cover
Filter by Year
Jurnal Kelautan Nasional
ISSN : 1907767X     EISSN : 26154579
Jurnal Kelautan Nasional (JKN) ISSN 1907-767X, e-ISSN 2615-4579 adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) adalah nomenklatur baru, sejak tahun 2017, untuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP). Jurnal Kelautan Nasional, sebelum dikelola oleh Pusriskel maupun P3SDLP, adalah dikelola oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP). Pada tahun 2016, P3TKP kemudian merger ke P3SDLP.
Articles
96
Articles
KARAKTERISTIK PESISIR DAN PERAIRAN SEKITAR PULAU SIRANDAH UNTUK MENDUKUNG WISATA KEPULAUAN DI KOTA PADANG

Tanto, Try Al, Putra, Aprizon, Husrin, Semeidi, Ondara, Koko, Ilham, Ilham

Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pulau Sirandah saat ini mulai menjadi salah satu tujuan wisata kepulauan yang ramai dikunjungi di Kota Padang. Kajian pesisir dan perairan di pulau ini sangat diperlukan, tujuannya untuk mengetahui karakteristik sumber daya pesisir, parameter oseanografi, dan kondisi kualitas perairan di sekitar pulau, sehingga dapat berguna untuk mendukung wisata kepulauan di sekitar pulau tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa cukup baik kondisi dari pesisir pantai dan kualitas perairan di sekitar Pulau Sirandah. Secara keseluruhan pulau ini di kelilingi oleh pantai beting, sedimen berpasir putih, tergolong landai (6,21 – 9,52°), dengan pesisir pantai yang luas (total 1,32 Ha) dan lebar (9,5 – 17,3 m), serta garis pantai sepanjang 1,45 km. Perairan sekitar Pulau Sirandah memiliki kedalaman laut mencapai 50 m (dekat pesisir pantai masih 0 – 10 m), tergolong perairan dangkal. Pasang surut yang terjadi tergolong pasang surut campuran condong ganda (nilai F= 0,3558), dan kondisi arus permukaan tergolong rendah, berkisar antara 6,47 - 17,40 cm/dt. Kualitas air laut sekitar pulau masih tergolong baik, nilai suhu (SST) berkisar 29,9 – 30,1°C, pH 8,96 – 9, DO 7,72 – 8,13 mg/lt, salinitas 29,9 – 30,1 ‰, dan kecerahan perairan 6,15 – 8,5 m (mencapai 100%). Kondisi karakteristik pesisir dan perairan di Pulau Sirandah sangat mendukung untuk wisata kepulauan, yaitu wisata pantai (rekreasi) sangat sesuai dengan nilai 81,12 %, wisata snorkeling cukup sesuai dengan nilai rata-rata 61,40 %, dan wisata selam cukup sesuai dengan rata-rata sebesar 62,96 %. Adapun daya dukung kawasan (DDK), untuk wisata pantai (rekreasi) sebanyak 58 orang, wisata snorkeling sebanyak 48 orang, serta wisata selam sebanyak 8 pasangan penyelam dalam sehari.

DAYA DUKUNG SPASIAL KAWASAN PERTAMBAKAN MELALUI INTERPRETASI CITRA SATELIT ALOS AVNIR-2 STUDI KASUS KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN

Amri, Syahrial Nur, Arifin, Taslim

Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Calculation of carrying capacity of aquaculture area is important to optimize the coastal area utilization. The calculations of the spatial carrying capacity require the availability of accurate spatial data, and one of the best spatial data providers today is through the use of satellite imagery. This study aims to determine the ability of the pond land in support of the coastal community activities and regional development. This research covers two stages: 1) spatially identifies the pond area through the interpretation of ALOS AVNIR-2 satellite imagery with the masking technique; 2) Calculating the value of Carrying Capacity Ratio (CCR)  to know the ability of land to coastal community activities. The results show that the pond areas in Maros District identified as 9.621,60 hectares, and the CCR analysis shows a value of 2,79 or > 1. The value indicates the ability of pond land which is still relatively able to meet the needs of community activities. Bontoa sub-district is the region with the lowest CCR value (1,73), which means that the available of pond land is almost unable to fully support the communitys activities. Management strategies are needed in the form of increased productivity through the intensification patterns, and / or suppressing the population growth. 

