cover
Contact Name
Syaiful
Contact Email
-
Phone
+6281282738786
Journal Mail Official
jrs.astonjadro@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Gedung Ir. Prijono Hardjosentono Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Sholeh Iskandar KM 2 Kedung Badak Tanah Sareal Kota Bogor 16161
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja, Hidro) Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 23024240     EISSN : 26552086     DOI : http://dx.doi.org/10.32832/astonjadro
Core Subject : Engineering,
Astonjadro: Jurnal Rekayasa Sipil adalah jurnal ilmiah dibidang teknik sipil p-ISSN : 2302-4240 dan e-ISSN : 2655-2086. Jurnal Rekayasa Sipil Astonjadro diterbitkan untuk mengapresiasi dan memberikan informasi ilmiah bagi peneliti, dosen serta para profesional. termasuk dalamnya pengembangan model dan konsep penelitian yang mengacu secara berkesinambungan. Jurnal Astonjadro diterbitkan oleh Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor, terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 93 Documents
KAJIAN TENTANG PENAMBAHAN SERAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON ., Rulhendri; Chayati, Nurul; ., Syaiful
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.952 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v2i2.797

Abstract

ANALISIS TENTANG PENAMBAHAN SERAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON. Beton umur 14 hari campuran normal kuat tekan 202,00 kg/cm2, kuat tekan beton dengan penambahan serat sebesar 0,5% adalah 276,45 kg/cm2 dan penambahan serat kawat bendrat 2% adalah 336,14 kg/cm2 terjadi kenaikan 66,41%. Beton umur 28 hari campuran normal kuat tekan 240,00 kg/cm2, kuat tekan beton penambahan serat kawat bendrat sebesar 0,5% adalah 319,00 kg/cm2, naik 33% dari semula dan penambahan serat kawat bendrat 2% adalah 382,30 kg/cm2 terjadi kenaikan 59,29%. Penambahan serat kawat bendrat 2% terjadi kenaikan secara dramatis mampu menaikkan kuat tekan beton baik pada umur umur 14 hari maupun 28 hari.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN SURYAKENCANA SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKAN PERDA NO.4 TAHUN 2012 Anggraini, Rizky; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.916 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.835

Abstract

Jalan Suryakencana merupakan pusat perdagangan dan pasar dengan perkantoran. Dalam skripsi ini membagi Jalan Suryakencana menjadi 2 segmen, dimana segmen pertama itu dari simpang Pasar Bogor sampai simpang Gang Aut (Suryakencana) dan segmen berikutnya dari simpang Gang Aut (Suryakencana) sampai simpang Batutulis (Siliwangi). kapasitas pada ruas Jalan Suryakencana ini memiliki kapasitas 4 lajur satu arah, untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Suryakencana dilakukan pengevaluasian terhadap kinerja ruas Jalan Suryakencana sebelum dan sesudah diterapkan perda no. 4 tahun 2012 tentang retribusi parkir dengan menaikkan tarif parkir sebesar 300 % dari tarif parkir sebelumnya. Adapun tujuan penelitian pada skripsi ini adalah ingin mengetahui hubungan antara kinerja ruas jalan dengan parkir badan jalan dan efektifitas penerapan kebijakan perda no. 4 tahun 2012 dilakukan dengan membandingkan kinerja ruas jalan dan parkir Jalan Suryakencana tahun 2012 dengan tahun 2015 yang terdiri dari kecepatan sesaat kendaraan, volume lalu lintas, kapasitas ruas jalan, kerapatan ruas jalan, dan v/c ratio nya. Bahwa dari hasil analisa disimpulkan kenaikan kinerja akibat kenaikan tarif parkir dapat dilihat dari v/c ratio, volume lalu lintas dan kerapatannya yang meningkat menyebabkan kecepatannya menurun dengan kapasitas yang tetap. Hal ini menandakan belum signifikasinya kebijakan perda no. 4 tahun 2012 yang menaikkan tarif berbasis zona pada ruas jalan dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang parkir di badan jalan pada ruas jalan tersebu. Hal ini dapat dilihat masih belum bisa meningkatkan kinerja ruas jalan, terbukti justru kendaraan yang parkir pada jalan meningkat yang menyebabkan hambatan sampingnya semakin besar dan menurunkan kecepatan laju kendaraan dan juga meningkatkan DS nya.
ANALISIS KONDISI INTERFACE ANTARA WEARING COURSE DAN BINDER COURSE DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM CIRCLY 5.0 Hari Shofia, Muhammad; Susanto Haryadi, Eri; Syaiful, Syaiful
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.079 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v1i2.787

