INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication)
INJECT Journal is an academic journal published by Faculty of Dakwah State Institute for Islamic Studies (IAIN) Salatiga. INJECT journal focuses on the discussion of interdisciplinary communicatin, social-religious research that includes culture, and media communication using quantitative or qualitative research methods. This journal is a media to accommodate the result of research of students, lecturers, or practitioners
Articles
42
Articles
REPRESENTASI BERITA PENISTAAAN AGAMA DALAM MEDIA MASSA DI INDONESIA

Fahmi, Muhamad

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This article wants to see how the representation of mass media in Surakarta, namely Solopos and Joglosemar, in the case of the establishment of Religion by Basuki Cahaya Purnama (Ahok). The method used is Theo van Leuwens critical discourse analysis which focuses on how actors are inclusion and exclusion in media news. The results of this study explain that: (1) Pos Solo sided with Ahok. Ahok is excluded (omitted, blurred from narrative text) when it comes to negative information and vice versa, inclusion (made clear) if positive news information for Ahok. (2) Joglosemar also seems to support Ahok. Joglosemar uses exclusion and passivation techniques. The use of these two techniques is done while giving "profit" to Ahok. (3) there are three factors that influence framing, construction and media representation that make the media appear to support Ahok, namely: 1). The Surakarta factor as the basis of the nationalist party, Factor Joko Widodo (Jokowi), Factor of media owners. These factors ultimately impacted on the news related to the blasphemy case carried out by Ahok where the media tended to defend Ahok. AbstrakArtikel ini ingin melihat bagaimana representasi media massa di Surakarta, yaitu Solopos dan Joglosemar, pada kasus peninstaan Agama oleh Basuki Cahaya Purnama (Ahok). Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis Theo van Leuwen yang fokus pada bagaimana para aktor di-inklusi dan eksklusi dalam berita media. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: (1) Solo Pos berpihak pada Ahok. Ahok di-eksklusi (dihilangkan, diburamkan dari teks naratif) ketika menyangkut informasi negatif dan sebaliknya, di-inklusi (dibuat terang) jika informasi berita positif untuk Ahok. (2) Joglosemar terlihat juga mendukung Ahok. Joglosemar menggunakan teknik eksklusi dan passivasi. Penggunaan kedua teknik ini dilakukan selama memberikan "keuntungan" kepada Ahok. (3) ada tiga faktor yang mempengaruhi framing, konstruksi dan representasi media yang membuat media terlihat mendukung Ahok, yaitu: 1). Faktor Surakarta sebagai basis partai nasionalis, Faktor Joko Widodo (Jokowi), Faktor pemilik media. Faktor-faktor ini pada akhirnya berdampak pada berita yang terkait dengan kasus penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok dimana media cendrung membela Ahok.

IDEOLOGI RADIKALISME DALAM ISLAM TENTANG WACANA HOMOSEKSUAL DI MEDIA MASSA

Fathurokhmah, Fita

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This article wants to examine how the media ideology about the concept of radicalism in Islam in the mass media of Republika and Koran Tempo. The Republika newspaper supports and agrees to the Islamic Defenders Front (FPI) both with an understanding of the prohibition of homosexuality and the appointment of news of FPIs violence against homosexuals. The Tempo newspaper is more about renewing ideas such as reporting on the views of the Liberal Islam Network (JIL) in respect of homosexuals. Homosexuality is the same sex lover or the choice of sexuality abnormalities is normal as a human being, it does not need to be criticized but must be respected as individual freedom. There is a fundamental ideological difference between Republika and Koran Tempo by renewing the concept of homosexuality with thinking radicalism on the basis of Islamic teachings. The homosexual issue, FPI applies the meaning of Islamic radicalism from the right-wing side which promotes violence as resistance, while JIL applies the meaning of radicalism from the left-wing side which prioritizes the radicalism of thought and law in the Koran.  AbstrakArtikel ini ingin mengkaji bagaimana ideologi media tentang konsep radikalisme dalam Islam di media massa Republika dan Koran Tempo. Surat kabar Republika mendukung dan setuju pada Front Pembela Islam (FPI) baik dengan pemahaman pelarangan homoseksual dan pengangkatan berita tindak kekerasan FPI melawan homoseksual. Koran Tempo lebih pada pembaharuan pemikiran seperti pemberitaan pandangan Jaringan Islam Liberal (JIL) terkait menghormatinya kaum homoseksual. Homoseksual adalah penyuka sesama jenis atau pilihan kelainan seksualitas itu normal sebagai manusia, tidak perlu dicela tapi harus dihargai sebagai kebebasan individu. Terdapat perbedaan ideologi yang mendasar antara Republika dan Koran Tempo dengan melakukan pembaharuan konsep homoseksual dengan radikalisme berpikir dengan pijakan ajaran Islam. Persoalan homoseksual, FPI menerapkan makna radikalisme Islam dari sisi sayap kanan yang mengedepankan kekerasan sebagai perlawanan, sedangkan JIL menerapkan makna radikalisme dari sisi sayap kiri yang mengutamakan keradikalan pemikiran dan hukum dalam al-Quran.

KOMUNIKASI ANAK TUNA RUNGU (STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASAI PADA ANAK-ANAK TUNA RUNGU DI SLB B YAKUT PURWOKERTO)

Handayani, Muslih Aris

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to explain the communication model of deaf children in SLB B YAKUT Purwokerto, using a qualitative approach that is as a process that tries to get a better understanding of the complexity in interaction between humans. The results showed that in communicating, SLB B children prioritized verbal (oral) and non-verbal (gesture) languages. This can look good when in class or outside class. The events or the process of communicating the deaf with their fellow human beings and with normal people have their own uniqueness and distinctiveness because the deaf try to establish two existences. First, the existence of fellow deaf and existence in the eyes of normal people. Communication of deaf children, both deaf or with normal people, cannot be separated from communication elements, namely the messenger, message, channel and recipient of the message. Feedback can appear or not when the communication process occurs. AbstrakPenelitian ini bertujuan ingin menjelaskan model komunikasi anak tuna rungu di SLB  B YAKUT Purwokerto, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebagai suatu proses yang mencoba mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kompleksitas dalam interaksi antar manusia. Hasil penelitian menunjukkan dalam berkomunikasi, anak-anak SLB B mengutamakan bahasa verbal (oral) dan non verbal (isyarat). Hal ini dapat terlihat baik ketika dalam kelas atau di luar kelas. Peristiwa atau proses komunikasi anak tuna rungu dengan sesamanya dan dengan orang normal memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri karena para tuna rungu berusaha membangun dua eksistensi. Pertama, eksistensi sesama tuna rungu dan eksistensi di mata orang normal. Komunikasi anak tuna rungu baik sesama tuna rungu atau dengan orang normal tidak lepas dari unsur-unsur komunikasi yaitu penyampai pesan, pesan, saluran dan penerima pesan. Umpan balik (feedback) bisa muncul atau tidak ketika terjadi proses komunikasi. 

KONSEP MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM KELEMBAGAAN ISLAM

Rokhmiyati, Sri

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Management could be defined as the art for organizing matters and the way for managing institution, agency, work or community who involve in it, this aims to accommodate the work conducted. Human Resources have become part of the strategic planning process and part of developing organizational policy, design for the expansion of organizational lines, merger process and organizational acquisition. The importance of human resource management and their role in Islamic Institutions, it is depending on the management, if it is not organized well, the development of Islamic Institutions will face challenges due to managerial weakness. The implementation of Islamic Institutional management comprehensively will develop the quality of the institutions, including Islamic schools, madrasah and Islamic boarding schools. The human resource continues to grow in all existing institutions. Thus, the effort to develop a successful institution depends on the significant changes in human resource management.AbstrakMenejemen merupakan suatu seni untuk mengatur sesuatu dan salah satu cara untuk mengelola suatu lembaga, instansi, pekerjaan ataupun orang orang yang berada didalamnya, dengan tujuan mempermudah pekerjaan yang di laksanakan. Sumber Daya Manusia yaitu bagian proses perencanaan strategis dan menjadi bagian pengembangan kebijaksanaan organisasi, perencanaan perluasan lini organisasi, proses marger dan akuisisi organisasi. Pentingnya manajemen sumber daya manusia dan fungsi sumber daya manusia dalam Kelembagaan Islam, hal tersebut dikarenakan jika manajemennya tidak tertata dengan baik, maka perkembangan Kelembagaan Islam akan mengalami hambatan yang datang karena lemahnya manajerial. Implementasi manajemen Kelembagaan Islam secara komprehensif akan mampu meningkatkan mutu di lembaga tersebut, baik sekolah Islam, madrasah maupun pondok pesantren. Sumber Daya Manusia terus berkembang pada seluruh lembaga yang ada saat ini. Segala upaya yang diperlukan untuk menciptakan suatu lembaga yang berhasil tergantung pada perubahan yang signifikan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia.

RESPON MAHASISWA TERHADAP TAYANGAN DAKWAH ISLAMIYAH KHAZANAH (TRANS 7) DAN DAMAI INDONESIAKU (TV ONE)

Muchtar, Khoiruddin, Ghalia, Faula Rahma

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study wanted to find out how the attention, acceptance, and understanding of journalistic students of the 2013 UIN Bandung class were on the shows of Islamic propaganda (TRANS7) and peace in Indonesia (TV One). Through survey methods with quantitative approaches that are partially analyzed, namely by Pearson product moment correlation analysis, coefficient of determination, and t test and analyzed by hypothesis testing. The results show that my attention to Indonesian peace shows is low, understanding of the response to treasure shows is 18% and the remaining 82% is determined by variables or other factors. As for the understanding of the response to my Indonesian peace shows by 0.1% and the remaining 99.9% determined by variables or other factors. The acceptance of journalistic students in the class of 2013 on the shows of the existence of a relationship between the response of students to the shows of treasures. Whereas for the 2013 journalistic student acceptance of Indonesian peace shows there is no significant relationship. AbstrakPenelitian ini ingin mengetahui bagaimana perhatian, penerimaan, dan pemahaman mahasiswa jurnalistik angkatan 2013 UIN Bandung terhadap tayangan dakwah islamiyah khazanah (TRANS7) dan damai Indonesiaku (TV One). Melalui metode survey dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis secara parsial yaitu dengan analisis korelasi pearson product moment, koefisien determinasi, dan uji t serta dianalisis secara uji hipotesis. Hasilnya menunjukan bahwa perhatian terhadap tayangan damai Indonesiaku rendah, pemahaman terhadap respon pada tayangan khazanah sebesar 18% dan sisanya 82% ditentukan oleh variabel atau faktor lain. Sedangkan untuk pemahaman terhadap respon pada tayangan damai Indonesiaku sebesar 0,1% dan sisanya 99,9% ditentukan oleh variabel atau faktor lain. Penerimaan mahasiswa jurnalistik angkatan 2013 terhadap tayangan khazanah adanya hubungan antara respon mahasiswa dengan tayangan khazanah . Sedangkan untuk penerimaan mahasiswa jurnalistik angkatan 2013 terhadap tayangan damai Indonesiaku tidak adanya hubungan yang signifikan.

KONSEP MANUSIA DAN KOMUNIKASI DALAM PERSEPEKTIF PSIKOLOGI TRANSPERSONAL DAN ISLAM

Pasiska, Pasiska

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This paper analyzes more deeply on how transpersonal psychology is one of  the fields in psychology that integrates psychological concepts, theories, and methods with spiritual wealth from various cultures and religions. The core concept of  transpersonal psychology is nonduality, the knowledge that each part of  human is part of  the whole universe. Cosmic union that sees everything as a whole. Transpersonal psychology focuses more on spiritual or transcendental aspects of  humans. Further, the transpersonal in the Islamic concept is more optimizing human potential for values   to Godhead, which is done by Sufi as an effort to find out a way to God, starting from tobat, zuhud, ridha, tawadhu, mahabbah and ma??rifah as the manifestations of  an optimization of  Godhead values   in human beings. The transpersonal psychology aspect is highly correlated with Islam particularly in the field of  mental illness healing which is done through salat, fasting, dzikir (remembering God), doa (praying), and hajj (pilgrimage).AbstrakArtikel ini mengungkap lebih dalam bagaimana psikologi transpersonal sebagai salah satu bidang psikologi yang mengintegrasikan konsep, teori, dan metode psikologi dengan kekayaan spritual dari bermacam-macam budaya dan agama. Konsep inti dari psikologi transpersonal adalah non-dualitas (nonduality), suatu pengetahuan bahwa tiap-tiap bagian (manusia) adalah bagian dari keseluruhan alam semesta. Penyatuan kosmis yang memandang segala-galanya sebagai satu kesatuan. Psikologi transpersonal lebih menitikberatkan pada aspek-aspek spiritual atau transendental dalam diri manusia. Kemudian transpersonal dalam konsep Islam lebih optimalisasi potensi manusia terhadap nilai-nilai Ketuhanannya, yang dilakukan dikalangan sufi dalam upaya menemukan jalan menuju kepada Tuhan, dimulai dari tobat, zuhud, ridha, tawadhu, mahabbah dan ma??rifah yang mana manifestasi dari hal tersebut ialah optimalisasi nilai-nilai Ketuhanan dalam diri manusia. Aspek psikologi transpersonal yang sangat berkeorelasi dalam Islam khususnya dalam bidang penyembuhan penyakit mental ialah melalui sholat, puasa, dzikir, doa,dan haji.

BIMBINGAN DAN KEWIBAWAAN KYAI DALAM MEMBENTUK SIKAP TAWADHU?? DI PONDOK PESANTREN

Amal, Ahmad Syaiful

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Islamic boarding schools (pondok pesantren) as Islamic institutions play important role in character building (morals) for their students (santri), thus it is needed a role model from kyai to guide, encourage and inspire santri for life. The study used a qualitative research by exploring an attitude the so-called tawadhu from ??santri?? followed by a social constructivism approach. The findings of  this study indicated that several factors have influenced the attitude of  tawadhu towards santri at the Islamic boarding school as follows: (1) Authority of  kyai, this means a charismatic person such as kyai enables easily to respect and obey his authority, (2) Examples given by kyai, a kyai is very influential. He has become a role model for all santri at pondok pesantren, (3) the attitude of  santri, as the main focus to be guided and nurtured at pondok pesantren.  AbstrakPondok pesantren sebagai lembaga Islam memiliki peranan penting dalam membentuk perilaku baik (akhlak) bagi manusia (santri), oleh sebab itu dalam mewujudkannya perlu peranan seorang kyai untuk membimbing, mengarahkan dan meneladani santri pada hal-hal yang baik. Studi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan mengekplorasi sikap tawadhu?? seorang santri, dengan pendekatan konstruktivisme sosial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi sikap tawadhu?? terhadap santri di Pondok Pesantren yaitu : (1) Kewibawaan Kyai, karena kharismatik seseorang dengan sangat mudah dihormati dan ditaati karena kewibawaannya atau kharismannya, (2) Suri Tauladan Kyai, kyai merupakan sosok yang sangat berpengaruh di suatu pesantren. Beliau menjadi suri tauladan baagi semua santri yang ada di pondok. (3) Sikap Santri, santri merupakan obyek utama dalam dunia pesantren merekalah yang dibimbing dan dibina. 

ANALISIS WACANA RETORIKA DAKWAH K.H. MUHAMMAD ARIFIN ILHAM DAN K.H. YUSUF MANSUR

Bahroni, Bahroni

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dawah has become a very strategic object. Thus, the involvement of mass media playsimportant role in the activities, both printed and electronic. There are many well-knownDai in Indonesia that have strong influence to the communities such as K.H. MuhammadArifin Ilham (MAI). The study aims to demonstrate the grammatical structure and lexical cohesion of MAIs dawah rhetoric. The data analysis consists of: (1) sorting the databased on the problem; (2) formulating the data units into each sequence in accordance with the possibility of their features; (3) interpreting the data values based on the problem; (4)evaluating the level of visibility and completeness of the data that linked to the range of problems. The structure of the grammatical ohesion of MAIs rhetoric includes reference,substitution, ellipsis and conjunction. The manifestation of MAIs lexical cohesion rhetoriccomprises of repetition, synonym, antonym, hyponym, collocation, and equivalence.AbstrakDakwah merupakan hal yang sangat strategis. Oleh karena itu, aktivitas tersebut tidak luput dari liputan media massa, baik cetak maupun eletronik. Di antara dai Indonesia yang sangat dikenal oleh masyarakat luas adalah K.H. Muhammad Arifin Ilham (MAI) dan K.H. Yusuf Mansur (YM). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud kohesi gramatikal dan leksikal retorika dakwah MAI dan YM. Adapun langkah analisis datanya sebagai berikut: (1) pengurutan data sesuai dengan masalahnya; (2) pembentukan satuan-satuan data dalam setiap urutannya sesuai dengan kemungkinan hubungan ciri kategorinya; (3) interpretasi nilai data sesuai dengan masalahnya; (4) evaluasi tingkat kelayaan dan kelengkapan data dikaitkan dengan rentang masalahnya. Wujud kohesi gramatikal retorika dakwah MAI dan YM mencakup referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi. Wujud kohesi leksikal retorika dakwah MAI dan YM mencakup repetisi, sinonimi, antonimi, hiponimi, kolokasi, dan ekuivalensi.

