cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Agama
ISSN : 19784457     EISSN : 2548477X     DOI : -
Jurnal Sosiologi Agama merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Edisi cetak jurnal ini terbit perdana pada tahun 2007. Untuk edisi online terbit mulai 2016. Jurnal Sosiologi Agama terbit 6 bulan sekali pada bulan Juli dan Desember.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 1 (2016)" : 7 Documents clear
KONSTRIBUSI GLIDIG DI DALAM RUMAH TANGGA PETANI DUSUN SOMPOK DESA SRIHARJO YOGYAKARTA tsany, fitri ana
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-01

Abstract

Perubahan sosial yang terjadi pada desa, petani dan pertanian sudah berlangsung sejak awal kekuatan pasar memasuki pedesaan yang kemudian berdampak pada terjadinya proses monetisasi di pedesaan. Akibat dari distribusi penguasaan lahan pertanian dan sumber produksi lainnya yang tidak merata maka kesenjangan sosial semakin meningkatkan jumlah kelompok miskin. Perubahan sosial ekonomi menggiring kondisi petani pada keadaan yang semakin miskin. Adanya pembangunan infrstruktur yang terjadi di Desa Sriharjo ini kemudian mempengaruhi kepadatan penduduk dan perekonomian petani yang ada di desa tersebut.Penulis mengambil Dusun Sompok sebagai lokasi/setting dalam penelitian lapangan terkait dengan fenomena glidig. Fenomena glidig ini muncul ketika penduduk Dusun Sompok banyak yang bekerja di luar desa untuk mengais rejeki yang lebih besar dibandingkan dengan bekerja di sektor pertanian.  Hal ini terjadi ketika akses untuk keluar dibuka lebar oleh pemerintah diantaranya adalah akses transportasi dan infrastruktur yang lebih baik dibandingkan pada era orde baru. Transportasi lebih murah sehingga akses untuk keluar lebih mudah. Peneliti mengangkat tema tentang glidig dikarenakan pada orde baru Dusun Sompok menjadi wakil dari bagian desa yang kurang maju dikarenakan masalah kemiskinan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dinamika glidig dan untuk memahami kemiskinan yang ada di Dusun Sompok Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dengan cara sensus, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah banyak cara yang ditempuh oleh penduduk Dusun Sompok untuk menjadi lebih maju yakni dengan meninggalkan sektor pertanian dan mulai memasuki sektor non pertanian. penduduk Dusun Sompok telah mengembangkan strategi bermacam jenis pekerjaan diantaranya adalah sebagai pekerja Huller dimana pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang paling dominan dilakukan oleh penduduk Dusun Sompok. Kata Kunci : Kemiskinan, Perubahan Sosial, Alih Pekerjaan (glidig)
KONSTRUKSI SOSIAL PEREMPUAN DALAM KEKERASAN RUMAH TANGGA DI BANJARNEGARA, JAWA TENGAH Mutoharoh, Mutoharoh
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.781 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-06

Abstract

Marriage is something wishful many people to be found happiness inside, life together with loveliness and make a contract. Unfortunately, not forever a domestic trip to be present in space happiness.  Fact in societal, occurred a domestic violence. Domestic violence occurred by husband to wife. The subject or doer of violence is not people without religion or not understand with the doctrine in religion. Unfortunately, although in religion measure domestic violence is not legal but it’s always present.Sokanandi RT 05 RW III Banjarnegara it’s one of territory with quantity domestic violence exactly tall, however attention at this case rarely finished. Consequently, this research purpose to understand how about social construction wife in family, cause occur domestic violence, and shape domestic violence happened.This research is qualitative research with analytic-descriptive approach. Accumulation data used observation method, interview, and documentation. The primary source from result observation and result interview it’s from official Religious Courts of Banjarnegara, village head’s office of Sokanandi, RT, ustadz, and respondent domestic violence. The secondary source included from document, website, and competent books. The analysis data use three phases, which is reductions data, display data, and verification data. Researcher use gender theory and feminism as instrument to analyze.Keywords: Social Construction, Domestic Violence, Female
Kerukunan Umat Beragama sebagai Cita-cita Etis (Tinjauan Perspektif Etika Filosofis-Religius) Prabowo S, M Nur
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.273 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-02

Abstract

This paper is a philosophical reflection and analysis by the writer, who is doing research on religious radicalism in Indonesia. The main idea is the principle of religious harmony as a social norm and ethical idealism. From the perspective of philosophical and religious ethics, the condition of harmonious diversity represents the social-good that should be manifested in ways that justified ethically as well. Theoritically, the norm of harmony contains etiquettes, rational consideration, and can be justified in terms of obligations and responsibilities, and in line with the principles of moderation.Keywords: Religious harmony, Ethics, Religion.
POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM MANIFESTO HUMANISME RELIGIUS (KAJIAN DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA) Muzairi, Muzairi
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.04 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-07