Abstract

Sistem perkerasan lentur adalah konstruksi plat elastis yang berlapis-lapis dengan urutan lapisan tanah dasar (Subgrade), lapisan agregat (unbound granular), Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) sebagai lapisan pengikat dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis penutup. Material tack coat digunakan diantara (AC-WC) dan (AC-BC) agar tercapainya daya lekatmaksimum pada interface kedua lapisan. Asumsi yang selama ini dipakai pada interface (AC-WC) dan (AC-BC) adalah kasar sempurna. Akan tetapi dalam pelaksanaannya kondisi kasar sempurna tidak dapat tercapai karena pengaruh dari suhu dan kondisi lapangan seperti debu, pasir dan genangan air.Asumsi interface kasar sempurna tidak dapat dipertahankan sehingga diperlukan penelitian tentang kondisi interface kasar parsial sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini dimakudkan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan aspal tipis pada perkerasan jalan sehingga dapat memodelkan kondisiinterface kasar sebagian dengan menggunakan program komputer CIRCLY 5.0. Evaluasi interface kasar sebagian dilakukan dengan memodelkan nilai modulus elastisitas pada aspal tipis struktur perkerasan lentur dengan menginput data masukan berupa traffic data, layered system, calculationdetail dan running program. Digunakan variasi kondisi smooth dan rough dengan modulus elastisitas 2000 MPa, dilanjutkan dengan memodelkan lapis aspal tipis dengan Modulus Elastisitas 2 MPa, 5 MPa, 100 MPa, dan 1600 MPa. Hasil analisa respon penurunan dan regangan menggunakan program CIRCLY didapat bahwa nilai modulus elastisitas lapisan aspal tipis sebesar 5 MPa dapatmenunjukkan kondisi interface menjadi kasar sebagian.
KAJIAN PELAYANAN FUNGSI JALAN KOTA BOGOR SELATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Bogor Selatan Zona B) Sarwono, Dede
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.203 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i2.826

Abstract

Kota Bogor sebagai daerah yang berkembang menjadi kota besar membutuhkan kondisi dan pelayanan jalan yang aman dan nyaman untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Jalan sebagai sarana pendukung dalam tercapainya pertumbuhan roda perekonomian di Kota Bogor masih banyak permasalahan baik dari sarana maupun prasarana transportasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan pelayanan jalan ruas kota Bogor selatan zona B dengan keadaan jalan yang sekarang. Berdasarkan hasil dan pembahasan Berdasarkan hasil dan pembahasan maka ruas jalan Bogor Selatan zona B memiliki tingkat pelayanan jalan C, dengan V/C ratio terendah 0,15 pada Jalan Warung Nangka dan V/C ratio tertinggi 0,89 pada Jalan Ciawi Sukabumi. Kecepatan rata-rata kendaraan pada ruas jalan Bogor Selatan zona B sebesar 19,72 km/jam dengan kecepatan kendaraan tertinggi pada ruas Jalan Kertamaya sebesar 33,22 km/jam dan kecepatan terendah pada Jalan Ciawi Sukabumi sebesar 5,96 km/jam.
PERBANDINGAN PERANCANGAN JUMLAH DAN LUASAN TULANGAN BALOK DENGAN CARA ACI DAN MENGGUNAKAN PROGRAM STAAD2004 Saprudin, Achmad; Chayati, Nurul
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.992 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v2i1.778