STUDY OF SEDIMENTATION IN THE WATER OF PATIMBAN PORT DEVELOPMENT PLAN USING COMPUTATION MODELING

Wibowo, Mardi

Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The developmentof the international port of Patimban in Subang is very urgent. The port is expected to support the Tanjung Priok port in Jakarta which is unable to meet the loading and unloading needs of business operators, especially in West Java. In port development planning one of the main problems of physical chemical aspects is sedimentation and erosion process. The purpose of this modeling is to know the sedimentation and erosion pattern around the location plan of port development. The result of modeling is expected to be the initial consideration in designing the Patimban Port. Modeling of sediment transport is done by using MIKE21 Sand Transport module software by entering geophysical data of field survey result such as bathymetry, sea level, river flow and characteristic of existing sediment. Modeling is done both in west season and east season for 1 year (October 2016-September 2017).Based on the results of this modeling is known that the existing conditions in parairan construction plan ponds occur sedimentation sedimentation of 12.74 cm / m th while when the port has been built a little erosion -0.34 cm / year. Whereas in the existing shipping lane plan there is sedimentation 14,41 cm / year and when the port has been built there is sedimentation of 6,06 cm / year.

ANALISIS MULTILAYER VARIABILITAS UPWELLING DI PERAIRAN SELATAN JAWA

Sukresno, Bambang, Jatisworo, Denarika, Kusuma, Denny Wijaya

Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Variabilitas upwelling di perairan selatan Jawa telah diidentifikasi. Analisis multilayer dilakukan dengan menggunakan data ARGO Float. Variabilitas suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a (klor-a) dianalisis dengan menggunakan data satelit MODIS Aqua. Pengaruh El Nino Southern Oscillation (ENSO) terhadap upwelling dilakukan dengan menggunakan indeks Oceanic Nino Index (ONI), sedangkan pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) direpresentasikan dengan menggunakan indeks Dipole Mode Index (DMI). Dari hasil penelitian diketahui bahwa ENSO mempengaruhi intensitas upwelling. Pada periode el nino intensitas upwelling mengalami peningkatan yang diikuti oleh penurunan SPL dan naiknya konsentrasi klor-a, sebaliknya pada periode la nina terjadi penurunan intensitas upwelling yang diikuti naiknya SPL dan turunnya konsentrasi klor-a. Peningkatan intensitas upwelling juga terdeteksi pada saat terjadi periode IOD positif, sedangkan penurunan intensitas upwelling terjadi pada periode IOD negatif. 

PEMODELAN HIDRODINAMIKA DAN TRANSPOR SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEKITAR TANJUNG PONTANG, KABUPATEN SERANG - BANTEN

Prihantono, Joko, Fajrianto, Irfan Arif, Kurniadi, Yessi Nirwana

Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tanjung Pontang yang terletak di Provinsi Banten mengalami abrasi pantai dan kekeruhan yang cukup serius. Penelitian abrasi pantai ini telah dibuktikan oleh peneliti lain berdasarkan analisis perubahan garis pantai menggunakan citra satelit dengan tahun yang berbeda, namun penelitian dengan menggunakan pemodelan transpor sedimen belum pernah dilakukan di daerah tersebut. Pemodelan numerik hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan perangkat lunak MIKE21 telah berhasil dilakukan pada penelitian ini untuk membuktikan proses abrasi dan kekeruhan di sekitar Tanjung Pontang. Hasil pemodelan hidrodinamika dengan pembangkit parameter angin menunjukkan adanya arus sejajar garis pantai pada saat musim barat dan musim timur. Pada saat musim barat arus sejajar pantai di Tanjung Pontang dominan bergerak ke arah timur, sedangkan pada saat musim timur sebagian arus sejajar pantai di Tanjung Pontang bergerak ke arah timur, dan sebagian bergerak ke selatan menuju Teluk Banten. Selain itu analisis perubahan bed level menunjukkan adanya penurunan bed level yang mengindikasikan abrasi di sekitar Tanjung Pontang dan adanya sedimentasi di Sungai Ciujung Baru. Kekeruhan terjadi di sekitar Tanjung Pontang dan Teluk Banten disebabkan oleh karena adanya tingginya sedimen tersuspensi di Sungai Ciujung Lama dan terbawa oleh arus sejajar garis pantai di sekitar Tanjung Pontang.

