cover
Contact Name
Jurnal Mina Sains
Contact Email
minasains@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
minasains@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mina Sains
ISSN : 24079030     EISSN : 25500759     DOI : -
Jurnal Mina Sains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dengan para peneliti di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 100 Documents
Karakteristik Suhu Perairan Di Kolam Budidaya Perikanan Muarif, Muarif
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.453 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.444

Abstract

Pola perubahan suhu perairan pada kolam budidaya perikanan penting diketahui, karena suhu akan mempengaruhi proses biologi dan kimiawi yang selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Kisaran suhu pada kolam pernelitian memiliki kisaran 22-30oC berada pada nilai yang layak untuk pengembangan budidaya perikanan. Pola perubahan suhu perairan pada kolam budidaya menunjukkan pola yang tinggi pada siang hari, rendah pada pagi hari dan sedang pada siang hari. Hasil uji statistik menunjukkan suhu air pada pagi, siang, dan sore hari saling berbeda nyata. Kata kunci: Suhu Perairan, budidaya perikanan, kolam
Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Nilem (Osteochillus hasselti) Yang Dipelihara Pada Tingkat Kepadatan Berbeda Ismayadi, Angki; Rosmawati, Rosmawati; Mulyana, Mulyana
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.916 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepadatan terbaik untuk menghasilkan kelangsungan hhidup dan sintasan ikan Nilem.  Sebanyak 960 ekor benih ikan Nilem berukuran 3-7 cm digunakan dalam penelitian ini.  Percobaan ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 ulangan.  Perlakuan terdiri dari tingkat kepadatan 1, 3, 5, dan 7 ikan/liter air.  Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bobot badan mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup (SR), dan kualitas air.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan menghasilkan pengaruh signifikan (P<0,05) untuk  pertumbuhan panjang mutlak, tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap SR dan pertumbuhan bobot badan mutlak.  Pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan 1, 3, dan 7 ikan/liter air tidak berbeda nyata.  Pertambahan panjang mutlak pada perlakuan 5 ikan/liter air berbeda dngan perlakuan 1 dan 3 ikan/liter air tetapi tidak berbeda dengan perlakuan  7 ikan/liter air.  Kualitas air percobaan adalah DO  2,33-6,14 ppm, suhu 28-30˚C, pH 5,52-6,96, CO2 1,99-35,95 ppm, dan NH3 0,025-0,050 ppm.  Tingkat kepadatan 1 dan 7 ikan/liter air tidak berbeda untuk SR dan sintasan ikan Nilem berukuran 3-7 cm. Kata Kunci: Bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kualitas air, tingkat kepadatan. 
Pengaruh Perbedaan Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Pada Sistem Resirkulasi Verawati, Yunik
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.482 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i1.17

Abstract

Budidaya adalah aktivitas menghasilkan biota akuatik di dalam lingkungan terkontrol melalui pembesaran, pertumbuhan, dan perbaikan mutu biota (Effendi, 2004). Ikan gurami telah dikenal dengan baik. Fakta bahwa ikan ini tumbuh dengan baik secara alami, mudah dibesarkan, dan tumbuh dengan baik dalam genangan air merupakan beberapa keunggulan dari ikaan ini (Sigantang and Sarwono, 2005). Sistem resirkulasi dikembangkan untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut, menguraangi kadar ammonia dan limbah organik yang dihasilkan oleh ikan sehingga kualitas air dapat dipertahankan untuk kehidupan ikan.Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1-28 Desember 2010 di Pusat Benih Ikan Ciganjur, Jakarta Selatan. Sembilan tanki air masing-masing berukuran 30 cm x 20 cm x 20 cm digunakan dalam penelitian ini. Peralatan yang digunakan meliputi pompa air, thermometer, timbangan, jaring, wadah pakan, penggaris, stasioner, DO meter, dan pH meter. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari kepadatan 6, 9, dan 12 benih ikan/liter air. Penelitian dilakukan dalam prosedur berikut: penyiapan tanki, penebaran ikan, pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, dan pengamatan
Pengaruh Padat Tebar Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Nilem Ukuran 2-3 Cm Yang Dipelihara Dalam Happa Di Kolam Omang, Omang; Mumpuni, Fia Sri; Muarif, Muarif
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.784 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.864

