cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
RANCANG ULANG MESIN PENYAYAT DAGING SAPI UNTUK BAHAN BAKU MEMBUAT ABON MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK 1 HP Hasrin, Hasrin; Zuhaimi, Zuhaimi; Sumardi, Sumardi
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 1 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i1.548

Abstract

The high consumption of processed beef products is a separate business opportunity to be developed. The shifting consumption pattern of the people in consuming processed beef products from fresh meat to processed products ready to encourage some parties to develop technology in terms of processing beef. In making abon now it is still traditional by using hands, knives or forks to cut the meat after the boiling process until cooked to be made abon. By using such manual equipment of course the process of making abon will take a long time, greater energy, and besides also slicing meat by pounding using a fork is considered less safe for workers. The purpose of this research is to get a tool / machine penyya beef is simpler for raw materials to make abon using electric motor 1 hp. Changes in the redesigned construction consist of: cylinder casing design, inlet and outlet ducts, container tubs and placemats. The result of the test has been tested by 1 kg of beef, thus showing the measured fiber texture measurement results consist of: 0.5 mm thickness, 30 mm length; 1 mm thick, 35 mm long and 1.5 mm thick, 35 mm long. Capacity of beef cultivation yields are: 3.3 ounces / minute or 1 kg / 3 minutes. So it can be concluded the closer the gaps in the cassing, then the result of the incision the better (smoother). Keywords: Meat meat machine, inlet hopper, cylinder case
KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH LAPISAN DINDING DENGAN MATERIAL ES DAN GARAM PADA DINDING COLD BOX TERHADAP LAJU PERPINDAHAN PANAS Setiawan, Adi; Faisal, Faisal; Sulaiman, Andrian
Jurnal POLIMESIN Vol 15, No 1 (2017): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v15i1.368

Abstract

Sosis merupakan makanan siap saji yang bahan baku utama adalah daging ayam, dimana proses penyimpanannya membutuhkan temperatur -18°C. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain kotak penyimpanan sosis yang memiliki laju perubahan temperatur paling rendah. Kotak yang dirancang terbuat dari bahan styrofoam-kayu-garam-kayu, yang diharapkan mampu mempertahankan temperatur dingin target waktu 7-8 jam. Dari hasil pengujian kotak styrofoammemiliki laju perubahan temperatur sosis yang tinggi, yaitu sebesar 0,68 °C/jam dengan laju perpindahan panas berkisar antara 1,23–0,78 Watt. Pada kotak styrofoam berlapis kayu-garam-kayu memiliki laju perubahan temperatur sosis sebesar 0,3°C/jam dengan laju perpindahan panas berkisar antara 0,73–1,5 Watt. Untuk kotak styrofoam berlapis kayu-es-garam-kayu laju perubahan temperaturnya paling rendah, yaitu sebesar 0,06°C/jam dengan laju perpindahan panas berkisar antara 1,12–1,09 Watt sehingga dapat disimpulkan bahwa lapisan kotak yang paling baik adalah kotak styrofoam berlapis kayu-es-garam-kayu. Kata kunci: Perpindahan panas,sosis, kotak penyimpan sosis.
ANALISIS SISTEM TRANSMISI DAN PEMBUKA ALUR TANAM SEBAGAI ACUAN DALAM DESAIN MESIN PENANAM TERINTEGRASI DENGAN TRAKTOR RODA DUA Sitorus, Agustami; Hermawan, Wawan; Setiawan, Radite Praeko Agus
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.335

Abstract

Mesin tanam biji-bijian yang efektif dan efisien terus dikembangkan di Indonesia. Mesin tanam yang terintegrasi dengan pengolahan tanah alur, pemupukan awal dan penamam merupakan salah satu cara untuk mencapai efektivitas tersebut. Sebuah mesin tanam terintegrasi akan didesain dengan menggunakan poros roda traktor sebagai sumber penggerak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem transmisi pada alat tanam dan pembuka alur yang akan digunakan. Sistem transmisi yang digunakan direkomendasikan menggunakan sistem sproket-rantai. Jumlah gigi sproket dari poros roda traktor hingga ke poros benih sudah didapatkan dengan jarak tanam maksimal 20.19 cm. Penjatah pupuk menggunakan tipe edge-cell dengan luas satu celah 69.44 mm2 diikuti dengan silinder pengatur dosis pupuk. Pembuka alur tanam akan mengunakan tipe shoe dengan tinggi 10 cm, lebar 3 m dan ketebalan batang 0.78 mm.Kata kunci: Mesin terintegrasi, penanam jagung, pemupuk
Pengaruh Pengelasan Pada Baja Karbon Sedang Terhadap Ketangguhan Retak Kasim, Bukhari M
Jurnal POLIMESIN Polimesin 201008
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v8i2.6

