cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Acarya Pustaka
ISSN : 24424366     EISSN : 24430293     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Acarya Pustaka menerbitkan tulisan ilmiah di bidang perpustakaan, informasi, kearsipan, dan manajemen pengetahuan. Terbit 2 kali setahun di bulan Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
INKLUSI SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN DESA Yoga Prasetyawan dkk, Yanuar
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.113 KB)

Abstract

Perpustakaan desa sepatutnya menjadi lembaga inklusi sosial, siapapun dapat masuk ke perpustakaan dan menikmati layanan perpustakaan secara gratis. Masyarakat merupakan pihak yang paling berkepentingan dengan keberadaan lembaga pelayanan informasi (perpustakaan). Kebutuhan masyarakat terhadap informasi dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas hidup sepatutnya menjadi landasan pokok sebuah perpustakaan berdiri. Sehingga segala proses pembangunan dan pengembangan perpustakaan sangat berkaitan dengan upaya masyarakat dalam mengembangkan diri serta meningkatkan mutu dan kualitas hidup.  Kata Kunci:  inklusi sosial, perpustakaan desa, pemberdayaan masyarakat
PERPUSTAKAAN SEKOLAH Suatu Keniscayaan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Formal Sudarsono, Blasius
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 2 (2015): ACARYA PUSTAKA
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.423 KB)

Abstract

AbstrakKeberadaan perpustakaan sekolah idealnya menempati posisi sentral dalam lembaga pendidikan. Apakah fungsi perpustakaan sekolah sudah benar dipahami, dihayati, dan dikembangkan oleh pihak terkait dalam proses pembelajaran formal? Apakah masyarakat perpustakaan sekolah di Indonesia juga sudah menyadari adanya IFLA School Library Guidelines edisi ke dua, Juni, 2015? Sudahkah materi tersebut diacu guna mengembangkan perpustakaan sekolah? Ketiadaan persepsi mendasar tentang perpustakaan sekolah menjadikan keberadaan perpustakaan sekolah belum pada posisi ideal. Perkembangan fungsi dan peran perpustakaan sekolah tidak dapat dilepas dari adanya manifesto perpustakaan sekolah: IFLA/UNESCO School Library Manifesto (SLM), yaitu: perpustakaan sekolah memberikan informasi dan ide yang menjadi dasar keberhasilan fungsional dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan dan perpustakaan sekolah membekali murid berupa keterampilan pembelajaran sepanjang hayat serta pengembangan imajinasi, memungkinkan mereka hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Perpustakaan sekolah bertugas menyediakan layanan pembelajaran, buku dan sumber informasi lain sehingga menjadikan seluruh warga masyarakat sekolah menjadi pemikir kritis (critical thinkers) dan pemakai efektif informasi dalam beragam media dan format. Perpustakaan Sekolah harus mempunyai pustakawan profesional. Ini dinyatakan juga dalam manifesto perpustakaan sekolah. Dinyatakan bahwa pustakawan sekolah haruslah professionally staff member yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Pengembangan kemampuan profesionalitas berkesinambungan (Continuing Professional Development= CPD) menjadi tanggung jawab pribadi pustakawan sekolah yang harus difasilitasi oleh sekolah (lembaga kerja), asosiasi profesi pustakawan (sekolah), dan lembaga pendidikan pustakawan (sekolah perpustakaan). Manifesto ini juga memberikan arahan untuk melaksanakannya. Kebijakan tertulis atas layanan perpustakaan sekolah  harus dibuat. Kebijakan ini mencakup tujuan dan prioritas layanan sehubungan dengan kurikulum sekolah yang berlaku. Perpustakaan sekolah juga harus diselenggarakan dan dikelola berdasar standar profesional. Layanan harus dapat diakses oleh setiap anggota masyarakat sekolah dan diselenggarakan berdasar konteks masyarakat setempat. Kata kunci: perpustakaan sekolah dan IFLA/UNESCO School Library Manifesto (SLM)
MEWUJUDKAN LIASON LIBRARIAN DALAM PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Puspitasari, Dewi
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.904 KB)

