Articles 60 Documents
KAJIAN TENTANG PENAMBAHAN SERAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON ., Rulhendri; Chayati, Nurul; ., Syaiful
ASTONJADRO Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.952 KB)

Abstract

ANALISIS TENTANG PENAMBAHAN SERAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON. Beton umur 14 hari campuran normal kuat tekan 202,00 kg/cm2, kuat tekan beton dengan penambahan serat sebesar 0,5% adalah 276,45 kg/cm2 dan penambahan serat kawat bendrat 2% adalah 336,14 kg/cm2 terjadi kenaikan 66,41%. Beton umur 28 hari campuran normal kuat tekan 240,00 kg/cm2, kuat tekan beton penambahan serat kawat bendrat sebesar 0,5% adalah 319,00 kg/cm2, naik 33% dari semula dan penambahan serat kawat bendrat 2% adalah 382,30 kg/cm2 terjadi kenaikan 59,29%. Penambahan serat kawat bendrat 2% terjadi kenaikan secara dramatis mampu menaikkan kuat tekan beton baik pada umur umur 14 hari maupun 28 hari.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN SURYAKENCANA SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKAN PERDA NO.4 TAHUN 2012 Anggraini, Rizky; Murtejo, Tedy
ASTONJADRO Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.916 KB)

Abstract

Jalan Suryakencana merupakan pusat perdagangan dan pasar dengan perkantoran. Dalam skripsi ini membagi Jalan Suryakencana menjadi 2 segmen, dimana segmen pertama itu dari simpang Pasar Bogor sampai simpang Gang Aut (Suryakencana) dan segmen berikutnya dari simpang Gang Aut (Suryakencana) sampai simpang Batutulis (Siliwangi). kapasitas pada ruas Jalan Suryakencana ini memiliki kapasitas 4 lajur satu arah, untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Suryakencana dilakukan pengevaluasian terhadap kinerja ruas Jalan Suryakencana sebelum dan sesudah diterapkan perda no. 4 tahun 2012 tentang retribusi parkir dengan menaikkan tarif parkir sebesar 300 % dari tarif parkir sebelumnya. Adapun tujuan penelitian pada skripsi ini adalah ingin mengetahui hubungan antara kinerja ruas jalan dengan parkir badan jalan dan efektifitas penerapan kebijakan perda no. 4 tahun 2012 dilakukan dengan membandingkan kinerja ruas jalan dan parkir Jalan Suryakencana tahun 2012 dengan tahun 2015 yang terdiri dari kecepatan sesaat kendaraan, volume lalu lintas, kapasitas ruas jalan, kerapatan ruas jalan, dan v/c ratio nya. Bahwa dari hasil analisa disimpulkan kenaikan kinerja akibat kenaikan tarif parkir dapat dilihat dari v/c ratio, volume lalu lintas dan kerapatannya yang meningkat menyebabkan kecepatannya menurun dengan kapasitas yang tetap. Hal ini menandakan belum signifikasinya kebijakan perda no. 4 tahun 2012 yang menaikkan tarif berbasis zona pada ruas jalan dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang parkir di badan jalan pada ruas jalan tersebu. Hal ini dapat dilihat masih belum bisa meningkatkan kinerja ruas jalan, terbukti justru kendaraan yang parkir pada jalan meningkat yang menyebabkan hambatan sampingnya semakin besar dan menurunkan kecepatan laju kendaraan dan juga meningkatkan DS nya.
ANALISIS KONDISI INTERFACE ANTARA WEARING COURSE DAN BINDER COURSE DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM CIRCLY 5.0 Hari Shofia, Muhammad; Susanto Haryadi, Eri; ., Syaiful
ASTONJADRO Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.079 KB)

