cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Agama
ISSN : 19784457     EISSN : 2548477X     DOI : -
Jurnal Sosiologi Agama merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Edisi cetak jurnal ini terbit perdana pada tahun 2007. Untuk edisi online terbit mulai 2016. Jurnal Sosiologi Agama terbit 6 bulan sekali pada bulan Juli dan Desember.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
Meta Analisis:Sifat Mengikuti Kata Hati dan Kinerja dalam Penjelasan Sufisme Saadah, Nurus
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.497 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-04

Abstract

This article examined the relationship between conscientiousness and job performance. The author used Sufism perspective to explained the dynamic on research findings of this metaanalytic. The meta-analytic consisted of 48 studiesfrom 20 articles. Summary analysis provided support for the hypothesis that conscientiousness had a correlation on job performance. The result indicated that conscientiousness positively influenced people’s job performance.Keywords: Conscientiousness, Job Performance, Sufism
IDENTITAS DAN INTERAKSI SOSIAL-KEAGAMAAN MASYARAKAT BELITUNG: TINJAUAN ATAS DAMPAK TOURISM PASCA-MELEDAKNYA LASKAR PELANGI Sofia, Adib
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.319 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-01

Abstract

Masyarakat Pulau Belitung mengalami akselerasi di bidang ekonomi sejak meledaknya Laskar Pelangi. Akan tetapi, di luar persoalan ekonomi terdapat persoalan identitas dan interaksi sosial keagamaan yang berubah. Masyarakat Belitung yang cenderung toleran, ramah, dan terbuka dengan non-muslim maupun wisatawan dari luar Pulau Belitung ini tidak dapat menolak pengaruh wisatawan. Sebagian fungsi masjid menjadi menurun dan terdapat budaya baru seperti bikini, minumminuman keras, penginapan, gaya hidup bersosial media, informasi mode gadget terbaru, dan sebagainya. Ibadah sebagian mereka yang terlibat dalam kegiatan pariwisata juga menjadi minimalis, cenderung konsumtif, dan individualis. Namun, ada upaya dari pemerintah desa, pemuka masyarakat, dan kesadaran warga untuk membentengi dan mengantisipasi pengaruh meledaknya jumlah wisatawan di Pulau tersebut.
Trend Pernikahan Dini di Kalangan Remaja (Studi Kasus Di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta Tahun 2009-2012) Tsany, Fitriana
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.484 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-05

Abstract

Dalam Al-Quran dan Sunnah Rosul menegaskan bahwapernikahan merupakan hubungan antara laki-laki denganperempuan dalam ikatan yang kuat dan terhormat. Dalamkehidupan manusia pernikahan pernikahan selalu diatursedemikian rupa melalui agama, adat istiadat, maupun normayang berlaku dalam masyarakat. Mengacu pada undangundang perkawinan pasal 7 UU no. 1 tahun 1974 yangmenetapkan bahwa umur untuk menikah bagi laki-lakisekurang-kurangya 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Danberbagai macam undang-undang tentang pernikahan ituberbeda-beda. Sehingga menimbulkan persepsi seseorangdalam menikahkan seorang anak. Pernikan merupakan sesuatuhal yang fitrah bagi setiap manusia dan merupakan suatu halyang dianjurkan oleh seluruh agama termasuk Islam untukmeneruskan dan menjaga keturunannya. Pernikahan adalahsuatu ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki denganperempuan sebagai seorang suami isteri dengan tujuan untukmembentuk rumah tangga yang bahagia. Akan tetapipernikahan tersebut akan menjadi isu yang menarik ketikayang menjalaninya adalah seorang remaja atau anak yangmasih dibawah umur seperti kasus yang terjadi di kabupatenGunungkidul Yogyakarta.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui trenpernikahan dini yang ada di Kabupaten Gunungkidul.Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan teknikanalisis data sekunder yang penulis dapat dari Badan PusatStatistik Propinsi DIY yakni dalam Gunungkidul dalam angkaTrend Pernikahan Dini di Kalangan Remaja (Studi Kasus Di Kabupaten Gunung Kidul tahun 2009-2014 dan juga indikator kesejahteraan rakyat Kabupaten Gunungkidul tahun 2009-2012.Keyword: Gender, Remaja, Tren Pernikahan Dini, Gunungkidul
Pelaksanaan Siyāsah Syar‘iyyah di Aceh Fajarni, Suci
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.997 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-06

Abstract

Siyāsah Syar’iyyah merupakan sistem politik yang mengelola urusan pemerintahan dan rakyat Islam dalam setiap aspek. Kaedah pengelolaan tersebut berdasarkan dalil-dalil syari’ah yang terdiri dari alQur’an dan SunnahNabi yang ditafsirkan oleh para ulama. Jika kaedah pengelolaan tersebut tidak disebut dalam dalil al-Qur’an dan Sunnah Nabi, maka ia diambil dari pendapat imam mujtahid dengan syarat tidak bertentangan dengan ketetapan-ketetapan umum dan kaedah-kaedah yang ditetapkan oleh syari’at Islam.Tujuan utama dari pelaksanaan Siyāsah Syar‘iyyah adalah memastikan kepentingan umum masyarakat agar terciptanya kemaslahatan dan terhindarnya masyarakat dari kemudharatan.Tulisan ini mengkajipraktek Siyāsah Syar‘iyyah di Provinsi Aceh yang dibahas melalui dua kebijakanyakni:(1)penerapan syari’at Islam; dan (2) institusionalisasi Wilāyat al-Ĥisbah (WĤ).Kata kunci:Siyāsah Syar‘iyyah, Syari’at Islam, Wilāyat al-Ĥisbah (WĤ).
K.H. Ahmad Dahlan (Muhammad Darwis) Abdullah, Nafilah
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.616 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-02