Abstract

Di era global saat ini, tantangan bagi pustakawan tidak menjadi ringan. Pustakawan menghadapi tantangan yang cukup berat karena perpustakaan bisa dikatakan sebagai pilihan terakhir untuk mencari informasi. Untuk itu perpustakaan harus terus berinovasi melahirkan layanan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna. Salah satu inovasi tersebut adalah liason librarian. Liason librarian adalah penghubung antara perpustakaan dan pemustaka. Liason librarian digambarkan sebagai pihak yang akan berhubungan langsung dengan pemustaka. Konsep liason librarian tersebut akan lebih mudah dipahami dengan melihat bagaimana pelaksanaan liason librarian di dua perguruan tinggi, yaitu Perpustakaan Queensland University of Technology, Australia dan Perpustakaan Sultan Abdul Samad, Universiti Putra Malaysia. Liason librarian di Perpustakaan QUT menangani dua bagian yaitu pertama jasa dan layanan penelitian  dan kedua jasa dan layanan untuk belajar mengajar. Liason librarían di PSAS UPM  menangani 3 aspek yaitu peran liason librarian secara umum, peran liason librarian dalam research support, dan liason librarian bagi pendidikan jarak jauh  Key words : liason librarian, librarian, QUT library, PSAS UPM
Hubungan antara Kebiasaan Membaca dan Penguasaan Kosakata dengan Kemampuan Membaca Pemahaman Susiari Tantri, Ade Asih
ACARYA PUSTAKA Vol 2, No 1 (2016): ACARYA PUSTAKA
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.401 KB)

Abstract

Hubungan antara Kebiasaan Membaca dan Penguasaan Kosakatadengan Kemampuan Membaca Pemahamanoleh:Ade Asih Susiari TantriDosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UndikshaEmail: tantri_banjargrafe@yahoo.co.id AbstrakTelah dipahami bahwa keterampilan membaca dan kegemaran membaca sangat penting bagi seorang siswa untuk sukses dalam pendidikan. Siswa yang suka membaca dan telah terbiasa membaca akan memperkaya kosakatanya secara berkesinambungan dengan kata-kata dan gagasan-gagasan yang diperolehnya dari bacaan. Anak yang kurang berhasil dalam belajar membaca, biasanya tidak suka membaca dan hal itu meniadakan kemungkinan untuk mengembangkan kosakata. Hal ini berarti, siswa yang kurang membaca menghambat kesempatan mempelajari kosakata baru dan kegagalan mengembangkan kosakata menghalangi peningkatan kemampuan membaca. Jadi, siswa yang terbiasa membaca akan memiliki atau menguasai kosakata-kosakata baru yang dapat mempermudahnya memahami bacaan. Dengan terbiasa membaca, penguasaan kosakata siswa akan berkembang dengan pesat. Kosakata yang banyak akan memudahkan siswa untuk memahami isi bacaan.
MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI PERMAINAN TEKA TEKI SILANG DAN ‘BALSEM PLANG’ Wirahyuni, Kadek
ACARYA PUSTAKA Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Perpustakaan dan Informasi
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.882 KB)

Abstract

In the learning process, reading is something a must to do. There are many ways to increase interest in reading, including with crossword puzzles (TTS) and “balsam plang” or five minutes reading before going home. TTS can be categorized as a stimulant that serves to manage stress and connect the sleeping nerves of the brain. The nature of "fun" but still "learning" from TTS gives the effect of refreshing the memory, so that the work function of the brain back to optimal because the brain is accustomed to continue learning with ease. The questions in this game are related to the reading material read by the learner. Next, read the program five minutes before going home by students by reading the free reading material they choose.Keywords: reading interest, crossword game, balsem plang
Peran Perpustakaan Umum Bagi Masyarakat : Studi Kasus Perpustakaan Umum di Bali Ariyani, Luh Putu Sri; Wirawan, I Gusti Made Arya Suta
ACARYA PUSTAKA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.595 KB)