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh kepadatan berbeda terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nilem berukuran 2-3 cm yang dipelihara dalam happa di kolam. Percobaan dilakukan pada bulan Februari-April 2014. Penelitian ini menggunakan benih ikan nilem berukuran 2-3 cm sebanyak 900 ekor yang diperoleh dari Instalasi Riset Lingkungan Perikanan Budidaya & Toksikologi, Cibalagung, Kabupaten Bogor. Happa yang dipergunakan berukuran 1x1x1 m3 yang diletakkan di kolam tanah. Pakan komersil P-800  berkadar protein 39-41%, lemak minimal 5%, serat kasar maksimal 6%, abu maksimal 16% dan kandungan air 10%, diberikan pada jam 08.00, 13.00, dan 17.00 WIB. Rancangan yang dipergunakan ialah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan (50, 100, 150 ekor/m3) dan 3 ulangan. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan sidik ragam. Perlakuan dengan kepadatan berbeda tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nilem. Kata kunci: Ikan nilem, kelangsungan hidup, kepadatan,  pertumbuhan,
The brood maturation of Hard-Lipped Barb (Osteochilus hasselti) with Technique of Implantation Using Human Chorionic Gonadotropin semidang, dian azhar; mumpuni, fia sri; rosmawati, rosmawati
Jurnal Mina Sains Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.435 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1269

Abstract

This research was aimed to know the best dosage of  HCG (Human Chorionic Gonadotropin) for the brood maturation of hard-lipped barb. The experiment design has been conducted  were completely random design with 4 treatments and 3 replications. The treatments are A (Control, without hormone), B (with HCG dosage of  250 IU), C (with HCG dosage of  500 IU), and D (with HCG dosage of  750 IU). The development of egg diameter, the success of spawning, fecundity, fertilization rate, and water quality (chemical and physical) have been evaluated. The results of research showed that treatment C gives the best results for the egg maturation of hard-lipped barb. Key words: Hard-lipped barb, HCG, the maturity of egg, fecundity
Efektivitas Penggunaan Asam Formiat Dan Propionat Pada Pembuatan Silase Darah Terhadap Nilai Kecernaan Tepung Darah Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Rosmawati, Rosmawati; Samsudin, Reza
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.604 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis asam formiat dan propionat yang tepat pada pembuatan silase darah yang dapat meningkatkan kecernaannya pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan percobaan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan kontrol (Darah tanpa disilase), silase dengan dosis asam foemiat dan propionat (3:0%; 2,25:0,75%; 1,5:1,5%; 0,75:2,25%; 0:3%). Ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan nila dengan bobot rata-rata 7,0 gram/ekor dengan padat tebar 20 ekor/akuarium. Parameter yang diamati yaitu nilai kecernaan protein, kecernaan lemak, kecernaan energi, dan kecernaan total. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian dosis asam yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai kecernaan protein, kecernaan lemak, kecernaan energi, dan kecernaan total pada ikan nila. Perlakuan pemberian silase dengan dosis asam formiat dan propionat 1,5:1,5% dapat meningkatkan nilai kecernaannya pada ikan nila, dengan nilai kecernaan protein 94,66%, kecernaan lemak 88,71%, kecernaan energi 92,58%, dan kecernaan total 90,27%.Kata kunci : Silase darah, Asam formiat dan propionat, Kecernaan, Ikan Nila
DETEKSI PENYAKIT MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA PADA IKAN PATIN SIAM (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) MENGGUNAKAN METODE ELISA Maulina, Herlina
Jurnal Mina Sains Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.293 KB) | DOI: 10.30997/jms.v1i2.3

Abstract

This study was conducted to determine the prevalence of Motile Aeromonas Septicemia of Siamese catfish farming at Cibeureum Subdistrict, Ciseeng Subdistrict, Kemang Subdistrict, and Parung Subdistrict (in Bogor Region) using antigen supernatant with concentration of RAC 1:200 and antigen pellet with concentration of RAC 1:5,000. Samples of serum obtained from 10 Siamese catfish per district have weight 300-400 g/fish. The collection of serum as much 1-4 mL obtained from 3-5 mL of blood per fish. Collection of serum which had been collected from each district then was tested using indirect ELISA method. The indirect ELISA method use the two types of dilution of serum RAC (Rabbit Anti-Catfish) and two types of antigens, i.e dilution of RAC 1:200 with antigen supernatant (group A) and dilution of RAC 1:5000 with antigen pellet (group B). Determination of the sample area exposed to positive or negative MAS disease was known of cut-off values that has been defined as a comparison, the results of the test sample with a value of OD (Optical Density) ≤ 0.011; 0,015; 0.006; 0.004; 0.000; 0.005 showed positive of MAS attacked and value of OD ≥ 0.017; 0.025; 0.018; 0.016; 0.016; 0.014 showed negative of MAS attacked. The results of research showed the prevalence 60-100% on RAC 1:5,000 dilution with antigen pellet, and the prevalence 20-60 % on RAC 1:200 dilution with antigen supernatant
Strategi Pengembangan Agribisnis Ikan Hias Di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor Yoesdiarti, Arti; Masithoh, Siti; Lesmana, Dudi
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.381 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.892

