ARSHI Veterinary Letters
ISSN : 25812416     EISSN : -
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Articles 78 Documents
Subcutaneous emphysema pada anak kucing kampung Erika, Yulia
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.2.23-24

Abstract

Subcutaneous emphysema jarang terjadi pada kucing dan tergolong kasus langka. Tulisan ini melaporkan kejadian kasus pada anak kucing kampung berusia kurang lebih 3 bulan dengan gejala akumulasi gas di tubuh. Pemeriksaan klinis dan radiografi dilakukan untuk diagnosa penunjang pada kasus subkutan emfisema. Terapi dilakukan dengan membuat sayatan pada kulit sebagai jalan evakuasi udara, dilanjutkan dengan pemberian antibiotik, antiinflamasi, dan suplemen. Satu hari paska terapi, anak kucing kampung kondisi tubuh sudah kembali normal, dapat defekasi dan grooming secara mandiri.
Respons perilaku sapi bali terhadap lalat vektor dan pengganggu di ladang penggembalaan lahan kering tropis Winarso, Aji; O'Hagan, Bradley John
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.2.37-38

Abstract

Infestasi lalat penghisap darah dan keberadaan lalat pengganggu sangat merugikan bila dilihat dari potensi vektor maupun cekaman yang ditimbulkan terhadap sapi. Perubahan perilaku akibat gangguan lalat menimbulkan kerugian energi, berkurangnya waktu makan, dan hal ini dapat menurunkan produktivitas ternak. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bertujuan menggambarkan perilaku sapi Bali yang diinfestasi lalat penghisap darah dan dikitari lalat pengganggu. Penelitian dilakukan terhadap 8 ekor sapi yang digembalakan di padang gembala umum di Dusun Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang melalui observasi keberadaan lalat pengganggu yang hinggap pada permukaan tubuh sapi. Selanjutnya perilaku sapi Bali yang dihinggapi lalat-lalat tersebut diamati pada saat sapi dalam kondisi istirahat (n=4) maupun sedang merumput (n=4). Data diolah dan ditampilkan secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon sapi terhadap keberadaan lalat pengganggu sebagai gejala fly worry, secara signifikan mengalihkan perhatian ternak selama aktivitas merumput, dan tidak terlalu nyata selama ternak berbaring ruminasi.
Peneguhan diagnosa scabiosis metode sitologi kulit pada kucing domestik di Kota Malang Prasetyo, Dodik; Amri, Indah Amalia
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.2.%p

Abstract

Hewan harus terbebas dari rasa sakit dan penyakit, merupakan salah satu aspek dari “Five Freedom of Life”. Di kota Malang cukup banyak kucing domestik liar baik di jalanan dan pasar yang diduga terkena Scabiosis yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei atau Notoedres cati. Dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan hewan. Pelaksanaan kegiatan ini melalui pelayanan pemeriksaan fisik kesehatan kucing domestik lokal jalanan dan pemeriksaan penunjang dengan metode sitologi kulit dengan teknik scrapping kulit untuk peneguhan diagnosa Scabiosis, penanganan dan pengobatan kucing yang positif menderita scabiosis baik untuk tindakan kuratif maupun preventif dan pemberian supportif kesehatan berupa vitamin. Kegiatan ini dilaksanakan 1 hari bekerja sama dengan Stray Cat Defender (SCD) dimana pelaksanaannya dilakukan di Klinik Hewan Pendidikan FKH UB dan di shelter SCD, dimana kucing-kucing didapati dari jalanan dan beberapa pasar di Kota Malang hasil dari rescue kucing-kucing domestik lokal yang tidak bertuan. Sebanyak 85 ekor kucing terduga scabiosis telah dilakukan pemeriksaan dan pengobatan scabiosis dengan hasil sitologi 38 ekor positif ditemukan parasit dan 47 lainnya tidak ditemukan parasit.
Tampilan estrus kambing Peranakan Etawa dalam program sinkronisasi menggunakan prostaglandin F2α yang diinjeksikan pada submukosa vulva Prastowo, Sigit; Yusanti, Anna; Nisaa’, Chairul; Sunarto, .; Widyastuti, Rini
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.2.33-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan tampilan estrus kambing Peranakan Etawa (PE) dalam program sinkronisasi estrus menggunakan hormon PGF2α  yang diinjeksikan pada submukosa vulva (SMV). Sebanyak 10 ekor kambing PE berumur 2,5 tahun dan telah mengalami 2 kali partus digunakan sebagai unit percobaan. Injeksi PGF2α secara SMV pada P1 = dosis 0,1578 mg/ml (n=5) dan P2 = dosis 0,0789 mg/ml (n=5) menggunakan dosis ganda dengan interval injeksi 11 hari. Tampilan estrus diamati dan diukur menggunakan Draminski Heat Estrous Detector (DHED) mulai 24 jam setelah injeksi kedua setiap 8 jam hingga tanda estrus menghilang. Nilai hambatan arus listrik (HL) yang ditampilkan oleh DHED selama pengamatan digunakan untuk melihat awal, puncak dan akhir estrus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa nilai HL puncak estrus berbeda dengan awal dan akhir estrus (p<0,05) pada setiap P1 dan P2. Rata-rata nilai HL pada P1 dan P2 masing-masing 480,00±8,16 dan 485,00±12,91. Onset estrus adalah 24 dan 120 jam secara berturut-turut pada P1 dan P2 dan lama estrus adalah 44,00 dan 43,50 jam. Injeksi hormon PGF2α pada kambing PE secara SMW mampu memperlihatkan tampilan estrus dengan onset lebih lama pada dosis hormon yang lebih rendah.
Heat stroke pada landak mini Afrika (Atelerix albiventris) Ramadita, Feni Rianti; Paramita, Intan Maria
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.2.%p

