cover
Contact Name
Dani Saepuloh
Contact Email
danie_saepuloh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
lydiadesmaniarirwan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kelautan Nasional
ISSN : 1907767X     EISSN : 26154579     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Kelautan Nasional (JKN) ISSN 1907-767X, e-ISSN 2615-4579 adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) adalah nomenklatur baru, sejak tahun 2017, untuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP). Jurnal Kelautan Nasional, sebelum dikelola oleh Pusriskel maupun P3SDLP, adalah dikelola oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP). Pada tahun 2016, P3TKP kemudian merger ke P3SDLP.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 3 (2014): DESEMBER" : 5 Documents clear
MIGRASI VERTIKAL ZOOPLANKTON DI LAUT BANDA Moniharapon, Domey; Jaya, Indra; Manik, Henry; Pujiyati, Sri; Hestirianoto, Totok; Syahailatua, Augy
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 3 (2014): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v9i3.6211

Abstract

Analisis migrasi vertikal zooplankton di Laut Banda telah dilakukan berdasarkan nilai hambur balik akustik yang diperoleh dari pengukuran pada tanggal 21-30 November 2013 menggunakan instrument akustik simrad EK 500 yang dipasang pada Kapal Riset Baruna Jaya VII. Hasil analisis menunjukan migrasi vertikal zooplankton di Laut Banda merupakan fungsi dari waktu dan konsentrasi klorofil. Agregasi zooplankton berada pada lapisan permukaan 0-25 meter untuk setiap waktu pengamatan, bersamaan dengan nilai konsentrasi khorofil yang tinggi yakni mencapai 2,1 mg/m3. Nilai volume hamburan balik akustik rerata pada strata kedalaman 0-25 meter adalah -84,31 dB, pada kedalaman 25-50 meter sebesar -82,02 dB dan pada kedalaman 50-75 meter sebesar -83,9 dB.
UJI PERFORMANSI BUOY PLUTO UNTUK PERINGATAN DINI PENCEMARAN PERAIRAN Chandra, Handy; Sianturi, Daud S. A.; Firdaus, Yustisia
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 3 (2014): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v9i3.6212

Abstract

Aplikasi buoy (pelampung) untuk berbagai keperluan di Indonesia sudah bukan hal yang baru. Ada yang dipergunakan untuk navigasi, pemantauan tsunami, penelitian, perikanan dan energi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengembangan buoy PLUTO (singkatan Perairan selaLU termoniTOr) tahun 2010. Awalnya buoy PLUTO ini dipergunakan untuk memantau kualitas perairan budidaya rumput laut di Wakatobi dengan sistem non-telemetri. Tahun 2013 dikembangkan kapasitasnya memiliki sistem telemetri. Hasilnya diujikan untuk peringatan dini pencemaran di perairan pelabuhan perikanan Pekalongan. Hasilnya menunjukkan hal positif bahwa dengan memakai 3 sensor saja, yaitu suhu, salinitas dan oksigen terlarut (DO), pencemaran yang terjadi dapat terdeteksi. Demikian pula sistem telemetri berjalan dengan baik.
KAJIAN KONSEP FISHING ECOPORT UNTUK PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN DI INDONESIA Mbay, La Ode Nurman; Nugraha, R. Bambang Adhitya; Kusyanto, Djoko
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 3 (2014): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v9i3.6213

Abstract

Mempertahankan mutu produk perikanan adalah hal yang urgent harus dilakukan terkait adanya beberapa kasus penolakan produk ekspor perikanan Indonesia oleh beberapa negara tujuan ekspor seperti Jepang, Uni Eropa dan USA.  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa keamanan pangan harus dijamin sepanjang rantai produksi berlangsung untuk tetap terus meningkatkan kualitas produk perikanan. Oleh karena itu, KKP perlu mengoptimalkan fungsi pelabuhan perikanan yang merupakan ujung tombak dan prime mover dalam kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran. Salah satu konsep yang akan diterapkan oleh KKP adalah fishing ecoport yang mengadop konsep negara-negara Uni Eropa dalam pengelolaan lingkungan pelabuhan untuk peningkatan produksi perikanan yang bermutu dengan berpegang pada prinsip biosecurity dan tracebility produk yang dihasilkan. Pelabuhan perikanan yang menjadi kawasan percontohan penerapan konsep fishing ecoport ini adalah Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung.
ANALISIS KERJA SISTEM REFRIGERASI MEJA PENJAJA IKAN Taukhid, Imam; Daniel, Donal; S., B. Realino
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 3 (2014): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v9i3.6208

Abstract

Penjual ikan di pasar-pasar tradisional masih mengalami kendala dalam menerapkan teknik pengesan. Salah satu solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menerapkan teknologi refrigerasi. Teknologi refrigerasi yaitu suatu teknologi yang dapat digunakan untuk menyerap panas dari ikan dengan tujuan untuk menurunkan temperatur sesuai dengan yang diinginkan. Pada makalah ini dilakukan pengujian dengan menggunakan meja penjaja ikan yang telah terintegrasi dengan sistem refrigerasi. Peralatan sistem refrigerasi yang digunakan yaitu kompresor, kondensor, evaporator, pipa kapiler dan refrigerant R134a. Hasil analisis pengujian sistem refrigerasi menunjukkan nilai maksimal Coefficient of Performance (COP) sebesar 5, efesiensi 99 % dan kebutuhan listrik rata-rata sebesar 350 Watt.
DAMPAK GELOMBANG EKUATORIAL ROSSBY TERHADAP PRODUKTIVITAS PERAIRAN, BARAT PASIFIK WARM POOL Waas, Harold J. D.; Siregar, Vincentius P.; Jaya, Indra; Gaol, Jonson Lumban
Jurnal Kelautan Nasional Vol 9, No 3 (2014): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v9i3.6210

Abstract

Gelombang ekuatorial Rossby selama ENSO berperan penting di perairan oligotropik Barat Pasifik Warm Pool (BPWP) melalui efek rototiller gelombang Rossby. Dampak utamanya adalah blooming fitoplankton pada puncak gelombang dan pengangkatan kedalaman klorofil-a maksimum mendekati (di atas) dasar lapisan pencampuran. Kontribusi gelombang Rossby dalam meningkatkan produktivitas primer permukaan perairan berdasarkan hasil perhitungan data klimatologi dan data set bulanan ocean color berkisar antara 4 – 38%  karena konsentrasi fitoplankton yang tinggi berada di bawah kedalaman lapisan pencampuran dan zona kedalaman optikal SeaWIFS. Walaupun kontribusi gelombang Rossby rendah tetapi secara signifikan berkontribusi terhadap tingginya hasil tangkapan tuna selama akhir episode ENSO (Januari – Maret). Aspek lain gangguan gelombang adalah peningkatan kelimpahan group fitoplankton Cyanobacteria dan Coccolitophores (komponen dari microbial loop) dasar dari rantai makan tuna dan mendominasi sebagian besar produksi primer pada puncak gelombang dan kedalaman klorofil-a maksimum.

Page 1 of 1 | Total Record : 5