ARSHI Veterinary Letters
ISSN : 25812416     EISSN : -
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017" : 9 Documents clear
Indeks Eritrosit Anak Babi (Sus scrofa) yang Diinduksi Sepsis Pascaresusitasi Cairan Purnomosidi, Muhammad Abhi; Dewi, Rismala; Gunanti, .; Siswandi, Riki; Rahmiati, Dwi Utari
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.21-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks eritrosit (jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, hematokrit, VER, HER, KHER) pada anak babi (Sus scrofa) setelah diinduksi sepsis dan diresusitasi oleh cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) atau kristaloid (ringer asetat malat). Sepuluh ekor anak babi berumur 2-3 bulan dengan berat badan 8-13 kg dibagi menjadi dua kelompok. Induksi sepsis dilakukan dengan injeksi endotoksin Eschericia coli melalui rute intravena hingga terjadi renjatan sepsis. Resusitasi cairan dilakukan pada saat renjatan sepsis terjadi melalui rute intravena. Kelompok pertama menerima resusitasi cairan menggunakan modified fluid gelatin 4% (MFG 4%) dan pada kelompok yang kedua menerima resusitasi cairan menggunakan cairan ringer asetat malat (RAM). Pengambilan sampel darah dilakukan pada saat setelah anestesi, saat sepsis, dan 3 jam setelah resusitasi cairan. Hasil evaluasi nilai indeks eritrosit menunjukkan bahwa hewan mengalami anemia makrositik regeneratif. Kondisi sepsis dan resusitasi cairan koloid (modified fluid gelatin 4%) maupun cairan kristaloid (ringer asetat malat) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai indeks eritrosit.
Diagnosa Radiografi dan Penanganan Penyakit Periodontal pada Anjing Yorkshire Terrier Hafizhuddin, Muhammad Faiz; Zaenab, Siti; Noviana, Deni
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.23-24

Abstract

Tujuan studi kasus ini adalah mengetahui gambaran radiografi serta penanganan kasus penyakit periodontal pada anjing Yorkshire Terrier. Radiografi dilakukan dengan menggunakan teknik paralel pada gigi premolar dan molar mandibula anjing. Studi kasus ini menggunakan anjing jantan jenis Yorkshire Terrier. Hasil pengambilan gambar radiografi menunjukan adanya penurunan densitas pada sekitar gigi molar 308 yang memiliki nilai indeks plak, gingivitis, dan furcation yang tinggi dibandingkan dengan gigi yang memiliki nilai indeks yang kecil yaitu gigi 306. Selain itu, pada gigi 308 didapatkan sulkus gingiva sedalam 0.3 mm. Pencabutan gigi anjing dilakukan pada seluruh gigi incisor mandibula.  Berdasarkan studi kasus yang dilakukan, diagnosa untuk melakukan penanganan penyakit periodontal dapat dilakukan dengan radiografi.
Profil Hematologi Sederhana pada Trenggiling Jawa (Manis Javanica) yang Mengalami Diare Kronis Rifai, Muhammad Sulthan Rasyid; Choliq, Chusnul; Nisa, Chairun; Hambandima, Danny Umbu Tay
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.25-26

Abstract

Seekor trenggiling jawa (Manis javanica) jantan berusia lima tahun menderita diare kronis selama dua bulan. Pemeriksaan hematologi dilakukan secara manual untuk mengetahui kondisi fisiologis trenggiling dengan parameter Red Blood Cell (RBC), White Blood Cell (WBC), Packed Cell Volume (PCV), hemoglobin (Hb), indeks RBC, dan diferensial WBC. Trenggiling diidentifikasi mengalami polisitemia relatif, dehidrasi, anemia mikrositik-normokromik, indikasi hipoksia, dan neutrofilia. Kondisi ini disebabkan oleh diare kronis akibat infeksi multi kausa dengan didominasi oleh infeksi bakteri yang menyebabkan trenggiling mengalami malnutrisi dan stres secara fisik dan fisiologis.
Gambaran Hematologi Pascatransfusi Darah pada Anjing yang Mengalami Babesiosis Pertiwi, Ni Wayan Linda; Inten, Anak Agung Istri
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.27-28

Abstract

Babesiosis merupakan salah satu penyakit yang menginduksi timbulnya anemia pada anjing. Anemia berat dapat ditangani melalui tranfusi darah. Gambaran hematologi darah harus dievaluasi pasca tranfusi untuk memastikan keberhasilam tranfusi. Anemia regenerative akan merespon tranfusi darah sekitar dua minggu pasca tranfusi dilakukan, ditandai dengan menurunnya indikator infeksi dan kembalinya jumlah sel darah merah mendekati normal.  
Diagnosa Radiografi Kasus Hernia pada Kucing Vidiastuti, Dian
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.217-18

Abstract

Hernia terjadi akibat kelemahan dinding abdomen sehingga memungkinkan bagian usus atau organ lain melewati celah abdomen mengakibatkan penonjolan. Dua ekor kucing jantan, berumur sekitar 3-4 bulan, menjalani pemeriksaan radiologi di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya. Gambaran radiografi kasus 1 gejala dyspnea dengan standar pandang left lateral menunjukkan usus terjepit masuk di dalam rongga thorax dengan diagnosa peritoneo-pericardial diaphragmatic hernia (PPDH). Pada kasus 2 dengan gejala perut kanan membesar, tampilan radiografi standar pandang dorso ventral menunjukkan hernia inguinalis akibat trauma.
Analisis Kolorimetri Kadar Hemoglobin Darah dengan Metode Pencitraan Digital Menggunakan Desktop Scanner Santoso, Koekoeh; Agil, Muhammad; Pratama, Ridzky
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.19-20

Abstract

Spektrofotometer adalah sistem baku berbasis kolorimetri dalam pengukuran kadar Hemoglobin (Hb). Penggunaan scanner untuk mengukur kadar Hb berbasis kolorimetri telah dilakukan sebagai sistem alternatif. Kurva baku kanal warna scanner yang paling curam adalah blue. Perbandingan kurva baku spektrofotometer dengan kanal warna blue menunjukan nilai y = 0.3131x + 0.0565 dengan R2 = 0.9954 dan angka konversi nilai absorbansi desktop scanner menjadi kadar Hb adalah 73.6. Hasil uji Pasangan T menghasilkan nilai p sebesar 0.325 atau tidak berbeda nyata pada p ˃ 0.05.
Pencitraan Ultrasonografi Organ Hepatobiliari pada Ular Sanca Lestari, Nurul Aeni Ayu; Pertiwi, Amira Putri; Kombo, Muhammad Piter; Tumbelaka, Ligaya ITA; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.29-30

Abstract

Teknologi pencitraan ultrasonografi memiliki peranan penting dalam manajemen kesehatan pada ular sanca. Struktur sistem organ di dalam tubuh seperti hepatobiliari dapat dipantau secara non-invasif menggunakan teknologi ultrasonografi. Citra ultrasonografi organ hepatobiliari pada tiga spesies ular sanca, yang terdiri atas sanca batik, sanca bodo, dan sanca bola dilaporkan dalam tulisan ini. Pencitraan organ hepatobiliari dilakukan menggunakan trasnduser linear dengan frekuensi 10 MHz. Ukuran organ hepatobiliari diukur berdasarkan nomor dan jumlah sisik ventral tubuh. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa organ hati pada ketiga sanca memiliki ukuran yang bervariasi dan berada di antara persinggungan nomor sisik ventral 72-102. Organ kelenjar empedu berukuran 7-9 sisik dan berada di antara nomor sisik ventral yang bervariasi. Derajat ekogenitas organ hepatobiliari di antara ketiga sanca tidak menunjukkan adanya perbedaan. Ekogenisitas organ hati pada ketiga sanca tampak hipoekoik dengan dinding hiperekoik di antara bayangan organ paru-paru yang tampak hiperekoik. Kelenjar empedu tampak anekoik dengan dinding hiperekoik berada diantara organ limpa yang tampak hiperekoik dan organ pankreas yang tampak hipoekoik.
Pouch Skin Flap pada Kasus Cutaneous Melanoma di Anjing Silky Terrier Zaenab, Siti; Alamsari, Osye; Sherlin, Kemala; Alifianti, Benda; Ramadhani, Fathia
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.31-32

Abstract

Cutaneous melanoma adalah tumor yang muncul dari sel-sel pigmen yang terjadi pada kulit dan paling umum terjadi pada anjing, kuda, dan beberapa breed babi. Melanoma yang terjadi pada kulit umumnya bersifat benign pada anjing. Tindakan bedah berupa pengangkatan dipilih untuk menangani cutaneous melanoma berukuran sekitar 3 x 2.5 cm pada kaki anjing jenis Silky Terrier di My Vets Animal Clinic Kemang Selatan. Skin flap metode pouch digunakan untuk merekonstruksi kulit anjing yang telah diangkat tersebut. Anjing sudah dapat beraktivitas menggunakan keempat kakinya dengan aktif setelah pelepasan kaki dari kantung (pouch). Pouch flap memberikan hasil yang bagus untuk mengatasi kerusakan kulit setelah pengangkatan cutaneous melanoma pada ekstremitas bagian bawah.
Efektifitas Penggunaan Antibiotik Beta Laktam dan Amitraz Topikal untuk Demodikosis Lokal pada Anjing Golden Retriever Kristianty, Tri Ayu; Ichsanniyati, Zulfa; Setiawati, Anjani Retno; Efendi, Zella Nofitri; Budiharjo, Bagus Satrio; Ramadhani, Fathia
ARSHI Veterinary Letters Vol 1, No 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.1.2.33-34

Abstract

Demodex canis adalah mikroflora normal komensal pada kulit anjing. Demodex spp. berhabitat di bawah folikel rambut atau kelenjar sebum. Bakteri kokus juga merupakan mikroflora normal pada kulit dan umum ditemukan pada kondisi infeksi kulit. Infeksi bakteri pada kasus demodikosis terjadi sebagai kejadian sekunder. Antibiotik beta laktam merupakan golongan antibiotik pilihan yang digunakan terhadap kasus infeksi bakteri kokus. Amitraz adalah akarisida topikal dan digunakan pada kasus demodikosis. Anjing Golden Retriever berusia 7 tahun datang ke My Vets Animal Clinic Bumi Serpong Damai (BSD) dengan kondisi kedua pipi erythema, pustul, erosi, dan pruritic akibat demodikosis dan infeksi sekunder bakterial. Anjing tersebut diberikan terapi fluralaner oral satu kali untuk satu bulan dan amitraz topikal setiap minggu untuk mengatasi demodikosis. Lesi pada anjing tersebut tidak terlihat berkurang nyata. Terapi antibiotik beta laktam oral kemudian diberikan untuk membantu mengatasi infeksi bakteri yang diduga terjadi sekunder dari demodikosis tersebut dan amitraz topikal diberikan setiap hari pada lesi di kedua pipi tersebut. Terapi ini menunjukkan perbaikan yang nyata dalam 8 hari. Lesi erythema, pustul, dan erosi semakin berkurang nyata dan lesi pustule sudah menghilang pada pemberian antibiotik hari keempat. Berdasarkan pengamatan, penggunaan antibiotik beta laktam dan amitraz topikal cukup efektif pada kasus demodikosis lokal.

Page 1 of 1 | Total Record : 9