cover
Filter by Year
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Published by Universitas Indonesia
Jurnal ARSI (Administrasi Rumah Sakit Indonesia) diinisiasi oleh Center for Health Administration and Policy Studies (CHAMPS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Manajer Pelayanan Kesehatan Indonesia (PERMAPKIN). Sebagai jurnal ilmiah, Jurnal ARSI memiliki fokus di bidang administrasi layanan kesehatan primer di rumah sakit di Indonesia. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal ARSI mencakup ranah penelitian, studi kasus, atau konseptual yang masing-masing mengusung pilar corporate governance, clinical governance, atau keduanya (bridging).
Articles
70
Articles
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Budaya Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor Tahun 2015

Yasmi, Yulia, Thabrany, Hasbullah

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKInsiden Keselamatan Pasien ( IKP ) di RSKBP berkisar antara 0,31% sampai dengan 3,01% dengan angka kematian 2,22%.IKP di RSKBP dinilai masih under reporting karena kebanyakan IKP tidak dilaporkan.Membangun budaya keselamatan pasien merupakan elemen penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya keselamatan pasien dan faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan pasien di RSKBP tahun 2015. Penelitian dilakukan bulan Maret sd April 2015, dengan sampel 115 responden. Desain penelitian explanatory sequential. Analisa data dilakukan dengan regresi logistic.Penelitian menunjukan budaya keselamatan pasien di RSKBP masih kurang. Faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan pasien di RSKBP adalah umpan balik laporan insiden ( p=0,021 α=0,05, OR= 15,516 ) budaya tidak menyalahkan ( p=0,019 α=0,05, OR= 14,396 ) dan budaya belajar ( p=0,006 α=0,05, OR= 0,096 ).Disarankan agar RSKBP dapat memperbaiki budaya keselamatan pasien dengan upaya yang komprehensif dan terstruktur. ABSTRACTAdverse even ( AE ) in RSKBP ranged from 0.31% to 3.01% with a mortality rate of 2.22%.AE in RSKBP still considered under-reporting because most AE  not reported. Building a culture of patient safety is an important element to improve patient safety and quality. This research aims to know the culture of patient safety and the factors related to the patient safety culture in RSKBP 2015. The study was conducted in March to April 2015, with a sample of 115 respondents It is Sequential explanatory research design. The data analysis with regression logistic.Patient safety culture in RSKBP still lacking. Factors related to the patient safety culture in RSKBP feedback is incident report (p = 0.021 α = 0.05, OR = 15.516) culture is not to blame (p = 0.019 α = 0.05, OR = 14.396) and a learning culture (p = 0.006 α = 0.05, OR = 0.096) .RSKBP sugest to  improve patient safety culture with a comprehensive and structured efforts.

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT ANTIBIOTIK DI RS MEILIA PADA TAHUN 2014 DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS ABC INDEKS KRITIS

Octaviany, Myrna

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran proses pengendalian persediaan obat antibiotik di RS Meilia pada tahun 2014 dengan menggunakan metode analisis ABC indeks kritis. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data pemakaian obat antibiotik di bulan Januari s/d Desember 2014 dan hasil pengisian kuesioner nilai kritis obat. Hasil penelitian menunjukkan kelompok A hasil analisis ABC indeks kritis terdiri dari 10 item obat antibiotik dengan nilai investasi sebesar Rp 2.114.748.870,- (39.91%). Kelompok B terdiri dari 45 item dengan nilai investasi sebesar Rp 2.380.506.460,- (44.92%). Kelompok C terdiri dari 110 item dengan  nilai investasi  sebesar  Rp 803.183.274,- (15.17%). Analisis persediaan pada kelompok A dilakukan dengan menghitung EOQ dan ROP. Tiga metode peramalan digunakan pada penelitian ini yaitu Single Smoothing Exponential, Moving Average 3 periode, dan Weighted Moving Average 3 periode. Pemilihan metode peramalan yang akan digunakan dengan mempertimbangkan tingkat akurasi data yang dihasilkan dan pengaruh hasil peramalan pada besaran nilai investasi. ABSTRACTThe purpose of this research is to analyze antibiotics inventory control using ABC critical index method at Meilia Hospital in 2014. The design of this research is a descriptive quantitative research. In this research the data is based on the consumed antibiotics in January to December 2014 and the critical index value of antibiotics. The result showed that  the group A consisted of 10 items with a value of Rp 2.114.748.870,- (39.91%). The group B consisted of 45 items with a value of Rp 2.380.506.460,- (44.92%). The group C consisted of 110 items with a value of Rp 803.183.274,- (15.17%).  An inventory control analysis was done by calculating EOQ and ROP of the group A. The three methods of forecasting were used in this research, i.e Single Smoothing Exponential, 3 period Moving Average, and 3 period Weighted Moving Average. Forecasting method that will be used is determined by the level of accuracy and the influence of forecast result on hospital cost.