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu cara untuk menyambung dua atau lebih potongan logam secara permanen. Ketangguhan suatu material hasil pengelasan sangat tergantung pada kualitas daerah lasan. Beberapa metode telah digunakan untuk mengetahui ketangguhan daerah lasan dari suatu material, seperti uji impact dengan metode Charpy, atau metode Izod Metode lain yang bisa digunakan untuk pengujian ketangguhan daerah lasan adalah dengan metode pembebanan dinamik gas gun. Metode ini bisa memberikan hasil yang lebih spesifik terhadap ketangguhan dari material, dimana dengan metode ini nilai kekuatan material terhadap beban impact dapat diketahui dalam satuan gaya (Newton) persatuan luas penampang (mmi), yaitu Mpa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh volume lasan terhadap ketangguhan retak dari material baja karbon sedang yang telah dilakukan proses pengelasan dengan elektroda terbungkus jenis oksida titan yang termasuk ke dalam klasifikasi JIS D4313. Uji retak impact dilakukan dengan mesin pembebanan dinamik gas gun. Spesimen uji dari pengujian ini divariasikan dalam tiga kelompok yaitu spesimen uji dengan volume lasan 90%, 100%, dan I 10%. Besar beban impact diatur dengan cara mengatur jarak impact dan tekanan tabung gas. Pada pengujian ini, tekanan output tabung diatur pada 5,3 Bar dan jarak impact divariasikan mulai 25 cm sampai 125 cm. Pengukuran beban impact dilakukan dengan cara memasangkan sensor strain gauge pada lokasi impact. Nilai ketangguhan retak tertinggi dari ketiga spesimen uji adalah spesimen dengan volume lasan 90% dengan harga tegangan sebesar 268.982Mpa.Kata kunci: ketangguhan retak, tegangan impact, laju intensitas tegangan
Pembuatan Gelas Dengan Bahan Polypropylene Dengan Menggunakan Cetakan Plastik Saifuddin, Saifuddin; Usman, Ramli; Zuhaimi, Zuhaimi
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.558

Abstract

Mould adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan produk, yang salah satunya adalah pembentukan produk dari bahan plastik dan dilakukan pada jenis mesin injeksi. Untuk menghasilkan sebuah mould secara tepat, tentunya banyak faktor yang harus dipertimbangkan sehingga produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar kualitas yang diinginkan secara optimal baik itu dari kepresisian dimensi, kompleksitas geometri, maupun efisiensi proses. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan dan pemahaman tentang dasar teknik desain cetakan, proses manufaktur, proses injeksi dan parameter lain yang berpengaruh terhadap perancangan mould dan produk hasil cetakannya. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan satu unit cetakan injection moulding untuk membuat cetakan gelas. Metode yang digunakan adalah dengan merencanakan pembuatan mould yang meliputi proses desain/perancangan, pemilihan bahan produk, pemilihan bahan cetakan dan proses manufakturnya. Berdasarkan perhitungan bagian utama cetakan  maka didapat total keseluruhan volume produk adalah 523,124 mm3, berat produk 47,081 gram  dan gaya injeksi yang di dibutuhkan dalam proses pencetakan ialah: 154,6 N. Kata kunci: Cetakan Plastik, Sistem Injeksi, Cetakan standart, Polypropylene  Abstract Mold is a tool used to produce products, one of which is the formation of products from plastic materials and is carried out on the type of injection machine. To produce a mold appropriately, of course there are many factors that must be considered, so that the product produced can meet the desired quality standards optimally, whether from dimensional precision, geometry complexity, or process efficiency. Therefore, there is a great need for knowledge and understanding of the basis of mold design techniques, manufacturing processes, injection processes and other parameters that influence the design of molds and printed products. The purpose of this study was to plan a single injection molding mold to make glass molds. The method used is to plan the manufacture of mold which includes the design / design process, product material selection, selection of printed materials and the manufacturing process. Based on the calculation of the main part of the mold, the total volume of the product is 523.124 mm3, the product weight is 47.081 grams and the injection force required in the printing process is: 154.6 N. Keywords: Plastic Mold, Injection System, Standard Mold, Polypropylene
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER TYPE SHELL AND TUBE DEHUMIDIFIER BIOGAS LIMBAH SAWIT UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS Putra, Iriansyah
Jurnal POLIMESIN Vol 15, No 2 (2017): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v15i2.373

