Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
ISSN : 26215837     EISSN : 26227975
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Tribakti Kediri. Jurnal ini diterbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles
10
Articles
Penanaman Pendidikan Karakter melalui Jam'iyah Diba'iyah di Desa Plumbon Gambang Gudo Jombang

Anggraini, Anik, Mukani, Mukani

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 2 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tradition of reading diba’iyah is recognized as one of culture form. This activity comes from religious Arabic literature. It is an old literary book, but still accepted by the wider community today. This article discusses a planting of character values form carried out through habituation at jam’iyah diba’iyah in Gambang Plumbon Gudo Jombang. Data collecting technique in this research are interview, observation and documentation. This research concludes that Hidayatul Mubtadi’in is the name of the activity aimed to form muslim generations who have high character, conducted every Saturday night by reading Shalawat together in rhythm. The next, the teenage character of Plumbon Gambang is poor because the environmental factor does not support the diba’iyah activity and parents pay less attention to their children. The last is the cultivating of character value to the teenage through habituation methods by four stages, such as approaching the members, giving mauidzah hasanah, warning and educative punishments. Tradisi pembacaan diba’iyah diakui sebagai salah satu bentuk yang berakar dari kultural. Kegiatan ini berasal dari karya sastra Arab keagamaan atau sastra kitab yang sudah begitu tua dan masih diterima masyarakat luas dari waktu ke waktu. Artikel ini mengkaji bentuk-bentuk penanaman nilai-nilai karakter yang diwujudkan dalam bentuk pembiasaan pada jam’iyah iba’iyah di Desa Plumbon Gambang Gudo Jombang. Tulisan field research ini menggunakan teknik pengumpulan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan tulisan ini meliputi tiga hal. Pertama adalah kegiatan komunitas diba’iyah di desa ini bernama Hidayatul Mubtadi’in yang bertujuan membentuk generasi muslim berkarakter mulia, dilaksanakan secara rutin Sabtu malam, di dalamnya dilakukan pembacaan shalawat Nabi Muhammad Saw dari kitab Maulid al-Diba’i secara berjamaah disertai irama lagu. Kedua adalah bahwa karakter anak Desa Plumbon Gambang dikategorikan kurang baik, karena faktor lingkungan yang tidak mendukung kegiatan diba’iyah dan orang tua juga kurang memperhatikan anaknya. Ketiga adalah proses penanaman nilai-nilai pendidikan karakter pada anak melalui jam’iyah diba’iyah ini dengan memakai metode pembiasaan, yang melalui empat tahapan, yaitu melakukan pendekatan kepada anggota, memberikan mauidzah hasanah, anggota diberi peringatan dan hukuman yang mendidik.

Metode Pembelajaran PAI bagi Anak Tunarungu di SDN Inklusi

Khotimah, Husnul

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 2 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This article aims to describe the method of learning deaf children in SDN Betet 1 Kota Kediri, which is one of Inclusion Schools in Kediri. The data taken from the only one deaf student in this school, 2 special Assistance Teachers, 1 Therapist, and parents of student. By using descriptive research method and qualitative approaches, finally the reseach resulted that Personal identification of deaf children is very important. This identification is related to the level of children's hearing loss and the level of intelligence (IQ) possessed. Based on available data, the method of learning Islamic Education in SDN Inclusion is writing to learn strategies, ABA (Applied, Behavior, and Analysis) methods, demonstration methods, muroja'ah methods and speech therapy. These five learning methods can get maximum results if supported by the participation of parents as the main educator.   Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode belajar Pendidikan Agama Islam bagi anak tunarungu di SDN Betet 1 Kota Kediri, yang merupakan salah satu Sekolah Inklusi di Kediri. Data yang diambil berasal dari satu-satunya siswa tunarungu di sekolah ini, 2 Guru Pendamping Khusus, 1 terapist, dan orang tua siswa. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif, akhirnya penelitian menghasilkan bahwa identifikasi anak tunarungu secara personal sangat penting dilakukan. Identifikasi ini terkait dengan tingkat disabilitas pendengaran anak dan tingkat kecerdasan (IQ) yang dimiliki. Berdasarkan data yang ada, maka metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Inklusi adalah strategi writing to learn, metode ABA (Applied, Behaviour, and Analysis), metode demonstrasi, metode muroja’ah dan terapi wicara. Kelima metode pembelajaran ini bisa mendapatkan hasil yang maksimal jika didukung oleh peran serta orang tua sebagai pendidik utama.