Upaya Menurunkan Waktu Tunggu Obat Pasien Rawat Jalan dengan Analisis Lean Hospital di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Atma Jaya

Suryana, Danyel

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKSalah satu cara untuk melakukan efisiensi, meningkatkan mutu pelayanan dan meningkatkan keselamatan pasien di Amerika dengan menggunakan konsep Lean Thinking yang diterapkan di rumah sakit menjadi Lean Hospital. Di Rumah Sakit Atma Jaya yang merupakan Rumah Sakit Swata Kelas B Pendidikan, penelitian ini menganalisis alur pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan sebagai data untuk perbaikan. Dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA), metodologi penelitian operational research, dilakukan observasi dan wawancara mendalam memperlihatkan bahwa kegiatan non value added bisa sampai 85% dan kegiatan value added hanya 15% pada penyiapan obat non racikan. Sedangkan untuk obat racikan kegiatan non value added sekitar 68% dan value added sebesar 32% nilainya. Data tersebut menunjukan bahwa telah terjadi pemborosan (waste). Usulan perbaikan untuk mengurangi pemborosan antara lain penggantian SIM RS yang baru dan menggiatkan fungsi Tim Kendali Mutu di Instalasi Farmasi. Bila perbaikan ini telah di implementasi, diharapakan terjadi peningkatan efisiensi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan dan meningkatkan kepuasan pasien. ABSTRACT One option to increase efficiency, service quality and patient safety in the United States of America is by using the Lean Thinking concept, which are implemented in Hospitals to become a Lean Hospital. In Atma Jaya Hospital, a class B study private hospital, the research analyses the workflow of prescription sevice in outpatient pharmacy departement to act as data for improvement analysis. Also, by utilizing Root Cause Analysis (RCA), operational research methology, in-depth observation and interviews are conducted at compounding and non-compounding medicine storage of Outpatient Patient Departement, the result shows non-value added activities reaches 85%, while value added activities are only 15% on non-compounding medicine storage. While, on compounding medicine storage, non-value added and value added activities are at 68% and 32% respectively. These data clearly shows that great inefficiencies has occurred. Solution is suggested to increase the efficiency in the department, changing Hospital Information System and activate the Quality Control Team function. If these steps are implemented, we can expect the overall efficiency in the Outpatient Pharmacy Departement to improve significantly and resulted in higher patient satisfaction. concepts lean, lean thinking, lean hospital, prescription, drug waiting time, outpatient, waste, Root Cause Analysis.

Faktor-Faktor Penyebab Klaim Tertunda BPJS Kesehatan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Periode Januari ?? Maret 2016

