ARSHI Veterinary Letters
ISSN : 25812416     EISSN : -
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019" : 11 Documents clear
Gambaran pengetahuan siswa SMAN 8 Malang tentang foodborne disease Haskito, Ajeng Erika Prihastuti; Sari, Citra; Dameanti, Fidi Nur Aini Eka Puji
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.15-16

Abstract

Foodborne disease adalah penyakit yang terjadi akibat mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh agen mikroorganisme atau zat toksin. Kejadian foodborne disease, seperti sakit perut dengan gejala klinis diare dan thypoid pada siswa di sekolah masih cukup tinggi hingga saat ini. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang foodborne disease serta kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian gambaran pengetahuan tentang foodborne disease ini bersifat deskriptif, dengan design penelitian menggunakan cross sectional study dengan populasi adalah siswa SMAN 8 Malang. Sampel dipilih secara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, sehingga diperoleh sampel 35 siswa kelas X-a SMAN 8 Malang. Hasil penelitian diperoleh informasi sebesar 34.29% pernah  mengalami sakit akibat jajanan di sekolah. Hasil analisa menunjukkan hanya 28.57% siswa mengetahui tentang foodborne disease, 22.86% mengetahui ciri-ciri jajanan terkontaminasi bakteri, dan 14.29% mengetahui penyakit foodborne disease akibat bakteri. Persentase siswa belum terbiasa menerapkan perilaku cuci tangan sebelum makan sebesar 80%. Gambaran pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah siswa SMAN 8 Malang tentang foodborne disease masih sangat kurang.
Penggunaan ekstrak semanggi air (Marsilea crenata) sebagai sumber fitoestrogen terhadap gambaran darah tikus (Rattus norvegicus) Titisari, Nurina; Fauzi, Ahmad; Trisunuwati, Pratiwi
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.11-12

Abstract

Tanaman semanggi air mengandung fitoestrogen yang mungkin dapat berpengaruh terhadap profil darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran darah pada tikus betina setelah pemberian semanggi air. Tikus betina (Rattus norwegicus) sebanyak 30 ekor dalam penelitian ini dibagi menjadi 6 kelompok yaitu: I (K-) kontrol negatif, II (K+) kontrol positif, III (P1) diberi ekstrak semanggi air 6.25%, IV (P2) diberi ekstrak semanggi air 12.5%, V (P3) diberi ekstrak semanggi air 25% dan VI (P4) diberi ekstrak semanggi air 50%. Ekstrak etanol semanggi air diberikan peroral selama 21 hari pascapenyerentakkan berahi menggunakan prostaglandin 2 alfa dua hari sebelumnya. Profil darah lengkap diperiksa sesudah perlakuanpada parameter White Blood Cell (WBC), Red Blood Cell (RBC), Hemoglobin (Hb) dan Packed Cell Volume (PCV). Hasil analisa menunjukkan bahwa WBC, RBC, Hb dan PCV pada darah tikus menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan diantara kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian ekstrak semanggi tidak mempengaruhi profil hematologi tikus.
Pengetahuan pemilik anjing di kota malang terhadap penyakit zoonosis Noviatri, Aldila; Vidiastuti, Dian; Fauzi, Ahmad; Lesmana, Muhammad Arfan
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.5-6

Abstract

Anjing merupakan salah satu hewan kesayangan yang dapat menularkan penyakit zoonosis kepada manusia. Pengetahuan pemilik anjing peliharaan akan pencegahan penularan penyakit zoonosis diperlukan agar dapat menurunkan tingkat kejadian penularan penyakit zoonosis dari anjing ke manusia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesadaran pemilik anjing tentang penyakit zoonosis dan pencegahan penularan penyakit zoonosis dari anjing manusia di Kota Malang. Sebagian besar pemilik anjing di Kota Malang telah mengetahui jenis penyakit zoonosis yang ditularkan oleh anjing ke manusia, dan sebagian besar telah menerapkan cara pencegahan penularan penyakit tersebut. Sebagian besar pemilik hewan telah menerapkan vaksinasi sebagai tindakan pencegahan kejadian penyakit pada anjing.
Testes and body weight alteration related cardamom extract administration in mice Hartady, Tyagita; Praditha, Arvia Nisrina; Faza, Nabila Ayu; Widyastuti, Rini
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.7-8

