cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
polimesin@pnl.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
polimesin@pnl.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal POLIMESIN
ISSN : 16935462     EISSN : 25491199     DOI : -
Jurnal POLIMESIN is an peer-reviewed journal that publishes original and high-quality research papers in all areas of mechanical engineering. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate. Jurnal Polimesin is publish twice a year in February and August.
Articles 47 Documents
Perancangan Mesin Perajang Bawang Serbaguna Berpenggerak Motor Listrik Dengan Kapasitas 55 Kg/Jam Effendi, Riki; Khumaidi, Muhammad
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.591 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.584

Abstract

Abstract This study aims to create a versatile multipurpose machine design to support increasing production of Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM), especially in the business of onion slices that are ready to be fried. The design of this machine has several concepts with steps such as: requirement, problem analysis and specification, design of machine concept, technical analysis, modeling up to work drawing, tool making, assembling and testing. This machine uses electric motors with low power and the price is relatively cheap, so this machine is affordable for the community of UMKM. After doing research on slicing machine of onion by using onion slicer got maximum capacity of 55 kg per hour with 400 rpm slicing knife rotation and 1 mm slice thickness. Keywords: Designing, Chopping Machine, Red Onion, Slicer
ANALISA KEKUATAN IMPAK PADA PENYAMBUNGAN PENGELASAN SMAW MATERIAL ASSAB 705 DENGAN VARIASI ARUS PENGELASAN A.Jalil, Saifuddin; Zulkifli, Zulkifli; Rahayu, Tri
Jurnal POLIMESIN Vol 15, No 2 (2017): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.095 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v15i2.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan pada kekuatan dan ketangguhan las SMAW dengan elektroda E7018.Penelitian ini menggunakan bahan baja ASSAB 705, baja ini termasuk baja karbon rendah. Bahan di beri perlakuan pengelasan dengan variasi arus100 Ampere, 125 Ampere, dan 150 Ampere dengan menggunakan las SMAW DC polaritas terbalik dengan elektroda di hubungkan dengan kutub positif dan logam induk di hubungkan dengan kutub negatif, posisi pengelasan dengan menggunakan posisi pengelasan mendatar atau bawah tangan, jenis kampuh yang di gunakan adalah kampuh V dengan sudut 70°.  Spesimen di lakukan pengujian Impak metote Charpy. Hasil pengujian impak pada kelompok specimen base metal dan specimen variasi arus menunjukkan bahwa nilai kekuatan impak yang paling tinggi terdapat pada base metal yaitu sebesar 146 joule dan 1,825 joule/mm2, dibanding dengan kelompok variasi arus 100 Ampere, 125 Ampere dan 150 Ampere. Jenis-jenis perpatahan yang terjadi adalah pada base metal dan kelompok spesimen arus 100 Ampere adalah patah getas, dan kelompok spesimen 125 Ampere dan kelompok spesimen 150 Ampere adalah patah ulet. Kata kunci : Arus, SMAW, ASSAB 705, ketangguhan, E7018
ANALISIS UMUR PAHAT DAN BIAYA PRODUKSI PADA PROSES DRILLING TERHADAP MATERIAL S 40 C Azwinur, Azwinur; Taufiq, Taufiq
Jurnal POLIMESIN Vol 15, No 1 (2017): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.283 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v15i1.367

