cover
Contact Name
Dani Saepuloh
Contact Email
danie_saepuloh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
danie_saepuloh@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Segara
ISSN : 19070659     EISSN : 24611166     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal SEGARA (p-ISSN: 1907-0659, e-ISSN: 2461-1166) adalah Jurnal yang diasuh oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan – KKP, dengan nomenklatur baru Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, KKP dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmiah bidang kelautan di Indonesia, seperti: oseanografi, akustik dan instrumentasi, inderaja,kewilayahan sumberdaya nonhayati, energi, arkeologi bawah air dan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2019): April" : 7 Documents clear
Sensitivitas Nitzschia Sp Terhadap Tembaga dan Kadmium Puspitasari, Rachma; Purbonegoro, Triyoni
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i1.6491

Abstract

Penggunaan organisme uji yang sesuai dengan bahan yang diuji adalah faktor yang sangat penting dalam bioassay. Berbagai organisme uji tropis telah banyak digunakan di Indonesia seperti ikan, bulu babi, dan fitoplankton. Fitoplankton seperti Chaetoceros gracilis, Tetraselmis sp., Isochrysis sp., Pavlova sp., yang hidup di kolom air telah dimanfaatkan dengan baik untuk bioassay. Namun, fitoplankton bentik seperti Nitszchia sp. belum dikenal secara luas. Tulisan ini bertujuan untuk menguji potensi Nitzschia sp. sebagai biota uji sedimen. Parameter yang diteliti adalah kurva pertumbuhan dan sensitifitas terhadap kadmium dan tembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Nitszchia sp. meningkat pesat pada hari keempat hingga hari keenam. Setelah hari keenam, pertumbuhannya cenderung menurun. Kepekaan terhadap toksikan diindikasikan dengan nilai IC50 (Inhibition Concentration) sebesar 0,078 mg/Luntuk tembaga dan 0,26 mg/L untuk kadmium. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Nitszchia sp. dapat digunakan sebagai organisme uji untuk bioassay sedimen karena memenuhi persyaratan kepadatan minimum uji serta sensitif terhadap kadmium dan tembaga. Nilai LOEC dan NOEC untuk tembaga berturut-turut sebesar 0,056 dan 0,032 mg/L sedangkan untuk kadmium sebesar 0,18 dan <0,18 mg/L. Nitzschia sp. tiga kali lebih sensitif terhadap tembaga dibandingkan dengan kadmium.
Kualitas Perairan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Propinsi Maluku, untuk Budi daya Laut dan Wisata Bahari Rustam, Agustin; Prabawa, Fajar Yudi; Tussadiah, Armyanda
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i1.7769

Abstract

Kualitas perairan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung usaha budi daya laut dan wisata bahari yang umumnya dilakukan di sebuah perairan teluk, seperti Teluk Kayeli yang terletak di Pulau Buru.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  kondisi perairan Teluk Kayeli yang dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan budi daya laut dan wisata bahari. Pengambilan sampel air dilakukan dengan menggunakan metode survei, dengan penentuan titik sampling secara sistematis di seluruh bagian dalam teluk pada Oktober 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan di Teluk Kayeli masih sesuai baku mutu. Sebanyak 18 jenis fitoplankton dan 8 jenis zooplankton yang ditemukan. Kelimpahan rata-rata fitoplankton 51 sel/L dengan kelimpahan tertinggi jenis Chaetoceros decipiens. Berdasarkan analisis kualitas perairan Teluk Kayeli dinilai sesuai untuk budi daya keramba jaring apung dan wisata bahari, dengan nilai nitrat 0,006 mg/L, DO (Dissolved Oxygen) 5,89 mg/L, salinitas 33,26 PSU dan turbiditas 0,23 NTU. Hasil penelitian ini tidak mengukur kandungan logam berat dalam perairan sehingga disarankan agar dilakukan pengukuran logam berat terkait dengan masih adanya usaha penambangan yang membuang limbah ke sungai. Berdasarkan analisis kualitas perairan penelitian ini, Teluk kayeli sesuai untuk budi daya jaring apung maupun wisata bahari sehingga diperlukan infrastruktur ramah lingkungan yang mendukung, serta kajian daya dukung Teluk Kayeli untuk dua kegiatan tersebut.
Sebaran Produktivitas Primer Kaitannya dengan Kondisi Kualitas Air di Perairan Karimun Jawa Nuzapril, Mulkan; Susilo, Setyo Budi; Panjaitan, James P.
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i1.7559

