cover
Contact Name
Made Aristia Prayudi
Contact Email
prayudi.acc@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prayudi.acc@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika
ISSN : 26150263     EISSN : 25992651     DOI : -
Jurnal Ilmiah Akutansi dan Humanikan Undiksha adalah jurnal ilmiah bertujuan untuk mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang akutansi. Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang tidak dikirimkan atau telah dipublikasikan dalam jurnal lain. Penentuan artikel yang dimuat ditentukan oleh hasil review penyunting ahli. Jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
TINGKAT KEAKURATAN PENENTUAN BIAYA PRODUKSI (STUDY COMPARATIF CONVENTIONAL COSTING SYSTEM DENGAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM) Darmawan, Ari Surya
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.83 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.300

Abstract

Manajer perusahaan memerlukan informasi yang akurat mengenai biaya produksi.Sistem akuntansi biaya tradisional kurang mampu menyediakan informasi yangmenggambarkan kegiatan perusahaan dan hanya menyajikan informasi pada tahapproduksi. Keterbatasan yang ada dalam sistem akuntansi biaya konvensional, makadikembangkanlah suatu pendekatan baru untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebutyaitu Activity Based Costing System (ABC System). ABC System memfokuskan aktivitasterhadap pengalokasian biaya overhead pabrik, yang dirancang atas dasar pemikiranbahwa dalam membuat produk yang diperlukan aktivitas dan aktivitas mengkonsumsisumber daya.Kata kunci: biaya produksi, activity based costing
TAX EVASION : DAMPAK DARI SELF ASSESSMENT SYSTEM Wahyuni, Arie
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.091 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.301

Abstract

Keberadaan self assessment system memungkinkan Wajib Pajak (WP) untukmelakukan kecurangan pajak. Adanya perlakuan tax evasion dipengaruhi oleh berbagai halseperti tarif pajak terlalu tinggi, kurang informasinya fiskus kepada WP tentang hak dankewajibannya dalam membayar pajak, kurangnya ketegasan pemerintah dalam menanggapikecurangan dalam pembayaran pajak sehingga WP mempunyai peluang untuk melakukantax evasion. Penerimaan pajak yang optimal dapat dilakukan dengan memberikanpemahaman secara memadai dan kontinu dari fiskus disamping juga memerlukankesadaran dari aparat perpajakan untuk memberikan sistem keadilan dan kejujuran dalamadministrasi dan pelayanan pajak.Kata kunci : self assesment system, tax evasion, pemahaman WP, kesadaran fiskus.
PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN, PENGAWASAN DAN AUDIT DALAM KITAB HINDHU ARTHASASTRA Sujana, Edy
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.432 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.302

Abstract

Arthasastra adalah karya sastra klasik yang ditulis oleh Kautilya sorang menteri, ahlipolitik dan ahli agama yang hidup pada 321 SM – 296 SM di India. Arthasastra ternyatamemuat berbagai pedoman pengklasifikasian pendapatan dan pengeluaran,pertanggungjawaban pengelolaan keuangan, pengawasan internal dan audit. Beberapakonsep pengelolaan keuangan yang tercantum dalam Arthasastra bahkan memilikikesamaan dengan konsep akuntansi modern, sehingga tidak berlebihan bila Arthasastradisejajarkan dengan karya Luca Pacioli sebagai referensi sejarah akuntansi.Kata kunci : arthasastra, klasifikasi pendapatan dan pengeluaran, pengawasandan audit
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PROFESIONALISME AUDITOR DENGAN PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS DALAM PROSES PENGAUDITAN LAPORAN KEUANGAN Alvina, Novita; Suryanawa, I Ketut
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.326 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.304