Abstract

Perhitungan jumlah dan luasan tulangan balok beton bertulang dapat dilakukan secara ACI dan dengan menggunakan program STAAD2004. Perancangan jumlah dan luasan tulangan balok beton bertulang menggunakan program STAAD2004 lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan cara ACI. Diameter tulangan dan jumlah tulangan balok secara otomatis di proses dalam program STAAD2004, sedangkan secara ACI ditentukan terlebih dahulu dimensi tulangannya. Perancangan untuk beton bertulang dengan menggunakan program STAAD2004 tidak ekonomis. Dari Hasil analisis, selisih rata-rata prosentase luasan tulangan total balok secara ACI, dan dengan menggunakan program STAAD2004 adalah untuk tulangan tarik antara 0,00 % sampai dengan 28,33% dan untuk tulangan tekan antara 27,14 % sampai dengan 38,00 %.
ANALISA PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KAPASITAS RUAS JALAN DR. DJUNJUNAN Akbardin, Juang; Rosmaniar Hadiat, Raden Wina
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.152 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v4i1.817

Abstract

TEGANGAN GESER BATU BATA BERKONSTRUKSI PADA DINDING RUMAH RAWAN GEMPA Marwahyudi, Marwahyudi
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v8i2.2725

Abstract

Dinding adalah suatu komponen penting dalam pembuatan gedung. Gedung merupakan tempat aktifitas manusia didalam berinteraksi, bekerja dan beristirahat. Sehingga dinding aman diharapkan gedung juga aman. Dinding merupakan susunan dari beberapa komponen yaitu: Batu bata, mortar semen. Batu bata sebagaibahan yang diikat dan adonan adalah sebagai bahan yang mengikat. Batu bata berasal dari bahan utama tanah sawah dicampur air dan sekam padi kemudian dikeringkan manual dengan dijemur panas matahari. Setelah kering dibakar dengan sekam padi. Sedangkan adonan adalah campuran semen, pasir dan air. Kwalitas dinding dipengaruhi oleh kwalitas bahan batu bata dan kwalitas daya pengikat dari Mortar. Artikel ini dikhususkan  peningkatan kekuatan pada daya ikatan Mortar pada batu bata. Kekuatan ikat ini,  dipengaruhi oleh kekuatan ikat adonan  dan luasan yang diikat. Oleh sebab itu perlu disain batu bata yang menambah luasan daerah yang diikat sehingga dengan meningkantnya luasan yang diikat maka diharapkan bisa meningkatkekakuan dan pada akhirnya meningkatkan tegangan geser. Model batu bata yang ditawarkan untuk meningkatkan luas ikatan adalah model batu bata dari  Marwahyudi No P00201507718. Ikatan batu bata akan dibuat dua kelompok yaitu kelompok usulan disain dan kelompok desain yang sudah ada. Hasil dibandingkan dan dianalisis ASTM E-519 Test Setup.    
ANALISIS BIAYA KONSTRUKSI PADA PROYEK JALAN DI KOTA BOGOR Ida Hayati, Noor; Hisbullah Amin, Firman
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.986 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v3i1.802