Abstract

Sistem perkerasan lentur adalah konstruksi plat elastis yang berlapis-lapis dengan urutan lapisan tanah dasar (Subgrade), lapisan agregat (unbound granular), Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) sebagai lapisan pengikat dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis penutup. Material tack coat digunakan diantara (AC-WC) dan (AC-BC) agar tercapainya daya lekatmaksimum pada interface kedua lapisan. Asumsi yang selama ini dipakai pada interface (AC-WC) dan (AC-BC) adalah kasar sempurna. Akan tetapi dalam pelaksanaannya kondisi kasar sempurna tidak dapat tercapai karena pengaruh dari suhu dan kondisi lapangan seperti debu, pasir dan genangan air.Asumsi interface kasar sempurna tidak dapat dipertahankan sehingga diperlukan penelitian tentang kondisi interface kasar parsial sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini dimakudkan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan aspal tipis pada perkerasan jalan sehingga dapat memodelkan kondisiinterface kasar sebagian dengan menggunakan program komputer CIRCLY 5.0. Evaluasi interface kasar sebagian dilakukan dengan memodelkan nilai modulus elastisitas pada aspal tipis struktur perkerasan lentur dengan menginput data masukan berupa traffic data, layered system, calculationdetail dan running program. Digunakan variasi kondisi smooth dan rough dengan modulus elastisitas 2000 MPa, dilanjutkan dengan memodelkan lapis aspal tipis dengan Modulus Elastisitas 2 MPa, 5 MPa, 100 MPa, dan 1600 MPa. Hasil analisa respon penurunan dan regangan menggunakan program CIRCLY didapat bahwa nilai modulus elastisitas lapisan aspal tipis sebesar 5 MPa dapatmenunjukkan kondisi interface menjadi kasar sebagian.
KAJIAN PELAYANAN FUNGSI JALAN KOTA BOGOR SELATAN (Studi Kasus Ruas Jalan Bogor Selatan Zona B) Sarwono, Dede
ASTONJADRO Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.203 KB)

Abstract

Kota Bogor sebagai daerah yang berkembang menjadi kota besar membutuhkan kondisi dan pelayanan jalan yang aman dan nyaman untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Jalan sebagai sarana pendukung dalam tercapainya pertumbuhan roda perekonomian di Kota Bogor masih banyak permasalahan baik dari sarana maupun prasarana transportasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan pelayanan jalan ruas kota Bogor selatan zona B dengan keadaan jalan yang sekarang. Berdasarkan hasil dan pembahasan Berdasarkan hasil dan pembahasan maka ruas jalan Bogor Selatan zona B memiliki tingkat pelayanan jalan C, dengan V/C ratio terendah 0,15 pada Jalan Warung Nangka dan V/C ratio tertinggi 0,89 pada Jalan Ciawi Sukabumi. Kecepatan rata-rata kendaraan pada ruas jalan Bogor Selatan zona B sebesar 19,72 km/jam dengan kecepatan kendaraan tertinggi pada ruas Jalan Kertamaya sebesar 33,22 km/jam dan kecepatan terendah pada Jalan Ciawi Sukabumi sebesar 5,96 km/jam.
PERBANDINGAN PERANCANGAN JUMLAH DAN LUASAN TULANGAN BALOK DENGAN CARA ACI DAN MENGGUNAKAN PROGRAM STAAD2004 Saprudin, Achmad; Chayati, Nurul
ASTONJADRO Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.992 KB)

Abstract

Perhitungan jumlah dan luasan tulangan balok beton bertulang dapat dilakukan secara ACI dan dengan menggunakan program STAAD2004. Perancangan jumlah dan luasan tulangan balok beton bertulang menggunakan program STAAD2004 lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan cara ACI. Diameter tulangan dan jumlah tulangan balok secara otomatis di proses dalam program STAAD2004, sedangkan secara ACI ditentukan terlebih dahulu dimensi tulangannya. Perancangan untuk beton bertulang dengan menggunakan program STAAD2004 tidak ekonomis. Dari Hasil analisis, selisih rata-rata prosentase luasan tulangan total balok secara ACI, dan dengan menggunakan program STAAD2004 adalah untuk tulangan tarik antara 0,00 % sampai dengan 28,33% dan untuk tulangan tekan antara 27,14 % sampai dengan 38,00 %.
ANALISA PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KAPASITAS RUAS JALAN DR. DJUNJUNAN Akbardin, Juang; Rosmaniar Hadiat, Raden Wina
ASTONJADRO Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.152 KB)