Abstract

Kepulauan Karimun Jawa merupakan gugusan pulau-pulau yang memiliki sumber daya pesisir yang besar. Sumber daya pesisir di Karimun Jawa didukung dengan adanya ekosistem penting seperti ekossistem karang, lamun, rumput laut dan mangrove. Meningkatnya pariwisata di perairan Karimun Jawa dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem laut. Hal tersebut berdampak pada organisme yang terdapat pada perairan tersebut. Klorofil-a merupakan pigmen fitoplankton yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Proses fotosintesis juga dipengaruhi oleh sinar cahaya yang masuk di dalam perairan sehingga apabila kekeruhan di suatu perairan tinggi dapat menyebabkan berkurangnya penetrasi cahaya yang masuk ke dalam perairan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas primer kaitannya dengan parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap produktivitas perairan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis komponen utama (PCA). Uji laboratorium yang dilakukan adalah analisis konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,12 - 0,51 mg/m3 dan muatan padatan tersuspensi berkisar antara 10,00 - 42,86 mg/l. Hasil dari penelitian ini yaitu nilai produktivitas primer berkisar antara 37,5 - 75 mgC/m3/jam. Hasil analisis biplot PCA menunjukkan bahwa indikator yang dominan  dalam produktivitas primer adalah nilai klorofil-a dan muatan padatan tersuspensi.
Budi daya Rumput Laut dan Pengelolaannya di Pesisir Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat Berdasarkan Analisa Kesesuaian Lahan dan Daya Dukung Lingkungan Yulius, Yulius; Ramdhan, Muhammad; Prihantono, Joko; Pryambodo, Dino Gunawan; Saepuloh, Dani; Salim, Hadiwijaya Lesmana; Rizaki, Irfan; Zahara, Ranela Intan
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i1.7429

Abstract

Rumput laut (makro alga) merupakan salah satu komoditas sumber daya pesisir yang mermiliki potensi ekonomis, mudah dibudidayakan dengan biaya produksi yang rendah. Perairan Kabupaten Dompu Provinsi, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan kawasan memiliki beragam sumber daya hayati pesisir dan laut (SDHPL), diantaranya rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan Kappaphycus alvarezii yang merupakan rumput laut dari 5 jenis yang dimanfaatkan dan dibudidayakan di Indonesia, namun data dan informasi yang menunjang usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Dompu masih sangat minim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian perairan dan menduga daya dukung lingkungannya untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Dompu. Metode spasial, yaitu metode untuk mendapatkan informasi pengamatan yang dipengaruhi efek ruang digunakan dalam kajian ini. Pengaruh efek ruang tersebut disajikan dalam bentuk pembobotan.  Parameter unsur hara, yaitu Nitrogen (N) dan Phosfat (P) digunakan sebagai dasar untuk menghitung daya dukung lingkungan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas area yang sesuai untuk budidaya rumput laut sekitar 72.515 ha atau 99,49 % dari luas total wilayah kawasan yang dikaji. Luas area budidaya rumput laut yang telah dimanfaatkan hingga saat ini adalah 500 ha atau 3,3 % dari total luasan daya dukung, sehingga luas area yang belum termanfaatkan adalah 14.719 Ha atau 66,7 % dari total luasan daya dukung. Skenario ideal pengembangan usaha budidaya rumput laut yaitu; melalui penambahan bibit unggul dan informasi musim tanam serta melaksanakan budidaya secara optimal sehingga potensi ekonomi pertahun dapat tercapai.
Pengaruh Aktifitas Seafloor Fumaroles Terhadap Sebaran Suhu Permukaan dan Kondisi Lingkungan Perairan di Teluk Pria Laot, Pulau Weh Gemilang, Wisnu Arya; Wisha, Ulung Jantama
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i1.6776