Abstract

Umur pahat sangat berpengaruh terhadap suatu produk baik dari segi kualitas pemesinan maupun biaya produksi dari produk tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi umur suatu pahat bisa disebabkan oleh jenis material benda kerja, pahat, kondisi pemotongan, cairan pendingin dan jenis proses pemesinan. Kondisi pemotongan sangat mempengaruhi umur pahat dan tingkat kekasaran permukaan benda kerja. Tingkat kecepatan keausan suatu pahat akan mempengaruhi batasan umur pahat yang berdampak terhadap ongkos suatu produksi karena apabila pahat cepat mengalami keausan, pahat tersebut akan sering diganti/diasah sehingga ongkos pemakaian pahat akan semakin tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh umur pahat terhadap biaya produksi pada proses drilling menggunakan benda kerja baja karbon S 40 C serta tingkat kekasaran permukaan materialnya. Dari hasil analisa yang dilakukan dengan memvariasikan beban yang diberikan pada lengan ayun mesin gurdi maka dapat dinyatakan bahwa beban yang diberikan pada lengan ayun mesin gurdi sangat berpengaruh terhadap umur pahat dan biaya proses pemesinan. Semakin besar nilai beban yang diberikan pada lengan ayun maka semakin pendek umur pahat, semakin kecil waktu pemesinannya. Dan semakin kecil nilai beban maka semakin panjang umur pahat, semakin besar waktu pemesinannya. Biaya produksi yang paling ekonomis adalah pada pahat yang diberikan beban 2,5 kg sedangkan biaya produksi yang paling tinggi adalah pada pahat yang diberikan beban 2 kg. Tingkat kekasaran permukaan benda kerja yang paling besar adalah pada produk dengan menggunakan pahat 3 (beban 3 kg) sedangkan tingkat kekasaran yang paling kecil (halus) adalah pada produk dengan menggunakan pahat 1 (beban 2 kg).Kata kunci : Umur Pahat, Mesin gurdi, ongkos produksi, kekasaran permukaan, kecepatan keausan pahat
ANALISA EFEKTIVITAS PROKDUSI PADA UNIT UREA I DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA Sariyusda, Sariyusda; Fakhriza, Fakhriza; Putra, Johansyah
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.588 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.300

Abstract

PT Pupuk Iskandar Muda adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri kimia yaitu memproduksi pupuk urea dan ammonia. Pada lini produksi pupuk urea terdapat beberapa masalah produksi yaitu belum tercapainya rencana produksi dan tingginya downtime mesin. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran efektivitas pada lini produksi urea untuk mengetahui kinerja mesin/peralatan. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode yang digunakan untuk mengukur efektivitas kinerja peralatan, kemudian mengidentifikasi penyebab rendahnya efektivitas dengan menggunakan six big losses. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata OEE tahun 2015 sebesar 79.24%. Losses yang berpengaruh adalah breakdown losses sebesar 29.64% dan reduced speed losees sebesar 10.70%. penyebab losses antara lain karena operator kurang mememahami gejala kerusakan mesin, tidak maksimal saat kegiatan preventive maintenance, keterlambatan dalam penanganan perbaikan, dan kekurangan material. Beberapa rekomendasi perbaikan berdasarkan konsep Total Productive Maintenance adalah mengadakan training kepada operator, disiplin dan proaktif dalam melaksanakan preventive maintenance sesuai dengan prosedur.Kata kunci: Overall Equipment Effectiveness (OEE), six big losses, Total Productive Maintenance
Perancangan Kontroler Linear quadratic Regulator (LDR) Pada Sistem Suspensi Aktif untuk Mengontrol Gerak Vertikal Bodi Mobil Kasim, Bukhari M
Jurnal POLIMESIN Polimesin 201102
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v9i1.4

Abstract

Sebuah metode baru untuk menangani permasalahan aktif suspensi dilakukan dengan menambahkan motor listrik linear sebagai aktuator pada sistem suspensi. Keuntungan utama pemakaian motor listrik linear adalah dapat membangkitkan gaya aksi yang dibutuhkan unsprung mass dan sprung mass dari kenderaan, dapat mengisolasi dengan baik sprung mass kenderaan dari gangguan permukaan jalan. Dalam beberapa kondisi penggunaan motor listrik linear akan memberi peluang untuk mentransformasi energy mekanik menjadi energy listrik, dapat mengakumulasi energy tersebut dan dapat menggunakannya pada saat diperlukan. Penggunaan sistem aktif suspensi mempunyai dua alasan utama yaitu untuk meningkatkan kenyamanan berkenderaan dan meningkatkan kemampuan pengendalian kenderaan dalam merespon perubahan permukaan jalan. Kedua hal tersebut adalah kontradiktif dan tidak mungkin memenuhi keduanya kriteria tersebut secara simultan apabila hanya menggunakan jenis suspensi pasif Solusi dari permasalahan ini hanya bisa dilakukan dengan pemakaian jenis aktifsuspensi yang terintegrasi dengan sebuah kontroler. Sebuah kontrol suspensi aktive dari kendaraan di rancang dengan menggunakan metode Linear Quadratic Control (LQR). Hasil simulasi menunjukkan tingkat kenyamaman dan kemudahan pengendalian kenderaan dapat ditingkatkan secara bersamaan. Hal ini terukur dari pengurangan puncak serta semakin singkatnya waktu yang dibutuhkan oleh system suspensi untuk sampai pada posisi stabil setelah adanya gangguan.Keywords: aktif suspensi, linear motor, state space, Linear Quadratic Regulator.
PENGARUH TIPE BANTALAN BOLA PADA POROS POMPA SENTRIFUGAL TERHADAP SINYAL GETARAN hajar, Ibnu
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 1 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.425 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v16i1.552

