cover
Contact Name
Uslan Hidayat
Contact Email
uzlandputra@gmail.com
Phone
+6282234306793
Journal Mail Official
samakia.aperiki16@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Sains & Teknologi Universitas Ibrahimy
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 20863861     EISSN : 25032283     DOI : https://doi.org/10.35316/jsapi
Core Subject : Science, Education,
Samakia Journal is one means of disseminating information on research results and science and technology advancement in fishery field managed by Faculty of Science and Technology University Ibrahimy. Since 2010, journal issuance is done 2 times a year, ie in February and August. Since 2016 the publication was conducted in April and October.
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 9 No 1 (2018): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan" : 5 Documents clear
BAKTERI SELULOLITIK SERASAH DAUN MANGROVEDI PULAU BANGKA Kurniawan, Ardiansyah; Prihanto, Asep Awaludin; Puspitasari, Suci; Kurniawan, Andi; Asriani, Euis; Sambah, Abu Bakar
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 9 No 1 (2018): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jsapi.v9i1.218

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri selulolitik dari serasah daun pada mangrove di pulau Bangka.Pengambilan sampel dilakukan pada mangrove di Sungailiat, kabupaten Bangka dan Tukak Sadai, kabupaten Bangka Selatan.  Isolasi dilakukan menggunakan media agar yang diperkaya 1%  Carboxymetyl Cellulosa (CMC). Isolat bakteri diuji selulolitik dengan penumbuhan pada media agar yang diperkaya 1%  CMC dan pemberian lugol pada jam ke 72 jam. Zona bening yang terbentuk menunjukkan kemampuan degradasi selulose.Isolat positif selulolitik diidentifikasi melalui uji biokimia. 1 dari 5 isolat padamangrove Sungailiat positif selulolitik dan  teridentifikasi merupakanBacillus subtilis. 2 dari 5 isolat pada mangrove Tukak Sadai merupakan positif sebagai bakteri selulolitik dan teridentifikasisebagai Staphylococcus saproviticusdanBacillus cereus.
POTENSI PEMBESARAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) KOLAM AIR DERAS DI DAERAH IRIGASI BANJARAN, PURWOKERTO, JAWA TENGAH Hidayat, Aris
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 9 No 1 (2018): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jsapi.v9i1.220

Abstract

Teknologi kolam air deras merupakan inovasi teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produksi dan produktivitas. Pengembangannya dapat dilakukan pada semua wilayah dengan debit sumber air besar dan mengalir sepanjang tahun, salah satunya Irigasi Banjaran. Survei sepanjang daerah irigasi Banjaran, Purwokerto dengan teknik purpose sampling dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui lokasi potensial penerapan teknologi pembesaran ikan nila merah kolam air deras.Metrik kesesuaian lahan diperoleh dari hasil pengukuran lapang di Cijambe (Subang) dan Ponggok (Klaten) yang kemudian dilakukan pencocokan dengan hasil penelitian dan literatur pendukung pembesaran ikan nila.Pemberian bobot dan skor dilakukan melalui pendekatan index overlay model. Pembesaran ikan nila merah di kolam air deras produktif dapat dilakukan di sepanjang daerah irigasi Banjaran, Purwokerto.Terdapat 6 lokasi yang dapat dimanfaatkan pada satu sisi dan 5 lokasi yang dapat dimanfaatkan pada kedua sisinya.
STUDI MUTU KERUPUK RUMPUT LAUT (Eucheuma spinosum) KAITANNYA TERHADAPSIFAT KIMIAWI DAN ORGANOLEPTIK Ardani, Iman Setya Dwi; Buwono, Yanuar Rustrianto
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 9 No 1 (2018): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jsapi.v9i1.221