EP, Antonius Artanto

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKTerdapat sekitar 10-15% klaim yang tertunda pembayarannya di Rumah Sakit Umum Daerah dr Kanujoso Djatiwibowo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada tertundanya klaim Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial Kesehatan sesuai panduan klaim dan perjanjian kerjasama. Sumber data yang diambil berasal dari jumlah klaim yang tertunda di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Kanujoso Djatiwibowo periode Januari - Maret 2016 dan menggali penyebab terjadinya permasalahan tersebut melalui informan. Penelitian bersifat kuantitatif dan kualitatif dengan metode deskriptif analitik menggunakan studi retrospektif dari data sekunder resume medis yang tidak lengkap dan wawancara serta diskusi. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi klaim tertunda adalah ketidaklengkapan resume medis yang didominasi ketiadaan tanda tangan Dokter Penganggungjawab Pasien (DPJP) disebabkan didapatkan adanya tugas ganda pada case manager sehingga terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian resume medis elektronik. Saran yang diajukan adalah penggunaan rekam medis elektronik, pemisahan tugas antara case manager dengan dokter ruangan, peningkatan kepatuhan case manager untuk menulis sejak awal data resume medis pasien antara lain dengan penilaian kinerja dan remunerasi terintegrasi. ABSTRACTThere was 10-15% pending of claim because uncomplete medic in dr. Kanujoso Djatiwiwo Hospital. The purpose of this study is to find factors affecting pending of claims of Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan as claims guidance and contract paper. Data sources has taken from pending of claims of dr Kanujoso Djatiwibowo hospital periode January ?? March 2016 and see the deeper problem behind this problems through informans. This study is quantitative qualitative research with analitic describtion method with retrospective study from pending of claims, interview and discussion. The result from this study shows factor affecting pending of claims is the absence of specialist doctor who responsible for the patien because there is double function  from case manager that effect delaying completing electronic medical resume. Suggest to use immediately electronic medical record, splitting job for case manager and doctor on ward, increasing obedience to write patien data from beginning such as performance evaluation and integrated remuneration.

Kajian Gaya Kepemimpinan dan Profil Organisasi Terhadap Pencapaian Target Rencana Strategis RS Katolik di Palembang Periode 2015-2016

Suandi, Martina Ovinda

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKRencana strategis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi bisnis. Gaya kepemimpinan dan variabel dalam profil organisasi memiliki peranan penting dalam pencapaian target rencana strategis. Penelitian ini menganalisis hubungan gaya kepemimpinan dan profil organisasi dalam pencapaian target rencana strategis RS katolik di Palembang periode 2015-2016, dengan menggunakan desain cross sectional melalui pendekatan kuantitatif dilanjutkan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di dua RS dengan tipe B dan tipe C. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan yang dominan adalah supporting dengan fleksibilitas fleksibel.Tiga variabel dari profil organisasi (lingkungan organisasi, hubungan organisasi dan situasi organisasi) separuhnya tidak baik. Sedangkan pencapaian target rencana strategis dengan berdasarkan balance scorecard sebagian besar menunjukkan tidak baik.  Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan yang bermakna antara tipe RS dan situasi organisasi terhadap pencapaian target rencana strategis. Hal ini didukung oleh pernyataan para informan yang merupakan anggota direksi dari RS katolik di Palembang. Saran untuk RS dan pemilik: perbaikan sistem manajemen SDM, monitoring, evaluasi dan tindak lanjut rencana strategis dan pembentukan jaringan pelayanan kesehatan dari mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk bertahan di era JKN. ABSTRACTStrategic plan is an integral part of the business organization. Leadership styles and variable in organization??s profile have an important role to attainment the target of strategic plan. This study was analyzing the relationship of leadership style and organizations profile to attain the target of 2015-2016 Catholic Hospitals?? Strategic Plan in Palembang, using cross sectional design with quantitative approach followed by qualitative approach. The study was conducted in two hospitals with B type and C type. The results showed that the dominant leadership style is supporting with the flexibility. Three variable of organizational profile (organization environ, organizational relation and organizational situation) half was not good. While target attainment of the strategic plan based on a balanced scorecard mostly show in not good results. The results of the bivariate analysis shown a significant association among hospital type and organizational situation towards target attainment of the strategic plan. This is supported by the statements of the informant who is a member of the board of directors of the Catholic Hospital in Palembang. Suggestion for hospital and owner: improvement of human resource management system, monitoring, evaluation and follow-up of the strategic plan and the establishment of a health care network from the first-level health facilities to survive in the era of Universal Health Coverage. Strategic plan is an integral part of the business organization. Leadership styles and variable in organization??s profile have an important role to attainment the target of strategic plan. This study was analyzing the relationship of leadership style and organizations profile to attain the target of 2015-2016 Catholic Hospitals?? Strategic Plan in Palembang, using cross sectional design with quantitative approach followed by qualitative approach. The study was conducted in two hospitals with B type and C type. The results showed that the dominant leadership style is supporting with the flexibility. Three variable of organizational profile (organization environ, organizational relation and organizational situation) half was not good. While target attainment of the strategic plan based on a balanced scorecard mostly show in not good results. The results of the bivariate analysis shown a significant association among hospital type and organizational situation towards target attainment of the strategic plan. This is supported by the statements of the informant who is a member of the board of directors of the Catholic Hospital in Palembang. Suggestion for hospital and owner: improvement of human resource management system, monitoring, evaluation and follow-up of the strategic plan and the establishment of a health care network from the first-level health facilities to survive in the era of Universal Health Coverage.