Abstract

Hambatan samping merupakan salah satu faktor penyebab kemacetan pada ruas jalan Dr. Djunjunan Bandung, hal ini dapat dilihat pada waktu-waktu tertentu, dan oleh sebab itu diperlukan penelitian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap kinerja pada ruas jalan tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan Observasi yang dilakukan pada tanggal 8 Februari 2014 diketahui bahwa hambatan samping tertinggi pada waktu sore hari, dengan frekuensi bobot tertinggi pada kejadian pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas ruas jalan Dr. Djunjunan. Volume kendaraan tertinggi pada arah 1(arah menuju pintu tol pasteur) terjadi pada periode 16.00 – 17.00 WIB sebesar 4163,1 smp/jam, hal ini terjadi pada waktu hambatan samping sedang, dimana tipe kejadian untuk pejalan kaki berbobot 58, kendaraan berhenti berbobot 174, kendaraan keluar-masuk berbobot 107,8, dan untuk kendaran lambat berbobot sebesar 0,8, sedangkan untuk arah 2 (arah menuju jalan pasirkaliki) volume kendaraan tertinggi terjadi pada periode 11.00 – 12.00 WIB sebesar 4150,56 smp/jam dimana saat hal ini terjadi pada waktu hambatan samping rendah dengan tipe kejadian pejalan kaki berbobot 37,5, kendaraan berhenti berbobot 108, kendaraan keluar-masuk berbobot 117,6, dan kendaraan lambat berbobot 5,2. Dengan hambatan samping tinggi maka volume kendaraan di jalan tersebut rendah.
ANALISIS BIAYA KONSTRUKSI PADA PROYEK JALAN DI KOTA BOGOR Ida Hayati, Noor; Hisbullah Amin, Firman
ASTONJADRO Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.986 KB)

Abstract

Kemajuan dibidang konstruksi sangat pesat, sehingga setiap langkah dan pekerjaan dituntut untuk dikerjakan secara optimal dan dengan penggunaan waktu yang seefisien mungkin. Untuk mengatasi masalah tersebut kita perlu menggunakan manajemen yang baik yang dalam ilmu konstruksi disebut dengan Manajemen Konstruksi. Dari hasil penelitian harga per m2 jalan perkerasan lentur dari tahun 2005-2006 sebesar 25% dan tahun 2006-2007 sebesar 11%. Artinya harga per m2 mengalami kenaikan tiap tahunnya. Dari hasil penelitian prosentase harga per item pekerjaan jalan perkerasan lentur dari tahun 2005-2007 cenderung sama tidak mengalami perubahan yang sangat mencolok. tahun 2005 item pekerjaan persiapan 0,91% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,90%, untuk tahun 2006 pekerjaan persiapan 0,88% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,77%, untuk tahun 2007 pekerjaan persiapan 0,95% dan untuk pekerjaan badan jalan 67,08%. Dari hasil penelitian hubungan antara biaya material, upah pekerja, dan alat di kota bogor, sebagai variable terikat X1, X2 dan X3 sebagai variabel bebas diperoleh hasil hubungan positif dengan nilai rata-rata r = 0,36-0,99. Sedangkan yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap hubungan variabel (Y) yaitu variable X1, X3 dan X2.
ANALISIS TREND HIDROGRAF TERHADAP SIMULATOR HUJAN SATU MODEL DAS DENGAN METODE HSS GAMA I Alam, Muslim Pati; Lutfi, Muhamad
ASTONJADRO Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.425 KB)