Abstract

Saat ini di Indonesia banyak dikembangkan produk-produk olahan baru dari rumput laut seperti kerupuk. Rumput laut merupakan salah satu bahan alami yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang dapat menggantikan bahan berbahaya seperti boraks. Pada kerupuk, penambahan rumput laut memberikan kelebihan yaitu memiliki rasa gurih yang khas, renyah dan juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mencari rasio tepung tapioka dan rumput laut yang tepat untuk menghasilkan kadar serat kasar, kadar air, kerenyahan, rasa dan warna kerupuk sehat dari rumput laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa rasio tepung tapioka dan rumput laut yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tingkat kadar air, kerenyahan, rasa dan warna serta berpengaruh sangat nyata terhadap kadar serat kasar.
KONSENTRASI TIMBAL (Pb) DALAM AIR, SEDIMEN DAN Tubifex sp.PADA PERAIRAN YANG TERCEMAR LOGAM Widiastuti, Irawati Mei; Maizar, Asus; Musa, Muhammad; Arfiati, Diana
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 9 No 1 (2018): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jsapi.v9i1.222

Abstract

Timbal merupakan salah satu logam berat sumber pencemar yang sangat toksik dan tidak bisa terdegradasi sehingga terakumulasi dalam sedimen dan organisme perairan termasuk cacing Tubifex. Tujuan penelitian adalah menentukan konsentrasi dan menganalisis korelasi konsentrasi timbal (Pb) yang terkandung di dalam air, sedimen dan cacing Tubifex. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Sampel diambil pada perairan tempat pembuangan limbah. Penetapan konsentrasi timbal (Pb) digunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil pengukuran konsentrasi timbal (Pb) dalam air, sedimen dan cacing Tubifex ditabulasikan dalam bentuk tabel dan grafik, dianalisis secara deskriptif.  Untuk membuktikan bahwa peningkatan konsentrasi Pb dalam cacing Tubifex seiring dengan peningkatan kandungan Pb dalam air dan sedimen, digunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Pb di air (0,4923±0,0091 mg/L - 0,6647±0,0067 mg/L), di sedimen (1,3803±0,0042 mg/L - 1,4530±0,0046 mg/L) dan di cacing Tubifex (0,9213±0,0032 mg/L - 0,9767±0,0060 mg/L). Konsentrasi Pb pada cacing Tubifex mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya konsentrasi Pb di air dan sedimen. 
ESTIMASI KEBUTUHAN MANGROVE DALAM MENDUKUNG KEGIATAN TAMBAK UDANG INTENSIF DI KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO Muqsith, Abdul; Harahab, Nurdin; Mahmudi, Mohammad; Fadjar, Muhammad
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 9 No 1 (2018): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jsapi.v9i1.223

Abstract

Tambak udang intensif sangat membutuhkan mangrove untuk meningkatkan daya dukung perairannya. Setiap 1 Ha tambak udang intensif membutuhkan masing-masing 7,2 Ha mangrove untuk menyerap nitrogen (N) dan 21,7 Ha untuk menyerap phospor (P) dari hasil buangan limbah tambak. Penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi luasan lmangrove yang dibutuhkan untuk menyerap limbah nitrogen (N) dan posfor (P) yang dikeluarkan dari kegaitan tambak udang intensif di Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo.Dari hasil survey lapang didapatkan data luas lahan tambak intensif produktif di Kecamatan Banyuputih adalah 39 Ha. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dibutuhkan 280,3 Ha mangrove untuk mendukung penyerapan nitrogen (N) dan 846,3 Ha mangrove untuk menyerap posfor (P) buangan limbah tambak intesiv produktif di wilayah studi. Mangrove yang ada di Kecamatan Banyuputih saati ini (540,18 Ha) masih mendukung dalam penyerapan limbah nitrogen (N), namun untuk penyerapan limbah posfor (P) tambak intensif masih diperlukan reboisasi minimal 304,12 Ha dari luas mangrove yang ada saat ini. Jika Pemerintah daerah akan melakukan pengembangan tambak udang intensif sesuai daya dukung atau kapasitas maksimal  perairan pesisir Banyuputih dalam menguraikan limbah organik tambak yaitu seluas 58 Ha, kondisi mangrove saat ini (540,18 Ha) masih mendukung dalam penyerapan buangan limban nitrogen (N) dari tambak intensif seluas 58 Ha, namun untuk  menyerap lmbah posfor (P) masih diperlukan penambahan (reboisasi) seluas 718,42 Ha.

Page 1 of 1 | Total Record : 5