Abstract

Cardamom is known as a plant with millions of benefits and it is known to contain aphrodisiac substances. The role of cardamom as an aphrodisiac need to be studied more deeply from the scientific point of view. The experimental object is a 3-month-old male white mice (Mus musculus albinus) with an average weight of about 30-35 grams. After being acclimatized for approximately 2 weeks, 35 mice were divided into 3 groups based on the dose of cardamom extract. At the end of the experiment, the mice will be sacrificed and then the testes were weighed and cauda epididymis were isolated to collect the sperm. Our findings suggested that the dose of administration has important role in affecting the weight of testes and bodies of mice. However, further studies on sperm profiles and optimal administration doses of cardamom extract are highly recommended.
Gambaran histologis folikel ovarium sapi aceh pascavitrifikasi menggunakan etilen glikol Sayuti, Arman; Hidayah, Jamilatun; Akmal, Muslim; Panjaitan, Budianto
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.3-4

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histologis folikel ovarium sapi aceh pasca vitrifikasi menggunakan etilen glikol (EG) dengan berbagai konsentrasi berbeda yaitu 10%, 20% dan 30%. Phosphate buffered saline (PBS), 0.25 M sukrosa, 0.5 M sukrosa dan krioprotektan EG digunakan sebagai larutan vitrifikasi. Ovarium dipaparkan dengan larutan mengandung krioprotektan EG konsentrasi 10%, 20%, dan 30% selama 5 menit masing-masing pada suhu kamar, dikemas dalam straw, lalu divitrifikasi dalam nitrogen cair (-196 ⸰C), dan thawing dalam air pada 37 ⸰C. Kondisi normal dan keutuhan folikel pascavitrifikasi diamati secara histologi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ovarium setelah vitrifikasi dengan EG 10% dan 20% memperlihatkan presentase keutuhan folikel 32.83% dan 45.04%, sedangkan EG 30% memperlihatkan presentase tertinggi yaitu 54.96%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa EG 30% lebih baik dalam mempertahankan keutuhan folikel ovarium sapi aceh dibandingkan dengan EG 10%  dan 20%.
Penyuluhan kesehatan reproduksi sapi perah pada peternak sapi perah di Cipageran, Cimahi, Jawa Barat Hartady, Tyagita; Widyastuti, Rini
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.17-18

Abstract

Cipageran, Cimahi city, West Java has a high population of dairy cattles and one of the suppliers of milk for the West Java region. However, there are limitations in farmers' knowledge about animal health, especially reproductive disorder. Data collection was carried out in the local dairy cattle farmer group. The method used were a pre-test on the reproductive health of dairy cattles, counseling on reproductive health and prevention of reproductive disorders, discussion related to the topic provided. Based on the results of the question and answer and discussion, information on the level of knowledge of the breeders' groups on the reproductive health of dairy cattles was obtained and efforts to prevent the emergence of reproductive disorders were good enough. However, the knowledge of farmers in order to prevent, handle and care for livestock is still lacking, so better support are needed.
Gambaran kristal urin pada hewan model nefrolitiasis hasil induksi etilen glikol Purwono, Rini Madyastuti; Wientarsih, Ietje; Widodo, Setyo; Purwaningsih, Erni H; Harlina, Eva
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.19-20

Abstract

Tingginya tingkat keterulangan kasus urolitiasis baik pada hewan maupun manusia, menuntut penelitian dalam mencari solusi menurukan angka keterulangan. Penelitian urolitiasis membutuhkan hewan model urolitiasis yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Salah satu metode yang digunakan adalah menciptakan kondisi hiperoksaluria. Penggunaan induksi etilen glikol menjadi metode yang paling umum digunakan. Induksi ini menghasilkan kristal kalsium oksalat monohidrat. 
Penanganan distokia karena schistosomus reflexus pada sapi friesian holstein Lestari, Nurul Aeni Ayu; Ulva, Dhenok Maria; Nsereko, .; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.9-10