KARAKTERISTIK SEBARAN SEDIMEN PANTAI UTARA JAWA STUDI KASUS: KECAMATAN BREBES JAWA TENGAH

Gemilang, Wisnu Arya, Rahmawan, Guntur Adhi, Dhiauddin, Ruzana, Wisha, Ulung Jantama

Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dinamika kawasan pesisir mencakup proses erosi dan sedimentasi merupakan hal penting untuk mengetahui kondisi pantai. Pesisir Kecamatan Brebes merupakan salah satu kawasan di Pantai Utara Pulau Jawa yang memiliki dinamika perubahan pesisir sangat fluktuatif. Studi sebaran jenis sedimen yang dilakukan secara terpadu di perairan Kecamatan Brebes ditunjukkan untuk memberikan gambaran proses transportasi dan pengendapan sedimen berdasarkan distribusi ukuran butir sedimen. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel sedimen dasar perairan secara acak dan tersebar di sepanjang pesisir dengan metode grab sampler, kemudian dilakukan analisis lebih lanjut dengan metode granulometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, pola sebaran sedimen permukaan dasar laut Kecamatan Brebes didominasi oleh sedimen berukuran lempung-pasir. Jenis sedimen berdasarkan ukuran butirnya yaitu pasir, pasir lanauan, lanau pasiran dan lanau. Kondisi hidro-oseanografi yang fluktuatif memberikan nilai sortasi buruk hingga sedang. Dominasi ukuran halus tersebar pada bagian Timur wilayah kajian, sedangkan fraksi kasar tersebar dibagian Barat dekat dengan laut Jawa. Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang memicu erosi dibagian pesisir Kecamatan Brebes.

ANALISA NUMERIK OLAH GERAK KAPAL SELAM DENGAN VARIASI BENTUK AFTER BODY

Virliani, Putri, Suastika, I Ketut, Aryawan, Wasis Dwi

Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam pengoperasian kapal selam, olah gerak (maneuver) yang baik diperlukan pada saat melakukan serangan maupun menghindar dari  serangan musuh. Salah satu komponen teknologi kapal selam yang perlu dikembangkan untuk mencapai maneuver yang baik adalah komponen hydroplane yang tersusun pada bagian after body kapal selam. Kapal selam itu dapat melakukan olah gerak vertikal mapun horizontal dengan menggunakan sistem kendali gerak (hydroplane). Ukuran geometri dan bentuk lambung dari kapal selam mempengaruhi karakteristik maneuver kapal selam. Untuk mencapai  karakteristik maneuver yang diinginkan diperlukan perancangan ulang sistem kendali hydroplane. Penelitian ini diawali dengan membuat variasi bentuk after body kapal selam dan memprediksi lintasan gerak melingkar kapal selam. Perhitungan gaya hidrodinamika dan momen dilakukan secara numerik dengan menggunakan software Computational Fluid Dynamic (CFD-CFX). Kemudian dengan menggunakan software MATLAB , data-data hasil dari perhitungan CFD dapat dimasukkan ke dalam persamaan untuk diturunkan menjadi kurva yang menunjukkan lintasan gerak melingkar kapal selam.

ASSESSING GROUNDWATER VULNERABILITY USING GALDIT METHOD (CASE STUDY: PADEMAWU SALT POND AREA, MADURA-INDONESIA)