Abstract

Dari siklus hidrologi terlihat bahwa air yang berada di bumi baik langsung maupun tidak langsung berasal dari air hujan. Air hujan yang jatuh ke permukaan akan membentuk limpasan yang besarannya tergantung dari lama dan derasnya hujan. Limpasan air yang besar memiliki potensi menimbulkan kerusakan pada sarana penunjang kehudupan. Maka penyajian data pengalih ragaman air hujan menjadi limpasan (hidrograf) dibutuhkan dalam proses perencanaan untuk mengantisipasi kerusakan tadi. Dengan simulasi melalui pembuatan simulator hujan dalam sebuah model DAS dengan menggunakan alat ukur ketinggian air Thompson pada ujungnya dapat memberikan gambaran langsung proses tersebut. Dari grafik hidrograf hasil simulasi 15 kali percobaan dengan volume air 5 varian, yaitu 20 liter, 30 liter, 40 liter, 50 liter dan 60 liter diketahui limpasan air hujan mencapai debit tertingginnya hanya membutuh waktu yang singkat, untuk volume 60 liter dan 50 liter air debit puncak terjadi pada menit ke-3 dari lamanya waktu aliran masing-masing yaitu, 15 menit dan 13 menit. Sedangkan untuk volume 40 liter dan 30 liter air debit puncak terjadi pada menit ke-2 dari lamanya waktu aliran yang sama yaitu, 11 menit. Dan untuk volume 20 liter air debit puncak terjadi pada menit pertama dari lamanya waktu aliran yaitu, 10 menit. Dan dari kondisi debit tertinggi sampai limpasan air habis membutuhkan waktu yang sangat lama sesuai dengan lamanya waktu aliran masing-masing. Trend seperti ini serupa dengan trend hasil perhitungan hidrograf sintetik dengan menggunan metode HSS Gama 1 terhadap parameter model DAS. Dimana air mencapai debit puncak hanya dalam waktu singkat yaitu 1,8 menit, sedangkan dari kondisi debit puncak sampai limpasan air habis membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu 31,7 menit.
KAJIAN BANGKITAN LALU LINTAS DAMPAK PEMBANGUNAN CIREBON SUPER BLOCK Akbardin, Juang; Arie Wibowo, Didi
ASTONJADRO Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.989 KB)

Abstract

To predict the trip generation at Cirebon Super Block, needed domestic social data on the zone where the Cirebon Super Block is located, in this case the social data is sampled households in the Pekiringan Kesambi Cirebon. Data obtained from the Transportation Department of Cirebon City as household data in 2004 which contains a number of trips, household size, vehicles owned, and monthly income. Data obtaines from these generation trip model of Y = 4.76 + 0.45 X1 - 0.53 X2 + 0.50 X3 with koefien test results of determination 0.917.
STUDI KARAKTERISTIK ALIRAN PADA FLUME SALURAN TERBUKA DI LABORATORIUM TEKNIK SIPIL UIKA Dwi Astuti, Gita Yunianti; Hariati, Feril
ASTONJADRO Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : ASTONJADRO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.297 KB)

Abstract

Karakteristik aliran dalam saluran terbuka secara umum dibedakan menjadi aliran sub kritis, kritis dan super kritis, berdasarkan parameter bilangan Froude yang dipengaruhi oleh kecepatan dan kedalaman aliran pada saluran terbuka. Model saluran terbuka di Laboratorium Teknis Sipil UIKABogor dilengkapi dengan fasilitas pengatur kemiringan untuk memodelkan karakteristik aliran berdasarkan kecepatan dan kedalamannya. Melalui serangkaian pengujian dengan mensimulasikan kemiringan saluran diperoleh karakteristik aliran air dalam model saluran terbuka. Hasil dari pengujian ini akan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan praktikum hidrolika di Laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor.