjadi nilai 84,81 pada siklus II. Tingkat ketuntasan belajar meningkat, 33,33% pada prasiklus, 70,37% pada siklus I dan 88,89% pada siklus II. Penerapan model picture and picture dalam perbaikan pembelajaran dengan sub tema gerak dan gaya dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar. Data from formative test fourth Grade 1st semester of academic year 2016/2017, get the value of the average is 55.18, some students still received grades below KKM set at 65 and must follow remedial courses. A total of 9 students (33.33%) completed, and 18 students (66.67%) which is not yet complete. Of the 27 students in the fourth grade of SD Negeri 3 Jebol, there are only 10 active students in learning. Therefore, the author take action to overcome the problem by using the learning model picture and picture to be able to enhance the activity and student learning outcomes. In prasiklus only 10 students are active, to 16 students in the first cycle and 19 students in the second cycle. Learning outcomes of students increased from 55.18 on prasiklus value, being the value of 71.85 in the first cycle, and increased again to the value 84.81 in the second cycle. Increasing the level of mastery learning, on prasiklus 33.33%, 70.37% in the first cycle and 88.89% in the second cycle. The application of the model picture and picture in the improvement of learning with the sub theme of motion and force can enhance the activity and student learning outcomes. Kata kunci: keaktifan, hasil belajar, model picture and picture

Page 1 of 3 | Total Record : 28