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan salah satu pompa yang sangat banyak digunakan pada industri pengolahan, seperti industri pengolahan air minum, industri pengolahan minyak, dan pabrik kelapa sawit. Bentuknya sederhana dan biaya perawatan lebih murah. Permasalahan yang sering terjadi pada pompa sentrifugal adalah kerusakan pada bantalan poros yang diakibatkan oleh getaran, keausan, dan misalignment. Pada makalah ini membahas pengaruh tipe bantalan bola terhadap sinyal getaran poros pompa sentrifugal satu tingkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendapatkan pengaruh tipe bantalan bola pada poros pompa sentrifugal dengan mengukur sinyal getaran. Pompa yang digunakan dalam penelitian ini adalah pompa sentrifugal yang mempunyai head tekanan  9 meter, debit aliran 3 liter/detik dan daya output 746 watt. Metode penelitian dengan mengamati dan analisis perilaku sinyal getaran yang terdiri dari simpangan (displacement), kecepatan( velocity) dan percepatan (acceleration) pada bantalan bola pompa sentrifugal pada titik P-01 dan P-02 dari arah aksial, vertikal dan horizontal. Pengukuran sinyal getaran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Vibrometer Analog VM-3314A. Bantalan (bearing) yang gunakan dalam penelitian ini adalah tipe cylindrical roller bearing dan  roller ball bearing yang dipasang pada poros pompa sentrifugal untuk diamati dan ukur sinyal getarannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa harga simpangan tertinggi 37,125 µm terjadi bantalan tipe ball bearing arah horizontal pada titik pengukuran P-02 tinggi tekan 3 meter dengan debit aliran 2,8 liter/detik. Sedangkan harga simpangan terendah  27,1 µm terjadi pada cylindrical roller bearing dengan tinggi tekan 3 meter dan debit aliran 2,8 liter/detik. Dengan naiknya tinggi tekan pada pompa sentrifugal menyebabkan turunnya getaran pompa sesuai penurunan beban pada pompa, sehingga untuk pompa sentrifugal satu tingkat lebih aman menggunakan tipe cylindrical roller bearing.Kata kunci: Tipe bantalan, pompa sentrifugal, sinyal getaranAbstractCentrifugal pumps are one of the most widely used pumps in the processing industry, such as the drinking water treatment industry, the oil processing industry and the palm oil mill, in addition to the simpler and cheaper maintenance costs. The most common problem with centrifugal pumps is damage to the shaft bearings caused by vibration, wear and misalignment. This paper discusses the effect of ball bearing type on the single-stage centrifugal pump vibration signal. The purpose of this research is to know and get the influence of ball bearing type on centrifugal pump shaft by measuring vibration signal. The pumps used in this study are centrifugal pumps that have a 9-meter pressure head, a flow rate of 3 liters / second and a power output of 746 watts. Research method by observing and analyzing vibration signal behavior consist of displacement, velocity and acceleration on centrifugal pump ball bearing at point P-01 and P-02 from axial, vertical and horizontal direction. Measurement of vibration signal is done by using Analog Vibrometer VM-3314A. Bearings used in this study are cylindrical roller bearing and roller ball bearings mounted on the centrifugal pump shaft to be observed and measure the vibration signal. Test results showed that the highest deviation 37,125 μm occurred bearing type ball bearing horizontal direction at the point of measurement P-02 high press 3 meter with flow debit 2,8 liter / second. While the lowest 27.1 μm deviation occurred in cylindrical roller bearing with 3 meter press and 2.8 liter / second flow rate. With the increase in the height of the tap on the centrifugal pump causes the decrease of pump vibration according to the load decrease at the pump, so for the centrifugal pump one level safer using cylindrical roller bearing type.Keywords: Bearing type, centrifugal pump, vibration signalCentrifugal pumps are one of the most widely used pumps in the processing industry, such as the drinking water treatment industry, the oil processing industry and the palm oil mill, in addition to the simpler and cheaper maintenance costs. The most common problem with centrifugal pumps is damage to the shaft bearings caused by vibration, wear and misalignment. This paper discusses the effect of ball bearing type on the single-stage centrifugal pump vibration signal. The purpose of this research is to know and get the influence of ball bearing type on centrifugal pump shaft by measuring vibration signal. The pumps used in this study are centrifugal pumps that have a 9-meter pressure head, a flow rate of 3 liters / second and a power output of 746 watts. Research method by observing and analyzing vibration signal behavior consist of displacement, velocity and acceleration on centrifugal pump ball bearing at point P-01 and P-02 from axial, vertical and horizontal direction. Measurement of vibration signal is done by using Analog Vibrometer VM-3314A. Bearings used in this study are cylindrical roller bearing and roller ball bearings mounted on the centrifugal pump shaft to be observed and measure the vibration signal. Test results showed that the highest deviation 37,125 μm occurred bearing type ball bearing horizontal direction at the point of measurement P-02 high press 3 meter with flow debit 2,8 liter / second. While the lowest 27.1 μm deviation occurred in cylindrical roller bearing with 3 meter press and 2.8 liter / second flow rate. With the increase in the height of the tap on the centrifugal pump causes the decrease of pump vibration according to the load decrease at the pump, so for the centrifugal pump one level safer using cylindrical roller bearing type. Keywords: Bearing type, centrifugal pump, vibration signal
PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PROSES PENGELASAN SMAW Azwinur, Azwinur; Jalil, Saifuddin A.; Husna, Asmaul
Jurnal POLIMESIN Vol 15, No 2 (2017): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2.388 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v15i2.372

