ARSHI Veterinary Letters
ISSN : 25812416     EISSN : -
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Articles 78 Documents
Prevalensi Kejadian Penyakit Kulit pada Anjing di My Vets Animal Clinic Bumi Serpong Damai Tahun 2016 Kristianty, Tri Ayu; Efendi, Zella Nofitri; Ramadhani, Fathia
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 1 (2017): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.1.15-16

Abstract

Pyoderma adalah dermatitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan merupakan penyakit kulit yang umum terjadi pada anjing. Pyoderma pada anjing terjadi sekitar 55% dari kasus kulit yang datang ke My Vets BSD pada tahun 2016. Malassezia spp. adalah commensal yeast yang umum ditemukan pada kulit dan mukosa anjing. Infeksi Malassezia terjadi sekitar 43% dari kasus kulit yang datang ke My Vets BSD pada tahun 2016. Infestasi parasit pada kulit anjing yang umum terjadi disebabkan oleh mites dan serangga. Infestasi parasit pada anjing terjadi sekitar 9% dari kasus kulit yang datang ke My Vets BSD dengan parasit yang paling umum adalah Demodex spp. Ras anjing yang paling sering terkena penyakit kulit dari keseluruhan anjing yang datang ke My Vets BSD di antaranya adalah Beagle dengan jumlah sekitar 11%, Shih Tzu dengan jumlah sekitar 11%, dan Mongrel dengan jumlah sekitar 16%. Berdasarkan data tersebut, kasus kulit yang paling banyak terjadi dibandingkan dengan kasus kulit lain di My Vets BSD pada periode tahun 2016 adalah pyoderma dan anjing yang paling sering terkena penyakit kulit adalah Mongrel.
Indeks Eritrosit Anak Babi (Sus scrofa) yang Diinduksi Sepsis Pascaresusitasi Cairan Purnomosidi, Muhammad Abhi; Dewi, Rismala; Gunanti, .; Siswandi, Riki; Rahmiati, Dwi Utari
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.21-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks eritrosit (jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, hematokrit, VER, HER, KHER) pada anak babi (Sus scrofa) setelah diinduksi sepsis dan diresusitasi oleh cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) atau kristaloid (ringer asetat malat). Sepuluh ekor anak babi berumur 2-3 bulan dengan berat badan 8-13 kg dibagi menjadi dua kelompok. Induksi sepsis dilakukan dengan injeksi endotoksin Eschericia coli melalui rute intravena hingga terjadi renjatan sepsis. Resusitasi cairan dilakukan pada saat renjatan sepsis terjadi melalui rute intravena. Kelompok pertama menerima resusitasi cairan menggunakan modified fluid gelatin 4% (MFG 4%) dan pada kelompok yang kedua menerima resusitasi cairan menggunakan cairan ringer asetat malat (RAM). Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat setelah anestesi, saat sepsis, dan 3 jam setelah resusitasi cairan. Hasil evaluasi nilai indeks eritrosit menunjukkan bahwa hewan mengalami anemia makrositik regeneratif. Kondisi sepsis dan resusitasi cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) maupun cairan kristaloid (ringer asetat malat) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai indeks eritrosit.
Diagnosa Radiografi dan Penanganan Penyakit Periodontal pada Anjing Yorkshire Terrier Hafizhuddin, Muhammad Faiz; Zaenab, Siti; Noviana, Deni
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.23-24

Abstract

Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui gambaran radiografi serta penanganan kasus penyakit periodontal pada anjing Yorkshire Terrier. Radiografi dilakukan dengan menggunakan teknik paralel pada gigi premolar dan molar mandibula anjing. Studi kasus ini menggunakan anjing jantan jenis Yorkshire Terrier. Hasil pengambilan gambar radiografi menunjukan adanya penurunan densitas pada sekitar gigi molar 308 yang memiliki nilai indeks plak, gingivitis, dan furcation yang tinggi dibandingkan dengan gigi yang memiliki nilai indeks yang kecil yaitu gigi 306. Selain itu, pada gigi 308 didapatkan sulkus gingiva sedalam 0.3 mm. Pencabutan gigi anjing dilakukan pada seluruh gigi incisor mandibula.  Berdasarkan studi kasus yang dilakukan, diagnosa untuk melakukan penanganan penyakit periodontal dapat dilakukan dengan radiografi.
Profil Hematologi Sederhana pada Trenggiling Jawa (Manis Javanica) yang Mengalami Diare Kronis Rifai, Muhammad Sulthan Rasyid; Choliq, Chusnul; Nisa, Chairun; Hambandima, Danny Umbu Tay
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.25-26