Analisis Sistem Pelayanan Penyakit Jantung di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2014

Jais, Ahmad

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKAnalisis Sistem merupakan penguraian operasional suatu sistem yang meliputi upaya pengidentifikasian tujuan, kegiatan, pelaksanaan kegiatan, situasi yang dihadapi serta informasi yang dibutuhkan sistem disetiap tahap pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan perpaduan Teori Sistem Donabedian-Azwar, dengan pokok tahapan Struktur/Input-Proses-Output/Outcome untuk melihat sistem pelayanan penyakit jantung di RSUD Dr.Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2014. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Nopember 2015, menggunakan rancangan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Analisis dilakukan dengan data bersumber dari telaah dokumen medik pasien penyakit jantung di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan tahun 2014, observasi dan wawancara mendalam terhadap informan terpilih. Hasil penelitian menunjukan faktor dari Struktur/Input yang berpengaruh terhadap mortalita dalam sistem pelayanan penyakit jantung di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan adalah faktor Pasien, SDM, Fasilitas, dan Metode. Faktor Proses berupa proses pemberian pelayanan, koordinasi dokter-perawat dan keterpaduan layanan. Disarankan agar pihak RSUD Dr Kanujosos Djatiwibowo Balikpapan melakukan penambahan tenaga dokter Spesialis Jantung, membuat pelayanan satu atap pasien penyakit jantung/Cardiac Center dan meningkatkan kerjasama/koordinasi yang baik antara pihak RSUD Dr Kanujosos Djatiwibowo dengan Faskes Pelayanan Primer, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan  dan pihak rumah sakit lainnya yang ada di Kota Balikpapan. ABSTRACTDecomposition Analysis System is operating a system that includes identification efforts objectives, activities, implementation of activities, the situation faced and information needed at each stage of system implementation. This study uses a blend of Systems Theory approach Donabedian-Azwar, the principal stages of Structural or Input-Process-Output or Outcome to look at heart disease care system in hospitals Dr.Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan 2014. The study was conducted from April to November 2015, using a design qualitative descriptive analytic method. Analysis was performed with the data derived from the study of medical documents cardiac patients in hospitals Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan in 2014, observation and depth interview with selected informants. The results showed a factor of structure or Inputs that influence mortality in cardiovascular disease care system in the Hospital Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan is Patient factors, human resources, facilities, and methods. Factors such as the process of service delivery, the doctor- nurse coordination and integration of services. It is recommended that the hospitals Dr Kanujosos Djatiwibowo Balikpapan perform additional doctors Heart Specialist, create one- stop service for cardiovasculardisease or Cardiac Center and increase cooperation orcoordination between the hospitals Dr Kanujosos Djatiwibowo with Primary Health Care Facility, City Health Department Balikpapan and house parties other hospitals in the city of Balikpapan. Keywords: .

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Lama Waktu Tunggu Rawat Jalan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Tahun 2016