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemikiran manifestohumanisme, dan humanisme religius dalam perspeektifsosiologi agama. Salah satu bentuk keragaman humanismeapa yang disebut religius humanisme. religius humanismetelah mengeluarkan manifesto humanisme religius I danII. Tulisan ini mencoba memberikan analisis tentangreligius humanisme dalam perspektif sosiologi agama danmanifesto I dan II. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.Pikiran-pikiran yang terkandung dalam manifestoHumanisme tidak hanya terdapat di bidang teoritis, akantetapi juga di bidang praktis terutama dalam perspektifsosiologi agama yang berkaitan dengan pseudo-agama(agama semu). Pseudo-agama memperlihatkan segi-segiagama murni, tetapi didalamnya manusia menghubungkandiri tidak dengan sesuatu yang bersifat mutlak melainkankepada realitas yang terbatas. Disinilah kita perlu lebihsadar, bahwa salah satu gejala sosial yang menonjol dewasaini muncullah pluralisme. Pluralisme sebagai “situasidimana tersedia lebih dari satu pandangan hidup yangmasing-masing menawarkan visinya termasuk didalamnyapseudo-agama. Dari lima pseudo-agama, Marxime,biologisme, rasisme, sekularisme dan humanisme masingmasing mempunyai value yang mereka tawarkan danmemperlihatkan reaksi terhadap agama resmi.Kata kunci: Humanisme religius, humanisme
TRANSFORMASI SOSIAL PADA UPACARA RAMBU SOLO DIRAPAI DI RANTEPAO TORAJA UTARA rahleda, rahleda
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.31 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-03

Abstract

This study examines the shift rambu solo dirapai ceremony in conjunction with the social changes that occurred in the Toraja people. This study covers the forms of commodification is happening in the ceremony, interpendensi and social relations, as well as forms of figuration and habitus as a supporting component of a shift in the ceremony rambu solo dirapai. In this paper illustrates that ritual rambu solo dirapai shifting meanings and social values in society, first carried out in order to customary funeral procession of bodies of the nobility, now used as a means to obtain the existence in society and have also been used as a commodity for the benefit of tourism, so the ceremony rambu solo dirapai who had now become profane sacred nature. At the local elite also changes the structure, which was once the relationship is between traditional leaders and communities are now going a new power relationship that is influenced by the government as the new power relations by making ceremony rambu solo dirapai as tourism attraction in Toraja. In the shift between traditional leaders and the government as the new power relations created a balanced power relationship so there is no contradiction in the ceremony rambu solo dirapai as indigenous and as a tourism commodity. Keywords: Ceremony Rambu Solo Dirapai, Social Transformation, Figuration
KEGIATAN DISKUSI “JUMAT MALAM” DI UIN SUNAN KALIJAGA: PERSPEKTIF MUTU PERGURUAN TINGGI Damami, Mohammad
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.536 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-04

Abstract

Artikel ini membahas tentang pelaksanaan diskusi ‘jum’at malam’di UIN Sunan Kalijaga. Berangkat dari keprihatinan atas potensi akademik dosen IAIN Sunan Kalijaga penyelenggaraan diskusi diharapkan memberikan kebiasaan tulis-menulis makalah multidisiplin, multijurusan dan multifakultas. keprihatinan tersebut dipecahkan melalui diskusi ‘jum’at malam’. Artikel ini berusaha menjawab apa yang menjadi pendorong tetap diselenggarakannya diskusi ‘jum’at  malam’dalam konteks kemanfaatannya, serta masalah apa yang seharusnya dilakukan dalam penyelenggaraannya dalam membantu memecahan problem-problem bangsa.Artikel ini merupakan hasil penelitian lapangan yang didukung dengan data kepustakaan. penelitian lapangan dilakukan di tengah para peserta diskusi yang aktif. Dengan asumsi bahwa para peserta diskusi lah yang mendapatkan kemanfaatan akan jalannya diskusi. Hal-hal yang mendorong diselenggarakannya diskusi jum’at malam terkait dengan adanya kemanfaatanakademis. dalam rangka mendukung ‘integrasi-interoneksi’keilmuan di UIN Sunan Kalijaga.Key words: Diskusi jumat malam, intedisiplin
KERENGGANGAN SOSIAL JAMAAH MAJELIS TAFSIR AL-QUR’AN (MTA) DENGAN WARGA DUSUN KUNANG, BAYAT, KLATEN Iffah, Izzatun
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.15 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-05

Abstract

This paper would like to lift the social phenomenon in a society that has a different understanding of related social movements that based on the teachings of the Islamic religion. The rise of the Islamic movement-gerkan certainly has the characteristic of each though their main goal is the same to improve the situation of the Muslims, this difference can undoubtedly gave rise to conflict between groups. Assembly Tafir Quran (MTA) is one of the Islamic movement that aims to restore the Muslims in accordance with the Quran and Hadith. The birth of the MTA with all his teachings amongst the people had given the huge impact, the religious doctrine that does not comply with the Community poses a variety of problems. The social tension among worshipers MTA hamlet with Village communities in addition to the Glow caused by different religious doctrine there is also social jealousy because of the proximity of the Government apparatus with MTA Worshipers Village which is considered more powerful than the village officials so that more free in the conduct. However there are positive influences arising out of such kerenggangan good for the MTA nor the people themselves and present the relationships established between the MTA and the general nature of the symbiosis komensalisme.Keywords: Social Tensions, The Tafsir Al-Quran, Social Movements

Page 1 of 1 | Total Record : 7