Abstract

Seekor trenggiling jawa (Manis javanica) jantan berusia lima tahun menderita diare kronis selama dua bulan. Pemeriksaan hematologi dilakukan secara manual untuk mengetahui kondisi fisiologis trenggiling dengan parameter Red Blood Cell (RBC), White Blood Cell (WBC), Packed Cell Volume (PCV), hemoglobin (Hb), indeks RBC, dan diferensial WBC. Trenggiling diidentifikasi mengalami polisitemia relatif, dehidrasi, anemia mikrositik-normokromik, indikasi hipoksia, dan neutrofilia. Kondisi ini disebabkan oleh diare kronis akibat infeksi multi kausa dengan didominasi oleh infeksi bakteri yang menyebabkan trenggiling mengalami malnutrisi dan stres secara fisik dan fisiologis.
Infeksi parasit gastrointestinal pada kambing di Kupang Winarso, Aji
ARSHI Veterinary Letters Vol 2, No 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.2.2.25-26

Abstract

Produktivitas ternak kambing di lahan kering Nusa Tenggara Timur yang dipelihara secara tradisional semi-intensif sangat dirugikan oleh parasit. Studi kasus selama bulan Juli 2016 pada 5 peternakan rakyat ini mendeskripsikan pola pemeliharaan ternak kambing di Kupang yang dikaitkan dengan risiko infeksi/infestasi parasit. Kambing sebanyak 20 ekor dari 5 peternakan kambing di Kota Kupang (Kelurahan Manutapen, Kelurahan Lasiana) dan di Kabupaten Kupang (Desa Pariti dan Desa Oenesu) terdiri dari berbagai umur diambil sampel feses untuk pemeriksaan parasit kualitatif dengan metode pengapungan sederhana. Observasi dilakukan terhadap perkandangan dan padang penggembalaan. Wawancara terstruktur pada pemilik peternakan untuk mengetahui tata kelola peternakan. Hasil kajian menunjukkan semua ternak terinfeksi parasit saluran pencernaan berupa cacing kelompok strongil, cacing Strongyloides, cacing Trichuris dan protozoa Eimeria spp. Sistim peternakan kambing yang dikelola secara tradisional semi-intensif sebagai usaha sampingan dimana ternak dilepas saat cuaca cerah, kandang alas tanah tanpa pemisahan umur, dan kotoran jarang dibersihkan mendukung siklus hidup parasit.
Inflammatory bowel disease pada anjing yorkshire terrier Fitri, Arni Diana; Noviana, Deni; Sialagan, Sitaria Fransiska; Utami, Nindya Dwi; Tunggadewi, Tri Isyani; Tiffarent, Rida; Magdalena, Tina; Kuswardani, Amalia
ARSHI Veterinary Letters Vol 2, No 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.2.2.27-28

Abstract

Inflamatory bowel disease (IBD) pada hewan kecil merupakan kasus penyakit saluran pencernaan kronis dengan penyebab belum diketahui secara pasti. Gejala klinis IBD mirip dengan penyakit pada saluran pencernaan lainnya, jarang ditemukan secara langsung dan pengobatan yang diberikan umumnya belum dapat menyelesaikan penyakit pasien. Kombinasi beberapa pemeriksaan penunjang sangat membantu dalam menetapkan diagnosa untuk pengobatan yang tepat. Seekor anjing Yorksire Terrier jantan umur 11 tahun dirujuk ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor untuk pemeriksaan ultrasonografi dan endoskopi. Keluhan utama berupa muntah sejak 2 minggu sebelumnya, muntah sebanyak 1-4 kali/hari dengan frekuensi semakin meningkat. Penanganan dokter yang merujuk berupa obat antibiotik dan anti muntah namun tidak ada perubahan. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan hemoglobin, hematokrit, monosit, neutrofil dan ureum darah, serta penurunan nilai trombosit, lipase dan total protein. Hasil radiografi menunjukkan akumulasi cairan di lambung, penebalan dinding lambung, akumulasi gas di usus kecil dan usus besar dan penebalan dinding usus serta tidak terlihat adanya tanda-tanda benda asing. Hasil endoskopi menunjukkan adanya oesofagitis, megaoesofagus pars thorakalis, perlukaan dinding oesofagus pars thorakalis, peradangan lambung dan tidak ditemukannya benda asing. Hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan adanya cholelithiasis, cholecystitis, gastritis dan penebalan signifikan pada bagian usus halus daerah duodenum proksimal. Terapi yang diberikan berupa pemasangan nasogastric tube (NGT) selama 72 jam untuk pemberian pakan cair dan obat simtomatis. Setelah NGT dilepas, pengobatan dilanjutkan hingga 7-14 hari, dan menunjukkan persembuhan setelah terapi dan pengobatan.
Gambaran Hematologi Pascatransfusi Darah pada Anjing yang Mengalami Babesiosis Pertiwi, Ni Wayan Linda; Inten, Anak Agung Istri
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.27-28