Silitonga, Timbul Mei

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKLama waktu tunggu pelayanan di Unit Rawat Jalan menggambarkan kinerja dan mutu pelayanan Rumah Sakit terhadap para pelanggannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rata-rata lama waktu tunggu rawat jalan serta faktor-faktor yang terkait dengan hal itu, ditinjau melalui pendekatan kriteria Malcolm Baldrige di bidang kesehatan yang meliputi: profil organisasi, kepemimpinan, rencana strategis, fokus pada pelanggan, pengukuran, analisa dan manajemen pengetahuan, fokus pada sumber daya manusia, fokus pada proses dan hasil-hasil. Metode penelitian yang dipergunakan adalah eksplanatori sekuensial, yaitu suatu metode campuran antara penelitian kuantitatif yang diperkuat oleh penelitian kualitatif. Pengumpulan data kuantitatif dengan cara pengamatan, penghitungan dan pencatatan waktu tunggu pasien. Data-data kualitatif diperoleh melalui proses wawancara mendalam secara terstruktur dan melakukan telaah dokumen yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata lama waktu tunggu rawat jalan sebesar 66,58 menit per pasien yang berarti melebihi standard waktu pelayanan minimal yaitu ? 60 menit sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil analisa terhdap faktor-faktor yang terkait dengan lama waktu tunggu rawat jalan menunjukkan bahwa ketujuh kriteria Malcolm Baldrige tersebut sangat berhubungan dengan nilai rata-rata lama waktu tunggu rawat jalan tersebut di atas. ABSTRACTLong waiting time of service in the Outpatient Unit describes the performance and quality of hospital??s service against its customers. The purpose of this research is to know the average length of outpatient waiting time as well as the factors associated with it, are reviewed through the approach of Malcolm Baldrige in health which includes: organization profile; leadership; strategic plan; focus on customers; measurement, analysis and management of knowledge; focusing on human resources; focus on process and outcomes. The research method used was the sequential explanatory, a mix methods between quantitative research that reinforced by qualitative research. Quantitative data collection by way of observation, calculation and recording patient waiting time. Qualitative data obtained through in-depth interviews are structured and do study related documents. The results showed that the average value of long outpatient waiting time is 66.58 minutes per patient means exceeding the standard minimum of service time, ? 60 minutes as defined by the Health Ministry of the Republic of Indonesia. The analysis results of the factors related to long waiting time outpatient showed that seven criteria of  Malcolm Baldrige is so related to the average value of the long outpatient waiting time.

Analisis Perbandingan Biaya Pengelolaan Limbah Medis Padat Antara Sistem Swakelola dengan Sistem Outsourcing di Rumah Sakit Kanker ??Dharmais?

Purwohandoyo, Ari

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan prinsip ??pembuat polusi yang membayar?, setiap Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus bertanggung jawab secara finansial atas pengelolaan limbahnya secara aman. Biaya tersebut harus didanai dengan alokasi khusus dari anggaran rumah sakit. Total biaya umumnya terdiri atas investasi modal awal, penyusutan peralatan dan bangunan, biaya pengoperasian elemen-elemen tersebut seperti petugas dan barang habis pakai, biaya operasional sarana, biaya pengelolaan pihak ketiga, biaya perizinan, dan biaya-biaya lain yang semuanya harus dipertimbangkan secara hati-hati jika akan memilih opsi yang paling rendah biayanya. Penelitian ini membahas perbandingan biaya pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Kanker ??Dharmais? antara sistem swakelola dengan sistem outsourcing. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan dilakukan dengan cara pengamatan, telaah dokumen langsung, dan perhitungan biaya menggunakan metode Activity Based Costing (ABC). Dari hasil penelitian diketahui bahwa alur proses pengelolaan limbah medis sudah berjalan baik dan pengelolaan limbah medis padat secara outsourcing lebih murah dibanding swakelola. Untuk mengurangi limbah medis padat, masih dapat dilakukan upaya minimisasi limbah. ABSTRACT Based on the principle of "the polluter pays", every health care need to be financially responsible for the management of their waste safely. Such costs should be funded by a special allocation of hospital budgets. Total expenses generally consist of an initial capital investment, depreciation of equipment and buildings, the cost of operation of these elements such as personnel and consumables, vehicle operating costs, third-party management fees, license fees, and other expenses that everything must be carefully fastidiously if it will choose the lowest cost option.This study discusses The comparative cost analyse of solid medical waste management in the "Dharmais" Cancer Hospital between self-managed system with outsourcing system. This research is a quantitative and descriptive study was done by observation, document review, and the calculation of the cost of using Activity Based Costing (ABC). The survey results revealed that the flow of medical waste management process has been running good and solid medical waste management outsourcing system is cheaper than self-managed. To reduce solid medical waste, they can do waste minimization efforts. 

Perlukah Keselamatan Pasien Menjadi Indikator Kinerja RS BLU?