Abstract

K.H.Ahmad Dahlan lahir di Kauman. Yogyakarta pada tahun 1868 M. Meninggal pada tahun 1923 di makamkan di Karangkajen Yogyakarta.Penggerak kebangkitan Islam di Jawa yang pertama-tama adalah perkumpulan Jamiat Khair yang berdiri di Jakarta pada tahun 1905. Dari perkumpulan inilah tokoh-tokoh baru Islam bermunculan dan mendirikan berbagai perkumpulan misalnya, Persyarikatan Ulama, di Majalengka tahun 1911, Organisasi Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912 atas saran-saran yang diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa anggota Budi Utomo yang didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan beberapa orang pelajar sekolah dokter untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanen.Oleh karena itu, Pemerintah Republik Indonesia mengangkat K.H. Ahmad Dahlan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Indonesia dengan SK. Nomor 657 tahun 1961 (Samsu, 1996: 303)Key word: Gerakan Organisasi Muhammadiyah Kajian tentang Kontiunuitas dan Perubahan
GELIAT ORGANISASI PEMUDA LINGKUNGAN (OPL) DALAM RANAH GERAKAN LINGKUNGAN DI YOGYAKARTA Nugroho, Adityo
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.879 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-07

Abstract

Gerakan sosial telah bertransformasi menjadi Gerakan Sosial Baru (GSB), salah satunya adalah gerakan lingkungan. Gerakan lingkungan merupakan salah satu bentuk kegelisahan umat manusia atas berbagai permasalahan lingkungan. Salah satu aktor penggerak dalam upaya gerakan lingkungan adalah Organisasi Pemuda Lingkungan (OPL). OPL tumbuh dan berkembang di Indonesia untuk turut berperanserta aktif dalam kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai kharakteristik unik dimiliki oleh OPL membedakannya dengan organisasi pemuda ataupun organisasi lingkungan lain.Yogyakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki populasi OPL terbesar. Tercatat ada 21 OPL aktif berkegiatan di kota ini, dengan segala keterbatasan sekaligus kelebihannya. Berbagai cara dilakukan OPL di Yogyakartauntuk dapat ikut berkontribusi dalam gerakan lingkungan, mulai dari sekedar pengkreator konsep, agen perubahan, ataupun pelaksana aksi di lapangan. Target grup dari aksi lingkungan OPL di Yogyakarta beragam dari anak-anak, kaum muda, komunitas, hingga publik.Kata Kunci: Gerakan Lingkungan, Organisasi Pemuda Lingkungan (OPL), Yogyakarta
SPIRITUALITAS ISLAM DALAM BUDAYA WAYANG KULIT MASYARAKAT JAWA DAN SUNDA Jb., Masroer Ch.
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.602 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-03

Abstract

Wayang kulit merupakan bentuk seni dan kebudayaan tertua di pulau Jawa khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Seni wayang kulit pada mulanya merupakan pemujaan agama lokal yang memiliki dimensi spiritualitas yang bertemu dengan estetika budaya. Dimensi spiritualitas wayang kulit terkait dengan pelaku dari kesenian itu, terutama masyarakat yang melahirkan kebudayaan wayang, yaitu seniman dan penikmat wayang. Kedudukan sosial keagamaan seniman dan penikmat wayang sangat berpengaruh dalam corak pertunjukan wayang kulit. Di Jawa, wayang kulit memiliki spiritualitas Islam yang bertemu dengan budaya Kejawen, sehingga keislaman yang diekspresikannya masuk ke dalam kebudayaan “asli” Jawa, melahirkan spiritualitas keislaman yang heterodok. Berbeda dengan wayang kulit di masyarakat Sunda, yang menonjolkan nuansa keislamannya dalam mengeskpresikan spiritualitas wayang kulit baik dalam simbol maupun isi.Hal ini ditunjukkan dari model-model wayang kulit yang dibuatnya yang mengalami improvisasi dan kombinasi dengan budaya Arab dimana tempat agama Islam itu berasal, seperti pakaian sorban Arab pada tokoh wayang, dan munculnya kelompok Punokawanan yang terdiri dari sembilan wali yang mencerminkan sembilan tokoh penyebar agama Islam. Selain itu, ekspresi spiritualitas wayang kulit di Sunda lebih kepada filosofi dan spiritualitas Islam yang berbasis pada ortodoksi agama yang membawa pesan etika dan sosialita secara simbolis. Kata Kuci : Wayang Kulit, Spiritualitas Islam, Simbol Etika dan Estetika.

Page 1 of 1 | Total Record : 7