Pengembangan Sosiologi Kurikulum Pendidikan Islam di Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan

Abas, Saehu

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 2 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Islamic education curriculum developmentis an attempt of the assessment results through the correction and evaluation of the curriculum, resulting in the effort to change, add or reduce the content or orientation of the educational curriculum, until eventually happen trait development. Relation to the perspectives of sociology education, because they have a process to aim to carry out the development through an approach concepts, values, or the perspective of sociology education. This study therefore, seeks to inform design shape at a time of the implementation of Islamic education curriculum when juxtaposed with the view of educational sociology. The results showed that the design and implementation of educational activities are charged sociology of education in Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan, which is among the activities program includes courses Halaqah Tarbiyah, PDPM (Practice Propagation and Introduction to Community), mukhoyyam Tarbawi or rihlah, the spirit of Eid 'adha sacrifice, the spirit of Eid fitri alms and so forth.   Pengembangan kurikulum pendidikan Islam merupakan suatu upaya dari buah hasil penilaian melalui koreksi dan evaluasi kurikulum, sehingga terjadi usaha untuk merubah, menambahkan atau mengurangi akan isi atau orientasi kurikulum pendidikan, sampai pada akhirnya terjadi sifat pengembangan. Kaitannya dengan pespektif sosiologi pendidikan, kerena memiliki proses sampai tujuan untuk melaksanakan pengembangan tersebut melalui pendekatan konsep, nilai, atau cara pandang sosiologi pendidikan. Demikian penelitian ini, berusaha untuk menginformasikan bentuk desain sekaligus bentuk implementasi kurikulum pendidikan Islam apabila disandingkan dengan pandangan sosiologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya desain dan implementasi kegiatan-kegiatan pendidikan yang bermuatan sosiologi pendidikan di Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan, yang diantara program kegiatan tersebut meliputi program Halaqah Tarbiyah, Praktik Da’wah dan Pengenalan Masyarakat (PDPM), mukhoyyam tarbawi atau rihlah, semangat idul ‘adha berqurban, semangat idul fitri bersedekah dan lain sebagainya.

Implementasi PAI Nirkekerasan di SD Muhammadiyah Sidoarjo

Munir, Muhammad Misbahul

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 2 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Violence phenomenon in the school changes fun and friendly education to be full of anger. Because of that, education has important role to form student’s world view as his ideology choice in the future. Parents and teachers have role to teach violence resistance values. Then, how Islamic education teacher strategy to teach the violence resistance values? The result of this research shows that violence resistance Islamic education teach no bullying attitude or moral, emphasize love each other, and build tolerance each other. The learning strategies to do that are through including tolerance and brotherhood values in curriculum and habituation to practice learning result from the class.   Fenomena  kekerasan di  sekolah mengubah wajah pendidikan yang menyenangkan dan ramah menjadi wajah yang penuh amarah. Wacana pendidikan menjadi paradoksal, yang seharusnya mengajarkan gotong royong, cinta kasih dan tolong menolong berbanding terbalik dan melahirkan fenomena-fenomena kekerasan. Oleh karena itu, Pendidikan berperan penting dalam membentuk pandangan dunia (world view) siswa sebagai pilihan ideologinya di kemudian hari. Adapun yang berperan sebagai aktor dalam proses penanaman nilai-nilai anti kekerasan tersebut terhadap siswa ialah guru dan orang tua. Lantas, bagaimana strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menanamkan nilai-nilai anti kekerasan tersebut, yang mana tugasnya memberitahukan pengetahuan keagamaan, dan juga melaksanakan tugas pendidikan dan pembinaan bagi peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam (PAI) nirkekerasan mengajarkan tentang sikap atau moral anti bullying (tidak diskriminatif), menekankan sifat saling menyayangi sesama (persaudaraan), dan membangun sikap toleransi. Strategi pembelajarannya dilakukan melalui dokumen atau kurikulum yang di dalamnya mengusung nilai-nilai toleransi dan persaudaraan, pembiasaan (simulasi) yang fokus pada tingkah laku peserta didik dalam mempraktikkan hasil pembelajaran di dalam kelas. Sedangkan implikasinya adalah penanaman moral pada anak yang substansinya diutamakan pada nilai-nilai Islami dan akhlak terpuji. Implikasi lain berupa penumbuhan sikap toleransi, seperti kasih sayang (rahmah), kebijaksanaan (hikmah), kemaslahatan universal (al-maslahah al-ammah), dan keadilan.

