cover
Contact Name
Dani Saepuloh
Contact Email
danie_saepuloh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
lydiadesmaniarirwan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kelautan Nasional
ISSN : 1907767X     EISSN : 26154579     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Kelautan Nasional (JKN) ISSN 1907-767X, e-ISSN 2615-4579 adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) adalah nomenklatur baru, sejak tahun 2017, untuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP). Jurnal Kelautan Nasional, sebelum dikelola oleh Pusriskel maupun P3SDLP, adalah dikelola oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP). Pada tahun 2016, P3TKP kemudian merger ke P3SDLP.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS" : 6 Documents clear
ANALISIS FOSIL FORAMINIFERA PADA SEDIMEN LAUT DI SELAT MAKASSAR SEBAGAI BIOINDIKATOR PALEO-TEMPERATUR PERMUKAAN AIR LAUT Sholihah, Ghina Aghniatus
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.414 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v12i3.6373

Abstract

Perubahan kondisi suhu permukaan air laut berlangsung dari masa lampau hingga saat ini. Informasi tentang perubahan tersebut dapat diperoleh dari fosil foraminifera yang terendapkan dalam sedimen laut. Struktur tubuh foraminifera yang sederhana, sebarannya yang luas serta kemampuannya yang tinggi dalam merespon perubahan lingkungan menjadikan foraminifera berpotensi sebagai bioindikator paleotemperatur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis foraminifera sebagai bioindikator paleotemperatur. Pengambilan sampel fosil foraminifera pada sedimen laut di Selat Makassar dilakukan pada dua stasiun kemudian diidentifikasi sampai tingkat spesies. Data foraminifera yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan grafik terhadap kelimpahan individu dan jumlah spesies foraminifera untuk selanjutnya dianalisis jenis yang merupakan bioindikator paleotemperatur. Hasil identifikasi ditemukan 60 spesies foraminifera dari sejumlah 599.759 individu terdiri dari 32 spesies foraminifera bentonik dan 28 spesies foraminifera planktonik.  Hasil analisis data foraminifera memperlihatkan bahwa Globigerinoides rubra dan Globigerinoides sacculifera dapat digunakan sebagai bioindikator paleotemperatur permukaaan air laut yaitu. Berdasarkan analisis foraminifera tersebut menunjukkan bahwa suhu permukaan air laut di Selat Makassar pada masa lampau lebih tinggi dibandingkan saat ini.
ANALISA NUMERIK OLAH GERAK KAPAL SELAM DENGAN VARIASI BENTUK AFTER BODY Virliani, Putri; Suastika, I Ketut; Aryawan, Wasis Dwi
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1787.171 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v12i2.5703

Abstract

Dalam pengoperasian kapal selam, olah gerak (maneuver) yang baik diperlukan pada saat melakukan serangan maupun menghindar dari  serangan musuh. Salah satu komponen teknologi kapal selam yang perlu dikembangkan untuk mencapai maneuver yang baik adalah komponen hydroplane yang tersusun pada bagian after body kapal selam. Kapal selam itu dapat melakukan olah gerak vertikal mapun horizontal dengan menggunakan sistem kendali gerak (hydroplane). Ukuran geometri dan bentuk lambung dari kapal selam mempengaruhi karakteristik maneuver kapal selam. Untuk mencapai  karakteristik maneuver yang diinginkan diperlukan perancangan ulang sistem kendali hydroplane. Penelitian ini diawali dengan membuat variasi bentuk after body kapal selam dan memprediksi lintasan gerak melingkar kapal selam. Perhitungan gaya hidrodinamika dan momen dilakukan secara numerik dengan menggunakan software Computational Fluid Dynamic (CFD-CFX). Kemudian dengan menggunakan software MATLAB , data-data hasil dari perhitungan CFD dapat dimasukkan ke dalam persamaan untuk diturunkan menjadi kurva yang menunjukkan lintasan gerak melingkar kapal selam.
ANALISA NUMERIK OLAH GERAK KAPAL SELAM DENGAN VARIASI BENTUK AFTER BODY Virliani, Putri; Suastika, I Ketut; Aryawan, Wasis Dwi
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v12i2.6709

Abstract

Dalam pengoperasian kapal selam, olah gerak (maneuver) yang baik diperlukan pada saat melakukan serangan maupun menghindar dari  serangan musuh. Salah satu komponen teknologi kapal selam yang perlu dikembangkan untuk mencapai maneuver yang baik adalah komponen hydroplane yang tersusun pada bagian after body kapal selam. Kapal selam itu dapat melakukan olah gerak vertikal mapun horizontal dengan menggunakan sistem kendali gerak (hydroplane). Ukuran geometri dan bentuk lambung dari kapal selam mempengaruhi karakteristik maneuver kapal selam. Untuk mencapai  karakteristik maneuver yang diinginkan diperlukan perancangan ulang sistem kendali hydroplane. Penelitian ini diawali dengan membuat variasi bentuk after body kapal selam dan memprediksi lintasan gerak melingkar kapal selam. Perhitungan gaya hidrodinamika dan momen dilakukan secara numerik dengan menggunakan software Computational Fluid Dynamic (CFD-CFX). Kemudian dengan menggunakan software MATLAB , data-data hasil dari perhitungan CFD dapat dimasukkan ke dalam persamaan untuk diturunkan menjadi kurva yang menunjukkan lintasan gerak melingkar kapal selam.
HIDRODINAMIKA DAN KUALITAS PERAIRAN UNTUK KESESUAIAN PEMBANGUNAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) OFFSHORE DI PERAIRAN KENEUKAI, NANGROE ACEH DARUSSALAM Ondara, Koko; Rahmawan, Guntur Adhi; Wisha, Ulung Jantama; Hasanah Ridwan, Nia Naelul
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1450.81 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v12i2.6242