Gemilang, Wisnu Arya, Kusumah, Gunardi, Wisha, Ulung Jantama

Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Groundwater quality pollution in the Pademawu coastal area is very alarming. The major problem is landuse overlapping between salt pond and settlement area which influences environment degradation enhancement. One of negative impacts is groundwater vulnerability in the salt pond area. The salt content enhancement affects some wells become saline around the settlement area which proves the environment degradation has occurred. This study has aim to determine the groundwater vulnerability level in Pademawu coastal area. We employed GALDIT method to assess the groundwater vulnerability level by which calculates the six GALDIT parameters such as groundwater occurrence aquifer type, hydraulic conductivity, level above mean sea level, distance from coast, impact of existing intrusion and aquifer thickness. We divided the groundwater vulnerability into 3 classes, which are high, moderate, and low vulnerability. The sensitivity analysis result shows that the distance between groundwater source and the coast (D) has reached 74 % which tremendously influences the groundwater vulnerability level. The high level of vulnerability is found in the area near the coast and salt pond which deteriorated towards north. The limitation of groundwater utilization and salt pond area in Pademawu coastal area is one of the precise ways declining the intrusion of sea water to the groundwater quality condition.

ANALISA HIDRO OSEANOGRAFI PULAU LIWUNGAN UNTUK STUDI KELAYAKAN STRUKTUR DERMAGA APUNG

Sufyan, Agus, Akhwady, Rudhy, Risandi, Johan, Syadiah, Nurfitri

Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kajian hidro oseanografi digunakan untuk menentukan lokasi penempatan dermaga apung yang sesuai di Pulau Liwungan Kabupaten Pandeglang-Jawa Barat.  Dermaga apung di pulau tersebut nantinya akan digunakan sebagai pendukung kegiatan wisata bahari. Penggunaan dermaga apung dipilih karena mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan dermaga konvensional, utamanya dari segi biaya dan kemudahan pemasangan. Akan tetapi, dermaga jenis ini mememerlukan kondisi fisik perairan yang spesifik. Pada studi ini, dilakukan analisa terhadap faktor fisik perairan yang berpengaruh, yaitu kondisi gelombang dan pasang surut, melalui pengamatan lapangan dan pemodelan numerik dengan MIKE 21. Gelombang signifikan pada perairan Liwungan berkisar 1,1- 2 meter dengan rata-rata 1,8 m. Pasang surut mempunyai tinggi tunggang 1,66 meter, dengan  tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda. Hasil analisa menunjukkan letak perairan yang sesuai untuk penempatan dermaga apung berada di bagian tenggara pulau Liwungan dengan dasar perairan yang relatif lebih curam dengan kemiringan 8,5°. Lokasi tersebut relatif terlindung dari serangan gelombang  dengan tinggi gelombang maksimum pada titik pemasangan dermaga apung hanya 1,35 meter (periode ulang 25 tahun).

PENGEMBANGAN INSTRUMEN LAGRANGIAN GPS DRIFTER COMBINED (GERNED) UNTUK OBSERVASI LAUT

Purba, Noir Primadona, A. Harahap, Syawaludin, Prihadi, Donny J., Faizal, Ibnu, Mulyani, Putri G., Fitriadi, Candra A., Pangestu, Isnan F., Atmoko, Prio D., Alfath, Adam, Sitio, Joshua T.

Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Instrumen Lagrangian telah banyak digunakan untuk pengumpulan data arus laut dan observasi di perairan Indonesia membutuhkan data yang langsung dapat diketahui (real time). Kajian ini menekankan pada pengembangan GPS Drifter Combined (GERNED) dari sisi desain dan sistem pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa GERNED dapat digunakan di danau, perairan dangkal, dan laut terbuka. Konstruksi terdiri dari bahan akrilik, Polyethylene, dan aluminium. Desain konstruksi terdiri dari bagian atas sebagai penutup dan juga tempat sensor udara dan lampu indikator, bagian tengah yang merupakan pusat mikro-kontroller, catu daya, sensor-sensor, penyimpanan data manual dan pengiriman data via satelit. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat ini sekitar 15.000.000 (lima belas juta rupiah) dengan biaya terbesar adalah kontrol pengiriman data. Pada bagian bawah merupakan baling-baling statik. Pengujian yang dilakukan di laboratorium untuk melihat posisi lokasi sudah menunjukkan data yang sama dengan data lapangan sedangkan untuk pengujian lapangan yang dilakukan di pulau Untung Jawa menunjukkan bahwa arah dan pergerakan GERNED sama dengan pergerakan float tracking umumnya.