Abstract

AbstrakThis study aims to (1) identify problems faced by public libraries in its development, (2) identify public library management system in Bali; (3) identify various programs developed in public libraries. This research is conducted by using qualitative research methods so that the target of this study is not on measurement, but on the understanding of social phenomena from the perspective of the participants or according to the perspective of emik. The results show that the common problems faced by public libraries are as follows: library buildings that are less representative; Lack of human resources / librarians; lack of library operational funds; job placement uncertainty. Public library management system is almost the same in every library, which distinguishes the allocation of funds disbursed by local governments. While the programs developed in public libraries include: mobile library; story telling; cross-service collection; rare library search; and special services. Keywords: public library, management, flagship program
MINAT DOSEN UNTUK MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN – STUDI KASUS PADA PERPUSTAKAAN UNDIKSHA Mas Hariprawani, Made
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.452 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk memahami; 1) alasan mayoritas dosen enggan menjadi anggota perpustakaan dan sebagian dosen lebih memilih meminjam buku di perpustakaan tanpa mengikuti prosedur peminjaman resmi, 2) implikasi peminjaman buku tanpa mengikuti prosedur peminjaman resmi terhadap administrasi perpustakaan, 3) saran tindak yang disampaikan oleh informan untuk meningkatkan minat dosen menjadi anggota perpustakaan sekaligus meniadakan praktek peminjaman buku secara tidak resmi. Metode penelitian yang dimanfaatkan adalah metode kualitatif yang berfokus kepada diskripsi dan interpretasi perilaku. Penelitian dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu; 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, dan 4) verifikasi/penarikan kesimpulan. Keseluruhan langkah penelitian dilaksanakan secara ulang-alik sampai diperoleh jawaban penelitian yang mendalam dan holistik.  Hasil penelitian menunjukkan: 1) Alasan dosen enggan menjadi anggota perpustakaan karena koleksi bahan pustaka tidak lengkap, tidak adanya suasana yang kondusif dalam memanfaatkan layanan perpustakaan, dan persyaratan menjadi anggota yang dirasakan sulit 2) implikasi peminjaman tanpa mengikuti prosedur resmi adalah tingginya resiko kehilangan bahan pustaka dan tidak berfungsinya sistem pelayanan OPAC, dan 3) peminjaman buku tanpa mengikuti prosedur resmi dapat ditanggulangi dengan melaksanakan tata aturan dengan konsisten serta menerapkan sanksi yang tegas bagi pelanggaran. Kata kunci: perpustakaan, prosedur peminjaman, tata aturan, sanksi.
Peningkatan Layanan Berbasis Teknologi Informasi (TI) pada Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Griadhi, Made Hery
ACARYA PUSTAKA Vol 1, No 2 (2015): ACARYA PUSTAKA
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.302 KB)

Abstract

AbstrakPerpustakaan sekolah sebagai jantungnya program pendidikan sudah semestinya dijadikan pusat penyebar luasan  teknologi informasi yang telah dicapai. Peran perpustakaan yang begitu penting  pada penyelenggaraan pendidikan sudah sepatutnya didukung oleh prangkat teknologi informasi yang memadai dalam penyelenggaraan layanannya, hal ini sangat relevan  dengan kebutuhan  siswa yang semakain komplek dan semakin menuntut layanan serba instan. Dengan demikian dirasakan sangat mendesak mengaplikasikan teknologi informasi untuk mendukung layanan perpustakaan dalam melayani pengguna. Namun demikian berdasarkan pengamatan sementara melalui survey  yang telah dilakukan sebagian besar sekolah yang ada di Kabupaten Buleleng  belum menyelenggarakan layanan berbasis TI terutama dalam hal pengolahan bahan  pustaka berupa pembuatan katalog dalam hal penyelenggaraan layanan OPAC (Online Public Acsses Cataloque). Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terautomasi, perpustakaan digital atau cyber library. Mengatasi permasalahan  pemanfaatan fasilitas TI pada perpustakaan sekolah yang belum optimal sangat relevan dilakukan pendidikan dan latihan (diklat) kepada pengelola perpustakaan sekolah mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada perpustakaan sekolah. Salah satu alat bantu dalam kegiatan ini adalah  Program Slim 7 Cendana  yaitu program teknologi informasi yang dapat mengakomodir kebutuhan perpustakaan dalam menyelenggarakan layanan berbasi TI. Program ini dapat membantu pengelola perpustakaan dalam mengolah buku koleksi seperti membuat catalog dan menampilkan catalog dalam bentuk OPAC (online Public Access Catalogue). Dengan pengaplikasian program ni pada penyelenggaraan perpustakaan maka disamping membantu pengelola perpustakaan dalam mengolah buku juga sangat membantu pengguna dalam menelusuri buku-buku koleksi perpustakaan. Kata kunci: Layanan berbasis teknologi informasi (TI) dan pengelolaan  perpustakaan sekolah
Studi Eksplorasi tentang Pemanfaatan Filantropi dalam Pengembangan Perpustakaan Sekolah Dasar (Studi Kasus pada Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri 3 dan 4 Banjar Jawa, Singaraja, Bali) Ariyani, Luh Putu Sri
ACARYA PUSTAKA Vol 2, No 1 (2016): ACARYA PUSTAKA
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.265 KB)