Abstract

Patofisiologi heat stroke secara ringkas dapat dijabarkan berpusat pada kegagalan organ akibat hipertermia dan iskemia yang berujung pada berkurangnya aliran darah  ke organ. Kondisi heat stroke (hipertermia) dapat menyebabkan kematian. Heat stroke rawan bila terjadi di hewan eksotik yang rentan stres salah satunya adalah landak mini. Landak mini (Atelerix albiventris) saat ini sudah banyak dipelihara di Indonesia. Bentuknya yang mungil menjadikan landak mini mudah dibawa kemanapun. Landak mini harus terhindar dari sinar matahari langsung untuk mencegah paparan panas yang dapat menyebabkan heat stroke. Heat stroke pada landak mini dapat menyebabkan kegagalan multi organ terutama pada jantung yang berujung pada kejadian iskemia hingga kematian
Diare pada kucing Maine Coon penderita peritonealpericardial diaphragmatic hernia Lesmana, Muhamad Arfan; Satriya, Prayoga Dwi; Duncan, Mark
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.2.%p

Abstract

Seekor kucing ras Maine Coon sakit diare mengalami peritoneopericardial diaphragmatic hernia diketahui setelah dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya Malang. Peritoneopericardial Diaphragmatic Hernia adalah kelainan kongenintal yang ditandai oleh rongga peritoneum dan kantung pericardial gagal berpisah sehingga tidak memisahkan bagian dua rongga. Diagnosa dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan penegakan diagnosa dengan pemeriksaan x-ray. Pengobatan diare pada kasus ini dilakukan menggunakan kombinasi inful RL 100ml, enrofloxacin, dan hematodin. Akan tetapi kucing tidak terselamatkan dan mengalami kematian. Nekropsi dilakukan untuk menegakkan diagnosa penyebab kematian pada kasus yang ditangani.
Efektivitas antimikroba terhadap Pasteurella multocida dan Mannheimia haemolityca dari sapi yang diduga menderita bovine respiratory disease kompleks Klobongona, Maria Luisa MNB; Afiff, Usamah; Rotinsulu, Dordia Anindita
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.2.39-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas beberapa jenis antibiotik terhadap Pasteurella multocida dan Mannheimia haemolityca dari sapi yang diduga menderita Bovine Rsepiratory Disease complex (BRD complex). Isolat diperoleh dari paru-paru sapi. Identifikasi bakteri menunjukkan adanya bakteri yang umum terlibat pada kasus BRD complex  seperti P. multocidadan M. haemolityca. Uji sensitivitas antimikroba dilakukan terhadap tujuh antibiotik (bacitracin, vancomicin, oxytetracycline, enrofloxacin, gentamicin, ampicillin, dan erythromycin) menggunakan metode Kirby-Bauer dengan mengukur diameter zona hambat. Interpretasi standar yang digunakan didasarkan pada Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat P. multocida sensitif terhadap enrofloxacin, oxytetracycline, gentamicin, dan ampisilin; resisten terhadap bacitracin dan vankomisin; ke eritromisin. Sedangkan isolat M. haemolityca sensitif terhadap enrofloxacin dan gentamicin; resisten terhadap bacitracin, vankomisin, oksitosin ampisilin, dan eritromisin
Seroprevalensi kejadian toksoplamosis pada kambing di UD Gading Mas Kabupaten Kediri Dameanti, Fidi Nur; Fatmawati, Mira; Setianingrum, Ani; Erika, Ajeng
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.2.35-36

Abstract

Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis prioritas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4026/Kpts/OT.140/4/2013. Salah satu penularan toksoplasmosis adalah melalui konsumsi daging kambing yang mengandung kista. Inang definitif toksoplasmosis adalah kucing, sedangkan kambing, domba dan manusia merupakan inang perantara. Rata-rata prevalensi toksoplasmosis di Jawa adalah 42,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi toksoplasmosis sebagai data dasar dalam menentukan jumlah sampel penelitian lanjutan mengenai pemetaan kasus toksoplasmosis. Sampel darah diambil pada seluruh populasi kambing yang ada di UD Gading Mas Kabupaten Kediri. Pengujian IgG dan IgM pada serum kambing menggunakan Toxoplasma Modified Agglutination Test (ToMAT) di Balai Veteriner Lampung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prevalensi toksoplasmosis di UD Gading Mas Kabupaten Kediri adalah IgG positif 100% dan IgM positif  38,5%.