Abstract

Teknologi di bidang konstruksi terus berkembang terutama dalam perancangan dan desain produk. Salah satu konstruksi rancangan yang sering dijumpai adalah kostruksi baja. Dalam penerapannya konstruksi baja ini seringkali tidak dapat dihindari dari melakukan proses penyambungan logam atau yang sering disebut dengan pengelasan. Setiap proses pengelasan pasti berhubungan dengan arus pengelasan yang berfungsi untuk mendapatkan hasil sambungan yang baik atau lolos pengujian sesuai standart atau code yang dianut. Oleh karena itu pemilihan besarnya arus pengelasan sangat penting sebelum melakukan proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap sifat mekanik dengan menggunakan proses pengelasan SMAW. Penelitian ini menggunakan material baja karbon rendah. Material diberi perlakuan pengelasan dengan variasi arus 80 A, 90 A dan 100 A. Jenis sambungannya adalah sambungan tumpul kampuh V tunggal dengan sudut 70°.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengujian tarik pada spesimen raw material yang tidak mengalami pengelasan dan spesimen yang mengalami pengelasan bahwa nilai kekuatan tarik yang paling tinggi terdapat pada arus 100 A yaitu sebesar 44.08 kgf/mm2  selanjutnya diikuti oleh arus 80 A yaitu sebesar 43.14 kgf/mm2 selanjutnya diikuti oleh nilai kekuatan tarik dari raw material yaitu sebesar 41.88 kgf/mm2  dan yang terakhir adalah arus 90 A yang nilainya sebesar 40.07kgf/mm2 . Nilai pengujian kekerasan material pada arus 80 A, 90 A dan 100 A menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi terdapat pada daerah logam las yaitu pada kelompok spesimen arus 80 A sebesar 96.5 HRC. Kata kunci: Pengelasan, Kampuh V, kekerasan, kekuatan tarik, SMAW
PENENTUAN SUDUT POSISI SUDU ARAH HORIZONTAL UNTUK PENGEMBANGAN SUDU MODEL FURROWER AERATOR KINCIR Bahri, Samsul
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 2 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.843 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v14i2.339