Abstract

Perairan Keneukai merupakan salah satu penghasil sumber daya perikanan di Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam. Jumlah spesies ikan di perairan tersebut mengalami penurunan dari tahun 2008 hingga 2010. Penelitian yang dilakukan oleh Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) pada tahun 2017 mempunyai salah satu tujuan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk usaha budidaya perairan Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai di Perairan Keneukai. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis arus, pasang surut, batimetri, serta kualitas perairan. Kecepatan arus di permukaan berkisar antara 0-0,9 m/s. Sementara itu, kecepatan arus dekat dasar berkisar antara 0-0,74 m/s. Profil vertikal arus menunjukkan mekanisme Spiral Ekman yang berpengaruh terhadap distribusi material-mateial organik secara vertikal dan didominasi oleh arus pasang surut. Topografi Perairan Keneukai termasuk landai dengan kedalaman berkisar 0-72 meter dan terdapat perubahan kedalaman yang signifikan di sejumlah area. Hasil analisis perairan untuk parameter Dissolved Oxygent (DO), salinitas, suhu, pH, kecerahan, nitrit, Biological Oxygent Demand (BOD dan amonia menunjukkan bahwa lokasi penelitian layak dan sesuai untuk dijadikan sebagai tempat budidaya KJA. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku untuk parameter nitrat. Berdasarkan hasil analisis dan verifikasi lapangan dengan pertimbangan aspek fisik dan keterjangkauan lokasi, maka Perairan Keneukai dapat direkomendasikan untuk pengembangan budidaya keramba jaring apung.
TINJAUAN ASPEK KLIMATOLOGI (ENSO DAN IOD) DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKSI GARAM INDONESIA Bramawanto, Rikha; Abida, Rizal Fadlan
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.33 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v12i2.6061

Abstract

Indonesia yang berada pada wilayah pertemuan Samudera Pasifik dan Samudera India sangat  terpengaruh oleh dinamika iklim dan cuaca yang disebabkan oleh adanya ENSO dan IOD. Pengaruh ENSO dan IOD terhadap produksi garam di Indonesia masih belum banyak dikaji. Tulisan ini merupakan kajian literature yang menyandingkan data ENSO dan DOI dengan curah hujan dan produksi garam. Kejadian El Nino kuat bersamaan dengan IOD positif mengakibatkan musim kemarau panjang sehingga panen garam berlangsung lebih lama dan meningkat kuantitasnya, seperti yang terjadi pada tahun 1997 dan 2015. Sebaliknya kejadian La Nina bersamaan dengan IOD negative mengakibatkan musim kemarau basah sehingga terjadi gagal panen garam, sebagaimana yang terjadi pada 2010 dan 2016. Jika terjadi El Nino sangat kuat bersamaan dengan IOD positif, maka perlu diwaspadai ketika terjadi kecenderungan berubah menjadi La Nina secara drastis apalagi bersamaan dengan fase IOD negative di tahun berikutnya. Pemahaman terhadap pola siklus ENSO dan IOD dapat menjadi upaya mitigasi dari risiko gagal panen garam serta menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk menjaga sufficiency stok garam dalam periode tertentu.
PROFIL VERTIKAL KANDUNGAN OKSIGEN TERLARUT DAN FLUORESENCE IN VIVO SEBAGAI INDIKATOR KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN DI PERAIRAN LAUT MALUKU DAN LAUT SULAWESI triyulianti, iis; Hermawan, Indra; Yunanto, Agung; Pradisty, Novia Arinda; Raymonza, Aditya Chandra; Islamy, Fikrul; Magdalena, Nadia Christa
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.405 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v12i2.6222

Abstract

Indeso Joint Expeditions Cruise (IJEP) activity in 2016 measured some water quality parameters, one of them are dissolved oxygen and in vivo fluorescence for expressing biomass of phytoplankton community.Those parameters were measured for analyzing the important component of marine biogeochemical cycle used the titrimetric method and optical sensor.  Expedition of  IJEP was conducted on September 5-15, 2016 from the port of P2LD-LIPI Ambon into Bitung port, North Sulawesi. Measurement results of Dissolved Oxygen (DO) at 21 stations showed varied values vertically and horizontally.  Vertical distribution of DO and fluorescence were measured at seven of depth water (10, 50, 60-150, 300, 500, 750 dan 1000 meter).  Distribution of DO decreased through ocean inventory with its range values was 3,334 – 7,321 mg/L.  Depletion of dissolved oxygen from surface layer into the upper of thermocline layers (50 – 400 meter).  The concentration of DO decreased after chlorophyll maximum layer (represent as in vivo fluorescence) at different of depth water with its range value was 0,4441 – 1,1376 mg/m3. The concentrations of dissolved oxygen were higher both vertically and horizontally in Sulawesi Sea than in Maluku Sea at this transitional season (September 2016) but inversely condition for the in vivo fluorescence in which it’s higher in Maluku Sea. There was an indication of internal upper water mass impacts on the highest concentration of in vivo fluorescence in Maluku Sea. These results indicate that Maluku Sea and Sulawesi Sea have the carrying capacity of the ecosystem for sustainability of their marine life. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6