Abstract

Studi Eksplorasi tentang Pemanfaatan Filantropi dalam Pengembangan Perpustakaan Sekolah Dasar (Studi Kasus pada Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri 3 dan 4 Banjar Jawa, Singaraja, Bali) olehLuh Putu Sri Ariyani1, I Gusti Made Sutrisna2, Ni Komang Witarini3, Ida Bagus Gde Purwa41D3 Perpustakaan, 2,3,4Pustakawan Universitas Pendidikan Ganeshaputu.sri77@gmail.com   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) alasan orangtua murid beserta pihak-pihak terkait melaksanakan aktivitas filantropi untuk mengembangkan perpustakaan sekolah, 2) bentuk dan proses pemberian sumbangan yang dilakukan oleh para filantropis, dan 3) pengelolaan sumbangan yang diberikan oleh para filantropis sekolah.Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang dititikberatkan pada deskripsi serta interpretasi perilaku manusia dalam mengelola perpustakaan sekolah. Penelitian dilakukan dalam empat tahapan, yakni; 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, serta 4) analisis data dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) tindakan filantropi dilandasi oleh semangat keagamaan dan keinginan untuk mendapatkan imbalan sosial berupa pujian, 2) sumbangan dapat berupa peralatan, bahan pustaka, dan uang tunai yang umumnya diserahkan secara langsung ke sekolah, dan 3) pengelolaan sumbangan dilakukan sesuai dengan jenis sumbangan yang diberikan.Kata kunci: filantropi, perpustakaan sekolah, sumbangan
PARADIGMA ANALISIS WACANA DALAM MEMAHAMI TEKS DAN KONTEKS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN Juliantari, Ni Kadek
ACARYA PUSTAKA Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Perpustakaan dan Informasi
Publisher : ACARYA PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.892 KB)

Abstract

Understanding the contents of the reading is achieved when appropriate paradigm of discourse analysis is used. Therefore, the mastery of the discourse analysis paradigm is very important to be mastered by the reader in order to understand the text and context of the discourse. Basically, there are three paradigms in discourse analysis, namely positivism-empirical (commonly called positivism), constructivism, and critical paradigm. Description about the discourse analysis paradigm is expected to be useful for students and teachers / lecturers who conduct study discourse analysis so that it can facilitate them in conducting discourse analysis by departing from one of these paradigms. Based on the view of the formalist (positivism-empirical paradigm), it is understandable that examining a discourse in principle is to examine the potential relationship between one sentence and another in relation to the syntax and semantics. From the functionalists point of view (constructivism paradigm), discourse analysis is attempted as an analysis to uncover the meaning and meaning behind the discourse. Discourse analysis is an effort to reveal the hidden intent of the subject which expresses a statement by placing itself in the speakers position with an interpretation that follows the structure of the speakers meaning. Meanwhile, according to the critical paradigm, discourse is not understood solely as a study of language, although in the end, discourse analysis does use the language in the text to be analyzed. However, the language analyzed according to the paradigm of dialectical analysis is somewhat different from the study of language in the traditional linguistic sense. The language analyzed is not merely a description of the language aspect, but also relates it to the context. Keywords: paradigm, discourse analysis, text and context, reading

Page 1 of 3 | Total Record : 28