Abstract

Profesionalisme menjadi tuntutan utama seseorang yang bekerja sebagai auditoreksternal. Gambaran seseorang yang profesional dalam profesi auditor eksternaldicerminkan dalam lima dimensi: pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian,keyakinan pada profesi dan hubungan dengan sesama profesi. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui bagaimana hubungan antara profesionalisme yang dimiliki oleh auditordengan pertimbangan tingkat materialitas dalam pengauditan laporan keuangan. Respondenpenelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik wilayah Bali.Penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh melalui penyebarankuesioner kepada responden dengan metode nonprobability sampling. Adapun uji yangdigunakan adalah uji kendall-tau. Pengujian hipotesis terhadap variabel pengabdian padaprofesi, kewajiban sosial, kemandirian, keyakinan pada profesi dan hubungan dengansesama profesi menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan terhadappertimbangan tingkat materialitas dalam pengauditan laporan keuangan.Kata Kunci: profesionalisme, materialitas
HUBUNGAN KOMPETENSI DENGAN KINERJA PEMERIKSA PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA DI BADUNG SELATAN Adiputra, I Made Pradana
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.45 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.305

Abstract

Tugas untuk melakukan pemungutan pajak di Indonesia dilakukan oleh DirektoratJendral Pajak (DJP) yang merupakan bagian dari Kementerian Keuangan RepublikIndonesia. DJP melaksanakan tugasnya dengan melakukan pemungutan sesuai denganperaturan yang berlaku, dengan cara antara lain berusaha untuk menciptakan peraturandalam hal Pemeriksa Pajak yang prefosional dan berwibawa. Untuk seorang PemeriksaPajak seharusnya memiliki kompetensi yang baik sehingga dapat mendukung kinerja dariPemeriksa Pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antarakompetensi dengan kinerja pemeriksa pajak pada Kantor Pelayanan Pajak di BadungSelatan. Masalah yang di bahas yaitu dengan mendeskripsikan variabel kompetensi yangmeliputi kemampuan, kemauan, dan pengalaman kerja. Variabel kinerja pemeriksa pajakmeliputi kecakapan, keterampilan, kesanggupan kerja, hasil kerja, dan kemampuanbekerjasama. Responden penelitian sebanyak 30 orang yang menjawab pertanyaankuisioner yang disebarkan. Hasil dari kuisioner tersebut di analisi menggunakan analisiskorelasi Spearman Rank dan uji t-test. Berdasarkan hasil analisis di ketahui bahwa adahubungan yang kuat antara kompetensi dengan kinerja pemeriksa pajak pada KantorPelayanan Pajak di Badung Selatan. Besarnya korelasi 0,653 yang berarti adanyahubungan yang kuat dan positif, yang berarti semakin tinggi kompetensi maka kinerjapemeriksa pajak akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin rendah kompetensi maka kinerjapemeriksa pajak akan mekin rendah. Dari perhitungan t-test di peroleh t-hitung sebesar 4,56,yang berarti bahwa hubungan antara kompetensi dengan kinerja pemeriksa pajak memangnyata.Kata Kunci: Kompetensi, Kinerja Pemeriksa Pajak
MENGAPA PERUSAHAAN MENERIMA OPINI AUDIT GOING CONCERN ? Sinarwati, Ni Kadek
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.709 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.307

Abstract

Going concern opini audit adalah laporan audit wajar tanpa pengecualian denganparagraf akan meningkatkan kekhawatiran bahwa jika ada auditor hesistantion tentangkelangsungan hidup usaha perusahaan tetapi manajemen memiliki rencana untuk mengatasikondisi tersebut. Oleh auditor judment rencana pengelolaan ini yang efektif untuk mengatasikondisi dan manajemen telah discluosure.There yang cocok adalah beberapa alasanmengapa entitas menerima kelangsungan opini audit seperti model bankcruptcy, reputasiauditor, laporan audit sebelumnya, lag audit, pertumbuhan perusahaan dan ukuranperusahaan.Kata kunci: akan pendapat keprihatinan, model bankcruptcy, reputasi auditor, laporanaudit sebelumnya, lag audit, pertumbuhan perusahaan dan ukuranperusahaan.
KONVERGENSI INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN AKUNTANSI PENGANTAR DI PERGURUAN TINGGI Herawati, Nyoman Trisna
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.544 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.308