Abstract

Penggunaan alat penukar kalor (heat exchanger) semakin banyak digunakan dalam berbagai industri untuk menurunkan dan menaikan temperatur dalam memenuhi kebutuhan teknis berbagai produk, indutri-industri yang menggunkan alat penukar kalor seperti indutri kimia, pabrik, gedung perkantoran, rumah sakit, pembangkit listrik (power plan). Pada penelitian ini ditentukan penukar kalor type shell dan tube dengan media pendingin adalah air. Air terlebih dahulu didinginkan oleh unit chiller, kemudian disuplai dan bersirkulasi ke shell dan tube sehingga ketika biogas masuk ke dalam unit heat exchanger, temperatur biogas turun dan mendapat temperatur yang dibutuhkan. Dari hasil perencanaan diperoleh kapasitas heat transfer yang dilepas air cukup besar dengan kapasitas 25740,29 W/m²C yang melalui 248 tube panjang 2000 mm, dengan nilai panas yang dilepas oleh biogas 20122,76 W/m²C dan kecepatannya aliran biogas menjadi laminer karena harus melewati 6 buffle. Pada perencanaan sebuah konstruksi STHE harus memperhatikan faktor-faktor korosi dan pekerjaan agar bisa menimalisir kesalahan pada saat konstruksi Kata Kunci: Biogas, dehumidifier, penukarkalor, PLTBG.
UJI PERFORMANSI MESIN YANMAR TS 50 MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BIODIESEL DARI MINYAK KEPAYANG (PANGIUM EDULE) Turmizi, Turmizi
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.340

Abstract

Kepayang merupakan suatu jenis tanaman yang banyak terdapat di Aceh dan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Pada penelitian ini akan dikaji secara eksperimen dari kepayang sebagai bahan bakar nabati pada mesin diesel. Mesin diesel yang digunakan pada pengujian ini adalah mesin satu silinder empat langkah berpendingin air Merek Yanmar, tipe TS 50 dengan spesifikasi: Daya maksimum 5 HP, putaran maksimum 2400 rpm, torsi maksimum 2,29 kg.m pada putaran 1600 rpm, dan perbandingan kompresi 17,9 : 1. Pengujian performansi yang dilakukan dengan mesin diesel dimaksudkan untuk mengetahui besarnya daya yang dihasilkan, tingkat konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi termal. Pengujian dilakukan dengan dua variasi bahan bakar biodiesel yaitu B-10 dan B-20 serta bahan bakar solar sebagai pembanding. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah daya yang dihasilkan dari bahan bakar solar lebih besar dari dua bahan bakar lainnya, sedangkan konsumsi bahan bakar lebih hemat B-20 diikuti B-10 dan solar. Konsumsi bahan bakar spesifik hasilnya bervariasi sedangkan efisiensi termal lebih tinggi dihasilkan oleh B-20 dari pada B-10 dan solar pada putaran tinggi.Kata kunci: Kepayang, biodiesel, mesin diesel, performansi mesin.
RANCANG BANGUN ALAT PENGGONGSENG KELAPA UNTUK PEMBUATAN BUMBU DAPUR DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS LISTRIK TEMPERATUR 800C DENGAN KAPASITAS 3 KG Lubis, Hasrin; Abas, Al Fathir
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.297