RELIGIUSITAS MASYARAKAT ADAT KAMPUNG DUKUH KABUPATEN GARUT JAWA BARAT

Effendi, M. Rahmat, Setiadi, Edi, HMZ, Nandang

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This paper aims to examine: (1) religious expressions, (2) religious patterns, and (3) religious values conservation in addressing to the challenges of modernization of an indigenous communities at Kampung (Village) Dukuh through the symbols of their lives. Due to religion as a cultural system has become a symbolic system that offers a way to perceive the world. Religion as a mode of is for reality provides a framework to see the reality, religion also provides a system of meaning for their followers which is socially constructed. The indigenous community of Kampung Dukuh tends to make religion as their ultimate concern. They believe that religion has become their fundamental philosophy for their lives. Most of their activities are according to the religious values.AbstrakTulisan ini bertujuan ingin mengkaji tentang: (1) Ekspresi keberagamaan, (2) Pola keberagamaan, dan (3) Konservasi nilai-nilai agama dalam menghadapi tantangan modernisasi pada masyarakat adat Kampung Dukuh melalui simbol-simbol dalam kehidupan mereka. Karena agama sebagai sistem budaya merupakan sistem simbolik yang menawarkan cara untuk mempersepsi dunia. Agama sebagai mode is for reality memberikan framework untuk melihat realilas, agama menyediakan system of meaning bagi penganutnya yang diproduksi secara sosial. Masyarakat adat Kampung Dukuh cenderung menjadikan agama sebagai the ultimate concern. Mereka menjadikan agama sebagai filosofi mendasar dalam kehidupan mereka. Hampir seluruh aktifitas dalam kehidupan mereka didasarkan pada nilai-nilai agama.

KAJIAN FUNGSI ORNAMEN RUMAH TRADISIONAL KAMPUNG ARAB AL-MUNAWWAR

Patriansyah, Mukhsin, Hariansyah, Yayan

INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The long journey of ornamental activity decorates the ancestors of South Sumatra who have given birth to various kinds of ornaments which are a reflection of their culture and natural environment to get outside influences through animism and dynamism, Hinduism and Islamization. The transition of the era has a major contribution to the ornamental activities of the ancestors of South Sumatra who experienced development and change. Islamic teachings have a major influence on the function and creation of traditional house ornaments in the Al-Munawwar village of Palembang, this can be seen from the motifs used which are sourced from nature. In its realization, the motif has been stylized in shape, so that the ornaments produced differ greatly from the original form. Arab Al-Munawwar villagers use ornaments to add aesthetic value to their residential buildings. The use of these ornaments can be seen from several sides such as doors, windows, ventilation, walls, room dividers, poles and so on. Does not rule out the possibility in the form of traditional house ornaments Arab Al-Munawwar village stored messages and meanings that are interesting to explore. The study in this study focuses more on aesthetic values, with the aim of tracing the structure that builds and expresses the symbolic values implied in the traditional house ornaments of the Al-Munawwar Arabian village of Palembang. The research method used is a qualitative method, with analytic descriptive analysis. The data is then identified, classified, selected, then analyzed and interpreted according to the text and context.AbstrakMasyarakat Kampung Arab Al-Munawwar memanfaatkan ornamen untuk menambah nilai estetis dari bangunan tempat tinggal mereka. Penggunaan ornamen ini bisa dilihat dari beberapa sisi seperti pintu, jendela, ventilasi, dinding, penyekat ruangan, tiang dan lain sebagainya. Tidak menutup kemungkinan di dalam wujud ornamen rumah tradisional Kampung Arab Al-Munawwar tersimpan pesan dan makna yang manarik untuk di telusuri. Kajian dalam penelitian ini lebih menitikberatkan pada nilai estetika, dengan tujuan untuk menelusuri struktur yang membangun dan mengungkapkan nilai simbolik yang tersirat dalam ornamen rumah tradisional Kampung Arab Al-Munawwar Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan analisis deskriptif analitik. Data tersebut kemudian diidentifikasikan, diklasifikasi, diseleksi, selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan sesuai teks dan konteksnya.