Abstract

Babesiosis merupakan salah satu penyakit yang menginduksi timbulnya anemia pada anjing. Anemia berat dapat ditangani melalui tranfusi darah. Gambaran hematologi darah harus dievaluasi pasca tranfusi untuk memastikan keberhasilam tranfusi. Anemia regenerative akan merespon tranfusi darah sekitar dua minggu pasca tranfusi dilakukan, ditandai dengan menurunnya indikator infeksi dan kembalinya jumlah sel darah merah mendekati normal.  
Diagnosa Radiografi Kasus Hernia pada Kucing Vidiastuti, Dian
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.217-18

Abstract

Hernia terjadi akibat kelemahan dinding abdomen sehingga memungkinkan bagian usus atau organ lain melewati celah abdomen mengakibatkan penonjolan. Dua ekor kucing jantan, berumur sekitar 3-4 bulan, menjalani pemeriksaan radiologi di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya. Gambaran radiografi kasus 1 gejala dyspnea dengan standar pandang left lateral menunjukkan usus terjepit masuk di dalam rongga thorax dengan diagnosa peritoneo-pericardial diaphragmatic hernia (PPDH). Pada kasus 2 dengan gejala perut kanan membesar, tampilan radiografi standar pandang dorso ventral menunjukkan hernia inguinalis akibat trauma.
Analisis Kolorimetri Kadar Hemoglobin Darah dengan Metode Pencitraan Digital Menggunakan Desktop Scanner Santoso, Koekoeh; Agil, Muhammad; Pratama, Ridzky
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.19-20

Abstract

Spektrofotometer adalah sistem baku berbasis kolorimetri dalam pengukuran kadar Hemoglobin (Hb). Penggunaan scanner untuk mengukur kadar Hb berbasis kolorimetri telah dilakukan sebagai sistem alternatif. Kurva baku kanal warna scanner yang paling curam adalah blue. Perbandingan kurva baku spektrofotometer dengan kanal warna blue menunjukan nilai y = 0.3131x + 0.0565 dengan R2 = 0.9954 dan angka konversi nilai absorbansi desktop scanner menjadi kadar Hb adalah 73.6. Hasil uji Pasangan T menghasilkan nilai p sebesar 0.325 atau tidak berbeda nyata pada p ˃ 0.05.
Pencitraan Ultrasonografi Organ Hepatobiliari pada Ular Sanca Lestari, Nurul Aeni Ayu; Pertiwi, Amira Putri; Kombo, Muhammad Piter; Tumbelaka, Ligaya ITA; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.29-30

Abstract

Teknologi pencitraan ultrasonografi memiliki peranan penting dalam manajemen kesehatan pada ular sanca. Struktur sistem organ di dalam tubuh seperti hepatobiliari dapat dipantau secara non-invasif menggunakan teknologi ultrasonografi. Citra ultrasonografi organ hepatobiliari pada tiga spesies ular sanca, yang terdiri atas sanca batik, sanca bodo, dan sanca bola dilaporkan dalam tulisan ini. Pencitraan organ hepatobiliari dilakukan menggunakan trasnduser linear dengan frekuensi 10 MHz. Ukuran organ hepatobiliari diukur berdasarkan nomor dan jumlah sisik ventral tubuh. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa organ hati pada ketiga sanca memiliki ukuran yang bervariasi dan berada di antara persinggungan nomor sisik ventral 72-102. Organ kelenjar empedu berukuran 7-9 sisik dan berada di antara nomor sisik ventral yang bervariasi. Derajat ekogenitas organ hepatobiliari di antara ketiga sanca tidak menunjukkan adanya perbedaan. Ekogenisitas organ hati pada ketiga sanca tampak hipoekoik dengan dinding hiperekoik di antara bayangan organ paru-paru yang tampak hiperekoik. Kelenjar empedu tampak anekoik dengan dinding hiperekoik berada diantara organ limpa yang tampak hiperekoik dan organ pankreas yang tampak hipoekoik.