Abstract

Dalam kurun waktu 5 tahun, jumlah produksi ikan hias di Kabupaten Bogor meningkat dari 156.618.830 ekor pada 2011 menjadi 242.520.230 ekor pada 2015 (BPS Kabupaten Bogor 2015). Sementara itu jumlah areal usaha budidaya meningkat 2,53 Ha dari 33,09 Ha di tahun 2011 menjadi 35,62 Ha di tahun 2015. Peningkatan ini menunjukkan bahwa ikan hias telah menjadi komoditas perikanan yang sangat strategis bagi perekonomian di Kabupaten Bogor.Untuk mengembangkan agribisnis kegiatan budidaya diperlukan analisis strategi pengembangan dengan melibatkan semua stakeholder, pembudidaya ikan hias, kelompok pembudidaya, pedagang dan lain-lain sehingga akan diperoleh perumusan strategi pembangunan.Analisis matriks SWOT memberikan beberapa alternatif yaitu strategi pengembangan, seperti: (1) Peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan; (2) Bantuan sarana dan prasarana; (3) Akses jaringan pasar secara efisien; (4) Peningkatan produksi sesuai dengan pasar; (5) Pendidikan dan pelatihan prosedur ekspor dan pemasaran, (6) dukungan lembaga keuangan untuk pembudidaya; (7) Pengawasan dan bimbingan teknologi produksi secara berkelanjutan; (8) Penguatan jaringan antara pembudidaya dan perusahaan eksportir; (9) Penerapan teknologi produksi; (10) Penelitian yang berinovasi; (11) Mengoptimalkan peran PEMDA (pemerintah daerah) dalam pemberian subsidi; (12) Penggunaan pakan alami; (13) Optimalisasi fungsi Pusat Promosi dan Pemasaran dengan menyediakan karantina ikan; (14) Pemasaran ikan hias yang memperkuat posisi dan peran pembudidaya; dan (15) Kerjasama dengan produsen pakan.
Pertumbuhan Populasi Cacing Tanah (Phertima sp.) Sebagai Sumber Protein Pakan Ikan Dalam Media Kotoran Kambing Dengan Tiga Pakan Tambahan (Bungkil Sawit, Limbah Sayuran Pasar Dan Dedak) Mariyana, Ratna; Muarif, Muarif; Chumaidi, Chumaidi
Jurnal Mina Sains Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.811 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i1.860

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh penambahan bungkil sawit, limbah sayuran hasil fermentasi dan dedak pada media kotoran kambing terhadap pertumbuhan populasi cacing tanah sebagai sumber protein pakan ikan. Cacing tanah uji yang dipergunakan pada penelitian ini ialah jenis Pheretima sp. sebanyak 100 individu/wadah. Rancangan percobaan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah perbedaan jenis pakan tambahan yaitu tanpa pakan tambahan / kontrol (A), bungkil sawit (B), limbah sayuran pasar hasil fermentasi (C) dan dedak (D) yang diberikan setiap dua hari sekali sebanyak 500 gram. Parameter yang diobservasi pada penelitian ini ialah pertumbuhan populasi, bobot dan panjang cacing tanah serta kualitas media (suhu dan pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi cacing tanah tertinggi terdapat pada perlakuan (A) yaitu rata-rata 12,1 individu/liter, sedangkan rataan tertinggi untuk bobot dan panjang individu terdapat pada perlakuan (D) masing-masing 0,78 gram dan 10,7 cm.
Pengaruh Lama Waktu Perendaman Dan Larutan Dekapsulasi Terhadap Penetasan Siste Artemia sp. Widodo, Aris; Mulyana, Mulyana; Mumpuni, Fia Sri
Jurnal Mina Sains Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.219 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan larutan dekapsulasi terhadap tingkat penetasan kista Artemia sp.  Sebagai perlakuan adalah lama perendaman dan jenis larutan dekapsulasi.  Hasil penelitian tidak memperlihatkan adanya perbedaan yang nyata pada lama perendaman di antara perlakuan, tetapi memperlihatkan perbedaan yang nyata dalam hal jenis larutan dekapsulasi di antara perlakuan.  Tingkat penetasan tertinggi (78,9%) diperoleh pada lama perendaman 15 menit dan campuran larutan campuran NaOCl + NaOH, sedangkan tingkat penetasan terendah (34,1%) diperoleh pada lama perendaman 15 menis dan campuran larutan dekapsulasi NaOCl + CaO.Kata Kunci: Dekapsulasi, tingkat penetasan, Artemia, lama perendaman

Page 1 of 10 | Total Record : 100