Abstract

Proses pembuatan bumbu dapur masih tertinggal dalam hal teknologinya, misalnya dalam proses pemanasan kelapa, pada umumnya masih menggunakan kompor untuk melakukan pemanasan, dalam melakukan pemanasan sangat banyak mengalami kendala karena menggunakan kompor. Berdasarkan kendala yang terjadi, maka perlu merancang sebuah alat yang dapat membatu masyarakat dalam proses pemanasan (gongseng) kelapa, perancangan dilakukan dengan menggunakan pemanas listrik (heater) kelapa yang dapat di gongseng dengan lebih cepat dan sangat mempermudah pekerjaan di dapur. Proses untuk pembuatan kelapa gongseng dari kelapa yang telah diparut maka dilakukan beberapa metode penggongsengan serta pemanas menggunakan api dan sistem elemen pemanas menggunakan sumber energi listrik yang di ubah menjadi energi panas (energi kalor). Prinsip kerja dari alat gongseng kelapa ini terjadi didalam kuali yang di panas menggunakan elemen pemanas dengan suhu 800 C yang kemudian di aduk oleh mata pengaduk (mixing) dengan putaran 45 rpm yang ditransmisikan oleh gearbox dengan penggerak utama motor listrik dengan putaran 1420 rpm. Adapun elemen pemanas yang digunakan yaitu elemen pemanas dengan spesifikasi 750 watt dan temperature 800 C. Spesifikasi alat ± memiliki panjang = 760 mm, lebar = 760 mm, dan tinggi = 925 mm dan berat ± 55 kg dan bersifat portable, Hasil pengujian struktural dan fungsional yang telah dilakukan pada alat penggongseng kelapa ini dapat disimpulkan bahwa seluruh komponen bekerja sesuai dengan perencanaan.Kata Kunci : Elemen Pemanas, Pengaduk (Mixing), Portable.
OPTIMALISASI SISTEM TATA UDARA GEDUNG PERKANTORAN BERTINGKAT DENGAN METODE SIX SIGMA (Studi Kasus Gedung PT.Bank Aceh Cabang Lhokseumawe) Syamsuar, Syamsuar
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 1 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v16i1.549

Abstract

The use of energy in the air system of PT. Bank Aceh Lhokseumawe branch annually averages 60 - 75% of total energy consumption in buildings. The purpose of this research is to optimize energy use in air system continuously using Six Sigma approach. The six sigma approach is expected to reduce the cost of using the air system system without neglecting the comfort level according to the national comfort standard (SNI). The problem faced by the air system is the existence of over cooling load (over cooling load), the value reaches the figure beyond the initial 60,000 watts planning capacity. The calculation results obtained actual average cooling load reached 75,580.3 watts. It is known that the cooling overload is caused by several factors, namely: the quantity of occupant / human, the air ventilation factor, the management factor of electric appliances usage, the lighting factor, and the solar radiation / transmission factor. Solutions to improve the air conditioning system by minimizing the factors that cause over cooling load. The results of the improvement get a cooling load of 57,340.9 watts which means savings of 24.2%, or monthly electrical energy savings of 4,428.324 kwh / month or equivalent to 50,739.888 kwh / year. Keywords: cooling load, six sigma, optimization, critical to quality
KAJIAN PERLAKUAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT EPOKSI SERAT SABUT KELAPA Mawardi, Indra; Azwar, Azwar; Rizal, Amir
Jurnal POLIMESIN Vol 15, No 1 (2017): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v15i1.369

Abstract

Komposit adalah gabungan dari dua atau lebih material berbeda yang terdiri dari fiber dan matriks, penelitian ini menggunakan serat (fiber) serat sabut kelapa, dan matrik yang digunakan yaitu Epoxy Resin dan Epoxy hardener dengan merk Eposchon,  dengan  perbandingan  30:70.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan serat sabut kelapa terhadap sifat mekanik dan juga untuk mengetahui nilai beban kejut dan beban lentur komposit epoksi yang berpenguat serat sabut kelapa yang mengalami perlakuan.  Pada  penelitian  ini  peneliti  mengkaji kekuatan Impak dan Bending dari komposit serat sabut kelapa, dan pengaruh perendaman  serat  dalam  larutan  Alkali  (NaOH)  5%  selama  5  jam,  serta  blender dengan variasi waktu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Standar pengujian Impak menggunakan   standar   ASTM   E   23,   sedangkan   untuk   pengujian   Bending menggunakan standar ASTM D 790. Berdasarkan hasil dari kesimpulan yang didapat dari pengujian material komposit yang mempunyai harga Impak tertinggi yaitu komposit dengan perlakuan blender 10 menit yaitu sebesar 0.02 J/mm. Sedangkan untuk pengujian Bending mempunyai kekuatan bending tertinggi yaitu komposit dengan perlakuan blender 30 menit yaitu sebesar 88.68 Mpa. Kata kunci : Komposit, serat sabut kelapa, resin epoxy, perlakuan mekanis, uji impak, uji bending

Page 2 of 14 | Total Record : 131