Abstract

Akuntansi adalah sebuah aktifitas jasa, dimana fungsinya adalah memberikaninformasi kuantitatif, terutama informasi mengenai posisi keuangan dan hasil kinerjaperusahaan. Sama seperti aktifitas dan disiplin ilmu lainya, akuntansi merupakan produkdari lingkungan. Lingkungan akuntansi terdiri dari kondisi sosial ekonomi, politik-hukum,pembatasan-pembatasan, dan pengaruh yang bervariasi dari waktu ke waktu. Karenanya,teori akuntansi telah berevolusi untuk memenuhi kebutuhan dan pengaruh yang terusberubah. Salah satu perubahan tersebut adalah konvergensi standar akuntansi (PSAK) keInternational Financial Reporting Standards (IFRS). IFRS merupakan standar akuntansiinternasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB) yangmengatur standar pelaporan akuntansi untuk semua negara di seluruh dunia. Indonesiasendiri, sebagai salah satu negara anggota G-20 juga tunduk terhadap kesepakatan G-20untuk melakukan konvergensi IFRS. Untuk itulah Dewan Standar Akuntansi KeuanganIkatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), telah berkomitmen untuk melakukan konvergensistandar akuntansi keuangan untuk entitas yang memiliki akuntabilitas publik. Konvergensiini diharapkan dapat diselesaikan dan mulai diterapkan secara menyeluruh pada tahun2012. Perubahan ini membawa dampak terhadap pendidikan akuntansi, terutama dalampembelajaran akuntansi keuangan, termasuk akuntansi pengantar. Berdasarkan hakekatdan tujuan pembelajaran akuntansi pengantar yaitu mengantarkan mahasiswa pada materiakuntansi lanjutan, maka sebaiknya pengenalan IFRS sudah dilakukan pada mata kuliahpengantar, meskipun hanya sebatas hal-hal yang perlu diketahui. Sedangkan penerapanIFRS yang sesungguhnya dan implementasinya (pengukuran, penyajian, dan pelaporannya)akan diberikan pada mata kuliah akuntansi keuangan menengah dan lanjutan. Untuk itudiperlukan kesiapan tenaga pengajar yang memahami konvergensi IFRS untuk mewujudkanpembelajaran akuntansi yang berbasiskan IFRS. Hal ini memerlukan komitmen dan kerjasama tim pengajar di masing-masing institusi agar menghasilkan lulusan yang siap bekerjapada berbagai perusahaan baik perusahaan yang sudah go publik (dengan entitas publik)ataupun perusahaan menengah dan kecil (tanpa entitas publik).Kata Kunci: International Financial Reporting Standards (IFRS), Pembelajaran AkuntansiPengantar
PENYERTAAN MODAL SOSIAL DALAM STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN LEMBAGA PERKREDITAN DESA (LPD) (Studi Kasus pada LPD Desa Pakraman Penglatan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali) Atmaja, Ananta Wikrama Tungga
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.434 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.312

Abstract

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) adalah lembaga keuangan yang didirikan oleh desapakraman. Dalam aktivitas operasionalnya, LPD menyertakan modal sosial dalam aktivitasoperasionalnya selain menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan lembaga keuangansebagaimana institusi keuangan lainnya. Penyertaan modal sosial ini juga dimanfaatkandalam memperkuat struktur pengendalian internya. Hal inilah yang menyebabkan LPDmampu berkembang dan menjadi lembaga keungan utama bagi krama desa pakraman.Latar belakang inilah yang menyebabkan keberadaan LPD menarik untuk dipahami untukmengatahui: 1) motivasi dan alasan maknawi pendirian LPD, 2) struktur organisasi yangmengatur hubungan LPD dan segenap stakeholder-nya, dan 3) bentuk penyertaan modalsosial dalam struktur pengendalian intern LPD. Penelitian ini mempergunakan metodologikualitatif yang memfokuskan kajian kepada pemahaman atas perilaku manusia dalammenerapkan struktur pengendalian intern. Lokasi penelitian ini adalah di LPD DesaPakraman Penglatan, Kabupaten Buleleng dengan tahapan yakni; 1) pengumpulan data, 2)reduksi data, 3) penyajian data, dan 4) analisis data dan pengambilan keputusan. Penelitianini menujukkan bahwa 1) LPD Desa Pakraman Penglatan mendirikan LPD untuk mengikutiinstruksi dari penguasa supra desa yang bersesuaian dengan kebutuhan krama akanlembaga keuangan, 2) LPD memiliki krama desa pakraman dan berbagai institusi yangmengatur aktivitas operasional LPD sebagai stakeholder utamanya dimana hubunganmereka dilandasi oleh modal sosial yang berlandaskan pada ideologi Tri Hita Karana, 3)Modal sosial yang disertakan dalam struktur pengendalian intern LPD berwujudkepercayaan, jaringan sosial, dan pranata sosial.Kata kunci: Lembaga perkreditan Desa (village bank), desa pakraman, strukturpengendalian internal, modal sosial.
ASOSIASI PARTISIPASI PEMAKAI DENGAN KEPUASAN PEMAKAI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI (STUDI PADA PENGGUNA SIMAWeb FE UNDIP) Haryanto, .; Raharjo, Baskoro Puji
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.451 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.313

Abstract

Partisipasi pengguna telah banyak dipuji oleh komunitas MIS sebagai sarana untukmeningkatkan kepuasan pengguna dalam pengembangan sistem. Klaim ini, bagaimanapunjuga, belum konsisten secara substansi dalam literatur empiris. Dalam upaya untukmenjelaskan hasil samar-samar tersebut, pengaruh dari lima faktor kontingensi -kompleksitas tugas, kompleksitas sistem, pengaruh pemakai, pengguna-pengembangkomunikasi, dan dukungan manajemen puncak - pada hubungan antara partisipasi pemakaidan kepuasan pemakai diselidiki. Seperti disarankan dalam literatur, penelitian ini mengujihipotesis bahwa faktor kontinjensi yang spesifik harus membantu dalam mengidentifikasisituasi dimana partisipasi pengguna akan memiliki kepuasan yang kuat. Analisis dari 100civitas Akademika FEB UNDIP menunjukkan bahwa partisipasi pengguna memiliki hubunganlangsung dengan kepuasan pengguna. Selain itu, lima faktor kontingensi ditemukan untukmemainkan peran kunci dalam hubungannya dengan kepuasan pengguna. Lima faktorkontingensi (kompleksitas tugas, kompleksitas sistem, pengaruh pemakai, penggunapengembangkomunikasi, dan dukungan manajemen puncak) terbukti menjadi moderatorkuasi. Artinya, kekuatan dari hubungan partisipasi-kepuasan tergantung pada tingkatfaktor-faktor. Kompleksitas tugas, kompleksitas sistem, pengaruh pemakai, penggunapengembangkomunikasi, dan dukungan manajemen puncak adalah berhubungan positifdengan kepuasan pengguna terlepas dari tingkat partisipasi. Hasilnya membantumenjelaskan hubungan antara partisipasi pemakai dan kepuasan pemakai denganmenyarankan sifat hubungan dalam kondisi set yang berbeda. Implikasi relevan denganpengembang sistem dan akademisi berusaha untuk menjelaskan bagaimana, kapan,mengapa, dan di mana partisipasi pengguna diperlukan.Kata kunci: Partisipasi pengguna, teori kontingensi, kepuasan pengguna, user-pengembangkomunikasi, kompleksitas sistem, kompleksitas tugas, pengguna pengaruh
Mekanisme Corporate Governance, Manajemen Laba Dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di BEI) Setiyarini, .; Purwanti, Lilik
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 1, No 1: EDISI DESEMBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.421 KB) | DOI: 10.23887/jinah.v1i1.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh mekanisme corporategovernance terhadap manajemen laba dan kinerja perusahaan, dan pengaruh manajemenlaba terhadap kinerja perusahaan. Mekanisme corporate governance diukur dengankepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, dan komiteaudit. Manajemen laba diukur dengan menggunakan akrual diskresioner dari model Jonesyang dimodifikasi dan kinerja perusahaan dengan Tobin Q. Populasi dalam penelitian iniadalah perusahaan yang tercatat di BEI pada periode 2006-2008 dengan jumlah sampelsebanyak 61 perusahaan. Metode analisis data adalah analisis jalur. Hasil membuktikanbahwa kepemilikan manajerial, komite audit dan dewan komisaris independen berpengaruhsignifikan terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan institusional tidakberpengaruh. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kepemilikan institusional dan dewankomisaris independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, sedangkankepemilikan manajerial dan komite audit tidak berpengaruh. Manajemen laba terbuktiberpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan.Kata kunci: kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dewan komisarisindependen, komite audit, manajemen laba, kinerja perusahaan.

Page 1 of 15 | Total Record : 147