Abstract

Aktifitas vulkanik bawah laut yang ada di kawasan perairan Pulau Weh ditunjukkan dalam bentuk fumaroles, solfatara, lahan panas, mata air panas, kolam lumpur panas dan alterasi sekitar lubang kepundah dasar laut dan pantai. Manifestasi hydrothermal berupa semburan gas vulkanik dan keluaran mata air panas bawah laut mendominasi pada perairan Pulau Weh, terutama pada Teluk Pria Laot. Penelitian ini dilakukan terhadap karakteristik Suhu Permukaan Laut (SPL) menggunakan pendekatan data citra satelit Aqua MODIS dapat memberikan gambaran pengaruh aktifitas mata air panas bawah laut terhadap SPL. SPL di sekitar lokasi keluaran airpanas bawah laut menunjukkan nilai tingggi dibandingkan sekitarnya. Rata-rata SPL pada musim barat 28,94°C, peralihan I 30,52°C, monsun Timur 30,06°C, dan pada musim peralihan II 27,93°C.  Musim timur hingga peralihan II memperlihatkan anomali rendahnya suhu sekitar keluaran mata airpanas dibandingkan dengan sekitarnya, yang dipengaruhi oleh faktor meningkatnya curah hujan dan fenomena Transpor Ekman. Fluktuasi SPL pada area sekitar aktifitas seafloor fumaroles mengikuti pola perubahan elevasi pasang-surut. Aktifitas seafloor fumaroles memberikan dampak perubahan karakteristik nilai salinitas, pH serta suhu sekitar Teluk, sehingga banyak biota laut yang tidak dapat hidup di sekitar fumaroles tersebut.
Variabilitas Hidrologis dan Dinamika Produksi Garam pada Beragam Kondisi ENSO di Kabupaten Pati dan Rembang Bramawanto, Rikha; Ratnawati, Herlina Ika; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i1.7593

Abstract

El Niño Southern Oscillation (ENSO) merupakan salah satu fenomena global yang terbukti mempengaruhi curah hujan dan sekaligus produksi garam di Indonesia. Kajian ini menggali informasi karakteristik variabilitas hidrologis pada beragam kejadian ENSO. Tujuannya untuk memperoleh gambaran kondisi optimum (maksimum dan minimum) hidrologis yang mendukung produksi garam. Dinamika produksi garam di Pati dan Rembang cenderung selaras dengan perubahan kejadian ENSO. Kondisi hidrologis optimum yang terjadi agar produksi garam dapat tetap berlangsung antara lain terdiri dari rata-rata SPL 28,3 - 28,5 °C, rata-rata laju evaporasi 5,8 - 6,3 mm/hari, rata-rata laju presitipasi 0,45 - 4,5 mm/hari dan kadar salinitas 32,7- 32,8 PSU. Dalam kajian ini kondisi maksimum terjadi saat El Niño kuat tahun 2015 berlangsung, dan kondisi minimum terjadi saat ENSO netral pada 2014 berlangsung. Nilai rata-rata SPL, laju evaporasi dan laju presitipasi yang melebihi kondisi minimum serta salinitas yang kurang dari kondisi miminum akan berpotensi mengakibatkan gagal panen garam seperti tahun 2016. Informasi ini bermanfaat bagi petambak garam untuk menekan risiko kerugian akibat fase ekstrim dari ENSO.
Cover Subandriyo, ST, Joko
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v15i1.7893

Abstract

Cover

Page 1 of 1 | Total Record : 7