Abstract

Tingkat keberhasilan usaha budidaya tambak secara intensif sangat dipengaruhi oleh kemampuan petani untuk mengatasi penurunan kualitas air yang salah satunya masalah kelarutan oksigen yang rendah melalui proses aerasi. Salah satu tipe alat aerasi yang umum digunakan adalah aerator kincir karena merupakan aerator yang paling baik dari segi mekanisme aerasi dan tenaga penggerak yang dapat digunakan. Namun aerator ini masih memiliki kinerja aerasi yang rendah sehingga biaya operasional kincir untuk pengelolaan budidaya tambak masih tinggi. Selama ini usaha peningkatan kinerja aerasi dilakukan dengan pengembangan sudu secara dua dimensi. Hal ini tidak memberikan hasil yang optimal karena kebutuhan daya untuk aerasi berbanding lurus dengan kenaikan laju aerasi. Pengembangan sudu tiga dimensi merupakan salah satu alternatif solusi. Sudut posisi sudu arah horizontal merupakan parameter desainnya. Penelitian bertujuan mendapatkan sudut posisi sudu arah horizontal untuk pengembangan sudu tiga dimensi. Kincir yang digunakan mempunyai sudu delapan buah, ukuran sudu 15x20 cm dengan diameter lubang sudu 16 mm dan sudut posisi sudu arah vertikal 45º. Variasi sudut posisi sudu arah horizontal dilakukan pada 0º, 15º dan 30º dengan putaran kincir 115, 135 dan 154 rpm pada kecelupan sudu 12 cm. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan torsi dan daya listrik yang digunakan dan volume penutupan semburan yang dihasilkan sebagai kesamaan dari laju perpindahan oksigen yang terjadi. Hasil pengujian terbaik dihasilkan pada sudut posisi sudu arah horizontal 30º dengan putaran kincir 154 rpm yaitu torsi 46.70 N, daya listrik 564.39 Watt, dan volume penutupan semburan 4.55 m3.Kata Kunci: aerator kincir, sudut posisi sudu arah horizontal, torsi, daya listrik, volume penutupan semburan.
PENGUATAN KAYU DAN PLYWOOD MELALUI PROSES SANDWICH DENGAN KOMPOSIT POLYESTER SERAT GELAS UNTUK BAHAN PEMBUATAN PERAHU Azwar, Azwar; Ismy, Ady Saputra; Saifuddin, Saifuddin
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.987 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.296