Kecerdasan Intelektual, Emosional, dan Spiritual dalam Perspektif Bidayatul Hidayah

Hakim, Nur

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 2 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Islam knows three human intelligence. Islamic classic literature uncovered that far before the concept which introduced by West scientist. In the Bidāyatul Hidāyah, we as human admit Allah with all of his greatness and apply in daily activity. This is religious psychology concept which using concept in Islam. Different form West psychology concept which only rely on reason and emotion. The concept of intellectual, emotional and spiritual intelligence in Bidāyatul Hidāyah want someone’s change to be civil society. Not only wealth and intellectual safety but poor spiritual. Or on the contrary not only high spirituality but less wealth and intellectual.   Islam mengenal 3 kecerdasan manusia. Literatur klasik Islam telah mengupas hal tersebut jauh sebelum konsep yang diperkenalkan ilmuwan Barat. Dalam kitab Bidāyatul Hidāyah, kita sebagai manusia mengakui adanya Tuhan dengan segala kebesaran-Nya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan konsep psikologi religius yang menggunakan konsep Islam. Berbeda dengan konsep psikologi Barat yang hanya mengandalkan intelektual (rasio) dan emosional. Konsep kecerdasan intelektual, emosional dan piritual dalam kitab Bidāyatul Hidāyah menghendaki perubahan seseorang menuju sebuah masyarakat Madani dengan kecerdasan yang menyeluruh. Tidak hanya kesejahteraan ekonomi dan intelektualnya yang tinggi seperti bangsa Barat, tapi miskin spiritualitas. Atau sebaliknya, tidak hanya tinggi spiritualitasnya tapi lemah secara ekonomi dan intelektual.

Program Matrikulasi Pada Pembelajaran Kurikulum 2013

Sunaiyah, Salma

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 1 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Matriculation program as learning model for different student is applied by activities. The first matriculation activity is discussion. The goal of this discussion is student can find information from books, internet, and discussion. In this small discussion, there is product as a result. The discussion is done for hour of meeting. The next activity is presentation, plus value from this model is student can find more detail information through direct reading. Student more understand and give quality question. The goal of matriculation is sharpen sensitiveness for analysis and study how to give conclusion scientifically.   Matrikulasi sebagai model pembelajaran untuk siswa yang input-nya berbeda-beda dilaksanakan melalui beberapa kegiatan. Kegiatan matrikulasi dilaksanakan pertama-tama dengan kegiatan diskusi matrikulasi. Diskusi matrikulasi dimaksudkan agar peserta didik mampu menemukan informasi dari buku, internet, dan berdiskusi. Dalam diskusi kecil ada hasilnya berupa produk. Diskusi dilaksanakan  selama satu jam pelajaran. Satu jam pelajaran berikutnya adalah waktu untuk melaksanakan presentasi atau dan panel. Kelebihan dari model ini (matrikulasi), siswa dalam kelompoknya menemukan informasi lebih detail melalui proses membaca langsung. Siswa lebih memahami dan mengajukan pertanyaan secara lebih berkualitas. Tingkat pertanyaan menunjukkan pemahaman mereka. Tujuan dari matrikulasi adalah menajamkan kepekaan analisis dan belajar menarik kesimpulan secara ilmiah. Presentasi hasil diskusi dengan cara siswa menjelaskan dan bertanya jawab lalu menyimpulkan materi yang didiskusikanya. Melalui model ini, efektifitas dapat dicapai. Siswa mengalami sendiri proses scientific dan hasil kognitif pun lebih tinggi kualitasnya.