Abstract

Kemajuan dibidang konstruksi sangat pesat, sehingga setiap langkah dan pekerjaan dituntut untuk dikerjakan secara optimal dan dengan penggunaan waktu yang seefisien mungkin. Untuk mengatasi masalah tersebut kita perlu menggunakan manajemen yang baik yang dalam ilmu konstruksi disebut dengan Manajemen Konstruksi. Dari hasil penelitian harga per m2 jalan perkerasan lentur dari tahun 2005-2006 sebesar 25% dan tahun 2006-2007 sebesar 11%. Artinya harga per m2 mengalami kenaikan tiap tahunnya. Dari hasil penelitian prosentase harga per item pekerjaan jalan perkerasan lentur dari tahun 2005-2007 cenderung sama tidak mengalami perubahan yang sangat mencolok. tahun 2005 item pekerjaan persiapan 0,91% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,90%, untuk tahun 2006 pekerjaan persiapan 0,88% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,77%, untuk tahun 2007 pekerjaan persiapan 0,95% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,08%. Dari hasil penelitian hubungan antara biaya material, upah pekerja, dan alat di kota bogor, sebagai variable terikat X1, X2 dan X3 sebagai variabel bebas diperoleh hasil hubungan positif dengan nilai rata-rata r = 0,36-0,99. Sedangkan yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap hubungan variabel (Y) yaitu variable X1, X3 dan X2.
ANALISIS TREND HIDROGRAF TERHADAP SIMULATOR HUJAN SATU MODEL DAS DENGAN METODE HSS GAMA I Alam, Muslim Pati; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.425 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v5i2.840

Abstract

Dari siklus hidrologi terlihat bahwa air yang berada di bumi baik langsung maupun tidak langsung berasal dari air hujan. Air hujan yang jatuh ke permukaan akan membentuk limpasan yang besarannya tergantung dari lama dan derasnya hujan. Limpasan air yang besar memiliki potensi menimbulkan kerusakan pada sarana penunjang kehudupan. Maka penyajian data pengalih ragaman air hujan menjadi limpasan (hidrograf) dibutuhkan dalam proses perencanaan untuk mengantisipasi kerusakan tadi. Dengan simulasi melalui pembuatan simulator hujan dalam sebuah model DAS dengan menggunakan alat ukur ketinggian air Thompson pada ujungnya dapat memberikan gambaran langsung proses tersebut. Dari grafik hidrograf hasil simulasi 15 kali percobaan dengan volume air 5 varian, yaitu 20 liter, 30 liter, 40 liter, 50 liter dan 60 liter diketahui limpasan air hujan mencapai debit tertingginnya hanya membutuh waktu yang singkat, untuk volume 60 liter dan 50 liter air debit puncak terjadi pada menit ke-3 dari lamanya waktu aliran masing-masing yaitu, 15 menit dan 13 menit. Sedangkan untuk volume 40 liter dan 30 liter air debit puncak terjadi pada menit ke-2 dari lamanya waktu aliran yang sama yaitu, 11 menit. Dan untuk volume 20 liter air debit puncak terjadi pada menit pertama dari lamanya waktu aliran yaitu, 10 menit. Dan dari kondisi debit tertinggi sampai limpasan air habis membutuhkan waktu yang sangat lama sesuai dengan lamanya waktu aliran masing-masing. Trend seperti ini serupa dengan trend hasil perhitungan hidrograf sintetik dengan menggunan metode HSS Gama 1 terhadap parameter model DAS. Dimana air mencapai debit puncak hanya dalam waktu singkat yaitu 1,8 menit, sedangkan dari kondisi debit puncak sampai limpasan air habis membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu 31,7 menit.
KAJIAN BANGKITAN LALU LINTAS DAMPAK PEMBANGUNAN CIREBON SUPER BLOCK Akbardin, Juang; Arie Wibowo, Didi
ASTONJADRO (Aspal, Beton, Baja dan Hidro): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.989 KB) | DOI: 10.32832/astonjadro.v2i2.793

Abstract

To predict the trip generation at Cirebon Super Block, needed domestic social data on the zone where the Cirebon Super Block is located, in this case the social data is sampled households in the Pekiringan Kesambi Cirebon. Data obtained from the Transportation Department of Cirebon City as household data in 2004 which contains a number of trips, household size, vehicles owned, and monthly income. Data obtaines from these generation trip model of Y = 4.76 + 0.45 X1 - 0.53 X2 + 0.50 X3 with koefien test results of determination 0.917.

Page 1 of 10 | Total Record : 93