Abstract

Keterbatasan kayu berkualitas untuk pembuatan perahu nelayan menyebabkan harga perahu meningkat dan kualitasnya menurun sehingga berimbas pada nalayan tradisional. Penurunan kualitas perahu salah satunya disebabkan oleh proses pelapukan kayu akibat terendam air dan terpampang terhadap sinar matahari pada jangka waktu yang lama. Maka proses pelapukan tersebut dapat diminimalisir melalui proteksi kayu dari kontak langsung dengan air atau matahari yang dengan lapisan komposit polyester serat gelas, yang menjadi tujuan penelitian ini. Penyiapan specimen uji mengacu pada standart ASTM C 1341 – 06 (Standart Test Method for Flexural Properties of Continuos Fiber-Reinforced Advance Ceramic Composites) dengan ukuran spesimen mengacu pada L/d = 16/1. Proses pengujian dilakukan menggunakan uji bending 3 titik (3 poin bending test). Hasilnya menunjukkan bahwa Lapisan komposit polyester baik dengan serat gelas atau tanpa serat gelas dapat menghalangi penyerapan air pada kayu yang dilapisinya serta meningkatkan kekuatan dari kayu yang akan dijadikan bahan baku pada pembuatan perahu nelayan sekitar ± 20 %. Dari 2 jenis kayu yang di teliti didapati bahwa kayu damasui yang diperkuat komposit serat gelas memberi efek penguatan yang lebih baik dibandingkan dengan kayu bayu. Untuk komposit sandwich plywood dan serat gelas Penggunaan 2 lapis serat sebagai kulit (skin) dapat meningkatkan kekuatan bahan komposit sandwich, namun peningkatannya tidak signifikan. Sedangkan ketebalan plywood (core) mempengaruhi kekuatan bahan komposit sandwich, dimana semakin tebal,kekuatannya semakin menurun. Analisa fractography juga menunjukkan bahwa bagian interface antara kayu dan komposit merupakan titik awal kegagalan specimen secara laminasi, sehingga kekuatan mekaniknya sangat tergantung dari kualitas ikatan pada interface, dimana ikatan yang baik akan membentuk cross linking antara kayu dengan komposit.Kata kunci : Kayu komposit, sifat mekanik, absorbsi air, komposit polyester, uji bending Plywood, core, komposit sandwich,
Pengaruh Pemesinan Laju Tinggi Keadaan Kering Terhadap Pertumbuhan Aus Sisi (Vb) Pahat Karbida Berlapis (Tialn/Tin) Pada Pembubutan Paduan Aluminium 6061 Sunarto, Sunarto; Mawarni, Sri
Jurnal POLIMESIN Vol 16, No 2 (2018): Polimesin
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.47 KB) | DOI: 10.30811/jpl.v16i2.587

Abstract

AbstrakPemesinan laju tinggi yang diindikasikan dengan kecepatan potong tinggi pada proses pembubutan keadaan kering menjadi bahasan utama pada penelitian ini. Kecepatan potong (Vc) merupakan salah satu penyebab meningkatnya temperatur pemotongan dan akan mempengaruhi daya tahan alat potong. Akibat temperatur pemotongan yang tinggi pahat akan mengalami kerusakan salah satunya berupa Aus Sisi (VB). VB akan tumbuh secara terus menerus seiring dengan waktu pemotongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemesinan laju tinggi terhadap laju pertumbuhan VB selama proses pembubutan paduan Aluminium 6061. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pahat karbida (Wc+Co) yang dilapisi dengan bahan pelapis Titanium Aluminium Nitrida dan Titanium Nitrida (TiAlN/TiN) menggunakan mesin bubut CNC serta membagi tiga kondisi pemotongan yaitu pada kecepatan potong 800 m/menit, 1000 m/menit dan 1200 m/menit. Hasil yang dicapai dari kondisi pemotongan tersebut adalah pada kecepatan potong 1200 m/menit menghasilkan ukuran VB yang lebih besar jika dibandingkan dengan kecepaatan potong 800 m/menit dan 1000 m/menit dengan waktu pemotongan masing-masing selama enam menit.Kata Kunci: Kecepatan Potong (Vc), Aus Sisi (VB), Alat PotongAbstractHigh speed machining which is indicated by high cutting speed in the dry lathe process becomes the main discussion in this study. The cutting speed (Vc) is one of the causes of increasing the cutting temperature and will affect the durability of the cutting tool. Due to high cutting temperature the cutting tool will suffer damage one of them is Flank Wear (VB). VB will grow continuously along with the cutting time. The purpose of this research is to know the effect of high speed machining to growth rate of VB during the process of Aluminum 6061 alloy. The method used in this research is by using  cutting tool (Wc + Co) coated with Titanium Aluminum Nitride and Titanium Nitride coating materials (TiAlN / TiN) using CNC lathe and dividing the three cutting conditions ie at cutting speed of 800 m / min, 1000 m / min and 1200 m / min. The result of the cutting condition is at a cutting speed of 1200 m / min resulting in a larger VB size when compared to 800 m / min cutting speed and 1000 m / min with each cutting time of six minutes.Keywords: Cutting Speed (Vc), Flank Wear (VB), Cutting Tool