Basabih, Masyitoh

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan melalui peraturannya mengamanahkan pentingnya keselamatan pasien. Hal ini dapat dilihat dari disebutkannnya keselamatan pasien dalam empat pasal di Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan secara khusus dalam Peraturan Menteri Kesehatan. Pentingnya isu kesela-matan pasien di rumah sakit tidak berbanding lurus dengan indikator kinerja Rumah Sakit BLU yang tertulis dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Badan Layanan Umum Bidang Layanan Kesehatan. Dalam Perdirjen ini, dapat dilihat bahwa penilaian kinerja RS BLU terdiri dari aspek keuangan dan aspek pelayanan. Keselamatan pasien dapat dilihat pada aspek pelayanan lebih khu-susnya dapat dilihat pada kelompok indikator mutu klinik yang memiliki skor maksimal 12 dari 100. Mutu klinik di ukur dengan lima indikator yang empat di antaranya adalah angka kematian. Jika merujuk kepada besarnya penekanan terhadap keselamatan pasien dan definisi keselamatan pasien, maka pertanyaannya adalah apakah indi-kator berupa angka kematian cukup merepresentasikan pentingnya keselamatan pasien dirumah sakit? Penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran peranan keselamatan pasien dalam tatanan indikator kinerja Rumah Sakit BLU. Penulisan ini menggunakan metode literatur review. Hasil dari telaah ini menunjukkan bahwa upaya kesela-matan pasien belum sepenuhnya menjadi tolak ukur kinerja Rumah Sakit BLU. ABSTRACT The government which is the Ministry of Health through its regulations mandates the importance of patient safety. This can be seen from the mention of patient safety in the four articles in Undang-Undang Number 44 Year 2009 about Hospital and specifically in the Minister of Health Regulation. The importance of patient safety issues in hos-pitals is not directly proportional to the performance indicators of the BLU Hospital written inPeraturan Direktur Jenderal Pembendaharaan Number 34 Year 2014 about the Guidelines for Performance Appraisal of Public Ser-vice Bodies for Health Services. In this regulation, it can be seen that the performance assessment of BLU Hospital consists of financial aspect and service aspect. Patient safety can be seen in service aspect more specially can be seen in group of clinical quality indicator which have maximum score 12 from 100. Clinic quality is measured with five indicator which four of them is death rate. If it refers to the magnitude of the emphasis on patient safety and the definition of patient safety, then the question is whether the indicator of mortality adequately represents the im-portance of patient safety in the hospital? This article aimed to provide an overview of the role of patient safety in the performance indicators of hospital performance BLU. This study was conducted by using the literature review method. The results of this study indicate that the patients safety efforts have not fully become the benchmark of BLU Hospital performance. 

Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Obat Antibiotik di RSUD Cicalengka Tahun 2014

Kencana, Gita Gilang

Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Persediaan obat di RSUD Cicalengka mengalami kelebihan dan berpotensi menyebabkan kerugian bagi Rumah Sakit akibat perencanaan dan pengendalian yang lemah. Penelitian operasional ini menggunakan Metode ABC indeks kritis, safety stock, Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP). Dilakukan pula evaluasi persediaan dengan Inventory Turnover Ratio (ITOR). Hasil analisis ABC Indeks Kritis menemukan tujuh obat antibiotik yang perlu mendapatkan prioritas. Peramalan kebutuhan obat antibiotik Kelompok A tahun 2015 menggunakan Metode Single Eksponential Smoothing. Safety stock untuk Cefadroxil Kaps 500 mg (5x10) sebesar 344, EOQ sebesar 1.476 dan ROP sebesar 977. Hasil perhitungan ITOR adalah 8,1 dan setelah analisis menjadi 19,6. Penelitian ini menyarankan RSUD Cicalengka untuk menerapkan perencanaan dan pengendalian obat di Rumah sakit. ABSTRACT Poor planning and controlling of drug in RSUD Cicalengka has resulted excess inventory and potential Hospital losses. This operational research was using ABC Critical Index Analysis Method, Safety Stock, Economic Order Quantity (EOQ) and Reorder Point (ROP). Stock evaluation using Inventory Turnover Ratio (ITOR) was also conducted. The result of ABC Critical Index Analysis showed that were seven antibiotics need to be prioritized. The estimation of antibiotic drug in group A for year 2015 was done using Single Exponential Smoothing Method. Safety stock for Cefadroxil Kaps 500 mg (5x10) as much as 344, EOQ as much as 1476 and ROP as much as 977. The result of ITOR figure was 8.1 and after analysis it was 19.6. The study suggested RSUD Cicalengka to implement planning and controlling of drug in the hospital.