Studi Perilaku Dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Autis Di SMP Negeri 5 Surabaya

Albab, Hayyan Ahmad Ulul

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 1 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teacher quality is the teacher who has the ability to realize the goals of national education which has a pedagogical competence, personal competence, social competence and professional competence. Autism is a developmental disorder of behavior and talk so they were not able to hold social interaction and living in his own world. Inclusive education is a key method for dealing with children with autistic disorder. The basic principle of inclusive education is all children should have the opportunity to learn together with normal student. Qualitative research is research that aims to understand the phenomenon of what is experienced by the subjects of the study such behavior, perception, motivation and action in a holistic manner and to describe in words and language in a naturally specific context and by utilizing a variety of natural methods. Behavior of students with autism are basically all the same dipend on the difference in rates of autism symptoms. After that, the behavior of students with autism will be directed to behavior that reflects Islamic religion, such as acting polite against teachers, respect to teachers and adhere to what was ordered by the teacher. Second, the learning achievement of Islamic religious education that has been achieved quite encouraging students with autism. This achievement is evidenced by the completion of the subjects of Islamic religious education in accordance with the standards established school graduation and some non-academic achievements.

Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT) Di Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Nurhuda, Mochamad

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 1 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This paper seeks to illustrate the implementation of Quality Assurance System of Higher Education (SPM-PT) in the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, with the problem of why the quality targets in the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training  UIN Sunan Kalijaga have not been achieved and how the implementation of university quality assurance system at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Sunan Kalijaga. Quality assurance of  higher education in universities is the process of implementing and fulfilling the standard of management and higher education consistently and continuously, so that stakeholders (students, parents, the world of work, government, lecturers, support staff, and other interested parties) get satisfaction.   Tulisan ini berusaha menggambarkan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT) di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan rumusan masalah mengapa target mutu di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga belum tercapai dan bagaimana pelaksanaan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Penjaminan mutu perguruan tinggi di perguruan tinggi adalah proses penerapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan dan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga stakeholder (mahasiswa, orang tua, dunia kerja, pemerintah, dosen, tenaga penunjang, serta pihak lain yang berkepentingaan) memperoleh kepuasan.

Penggunaan Media Puzzle Konstruksi Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa SDN Kemangsen II Krian

Hidayati, Eka Wahyu

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 1 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Learning is a complex process and it can occur due to the interaction between man and his environment, his teachers, his friends and even the most important and the man who became the first school of every human being is mimic their parents. A puzzle game is entertaining game and can be enjoyed by children and adults by concentrating and using his thought power optimally in a way to understand and grasp the dimensions of the puzzle in order to complete this game. This study uses a quantitative research design which is the type of research that used is quantitative experimental approaches with One Group Pretest-Postest Design, which is a type of research that provides design pretest before and after being treated. Of the two questions researchers can be found the following reply. The First, there is influence of using puzzle media construction of the cognitive achievement of students in Civics subject which to understand the freedom to organize the fifth grade at SDN Kemangsen II, it’s  proved by t table for a 5% error with db = N-1 = 27 was 2.05. Because of (t count > t table) is 20.44 < 2.060. The Second, the amount of influence the media construction puzzle of cognitive achievement students in the subjects of Civics in understands the freedom to organize the fifth grade at SDN Kemangsen II in the academic year 2014/2015 amounted to 40.7%.

Efektifitas Model Pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa MTsN Mojoroto Kota Kediri

Hartono, Djoni

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol 1 No 1 (2018): IJIES
Publisher : Faculty of Tarbiyah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The different character of student makes the teacher applies exact learning model in order to all of student can follow the learning well. Learning model which is taked im this study is aptitude treatment interaction (ATI) as experiment to increase student learning activity at learning IPS for matery geographic condition of asean countries in VII-C MTsN Mojoroto Kota Kediri. This study is devided to three cycles, the results of it are: (1) there is increase of student activity but the domination of teacher is still much (2) learning activity which involve student activity is increase such as small group discussion, etc (3) domination teacher activities are guidance and monitoring student. Therefore ATI learning model could make student learning activity increase, so that student learning achievment follows it.   Karakteristik siswa yang beragam membuat guru perlu menerapkan model pembelajaran yang tepat agar seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Aptitude Treatment Interaction (ATI) sebagai uji coba untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS  materi kondisi geografis negara-negara asean di kelas VIII-C MTsN Mojoroto Kota Kediri. Penelitian ini terbagi menjadi tiga siklus dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan keaktifan siswa tetapi masih banyak dominasi guru, (2) kegiatan belajar yang melibatkan keaktifan siswa mengalami peningkatan seperti diskusi kelompok kecil, dan sebagainya, (3) aktifitas guru yang paling dominan adalah membimbing dan mengamati siswa. Dengan demikian model pembelajaran ATI telah mampu membuat aktifitas belajar siswa meningkat sehingga prestasi belajar siswa pun ikut meningkat.