Abstract

Schistosomus reflexus merupakan kelaianan kongenital berupa dorsoflexi tulang belakang sehingga saat palpasi perektal akan teraba kepala dan ekstremitas fetus yang berdekatan. Rongga thoraks dan abdomen fetus gagal menutup sehingga terjadi paparan organ viseral. Tulisan ini melaporkan kasus schistosomus reflexus yang terjadi pada fetus dari seekor induk sapi Friesian Holstein. Keadaan induk sapi sudah 6 jam mengalami perejanan tanpa disertai adanya kelahiran. Pemeriksaan palpasi perektal ditemukan kaki belakang fetus melipat ke kepala fetus di jalan kelahiran. Kantung amnion sudah pecah dan disertai oleh keluarnya intestin fetus. Penanganan dilakukan melalui bedah sesar, namun setelah fetus berhasil dikeluarkan, beberapa organ fetus menempel pada uterus induk. Jaringan dari organ fetus yang sulit untuk dikeluarkan dari uterus dibiarkan dan uterus dijahit. Penjahitan kulit, lemak, dan otot dilakukan sekaligus dengan tipe jahitan interlocking menggunakan benang nilon. Induk sapi kemudian di culling karena persembuhan pascabedah kemungkinan akan sulit bagi induk sapi untuk kembali bereproduksi akibat sisa jaringan fetus yang masih berada dalam uterus.
Pengaruh faktor lokasi peternakan dan motivasi kelompok terhadap keberhasilan pendampingan pada kelompok tani ternak kerbau di kabupaten cirebon Indika, Deru R; Widyastuti, Rini
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.1-2

Abstract

Keberadaan Kelompok Tani Ternak Kerbau (KTTK) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. Upaya pengembangan ternak terintegrasi dapat dilakukan melalui peningkatan keterampilan dan pegetahuan melalui kegiatan program pendampingan, pelatihan dan penyuluhan dari dinas terkait.  Penelitian ini melakukan observasi lapangan pada tiga KTTK di Kabupaten Cirebon untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatan pendampingan yang telah dilakukan. Hasil observasi menunjukkan bahwa KTTK yang telah beralih dari peternakan tradisional ke peternakan industri adalah KTTK yang mempunyai mampu memanfaatkan pendampingan dan didukung kondisi kawasan yang cocok untuk penerapan konsep sistem integrasi tanaman ternak (Crops Livestock System).
Kasus urolitiasis pada kucing persia betina Mihardi, Arief Purwo; Hidayat, Putra R; Nurlatifah, Aisyah; Permata, Ni Putu Wirananda Ayuning; Kristianty, Tri Ayu
ARSHI Veterinary Letters Vol 3, No 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.3.1.13-14

Abstract

Urolithiasis merupakan gangguan pada hewan jantan maupun betina berupa adanya kristal atau batuan pada traktus urinarius seperti vesika urinaria. Tulisan ini melaporkan kasus urolitiasis pada seekor kucing ras persia bernama Suki berjenis kelamin betina dibawa pemiliknya datang ke klinik dengan keluhan sulit urinasi dan ada respon sakit saat urinasi.  Kucing tersebut sebelumnya pernah datang ke klinik dengan gejala stranguria dan hematuria. Vesika urinaria kucing tidak tegang namun ditemukan hematuria saat dilakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dilakukan dengan radiografi dan ditemukan masa radioopaque di dalam vesika urinaria.  Kucing didiagnosa urolitiasis dan diterapi dengan cystotomi untuk mengambil masa di dalam vesika urinaria. Pengobatan pasca-cystotomi diberikan obat antiinflamasi, antinyeri dan antibiotik.  Kucing  tersebut menunjukkan persembuhan yang lebih baik pasca-cystotomi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11